Rabu, 30 Desember 2015

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Forum bahtsul masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa wajib bagi masyarakat untuk melakukan gerakan amar ma’ruf dan nahi munkar atas aktivitas eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Para kiai mengajak masyarakat berjihad menolak perusakan alam akibat eksploitasi baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta.

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Fatwa ini diputuskan para kiai dalam sidang bahtsul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Fatwa NU ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya sikap masyarakat yang melihat perusakan alam akibat penambangan. Para kiai setelah membahas dari pelbagai sisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap diam. Warga diharuskan secara syar’i melakukan gerakan advokasi atas hak kelestarian alam.

Ribath Nurul Hidayah

“Sikap yang dilakukan oleh masyarakat adalah wajib amar ma’ruf nahi munkar sesuai kemampuannya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin membacakan putusan sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah.

Menurut para kiai, eksploitasi oleh BUMN maupun korporasi lebih mempertimbangkan aspek profit tanpa melihat kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka prihatin melihat banyak kubangan raksasa di bekas penambangan yang diterlantarkan begitu saja akibat aktivitas eksploitasi yang mengejar keuntungan.

Ribath Nurul Hidayah

Belum lagi kasus lumpur yang mengusir secara paksa warga sejumlah kecamatan di Sidoarjo untuk keluar dari tempat kelahiran dan kediaman mereka. Sementara manusia sendiri tidak bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.

Pelaku eksploitasi tidak lagi memikirkan kerusakan alam, rusaknya tatanan musim, pancaroba berkepanjangan, pencemaran air dan udara, musnahnya segala biota, flora, dan fauna yang hidup nyaman di alam Indonesia.

Para kiai tidak bisa menerima cara berpikir pelaku eksploitasi yang menganggap kerusakan alam itu sebagai konsekuensi yang wajar-wajar saja dari sebuah pertumbuhan ekonomi.

Legal ataupun tidak legal, masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pasalnya, aktivitas legal yang dijalankan oleh BUMN ataupun korporasi bukan berarti tidak memiliki dampak kerusakan alam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Internasional, Syariah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 16 Desember 2015

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Bintaro, Ribath Nurul Hidayah. Tak seperti hari biasanya, Sabtu pagi (10/06) Masjid Nurul Hidayah Kalimongso terlihat lebih ramai. Dari kejauhan terpampang spanduk bertuliskan Pengobatan Gratis & Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antarlembaga keagamaan diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman), Dana Umat Al-Iman, Yayasan Lentera, GKI Tangerang Selatan dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PKN STAN. Harmonisasi tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada pembeda untuk melakukan tugas kemanusiaan kepada sesama.

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Serangkaian acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan kegiatan pelatihan perawatan jenazah. Pelatihan ini disampaikan oleh Ustad Shonhaji. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pembicara yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Qudsiyah (IKAQ) ini juga mengajak peserta tidak hanya memahami secara teori namun juga praktik. 

Pukul 14.00 WIB kegiatan praktik perawatan jenazah berakhir. Panitia kemudian bersiap untuk kegiatan selanjutnya yaitu pengobatan gratis untuk masyarakat yang dilaksanakan di halaman masjid. Tim relawan dari yayasan Lentera tiba di lokasi sekira pukul 14.15 WIB. Sebelumnya dilakukan pengarahan oleh tim dokter guna memastikan kelancaran kegiatan. 

Ribath Nurul Hidayah

“Pengobatan yang disediakan antara lain pengobatan umum, gigi, dan juga ada potong rambut baik untuk kaum pria maupun wanita,” ujar dr. Maria saat mengisi pengarahan. Menjelang waktu Ashar, warga pun mulai berdatangan dengan membawa kupon yang telah dibagikan panitia pada hari sebelumnya. Wajah mereka tampak bergembira saat mendapat kesempatan berkonsultasi dengan para dokter.  Kegiatan pengobatan gratis ini terus berjalan hingga magrib tiba.

Sementara kegiatan pengobatan masih berlangsung, pada pukul 16.30 WIB diadakan pula kegiatan santunan anak yatim piatu dan dhu’afa yang dilaksanakan di dalam masjid. Sekitar 110 warga yang hadir untuk menerima santunan. Pemberian santunan secara simbolis dilakukan oleh H Romli selaku Ketua DKM masjid. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dewan Alumni Iman yaitu Ustadz Subhan, Felix dari Yayasan Lentera dan Imam Bajuri. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan pembagian santunan kepada masyarakat secara tertib Panitia.

Tak lama berselang, adzan Magrib pun berkumandang. Serangkaian acara hari ini dipungkasi dengan buka puasa bersama oleh seluruh panitia dan tim relawan dari yayasan Lentera. Wajah-wajah lelah berbalut senyum kebahagiaan melebur dalam indahnya keberagaman. (Abdulloh/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Mataram, Ribath Nurul Hidayah

Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat melakukan staudi banding budaya di Yayasan Cakra Budaya Nusantara Kota Solo, Jawa Tengah. Studi banding yang dilakukan bersama dua dosen ini bakal berlangsung selama 3 minggu.

