Senin, 30 Agustus 2010

Prihatin Kasus Video Porno, IPNU-IPPNU Jepara Angkat Bicara

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara merasa prihatin terhadap kabar yang dirilis sebuah media Senin (6/7) terkait kasus video porno.

Dalam koran tersebut seorang ABG yang diduga warga Batealit Jepara melakukan aksi masturbasi yang terekam di ponsel pribadinya. Ponsel pribadinya dijual. Kabar pun semakin melebar akhir Juni kemarin tatkala video tersebut diupload di Youtube oleh orang tak dikenal identitasnya. ?

Prihatin Kasus Video Porno, IPNU-IPPNU Jepara Angkat Bicara (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kasus Video Porno, IPNU-IPPNU Jepara Angkat Bicara (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kasus Video Porno, IPNU-IPPNU Jepara Angkat Bicara

Mengetahui kabar ini ketua PC IPPNU Jepara, Hidayatun Nikmah angkat bicara. “Pada intinya PC IPNU-IPPNU mengimbau kepada generasi muda agar menggunakan teknologi dengan bijak,” tulisnya sebagaimana rilis yang diterima Ribath Nurul Hidayah, Kamis (09/07).

Ribath Nurul Hidayah

Perkembangan teknologi, baginya, memiliki dua sisi positif dan negatif. Agar selamat sebaiknya menggunakan teknologi untuk kebaikan. Nikmah menambahkan, dalam memilih teman juga harus selektif. Jangan sampai memilih teman yang malah menjerumuskan ke dalam jurang yang merusak kehidupan.

Menurutnya, yang dibutuhkan generasi muda saat ini adalah bekal agama yang kuat. “Dengan ilmu agama yang kuat insyaAllah akan kita mampu mengontrol diri serta mampu menjaga diri dari perilaku yang menyimpang dari agama maupun norma-norma yang berlaku,” kata? alumnus Unisnu Jepara ini. ?

Ribath Nurul Hidayah

Agar perilaku generasi muda tidak menyimpang sangat perlu aktif dalam kegiatan positif. Salah satu cara ialah bergabung dalam IPNU-IPPNU. “Ikut IPNU-IPPNU 100 persen kegiatannya positif,” jelas Muhammad Khoironi, Ketua PC IPNU Jepara.

Dengan mengikuti kegiatan positif ini, generasi muda akan memperoleh banyak kegiatan baik sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun agama. Di samping itu, lanjut Khoironi, tiga aspek pendidikan keluarga, sekolah dan lingkungan harus saling bersinergi.

Keluarga dan sekolah mempunyai tugas untuk mendidik dan mengontrol perilaku anak. Sedangkan lingkungan yang menjadikan anak menjadi baik dan buruk. “Karena itu pilihlah lingkungan yang positif,” pungkas Khoironi. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 01 Agustus 2010

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Bangka, Ribath Nurul Hidayah. Upaya pendampingan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Kementerian Sosial RI. Kali ini Kemensos memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mempermudah pendampingan sosial dengan meresmikan dua aplikasi yaitu Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa, Rabu (5/4) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung ke Bangka untuk meresmikan aplikasi penanganan ibu hamil dan pengembangan desa tersebut.?

“Kami di sini untuk meresmikan aplikasi Bumil Resti dan aplikasi Kembang Desa,” ujar Khofifah.

Dia menerangkan, Aplikasi Bumil Resti atau Sistem Informasi Ibu Hamil Resiko Tinggi merupakan inisiatif Pemkab Bangka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Ini adalah sebuah inovasi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain. Lewat aplikasi ini Pemkab Babel memburu atau mencari ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi sampai ke pelosok desa,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini.

Ribath Nurul Hidayah

Khofifah juga menerangkan, aplikasi ini menguatkan peran bidan dan dokter spesialis kandungan dalam pemantauan secara terus menerus terhadap Bumil Resti.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi program perburuan anak putus sekolah untuk mendapatkan kejar paket serta perburuan lansia terlantar untuk mendapatkan respon cepat.

Sementara aplikasi "Kembang Desa" atau Kesejahteraan Masyarakat Bangka dengan Sistem dan Aplikasi merupakan sistem yang dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS).?

Aplikasi tersebut menurutnya, merupakan sistem informasi pengelolaan data kemiskinan yang paling lengkap di Indonesia dan paling mudah diakses oleh masyarakat luas.

Ribath Nurul Hidayah

“Sistem ini memiliki keunggulan tidak hanya merekam data kemiskinan by name by address, tetapi juga terdapat foto dan profil lengkap RTS. Bahkan sampai titik koordinat alamat individu RTS,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib, AlaSantri Ribath Nurul Hidayah