Rabu, 31 Januari 2018

IPPNU Bandung Kukuhkan Komisariat Pesantren Al-Afifiyah

Bandung, Ribath Nurul Hidayah. Usai melantik 3 pimpinan komisariat pada Februari lalu, pengurus IPPNU kota Bandung komisariat baru. Kali ini sejumlah 15 santri dari pesantren Al-Afifiyah kecamatan Kopo, Kota Bandung, dilantik untuk masa khidmat 2015-2016 di halaman pesantren setempat, Ahad (8/3).

IPPNU Bandung Kukuhkan Komisariat Pesantren Al-Afifiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bandung Kukuhkan Komisariat Pesantren Al-Afifiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bandung Kukuhkan Komisariat Pesantren Al-Afifiyah

Ketua terlantik PK IPPNU pesantren Al-Afifiyah Wenti Ahdiniyanti mengajak anggotanya supaya bersemangat dalam mengemban amanah organisasi. Ia bertekad kuat untuk mengenalkan IPPNU di tengah masyarakat.

“Ini awal pergerakan kita di IPPNU,” kata Wenti pada pelantikan dan rapat kerja yang dihadiri oleh alumni IPPNU kota Bandung, PCNU kota Bandung, dan juga pengasuh pesnatren Al-Afifiyah Wahyul Afif Al-Ghofiqi.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Ketua IPPNU kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-Zuhri menerangkan, pelantikan PK pesantren Al-Afifiyah tidak lepas dari usaha pengurus IPPNU yang melakukan roadshow konsolidasi ke setiap kecamatan dan pesantren di kota Bandung.

Ribath Nurul Hidayah

“Setelah dibentuk kepengurusan komisariat, maka segera kami lantik agar kepengurusan segera sah dan (kader) makin bersemangat,” terang Dhilla yang bertepatan dengan hari perempuan sedunia.

Menurut Dhilla, komisariat Al-Afifiyah memiliki daya tarik tersendiri. Hampir semua pengurus komisariat ini mempunyai bakat di bidang tarik suara sehingga terbersit dalam pemikiran pengurus IPPNU Bandung akan mengadakan semacam IPPNU Idol suatu saat nanti.

Ia berharap, PK pesantren Al-Afifiyah mampu mengemban amanah. Sehingga, mereka kelak bisa mengembangkan IPPNU di daerahnya masing-masing agar IPPNU lebih dikenal ? oleh para pelajar lain. “Semoga semangat mereka tidak hanya sampai pada hari ini saat dilantik, tetapi sampai mereka bisa meregenerasi kader,” harapnya.

Selama ini, lanjut Dhilla, PC IPPNU kota Bandung mengalami beberapa kendala dalam kaderisasi, sehingga dalam membentuk komisariat pihaknya mendahulukan pesantren yang notabene NU, sampai didukung penuh oleh pengasuh pesantren itu sendiri.

“Untuk kendala di setiap komisariat adalah para kadernya sendiri yang masih belajar untuk berorganisasi. Tapi lambat laun mereka akan terbiasa berorganisasi khususnya ber-IPPNU,” tambah mahasiswi lulusan Universitas Islam Nusantara itu.

IPPNU Bandung akan terus memantau komisariat yang sudah terbentuk. “Hingga apabila setiap komisariat mengadakan kegiatan pihak pengurus cabang sendiri akan terjun langsung memfasilitasi mereka bahkan membantu mereka,” tegas Dhilla. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 30 Januari 2018

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, tidak menjadi persoalan jika bendera "Bintang Kejora" ingin dijadikan simbol kultural Papua.

"Bintang kejora bendera kultural. Kalau kita angggap sebagai bendera politik, salah kita sendiri," kata Gus Dur kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (6/7).

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural

Gus Dur, yang saat menjabat presiden mengabulkan permintaan masyarakat Irian Jaya (waktu itu) untuk menggunakan sebutan Papua, justru menuding polisi tidak berpikir mendalam ketika melarang pengibaran bendera "Bintang Kejora".

"Ketika polisi melarang, tidak dipikir mendalam. (tim) sepak bola saja punya bendera sendiri. Kita tak perlu ngotot sesuatu yang tak benar," katanya.

Menurut Gus Dur, kalau pengibaran bendera itu dianggap separatis, maka ujung-ujungnya adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menurut dia sudah tidak ada lagi.

Ribath Nurul Hidayah

"Kalau dianggap separatis harus dilanjutkan apa alasannya? Ujung-ujungnya kan OPM. Tapi sejak dua tahun lalu (OPM) sudah tinggalkan situ (Papua). Tak perlu kita curiga pada saudara sendiri," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pihak meminta agar dihindari penggunaan bendera "Bintang Kejora" sebagai lambang kultural Papua karena bendera itu telanjur menjadi simbol gerakan separatis OPM.

Ketika ditanya soal diundangnya aktivis OPM oleh Senat Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Gus Dur juga tidak terlalu mempermasalahkannya, walau Senat tidak mengundang pemerintah Indonesia untuk menjelaskan persoalan yang sama. "Pemerintah tidak diundang, wong pendiriannya sudah tahu," katanya.

Sementara, menyangkut penyusupan aktivis kelompok gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon beberapa waktu lalu, Gus Dur menyebutnya sebagai keteledoran.

"Itu keteledoran, tak perlu dibenarkan, agar tahu ada yang teledor. Biarkan saja, tapi jangan sampai terulang di masa depan," katanya. (rif)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Januari 2018

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh komponen PBNU untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Demikian disampaikan Khofifah saat memberika sambutan pada acara pebukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pesantre Khas Kempek Cirebon (24/7).

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia berada di Jawa Timur sedangkan keduanya di Jawa Tengah. Ia berpendapat, sebagian besar warga miskin ini merupakan warga NU.

Khofifah menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan sistem pemberian subsidi kepada masyarakat secara tunai, salah satunya dengan aplikasi e-warung. Untuk bantuan beras miskin, sebagian sudah dalam bentuk nontunai. Ke depan seluruh bantuan beras miskin, tidak disalurkan secara tunai sehingga berbagai masalah yang ada saat ini tidak lagi terjadi.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Nantinya, masyarakat tidak lagi mengeluh soal adanya besar yang mengandung kutu. Mereka bisa membeli sendiri sesuai dengan pilihannya," katanya.

Ia menegaskan, Kementerian Sosial merupakan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-warung ini. Karena itu, ia mengajak PBNU untuk menyiapkan diri agar masyarakat siap dengan berb,agai sistem yang sudah nontunai ini.

"Jadi, dakwahnya PBNU bukan lagi dakwah bil lisan atau bil hal, tetapi juga bil IT," tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta Ribath Nurul Hidayah

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail

Purwakarta, Ribath Nurul Hidayah. Problematika hukum Islam yang berkembang di tengah masyarakat semakin kompleks. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan terus berupaya memberikan solusi terhadap problematika tersebut dengan memperkuat forum Bahtsul Masail.

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail

Terkait keberadaan Bahtsul Masail, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menceritakan pertama kali tradisi akademik dalam pengambilan hukum di lingkungan NU itu terbentuk sebagai lembaga.

“Dulu bernama lajnah bahtsul masail, jadi kalau ada perlu-perlu, kita bahtsul masail. Tapi karena banyaknya masalah yang terhimpun, akhirnya Bahtsul Masail itu dilembagakan, resmi dilembagakan menjadi Lembaga Bahtsul Masail,” ujar Kiai Ma’ruf, Jumat (10/11).

Hal itu dia sampaikan ketika memberikan pengarahan dan taushiyah kepada para peserta Bahtsul Masail Pra-Munas dan Konbes NU 2017 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat.

Ketika Munas NU di Lampung tahun 1992, Kiai Ma’ruf sebagai Katib Aam menyampaikan kepada KH Ali Maksum terkait banyak persoalan yang mengalami tawaquf (tertunda, penundaan) karena belum ketemu qaul-nya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kiai Ali maksum meminta coba carikan jalannya, waktu Munas Lampung, kita memulai pembahasan itu tidak hanya pembahasan waqi’iyah, tetapi juga maudluiyah. Salah satu pembahasan maudluiyah waktu tentang sistem pengambilan keputusan di lingkungan NU,” terang Ketua Umum MUI Pusat ini.

Menurutnya, langkah tersebut bukan hal baru, tetapi justru mengembalikan yang ada di dalam NU, artinya manhaj dalam rangka mengembalikam model di NU yang tadinya hanya sebatas bermadzhab secara qauli, tetapi juga manhaji.

“Sehingga lahirlah fiqih manhaji,” terang Kiai Ma’ruf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Sejarah, Kajian Ribath Nurul Hidayah

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Pagi itu, Senin (13/3), Sala belum jauh meninggalkan lapaknya. Pria 36 tahun asal Cianjur itu baru akan memulai aktivitasnya mengambil sampah di lingkungan perumahan di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Tiba-tiba Sala mendengar suara seperti ledakan tabung gas tak jauh dari lapak. Begitu melihat ke atas, Sala melihat asap hitam membumbung tinggi. Lapak-lapak yang sebagian besar terbuat dari kayu, ditambah lokasi yang memang menjadi tempat penampungan barang bekas, mempercepat luasnya area yang terbakar.