Gde Agus, dosen pengampu yang mendampingi studi banding kali ini, menjelaskan selama di kota Solo, lanjutnya, mahasiswa Sendratasik angkatan 2015 diajak untuk melihat beberapa seni yang terdapat di kota ini, seperti wayang orang Sriwedari, gamelan Jawa gaya Surakarta, tari tradisi gaya Surakarta, dan teater. Para mahasiswa juga menonton forum Bukan Musik Biasa di Taman Budaya Surakarta, serta belajar tari dan musik secara gratis dengan pengajar dari Yayasan Cakra Budaya Nusantara.

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Saat berdiskusi? tentang film dokumenter, mahasiswa Sendratasik UNU NTB bahkan ditunjuk sebagai pembicara tentang kebudayaan masyarakat Sade serta Bayan Beleq di Yayasan Cakra Budaya Nusantara. Selanjutnya mencari refrensi berupa buku, penelitian ilmiah karya dokumentasi di perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui studi banding ini ia berharap UNU NTB akan melahirkan mahasiswa yang tak hanya bergelar akademik tapi juga memiliki pengalaman.

Ribath Nurul Hidayah

"Bagi kami mencetak sarjana yang berkualitas justru menjadi sebuah kebanggaan kami maupun mampu mengangkat nama lembaga perguruan tinggi UNU NTB karena setelah mereka wisuda nantinya harus dapat bertanggung jawab dengan ilmu yang sudah mereka timba serta mengaplikasikannya ke masyarakat," harapnya.

Agus mengimbau kepada para mahasiswa yang ikut belajar ke Solo untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Studi banding ini sekaligus mengisi liburan semester ganjil dalam bentuk kegiatan kuliah nonformal.

"Saya memiliki harapan yang banyak bahwa dengan kegiatan seperti ini mahasiswa Sendratasik memiliki kualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama kampus juga. Kami berdua hanya pengajar biasa yang ingin melihat mahasiswa melibihi ilmunya dari kita," tutup Agus. (Syamsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Senin, 14 Desember 2015

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

Jeddah, Ribath Nurul Hidayah?

Pengurus? Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengukuhkan GP Ansor Cabang Saudi sekaligus menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diikuti 36 orang kader di KJRI Jeddah, Jumat hingga Sabtu (10-11/2/2017).

Pada saat itu juga di kukuhkan Pimpinan Cabang Khusus (PCK) Saudi Arabia dengan Ketua Musthofa Al Ghulayain oleh Ketua Umum PP Ansor Yaqut Cholil Qaumas.

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

PKD di Saudi Arab Saudi ini dilaksanakan untuk pertama kalinya sepanjang Ansor berdiri tahun 1934. Untuk mendukung PKD ini dikirim 18 orang instruktur nasoinal? dari PP GP Ansor.

Hadir memimpin rombongan PKD internasional adalah Ketum PP Ansor H. Yaqut Cholil Qaumas, Sekjen Adung Abdul Rochman, Kasatkornas Alfa Isnaini, Ketua Bidang Kaderisasi Ruchman Basori dan pimpinan pusat lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

"Kegiatan ini merupakan komitmen pimpinan pusat Ansor melakukan kaderisasi secara serius, tidak saja di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," tegas Sekjend Abdul Rochman melalui rilis diterima Ribath Nurul Hidayah, Sabtu (11/2).

Kegiatan ini sangat strategis untuk mendesiminasikan Islam aswaja, semangat kebangsaan dan keindonesiaan.

"Usaha mengkampanyekan Islam moderat ala Indonesia ini akan kita lanjutkan negara lain," ujar Adung lagi.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun PKD internasional ini sebagai ikhtiar memperkuat kelembagaan Ansor di Arab Saudi. Kalau dulu KH Abdul Wahab Chasbullah melakukan perjalanan menjadi delegasi Komite Hijaz, kami ini Ansor sebagai generasi muda juga? napak tilas jejak Komite Hijaz sekaligus berumroh.

"Agar Ansor menjaga kekuatan penting sebagai penjaga Islam ahlussunnah waljamaah, NKRI dan Pancasila. Kita patut bangga karena 36 peserta berasal dari berbagai profesi di Arab Saudi seperti mahasiswa, profesional dan sektor-sektor penting lainnya,” tegas Ruchman Basori, Ketua Bidang Kaderisasi.

Tantangan Islam Indonesia sangat komplek, maka GP Ansor mengambil peran strategis menjaga teadisi dan nilai Islam yg moderat terbuka dan toleran. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah