Jumat, 30 Mei 2014

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja

Bangkalan, Ribath Nurul Hidayah. Makin maraknya aliran dan pemahaman masyarakat yang tidak sepaham dengan ? Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama (Aswaja NU) dikhawatirkan akan memunculkan lahirnya gerakan radikal. Karenanya, generasi muda harus mendapatkan pembekalan pemahaman Islam yang benar.

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja

"Kalau disadari lebih mendalam, pemahaman dan tafsir yang salah terhadap ajaran agama juga akan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata KH Abdurrahman Navis, Ahad (6/12). Karena itu sejak awal, para generasi muda khususnya kader NU harus dibekali dengan pemahaman yang benar terkait hal tersebut, lanjut Kiai Navis, sapaan akrabnya.

Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini kemudian mengemukakan bahwa kemunculan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama adalah bukti jelas bahwa ? terdapat pemahaman yang salah dan hal tersebut disebabkan antara lain lewat cara belajar agama Islam secara instan.

Ribath Nurul Hidayah

"Karena itulah khusus di Bangkalan Madura, kami menggiatkan kembali daurah Aswaja secara berkala," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Kegiatan tersebut hasil kerjasama antara PCNU dan PC Aswaja NU Center Bangkalan dengan ? PW Aaswaja NU Center Jatim.

Peserta kegiatan yang berlangsung dua hari sejak Sabtu hingga Ahad (5-6/12) tersebut adalah pengurus MWC NU se-Bangkalan, termasuk pengurus lembaga dtambah dengan utusan dari sejumlah pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

"Tabarukan, kegiatan daurah dilaksanakan di Pondok Pesantren Syaichona Cholil yang diasuh KH Fachri Sychol," terang dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Daurah menghadirkan empat narasumber yakni Ustadz Makruf Khozin, Ustadz Faris Choirul Anam, Ustadz Fathul Qadir, serta KH Abdurrahman Navis.

"Seperti layaknya modul yang sudah menjadi panduan dasar dalam kegiatan daurah, selama kegiatan para peserta menerima materi terkait dengan firqah dalam Islam. Demikian pula pengertian dan definisi Aswaja NU," kata Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini.?

Materi berikutnya adalah kekhasan dari Aswaja NU, fikrah nahdliyah, amalaiyah nahdliyah dan jawaban atas keraguan banyak kalangan terhadap amaliyah warga. "Seperti bagaimana keabsahan dalil dari tahlil, istigatsah, tawassul dan sebagainya yang tradisi tersebut telah menjadi amaliyah warga NU," pungkas Kiai Navis. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 19 Mei 2014

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tiris Barat menggelar kegiatan bertemakan “Tarawih Bersama MWC, Ranting dan Warga NU”.

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Ahad (12/6) malam, Tarawih bersama ini dilaksanakan di Masjid Darul Falah Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga NU. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jamaah yang hadir di masjid yang kebetulan ditempati acara tersebut tidak seperti biasanya.?

Ketua MWCNU Tiris Barat Imron Hamzah mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan supaya ada silaturrahim antara pengurus MWCNU Tiris Barat dengan Pengurus Ranting NU dan warga NU, khususnya takmir masjid di setiap ranting yang ditempati.?

“Selain itu, supaya warga NU lebih faham tentang ibadah puasa yang mereka jalani, karena pada kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dan dialog interaktif seputar Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih,” katanya.?

Kegiatan ini dimulai dari sholat Isyak berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang dipimpin oleh tim Imam dari pengurus MWCNU Tiris Barat yang telah mendapat pelatihan Imam Tarawih.

Ribath Nurul Hidayah

“Secara tidak langsung kegiatan ini juga memberi pelatihan dan penyeragaman pada warga NU, khususnya para imam Tarawih di setiap Ranting agar tidak terjadi sholat Tarawih yang prosesnya tidak sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Imron mengharapkan secara umum agar warga NU merasa dekat dan merasa diurusi oleh pengurus NU ditingkat MWCNU, sehingga akan muncul rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap organisasi NU secara keseluruhan. “Agar warga NU bangga terhadap organisasinya sendiri karena merasa didekati oleh NU secara organisasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 15 Mei 2014

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Selasa siang (4/8) usai adzan dzuhur dikumandangkan, makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tiba-tiba penuh sesak manusia yang berdiri merapati pagar makam keluarga tersebut. Mereka berdiri lantaran tribun tempat duduk sudah penuh peziarah dari rombongan lain.

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak

Usut punya usut, keluarga besar Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid dan komunitas Gusdurian sedang berziarah di makam Presiden ke-4 itu. Ziarah digelar bersamaan dengan peringatan hari lahir Gus Dur yang jatuh pada 4 Agustus 1940.

Kedatangan mereka sekaligus merayakan Muktamar ke-33 NU yang dihelat di empat pesantren di Kabupaten Jombang. Mereka memanjatkan doa bersama di pusara Gus Dur dipimpin Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badruddin asal Lombok, NTB.

Ribath Nurul Hidayah

Dari keluarga Gus Dur, hadir Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ditemani keempat putrinya, Alissa Qotrunnada Munawwaroh (Alissa Wahid), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), Anita Hayatunnufus (Anita Wahid) dan Inayah Wulandari (Inayah Wahid), menantunya dan para cucunya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kami berziarah ke makam-makam para sesepuh setelah menggelar kegiatan diskusi di Unhasy. Gus Dur suka ziarah. Sebagai pengikutnya, kami jaga tradisi itu,” ujar Alissa Wahid di sela-sela ziarah.

Arnold (17), muallaf keturunan Tionghoa asal Jakarta yang sangat mengidolakan Gus Dur juga tampak khusyuk berdoa di pusara tokoh humanis ini. Ia didampingi kedua orang tuanya. Ibu Arnold menceritakan, Arnold, anak bungsunya akrab sekali dengan Gus Dur.

“Arnold tadi waktu di makam bilang kalau Gus Dur ada di antara peziarah. Beliau senang sekali katanya. Makanya, Arnold nggak mau beranjak. Dia malah nangis terus,” tutur Ibu Arnold.

Hingga berakhirnya ziarah, jamaah Gusdurian tetap bertahan di area makam sembari ber-selfie. Tentu yang menjadi objek foto adalah makam Gus Dur dan Hj Sinta Nuriyah. Para putri Gus Dur, khususnya Yenny Wahid, tak luput dari jepretan kamera wartawan dan ratusan peziarah. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah