Senin, 30 Maret 2015

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Tiga SMP yang masih menumpang dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Jumat (17/2) mengikuti simulasi ujian di SMK NU Lasem.

Simulasi yang digelar secara offline sebagai langkah persiapan menjelang UNBK digelar di 5 ruang ujian komputer yang ada di SMK NU Lasem. Ada 372 siswa SMP dan MTs dari 3 sekolah yang mengikuti simulasi tersebut.

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMK NU Lasem Arif Demyati, tiga sekolah tersebut diantaranya SMP NU Lasem, SMP Negeri 2 Lasem dan SMP Negeri 3 Kecamatan Lasem. Ia menambahkan, ada 150 unit komputer yang akan digunakan 2 SMP Negeri dan SMP NU Lasem.

"Jelang UNBK ada latihan, ada tiga sekolahan yang mengikuti simulasi pelatihan UNBK di SMK NU Lasem," jelasnya.

Menurut Arif, dari 372 siswa SMP yang akan mengikuti UNBK, nantinya akan dibagi menjadi tiga sif. Selain itu, ada lima ruangan yang akan dipersiapkan dan dibagi dua ruangan, dengan rincian masing-masing 2 ruangan untuk SMP negeri 2 dan 3 Lasem, dan satu ruangan akan diperuntukan SMP NU Lasem.?

Ribath Nurul Hidayah

Dari 6 SMP di Lasem yang dijadwal untuk mengikuti UNBK, satu diantaranya, menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer secara mandiri, yaitu SMP Negeri 1 Lasem. Selain itu, 5 di antara masih numpang.

Ribath Nurul Hidayah

Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgara, masih melakukan pendataan dan validasi calon peserta ujian nasional. Data sementara, jumlah peserta ujian nasional pada tahun 2017, sebanyak 9.373 siswa, terdiri atas 4.757 siswa laki-laki dan 4.616 siswa perempuan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Humor Islam, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 23 Maret 2015

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan, maksud dari dakwah adalah mengajak, bukan memarahi apalagi memusuhi.

“Banyak yang tidak tahu dan salah menerapkan ayat Quran dalam berdakwah. Perintah dakwah itu ayatnya Ud’u ila sabili robbika bilhikmati wamauidzotil hasanah (Ajaklah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan tutur yang baik) bukan menggunakan dalil Amar ma’ruf nahi munkar,” tutur KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Kepada peserta Silaturahmi Nasional Web Admin & IT Developer Aswaja, Ahad (22/12) kemarin Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang. Akhir-akhir ini, dakwah sering dikacaukan dengan amar maruf nahi munkar.

Ribath Nurul Hidayah

Padahal dari segi bahasa saja kedua terma itu sudah berbeda. Dakwah itu mengajak, sementara amar itu perintah nahi itu melarang. Dakwah itu mengajak kepada orang yang untuk berada di jalan Allah.

Hal tersebut disampaikan Gus Mus untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman beberapa kalangan Islam. “Banyak orang yang hanya belajar ngaji di Google tapi merasa paling benar sendiri,” lanjut Gus Mus.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Katib PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf dalam pembekalan kepada peserta Silatnas juga berpesan akan perlunya dakwah dengan membangun basis yang kokoh dan berjejaring dalam membangun peradaban baru sebagai strategi pilihannya sebagaimana berjejaringnya kesultanan Islam nusantara pada masa lalu.

Di penghujung acara Hari Usmayadi selaku ketua PPM Aswaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta terutama buat teman peserta dari Balikpapan dan NTB yang menunjukkan semangat kesepahaman dan kesamaan tujuan dalam berdakwah Islam di internet (Mukhlisin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Santri Ribath Nurul Hidayah