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim

Saat itu Sala dan seluruh warga yang menyadari terjadinya kebakaran, segera menyelamatkan diri. Teriakan-teriakan kepanikan terlontar dari mulut mereka. Tak sedikit orang yang menyuarakan takbir dan istighfar.

Ribath Nurul Hidayah

Sala berlari sampai kaki mereka tersandung-sandung. Mereka tidak lagi memikirkan harta benda apa pun, hanya pakaian yang menempel di tubuhlah, yang selamat dan masih mereka miliki.

Wilayah? RT 05 RW 07 di Jalan Kejaksaan, Pondok Bambu, Duren Sawit, memang menjadi sasaran si jago merah pagi itu. Walaupun Sala? dan beberapa warga lain mendengar suara ledakan tabung gas, tidak dipastikan penyebab awal terjadinya kebakaran. Ada yang mengatakan, penyebab kebakaran adalah karena korsleting listrik. Sejak lima tahun ini wilayah tersebut ditempati para pengepul barang bekas.

Ribath Nurul Hidayah

Sala telah empat tahun tinggal di lokasi tersebut. Ditemui Ribath Nurul Hidayah Selasa (14/3) siang di lokasi pengungsian, ia mengatakan ada sekitar 200 orang tinggal di pengungsian akibat kejadian.

“Terima kasih atas simpati dan kepeduliannya,” kata Sala degan mata berkaca-kaca kepada? Ketua Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Sedekah (JPZIS) Paguyuban Guru Mengaji (PGM) Kecamatan Matraman, H Zam Zam Kusumaatmaja.

JPZIS PGM Matraman yang berada di bawah binaan NU Care LAZISNU hari itu menyerahkan bantuan berupa makanan dan pakaian kepada warga terdampak kebakaran. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Muslimat NU Duren Sawit.

“Pemberian bantuan pada hari ini hanya bagian awal. Karena JPZIS PGM Matraman merencakan memberikan bantuan berikutnya,” ungkap karyawan Kemenag RI yang juga bergiat sebagai guru mengaji di lingkungannya.

Sala dan warga terdampak kebakaran memerlukan dukungan banyak pihak. Kepada Ribath Nurul Hidayah, Sala mengatakan saat ini bantuan makanan termasuk cukup, karena sudah dibangun dapur umum di lokasi pengungsian. Bantuan yang masih kurang adalah obat-obatan karena banyak warga yang mengalami pusing.? Selain itu, pakaian anak-anak juga masih dibutuhkan.

Bait, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang berada di lokasi pengungsian menyarankan pihak-pihak yang akan menyalurkan bantuan, sangat disarankan berkoordinasi lebih dulu dengan petugas di lapangan. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Muslimat NU Jaksel Bekali Daiyah Aswaja Annahdliyah

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Muslimat NU Jakarta Selatan menggelar Pelatihan Kader Penggerark Aswaja di Yayasan Miftahul Umam Pondok Labu, Jakarta Selatan, Ahad (10/12).



Muslimat NU Jaksel Bekali Daiyah Aswaja Annahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jaksel Bekali Daiyah Aswaja Annahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jaksel Bekali Daiyah Aswaja Annahdliyah



Narasumber kegiatan, Kiai Jahari salah satu Syuriah PWNU DKI Jakarta menjelaskan pentingnya para daiyah mengetahui ajaran aswaja annahdliyah sebagai bekal dalam berdakwah di masyarakat.



"Pengetahuan aswaja annahdliyah bisa meminimalisir rusaknya generasi karena adanya paham-paham seperti radikalisme. Penguatan aswaja annahdliyah jugabisa memperkuat NKRI," kata Kiai Jahari.

Ribath Nurul Hidayah

Sekretaris PW Muslimat NU DKI Jakarta, Yayah Ruchyati mengatakan acara ini adalah tindak lanjut dari Pelatihan Kader Penggerak Aswaja untuk para daiyah Muslimat NU DKI Jakarta yang digagas oleh PW Muslimat.





Ribath Nurul Hidayah

"Kegiatan tersebut juga diselenggarakan oleh seluruh Pengurus Cabang Muslimat NU yang ada di Jakarta. Jakarta Selatan ini adalah cabang yang terakhir yang mengadakan kegiatan serupa," tambahnya.





Dari kegiatan tersebut diharapkan Ibu-ibu Pengurus Cabang Muslimat NU Jaksel dan para daiyah bisa menyampaiakan ceramahnya kepada para jamaah dengan dilandasi ajaran aswaja annahdliyah.

“Jangan ikutan-ikutan menyebar info atau tausiah yang ada di medsos tanpa tahu sanadnya,” tegas Yayah.

Kegiatan juga dihadiri Sri Mulyati Anshori (PP Muslimat NU); Moh Matsani (Kesbangpol); dan H Mukhtobar (Kakandepag DKI Jakarta). (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Habib Luthfi: Tertib Lalu Lintas Pun adalah Bentuk Bela Negara

Pekalongan, Ribath Nurul Hidayah - Habib Luthfi mengatakan, tertib berlalu lintas di jalan raya adalah bentuk nyata dari bela negara. Pasalnya, dengan tertib berlalu lintas, di samping dapat menyelematkan diri sendiri juga dapat memperlancar aktivitas di jalan raya.

Demikian dikatakan Rais Am Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyyah (Jatman) pada acara ta’aruf peserta Konferensi Internasional Ulama Thareqah ‘Bela Negara’, Selasa (26/7) di rumahnya Pekalongan, Jawa Tengah.

Habib Luthfi: Tertib Lalu Lintas Pun adalah Bentuk Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Tertib Lalu Lintas Pun adalah Bentuk Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Tertib Lalu Lintas Pun adalah Bentuk Bela Negara

“Adalah keliru, jika bela negara hanya diartikan dengan memanggul dan mengangkat senjata, akan tetapi dengan tertib berlalu lintas di jalan raya, para guru, para dokter, petani serta para ahli lainnya menjalankan tugasnya dengan baik dan benar itu bentuk nyata dari bela negara,” ujarnya. (Baca juga: Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran)

Ribath Nurul Hidayah

Lebih lanjut dikatakan, dirinya memberikan kata sambutan pada acara ta’aruf yang dihadiri tamu-tamu dari luar negeri tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris akan tetapi tetap menggunakan bahasa Indonesia adalah bentuk kecintaan dirinya dan bela negara terhadap NKRI.

Sementara itu Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI Jendral Purn. Ryamizad Ryacudu dalam acara sambutan selamat datang peserta konferensi tersebut mengatakan, akhir akhir ini ada beberapa orang dan sekelompok orang salah mengartikan dalam menjalankan Islam dengan benar, akibatnya yang terjadi adalah dirinya dan kelompoknya menjadi yang merasa paling benar.

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakan, jika hal demikian dibiarkan, maka yang terjadi adalah adanya friksi dan pertentangan di antara umat Islam sendiri, padahal Islam tidak demikian, Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang melindungi pemeluknya maupun kelompok pemeluk agama lainnya.

Konferensi Internasional Ulama Thariqah membahas bela negara yang diprakarsai JATMAN dibuka hari ini di Gedung Juned diikuti delegasi ulama dari 40 negara dan 1.500 utusan ulama thariqah dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk pelaksanaan konferensi, pihak panitia membagi dalam dua kelompok, yakni sebanyak 300 delegasi khusus dan tamu-tamu dari luar negeri akan membahas masalah bela negara di Hotel Santika, sedangkan delegasi lainnya dari berbagai daerah di Indonesia akan membahas dengan topik yang sama bertempat di Gedung Juned hingga Jumat mendatang.

Berbagai kegiatan penunjang seperti pawai merah putih, pentas musik ‘Debu’, istighotsah, ta’aruf peserta konferensi dan istighotsah muslimat thariqiyah ikut mewarnai kegiatan konferensi bela negara. Beberapa narasumber yang direncanakan hadir antara lain KH Hasyim Muzadi, KH Maemoen Zubair, Menpora Imam Nahrawi, H As’ad Said Ali serta beberapa delegasi luar negeri ikut memberikan sumbangan pemikiran tentang bela negara.

Sebagaimana diketahui, kegiatan yang sama pernah digelar Jatman pada bulan Januari 2016 di Kota Pekalongan yang dihadiri ulama ulama Timur Tengah serta mufti dari Amerika dengan menghasilkan Sembilan rekomendasi. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Januari 2018

Pak Slamet dan Pak Syukur adalah Warga NU

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus NU di semua tingkatan Kabupaten Pringsewu diharapkan dapat menanamkan kepada seluruh umat Islam yang beramaliyah Ahlussunnah wal-Jamaah, bahwa mereka merupakan jama’ah dari jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Pak Slamet dan Pak Syukur adalah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Slamet dan Pak Syukur adalah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Slamet dan Pak Syukur adalah Warga NU

"Mayoritas warga Kabupaten Pringsewu orang NU. Mayoritas amaliyah warga dalam beribadah menggunakan Aswaja. Tapi masih ada yang belum tahu kalau mereka NU," kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim di depan Pengurus MWCNU dan Seluruh Ranting NU di Kecamatan Pagelaran Utara, Sabtu (11/6).

