Rabu, 30 Desember 2015

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Forum bahtsul masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa wajib bagi masyarakat untuk melakukan gerakan amar ma’ruf dan nahi munkar atas aktivitas eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Para kiai mengajak masyarakat berjihad menolak perusakan alam akibat eksploitasi baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta.

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Fatwa ini diputuskan para kiai dalam sidang bahtsul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Fatwa NU ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya sikap masyarakat yang melihat perusakan alam akibat penambangan. Para kiai setelah membahas dari pelbagai sisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap diam. Warga diharuskan secara syar’i melakukan gerakan advokasi atas hak kelestarian alam.

Ribath Nurul Hidayah

“Sikap yang dilakukan oleh masyarakat adalah wajib amar ma’ruf nahi munkar sesuai kemampuannya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin membacakan putusan sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah.

Menurut para kiai, eksploitasi oleh BUMN maupun korporasi lebih mempertimbangkan aspek profit tanpa melihat kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka prihatin melihat banyak kubangan raksasa di bekas penambangan yang diterlantarkan begitu saja akibat aktivitas eksploitasi yang mengejar keuntungan.

Ribath Nurul Hidayah

Belum lagi kasus lumpur yang mengusir secara paksa warga sejumlah kecamatan di Sidoarjo untuk keluar dari tempat kelahiran dan kediaman mereka. Sementara manusia sendiri tidak bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.

Pelaku eksploitasi tidak lagi memikirkan kerusakan alam, rusaknya tatanan musim, pancaroba berkepanjangan, pencemaran air dan udara, musnahnya segala biota, flora, dan fauna yang hidup nyaman di alam Indonesia.

Para kiai tidak bisa menerima cara berpikir pelaku eksploitasi yang menganggap kerusakan alam itu sebagai konsekuensi yang wajar-wajar saja dari sebuah pertumbuhan ekonomi.

Legal ataupun tidak legal, masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pasalnya, aktivitas legal yang dijalankan oleh BUMN ataupun korporasi bukan berarti tidak memiliki dampak kerusakan alam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Internasional, Syariah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 16 Desember 2015

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Bintaro, Ribath Nurul Hidayah. Tak seperti hari biasanya, Sabtu pagi (10/06) Masjid Nurul Hidayah Kalimongso terlihat lebih ramai. Dari kejauhan terpampang spanduk bertuliskan Pengobatan Gratis & Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antarlembaga keagamaan diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman), Dana Umat Al-Iman, Yayasan Lentera, GKI Tangerang Selatan dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PKN STAN. Harmonisasi tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada pembeda untuk melakukan tugas kemanusiaan kepada sesama.

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Serangkaian acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan kegiatan pelatihan perawatan jenazah. Pelatihan ini disampaikan oleh Ustad Shonhaji. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pembicara yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Qudsiyah (IKAQ) ini juga mengajak peserta tidak hanya memahami secara teori namun juga praktik. 

Pukul 14.00 WIB kegiatan praktik perawatan jenazah berakhir. Panitia kemudian bersiap untuk kegiatan selanjutnya yaitu pengobatan gratis untuk masyarakat yang dilaksanakan di halaman masjid. Tim relawan dari yayasan Lentera tiba di lokasi sekira pukul 14.15 WIB. Sebelumnya dilakukan pengarahan oleh tim dokter guna memastikan kelancaran kegiatan. 

Ribath Nurul Hidayah

“Pengobatan yang disediakan antara lain pengobatan umum, gigi, dan juga ada potong rambut baik untuk kaum pria maupun wanita,” ujar dr. Maria saat mengisi pengarahan. Menjelang waktu Ashar, warga pun mulai berdatangan dengan membawa kupon yang telah dibagikan panitia pada hari sebelumnya. Wajah mereka tampak bergembira saat mendapat kesempatan berkonsultasi dengan para dokter.  Kegiatan pengobatan gratis ini terus berjalan hingga magrib tiba.

Sementara kegiatan pengobatan masih berlangsung, pada pukul 16.30 WIB diadakan pula kegiatan santunan anak yatim piatu dan dhu’afa yang dilaksanakan di dalam masjid. Sekitar 110 warga yang hadir untuk menerima santunan. Pemberian santunan secara simbolis dilakukan oleh H Romli selaku Ketua DKM masjid. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dewan Alumni Iman yaitu Ustadz Subhan, Felix dari Yayasan Lentera dan Imam Bajuri. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan pembagian santunan kepada masyarakat secara tertib Panitia.

Tak lama berselang, adzan Magrib pun berkumandang. Serangkaian acara hari ini dipungkasi dengan buka puasa bersama oleh seluruh panitia dan tim relawan dari yayasan Lentera. Wajah-wajah lelah berbalut senyum kebahagiaan melebur dalam indahnya keberagaman. (Abdulloh/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Mataram, Ribath Nurul Hidayah

Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat melakukan staudi banding budaya di Yayasan Cakra Budaya Nusantara Kota Solo, Jawa Tengah. Studi banding yang dilakukan bersama dua dosen ini bakal berlangsung selama 3 minggu.

Gde Agus, dosen pengampu yang mendampingi studi banding kali ini, menjelaskan selama di kota Solo, lanjutnya, mahasiswa Sendratasik angkatan 2015 diajak untuk melihat beberapa seni yang terdapat di kota ini, seperti wayang orang Sriwedari, gamelan Jawa gaya Surakarta, tari tradisi gaya Surakarta, dan teater. Para mahasiswa juga menonton forum Bukan Musik Biasa di Taman Budaya Surakarta, serta belajar tari dan musik secara gratis dengan pengajar dari Yayasan Cakra Budaya Nusantara.

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Saat berdiskusi? tentang film dokumenter, mahasiswa Sendratasik UNU NTB bahkan ditunjuk sebagai pembicara tentang kebudayaan masyarakat Sade serta Bayan Beleq di Yayasan Cakra Budaya Nusantara. Selanjutnya mencari refrensi berupa buku, penelitian ilmiah karya dokumentasi di perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui studi banding ini ia berharap UNU NTB akan melahirkan mahasiswa yang tak hanya bergelar akademik tapi juga memiliki pengalaman.

Ribath Nurul Hidayah

"Bagi kami mencetak sarjana yang berkualitas justru menjadi sebuah kebanggaan kami maupun mampu mengangkat nama lembaga perguruan tinggi UNU NTB karena setelah mereka wisuda nantinya harus dapat bertanggung jawab dengan ilmu yang sudah mereka timba serta mengaplikasikannya ke masyarakat," harapnya.

Agus mengimbau kepada para mahasiswa yang ikut belajar ke Solo untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Studi banding ini sekaligus mengisi liburan semester ganjil dalam bentuk kegiatan kuliah nonformal.

"Saya memiliki harapan yang banyak bahwa dengan kegiatan seperti ini mahasiswa Sendratasik memiliki kualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama kampus juga. Kami berdua hanya pengajar biasa yang ingin melihat mahasiswa melibihi ilmunya dari kita," tutup Agus. (Syamsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Senin, 14 Desember 2015

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

Jeddah, Ribath Nurul Hidayah?

Pengurus? Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengukuhkan GP Ansor Cabang Saudi sekaligus menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diikuti 36 orang kader di KJRI Jeddah, Jumat hingga Sabtu (10-11/2/2017).

Pada saat itu juga di kukuhkan Pimpinan Cabang Khusus (PCK) Saudi Arabia dengan Ketua Musthofa Al Ghulayain oleh Ketua Umum PP Ansor Yaqut Cholil Qaumas.

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

PKD di Saudi Arab Saudi ini dilaksanakan untuk pertama kalinya sepanjang Ansor berdiri tahun 1934. Untuk mendukung PKD ini dikirim 18 orang instruktur nasoinal? dari PP GP Ansor.

Hadir memimpin rombongan PKD internasional adalah Ketum PP Ansor H. Yaqut Cholil Qaumas, Sekjen Adung Abdul Rochman, Kasatkornas Alfa Isnaini, Ketua Bidang Kaderisasi Ruchman Basori dan pimpinan pusat lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

"Kegiatan ini merupakan komitmen pimpinan pusat Ansor melakukan kaderisasi secara serius, tidak saja di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," tegas Sekjend Abdul Rochman melalui rilis diterima Ribath Nurul Hidayah, Sabtu (11/2).

Kegiatan ini sangat strategis untuk mendesiminasikan Islam aswaja, semangat kebangsaan dan keindonesiaan.

"Usaha mengkampanyekan Islam moderat ala Indonesia ini akan kita lanjutkan negara lain," ujar Adung lagi.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun PKD internasional ini sebagai ikhtiar memperkuat kelembagaan Ansor di Arab Saudi. Kalau dulu KH Abdul Wahab Chasbullah melakukan perjalanan menjadi delegasi Komite Hijaz, kami ini Ansor sebagai generasi muda juga? napak tilas jejak Komite Hijaz sekaligus berumroh.

