Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai

Sukabumi, Ribath Nurul Hidayah - Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Koordinator Wilayah Binaan IV melakukan sowan maraton kiai-kiai NU yang menjadi pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama (MWC NU) di wilayah tersebut Ahad (24/7).

Para pemuda NU dari enam kecamatan tersebut berkumpul kemudian mendatangi kiai di Kecamatan Warungkiara, Bantar Gadung, Simpenan, Pelabuhan Ratu, Cikakak dan juga Cisolok.

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai

Menurut Koordinator Wilayah IV? Ustadz Aang Miftahurrohmat, kegiatan tersebut adalah ajang silaturahim dan halal bihalal dari anak muda kepada orang tua.

“Ini sangat diperlukan untuk supaya kenal antara pengurus MWCNU dan GP Ansor,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Para anak muda tersebut juga meminta kepada kiai untuk memberi masukan cara berkhidmah dan berjuang di NU supaya di kecamatan masing-masing. Tak hanya itu, para kiai diminta berdoa supaya segala sesuatu yang dihadapi di lapangan berjalan dengan baik.

Ribath Nurul Hidayah

Didatangi para anak muda, para kiai mengaku sangat senang. Pengakuan itu misalnya disampaikan Ketua MWCNU Kecamatan Simpenan KH Zaenal Arifin.

Kiai Zaenal berpesan kepada pemuda Ansor agar bisa menghargai dan menghormati masyarakat. Ketika datang di suatu tempat pemuda NU harus bisa beradaptasi dengan masyarakat.

Ia mengingatkan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan ketika bertindak, tapi mengedepankan kelemahlembutan dan kesantunan. “Kita melihat cara dakwahnya para Wali Songo dalam menghadapi masyarakat tersebut,” katanya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Warta, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 21 Februari 2018

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Kementerian Agama RI mengirimkan 14 imam masjid ke Timur Tengah atas permintaan negara Uni Emirat Arab. Tahun depan, pengiriman imam masjid akan ditingkatkan menjadi 100 orang.

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin, 14 imam masjid itu diberangkatkan pada bulan ini, beberapa minggu lalu. Mereka saat ini telah bekerja sesuai dengan kontraknya. ?

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia

“Mereka sudah tiba dan dipasangin baju besar. Jadi orang Arab yang kecil,” katanya di Jakarta, Kamis (24/8). ?

Menurut dia, para imam masjid itu, ketika tiba di Abu Dhabi disambut Menteri Wakaf negara tersebut. Kemudian mereka ditempatkan sesuai daerah yang ditentukan. Selama mereka menjalankan tugas itu, tiap bulan, mendapatkan upah sekitar 20-30 juta rupiah.? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Muhammadiyah menambahkan, para imam yang dikirim ke negara tersebut harus hafal Al-Qur’an antara 20 sampai 30 juz. ?

Ribath Nurul Hidayah

Ketika ditanya sebab negara Timur Tengah itu sampai meminta imam ke Indonesia, Muhammadiyah memperkirakan, di negara tersebut bukan karena kekurangan imam masjid, tapi mereka terlalu sibuk dengan urusan bisnis.

Kedua, kata dia, Indonesia dikenal juga sebagai pembaca-pembaca dan penghafal Al-Qur’an yang fasih dan merdu.Sehingga mereka tertarik memilih imam dari Indonesia.

“Ini satu kebanggaan buat kita,” lanjutnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 20 Februari 2018

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Rabithah Maahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Cabang Kendal menggelar "Mlaku Bareng Santri", Kamis (22/10). Garis start dan finish berada di alun-alun kabupaten Kendal. Sebanyak kurang lebih 3000 santriwan-santriwati se-kabupaten Kendal berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya santri pondok pesantren salaf saja yang turun memeriahkan acara ini, pelajar yang berbasis pesantren pun larut di dalamnya.

Acara ini diresmikan para masyayikh pondok pesantren Kendal ini diantaranya KH. Makhzunun Irja (Pesantren Miftahul Ulum), KH. Sholahuddin Khumaidullah (pesantren APIK), KH. Baduhun Badawi (Pesantren Miftahul Huda) dan KH. Suyuthi (Pesantren Mambaul Hikmah) memberikan motivasi kepada para santriwan-santriwati. 