Taufiq mengibaratkan warga NU seperti itu seperti makan makanan sehari hari, tapi tidak tahu nama makanan yang dimakannya. "Ibaratnya mereka hobi makan salak tapi tidak tahu kalau yang dimakannya itu namanya buah salak," katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Warga yang mengamalkan amaliyah-amaliyah NU seperti slametan, syukuran, yasinan dan sejenisnya harus tahu jam’iyyah NU. "Yang senang syukuran tempat Pak Slamet dan slametan tempat Pak Syukur harus menyadari kalau mereka adalah warga NU," ujarnya diiringi tawa para pengurus NU yang hadir.

Ribath Nurul Hidayah

Dan ini menurutnya, menjadi tugas dari pengurus NU untuk meng-NU-kan warga NU. Pengurus NU harus memperkuat identitas organisasi dengan mensyiarkannya ke seluruh pelosok Kabupaten Pringsewu.

"Alhamdulillah kepengurusan NU sudah terbentuk sampai tingkatan seluruh ranting. Ke depan kita akan membentuk sampai Pengurus Anak Ranting," tambah Taufiq pada kegiatan penguatan organisasi yang dirangkai dengan Safari Ramadhan 1437 H.

Selain memperkuat identitas jamiyyah, Taufiq juga mengharapkan kepada seluruh pengurus untuk lebih memperkuat organisasi salah satunnya dengan menertibkan administrasi keorganisasian. "Banyak aspek dari administrasi yang masih lemah dan perlu penguatan sehingga diharapkan roda organisasi dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Bondowoso, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso mengadakan lomba menghias nasi tumpeng di Musholla PCNU Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (30/4). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Ketua Fatayat NU Bondowoso, Nurdiana Khalifah menjelaskan, selain untuk merayakan harlah Fatayat, lomba tersebut juga sekaligus untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu.

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Nurdiana berharap kegiatan ini memberikan energi positif kepada seluruh kader Fatayat dari segala tingkatan, baik di ranting, anak cabang, maupun cabang. "Pulang ke rumah dengan semangat baru, (menjadi) ibu baik, produktif, dan berwawasan luas," katanya.

Ia mendorong seluruh perempuan Indonesia semakin kratif dan dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Dengan demikian akan lahir generasi perempuan yang cerdas, sehat, dan mandiri.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Lomba menghias nasi tumpeng berlanjut dengan berbagi pengalaman pengurus PC Fatayat NU, Heni dan Anisatul Hamidah, tentang hasil keikutsertaan mereka dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon, Jawa Barat.

Agenda tersebut diikuti jajaran Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka memberikan pemahaman serta mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekan Indonesia dari tangan penjajah, puluhan mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo menggelar teater di halaman kampus, Rabu (11/11).

Ketua teater Ach Jufri mengatakan, teater ini diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (ukm) teater Cemiti Unsuri. Dalam teater itu sendiri, para mahasiswa melakukan aksi tereatrikal merebut kekuasaan Indonesia atau tanah air beta dari para penjajah.

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

"Tanah air beta ini milik kita, yang dulu telah diperjuangkan oleh pahlawan. Untuk mengapresiasi nilai-nilai perjuangan pahlawan, maka kami mengadakan acara ini. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, semoga teater ini tetap berkarya, berseni dan para pemainnya tetap semangat," kata Jufri.

Ribath Nurul Hidayah

Jufri menambahkan, teater yang dimotori oleh ukm Unsuri itu dapat melahirkan para seniman atau sastrawan muda yang baik dan bijak sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas khusunya mahasiswa Unsuri. Dengan demikian, mahasiswa Unsuri mampu bersaing dalam berseni dan berkarya.

Ribath Nurul Hidayah

"Mewakili teman-teman teater, kami mengucapkan selamat Hari Pahwalan. Dimana ada karya, disitu aku ada. Salam seni dan budaya," tukas Jufri. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren, Pendidikan, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 27 Januari 2018

Antara Kami dan Mereka

Oleh Arrial Thoriq

Mbah Hasyim, ingin kami bercerita kepadamu

Tentang kami, santri-santrimu

Antara Kami dan Mereka (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Kami dan Mereka (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Kami dan Mereka

Yang belajar di pondok-pondokmu

Dengan mereka, yang suka memaki kami

Yang belajar dari bayangan dan khayal

Tapi sukanya berlaga seperti ulama

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Antara kami dan mereka

Terdapat parit lebar terbuka

Mereka menyebut kami cucumu yang durhaka

Yang pantas masuk neraka

Padahal kami mengurus NU penuh suka

Lillahi ta’ala tanpa duka

Antara kami dan mereka

Terdapat parit lebar terbuka

Kami syi’iran

Mereka mengkafirkan

Kami penuh kesabaran

Mereka penuh kebencian

Antara kami dan mereka

Terdapat parit lebar terbuka

Shalawat Nariyah kata mereka bid’ah

Slametan kata mereka tiada faedahnya

Nderek kyai kata mereka taqlid buta

Jadi santri kata mereka kolot belaka

Mereka boleh sesukanya menyakiti kami

Tapi kalau mereka sampai mengusik Pancasila

Dan menggoyang keutuhan NKRI

Kami, Banser, Fatayat, Muslimat, dan kader NU lainnya

Siap berjihad memenuhi fatwamu Mbah Hasyim

Jihad fi sabilillah mempertahankan Sang Dwiwarna

Di depan kan selalu kami nyanyikan :

Pusaka hati wahai tanah airku

Indonesia negeriku

Engkau panji martabatku

Siapa datang mengancammu

Kan binasa di bawah dulimu!

Arrial Thoriq Setyo Rifano, pelajar SMA Negeri 4 Malang, Jawa Timur



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Banyak Tantangan, RMI Ajak Pesantren Jalin Kebersamaan

Kudus, Ribath Nurul Hidayah - Guna mengangkat martabat kaum santri, Rabithah Mahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mengajak pondok pesantren menjalin kebersamaan. Pesantren harus menyatu, saling menopang? antarsesama dalam menghadapi tantangan dunia global.

Demikian disampaikan Sekretaris Pengurus Pusat RMI NU KH Miftah Faqih saat membuka puncak peringatan Satu Abad Qudsiyyah di Lapangan Qudsiyyah Jalan KHR Asnawi Kudus, Senin (1/8).

Banyak Tantangan, RMI Ajak Pesantren Jalin Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Tantangan, RMI Ajak Pesantren Jalin Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Tantangan, RMI Ajak Pesantren Jalin Kebersamaan

Menurutnya, kebersamaan merupakan salah satu alat meningkatkan martabat pesantren. Untuk menuju ke arah itu, pesantren harus bisa menanggalkan ego sektoralnya. Sebab, manusia yang ego pikirannya stagnan atau mati.

"Pesantren harus bersama-sama menggerakkan kekuatan dan potensi dengan saling mempromosikan. Bukan malah saling memotong,” kata Kiai Miftah.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Imbauan ini didorong oleh banyaknya tantangan yang belakangan ini dihadapi pesantren. Kondisi semacam ini sangat membutuhkan ketajaman membaca realitas masa kini. Kaum pesantren jangan hanya terpaku pada masa lalu, tetapi bisa fokus pada masa sekarang.

"Sebuah bait arab menyebutkan bahwa ketika mata kita fokus tertuju masa lalu, maka harus direkonstruksi. Kemudian dihimpun atau dikembangkan pada saat ini yang ada manfaatnya. Terkadang, kita lebih banyak bangga sebagai penikmat sejarah masa lalu, tetapi lupa tidak membuat sejarah masa kini," ujar Miftah.

Kepada insan-insan pesantren, Kiai Miftah mengajak supaya tidak berkecil hati. Sebab, pesantren Indonesia sangat menghargai kutubus salaf dan lainnya. Pesantren juga selalu ramah keberagaman dan menghargai tradisi lokal yang berkembang di masyarakat.

"Pesantren akan luwes karena sudah dicetak sedemikian rupa melalui pengajaran kitab-kitab salaf maupun kitab kuning yang penuh makna," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kiai Miftah mengharapkan santri tidak hanya menjadi penonton. Santri harus bisa menjadi saksi yang terlibat dalam masyarakat.

Acara puncak bertemakan Membumikan Gusjigang untuk Kemandirian Bangsa ini berlangsung mulai 1-7 Agustus di lapangan Qudsiyah Jalan KHR Asnawi Kudus. Pada hari pertama usai pembukaan, kegiatannya adalah halaqah santri mandiri dan pementasan seni budaya.

Kegiatan juga disemarakkan pameran kaligrafi dan beberapa kitab turats serta stan ekspo UMKM. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Olahraga, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 50 peserta pelatihan agen santri anti kejahatan terorisme di pesantren Kempek, mengidentifikasi situs jejaring sosial yang membawa semangat kekerasan dan keresahan. Mereka mendata situs jejaring sosial dengan aneka bentuk konten yang mengampanyekan kekerasan atas nama agama.

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

“Pada era digital seperti ini website kerap menjadi rujukan paling cepat dan mudah bagi masyarakat. Namun demikian, daya kritis tetap sangat diperlukan ketika seseorang mengakses gambar, video, atau tulisan di internet,” kata peniliti dari PAKAR, Badrus Samsul Fata memandu peserta pelatihan gerakan santri anti terorisme di pesantren Kempek, Cirebon, Senin-Rabu (29/9-1/10).

Situs jejaring anti aswaja, lanjut Badrus, memuat ajakan untuk berbuat kekerasan. Pengelola jejaring ini menarik simpati pengguna dengan mengabarkan pembantaian umat Islam dari pelbagai belahan dunia.

Ribath Nurul Hidayah

“Selain bercampur opini dan fakta, berita yang ditayangkan tidak bisa diverifikasi kebenarannya,” kata Badrus di hadapan santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat.

Konten jejaring mereka menyuarakan paham anti demokrasi. Mereka menolak NKRI dan Demokrasi. Semangat jihad kekerasan begitu tinggi. Jejaring mereka tidak segan menyebut Pancasila dan NKRI sebagai sistem Thaghut.

Ribath Nurul Hidayah

Sejumlah website yang teridentifikasi mengarah pada terorisme, antara lain arrahmah, muslimdaily, attawbah, kiblat, voa-islam, nahimunkar, daulahislamiyah, kompas islam, salam online. Daftar ini, kata Badrus pada pelatihan yang difasilitasi RMI NU, bisa diperpanjang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Makam, Nasional Ribath Nurul Hidayah

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017

Lombok Barat, Ribath Nurul Hidayah. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus berbenah menyiapkan perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU) yang diagendakan berlangsung di? Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat 23-26 November mendatang.?

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sata memimpin rapat persiapan bersama panitia daerah di Ruang Rapat Jayengrane, Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (07/11)?

Lalu Winengan, Sekretaris Nahdatul Ulama (NU) Provinsi NTB, Winengan selaku ketua panita menjelaskan, gelaran berskala nasional itu akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo di Islamic Center Mataram.?

"Rencananya, untuk penutupan akan digelar di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Kita harapkan Wakil Presiden yang hadir menutup," jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

?

Dalam pertemuan itu, dirinya berharap kepada Pemkab Lombok Barat untuk dapat membantu secara maksimal. Dikatakannya, bantuan diharapkan seperti sarana prasarana termasuk kelengkapan tempat penginapan di masing-masing pondok.?

Di Lombok Barat, rencananya ada dua pondok pesantren yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Munas, yaitu Pondok Pesantren Al-Halimy Sesela; dan Darul Quran Bengkel. Masing-masing pesantren akan menampung 100 orang peserta.

Ribath Nurul Hidayah

Menanggapi hal itu, Bupati H. Fauzan Khalid mengatakan akan melakukan kajian bersama jajarannya.

"Kami akan adakan rapat dulu dengan asisten dan jajaran. Nanti kita informasikan, kemudian kita tinjau lokasi. Terkait pengamanan kita adakan rapat dengan Polres," jelas Fauzan.

Sementara itu, Sekretaris panitia H. Marinah Hadi menyampaikan, panitia juga sudah menyiapkan agenda kegiatan pra-acara.?

"Pada tanggal 22 November, panitia akan melaksanakan sunantan massal, kemudian ada pawai yang dimulai dari Islamic Center Mataram dan berakhir di depan Pendopo Gubernur NTB. Selanjutnya ada pasar murah atau bazar di lokasi pembukaan di Islamic Center," papar Marinah. (Hadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Doa, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 26 Januari 2018

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Setelah sekian lama tidak ada kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akhirnya resmi terbentuk, Kamis (30/1) berkat bantuan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang.

?

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

“Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Probolinggo sukses membentuk PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih untuk melengkapi kepengurusan PAC di Kabupaten Probolinggo. Kami berharap setelah terbentuk, kegiatan PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini bisa aktif,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

?

Menurut Shofia, sebelum resmi membentuk PAC Kecamatan Lumbang, terlebih dahulu PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan pengkaderan secara bertahap dengan bekerja sama dengan MWCNU Kecamatan Lumbang yang dipersiapkan menjadi pengurus yang benar-benar handal dan diharapkan mampu membawa IPPNU ke arah yang lebih baik.

Ribath Nurul Hidayah

?

“Selama ini PAC IPPNU Kecamatan Lumbang sulit terbentuk karena kendala memang daerah ini berada di wilayah pegunungan serta pemahaman warga terhadap organisasi IPPNU masih kurang,” jelasnya.

?

Oleh karenanya dikatakan Shofia, PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan pengurus ranting se MWCNU Kecamatan Lumbang, dimana setiap pengurus ranting mengirimkan putri-putri NU dari wilayahnya masing-masing.

?

Ribath Nurul Hidayah

“Kemudian para putri NU ini diberikan pemahaman agar mereka tahu apa itu IPPNU dan seluk beluknya. Baru kemudian dibentuklah PAC IPPNU Kecamatan Lumbang yang dipimpin oleh Ainun Alfiah dari Desa Wonogoro Kecamatan Lumbang,” terangnya.

?

Dengan terbentuknya PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini Shofiah berharap agar IPPNU benar-benar bisa menjadi wadah bagi pelajar putrinya NU untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai kader NU.

?

“Untuk pengurus IPPNU yang sudah terbentuk di tingkat Kecamatan Lumbang ini diharapkan mampu mengemban amanah dan mengembangkan IPPNU di wilayah Kecamatan Lumbang serta bisa mengaktifkan semua kegiatan IPPNU dengan baik,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Ada Raksasa Ijo Ajak Masyarakat Mengaji di Bekasi

Bekasi, Ribath Nurul Hidayah

Warga kampung Bulaktemu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan hadirnya raksasa ijo pembawa Iqro’. Raksasa yang kerap menjadi simbol sosok jahat pembawa keresahan itu hadir dengan lembut dan akrab.

Ada Raksasa Ijo Ajak Masyarakat Mengaji di Bekasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Raksasa Ijo Ajak Masyarakat Mengaji di Bekasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Raksasa Ijo Ajak Masyarakat Mengaji di Bekasi

Para pemuda masjid kampung Bulaktemu dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menghadirkan boneka berukuran besar tersebut untuk menggerakkan masyarakat agar gemar mengaji.

“Ini hal pertama kali kita lakukan di kampung kita, mengajak pemuda khususnya, serta masyarakat untuk mengaji,” ujar Daud, pemuda kampung Bulaktemu.

Ribath Nurul Hidayah

Raksasa ijo (raksasa hijau) dibuat dari bambu setinggi tiga meter yang dilapisi kertas. Karya para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAINU Jakarta ini berjalan mengelilingi kampung, Senin (11/4), dan diikuti lebih dari 400 anak serta warga Bulaktemu dengan membawa bendera.

Ribath Nurul Hidayah

Pawai ini dibuka kepala Desa Sukabudi Iimudin Suparna serta tokoh masyarakat dan perangkat desa kampung Bulaktemu. Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita di tugu depan kantor kepala desa setempat, pukul tujuh pagi. Suara petasan dan sorak-sorak sorai dari anak-anak dan warga menambah kemeriahan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Camat Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Agung Suganda beserta jajaran pegawai kecamatan setempat. Ketua Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta Akhmad Nurul Huda yang menjadi dosen pembimbing KKN juga menyamput positif aksi kreatif para mahasiswa. (Moch. Muhdi Khorip/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Kiai Said: Palestina Dizalimi, Umat Islam Tak Boleh Diam

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah 



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, umat Islam tidak boleh diam melihat kezaliman yang menimpa Palestina. Menurut dia, apa yang dilakukan Donald Trump yang mengklaim Yerusalem ibu kota negara Israel adalah adalah bentuk kezaliman dan menantang arus internasional demi keuntungan satu bangsa.

Membela tanah air, menurutnya, adalah menjalankan perintah agama karena tanah yang subur kaya-raya ini merupakan amanah Allah sehingga wajib mengembangkan dan membangunnya. 

Kiai Said: Palestina Dizalimi, Umat Islam Tak Boleh Diam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Palestina Dizalimi, Umat Islam Tak Boleh Diam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Palestina Dizalimi, Umat Islam Tak Boleh Diam

“Itu perintah agama, bukan perintah politik,” tegasnya pada pidato di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Pusat Fatayat NU di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (16/12).  

Umat Islam, menurutnya, harus membela Palestina dan menolak Yerusalem sebagai ibu kota Israel karena itu adalah bentuk kezaliman terhadap tanah air sebuah negara. 

Ribath Nurul Hidayah

“Kita tak boleh diam terhadap kezaliman. Kita tak boleh berpangku tangan. Ini harus kita lawan. Kita harus membela Palestina. Kita harus berada di belakang Palestina,” serunya. 

Pada Jumat (15/12) Kiai Said mewakili tokoh-tokoh lintas agama untuk menyampaikan pernyataan sikap terhadap klaim sepihak Donald Trump itu. Juga mendukung sikap pemerintah Indonesia untuk menyuarakan kedaulatan Palestina. 

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Kiai Said, hal itu sebagai wujud implementasi diktum pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

“Maka kami mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk terus memperjuangkan dengan lantang tentang kedaulatan Palestina,” katanya. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri, AlaNu, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 25 Januari 2018

Menganiaya Anjing?