"Agar Ansor menjaga kekuatan penting sebagai penjaga Islam ahlussunnah waljamaah, NKRI dan Pancasila. Kita patut bangga karena 36 peserta berasal dari berbagai profesi di Arab Saudi seperti mahasiswa, profesional dan sektor-sektor penting lainnya,” tegas Ruchman Basori, Ketua Bidang Kaderisasi.

Tantangan Islam Indonesia sangat komplek, maka GP Ansor mengambil peran strategis menjaga teadisi dan nilai Islam yg moderat terbuka dan toleran. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Senin, 26 Oktober 2015

Saat Kiai Wahab Inginkan Laskar Hizbullah Seperti Pemuda Ashabul Kahfi

Pendudukan Jepang atas Indonesia tergoyang ketika mereka kalah perang dengan tentara sekutu (Inggris-Belanda). Seketika itu pula mereka berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kekuatan perangnya dengan melatih para pemuda Indonesia secara militer guna berperang melawan sekutu. Para pemuda dimaksud tidak lain adalah para santri.

Karena sudah mempunyai kesepakatan diplomatik dengan KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai Ketua Jawatan Agama (Shumubu) yang diwakilkan kepada anaknya KH Abdul Wahid Hasyim, Nippon menyampaikan gagasannya itu kepada Kiai Hasyim.

Saat Kiai Wahab Inginkan Laskar Hizbullah Seperti Pemuda Ashabul Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Kiai Wahab Inginkan Laskar Hizbullah Seperti Pemuda Ashabul Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Kiai Wahab Inginkan Laskar Hizbullah Seperti Pemuda Ashabul Kahfi

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Kiai Hasyim menyetujui langkah Jepang tersebut dengan syarat para pemuda yang dilatih militer itu berdiri sendiri tidak masuk dalam barisan Jepang. Itulah awal terbentuknya laskar yang diberi nama oleh Kiai Hasyim sebagai Laskar Hizbullah.

Laskar Hizbullah ini dibentuk pada November 1943 beberapa minggu setelah pembentukan tentara PETA (Pembela Tanah Air). Meski kedua badan kelaskaran itu berdiri sendiri, tetapi secara teknik militer berada di satu tangan seorang perwira intelijen Nippon, Kapten Yanagawa.

Sebagai seorang kiai, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari cukup mumpuni dalam strategi perang. Di saat sejumlah orang memandang bahwa keputusan Kiai Hasyim merupakan simbol ketundukan kepada Jepang karena menyetujui para santri dilatih militer oleh Jepang. Namun di balik semua itu, guru para kiai di tanah Jawa ini ingin mempersiapkan para pemuda secara militer melawan agresi penjajah ke depannya.

Ribath Nurul Hidayah

Betul saja apa yang ada di dalam pikiran Kiai Hasyim, Jepang menyerah kepada sekutu. Namun Indonesia menghadapi agresi Belanda II. Di saat itulah para pemuda Indonesia melalui Laskar Hizbullah, dan lain-lain sudah siap menghadapi perang dengan tentara sekutu dengan bekal gemblengan ‘gratis’ oleh tentara Jepang.

Saat itu, Angkatan pertama latihan Hizbullah di daerah Cibarusa, dekat Cibinong, Bogor awal tahun 1944 diikuti oleh 150 pemuda. Mereka datang dari Karesidenan di seluruh Jawa dan Madura yang masing-masing mengirim 5 orang pemuda. 

Ribath Nurul Hidayah

Pusat latihan Hizbullah di Cibarusa itu dikeola oleh Markas Tertinggi Hizbullah yang dipimpin oleh Zainul Arifin. Sebagai sebuah strategi perang, latihan ini perlu dilakukan oleh sebanyak-banyaknya pemuda. Namun, disayangkan latihan Hizbullah ini diselenggarakan secara minim sekali.

Kondisi ini menjadi perhatian serius KH Wahid Hasyim sebagai penanggung jawab politik dalam Laskar Hizbullah. “Kita dikejar waktu. Nippon sebenarnya mencurigai tujuan Hizbullah. Yang menyetujui Hizbullah kan Cuma kita,” ucap Kiai Wahid mengemukakan kegelisahannya.

Tetapi, ayah dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini tidak mau ketinggalan kereta. Walau bagaimana pun, perjuangan kemerdekaan harus dipersiapkan, baik kekuatan militernya, di samping kekuatan politiknya. Kekuatan politik yang dimaksud ialah politik kenegaraan yang berkepentingan memerdekakan Indonesia dari kungkungan penjajah. Langkah ini membutuhkan ongkos yang tidak sedikit.

Kegundahan Kiai Wahid tersebut mendapat siraman petunjuk dari KH Abdul Wahab Chasbullah. Kiai Wahab menilai, para kiai dan pemimpin laskar jangan hanya melihat dari ukuran lahir. Karena menurutnya, belum tentu jika disediakan biaya besar akan berdampak pada hasil yang maksimal. 

“Bia menderita asal penggemblengan jiwanya hebat seperti pemuda-pemuda Ashabul Kahfi, hasil akhir yang maksimal bisa tercapai juga,” tutur Kiai Wahab memberi masukan.

Bicara tentang Ashabul Kahfi, sebenarnya berapakah jumlah pemuda-pemuda itu persisnya?” tanya KH Mukhtar, salah satu anggota di bawah kepemimpinan Zainul Arifin.

“Al-Qur’an sendiri dengan tegas mengatakan, yang tahu jumlah persisnya hanyalah Allah. Kita tidak usah berselisih mengenai berapa sebenarnya jumlah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi itu,” jawab Kiai Wahab.

“Dalam Al-Qur’an Cuma disebut bertiga. Adapun yang keempatnya adalah anjing mereka. Roobi’uhum kalbuhum,” Kiai Wahab melanjutkan.

“Tapi ada yang mengatakan mereka berlima yang keenamnya adalah anjing, saadisuhum kalbuhum,” sela KH Farid Ma’ruf, anggota lainnya.

“Ada lagi yang mengatakan Ashabul Kahfi itu tujuh orang, yang kedelapan adalah anjing mereka. Wa tsaaminuhum kalbuhum,” kali ini Kiai Wahid Hasyim menimpali.

Di tengah diskusi mereka perihal jumlah pemuda Ashabul Kahfi, tetiba masuklah seorang Nippon berseragam Sersan Mayor, Sidokan, pelatih Hizbullah. Kedatangannya sekonyong-konyong tanpa diperkiarakan sebelumnya. Tentu saja menjadi sebuah kejutan tersendiri bagi para kiai.

Namun, Kiai Wahab bereaksi secara cepat dengan datangnya tentara Nippon tersebut. Dengan nyaringnya ia mengatakan: “Wa taasi’uhum...qirduhum” (yang kesembilan adalah...monyet mereka). Seketika meledaklah gelak tawa serentak. Orang Nippon tersebut juga ikut ngakak meskipun dia sama sekali tidak tahu apa yang dimaksud Kiai Wahab kepadanya.

Obrolan tersebut menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi genting memimpin dan mempersiapkan strategi dalam mengusir penjajah, para kiai tidak lepas dari karakteristik asalanya yaitu pesantren. Dengan mudahnya mereka mengubah suasana yang membutuhkan pemikiran serius menjadi kondisi yang riang gembira. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 04 Oktober 2015

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Ribath Nurul Hidayah yang saya hormati, kami ingin menanyakan sembahyang di masjid-masjid yang terdapat makam di balik tembok atau di dalamnya. Bahkan ada juga makam para wali di pelataran masjid. Bagaimana hukumnya? Soalnya ada yang bilang sembahyang itu harus di masjid yang benar-benar bebas dari makam di pekarangannya. Mohon keterangan lebih jelasnya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karta/Bogor)

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Sembahyang di Masjid yang Ada Makamnya

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sejauh pengamatan kami, tidak ada larangan perihal pemakaman jenazah di pekarangan masjid. Karenanya umat Islam ketika memperluas masjid nabawi tidak bersusah payah memindahkan makam Rasulullah SAW. Dan mereka juga kemudian memakamkan dua sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar RA di dekat makam Rasulullah SAW. Dengan demikian makam ketiganya berada bukan lagi di pekarangan masjid, tetapi di dalam masjid.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun kesahihan ibadah sembahyang di masjid yang terdapat makam di pekarangan atau di dalamnya tidak bergantung pada keberadaan makam itu sendiri. Kesahihan sembahyang di sana bisa dilihat dari seberapa jauh kelengkapan syarat dan rukun sembahyang itu sendiri.