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

"Kita berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pengakuan terhadap perjuangan kaum santri dalam menegakkan kemerdekaan RI," ungkap KH. Sholahuddin. Pengasuh pesantren APIK Kaliwungu ini juga menceritakan, bahwas santri ini merupakan elemen bangsa yang konsisten melawan kolonialisme di Indonesia. 

Ribath Nurul Hidayah

"Dari pesantren, Nahdlatul Ulama, kiai, dan santri untuk NKRI", tambah Kiai Sholah. Santri juga konsisten dengan pola pikir moderat dan menyebarkan Islam yang ramah. Banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari dunia pesantren. Akhlak al-karimah, sopan-santun, kedisiplinan, kekeluargaan dan sebagainya. 

Sebelum gerak jalan dimulai, Kiai Sholah mengajak santriwan-santriwati untuk mengirim surat al-Fatihah kepada para kiai-ulama dan pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemeredekaan Indonesia.  

Ribath Nurul Hidayah

Sebelum "Mlaku Bareng Santri", sehari sebelumnya (21/10) telah diadakan Halaqah Kebangsaan dengan tema meneguhkan Semangat Santri untuk Menjaga Tradisi dan Keutuhan NKRI dan lomba rebana se-kabupaten Kendal. Dalam kegiatan "Mlaku Bareng Santri" ini, para santri wajib mengenakan sarung, kaos dan peci sebagai seragam. Tagline atau slogan yang diangkat dari rangkaian acara ini adalah ‘Santri Kendal, Iso Opo Wae, Opo Wae Iso’ (Bisa apa saja, apa saja bisa). (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Nasional, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 01 Februari 2018

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Curah hujan tinggi dalam waktu dekat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta untuk bersiap siaga. Sebagai langkah awal penanganan bencana LPBI NU DKI Jakarta menggelar pelatihan penangangan bencana di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (21/1).

Pelatihan dibuka oleh H Jafar Abdul Malik dari Biro Pembinaan Mental Sekretariat Daerah DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan LPBI NU DKI Jakarta karena Jakarta sangat rentan utamanya bencana kebakaran dan banjir.

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PP LPBI NU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dan Ready Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Adi Seto Purno dari BPBD DKI Jakarta menyampaikan materi Kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam Kedaruratan Bencana. Menurutnya, BPBD juga akan terus melibatkan LPBI NU DKI Jakarta dalam penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, dan akan dilaksanakan secara bersama di tingkat komunitas.

Ujang Dede Lasamana dari Ready Indonesia menyampaikan materi tentang pertolongan pertama pada gawat darurat. Sedangkan, Yulistianto dari PP LPBI NU menyampaikan peran NU dalam penanganan gawat darurat.

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, LPBI NU DKI Jakarta telah melaksanakan beberapa kali pelatihan, penanganan darurat bencana sebagai cikal bakal atau embrio adanya relawan NU terkait penanganan bencana di Jakarta.

Ribath Nurul Hidayah

“Penanganan darurat bencana akan dilanjutkan pada fase manajemen kedaruratan dan praktiknya.”

Di akhir acara, panitia kegiatan Dedi Cahyadi mengatakan, pelatihan penanganan darurat bencana ini merupakan roh dalam penanganan bencana. Sebanyak 40 peserta dari lima kotamadya diharapkan dapat mengimplementasikan ilmunya di tingkat komunitas. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, PonPes, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Januari 2018

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh komponen PBNU untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Demikian disampaikan Khofifah saat memberika sambutan pada acara pebukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pesantre Khas Kempek Cirebon (24/7).

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia berada di Jawa Timur sedangkan keduanya di Jawa Tengah. Ia berpendapat, sebagian besar warga miskin ini merupakan warga NU.

Khofifah menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan sistem pemberian subsidi kepada masyarakat secara tunai, salah satunya dengan aplikasi e-warung. Untuk bantuan beras miskin, sebagian sudah dalam bentuk nontunai. Ke depan seluruh bantuan beras miskin, tidak disalurkan secara tunai sehingga berbagai masalah yang ada saat ini tidak lagi terjadi.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Nantinya, masyarakat tidak lagi mengeluh soal adanya besar yang mengandung kutu. Mereka bisa membeli sendiri sesuai dengan pilihannya," katanya.

Ia menegaskan, Kementerian Sosial merupakan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-warung ini. Karena itu, ia mengajak PBNU untuk menyiapkan diri agar masyarakat siap dengan berb,agai sistem yang sudah nontunai ini.

"Jadi, dakwahnya PBNU bukan lagi dakwah bil lisan atau bil hal, tetapi juga bil IT," tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Januari 2018

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Bireuen, Ribath Nurul Hidayah. Sebagai wilayah pertama di Asia Tenggara yang menerima kehadiran Islam sejak abad pertama hijriyah, Aceh merupakan kawasan yang masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik. Keunikan karakteristik ini disebabkan kuatnya pengaruh Islam dalam proses pembentukan rakyat Aceh. Bahkan, Islam menjadi asas pembinaan budaya itu sendiri.

“Benteng yang paling berjasa dalam proses pertahanan budaya masyarakat Aceh adalah lembaga pendidikan yang disebut Dayah,” ujar Teungku Haji Hasanoel Bashri HG, salah satu ulama kenamaan asal Samalanga Bireuen, saat ditemui belum lama ini.

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Menurut tokoh yang akrab disapa Abu MUDI ini, kata “Dayah” merupakan kutipan dari bahasa Arab “Zawiyah” yang berarti majelis pengajian. Kata itu kemudian berubah sesuai dengan dialek bahasa Aceh menjadi dayah. Dalam perkembangan selanjutnya, lanjut Abu MUDI, dayah dalam terminologi orang Aceh menjelma sebuah lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif membina keteguhan keimanan, akhlak, dan keilmuan masyarakat.

Ribath Nurul Hidayah

“Selain sebagai pusat pendidikan Islam, Dayah juga tempat para ulama menetap, di mana dalam masyarakat aceh ulama merupakan tempat bertanya dan meminta kepastian hukum agama yang merupakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Abu MUDI.

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) ini bercerita, di masa kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam, saat kesultanan dijabat Sultan Iskandar Muda, dayah menjadi lembaga pendidikan resmi yang mencetak aparatur pemerintahan kerajaan. Fakta ini terus berlanjut hingga masa invasi kolonial Belanda.

Ribath Nurul Hidayah

“Ulama lalu menjadikan dayah sebagai basis perjuangan melancarkan gerakan jihad melawan penjajah. Pada masa itu, peran ulama meluas hingga ranah politik. Masa-masa kolonial Belanda di Aceh merupakan masa berperan penuhnya ulama terutama setelah tertawannya sultan. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik dan militer sekaligus,” tuturnya.

Setelah kemerdekaan, tambah Abu MUDI, peran dayah diganti oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah sesuai dengan perkembangan masa dan kebutuhan. Dalam kondisi ini, dayah sebagai lembaga pendidikan tertua tetap mampu eksis di bawah asuhan ulama. “Sistem pendidikan dayah yang tidak memungut biaya pendidikan menjadikannya lebih akrab dengan masyarakat kelas bawah,” ujarnya bangga.

Kini, dayah dihadapkan kepada tantangan modernisasi dan globalisasi yang sejak zaman penjajahan hingga sekarang tidak dapat dihindari. Fenomena ini,  bagi Abu MUDI, telah mengikis budaya islami masyarakat, terutama generasi muda. “Di sinilah peran dayah terbukti mampu memberikan basis moral islami yang kuat bagi generasi muda sehingga mereka memiliki filter dalam menghadapi arus modernisasi,” ujarnya.

Abu MUDI menyebut, kesadaran masyarakat akan fakta tersebut telah menguatkan komitmen para ulama untuk terus melestarikan eksistensi lembaga dayah. Komitmen tersebut diikuti masyarakat dengan menitipkan anak mereka agar turut mengecap pendidikan dayah. “Saya yakin, dayah sebagai satu warisan kebudayaan Islam yang melegenda di masa silam, terus berkembang pada masa kini hingga yang akan datang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Warta Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 14 Januari 2018

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Mohsen, menegaskan, KUA sangat strategis dalam membina paham keagamaan Islam di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan KUA dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

“Peran KUA Strategis justru karena dekat dengan masyarakat dalam membina paham keagamaan Islam,” ujar Mohsen, Kamis (14/12) lalu di Jakarta sembari menegaskan bahwa tugas KUA tidak hanya semata mengurusi persoalan pernikahan saja.

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Pria kelahiran Makassar ini menjelaskan, KUA sudah cukup dikenal masyarakat. Saat ini ada 5.707 KUA di Indonesia, penghulu 5.773 lokasi, Penyuluh PNS 4500 orang, penyuluh Non-PNS 45.000 orang.

