Minggu, 14 Maret 2010

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

Cianjur, Ribath Nurul Hidayah. Dengan menghadirkan pemerintah daerah dan perbankan yang menjadi mitra Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diharapkan bisa meningkatkan investasi ke desa-desa.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menjelaskan, bahwa pameran potensi desa merupakan ajang promosi dan sosialisasi, sebagai ajang pembangunan potensi di daerah perdesaan.

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

"Dengan adanya pameran potensi desa ini, secara tidak langsung akan ada interaksi dan komunikasi antar-daerah dan beberapa perbankan yang menjadi mitra kementerian, sehingga  bisa berdampak positif pada masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi dalam sambutannya di Cianjur, Kamis (15/10).

Ribath Nurul Hidayah

Dari beberapa pameran potensi desa yang sudah diselenggarakan, imbuh Anwar, sudah banyak beberapa daerah yang merasakan efek positif dari pameran yang diselenggerakan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Ribath Nurul Hidayah

"Ini pameran yang keempat, dari pameran-pameran sebelumnya sudah ada beberapa desa yang berhasil menarik investor untuk berinvestasi di desa," tandasnya.

Anwar juga menjelaskan alasan kenapa Cianjur dipilih sebagai tuan rumah pameran potensi desa Ke-4 di tahun 2015 ini. "Cianjur memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, peternakan,  dan industri kerajinan. Dan Cianjur juga merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia," papar Anwar.

Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berharap dengan adanya pameran potensi desa, desa-desa yang ada di Cianjur bisa mengembangkan potensi secara mandiri. Pasalnya, di masa akan datang desa akan menjadi garda depan dalam pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat desa di dorong untuk menginisiasi, memprakarsai pembangunan desa secara langsung dengan mengacu keberagaman potensi desa yang menjadi kekuatan pendukung dalam pembangunan desa," ujar Tjetjep.

Potensi unggulan kabupaten Cianjur, menurut Tjetjep didominasi sektor pertanian yang mencapai 37 persen tanaman pangan. "Selain itu ada juga sektor pariwisata, perkebunan dan industri kreatif," imbuhnya.

Sebagai informasi, pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diikuti oleh beberapa pemerintah kabupaten seperti, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Dogiyai, Papua, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang mengkordinir 10 Peserta yang terdiri atas Mitra Kabupaten, Kabupaten Boltim, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minut, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kotamobagu.

Selain dari pemerintah daerah, peserta pameran potensi desa juga datang dari sektor perbankan mitra kementerian yaitu Bank BTN, juga UMKM dari Jawa Timur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 13 Maret 2010

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

Brebes, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PWNU Jateng H Moh Adnan menghimbau kepada jajaran PCNU hingga ranting di Brebes agar meningkatkan aktivitas kegiatan organsasi. Sebab esensi dari kepemimpinan yang kuat terbukti dengan adanya aktivitas yang membawa barokah.



Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

“Esensi jiwa leadership, terbukti dengan aktivitas yang membawa barokah,” ungkap Adnan saat membuka Konfercab NU Brebes Sabtu malam (26/7) di pondok pesantren modern Al Falah Sofwaniyah Desa Jatirokeh Kec. Songgom Brebes.

Adnan berharap, pemimpin NU juga memiliki jiwa sensitif kepada keinginan anggota, bukan keinginan pribadi pemimpin itu. Di samping itu juga harus memiliki responsibility yang tinggi terhadap semua elemen NU.

Ribath Nurul Hidayah

Adnan menekankan kepada jajaran NU Brebes agar meningkatkan program pendidikan, pengembangan ekonomi dan dakwah islamiyah yang aswaja. “Jangan sampai, konferensi dijadikan program unggulan. Sementara program lainnya tidak ada,” ungkapnya disambut tertawa hadirin.

