Senin, 28 Maret 2016

Kemensos Terima Hibah Kurma 50 Ton dari Pemerintah Arab Saudi

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Kementerian Sosial menerima hibah kurma sebanyak 50 ton dari Pemerintah Arab Saudi. Kurma tersebut sedianya disiapkan untuk menyambut puasa.

Kemensos Terima Hibah Kurma 50 Ton dari Pemerintah Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Terima Hibah Kurma 50 Ton dari Pemerintah Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Terima Hibah Kurma 50 Ton dari Pemerintah Arab Saudi

Secara simbolis, kurma tersebut diserahkan langsung Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Rabu (3/5).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, nantinya kurma akan didistribusikan ke fakir miskin, panti asuhan serta pesantren. Menurutnya, hibah kurma ini akan sangat membahagiakan banyak orang, utamanya kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.?

“Mengingat akhir bulan Mei ini, umat Islam akan memasuki Bulan Ramadhan,” terang Khofifah.

Dia menyampaikan terima kasih untuk perhatian yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk masyarakat Indonesia.?

Ribath Nurul Hidayah

“Saya harap hibah ini semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi,” tandas perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Kajian Sunnah, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 Maret 2016

Cerita Amelia, Santri Walisongo Sragen Praktik Jurnalistik di Rakornas LAZISNU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Para santri anggota ekstrakurikuler Jurnalistik di Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah memanfaatkan perhelatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU yang lalu sebagai ajang praktik lapangan keterampilan jurnalistik mereka. Hasil liputan mereka dimuat di website ponpeswalisongosragen.net.

Amelia Rasmujani, siswa kelas 12 menuturkan dirinya bangga bisa meliput kegiatan Rakornas NU Care-LAZISNU.

“Saya dan teman-teman menulis semua acara Rakornas. Senang karena ini kegiatan tingkat nasional,” kata Amelia kepada NU Onlin edi sela-sela kesibukannya di Pesantren Walisongo, Selasa (31/1).

Cerita Amelia, Santri Walisongo Sragen Praktik Jurnalistik di Rakornas LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Amelia, Santri Walisongo Sragen Praktik Jurnalistik di Rakornas LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Amelia, Santri Walisongo Sragen Praktik Jurnalistik di Rakornas LAZISNU

Ia mengatakan anggota ektrakurikuler Jurnalistik di bawah bimbingan Ustad Dimyati selama ini terbiasa meliput kegiatan santri.

“Kegiatan santri Pesantren Walisongo. Kayak kemarin ada Liga Santri Nasional (LSN),” papar Amelia.

Ribath Nurul Hidayah

Keterlibatan tim Jurnalistik untuk meliput Rakornas salah satunya bermula dari pertanyaan Pengasuh Pesantren Walisongo KH Ma’ruf Islamuddin kepada Ustad Dimyati. Ustad Dimyati lalu mengatakan tim mereka adalah anggota ektrakurikuler Jurnalistik. Beberapa waktu Tim Jurnalistik juga aktif menerbitkan buletin.

Mendengarkan jawaban itu, Kiai Ma’ruf menganggap kegiatan mereka sebagai kegiatan yang positif dan perlu diteruskan.

Ditemui terpisah, Kiai Ma’ruf yang juga Ketua PCNU Sragen mengungkapkapkan para santri Walisongo diberi kebebasan mengembangkan bakat mereka melalui beragam kegiatan yang mereka suka.

“Lulusan pesantren tidak harus jadi kiai,” kata Kiai Ma’ruf.

Kembali ke soal kegiatan jurnalistik para santri selama Rakornas, Amelia menceritakan kegiatan mereka juga sebagai bagian bakti santri untuk pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

“Jadi peliputan Rakornas NU Care-LAZISNU untuk website pesantren juga persembahkan kami untuk Pesantren,” katanya.

Sebelum meliput kegiatan Rakornas, Amelia mengaku berdebar-debar karena event kali ini adalah tingkat nasional yang bukan acara sembarangan.

“Kalau meliput sambutan-sambutan kalau nggak sesuai atau kelewatan kan bisa panjang urusannya,” kata Amelia.

Namun, setelah berhasil meliput dan mulai ditayangkan di website pesantren, ia mengaku sangat lega.

Ada liputan paling menarik bagi Amelia, yakni saat menulis aksi intern pesantren dalam ajang Rakornas, yakni bagian konsumsi.