Di KUA ada kepanjangan tangan yaitu penghulu dan penyuluh. Penghulu dan penyuluh menpunyai peran strategis kuntuk memberi layanan kepada umat Islam dalam membina paham keagamaan Islam.

Ribath Nurul Hidayah

“Jadi KUA selain memberikan pelayanan, juga melakukan pembinaan,” kata Mohsen.

Dia berharap, KUA memberi peran yang sangat signifikan dalam memberi bimbingan kepada masyarakat. KUA, tegasnya, memiliki peran memberikan layanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam di lingkungan kerjanya.

KUA, sambungnya, berfungsi salah satunya memberikan peneranagan agama Islam. KUA merupakan garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mohsen tidak memungkiri, di antara sebab yang mendukung aliran keagamaan yang bermasalah yaitu keliru memahami al-Qur’an, kurang menyeluruhnya sumber-sumber rujukan, lemahnya pemahaman keagaman, dan laata belakang pendidikan yang tidak cukup baik.

Lebih jauh, dia menyatakan, aliran atau ideologi bermasalah juga berasal dari luar (transnasional, red) untuk menggangu stabilitas negara. Negosiasi lebih penting. Misal adanya komitmen dalam menyelesaikan masalah dari berbagai pihak.

Ribath Nurul Hidayah

“Tentu dengan mengesampingkan kepeantingan pribadi dan kelompok tertentu,” tandas mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Warta, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 09 Desember 2017

Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak

Gresik, Ribath Nurul Hidayah

Kehadiran Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid sudah ditunggu-tunggu anak-anak yatim piatu dan ibu-ibu janda serta para dhuafa, fakir, miskin yang hadir di gedung Wisma Jenderal Ahmad Yani Gresik, Jumat (1/6).

Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Hj Sinta Nuriyah Kenalkan Kebangsaan ke Anak-anak

Dalam kesempatan ini, Sinta Nuriyah mengajak anak-anak secara aktif memahami empat pilar kebangsaan. Dengan sabar dan jiwa keibuan, Sinta mengajak anak-anak untuk memahami apa itu Indonesia. "Saya sadar, kita tinggal di negara apa? Dasar negaranya apa? Lalu apa semboyannya?" kata Sinta melempar pertanyaan kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Tak sedikit anak-anak menjawab dengan pelan tapi pasti. Secara perlahan anak-anak menjawab kita tinggal di negera Indonesia. "Lalu apa dasar negaranya?" tanya Sinta berlanjut. Mereka menjawab Pancasila.

Ribath Nurul Hidayah

"Pancasila ada berapa?”

“Ada lima.”

Ribath Nurul Hidayah

“Siapa yang bisa menjawab akan dikasih hadiah sama Pak Direktur Semen Indonesia," pancing Sinta.

"Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata para hadirin dengan suara kompak.

Lalu yang terkahir, “Semboyannya negara Indonesia apa?” “Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu jua.”

“Yang beda apanya?" lanjut ibu negara ke-4 RI ini melontarkan pertanyaan. "Berbeda agamanya, sukunya, bahasanya, budayanya, adat istiadatnya, dan makanannya," kata anak-anak sambil dituntun oleh Sinta Nuriyah.

Terbawa kata makanan, istri almarhum Gus Dur ini rupanya mengetes anak-anak makanan di daerahnya. "Makanan khas Gresik apa saja?" “Nasi krawu, pudak, dan otak-otak bandeng.”

"Nanti Bu Sinta apa dibawakan pudak nggak?” Tanya Sinta dengan rasa senang karena anak-anak sudah tahu makanan khas daerahnya. Spontan anak-anak menjawab “Iya”.

Di penghujung acara Sinta membagikan satu persatu hadiah yang telah disediakan oleh PT Varia Usaha kepada anak-anak yang aktif dan merespon setiap pertanyaan. Di antara hadiah tersebut adalah tiga sepeda gunung, televisi, kulkas, kompor gas, dan lain-lain. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Hikmah, Warta Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 07 Desember 2017

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) bersilaturrahim ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (14/4) sekitar pukul 12.20 WIB. Jokowi diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan berbincang selama sekitar satu jam.

Usai pertemuan yang berlangsung tertutup, Jokowi yang langsung diserbu wartawan menampik kalau kedatangannya ke PBNU untuk membicarakan soal persiapannya menuju pemilihan presiden (pilpres). “Tidak ada pembicaraan tentang capres,” kata Jokowi.