Sebagian umat Islam mungkin beranggapan bahwa anjing adalah hewan yang paling menjijikan setelah babi. Saking jijiknya, tak jarang ditemukan di beberapa perkampungan, anjing dijadikan objek kekesalan dan kemarahan. Setiap ada anjing yang lewat, entah apa salahnya, tubuhnya selalu dihujani dengan batu-batu. Anjing malang itu pun lari sambil terkaing-kaing.

Sikap antianjing ini sekilas memang memiliki dukungan dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)
Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)

Menganiaya Anjing?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh anjing kecuali anjing pemburu, anjing penjaga gembala dan penjaga ternak.

Berdasarkan hadits ini dipahami bahwa diperbolehkan membunuh anjing yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan manusia. Bila dia bisa digunakan sebagai penjaga gembala, rumah, dan ternak, kita tidak diperbolehkan membunuhnya.

Ribath Nurul Hidayah

Akan tetapi, sebenarnya para ulama berbeda pendapat mengenai makna dan maksud hadits di atas. Ada yang memahami larangan Nabi dalam hadits tersebut dikhususkan untuk anjing yang membahayakan saja, karena konteks kemunculan hadis ini di saat banyaknya anjing yang mengganggu dan membahayakan manusia.

Ada pula yang berpendapat bahwa hadits membunuh anjing sudah di-nasakh (dihapus) oleh hadits lain yang menunjukkan larangan membunuhnya. Maka dari itu, Imam al-Harmain (Abu Ma’ali al-Juwaini) menuturkan dalam karyanya Nihayatul Mathlab fi Dirayatil Madzhab,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Anjing yang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak pula membahayakan, tidak boleh dibunuh. Kami telah menjelaskan permasalahan ini dalam pembahasan “Perburuan Pada Waktu Manasik” ketika menyinggung hewan-hewan fasik (berbahaya). Memang ada riwayat sahih yang menyatakan Nabi SAW memerintah membunuh anjing dan kemudian pada satu riwayat dikatakan Nabi SAW melarangnya. Penjelasan rinci masalah ini sudah kami jelaskan. Sesungguhnya perintah Nabi untuk membunuh anjing hitam itu sudah di-nasakh (dihapus).

Pada hakikatnya, manusia tidak hanya dituntut menghormati sesama manusia. Binatang dan tumbuhan pun perlu dijaga, dirawat, dan dilindungi kehidupannya. Demikian pula dengan anjing walaupun ia termasuk hewan yang diharamkan secara syariat. Tetapi bukan berarti ia boleh disakiti ataupun dibunuh dengan seenaknya.

Ia boleh dibunuh bila membahayakan dan merusak kenyaman manusia, misalnya anjing gila. Sedangkan anjing yang tidak berbahaya sekalipun tidak ada gunanya, tidak dibolehkan bagi kita untuk menyakiti dan membunuhnya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News Ribath Nurul Hidayah

LPTQ Pusat Tinjau Kelayakan MTQ Internasional di Palangka Raya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) pusat akan meninjau kelayakan tempat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Internasional 2003 yang pertamakali diselenggarakan di Indonesia tahun 2003 termasuk di Palangka Raya tuan rumah MTQ Nasional XX.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris LPTQ Pusat Drs.H.Jawahil Tanthowi disela-sela persiapan pembukaan MTQ Nasional XX di Palangka Raya, Selasa.

"Kami akan membentuk tim untuk meninjau kelayakan tempat MTQ internasional termasuk yang diusulkan Gubernur Kalteng di Palangka Raya," ucapnya.

Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Internasional 2003 sebelumnya berencana menggelar perhelatan akbar tersebut di Jakarta Convensition Center dengan penginapan di Hotel Hilton maupun Hotel Indonesia.

Namun dengan adanya usulan dari pemerintah propinsi Kalteng maka pemerintah dalam hal ini Menteri Agama secara langsung akan meninjau kelayakan tempat penyelenggaran MTQ Internasional tersebut.

"Kegiatan MTQ Internasional sebenarnya lebih ringan dibanding MTQ nasional, karena hanya satu hingga dua cabang yang dipertandingkan, selain itu peserta kafilah juga relatif sedikit," ucap Jawahil yang juga Sekretaris Panitia Pusat MTQ nasional XX.

Untuk itu pemerintah pusat masih mempelajari usulan-usulan yang disampaikan Gubernur Kalteng Drs.H.Asmawi Agani, katanya. Sementara Gubernur Kalteng Drs.H.Asmawi Agani dalam jumpa pers, Senin sore  mengatakan berbagai pertimbangan pelaksanaan MTQ Internasional di Palangka Raya selain sarana dan prasarana telah tersedia juga pertimbangan  suasana yang kondusif dan faktor keamanan yang lebih terjamin dibanding Jakarta.

"Kalau di Jakarta bisa timbul kekhawatiran akan ada bom, tapi untuk Palangka Raya tentunya situasi sangat kondusif," ucapnya.

Sejumlah sarana dan prasarana MTQ Nasional XX di Palangka Raya dinilai layak untuk event internasional berupa  mimbar tilawah dan perlengkapan lainnya.

"Kalau pelaksanaan  MTQ internasional di Palangka Raya, saya yakin minat peserta dan masyarakat dunia lebih tinggi dibandingkan di Jakarta," ujarnya.

Tipe orang asing itu lebih suka ke tempat dan daerah yang belum pernah dikunjungi, apalagi kecendurungan wisatawan "back to nature" dan  Kalteng merupakan tempat pilihan yang cocok.

Menyinggung ketersediaan  akomodasi seperti penginapan, menurut Gubernur Asmawi Agani hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kecendrungan orang asing  justru lebih suka "home stay".(ant/mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Kyai Ribath Nurul Hidayah

LPTQ Pusat Tinjau Kelayakan MTQ Internasional di Palangka Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ Pusat Tinjau Kelayakan MTQ Internasional di Palangka Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ Pusat Tinjau Kelayakan MTQ Internasional di Palangka Raya

Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu

Kiai Arwani Amin, Kudus, Allahu yarham, beserta putra-putranya tidak habis pikir mengapa akhir-akhir ini istri beliau sering uring-uringan. Padahal sebelum Kiai Arwani sakit, beliau tak pernah berperilaku demikian. Sebelumnya beliau justru menjadi istri yang sangat lembut. Namun setelah Kiai Arwani sakit keadaan berbalik begitu drastis.

Karena kebingungan para putra Kiai Arwani sowan kepada Maulana Habib Lutfi di Pekalongan. Kepada beliau mereka menyampaikan permasalahannya dan memohon petunjuk. “Ini bagaimana, Habib?” Keluh mereka.

Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu

Mendengar penuturan keluarga Kiai Arwani ini Habib Lutfi tak segera berbicara. Sejenak beliau terdiam lalu tersenyum.

“Nggak apa-apa,” kata beliau kemudian. “Ibu kalian itu uring-uringan itu wajar. Dia lagi cemburu.”

Ribath Nurul Hidayah

“Cemburu bagaimana, Habib?” mereka tak memahami.

Ribath Nurul Hidayah

“Allah memberi kasyaf kepada ibu kalian sehingga dapat melihat suaminya, bapak kalian, sedang menjadi rebutan para bidadari,” jelas Habib Lutfi.

Ketika para putra Kiai Arwani sampai kembali di rumah mereka menyakan kepada ibunya perihal sering uring-uringannya itu. Sang ibu dengan tegas menjawab, “bagaimana tidak marah, lah wong setiap hari aku melihat bapakmu dipeluk perempuan cantik-cantik!”

Bila baru sakit saja sudah menjadi rebutan bidadari, bagaimana nanti setelah meninggal? (Yazid Muttaqin)

Cerita ini dikisahkan KH Subhan Makmun, Rais Syuriyah PBNU, dalam kajian kitab Tafsir al-Munir di Islamic Center Brebes, Ahad 7 Februari 2016)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai Ribath Nurul Hidayah

Kapan Nikah?

Menjelang mudik Lebaran, Dulkirom, seorang anggota Banser, dak-dik-duk menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” dari segenap pintu rumah kerabat yang bakal ia kunjungi. Baginya, usia 34 tahun belum ijab-qabul adalah aib, bahkan bid’ah bagi sekelompok orang.

Benar. Serangan yang ia khawatirkan pun tiba.

Kapan Nikah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nikah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nikah?

“Kapan nikah, Nak?” Pertanyaan meluncur dari Pak Leknya (paman).

Ribath Nurul Hidayah

“Wah, KUA Lebaran gini masih tutup, Pak Lek,” jawabnya ngeles.

Ribath Nurul Hidayah

Pertanyaan serupa muncul dari anggota keluarga lain dan sahabat-sahabatnya dan dijawab dengan alasan yang sama. Terus berulang dari pintu ke pintu hingga sembilan kali.

“Terus kalau KUA sudah buka, tanggal berapa mau kawin?” Tanya salah satu bibinya.

Jawaban tak mungkin sama. Sambil melirik saudara sepupunya, si Banser sok berkonsultasi, “Enaknya, punya rumah dulu atau mobil dulu ya sebelum nikah?”

“Kalau menurutku, ya mesti punya calon dulu,” balas rekannya sambil ngelonyor. (Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Habib Ribath Nurul Hidayah

Mensos Lepas 14 Anak kepada Orang Tua Angkat Masing-masing

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Sosial RI, H Khofifah Indar Parawansa, melepas 14 balita dan anak kepada orang tua angkat masing-masing. Pelepasan balita dan anak ini dilakukan di kantor UPT PSAB Dinas Sosial Jatim di Sidoarjo, Kamis (2/3). Anak dan balita tersebut sebelumnya ditampung di UPT Pelayanan Sosial Anak Balita (PSAB) Dinas Sosial (Dinsos) Jatim di Sidoarjo.

Menteri Sosial Ri Khofifah Indar Parawansa mengatakan, syarat untuk bisa mengadopsi anak diantaranya pasangan harus sudah berstatus menikah minimal 5 tahun dan usia pernikahan maksimal 45 tahun. Selain itu pasangan harus melengkapi berkas tertulis dari dokter ahli bahwa pasangan sudah tidak memungkinkan memiliki anak kandung.

Mensos Lepas 14 Anak kepada Orang Tua Angkat Masing-masing (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Lepas 14 Anak kepada Orang Tua Angkat Masing-masing (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Lepas 14 Anak kepada Orang Tua Angkat Masing-masing

"Balita yang sudah mendapatkan orang tua angkat usianya bervariasi, ? mulai dari usia paling kecil empat bulan hingga balita usia 3 tahun, namun rata–rata balita yang dilepas usianya di bawah 1 tahun. Latar belakang keluarga yang mengadopsi juga beragam, mulai dari pasangan PNS, Polri, dari keluarga dokter, bidan dan wiraswasta," kata Ketum Muslimat itu.

Terkait dengan ijin adopsi anak, prosedur administrasinya harus mengurus di kantor Dinas Sosial tingkat propinsi, sedangkan untuk warga Negara asing apabila ingin mengadopsi anak prosedur yang dilewati harus mendapatkan ijin dari kementerian sosial RI, diantaranya syaratnya harus mendapatkan ijin dari Negara asal pemohon.

Ribath Nurul Hidayah

Prosedur ijin untuk mengadopsi anak angkat menjadi perhatian pemerintah karena untuk menjaga jangan sampai terjadi kembali persoalan-persoalan sosial muncul, seperti halnya kekerasan pada anak.

Sugeng Hari, salah satu orang tua asuh, mengaku akan merawat anak yang diadopsi dengan sebaik mungkin. Karena anak-anak itu juga anugrah dari Tuhan. "Kami akan merawat anak ini dengan sebaik-baiknya. Karena anak ini juga anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syafuddin, berpesan kepada para orang tua angkat, supaya ikhlas dan sabar dalam merawat anak. Dan yang paling penting, kata Wabup, adalah memberikan kasih sayang penuh hingga anak tersebut tumbuh dewasa.

Pria yang akrab disapa Cak Nur menjelaskan, sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, tentu orang tua angkat sudah melakukan persiapan–persiapan seperti kondisi ekonomi serta kesiapan mental dalam mengasuh anak. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah News, Ulama, Daerah Ribath Nurul Hidayah

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

Boyolali, Ribath Nurul Hidayah. Untuk menghindari keruwetan ganti pakaian saat tiba di Arab Saudi, sebagian dari calon haji (calhaj) yang berangkat dari Embarkasi Solo, Jawa Tengah, mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Donohudan atau sesaat sebelum mereka terbang ke Tanah Suci.

Hal tersebut diinstrusikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo 2013. Menurut Kasubbag Humas PPIH, Badrus Salam, pihaknya menyarankan agar mengenakan pakaian ihram di asrama haji, jika calhaj mengambil miqat umrah wajib saat berada di pesawat terbang.

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Kerepotan, Calhaj Kenakan Pakaian Ihram di Asrama Haji

“Kami menyarankan hal tersebut karena ganti pakaian di dalam pesawat itu tidak mudah,” ucapnya, Senin (30/9).

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, jamaah yang mengambil miqat di Jeddah akan mengalami kerepotan jika mereka berganti pakaian ihram setelah tiba di Jeddah. Pasalnya, kebijakan baru untuk pemeriksaan hanya dilakukan selama dua jam, berbeda dengan tahun sebelumnya yakni empat jam.

“Karena waktu pemeriksaannya singkat, jamaah yang akan berganti pakaian ihram bisa kerepotan mencari tempat ganti pakaian,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Namun, beberapa kendala mungkin akan dialami calhaj manakala memakai pakaian ihram sejak dari tanah air. Di antaranya kemungkinan tidak kuat untuk menahan hawa dingin di dalam pesawat terbang. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 24 Januari 2018

Ini Perbedaan Aswaja NU dengan Aswaja yang Lain

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. KH Ahmad Nadlif Mujib menyatakan perbedaan antara Aswaja NU dengan Aswaja yang lain. Menurut kiai muda yang kerap disapa Gus Nadlif itu antara Aswaja NU dengan yang lain sama-sama menyatakan ummatan wasathan (umat moderat).?

“ISIS juga mengklaim dirinya moderat,” paparnya dalam Apel Siaga Banser Jepara yang berlangsung di Pesantren Hadziqiyah, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Sabtu (13/5) siang lalu.?

Di samping itu, kata Instruktur Nasional PP GP Ansor, Aswaja NU dengan yang lain sama mengaku golongan yang selamat yakni Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).?

Ini Perbedaan Aswaja NU dengan Aswaja yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Perbedaan Aswaja NU dengan Aswaja yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Perbedaan Aswaja NU dengan Aswaja yang Lain

Ada pun sisi perbedaannya urai Gus Nadlif, Aswaja NU punya manhaj (cara) atau metodologi yang jelas. Kiai asal Pati itu mengajak Banser agar tidak membedakan kiai NU dengan ustad kelompok yang lain.?

“Jangan bedakan Mbah Moen dengan ustad muallaf dong,” tegasnya yang enggan menyebut nama ustadz tersebut.?

Ribath Nurul Hidayah

Mbah Moen paparnya, sanad dan keilmuan di bidang Al-Quran dan hadist jelas. Sedangkan ustadz yang bilang nasionalisme tidak ada dalilnya, sebut Gus Nadlif hanya berpedoman pada terjemahan.?

Dalam apel yang dihadiri oleh ratusan Banser se-Kabupaten Jepara juga KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara sebagai komandan apel, pengasuh pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati ini menambahkan perbedaan yang ketiga adalah berkaitan soal mayoritas.?

“Aswaja NU kita ini adalah kelompok mayoritas tetapi mereka (aswaja yang lain, red) berusaha mengganti mayoritas di dunia internet,” ungkapnya penuh keprihatinan.?

Untuk itu pihaknya di jajaran pengurus pusat terus memutar otak agar Aswaja NU mayoritas di dunia nyata juga di dunia maya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat

Kudus, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus, Karyati Inayah berpendapat Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Langsung merupakan momen sambung rasa dan silaturrahim antara calon wakil dengan rakyat.

Ia mengatakan hal itu pada diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah bertempat di rektorat lantai 3 STAIN Kudus, Sabtu (20/9) siang.

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat

“Dengan Pilkada Langsung, menurut kami para calon bisa silaturrahim, blusukan, sambung rasa kepada rakyat secara langsung,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Berkaitan dengan politik uang, lanjut Inayah perlu dimaknai dengan positif. Masyarakat punya bargain, nilai tawar untuk menentukan pilihannya, bukan rakyat hanya mampu “dibeli” dengan selembar uang.

Ribath Nurul Hidayah

Disamping itu, Pilkada Langsung yang dianggap banyak menuai konflik menurutnya kedepan akan lekas hilang dengan sendirinya. “Ke depan masyarakat kian tambah dewasa. Kita pun tidak perlu cemas sebab kelak konflik akan hilang dengan sendirinya,” imbuhnya.

Sejumlah dinamika  dalam pelaksanakan Pilkada Langsung; politik uang dan konflik, tambah Inayah, merupakan pembelajaran tersendiri bagi masyarakat. Lambat laun dinamika tersebut kelak hilang dengan sendirinya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba

Jombang, Ribath Nurul Hidayah - Santri putri Ribath Al-Mubtadiin Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang punya cara unik dalam memeriahkan HUT Ke-72 RI. Mereka mengisi kemerdekaan RI dengan mengadakan lomba-lomba ringan seperti makan kerupuk, memindahkan air dengan tangan, membawa tepung dan beberapa lomba lainnya, Ahad (20/8).

Lomba-lomba ini khusus santri putri dan dilakukan sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga azan zuhur datang. Lokasi lomba berada di lahan kosong barat asrama putri Al-Mubtadiin. Panitianya juga perempuan. Mereka secara kreatif melakukan persiapan sendiri dan mengatur lomba sendiri.

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba

Pengasuh Ribath, Hj Maslachatul Ammah (Neng Laha), menyebutkan lomba-lomba kecil ini bertujuan mengisi libur santri dan meningkatkan kekompakan antarsantri. Oleh karenanya, kebanyakan perlombaan yang dilakukan di sini lebih menekankan kerja tim.

"Pengasuh berharap ini bisa menjadikan hiburan yang mendidik bagi santri putri kita. Dalam lomba-lomba ringan ini saya anjurkan untuk lebih fokus ke kerja sama kelompok," jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Neng Laha mengaku membebaskan para santri memilih lomba yang mereka sukai dengan batasan harus ada nilai pendidikannya seperti pentingnya pemimpin, kerja sama, gotong royong, dan kesiagaan. Untuk hadiah perlombaan panitia juga menyiapkan berbagai hal unik lainnya.

Hadiah lomba bukan berupa uang tunai, melainkan makanan ringan yang dimasukan ke dalam kardus besar. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan lomba bukanlah hadiahnya melainkan proses lomba itu sendiri yang perlu dihayati. Meskipun begitu, para peserta tampak penuh ceria menjalani lomba yang disediakan panitia. Gelak tawa dan canda gurau terus mengalir deras selama proses lomba.

"Kita siapkan anggaran khusus buat lomba ini, itung-itung hiburan. Kasian anak-anak kalau libur sekolah dan ngaji hanya diisi dengan tidur di kamar," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU

Makassar, Ribath Nurul Hidayah. Wakil Menteri Agama KH Nasaruddin Umar mengatakan, eksistensi Indonesia yang majemuk dan kokoh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kini tidak lepas dari sumbangsih Nahdlatul Ulama (NU). Tapi peran ormas terbesar di Indonesia ini tak lepas dari kontribusi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“NU akan selalu setia menjaga NKRI, dan produk intelektual NU berasal dari PMII. Merekalah yang akan menjaga NU dan NKRI,” jelas pria berdarah Bugis ini dalam acara silaturahim Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKAPMII) Sulawesi Selatan di Balai Diklat Kemenag, Makassar, Ahad malam (10/8).

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU

Nasaruddin memuji, peran menonjol mereka adalah sebagai perekat dalam menjaga harmonisasi bangsa. Sehingga kondisi bangsa ini tidak dalam ancaman disintegrasi. “Itu karena PMII yang tetap menjaga sikap kebangsaan,” jelas mantan Katib Aam PBNU

Ribath Nurul Hidayah

Ketua IKAPMII Sulsel Kadir Ahmad menuturkan, pelaksanaan silaturahim ini sangat strategis, utamanya dalam menyikapi berbagai tantangan kebangsaan dan keagamaan.

“Alumni PMII Sulsel berkhidmah dan tersebar di lintas profesi, tentu membutuhkan ruang dalam mendiskusikan berbagai persoalan agar sumber daya yang dimiliki alumni dapat dituangkan dalam perjuangan gerakan sosial-keagamaan di tengah perubahan-perubahan kedepan,” tandas Kadir Ahmad.

Ribath Nurul Hidayah

Silaturahim ini dihadiri ratusan alumni PMII Se-Sulel lintas generasi, lintas cabang dan kampus. Turut hadir Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco LC, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel HM Gazali Suyuti, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Masrurah Mochtar, Ketua Yayasan Badan Wakaf UMI Prof? Dr Mochtar Noor Jaya, serta sejumlah tokoh senior PMII Sulsel, seperti Arfah Siddiq, Rahman Idrus, Abdurrahman K, Mukhlis Latif, Ketua GP Ansor Sulsel, M Tonang Cawidu, Ketua PMII Sulsel, Ismail Mangngaga. (Ahmad Arfah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama Ribath Nurul Hidayah

LAZISNU Berdayakan Umat Melalui NUPreneur

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nadlatul Ulama (LAZISNU) yang dipimpin KH Masyhuri Malik bekerjasama dengan Extrajoss memberdayakan  warga di komplek Pergudangan Bandara Emas, Neglasari, Kota Tangerang, Banten pada Kamis, (14/6) lalu melalui program NUpreneur. 

LAZISNU Berdayakan Umat Melalui NUPreneur (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Berdayakan Umat Melalui NUPreneur (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Berdayakan Umat Melalui NUPreneur

Demikian disampaikan Direktur Pelaksana LAZISNU H. Amir Ma’ruf, di kantor LAZISNU, Lantai II gedung PBNU, Jakarta, Senin, (18/6). 

Menurut Amir, pemberdayaan melalui NUpreneur itu dilaksanakan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kaisar Nusantara.

Ribath Nurul Hidayah

“NUPreneur ini merupakan program yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena program ini sangat memberikan efek yang berkelanjutan dalam pemberdayaan umat. Mereka disarankan untuk menyicil hasil usahanya. Kemudian setelah terkumpul, uang itu digunakan untuk memberdayakan warga yang lain,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Pemberdayaan melalui program NUPreneur, sambung Amir, yaitu program dalam bentuk pinjaman modal usaha kepada masyarakat. Program ini merupakan program unggulan Lazisnu tahun 2012 ini. 

Sementara itu, Manager Fundraising Lazisnu Nur Rahman menjelaskan lebih rinci. pemberdayaan masyarakat yang berlangsung di Pergudangan Bandara Emas itu, dengan menyumbangkan sepeda, alat jualan seperti: termos es, tempat air dari PT. Bintang Toejoe sebagai produsen Extrajoss. 

“Mereka bersemangat sekali berjualan. Dengan demikian, program LAZISNU ini sangat membantu dan ditunggu-tunggu masyarakat,” jelas Nur Rahman.

Menurut Nur Rahman, meski sangat berdekatan dengan Jakarta, masyaraka di daerah itu sangat memprihatinkan. Melalui UPZ, yang merupakan perpanjangan tangan dari LAZISNU, berupaya mempercepat gerak pemberdayaan masyarakat. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Lomba, Internasional, Cerita Ribath Nurul Hidayah

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

Tulunggaung, Ribath Nurul Hidayah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Tulungagung, resmi mendirikan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar). Badan ini secara khusus membidangi masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat ? di Kabupaten Tulungagung.

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Sahrul Munir mengatakan, Ansor secara struktural telah membentuk Baanar dari tingkat pusat sampai daerah. Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memerintahkan pada pengurus di daerah untuk membentuk badan ini.

“Saat ini penyalahgunaan narkotika sudah darurat, sama bahayanya dengan terorisme. Sesuai data setiap hari sekitar 45 orang meninggal gara-gara Narkoba. Kita semua warga Ansor punya kewajiban yang sama untuk membantu Kepolisian dan BNN untuk mencegahnya,” ungkap Sahrul Munir kepada Ribath Nurul Hidayah, Jumat (5/8) pagi di arena Rakernas Banser di Tulunggung.

Munir mengatakan, kader GP Ansor berusia antara 30-40 tahun. Sedangkan pengguna narkoba rata-rata di usia produktif. Maka GP Ansor sebagai Badan Otonom Nahdlatu Ulama (NU), punya kewajiban yang sama, terlebih Ansor memiliki struktural sampai tingkat Kelurahan/Desa.

“Kepengurusan Ansor Tulungagung ada 19 anak Cabang Kecamatan dan 271 ? desa dan kelurahan. Maka ini sangat efektif untuk perang lawan narkoba,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk menangani organisasi ini,lanjut Munir, ia telah menunjuk Hariadi mantan Komandan Banser periode sebelumnya untuk menjabat sebagai Kepala Baanar Kabupaten Tulungagung.

“Saya yakin dengan pengalaman dilapangan Cak Hariadi. Organisasi ini akan efektif dan bisa berjalan. Apalagi ? terkait ini kita harus selalu koordinasi dengan Polres dan BNN Daerah,” tandasnya.

Ribath Nurul Hidayah

“Karena ada momen Rakernas Banser. Maka saya nunutkan deklarasinya. Mumpung Ketua Umum Gus Yaqut hadir di Tulungagung,” kata Munir. (Imam Kusnin/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Ahlussunnah, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 23 Januari 2018

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Pamekasan, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia H Ir Dian Faridz menyatakan salut atas spirit kemandirian yang tertanam kuat dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, salah satu kelemahan generasi muda saat ini ialah terletak pada semangat kemandirian tersebut.

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Ia menyampakan hal itu saat mengunjungi Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (18/01). Dalam lawatannya tersebut, Faridz menghadiri maulid nabi Muhammad SAW dan milad ke-45 Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

"Dan harus diakui, pesantren mempunyai peran besar dalam menguatkan spirit kemandirian di tubuh bangsa ini. Dari pesantren lah generasi bangsa yang sangat tangguh bermunculan," akunya kepada Ribath Nurul Hidayah.

Ribath Nurul Hidayah

Ditegaskan, spirit kemandirian tersebut diharapkan tetap lestari. Jangan sampai ganasnya era globalisasi justru memasungnya. "Dan kami berkeyakinan, selagi langkah kiai tetap mengetengahkan nilai keislaman, ganasnya globalisasi tidak akan mampu menggerus nilai-nilai mulia kepesantrenan," terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Karena pesantren mempunyai peran vital dalam membangun negeri ini, pihaknya menyatakan tidak akan mengabaikan keberadaannya. Tentu dengan memperhatikan perkembangan pesantren melalui program pemerintah yang pro-rakyat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, AlaNu Ribath Nurul Hidayah

Penyebar Thariqoh Naqsyabandiyah di Bumi Paderi

Sumatera Barat Ranah Minang yang terkenal dengan Adat bersandi Syarak, Syarak bersandi Kitabullah yang dipimpin oleh Tigo Tungku Sajarangan, Ulama, Penghulu dan Cadik Pandai. Para ulama di ranah Minang, sebagai panutan umat biasanya mempunyai keahlian dalam ilmu Syariat, ilmu Thariqat dan seringkali pula melengkapi diri dengan ilmu Pencak Silat.? Kisah yang akan kita ikuti kali ini adalah salah satu contoh peran ulama di ranah Minang, dalam membina umat di tengah berbagai goncangan zaman.