Ribath Nurul Hidayah

Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh Muhammad Ibarahim Al-Hafnawi yang bermadzhab Hanafi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang di masjid yang di dalamnya terdapat makam para wali yang saleh adalah ibadah shalat yang sah sejauh syarat dan rukun yang ditetapkan menurut syara‘ terpenuhi. Karena, sembahyang itu ditujukan kepada Allah, bukan ahli kubur. Sehingga sampai kapan pun tidak mungkin berpendapat batal atau haramnya sembahyang di masjid yang ada makamnya. Kalau ada pendapat yang membatalkan dan mengharamkan sembahyang itu, niscaya batal dan haram pula sembahyang umat Islam di Masjid Nabawi di mana di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW dan dua sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina Umar RA,” (Lihat M Ibarahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar‘iyyah Mu‘ashirah, Kairo, Darul Hadits, cetakan ketiga, 2012 M/ 1433 H, halaman 160-161).

Dari penjelasan di atas, kita memahami betapa niat menempati posisi sangat penting di sini. Niat yang memuat kebulatan hati dan pemusatan pikiran dalam ibadah ditujukan kepada Allah SWT semata, bukan pada ahli kubur (meskipun ia seorang nabi, wali, dan orang saleh lainnya) yang terletak di pekarangan masjid.

Dari keterangan di atas juga, kita dapat menyimpulkan bahwa sembahyang itu di mana pun tempatnya tetap sah dengan catatan syarat dan rukunnya dipenuhi sesuai aturan syara’ (agama Islam) seperti lazimnya disebutkan dengan rinci di dalam kitab-kitab fikih.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 28 September 2015

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Joko Widodo telah melantik Dewan Pengarah dan Eksekutif Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pelantikan ini, berlangsung di Istana Negara, Rabu (7/6).?

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

UKP-PIP diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang segar dan kongkret atas nilai-nilai Pancasila. Di tengah benturan ideologi di Indonesia, UKP-PIP memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan Pancasila dalam perspektif kekinian.?

Dewan Pengarah UKP-PIP, yakni: Megawati Soekarno Putri, Try Sutrisno, Prof Dr (HC) KH Maruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Prof Dr Syafii Maarif, ? Prof Dr Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun Kepala UKP-PIP, Yudi Latif.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang menjadi Dewan Pengarah UKP-PIP, mengungkapkan harapannya atas kinerja Unit Kerja Kepresidenan ini.?

Ribath Nurul Hidayah

"Selama ini, bangsa Indonesia telah mendapat tantangan yang demikian besar, khususnya dalam prinsip dan ideologi berbangsa. Warga negeri ini, harus memahami kembali Pancasila dalam perspektif yang segar, kontekstual. NU sejak awal, konsisten merawat dan menjaga Pancasila," ungkap Kiai Said.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen, menyatakan harapan besarnya atas UKP-PIP. "NU telah membuktikan, dalam segenap narasi sejarahnya, betapa warga Nahdliyyin konsisten menjaga Pancasila, sebagai ideologi negara dan prinsip kebangsaan. Bahkan, NU jelas membangun jembatan antara niali-nilai Islam dan Pancasila, yang harmonis dan kontekstual," jelas Nabil.?

"Kita dapat membaca rangkaian yang jelas, sejak 1945, 1965, hingga 1984, hingga era Reformasi, NU memaknai momentum besar kebangsaan dengan rujukan Pancasila dan nilai-nilai Islam. Untuk sekarang ini, Pancasila harus menjadi prinsip kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasional," terang Nabil.?

Nabil menambahkan, untuk sekarang, UKP-PIP dapat mengembangkan program internalisasi Pancasila yang lebih kontekstual. "UKP-PIP harus didorong menjadi unit kerja yang memiliki peran signifikan menguatkan, mengkampanyekan Pancasila agar lebih segar. Seraya, menyiapkan strategi membendung ideologi transnasional yang mengancam negeri ini. Tapi, jangan sampai Pancasila hanya sebagai stempel, harus ada pemaknaan dan program relevan yang terstruktur dan terkoneksi dengan ormas-ormas di negeri ini," harapnya.?

Nahdlatul Ulama, selama ini menjadi organisasi kemasyarakatan yang paling konsisten merawat Pancasila, ketika ideologi negara ini mengalami ancaman sepanjang sejarah bangsa. (Red: Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah

Tenggarong, Ribath Nurul Hidayah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutai Kartanegara terus melestarikan dan mengembangkan hadrah sebagai kesenian khas umat muslim Nusantara. Kegiatan-kegiatan hadrah dilaksanakan oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) setempat. 

Ketua PCNU Kukar H Chairul Anwar mengimbau warganya untuk mengaktifkan ISHARI, sebuah badan otonom yang berada di bawah organisasi NU. ISHARI disahkan pada 1959 dan diusulkan oleh salah seorang pendiri NU yaitu Kiai Wahab Chasbullah.

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan ISHARI di Kecamatan Loa Janan Ulu yang diadakan di Musala Al- Barokah, Jumat (15/10) malam lalu. Seperti dilansir www.pcnukukar.or.id Ketua PCNU juga menyerahkan bantuan berupa seragam ISHARI dan peralatan hadrah.

Ribath Nurul Hidayah

Komitmen pengembangan seni hadrah juga pernah disampaikannya dalam kata sambutan saat pengukuhan ISHARI Kecamatan Loa Janan Ulu di Pondok Pesantren Modern Al-Muhajirin Loa Janan Ulu, Ahad 25 Juli 2010 lalu.

"Perlu dipahami oleh seluruh anggota ISHARI jangan sampai tidak tahu atau tidak ingat kepada beliau, seni hadrah merupakan seni yang luar biasa di samping bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW kita juga berkonsentrasi untuk tetap kompak memukul hadrah. Sehingga terdengar bunyi yang nyaman didengar," kata Chairul Anwar Pada pembukaan rutinan jumat malam itu.

Ribath Nurul Hidayah

Dari kesenian ala pesantren inilah, lanjut Chairul, warga mendapatkan banyak pelajaran yang bisa diambil dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pertama adalah memahami akhlak Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan shalawat dan pujian terhadap beliau yaitu akhlakul karimah.

Ikatan tali silahturahmi dari anggota yang terdiri dari beragam daerah (Bima, Banjar, Madura, Sunda, Jawa, Padang, Bugis dan Kutai bahkan daerah lain) juga dapat melatih diri memahami keberagaman dan perbedaan sehingga akan terjalin dengan baik dan terwujud kekompakan dan perdamaian seperti dicontohkan Nabi.

"Di sinilah sebenarnya peranan NU dalam memotivasi setiap anggotanya agar turut serta mendukung program pemeritah untuk selalu menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI dan tidak termakan isu-isu yang menyebabkan perpecahan," pungkas Chairul. (win/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 26 September 2015

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Banyak kipah yang telah ditorehkan KH Hasyim Asyari. Resolusi jihad adalah di antara sumbangsih hadratussyaikh Hasyim Asy’ari kepada Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa

"Hari Santri Nasional bukan riya (pamer), tapi penghormatan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan para ulama lainnya yang menetapkan Resolusi Jihad yang berisi bahwa membela Tanah Air itu fardlu ain seperti layaknya shalat fardlu," kata KH Said Aqil Siroj, Ahad (18/10). Menurut dia, Resolusi Jihad itulah yang melahirkan intifadhah atau penyerangan secara massal oleh masyarakat terhadap tentara Sekutu (NICA), lanjutnya.?

"Resolusi Jihad itu sendiri lahir atas permintaan Presiden Soekarno dan Muhammad Hatta yang mengirim utusan ke Pesantren Tebuireng untuk meminta agar Kiai Hasyim Asyari bersama para ulama menggerakkan masyarakat untuk melawan NICA," katanya.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari selaku Rais Akbar PBNU mengajak para ulama dari berbagai kawasan sehingga melahirkan Resolusi Jihad.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Jadi, pertempuran 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan itu bukan merupakan perlawanan tanpa komando, melainkan bermodal fatwa Jihad fi-Sabilillah," katanya. Perlawanan itu dipimpin secara teknis oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai pelaksana yang bermarkas di Waru (Sidoarjo) dengan dukungan KH Masykur dari Malang dan KH Abbas dari Cirebon.

"Hasilnya, rakyat menang, bahkan pimpinan tentara Sekutu Brigjen Mallaby pun tewas. Dalam film Sang Kiai disebutkan bahwa Brigjen Mallaby tewas karena mobilnya dilempari bom oleh santri Tebuireng bernama Harun," katanya.

Oleh karena itu, dalam pandangan Kiai Said, Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada setiap 22 Oktober merupakan pengakuan pada perjuangan para kiai.