“(Meliput) tentang konsumsi. Menurut saya (bagian konsumsi) pahlawan. Nggak ada berhentinya, masak, nyuci, masak lagi,” lanjut Amelia.

Amelia bergabung dalam ekstrakurikuler Jurnalistik sejak kelas 10 atau pada 2015, bertepatan dengan awal berdirinya website pesantren.

Ia pun mengaku bercita-cita menjadi jurnalis.

“Ke depannya jujur pengen kerja sebagai jurnalis,” harap dia. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Meme Islam, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 23 Maret 2016

Replika Al Qur`an Raksasa Warga Banyuwangi

Banyuwangi, Ribath Nurul Hidayah. Beragam cara dilakukan warga muslim dalam beramal selama menunaikan ibadah puasa ramadhan. Seperti yang dikerjakan Haji Abdul Karim dan Hajjah Musyarrofah, warga Dusun Kebonrejo Desa Gentengwetan Kecamatan Genteng Banyuwangi yang terbilang unik ini dengan membuat Mushaf Al Quran raksasa yang akan diselesaikan di bulan suci Ramadhan ini.



Replika Al Qur`an Raksasa Warga Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Replika Al Qur`an Raksasa Warga Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Replika Al Qur`an Raksasa Warga Banyuwangi

Tidak tanggung - tanggung Mushab Al Qur`an yang akan dibuat Abdul Karim berukuran 1,5 meter kali 2 meter, dengan ukuran tinggi huruf alif pada Mushaf Al Qur`an karya seni Abdul Karim mencapai tujuh centimeter dan lebar masing - masing huruf satu centimeter. Sedang untuk menandai masing - masing ayat dalam lembaran mushaf Al Qur`an raksasa ini menggunakan stiker khusus sehingga menimbulkan kesan indah serta artistik.

Sang penggagas Mushaf Al Qur`an raksasa, Abdul Karim ketika ditemui ANTARA, Jumat, sedang asyik menggoreskan kanvas di lembaran kertas putih yang telah disiapkan untuk merampungkan mushaf Al Qur`an raksasa tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Tanpa mengenal lelah, Abdul Karim, mengaku pembuatan maha karya seninya itu sudah dimulai sejak 1 Januari 2010 lalu dan direncanakan sudah selesai pada 27 Ramadhan 1431 Hijrah mendatang.

Ribath Nurul Hidayah

"Saat ini saya tinggal selesaikan satu setengah juz akhir pada Al Quran," ungkapnya.

Untuk menbuat Mushaf Al Qur`an raksasa ini Abdul Karim memakai kertas khusus yang didatangkan dari Jepang. Begitu pula untuk tetap menjaga kesucian mushab Al Quran karya tulisan tangannya ini telah dibuatkan kotak khusus yang terbuat dari kayu jati.

Mushaf Al Quran tulisan tangan Abdul Karim itu mengkolaborasikan Mushaf Al Qur an gaya timur tengah dengan gaya Indonesia yang dilengkapi pula dengan tanda kharokat.

Menurutnya, hal itu di maksudkan untuk memudahkan membaca bagi seluruh kaum mukmin di Indonesia. Dan oleh beberapa ulama di Banyuwangi, Mushaf Al Quran karya Abdul Karim itu disebut Quran pojok karena setiap akhir surat atau ayat persis berada di pojok pada halaman Al Quran.

Rencananya Mushaf Al Quran raksasa tersebut akan di waqafkan ke Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, salah satu masjid agung tertua di Kabupaten Banyuwangi.

Ketika ditanya ANTARA apakah motivasinya membuat Mushaf Al Qur`an raksasa itu, Haji Abdul Karim, dengan tulusnya mengatakan bawah ia melakukan semua ini hanya ingin agar diri bersama keluarganya di beri umur panjang Allah SWT. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 08 Maret 2016

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Paus Francis membahas insiden berdarah di kantor koran "Charlie Hebdo" dengan menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun boleh menghina keyakinan orang lain, dengan kata lain kebebasan berbicara bukan berarti sama sekali tidak terbatas.

Paus berbicara membahas kontroversi "Charlie Hebdo" kepada jurnalis yang berada di dalam penerbangan bersamanya meninggakan Sri Lanka menuju Filipina. 

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Menurut Paus, sebagaimana diwartakan Time, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi adalah hak-hak manusia yang sangat fundamental tapi semua itu bukan berarti bebas tanpa batas sama sekali.

Ribath Nurul Hidayah

Dengan bahasa Italia, ia menjelaskan, "Ada batasnya. Setiap agama mempunyai martabat. Saya tidak bisa mengejek agama yang menghormati kehidupan manusia dan keberadaan manusia."