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres

Dicegat wartawan di halaman kantor PBNU, Jokowi yang didampingi Ketua PBNU KH Muhyidin Arubusman dan Bendahara PBNU Bina Suhendra mengatakan, kedatangannya ke PBNU untuk membicarakan dua hal. Pertama soal sengketa tanah di Slipi antara NU dengan Pemda DKI Jakarta. Kedua, soal persiapan Munas NU yang akan digelar awal Mei 2014.

Ribath Nurul Hidayah

“Yang soal tanah di Slipi itu kita bertemu tiga kali tapi belum selesai. Ya mudah-mudahan bisa segera kita carikan solusinya,” kata Jokowi yang juga Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi berkali-kali dicecar wartawan soal persiapan pilpres dan kemungkinan menggait kader NU sebagai calon wakil presiden, ia tetap berkelit. “Tidak ada pembicaaan soal pilpres,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Wartawan berganti bertanya kepada KH Muhyidi Arubusman, siapa calon dari NU yang diusung untuk mendampingi Jokowi? “Ya itu terserah Pak Jokowi,” katanya.

Ditanya apakah NU mendukung pencapresan Jokowi, Muhyidin menjawab singkat, “Ya Insyaallah.” (Alawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita, Lomba, Warta Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 30 November 2017

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Subang, Ribath Nurul Hidayah. Setiap daerah memiliki keunikan sendiri dalam menyambut lebaran, seperti di wilayah pantura kabupaten Subang terdapat tradisi tukar rantang atau biasa disebut dengan udun-udunan.

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Menurut Reti salah satu warga desa Cilamayagirang tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun, “Tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyang daerah sini” jelasnya.

”Dalam tukar tantang ada perbedaan antara kerabat dan tetangga. Jika kerabat yang nasabnya lebih tua, tukar rantang berisi lengkap, seperti nasi, bakakak (ayam panggang), gula, kopi, udud (rokok) aneka macam buah-buahan,” ujar Siti Aisyah.  

Ribath Nurul Hidayah

Kalau untuk kerabat yang nasabnya lebih muda dan tetangga, tukar tantang isinya sederhana, yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor. 

“Kebiasaan orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk,” jelas Aisyah pada Ribath Nurul Hidayah, Selasa (6/8/2013).

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Ustadz Sobri, Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga.

Uniknya, dalam tradisi tukar rantang ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan. Uang tersebut diperuntukkan kepada si anak pengirim rantang. 

Untuk isi amplop beragam, mulai dari Rp5.000 sampai dengan  Rp50.000 atau pun Rp100.000, tergantung pada kemampuan si pemberi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 26 November 2017

IPPNU Probolinggo Soroti Efek Tempat Hiburan Malam Terhadap Pelajar

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah

Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo periode 2015-2017 resmi dilantik, Senin (14/3). Mereka dilantik oleh Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Erika Rosana Fitri.

Pelantikan PC IPPNU Kota Probolinggo yang mengambil tema “Terbitlah Pelajar Putri NU Bersama Mentari dengan Semangat Baru” ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo H Muhammad beserta segenap pengurus lembaga dan badan otonom (banom) se-Kota Probolinggo.

IPPNU Probolinggo Soroti Efek Tempat Hiburan Malam Terhadap Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Soroti Efek Tempat Hiburan Malam Terhadap Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Soroti Efek Tempat Hiburan Malam Terhadap Pelajar

Usai dilantik, PC IPPNU Kota Probolinggo langsung menggelar dialog interaktif dengan tema “Pengaruh Maraknya Tempat-tempat Hiburan Malam Terhadap Pelajar”. Narasumbernya meliputi Ketua FKUB Kota Probolinggo H Halim, Ketua KPU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri dan pemerhati pendidikan Romlah.

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kota Probolinggo H Muhammad menyampaikan apresiasi kepada para pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo yang mampu mengemas pelantikan dengan baik dan diisi dengan dialog yang berkaitan dengan isu kekinian yang ada du Kota Probolinggo.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya bangga sebab inilah satu-satunya pelantikan IPPNU yang dikemas dengan performa yang bagus. Sehingga kesannya tidak hanya seremonial saja, tetapi mamou memberikan dampak yang positif terhadap pelajar yang ada di Kota Probolinggo,” katanya.