"Tanpa KH Hasyim Asyari dan para santri, maka Resolusi Jihad takkan pernah ada. Tanpa Resolusi Jihad, maka Pertempuran 10 November takkan terjadi. Tanpa Pertempuran 10 November, maka kemerdekaan takkan pernah tercapai," katanya.

Hadir pada kegiatan Kirab Hari Santri Nasional diantaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Wakil Ketua Umum PBNU, Slamet Effendy Yusuf dan Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zain. Selain itu, hadir pula jajaran PWNU Jatim yakni KH Agoes Ali Masyhuri, KH Jazuli Noor, dan KH Abdurrahman Navis dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah. Tampak pula Ketua Panitia Hari Santri Nasional Jatim, H Abdul Halim Iskandar yang memimpin jalan sehat dari Kantor PCNU Surabaya ke Tugu Pahlawan.

Acara dipungkasi dengan pelepasan kirab diawali penyerahan pataka yakni panji-panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab yang membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, yakni 18 hingga 22 Oktober. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 September 2015

PMII Akan Kembali ke NU

Pasuruan, Ribath Nurul Hidayah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terlahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) hingga memisahkan diri dengan alasan organisasi massa terbesar itu terseret dalam kancah politik dalam perjalanannya. Akhirnya, organisasi berbasis mahasiswa Islam ini menyatakan keluar dan bersikap netral. Karenanya dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) 2006, PMII berencana gabung dengan NU.

Rencana back to nature tersebut disampaikan Ketua Umum PB PMII, Heri Hariyanto Azumi, seusai pembukaan Muspimnas PMII yang dilaksanakan di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (14/12) lalu. Bahkan, menurut Heri, pihaknya telah bertemu dengan petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan telah membicarakan persoalan tersebut, meski tidak formal.

PMII Akan Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Akan Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Akan Kembali ke NU

Dikatakannya, sesuai dengan lahirnya lembaga organisasi mahasiswa Islam dari tubuh NU. “ Tapi karena adanya perbedaan pandangan dan NU juga terseret dalam persoalan politik pada perjalanannya saat itu, sehingga PMII menyatakan keluar dan tidak bergabung lagi dengan NU dan PMII menyatakan oposisi. Namun, saat ini, karena NU netral maka kami berencana akan bergabung kembali,” terang Heri.

Karenanya itu, dalam Muspimnas kali ini, akan dibahas persoalan tersebut bersama para ketua cabang. Pihaknya berharap agar gabungnya kembali ke NU sesuai dengan harapan para senior dan dorongan berbagai pihak, bisa menjadi keputusan mutlak dalam Muspimnas tahun 2006 ini. “Rencana PMII ini dapat sambutan baik pengurus PBNU dan kalangan pengurus PMII juga mendukung,” katanya.

Selain akan kembali ke pangkuan NU, dalam Muspimnas juga di bahas persoalan yang menyangkut pendidikan dan persoalan bangsa yang tidak tertangani secara serius oleh pemerintah. “Dalam Muspimnas ini akan dibahas persoalan anggaran pendidikan yang harus sesuai dengan perundangan yakni 20 persen. Selain itu, Lapindo akan dibahas karena tidak seriusnya timnas,“ tambah Nur, salah satu pengurus PB PMII. (zi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah IMNU Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 28 Agustus 2015

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Nahdlotul Ulama (KMNU) Ke-3 telah resmi ? dibuka. Munas ? akan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (20-21/1) di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi dengan pembukaan Maulid Simthudduror dari tim hadrah Kiai Galang Sewu

Peserta yang hadir dalam acara Munas KMNU berasal dari berbagai Kampus di Indonesia. Diantaranya ? KMNU UNILA, KMNU UI, IMAN STAN, KMNU IPB, KMNU ITB, KMNU UPI, KMNU Unpad, KMNU Undip, KMNU UGM, KMNU UNY, KMNU UII, KMNU Unair, KMNU Unud, KMNU Unsoed, KMNU UIN SUKA, KMNU STIS, dan KMNU STKS. Bahkan juga dari KMNU Malaysia.

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Tujuan Munas KMNU ini untuk melahirkan kembali organisasi yang berwawasan kebangsaan dan ? regenerasi kepemimpinan kader muda KMNU yang tetap berpegang teguh memegang prinsip sesuai Khittah Nahdlatul Ulama.?

Ketua Panitia Muhammad Zainal Fathoni menyampaikan, KMNU diharapkan menjadi sebuah organisasi yang dewasa dan profesional. Ruh KMNU sendiri adalah silaturrahmi. “Maka tujuan akhir dari munas ini pun adalah semakin eratnya tali silaturrahim,” ujar Zainal.

Sementara itu, Presidium Nasional 1 KMNU Hasan Bisri menyampaikan bahwa KMNU berdiri secara sporadis. Tema yang diangkat dari Munas KMNU ini adalah organisasi dakwah santun berwawasan kebangsaan diterjemahkan dengan ranah KMNU. “Di mana KMNU harus bisa memproduksi pemimpin-pemimpin yang profesional sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah KH Shidqon Prabowo menjelaskan, Indonesia membutuhkan orang-orang yang benar, tidak sekadar orang yang pintar. Diharapkan hasil dari Munas KMNU adalah melahirkan orang-orang yang pintar dan benar untuk mengurus bangsa dan negara.?

Dari PCNU Semarang, H Anashom mengatakan, KMNU dengan kiprahnya pasti akan mengisi Nahdlatul Ulama. Menghidupkan kota-kota di Indonesia agar tidak lepas dari karakternya yang sejarahnya dilahirkan oleh para wali dan aulia.?

Ribath Nurul Hidayah

Diharapkan mahasiswa tidak hanya idealis dari menara gading, melainkan harus bisa mengharumkan nama kampusnya di Indonesia dengan kompetensi yang positif. Indonesia membutuhkan generasi yang membawa visi dan misi yang bermanfaat untuk semua.?

KMNU sudah tercantum di dalam AD/ART Nahdlatul Ulama, maka perlulah KMNU berdiri tidak hanya di perguruan tinggi negeri melainkan juga di perguruan swasta. Latar belakang pendidikan dari santri KMNU sangat diharapkan di NU dan Indonesia, karena KMNU akan melahirkan pemimpin yang berlatar belakang pendidikan yang tercerahkan.?

“Kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir. Dengan hadirnya KMNU diharapkan Indonesia punya stok pemimpin yang tercerahkan dari kampusnya,” ujar Anashom.

Serangkaian pembukaan munas KMNU pun diadakan pengesahan calon KMNU perguruan tinggi yang sudah mengajukan dan melalui masa percobaan 6 bulan, yaitu KMNU STKS, KMNU UIN SUKA, KMNU Udayana, dan KMNU Unair. Rencananya, kegiatan Munas ini akan ditutup dengan Seminar yang akan dihadiri oleh KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Abdul Wahab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, IMNU, Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 Agustus 2015

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya memberikan apresiasi kepada siswa-siswi prestasi dalam ilmu Al-Quran. "Kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Quran patut diberi apresiasi, maka dari itu kami mengadakan wisuda bagi para penghafal Al-Quran," kata H Agus Fahmi, Ketua Panitia, Sabtu (1/4). ?

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, merupakan puncak dari berbagai rangkaian. Sebelum digelarnya ujian terbuka dan wisuda ini para siswa harus mengikuti ujian munaqosah tartil dan tahfid. "Ada tiga ujian yang harus diikuti siswa. Ujian ditingkat Yayasan dan ujian berikutnya di Pesantren Ilmu Al-Quran Malang," lanjut Agus.?

Mendikbud RI Muhadjir Effendy, mengatakan sudah saatnya negeri ini membangun manusia qurani, agar setiap kehidupan yang dilakukan perpedoman pada Al-Quran.?

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

"Kami berharap dari gebyar prestasi Al-Quran ini, Yayasan Khadijah bisa memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Qurani sehingga revolusi mental bisa terwujud," kata pria asal Malang, Jawa Timur ini.?

Selaras dengan keinginan Mendikbud itu, Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, membangun karakter bangsa dengan mewujudkan masyarakat qurani maka dengan sendirnya revolusi mental terwujud.?

Ribath Nurul Hidayah

"Kenapa seperti itu? Karena Al-Quran mengajarkan Islam itu penuh damai, kasih sayang bukan yang menakutkan. Al-Quran menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia beragam suku, adat dan bahasa," tegas Khofifah.?

Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Sosial saat ini, menceritakan sekitar tahun 2006 dirinya meminta kepada yayasan agar ada forum yang bisa melihat, mengukur dan mengetahui standart kompetisi anak dalam memahami dan menghafal Al-Quran.?

Selain itu pihak yayasan membuat kesepakatan kepada wali murid, jika ada murid yang sudah lulus SD dan belum hatam bacaaan Al-Quran, maka si murid dan wali muridnya harus rela tidak menerima ijazah. "Hal itu sudah ada dalam perjanjian antara yayasan dan wali murid," pungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 09 Agustus 2015

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Batam, Ribath Nurul Hidayah. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid  (Gus Dur) menyeru Pemerintah Indonesia selain menghentikan ekspor pasir juga granit, dan tidak perlu gentar terhadap Singapura.

Ekspor granit dan pasir laut dan darat telah merugikan Indonesia, sehingga harus dihentikan, kata pria kelahiran Jombang 4 Agustus 1940 itu, di Batam, Kamis.

"Tiga buah pulau kita hanyut tergenang air, terumbu karang rusak karena penyedotan pasir laut," kata pemegang penghargaan Dakwah Islam dari Pemerintah Mesir 1991. Departemen Perdagangan menghentikan ekspor pasir darat dengan Permendag No.02/M-DAG/PER/I/2007 sejak 6 Februari 2007.

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Sekarang ini harga pasir di negeri singa itu melonjak 10 kali lipat dari tujuh dolar Singapura menjadi 70 dolar Singapura per kubik. Pemerintah Singapura pun melakukan beberapa pendekatan agar Indonesia mencabut permendag itu dan memperbolehkan ekspor pasir.

Gus Dur menyeru aparat tegas menindak dengan langsung menembak bila mendapati kapal yang menyedot pasir laut di perairan Indonesia. Diingatkannya, kapal-kapal Singapura memiliki kekuatan mengisap pasir hingga 5.000 meter kubik setiap jam. (ant/mad)

Ribath Nurul Hidayah

     



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 Juli 2015

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal

Oleh Abdullah Zuma



Seumur-umur, saya tidak pernah menaiki gedung bertingkat, kata orang mencakar langit. Wasilah seorang teman, saya penah merasakannya. Hingga ke lantai 39 malah. Di lantai tersebut, saya masuk ke salah satu ruangan yang asri dan segar. Di situ terdapat sekelompok orang berkumpul.?

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyimak Perempuan Bercelak Tebal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal

Dan saya kaget, mereka sedang berlatih menulis! Gila, menulis saja, harus di lantai 39, pikir saya.?

Lalu, saya duduk di kursi, di samping teman saya yang mengajak. Beberapa kursi kosong karena orang yang berlatih itu duduk lesehan. Di deretan kursi tersebut, sejajar dengan saya ada seorang perempuan berambut panjang bergelombang. Wajahnya bermake-up tebal. Kelopak matanya bercelak tebal hitam dengan alis lurus, sementara ujung ujungnya melengkung bukan ke bawah, tapi ke atas. Alis itu semacam tanduk saja.?

Ia berbaju putih dan bercelana jens hitam ketat. Tubuhnya sintal. Sesekali ia menyimak pembicaraan narasumber. Tapi lebih sering memainkan ponselnya. Entah main game, chating, atau hanya memainkan ponsel saja.?

Ribath Nurul Hidayah

Teman saya mendekatinya. Rupanya dia kenal. Keduanya bercakap akrab. Entah apa yang diobrolkan. Saya kemudian menyimpulkan perempuan itu bukan seorang peserta menulis. Mungkin salah seorang teman dari peserta, atau pembicara, panitia, atau entahlah.

Kemudian saya memerhatikan narasumber yang bercerita tulisan Watergate di Amerika. Membahas bagaimana menulis liputan panjang dan detail dan enak dibaca. Peserta berjumlah belasan orang itu tekun menyimak. Sekali dua, muncul pertanyaan. Si narasumber menjelaskan. Diam-diam saya menyimak.

Sewaktu istirahat, seluruh pesarta dan narasumber makan siang. Saya pun ikut. Sesekali ingin mencicipi makanan lantai 39. Ketika sedang menikmati makanan, sengaja saya duduk dekat perempuan bercelak tebal meski tak berani membuka obrolan.?

Ribath Nurul Hidayah

Ia kemudian dihampiri narasumber tadi. Mereka pun bercakap.?

Diam-diam saya menyimak perempuan bercelak tebal dan narasumber. Ternyata yang diobrolin adalah pasangan hidup. Dalam hal ini perempuan bercelak tebal sedang membeberkan ciri-ciri dambaan calon suaminya. Ternyata bukan harta, tahta, atau rupa yang diinginkan, melainkan ras atau warna kulit!

“Gue ingin cowok bule!” ungkapnya.

Narasumber terdiam sebentar. Tapi kemudian bertanya.

“Kenapa ingin bule? Pria lokal juga masih banyak, kayak gue...haha,” godanya.?

“Sama pria lokal, gue nggak nafsu.”

“Ama gue berarti lu nggak nafsu?” tanya narasumber sambil ketawa lagi.?

Perempuan itu tak menanggapinya. Ia malah memperhatikan ponselnya.

“Ya, ya, sudah melakukan upaya apa untuk dapat bule?”

“Ada sih yang udah mau, tapi di negaranya, dia berprofesi sebagai polisi. Gue takut sama polisi, takut disiksa. Males!" tegasnya sambil mengangkat bahu. "Padahal dia sudah mau ikut agama gue,” lanjutnya.

“Terus!”

“Terus ada orang New Zealand. Dia siap menikah, tapi sayang, tidak mau disunat. Dia tidak mau ikut agama gue. Gue nggak mau juga nikah beda agama. Ribet!”

“Hmmm... lesbi aja gimana, hahaha?”

“Wah, itu kan menyimpang dan dilarang sama agama.”

Sampai di situ saya menyimak perempuan bercelak tebal karena si narasumber mengajaknya mengisi perut. Kemudian keduanya makan duduk jauh dari saya. Jadi, tidak tahu cerita selanjutnya.?

Sepanjang perjalanan pulang masih terngiang percakapan perempuan bercelak tebal dengan narasumber. Saya sempat menanyakan asal daerah perempuan bercelak tebal itu kepada teman. Teman saya menyebut satu daerah di Sumatera. Saya mengangguk-angguk. ?

Kemudian, saya dan teman pun terpisah jalan. Tapi perempuan bercelak tebal masih terus bergelayut dalam ingatan. Ketika mendekati kontrakan saya, tak sadar kaki menendang botol air mineral. Saat itu, tiba-tiba ingat istilah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.





Penulis lahir di Sukabumi, pernah nyantri di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah Parungkuda?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 Juli 2015

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan, NU butuh perbaikan organisasi agar menjadi kuat. Menurutnya NU adalah organisasi besar, namun karena tidak tertata dengan rapi, saat ini tampak tidak terlalu kuat.

Demikian dikatakan adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat ditemui di kediamannya, Pesantren Tebuireng, Kamis (19/2). Menurutnya yang paling mendesak dilakukan untuk NU ke dapan adalah perbaikan organisasi.

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

"Saya telah mengamati sejak tahun 1960an, NU itu besar. Tetapi tidak tertata dengan rapi sehingga tidak terlalu kuat," ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk memperbaiki organisasi, diakuinya memang tidak mudah dilakukan. Menurut Gus Sholah perlu langkah langkah khusus untuk melakukan perbaikan organisasi tersebut.

"Termasuk kalau perlu, NU harus belajar dari organisasi lain yang telah berhasil melakukan penataan organisasinya dengan baik," tambahnya.

Ribath Nurul Hidayah

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini juga menilai, bahwa ghirah atau semangat untuk ber-NU, belakangan ini, semakin menurun. Maka ke depan, sosok ketua NU harus memiliki jiwa perjuangan terhadap jam’iyah, bukan memperjuangkan kepentingan pribadi.

"Kata kuncinya adalah memperjuangkan kepentingan NU, jangan memperjuangkan kepentingan person atau orang orang dari NU," tandasnya.

Terkait kesiapannya untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU mendatang, mantan anggota Komnas HAM ini menyatakan, karena desakan berbagai pihak akhirnya dirinya bersedia untuk maju dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang Agustus mendatang.

"Dan saya sudah menyampaikan di beberapa forum yang dihadiri pengurus Wilayah maupun pengurus Cabang, saya bersedia dicalonkan sebagai ketua umum," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Juni 2015

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman

Bandar Lampung, Ribath Nurul Hidayah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unila mengadakan Malam Keakraban dengan PMII Unila (Karmila) di Tahura Wan Abdurahman pada Jumat sampai dengan Sabtu (9-10/12).

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman (Sumber Gambar : Nu Online)
Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman (Sumber Gambar : Nu Online)

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman

Kegiatan yang yang diikuti 35 peserta tersebut merupakan program kerja komisariat khususnya bidang kaderisasi untuk menumbukan jiwa kebersamaan dan keakraban sesama anggota.

Ketua 1 Bidang Kaderisasi PMII Komisariat Unila Riyan Agung, mengungkapkan kegiatan ini diadakan untuk mempererat hubungan antaranggota, kader serta pengurus PMII Unila.