Di daerah Pesisir Selatan yang dulu dikenal Banda Sapuluh kemudian Pesisir Selatan dan Kerinci, bermukim seorang ulama panutan umat yang dikenal seluruh lapisan masyarakat yakni Syeikh Abdul Munaf Bakrin yang terkenal dengan panggilan Tuanku lebih populer lagi dengan Buya Lubuk, yang mulanya mengajar ilmu syariat berbentuk halaqah di surau.

Penyebar Thariqoh Naqsyabandiyah di Bumi Paderi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyebar Thariqoh Naqsyabandiyah di Bumi Paderi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyebar Thariqoh Naqsyabandiyah di Bumi Paderi

Syeikh Abdul Munaf Bakrin gelar Tuanku Mudo-Malin Sutan, terlahir di Taeh Koto Pulai, Barung-Barung Belantai Koto XI Tarusan ±? 44 km dari Padang pada bulan Agustus 1901 M. dan wafat pada 31 Maret 1984 M.

Syeikh Abdul Munaf Bakrin adalah anak dari pasangan H. Abu Bakar dan ibu Siti Subuh Chaniago. Siti Subuh adalah seorang ibu yang taat dan lemah lembut serta pandai pencak silat.

Ribath Nurul Hidayah

Sejak Kecil Munaf Bakrin diasuh oleh kedua orang tuanya, kemudian belajar Sekolah Desa 3 tahun. Untuk menguasai ilmu-ilmu agama, Munaf belajar Al-Qur’an di Taram, kec. Harau 50 Kota. Kemudian berpindah-pindah guru agama. Di antaranya adalah Buya Taram, Buya Ibrahim, Tiakar Payakumbuh, Buya Ruslan di Limbukan, Buya Sulaiman ar-Rasuli (Buya Candung) Bukittinggi, Buya Jamil Jaho (Buya Jaho) Padang Panjang, dan belajar thariqat Naqsyabandiyah dengan Buya Syeikh M. Thaib Pasar Baru Pauh Padang hingga berhasil mendapat Ijazah Khalifah.

Ribath Nurul Hidayah

Setelah ilmunya cukup, Munaf Bakrin kemudian mengajar mengaji dan berdakwah dari surau ke surau dan nagari di daerah Banda Sapuluh. Munaf Bakrin mengembangkan ajaran Thariqat Naqsyabandiyah dan ajaran Sunniah Syafi’iyah. Munaf Bakrin kemudian diangkat sebagai Tuanku Muda oleh Syeikh Maulana HM. Thaib, Angku Surau Baru sekaligus khalifah Mursyid Thariqat Naqsyabandi 1932 daerah Banda Sapuluh di Surau Lubuk Panjang Barung-Barung Belantai Koto XI Tarusan.

?

Dari pengalaman berdakwah inilah, Munaf Bakrin tumbuh menjadi seorang ulama yang telah aktif memimpin masyarakat, termasuk dalam perjuangan politik. Seperti terlibat dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1926. Saat itu, Munaf Bakrin bahkan sempat ditangkap Belanda dan ditahan di Tangsi Muaro. Namun kemudian lepas dari tahanan dan merantau lagi untuk menambah ilmu dan pengalaman ke kepulauan Malaya dan Singapura.

Pada zaman Jepang, jiwa patriotisme Munaf Bakrin tampil kembali. Karena di segani oleh Jepang banyak pemuda-pemuda yang dibuang ke Digul dapat diselamatkan dengan menjadikan mereka pelajar di Surau Lubuk dan Jepang dapat membenarkannya.

Pada masa Revolusi Kemerdekaan mendirikan Lasymi (Lasykar Muslim Indonesia) di Pesisir Selatan dan Kerinci (PSK) langsung Komandan Intendannya.

Masa Kemerdekaan

Sebagai ulama Syafi’iyah-Sunniyah, Munaf Bakrin bersama ulama dan tokoh-tokoh masyarakat yang sepaham mendirikan cabang Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang didirikan oleh Buya Candung di kabupaten PSK. Pada waktu Perti berobah menjadi Partai Islam Perti, maka kabupaten PSK langsung menyesuaikan diri dan berdirilah Partai Islam Perti dengan Munaf Bakrin Buya langsung sebagai Ketua Dewan Thariqatnya.

Pada tahun 1950 Munaf Bakrin diangkat sebagal Hakim pada Makmar Syariah Painan. Dalam masa PRRI tetap setia pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjabat jabatan sebagai Penasihat Bupati Pesisir Selatan.

Tahun 1960-1970 Munaf Bakrin dipercayakan memegang jabatan Ketua Pimpinan Cabang Perti sekaligus Pimpinan PPTI kabupaten Pesisir Selatan. Setelah Dekrit Buya Candung, Perti menjadi Persatuan Tarbiyah lslamiyah, tahun 1969 langsung menjadi Ketua DPD Persatuan Tarbiyah Islamiyah kabupaten Pesisir Selatan. Tahun 1977-1982 menjadi angggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Golkar.

Mengembangkan Thariqot Naqsyabandiyah

Setelah diangkat dan diresmikan sebagai Khalifah Mursyid oleh Buya Syeikh M. Thaib-Angku Pasar Biduk di Surau Lubuk Panjang, mengajarkan Thariqat Naqsyabandi dengan mendirikan Suluk, sekaligus menghadapi tantangan penganut Khurafah Tahyul dan ilmu Sihir serta rasa disaingi dari pengamal Thariqat yang telah lebih dulu berkembang.

Selanjutnya berdatanglah murid-murid yang ingin belajar Thariqat Naqsyabandiyah dan melaksanakan suluk dari daerah-daerah Banda Sapuluh, kota Padang. Munaf Bakrin kemudian mengembangkan pengajian Thariqat Naqsyabandi ke Siguntur Muda. Pengajian Munaf bakrin kemudian menjalar hingga ke Lubuk Niur, Indrapura, Lubuk Pinang Muko-Muko Kabupaten Bengkulu Utara, Teluk Kabung, Batu Sangkar dan Padang.

Untuk menyebarkan ilmunya, Syeikh Abdul Munaf Bakrin mengangkat para khalifah di daerahnya masing-masing dan mendirikan surau tempat wirid Tawajuh. Syeikh Abdul Munaf Bakrin mendatangi dan membimbing mereka secara bergilir di tempat-tempat didirikan Halqah Khatwat (Suluk). kegiatan ini dilaksanakan sepanjang hidup.

Syeikh Abdul Munaf Bakrin sangat berjasa dalam penyatuan pengajian Syariat dengan Thariqat. Syeikh Abdul Munaf Bakrin mengantar kader-kader ke sekolah agama (Madrasah Tarbiyah) di daerah Payakumbuh dan Bukitinggi. Namun Syeikh Abdul Munaf Bakrin juga mendirikan Madrasah/Pesantren dengan mewakafkan tanah pusaka tinggi untuk perumahan pesantren di Taeh.

Syeikh Abdul Munaf Bakrin mendukung secara utuh dan sungguh-sungguh pendidikan Al-Qur’an yang mewajibkan pelajaran terjemah Al-Qur’an yang dipimpin Ibnu Abbas (anak) dengan pendidikan Nurul Yaqien. Syeikh Abdul Munaf Bakrin menjadikan Nurul Yaqien sebagai nama bagi seluruh surau dan mesjid dibawah naungannya, baik yang berada di Pesisir Selatan maupun yang berada di luar Pesisir Selatan dengan harapan agar pendidikan Al-Qur’an dan terjemahannya diajarkan oleh para khalifah untuk para jamaah di daerah masing-masing.

Syeikh Abdul Munaf Bakrin juga menugaskan kepada para khalifah, jamaah dan ahli waris untuk memperbaiki dan membangun baru Surau Lubuk yang telah dimakan usia. Serta mengamanatkan kepada seluruh khalifah dan jamaah untuk selalu bekerjasama dengan pemerintah di semua tingkat dan tokoh agama, tokoh adat serta tokoh masyarakat selama tidak menghalangi pelaksanaan ajaran Thariqat Naqsyabandiyah dan ikut berperan serta dalam pembangunan dan melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dengan lembut, santun tapi tegas.

Suasana Menjelang dan Saat Wafat

Sekitar tiga puluh hari mendekati hari wafat, Buya tidak mau makan dan minum dan tak boleh dibangunkan karena sedang sakit dan zikir. Hanya bangun di awal setiap waktu shalat untuk bersuci dan berwudhu, langsung shalat dalam berbaring menghadap kiblat.

Saat menjelang wafat selalu terdengar ucapan Allah, Allah, akhirnya Buya berangkat Kehadirat Allah dengan ucapan la ilaha illallah dengan wajah yang tenang berseri. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.



(oleh Syaifullah Amin. Disarikan dari Buku Syeikh Abdul Munaf Bakrin : Ulama Panutan dan Pejuang, karya Syeikh H Ibnu Abbas Munaf, SH)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Humor Islam, Kajian Sunnah, Nasional Ribath Nurul Hidayah