Sementara Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Erika Rosana Fitri menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo dengan harapan ke depan bisa lebih maksimal dan lebih baik dalam kepengurusan.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya juga mendukung terhadap rencana penutupan tempat hiburan malam. Apalagi saat penutupan tempat hiburan di Kota Surabaya, para pengurus IPPNU Jawa Timur juga ikut andil di dalamnya,” ujarnya.

Sedangkan Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Nur Baiti As-Shiddiqy ? mengharapkan di awal ? priode ini bisa lebih kompak untuk menjadi yang lebih baik, lebih loyal dan total dalam berkhidmat dalam kepengurusan PC IPPNU Kota Probolinggo kedepan.

“Program yang kami prioritaskan adalah jenjang kaderisasi, khususnya yang ada di tingkatan komisariat supaya bisa lebih di sentuh dan diayomi bersama,” ungkapnya.

Terkait dengan dialog interaktif jelas Nur Baiti, kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan kepada para pelajar terhadap maraknya tempat hiburan malam supaya mereka dapat membentengi diri dan lebih berhati-hati agar tidak sampai merusak moral mereka.

“Kegiatan ini digelar karena di Kota Probolinggo ini tempat-tempat hiburan malam bukan hanya diminati oleh para orang dewasa saja, tetapi juga kaum muda dan pelajar. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan sebagai calon generasi depan bangsa. Oleh kerena itu kita mengadakan dialog ini untuk memberikan gambaran tentang dampak buruk dari keberadaan tempat hiburan malam,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 23 November 2017

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Wonosobo, Ribath Nurul Hidayah. Untuk membantu meringankan beban bagi siswa-siswi miskin yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Wonosobo melalui program Nusmart memberikan bantuan kepada lima belas siswa-siswi di sekolah yang berada di Kabupaten Wonosobo.

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

“Menjelang tahun pelajaran baru, dalam program Nusmart kami memberikan bantuan beruapa uang kepada siswa-siswi yang kurang mampu di 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo. Bantuan itu sebagai upaya untuk meringankan beban  mereka ketika masuk sekolah,” terang Arif Alwashim Manager LAZISNU Wonosobo di kantornya, Selasa (23/7) lalu.

Agar panyalurannya benar-benar tepat sasaran, bantuan tersebut diberikan tidak kesembarangan siswa. Sebab siswa penerima bantuan mempunyai kriteria tertentu. “Kriteria penerima bantuan itu adalah siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Karena dua kriteria itu bagi kami sangat penting. Sehingga mereka benar-benar merasakan akan manfaatnya,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Disebutkan, dari lima belas penerima bantuan dalam program numsart itu dibagi menjadi tiga. Untuk jumlah penerima SD ada lima siswa, Siswa SMP ada 5 siswa, kemudian untuk siswa SMA ada 5 siswa. Pembagian tersebut sudah dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Lazisnu.

“Nominal yang diberikan kepada siswa SD Rp. 200ribu, Siswa SMP Rp. 300ribu dan siswa SMA Rp. 400ribu. Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kebututuhan siswa jelang masuk sekolah,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo Arifin Shidiq mengatakan, ptogram nusmart tersebut merupakan layanan beasiswa yang diberikan oleh LAZISNU kepada siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu. Nusmart itu untuk memaksimalkan bantuan kepada siswa yang kurang mampu di bidang pendidikan.

“Setidaknya dengan diberi uang santuanan maka dapat membantu membeli perlengkapan buku ketika masuk sekolah. Karena kebutuhan jelang masuk sekolah itu cukup banyak, dan bagi siswa yang kurang mampu sangat membantu,” jelasnya.

 Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Tokoh, Warta Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 22 November 2017

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang

Rembang, Ribath Nurul Hidayah

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rembang mengumpulkan sejumlah bantuan kepada para korban banjir dan tanah longsor di kawasan Jawa Tengah. Bantuan disalurkan melalui Pimpinan Wilayah GP Ansor yang tengah mendirikan posko di Semarang.

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang

Penggalangan dana dilakukan sejak Senin (20/6) lalu dan pada waktu penyaluran Jumat (24/6) kemarin dana terkumpul sebanyak lebih dari dua juta rupiah ditambah ratusan bantuan berupa barang seperti selimut, pakaian layak pakai, makanan instan, dan air mineral.

Bantuan ini berasal dari para kader GP Ansor dan masyarakat secara umum. PC GP Ansor masih terus membuka posko penggalangan dana dan masih menerima donasi dari berbagai pihak untuk para korban.