Ribath Nurul Hidayah

“Semoga dengan adanya kegiatan ini mampu untuk memperat ikatan dan kebanggaan terhadap PMII dan menumbuhkan jiwa militansi yang kuat," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun acara ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti membangun tenda bersama, shalat berjamaah, pembacaan surah Yasin, renungan PMII, senam pagi, penyampaian materi dari senior dan pelatihan manajemen aksi.

Majelis Pembina Komisariat Unila Aris Ali Rido menuturkan kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi para anggota dan kader karena banyak ilmu yang didapatkan. Kegiatan juga implementasi dari nilai dasar pergerakan yaitu hablu minal alam .

"Semoga anggota, kader, dan pengurus yang telah mengikuti kegiatan ini akan semakin semangat dan aktif ber-PMII," tutupnya. (RFz/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Sejarah, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 30 April 2015

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

Ribath Nurul Hidayah

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau berspekulasi lebih jauh tentang ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rapat Paripurna DPR, pada Selasa (5/6).

Pasalnya, menurut Hasyim, rapat dengan agenda tanggapan pemerintah atas hak interpelasi DPR terkait dukungan Pemerintah terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 soal sanksi tambahan pada Iran yang mengembangkan energi nuklir, ditunda hingga pekan depan.

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

“Ini urusan (sidang interpelasi) belum selesai. Kan masih ditunda. Kita tunggu saja bagaimana selesainya nanti,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/6)

Hasyim meminta masyarakat mencermati lebih saksama proses yang akan dijalankan berikutnya. “Kan masing-masing (Presiden dan DPR) punya intgritas. Nah, kita lihat dan cermati bersama-sama, bagaimana integritas Presiden, bagaimana integritas DPR,” terangnya.

Rapat Paripurna DPR ditunda setelah terjadi hujan interupsi sehubungan tidak hadirnya Presiden Yudhoyono pada rapat tersebut. Rapat interpelasi berikutnya akan dijadwal ulang oleh Badan Musyawarah DPR.

Ribath Nurul Hidayah

Pada rapat paripurna itu Kepala Negara mengutus Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menhan Juwono Sudarsono, Menkum dan HAM Andi Mattalatta, dan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.

Menanggapi penundaan tersebut, Presiden, di Kantor Presiden, Jakarta, menegaskan, DPR wajib menerima jawaban pemerintah yang diwakilkan kepada menteri dalam rapat paripurna tersebut.

"Pemerintah sesungguhnya ingin taat kepada aturan yang berlaku dan sungguh-sungguh ingin menjawab interpelasi ini dengan sebaik-baiknya dengan cara mempersiapkan jawaban secara saksama agar pertanyaan DPR dapat dijawab secara tepat," katanya. (rif)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 April 2015

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah . Sekurangnya 12.000 jamaah yang terdiri dari para santri, alumni, tokoh pesantren dan warga yang berasal dari berbagai daerah memadati sepanjang jalan masuk hingga kompleks Pondok Buntet Pesantren Cirebon untuk menghadiri malam puncak Peringatan Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (5/4) malam.

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung

Sebelumnya, beberapa rangkaian acara telah digelar selama lebih dari sepekan, di antaranya adalah halaqah dan bedah buku, nikah dan sunatan massal,  pagelaran seni rakyat, pengobatan gratis, semaan Al-Quran, ziarah kubur dan tahlil umum, dan ditutup dengan perhelatan malam puncak yang diisi dengan ceramah keagamaan dan dihadiri oleh beberapa pejabat negara baik tingkat daerah maupun pusat.

KH Adib Rofiudin Izza dalam sambutannya atas nama sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon mengatakan, bahwa acara peringatan haul berfungsi sebagai media refleksi bagi keluarga besar alumni dalam mengenang jasa-jasa para sesepuh dan para pendiri pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

“Tujuan digelarnya peringatan haul seperti ini tak lain adalah guna mengenang jasa-jasa para al-marhumin dan pendiri pesantren, agar para santri dan alumni terus mampu meneladani kiprah dan perjuangan beliau-beliau dalam menegakkan agama dan menjaga negara,” ungkap Kiai Adib.

Sementara itu, salah satu tamu kehormatan yang berkesempatan hadir, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan, salah satu sistem handal yang dimiliki pesantren adalah sistem sosial. Menurutnya, melalui peringatan haul seperti inilah tali persaudaraan dapat dipererat, serta menyetarakan kedudukan manusia.

Ribath Nurul Hidayah

“Sistem sosial tersebut dapat merekatkan satu sama lain, membawa saling pengertian, membuat kita tidak berbeda antara sang kaya dan sang miskin, serta saling memberikan pertolongan,” katanya.

Selain diisi dengan sambutan atas nama sesepuh dan tamu kehormatan, turut memberi sambutan Bupati Cirebon, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren (IKLAB), serta diakhiri dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH Musthofa Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 April 2015

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Ahad (28/9), menggelar bedah kitab “Fathu al-Mujib al-Qorib” di? Pondok Pesantren? Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur. Bedah kitab dihadiri para kiai se-wilayah Tapal Kuda plus Sidoarjo, Probolinggo, dan Pasuruan.

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula

Pengarang kitab itu, KH Afifuddin Muhajir, dalam pengantarnya, menandaskan bahwa selain untuk mempermudah santri dalam memahami kitab fiqih, penulisan kitab tersebut juga dimaksudkan untuk menghidupkan tradisi menulis kitab di kalangan tokoh NU.

“Sebenarnya NU memilki banyak tokoh ulama yang mempunyai kemampuan menulis kitab, namun belum terbiasa menulis,” ujar Katib Syuriyah PBNU ini.

Ribath Nurul Hidayah

Wakil Ketua PCNU Jember menyambut baik peluncurun dan bedah kitab fiqih tersebut. Menurutnya, para kiai mempunyai pemikiran-pemikrian yang brillian dan kontekstual terkait dengan persoalan fiqih, namun belum dituangkan dalam bentuk? karya ilmiah.

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakannya bahwa ulama Indonesia sesungguhnya banyak yang mempunyai kemampuan menulis kitab, yang tak kalah dengan ulama-ulama di Timur Tengah. “Kalau yang berhabasa Indonesia sudah banyak, tapi karya yang berbahasa Arab, masih? jarang. Mudah-mudahan karya Kiai Afifuddin ini bisa memacu yang lain untuk menulis,” ujarnya.

Fathu al-Mujib al-Qorib adalah kitab syarah? dari kitab Fathul Qorib dengan bahasa dan penjelasaan yang mudah dimengerti oleh santri pemula. “Kitab ini memang? tidak dilengkapi dengan dalil al-Quran maupun Hadits, karena target konsumennya adalah santri pemula,” ucap Kiai Afifuddin menjawab pertanyaan peserta. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Habib Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 26 April 2015

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menilai perlunya diadakan dialog atau rembuk nasional kebangsaan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memantapkan hubungan yang sudah lama terjalin dan mengakar di Indonesia.

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

“Untuk memantapkan ukhuwah baik wathaniyah, Islamiyah, insaniyah, bahkan ukhuwah diniyah; perlu adanya semacam upaya penegasan komitmen kebangsaan dari komunitas Muslim khususnya, dan ormas Islam,” kata Rais ‘Aam, Selasa (28/2) di Jakarta.

Komitmen tersebut diperlukan untuk menegaskan mana ormas Islam yang masih menjaga semangat kebangsaan dan mana yang tidak.

Kiai Ma’ruf menjelaskan rembuk nasional diisi dengan ikrar bersama majelis-majelis agama. Hal ini untuk merawat kemajemukan, kebinekaan, dan toleransi yang bermuara pada pada satu tujuan, yakni merawat keutuhan dan kesatuan bangsa.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengharapkan dalam rembuk nasional nanti akan dilakukan, setidaknya tiga hal. Pertama adalah mencari solusi kebangsaan dengan menghilangkan sumber konflik.

“Saling pengertian dan memahami dalam rangka mencari solusi kesatuan bangsa. Jadi ini sifatnya solutif,” terangnya.

Rembuk juga bersifat antisipatif, yakni mencageh terjadinya kemungkinan gesekan antarelemen bangsa.

Lalu yang ketiga, lanjut Kiai Ma’ruf, rembuk bersifat rekosiliatif, yakni menyatukan kembali potensi dan elemen bangsa agar tidak terjadi kesalahpahaman.?

Ribath Nurul Hidayah

“Untuk menghilangkan (potensi perpecahan) yang bisa terjadi dibangunlah saling pengertian antarkomponen bangsa, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Rembuk nasional diharapkan dapat mengembalikan elemen bangsa kepada semangat 45 yang telah menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan bersatu,” pungkasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 April 2015

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

PWNU Jawa Barat akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-17 di Pondok Pesantren Fauzat, Garut pada 10-11 Oktober. Kegiatan bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini, salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang.?

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Ketua Panitia Konferwil PWNU Jawa Barat Kiagus Zaenal Mubarok ketika dihubungi Ribath Nurul Hidayah Sabtu (8/9) mengatakan, NU Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang bisa menerapkan sistem yang bisa bekerja sama antarkomponen, mengharmoniskan seluruh pengurus.

Juga, kata dia, bisa merangkul ke jam’iyyah kultural NU yang beragam profesi seperti kalangan seniman, pengusaha, bahkan olahragawan. Tujuannya untuk membantu pemerintahkan dalam menyelesaikan urusan-urusan kemasyarakatan.?

Menyelesaikan masalah warga NU Jawa Barat, kata dia, berarti menyelesaikan problem masayarakat Jawa Barat karena secara kultural, Jawa Barat adalah warga NU.?

Ribath Nurul Hidayah

Bahkan lanjutnya, kalau bisa, PWNU Jawa Barat bisa membantu menyelesaikan permasalahan di tingkat nasional atau internasional karena sekat-sekat kewilayahan saat ini sudah tidak terbatas.

Pria yang akrab disapa Deden ini tak mau menyebutkan calon-calon Rais dan Ketua PWNU Jawa Barat. Baginya siapa pun yang terpilih, seharusnya adalah orang yang bisa menerapkan sistem tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 10 April 2015

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Harian Kompas edisi Senin, 11/1/2016 memuat artikel tentang Situs Resmi Nahdlatul Ulama, Ribath Nurul Hidayah di kolom teratas halaman 4 rubrik politik dan hukum dengan judul ‘Ribath Nurul Hidayah: Islam Moderat di Dunia Maya’. Dalam artikel yang ditulis oleh Wartawan Kompas Antony Lee tersebut, Ribath Nurul Hidayah dinilai menjadi rujukan informasi dan wacana keislaman moderat di dunia maya.

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Dalam artikel sepanjang 16 paragraf itu, Antony Lee menggali informasi dari pemimpin redaksi (Pimred) Ribath Nurul Hidayah, Ahamd Mukafi Niam, Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, Juri Ardiantoro, Pengajar Sosiologi Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro, dan reporter senior BBC, Peter Taylor.

Antony juga memaparkan data-data terkait angka kunjungan netizen ke situs Ribath Nurul Hidayah dua tahun terakhir. Selain itu, dia juga merilis angka netizen sebagai anggota (follower dan liker) Ribath Nurul Hidayah di twitter dan facebook sebagai channel penyebaran informasi melalui media sosial.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber dalam artikel itu menjelaskan wacana keislaman yang semakin kencang di dunia maya. Oleh sebab itu, menurut mereka, wajah Islam moderat harus terus menerus dikampanyekan guna menangkal gerakan radikal.

“Internet menjadi wilayah dakwah, terutama untuk menghadapi kelompok lain yang cara beragamanya keras,” ujar Ketua LTN PBNU, Juri Ardiantoro dalam artikel itu.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber juga sepakat, organisasi Islam moderat di Indonesia harus lebih banyak hadir di dunia maya. Hal ini dilakukan, karena di era digital ini, para netizen mempunyai kecenderungan belajar keislaman melalui dunia maya.

“Jangan sampai internet justru didominasi penyebaran paham yang radikal,” ucap Triyono Lukmantoro dalam artikel tersebut.

Dengan memaparkan pendapat Peter Taylor, Antony Lee juga menjelaskan bagaimana penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda dengan memanfaatkan internet. Media internet cukup potensial dalam hal tersebut, karena mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda. Hal ini cukup beralasan, karena menurut informasi yang terungkap, selama ini tindakan terorisme juga dilakukan oleh anak-anak muda umur belasan tahun.

Dalam paragraf terakhir, artikel tersebut mengajak kepada masyarakat dan organisasi keislaman untuk banyak terlibat menyebarkan pesan-pesan Islam rahmatan lil alamin atau Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam di dunia maya di tengah paham radikal yang terus berusaha menancapkan eksistensinya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 30 Maret 2015

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Tiga SMP yang masih menumpang dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Jumat (17/2) mengikuti simulasi ujian di SMK NU Lasem.

Simulasi yang digelar secara offline sebagai langkah persiapan menjelang UNBK digelar di 5 ruang ujian komputer yang ada di SMK NU Lasem. Ada 372 siswa SMP dan MTs dari 3 sekolah yang mengikuti simulasi tersebut.

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMK NU Lasem Arif Demyati, tiga sekolah tersebut diantaranya SMP NU Lasem, SMP Negeri 2 Lasem dan SMP Negeri 3 Kecamatan Lasem. Ia menambahkan, ada 150 unit komputer yang akan digunakan 2 SMP Negeri dan SMP NU Lasem.

"Jelang UNBK ada latihan, ada tiga sekolahan yang mengikuti simulasi pelatihan UNBK di SMK NU Lasem," jelasnya.

Menurut Arif, dari 372 siswa SMP yang akan mengikuti UNBK, nantinya akan dibagi menjadi tiga sif. Selain itu, ada lima ruangan yang akan dipersiapkan dan dibagi dua ruangan, dengan rincian masing-masing 2 ruangan untuk SMP negeri 2 dan 3 Lasem, dan satu ruangan akan diperuntukan SMP NU Lasem.?

Ribath Nurul Hidayah

Dari 6 SMP di Lasem yang dijadwal untuk mengikuti UNBK, satu diantaranya, menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer secara mandiri, yaitu SMP Negeri 1 Lasem. Selain itu, 5 di antara masih numpang.

Ribath Nurul Hidayah

Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgara, masih melakukan pendataan dan validasi calon peserta ujian nasional. Data sementara, jumlah peserta ujian nasional pada tahun 2017, sebanyak 9.373 siswa, terdiri atas 4.757 siswa laki-laki dan 4.616 siswa perempuan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Humor Islam, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 23 Maret 2015

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan, maksud dari dakwah adalah mengajak, bukan memarahi apalagi memusuhi.

“Banyak yang tidak tahu dan salah menerapkan ayat Quran dalam berdakwah. Perintah dakwah itu ayatnya Ud’u ila sabili robbika bilhikmati wamauidzotil hasanah (Ajaklah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan tutur yang baik) bukan menggunakan dalil Amar ma’ruf nahi munkar,” tutur KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Kepada peserta Silaturahmi Nasional Web Admin & IT Developer Aswaja, Ahad (22/12) kemarin Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang. Akhir-akhir ini, dakwah sering dikacaukan dengan amar maruf nahi munkar.

Ribath Nurul Hidayah

Padahal dari segi bahasa saja kedua terma itu sudah berbeda. Dakwah itu mengajak, sementara amar itu perintah nahi itu melarang. Dakwah itu mengajak kepada orang yang untuk berada di jalan Allah.

Hal tersebut disampaikan Gus Mus untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman beberapa kalangan Islam. “Banyak orang yang hanya belajar ngaji di Google tapi merasa paling benar sendiri,” lanjut Gus Mus.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Katib PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf dalam pembekalan kepada peserta Silatnas juga berpesan akan perlunya dakwah dengan membangun basis yang kokoh dan berjejaring dalam membangun peradaban baru sebagai strategi pilihannya sebagaimana berjejaringnya kesultanan Islam nusantara pada masa lalu.

Di penghujung acara Hari Usmayadi selaku ketua PPM Aswaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta terutama buat teman peserta dari Balikpapan dan NTB yang menunjukkan semangat kesepahaman dan kesamaan tujuan dalam berdakwah Islam di internet (Mukhlisin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Santri Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 28 Februari 2015

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Unit Kegiatan Mahasiswa Cinta Rebana (CR) ITS menyelenggarakan Festival Banjari (Fesban) ITS 2017 dalam rangka memperingati Dies Natalis ITS ke-57. Festival yang diselenggarakan di Departemen Matematika ITS ini digadang menjadi langkah awal untuk mewujudkan gagasan perlombaan banjari tingkat nasional, Sabtu (18/11).

Hal tersebut ditegaskan oleh Drs Wahyudin MEI, Pembina UKM CR ini menuturkan gelaran Fesban ini selain sebagai bentuk dalam memeriahkan Dies Natalies ITS, juga sebagai upaya mengawali gagasan Fesban di tingkat Nasional.

Ia bercerita, beberapa upaya  telah dilakukan oleh ITS untuk mewujudkan gagasan tersebut semenjak usainya Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional ke-15 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari

Hal tersebut diawali oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Darmaji setelah berdiskusi dengan para Wakil Rektor dan beberapa dosen ITS untuk bertukar info mengusulkan ke Dikti.

"Diskusi tersebut agar diadakan fesban tingkat nasional sebagai salah satu agenda Direktorat Kemahasiwaan," ungkap Wahyudin.

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, Ahmad Fahmi Rofiqi, ketua UKM CR mengungkapkan bahwa FESBAN tahun ini memiliki sedikit sentuhan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Bersamaan dengan Festival ini, UKM Cinta Rebana juga mengadakan seminar kebudayaan yang menghadirkan UKM Rebana Modern Universitas Negeri Semarang. Salah satu tujuan kegiatan tersebut ntuk menggandeng kampus-kampus yang memiliki Unit Kegiatan Rebana untuk diajak berdiskusi mengenai rencana festival banjari nasional.

"Kita berharap kampus-kampus itu berhimpun dan bisa menjadi dorongan agar DIKTI menyelenggarakan festival banjari nasional seperti halnya MTQ Mahasiswa Nasional dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional," kata Rofiqi. (Zidni/Kendi Setiawan)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 19 Februari 2015

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia

Mataram, Ribath Nurul Hidayah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) ? HR Dwi Putranto memberikan arahan kepada Citivitas Akademik yang dipimpinnya. Dia menyampaikan harapan dan sejumlah target ke depan dalam memimpin perguruan tinggi milik Nahlatul Ulama ini.

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia

"UNU akan memfasilitasi umat dalam menjawab kebutuhan bangsa dan dunia," Katanya dihadapan puluhan Dosen di Aula Utama UNU NTB Jl Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Senin (11/1).

Sebagai Perguruan Tinggi (PT) ? yang baru berdiri, lanjutnya, tentu harus bisa menjawab keraguan masyarakat, mulai dari menunjukkan kualitas yang sesuai harapan dan harus amanah.

Ribath Nurul Hidayah

Dia juga menyemangati para Dosennya, "Keikhlasan kalian ? akan berbading lurus dengan apa yang di kerjakan" yakinnya.

Kampus UNU NTB, tegasnya, akan dibangun di dekat Bandara Internasinal Lombok (BIL). "Tidak lama lagi, dua atau tiga tahun ke depan, kita akan buka Prodi Airpot Manajemen," janjinya. Dan Pertanian yang akan menjadi fokus program unggulan bagi UNU NTB, karena di Lombok adalah lahan pertanian dan tempat pengembangan varietas padi, buah-buahan, dan lain-lain.

Ribath Nurul Hidayah

Selain rektor, hadir pula Wakil Rektor I, H Adi Fadli, dan Wakil Rektor II, Baiq Mulianah mendampingi bapak rektor serta puluhan dosen. (Samsul Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hadits, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 13 Februari 2015

Inilah Semarak Kegiatan Bulan Muharram Warga NU Sudan

Khartoum, Ribath Nurul Hidayah. Di Sudan, warga NU menyambut datangnya tahun baru hijriah dengan rentetan acara selama beberapa hari. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menggelar antara lain istighotsah, shalawatan, pengajian kitab bersanad, pengajian umum, diskusi tematik, pelatihan desain intensif, malam literasi, serta pentas seni dan budaya.

Acara berlangsung sejak 18 September dan berakhir pada 24 mendatang. Beberapa kegiatan tersebut secara rinci dapat dipaparkan sebagai berikut:

Inilah Semarak Kegiatan Bulan Muharram Warga NU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Semarak Kegiatan Bulan Muharram Warga NU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Semarak Kegiatan Bulan Muharram Warga NU Sudan

Pentas Kaukabul Fushoha

Kaukabul Fushoha adalah sebuah kelompok belajar bahasa Arab yang dibentuk Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU setempat, yang fokus pada pengembangan bahasa Arab wara NU. Pada tahun baru ini kelompok ini berkesempatan tampil pada acara tahun baru yang diselenggarakan di kediaman salah satu Mustayar PCINU Sudan Syekh al Fatih Ali Hasanain.

Acara yang diliput oleh salah satu stasiun televisi Sudan ini, Nahdliyin Sudan menampilkan pembacaan puisi Arab, pidato, pembacaan cerita berbahasa Arab dan ditutup dengan mauidlah hasanah dari Syekh al Fatih. 

Ribath Nurul Hidayah

Bukan Mata Muid

Bukan Mata Muid atau yang disingkat menjadi BMM, sebuah acara talk show persembahan dari Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) yang menyajikan obrolan ringan dan santai tapi serius dengan mengangkat tema hangat dan menarik untuk diperbincangkan. Bintang tamu yang dihadirkan diantaranya staf KBRI Khartoum, Wakil Ketua PPI Sudan, Ketua PCI Muslimat NU Sudan dan salah seorang sosialita di Sudan.

Ribath Nurul Hidayah

BMM kembali berhasil membawa suasana seru di awal sampai akhir acara dengan penampilan band bentukan LESBUMI yang bernama The Zaboon’s yang di penampilan pertamanya juga sukses dalam menyemarakkan Tarhib Ramadhan di beberapa bulan yang lalu. 

Pelatihan Desain Intensif

Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU) ialah pelatihan desain yang dibuka untuk anggota NU dalam melatih skil dan bakat terpendam. Pelatihan tersebut meliputi CorelDraw dan Photoshop.

Pelatihan ini diselenggarakan secara intensif dengan mendata peserta yang telah mendaftarkan diri dan menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidangnya.

Pengajian dan Pengkajian

Pengajian rutinan dwi mingguan Lembaga Dakwah “Al Hijrah” spesial PHBI Tahun Baru Hijriyah yang diselenggarakan di KBRI Khartoum bersama warga negara Indonesia di Sudan dari berbagai elemen masyarakat dan dihadiri Bapak Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea. 

Ngaji Qur’an bersama LPQ rutinan mengawali hari Jum’at dan Sabtu selepas Subuh di PCINU Sudan dengan pembimbing Mustasyar Dr. H. M. Afifullah Rifa’i, MA serta ngaji kitab bersama Syekh Abdurrahman an Nairiy dan ijazahan sanad kitab-kitab hadist, fiqh, dan akhlaq.

Pengkajian-pengkajian umum yang diselenggarakan di sekretariat PCINU Sudan diantaranya pengkajian LAKPESDAM tentang radikalisme dan diskusi tematik dari Lembaga Kaderisasi yang mengangkat tema Dinamika PKI dalam Ragam Sudut Pandang; Merajut Sikap Kebangsaan yang dilaksanakan setelah nonton bareng film PKI.

Doa Akhir dan Awal Tahun

Pada kegiatan lailatul ijtima’ ini pembacaan istighotsah dilakukan oleh Nahdliyin saat pergantian tahun hijriah dan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW setiap hari Ahad malam di sekretariat PCINU Sudan.

Harapannya, mengutip dari apa yang disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan,  tahun baru 1439 H ini menjadi bahan introspeksi diri menuju insan shalih akrom, manusia yang baik lagi mulia. (Muhammad Ridlo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 11 Februari 2015

Seruan Rais ‘Aam kepada Warga NU soal Pilkada

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Prosesi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang bakal berlangsung di lebih dari seratus daerah telah menyedot perhatian warga secara umum. Tentang hal ini, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berpesan kepada warga NU untuk bersikap bijak dan mengacu pada pedoman organisasi.

“Kami minta pengurus termasuk juga para ulama NU, tidak terprovokasi untuk ikut dalam hiruk pikuk pilkada,” ujarnya dalam wawancara yang dilakukan media NU 164 Channel, Jumat (9/8), di Serang, Banten.

Seruan Rais ‘Aam kepada Warga NU soal Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Rais ‘Aam kepada Warga NU soal Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Rais ‘Aam kepada Warga NU soal Pilkada

Menurut Kiai Ma’ruf, secara organisasi NU harus bersikap netral, tidak mendukung kepada salah satu calon tertentu. Apalagi hingga merusak keharmonisan di kalangan pengurus dan kiai NU.

Ribath Nurul Hidayah

Meski demikian, warga NU secara perorangan mesti tetap ikut memilih salah satu calon sebagai bentuk partisipasi dalam pesta demokrasi ini. Hanya saja, dukungan tersebut harus diekspresikan secara sedang-sedang saja, tidak berlebihan.

“Warga Nahdliyin jangan terprovokasi hingga melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji, tidak santun,” pintanya.

Ribath Nurul Hidayah

Sebagaimana dijadwalkan, pemungutan suara dalam pilkada serentak akan dilaksanakan pada 15 Februari mendatang. Masa kampanye dan debat publik masih berlangsung hingga masa hari tenang 12 Februari nanti.

“Sebaiknya pimpinan NU harus memosisikan sikap netral, walaupun (warga) harus memilih,” pungkas Kiai Ma’ruf. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, IMNU Ribath Nurul Hidayah