Rabu, 30 Desember 2009

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Bandung, Ribath Nurul Hidayah



Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat masa khidmat 2016-2020 resmi dilantik Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Monumen Perjuangan Bandung, Rabu (10/5).

Pria akrab disapa Gus Yaqut mengambil sumpah pengurus di hadapan ribuan anggota Ansor dan Banser se-Jawa Barat serta Rais Syuriah PWNU Jabar KH Nuh Addawami dan Ketua PWNU KH Hasan Nuri Hidayatullah.

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Gus Yaqut mengatakan, berdirinya Indonesia hasil dari rakyat, yang salah satunya para ulama NU. Maka ketika ada yang merongrong Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya, Ansor harus melawan.

Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar menegaskan bahwa Ansor sekarang harus bisa membuktikan sebagai generasi terbaik. Ketika ada yang mengusik Indonesia, Ansor sudah tentu siap melawan.

Selepas pelantikan, dilakukan juga peletakan batu pertama Kantor PW Ansor di kompleks PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung Bandung. Gus Yaqut menyumbang Rp 100 juta sebagai stimulus berdirinya Graha Ansor Jabar.

Ribath Nurul Hidayah

Satkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun Graha Ansor sebesar Rp 1,5 miliar. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp 400 juta sehingga ketika ada sumbangan Rp 100 juta, total terkumpul Rp 500 juta. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Syariah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 Desember 2009

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan-tangan manusia sendiri, agar supaya mereka merasakan akibat sebagian dari apa-apa yang mereka perbuat, semoga mereka kembali ke jalan yang benar (QS/Rum [30]: 41)

?

1. Memperhatikan bertubi-tubi dan meratanya bencana alam (seperti: banjir, kebakaran, dan letusan gunung), dengan segala akibat yang diderita, terutama oleh mereka rakyat lemah di lapis bawah;

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

2. Memperhatikan berbagai bencana sosial (seperti: intoleransi dan kebencian antar kelompok, kekerasan dan sadisme) dan puncaknya berupa kejahatan korupsi dan kesewenang-wenangan oleh para pemegang amanat, di hampir semua sektor dan semua lini;

3. Mengingat bahwa pada dasarnya masyarakat dan? bangsa Indonesia adalah manusia-manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta;

4. Memperhatikan bahwa, seperti difirmankan Allah dalam kitab suci-Nya, bahwa ”Segala kerusakan yang muncul di bumi ini merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari ulah tangan manusia-manusianya sendiri” (QS/Rum [30] /41).

Ribath Nurul Hidayah



?

Maka Kami Menyerukan;

Ribath Nurul Hidayah

Kepada segenap warga bangsa Indonesia, terutama para pemimpinnya di semua sektor dan tingkatan, untuk:

1. Mengingatkan dan menyadarkan diri masing-masing, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara; semua kita akan dipanggil kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan amal perbuatan kita, sesuai niat dan akibat-akibat yang ditimbulkannya;

2. Bahwa semua kekayaan dan kekuasaan yang kita raih di dunia, akan disidik dan dimintai pertanggunggjawaban; dengan cara apa dan bagaimana diperoleh, serta untuk kepentingan apa dan siapa dimanfaatkan;

3. Bahwa setiap amal-perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya; sekecil apa pun kecurangan yang kita lakukan, dan sekecil apa pun kebajikan yang kita perbuat, akan kita lihat dan rasakan balasannya.

4. Bahwa dosa yang kita perbuat terhadap sesama (seperti: kesombongan, fitnah, penganiayaan, kesewenang-wenangan,? korupsi, serta pengrusakan alam lingkungan), adalah dosa yang Tuhan sendiri tidak akan mengampuninya, selama pihak-pihak atau masyarakat yang dirugikan? dan menjadi korbannya belum memaafkan terlebih dahulu.

5. Karena itu, selagi masih ada kesempatan, dan tidak seorang pun tahu kapan ajal tiba, segeralah kita bertobat; menyesali dan menghentikan segala kecurangan dan dosa kita, baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia dan lingkungan alam kita.

6. Selagi masih ada kesempatan, marilah kita melakukan perubahan, dengan berjanji kepada diri kita masing-masing untuk tidak mengulangi lagi dosa dan kesalahan kita, terhadap sesama warga bangsa dan kepada Allah Tuhan yang Maha Pencipta.

7. Marilah, dengan penuh kesadaran dan tekad yang kuat, kita melakukan perubahan menuju kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih beradab, lebih bertanggungjawab, dengan mengutamakan kemaslahatan dan kejayaan bagi sesama warga bangsa dan segenap umat manusia.

8. Tidak ada bangsa yang dianugerahi bumi dan lingkungan alam sedemikian luas, kaya dan indah seperti kita bangsa Indonesia. Marilah setiap dan semua kita mensyukurinya dengan berbuat yang terbaik untuk kemakmuran dan kelestariannya; jauhkan setiap tindakan yang dapat merusaknya, demi kemaslahatan dan kejayaan kita dan anak cucuk kita semuanya, esok dan seterusnya - dalam bimbingna hidayah dan ridlo-Nya.