Ribath Nurul Hidayah

"Ternyata respon kader Ansor di tingkat cabang, ancab (anak cabang), hingga ranting cukup besar. Terbukti, kami berhasil mengumpulkan ratusan potong pakaian layak pakai serta ratusan barang kebutuhan pokok lainnya. Ada juga kebutuhan bayi yang berhasil kami kumpulkan," ujar Ketua PC GP Ansor Rembang M Hanies Cholil.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, koordinator penggalangan bantuan, Pujianto mengaku pihaknya mengandalkan kecepatan penyebaran informasi di media sosial dan selebaran untuk melakukan penggalangan. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, informasi tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh kalangan kader Ansor sehingga dengan cepat bisa terkumpul.

"Sejak dibukanya posko penggalangan bantuan bencana pada Senin kemarin, bantuan terus mengalir setiap harinya, hingga pada Jumat sudah bantuan yang terkumpul dirasa sudah cukup maka ditutup posko penggalangan bantuan bencana ini," tandasnya. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta Ribath Nurul Hidayah

Senin, 20 November 2017

Ratusan Alumni Magang di Provinsi Lampung Langsung Terserap Pasar Kerja

Lampung, Ribath Nurul Hidayah

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung mencatat sebanyak 126 orang atau 63 persen dari total jumlah peserta magang sebanyak 200 langsung terserap pasar kerja. Ratusan peserta tersebut telah mengikuti program pemagangan yang tersebar di 20 perusahaan di wilayah Lampung. 

"Dari tahun ke tahun jumlah yang diterima untuk bekerja di perusahaan selalu meningkat," ujar Kadisnakertrans Provinsi Lampung, Sumiarti Somad, di Lampung, Selasa (31/10).

Ratusan Alumni Magang di Provinsi Lampung Langsung Terserap Pasar Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Alumni Magang di Provinsi Lampung Langsung Terserap Pasar Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Alumni Magang di Provinsi Lampung Langsung Terserap Pasar Kerja

Puluhan persahan yang mempekerjakan alumni magang tersebut  bergerak di bidang perhotelan, kecantikan, tekstil, kesehatan, serta beberapa sektor lain. Sedangkan sisanya yakni 37 persen peserta magang lebih memilih menjadi wirausaha mandiri. 

"Hal ini berarti kualitas peserta magang semakin meningkat, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan salah satu langkah yang efektif dalam memberikan kesempatan kerja bagi calon tenaga kerja yang mempunyai  potensi dan berprestasi" papar Sumiarti.

Ribath Nurul Hidayah

Dijumpai di tempat yang sama, Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo menyatakan apresiasinya terhadap pemagangan sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran. Ia berharap hal ini menjadi perhatian bersama karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Saya berharap agar pemagangan yang dilakukan oleh Dinas lain, dapat mengikuti pola pelaksanaan pemagangan yg dilakukan oleh Disnakertrans," imbau Ridho.

Dengan dilibatkannya pihak industri dalam merekrut, melatih, dan menempatkan pesera magang, lanjut Ridho, kompetensi yang diperoleh oleh peserta magang akan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Keseuaian tersbut menjadi kunci keberhasilan proses pemagangan di Provinsi Lampung. (Red:Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Warta Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 18 November 2017

Bentengi Aqidah Nahdliyin, GP Ansor Tlanakan Bincang Aswaja

Pamekasan,Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar talk show keaswajaan dengan tema Mengokohkan Faham Aswaja di Tengah Benturan Peradaban (Tradisionalis, Modernis dan Kebangsaan pada Ahad (23/2).  

Bentengi Aqidah Nahdliyin, GP Ansor Tlanakan Bincang Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Aqidah Nahdliyin, GP Ansor Tlanakan Bincang Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Aqidah Nahdliyin, GP Ansor Tlanakan Bincang Aswaja

Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Tlanakan ini dihadiri oleh Pengurus MWC NU Tlanakan, lembaga, lajnah, Badan Otonom beserta seluruh jajaran Penguruss Ranting (PR) NU se-Kecamatan Tlanakan dan diikuti pemuda, mahasiswa, santri dan pelajar.

Moh. Wahyudi, S.Pd Ketua PAC. GP. Ansor Tlanakan dalam sambutannya mengatakan, talk show ini dilaksanakan untuk membentengi kader NU, juga untuk mematahkan pendapat-pendapat Salafi Wahabi yang mengusung jargon berdiri diatas sunnah yang menganggap salah amaliah yang dilakukan oleh warga NU.