Ia merinci dengan contoh keseharian, "Bila ada kawan yang berkata-kata buruk tentang ibu saya, pasti saya tinju hidungnya." 

Ribath Nurul Hidayah

"Kita tidak boleh memprovokasi, kita tidak boleh menghina keimanan orang lain, kita tidak boleh bercanda soal iman," ujarnya.

Charlie Hebdo menjual kartun yang beberapa kali menggambarkan Nabi Muhammad dengan nada ejekan. Dalam keimanan Islam, sebagai wujud meyakini Tuhan sebagai satu-satunya yang layak disembah, sosok Nabi tidak boleh digambar. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 07 Maret 2016

Ketua PBNU Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Kalijambe

Tegal, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Marsudi Syuhud melakukan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Pondok Pesantren Terpadu Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (1/7).

Ketua PBNU Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Kalijambe (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Kalijambe (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Kalijambe

Selain Marsudi Syuhud, berkesempatan melakukan pelatakan Batu Pertama yakni Qori Internasional H. Muammar ZA, Camat Tarub, Munawar. Acara tersebut merupakan rangkaian acara Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe dan Pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF).

Sementara itu, Qori Internasional, H Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Ketua Forum Kalijambe Foundation (FKF), Dian Subekti mengatakan, Forum ini merupakan wadah bagi warga Desa Kalijambe yang berada di perantauan. "Tujuan untuk menjalin silaturahim antar warga perantauan dan menyantuni Yatim dan Dhuafa yang ada di Desa Kalijambe," ujarnya.?

Hal itu, kata Dian, merupakan sebagai wujud bakti FKF kepada warga Desa Kalijambe, sekaligus untuk dapat mengurangi beban anak yatim dan dhuafa di desa setempat. "Dalam kesempatan Halal Bihalal ini, sekaligus pemberian santunan kepada 30 yatim dan 41 Dhuafa," ungkapnya

Ribath Nurul Hidayah

Ketua NU Ranting Kalijambe, H Agus Seri mengemukakan, pembangunan MI Terpadu dan ponpes yang berasal tanah wakaf masyarakat, dimaksudkan untuk membekali anak-anak kita dengan pemahaman keagamaan.

"Harapannya ke depan, anak-anak kita akan mempunyai akidah ahlussunah waljamaah yang kuat," tandasnya yang juga Ketua Nadzir.

Acara peletakan batu pertama diakhiri pembacaan doa yang dipimpin oleh H Marsudi Syuhud. Marsudi berharap MI dan Pesantren ini dapat mulai menerima murid pada Tahun ajaran 2018/2019. (Hasan/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Ulama, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 03 Maret 2016

Cara Muslim Rusia Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Moskow, Ribath Nurul Hidayah. Serupa namun tak sama, Muslim di Rusia dan di seluruh dunia merayakan Maulid Nabi, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di ruang utama Masjid Katedral Moskow, Ahad (11/12/2016), ribuan masyarakat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara Rusia.

Selepas sholat Isya, Masjid utama ini telah ditata menjadi area pameran dengan panggung melingkar. Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Mufti Moskow, Dewan Mufti Federasi Rusia dan lainnya. Para tamu dari acara tersebut adalah perwakilan dari masyarakat, utusan pemerintah, cendekiawan, pemimpin agama dan lain-lain.

Cara Muslim Rusia Rayakan Maulid Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Muslim Rusia Rayakan Maulid Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Muslim Rusia Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Imam Masjid membuka acara tersebut pada pukul 18.30 waktu setempat dengan berbicara tentang pentingnya perjuangan Nabi Muhammad hingga saat ini.?

Mengenai kegiatan Maulid Nabi, salah satu prinsip acara ini adalah, aksesibilitas, yaitu bahwa acara ini menyatukan umat Islam, dan itu bisa datang melalui hadirnya berbagai perwakilan dari kebangsaan yang berbeda dan kelompok usia yang berbeda.

Panggung yang melingkar di tengah ruang utama Masjid ini awalnya diisi oleh 2 orang yang membacakan puisi dan sajak berbahasa Rusia. Lalu bertambah dengan 2 orang lainnya berbahasa Tatar setelah diselingi Nasyid atau Shalawat.?

Ribath Nurul Hidayah

Kegiatan berlanjut dengan terus bertambahnya perwakilan Dagestan, Chechen, Uzbek, Azerbaijan, Tajikistan dan lainnya dengan berbagi cerita tentang tradisi masing-masing.