9. Kepada warga Nahdliyyin khususnya dan umat Islam Indonesia umumnya, diminta untuk memperbanyak istighfâr dan istighâtsah; memohon ampunan, bimbingan serta pertolongan Allah SWT. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merahmati dan melindungi kita, bangsa, dan negara kita; menolong kita untuk segera bangkit dari keterpurukan, menuju kejayaan yang dicita-citakan oleh para pendiri negara dan rakyatnya. Semoga Allah SWT tidak menguasakan atas kita, karena dosa-dosa kita, kepada mereka yang tidak takut kepada-Nya dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kita. Amin!

?

Jakarta; 3 Maret 2014 M/1 Jumadal Ula 1435 H

?

DR. KH. A. Mustofa Bisri? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? DR. KH. A. Malik Madaniy, MA

Pj. Rois Aam? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Katib Aam

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pemurnian Aqidah, Kajian Sunnah, Nasional Ribath Nurul Hidayah

Senin, 14 Desember 2009

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Virginia Gray Henry, Pengajar Islam Klasik di Amerika Serikat memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam anak-anak. Ia dan timnya menerbitkan buku-buku untuk anak-anak antara lain tentang hidup dan ajaran Imam Al-Ghazali. Selain itu ia juga menyusun buku amaliyah wudlu, berdoa dan shalat.

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Hal itu disampaikannya di arena International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Virginia menuturkan, penerbitan buku-buku tersebut? sebagai upaya membantu anak-anak mempelajari Sunah juga pengajaran Islam dari sisi hati (tasawuf). “Ini untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak bahwa dalam hidup ada kesempatan untuk membersihkan hati,” kata Virginia.

Ribath Nurul Hidayah

Virginia juga melakukan pendekatan dari hati dengan anak-anak didiknya. Misalnya ia pernah mengajak anak-anak untuk pergi ke sebuah taman kota dan bertemu dengan seorang alim yang kemudian dijadikan guru oleh anak-anak tersebut. Orang alim itu memberikan contoh bahwa setiap ibadah yang dilakukan untuk bersikap ramah dan ajaran baik lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, harapan pengajaran Islam kepada anak-anak sangat besar. Dan di antara pendekatan pengajaran kepada mereka adalah melalui cerita-cerita dari buku-buku yang diterbitkan.

Dalam forum Isomil, Virginia juga memutarkan film pendek yang menceritakan berubahnya situasi kepada kembalinya keyakinan? anak-anak. Anak-anak dapat merasakan keyakinan dan percaya dengan kehidupan spiritual dan bagaimana anak-anak tidak hanya hidup dalam ketakutan.

Virginia sendiri terinspirasi dengan kehidupan Imam Al-Ghazali sejak kecil tepatnya? pada tahun 1966. Salah satu yang Virginia ingat adalah ungkapan, “Saya hancur bila tidak melakukan apa pun.”

Oleh karena itu, Virginia melakukan kerjasama penerjemahan buku-buku yang ditulisnya dengan beberapa negara untuk menyebarkan ajaran Islam.

Menanggapi paparan Virginia, salah seorang Mustasyar PBNU KH Abdullah Syarwani mengatakan bahwa upaya Virginia sangat baik untuk membangun karakter. “Manusia harus dibimbing dengan akal dan rasionya,” kata mantan Duta Besar RI untuk Syiria ini.

KH Syarwani yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi radikalisme dunia, umat Islam harus kuat, tidak boleh takut. Kejahatan dilawan dengan cara yang santun, berbasis moral dan spiritual yang kuat.

Selanjutnya KH Syarwani mengatakan, kerja sama umat Islam dunia akan menyatukan itu. “Persatuan itu merupaka upaya basyariah di antara kita,” ungkap KH Syarwani. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ahlussunnah, Internasional, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 01 Desember 2009

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah



Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (PP LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) menggelar workshop dan upgrading pengurus, Rabu-Kamis (13-14/1) lalu di Gedung PBNU Lantai 7 Jakarta.

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru

Yulistianto, pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa workshop dan upgrading bertujuan untuk memberi penguatan kepada pengurus baru tentang materi dasar kebencanaan.

“Saat ini fokus LPBINU ini tidak hanya penanggulangan bencana saja. Akan tetapi tiga fokus yang akan menjadi orientasi yaitu penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman terhadap pengurus,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (14/1) usai kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa pada periode sebelumnya LPBINU juga sudah mulai mengarah ke isu lingkungan yang ditempuh melalui penanaman mangrove dan daur ulang sampah. Hal itu tidak lain untuk memperbaiki lingkungan dan adaptasi perubahan iklim.

“Kita sudah mulai tanggap dengan isu bencana lingkungan. Seperti halnya saat kebakaran hutan di sumatera kita mengirim relawan ke daerah bencana. Pada intinya tujuan kita dengan pelatihan ini agar LPBINU lebih tanggap terhadap bencana,” paparnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap ke depan lembaga maupun badan otonom NU bisa lebih kompak dan mau berkolaborasi dalam penanggulangan bencana. Internal NU bersinergi untuk keluar membawa satu nama besar yaitu NU. (Afifah Marwa/Fathoni)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Ubudiyah, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah