Selasa, 18 Juni 2013

Panglima TNI Minta Pagar Nusa Terus Mengabdi untuk NKRI

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Dalam catatan sejarah, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa memiliki peran memperjuangkan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Pagar Nusa juga telah peran? sertanya mengisi kemerdekaan dan mempertahankan NKRI.

Panglima TNI Minta Pagar Nusa Terus Mengabdi untuk  NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI Minta Pagar Nusa Terus Mengabdi untuk NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI Minta Pagar Nusa Terus Mengabdi untuk NKRI

Hal ini disampaikan Panglima TNI Jendral Moeldoko melalui sambutan tertulis? yang dibacakan Asisten Teritorial Mayjen TNI Ngk. GD. Sugiartha G, SH dalam acara Apel Akbar Kesetiaan NKRI Pagar Nusa di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3).

?

"Saya berharap PN (Pagar Nusa) dapat terus melakukan pengabdiannya kepada? NKRI dalam menghadapi berbagai permasalahan baik sekarang maupun di masa yang akan datang," ajak Moeldoko.

?

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Moeldoko, sebagai bagian dari komponen bangsa, Pagar Nusa harus mempunyai kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan dan perkembangan bangsa.? Caranya dengan? memberdayakan sumber daya manusia melalui kegiatan menanamkan pondasi mental agama dengan akhlakul karimah sejak usia dini untuk menunjang masa dewasa.

?

"Peran ini sangat penting karena akan melahirkan kader-kader bangsa yang mempunyai ketahanan yang kuat menghadapi tantangan ke depan, serta memberikan pola pikir positif terhadap pengaruh lingkungan yang sangat dinamis. Sehingga bangsa ini mempertahankan jati dirinya di masa kini dan masa depan," ujar Moeldoko.

?

Ribath Nurul Hidayah

Jenderal TNI ini mengatakan, era globalisasi membawa pengaruh baik dan buruk. Berbagai implikasi positif bisa dijadikan peluang kemajuan bangsa. Sebaliknya, implikasi negatif harus ditangkal sehingga tidak menjadi persoalan luas.

?

"Salah satu? dampak negatifnya, munculnya paham radikalisme dan terorisme dunia yang menembus bangsa Indonesia. Hal ini harus kita waspadai, kita cegah bahkan kita hadapi, supaya tidak merusak tatanan kehidupa bangsa Indonesia," tandasnya.

?

Saat ini, tutur dia, dunia telah dihadapkan adanya paham radikal yang perkembangannya sangat cepat. Misalnya, di Timur Tengah munculnya Arab Spring di Tunisia, serangan Israel di Gaza dan paham ISIS dengan? sepak terjangnya sangat keras dan kejam membunuh? setiap orang yang tidak sepaham.

?

"Paham ini telah meningkat signifikan baik secara kuantitas maupun kualitas dengan jaringan yang tersebar di seluruh dunia. Gerakan ini menjadi ancaman faktual bagi bangsa-bangsa dunia termasuk Indonesia," kata Moeldoko lagi.

?

Oleh karena itu, lanjut dia, keikutsertaan komponen bangsa termasuk Pagar Nusa sangat diperlukan ikut berperan aktif menangani paham radikalisme. Ia menegaskan segenap paham radikalisme dan ISIS adalah musuh bersama yang tidak boleh berkembang di Indonesia.

Menurutnya, untuk mencegah kondisi demikian, kehidupan kemasyarakat kita bina secara terpadu, dimulai dari lingkungan yang paling kecil. Yakni dengan meningkatkan hubungan persaudaraan yang kokoh dalam satu kesatuan kebersamaan tanpa membeda-bedakan.

“Tingkatkan kepedulian, kepekaan secara cepat dan profesional arif dan bijaksana sehingga terbangun hubungan yang baik antara umat Islam dan umat lain yang menjadi kunci persatuan dan kesatuan bangsa," harap Moeldoko yang pada kesempatan itu berhalangan hadir karena mendampingi Presiden Jokowi ke luar negeri. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 08 Juni 2013

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel Kedung, Jepara, mengadakan kegiatan Masa Taaruf Siswa Baru (Matasba) sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di madrasah setempat. Sasarannya adalah para peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

Ketua PK IPNU MA Matholiul Huda Fauzan Marzuqi mengatakan, acara digelar untuk mengenalkan siswa baru pada madrasah yang berbasis Aswaja, juga mengenalkan organisasi IPNU-IPPNU sebagai wadah berhimpun, berkomunikasi, dan beraktualisasi para pelajar NU.

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Kegiatan yang berlangsung 28- 29 Juli 2015 itu merupakan realisasi progam dari PK IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel periode 2015-2016. Matasba dan Makesta diikuti 400 murid baru yang terdiri dari 244 siswa putri dan 156 siswa putra.

Ribath Nurul Hidayah

“Materi dalam Makesta yang disampaikan oleh Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, dikenalkan sejarah lahirnya IPNU-IPPNU serta motivasi berorganisasi," tutur Shelly Anggita Putriyani ketua PK IPPNU MA Matholiul Huda.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam Makesta juga terdapat prosesi pembaiatan. Setelah prosesi pembaiatan anggota diharuskan untuk bertanda tangan di atas kain putih yang terbentang didepan Madrasah dilanjutkan siraman air kembang tujuh rupa dan mencium bendera IPNU-IPPNU sebagai bentuk hormat dan siap menjadi kader NU dalam menjaga martabat NU, Aswaja, Islam, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

"Air kembang 7 rupa memiliki filosofi bahwa kembang itu memberikan keharuman yang alami dan angka 7 itu memiliki arti pitulungan (pertolongan). Jadi kader IPNU-IPPNU siap mengharumkan NU dan NKRI dengan selalu mengharap pertolongan dari Allah SWT," tambah Afandi, wakil sekretaris PC IPNU Jepara.

Para Pembina IPNU-IPPNU setempat mendukung penuh kegiatan ini. Selain untuk menambah keakraban antarsiswa, juga untuk mengenalkan siswa baru tentang aturan-aturan yang harus ditaati bersama di madrasah ini. (Muhammad MS/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Lomba, Kyai Ribath Nurul Hidayah