Ribath Nurul Hidayah

Adnan sangat bangga manakala momentum konferensi dijadikan ladang penanaman solidaritas antar PC hingga ranting bahkan sampai ke nahdliyin per individu. Pasalnya, gejala menurunnya sikap taawun (tolong menolong) dan itihad mulai meluntur. “Semangat ukhuwah nahdliyah, Islamiyah, wathoniyah, basyariyah dan insaniyah, kini mulai luntur,” ucap Adnan yang selanjutnya memukul Bedug sebagai tanda Konfercab di buka.

Senada dengan Adnan, Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro saat memberi sambutan juga menghimbau agar perhelatan konfercab mampu menguatkan peran NU di masyarakat bukannya sabagai pemecah belah. Sehingga jatidiri NU bisa terbukti. “Tunjukan jatidiri NU kokoh, meski warga NU ada di dalam kendaraan politik yang berbeda-beda,” ujarnya.

Lewat konfercab, Wabup juga berharap agar terjapai sistem manajemen yang tangguh, sehat, profesional. Untuk mewujudkannya, diera sekarang diperlukan transparansi, akuntabilitas yang dilandasi akhlakul karimah. “Dengan baju seragam NU, segala pikiran, perilaku kita seragamkan untuk kebesaran NU,” ajaknya..

Pun demikian dengan Athoillah, berharap agar konfercab NU bisa dijadikan sarana silaturokhmi antara pengurus dan anggota NU se Brebes. Dan yang lebih utama, mampu memberi dampak positif. “Jangan sampai Konfercab ini malah jadi ajang perseteruan atau perselisihan. Pasalnya bisa merugikan NU secara institusional maupun individu,” ungkap Atho mengingatkan.

Dia mencontohkan, perselisihan PKB Gus Dur dan Muhaimin. “Bahkan Gus Dur kini tidak lagi membaca asmaul husna sampai 99 tapi cuma 98 karena Ya...Muhaimin-nya ditinggal,” seloroh Athoillah disambut tertawa hadirin.

Konfercab diikuti 309 utusan ranting dari 346 ranting yang ada, dan 16 ranting dari 17 ranting ada. “37 Ranting dan 1 MWC tidak memiliki hak suara dan hanya sebagai peninjau akibat belum memiliki SK Kepengurusan yang definitif,” ungkap Ketua Panitia H. Asmuni. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Maret 2010

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat

Jember, Ribath Nurul Hidayah - Salah satu tantangan  terbesar  masyarakat  dewasa ini adalah keterbelakangan ekonomi. Sejak lama, hal tersebut menjadi tantangan dan  perhatian banyak kalangan, namun belum juga  teratasi. Indikasinya, warga yang  berada di bawah garis  kemiskinan, masih cukup bejibun, termasuk di Jember.

Demikian diungkapkan Pembina Pelopor Kabupaten Jember H Misbahus Salam saat memberikan sambutan dalam  Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Pendopo Kecamatan Kaliwates, Sabtu (6/1).

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat

Menurut H MIsbah, untuk mengatasi keterbelakangan ekonomi tersebut, kreativitas dan kejelian  masyarakat dalam membaca peluang bisnis sangat diperlukan.

Ribath Nurul Hidayah

"Selain itu, pemerintah juga wajib memperioritaskan program-program kerakyatan yang bersifat pemberdayaan," ucap Wakil Ketua PCNU Jember itu.

Ketua Pelopor Jember H Fathorrozi menegaskan, pihaknya menyambut baik 22 program Bupati Jember yang beberapa di antaranya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat, misalnya warung berjaringan, kampung industri dan sebagainya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, peluang tersebut perlu disikapi dan ditangkap dengan baik oleh masyarakat. Bagi  warga yang jeli dan punya inisiatif tidak ada alasan untuk tidak menangkap peluang tersebut.

"Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada, dan kami siap  memfasilitasi," jelas Ketua Parga Nusa Kabupaten Jember itu.

Sarasehan yang dihelat oleh Pelopor Jember itu menampilkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Di antaranya adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten  Jember, Anas Maruf. Pesertanya adalah masyarakat umum dan puluhan pelaku Usaha Kecil Mengah (UKM). (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tegal, PonPes Ribath Nurul Hidayah