Ada suasana unik ketika Nasyid dan Shalawat yang berbeda bahasa sedang berlangsung. Terkadang jamaah disebelah kanan ikut bersenandung, dan sebaliknya yang disebelah kiri hanya mengangguk karena tidak mengerti.?

Ribath Nurul Hidayah

Suasana ini mengingatkan pada perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan Shalahuddin al-Ayubi di abad ke-12, pada saat itu umat Islam sedang kehilangan semangat perjuangan (jihad) dan persaudaraan (ukhuwah), meka berbagai kelompok masyarakat melaksanakan kegiatan Maulid Nabi yang mungkin seperti merayakan Maulid Nabi dengan cara Rusia.

Perayaan Maulid Nabi berlangsung sampai pukul 20.00 waktu setempat dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Dewan Mufti Moskow, Ildar Hazrat Alyautdinov.?

Selanjutnya kegiatan berlanjut di lantai dua Masjid, dengan pameran Museum Islam yang berisikan artefak sejarah yang unik dan berharga termasuk koleksiutama museum, yaitu beberapa helai rambut Nabi Muhammad SAW.

Video tersedia di: https://www.youtube.com/watch?v=cTsdsUg5Kks?

Dilaporkan oleh: Azmi Muharom, Sekjen PCINU Federasi Rusia dan Negara-Negara Eropa Utara, Mahasiswa Studi Kawasan Asia, National Research University HSE Moscow.

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Quote, Budaya Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 02 Maret 2016

Unjuk Rasa Anti-Muslim dan Anti-Fasis Bentrok di Melbourne

Perth, Ribath Nurul Hidayah



Unjuk rasa yang digelar oleh sekelompok orang dari garis sayap kanan, Party for Freedom, di depan area pameran produk halal di Kota Melbourne, Australia, Ahad, mendapat aksi tandingan dari kelompok yang menamakan diri "Antifa" (anti-fasis) dan bentrok sempat terjadi beberapa menit sebelum polisi melerai.

Unjuk Rasa Anti-Muslim dan Anti-Fasis Bentrok di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)
Unjuk Rasa Anti-Muslim dan Anti-Fasis Bentrok di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)

Unjuk Rasa Anti-Muslim dan Anti-Fasis Bentrok di Melbourne

Pihak berwajib menyebutkan satu orang telah dilarikan ke rumah sakit karena terluka di bagian wajah.

Bentrokan sendiri terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat atau sekitar 9.30 WIB, demikian disitir dari laman ABC.

Seorang saksi bernama Erik Anderson dalam siaran televisi Channel 7 mengaku ia melihat kelompok Antifa datang dan mulai memukul.?

Sekitar 30 orang yang berbeda pendapat itu kemudian terlibat baku hantam selama sekitar dua menit, lalu dilerai oleh polisi berkuda.

Ribath Nurul Hidayah

Kelompok anti-Muslim membawa bendera Australia dan papan bertuliskan berbagai tuduhan terhadap Islam. Sementara pihak lain memakai baju serba hitam plus penutup wajah juga warna hitam.

Sementara itu seperti dikutip laman www.News.com.au, direktur acara "Melbourne Halal Expo" Syed Atiq ul Hassan mengatakan sekitar 2.000 orang datang damai ke acara itu, yang bertujuan "menyebarkan kesadaran tentang pentingnya makanan, produk, dan servis Halal".

"Mereka (yang bentrok) adalah dua kelompok yang punya masalah mereka sendiri dan mereka berkelahi," ujarnya, "Tidak ada hubungannya dengan kami sama sekali."

Ribath Nurul Hidayah

Unjuk rasa anti-rasisme juga digelar di hari yang sama di pusat kota Melbourne. Mereka berkumpul di Federation Square sekitar pukul 2 sore atau 11 WIB, untuk memprotes aksi sayap ekstrem kanan "United Patriots Front/UPF" yang sebelumnya mengumumkan bakal menggelar demo memperingati unjuk rasa anti-Muslim tahun lalu.

Aksi protes merupakan balasan terhadap aksi UPF yang memasang spanduk "Stop the mosques" di pertandingan AFL di Collingwood AFL, Jumat malam.?

Pemasangan spanduk di dinding tempat duduk penonton itu mendulang kutukan dari AFL, berbagai tokoh politik termasuk Menteri Luar Negeri Julie Bishop. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Tegal Ribath Nurul Hidayah