Ribath Nurul Hidayah

Acara tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, pada sesi pertama hadir sebagai narasumber adalah Dr. H. Nor Hasan M.Ag (Dosen STAIN Pamekasan)yang memaparkan tentang sosio historis dan sumber ajaran aswaja An-Nahdliyah dan Drs. H. Zainol Hasan, M.Ag (Pengurus PC. NU Pamekasan) yang berbicara Aswaja dari sisi tradisionalis moderenis.

Pada sesi kedua, hadir sebagai pembicara adalah Badrut Tamam, S.Psi (Sekretaris F-KB DPRD 1 Jawa Timur) yang mengupas Aswaja dari sisi Kebangsaan. Dalam pemaparannya, Ra Badrut, begitu dia biasa disapa, mengharapkan supaya kader NU pada umumnya, dan Ansor pada khususnya bisa menjadi faktor kepemimpinan pada level kabupaten, propinsi hingga nasional dan bisa membawa misi kemakmuran untuk NKRI. (Ach. Mudani/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Warta Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 10 November 2017

LAZISNU Klaten: Potensi Jumlah Zakat di Daerah Belum Optimal

Klaten, Ribath Nurul Hidayah - Indonesia, sebagai salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menyimpan potensi zakat yang luar biasa. Namun, data dari para pengelola badan zakat di lapangan menunjukkan, potensi tersebut belum dapat dikeluarkan secara optimal.

“Potensi zakat dan sedekah di Indonesia sebetulnya sangat besar mengingat jumlah penduduk yang beragama Islam yang sangat besar, termasuk di Kabupaten Klaten ini,” ungkap Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Klaten Muhammad Cahyanto, Ahad (3/7).

LAZISNU Klaten: Potensi Jumlah Zakat di Daerah Belum Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Klaten: Potensi Jumlah Zakat di Daerah Belum Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Klaten: Potensi Jumlah Zakat di Daerah Belum Optimal

Menurut Cahyanto, kesadaran masyarakat akan kewajiban zakat belumlah seperti kesadaran akan kewajiban lain, seperti shalat. “Kesadaran masyarakat untuk membayar zakat belum seperti kesadaran masyarakat akan sholat, khususnya menyangkut zakat mal,” kata dia.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk itu, pihaknya secara intensif tengah menggalakkan sosialisasi ke berbagai pemangku kepentingan terkait zakat, juga infak dan sedekah. “Saat ini, LAZISNU mengusung jargon ‘tunaikan zakat sebagaimana mendirikan shalat’, harapannya ya biar masyarakat lebih sadar akan kewajiban zakat,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Tak hanya itu, LAZISNU Klaten juga memberi pemahaman terkait regulasi pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh. “Terkait dengan perubahan regulasi, beberapa waktu lalu Menteri Agama sudah mengeluarkan aturan baru,” ungkapnya.

Peraturan baru tersebut, yaitu badan amil? zakat, infak dan sedekah mesti mendapat izin dari pemerintah. LAZISNU sendiri sudah mendapat izin tersebut, dengan SK Menteri Agama RI Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pengukuhan Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sebagai lembaga zakat nasional.

“Maka, kita mengajak kepada warga Nahdliyin untuk menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh kepada LAZISNU setempat,” pungkas dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian, Warta Ribath Nurul Hidayah

Senin, 06 November 2017

NU Aceh: Pilihlah Sesuai dengan Hati Nurani

Calang, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali juga mengimbau warga Nahdliyin untuk tidak pecah belah dalam pilpres tahun ini, dan juga tidak melakukan kampanye hitam, tetapi dengan cara-cara yang elegan, sportif, dan beradab.  

“Saya mengimbau warga Nahdliyin yang ada di Aceh Jaya secara khusus dan juga yang ada di Aceh secara umum, agar tidak saling menjelek-jelekkan dan berpisah, pilihlah salah satunya dengan, damai, merdeka dan santai tanpa bersitegang dan saling menyerang,” katanya ketika memberi sambutan dalam Konferensi Cabang PCNU Aceh Jaya, Sabtu (24/5). 

NU Aceh: Pilihlah Sesuai dengan Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Aceh: Pilihlah Sesuai dengan Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Aceh: Pilihlah Sesuai dengan Hati Nurani

Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah ini juga menambahkan,  walaupun dari kedua calon capres dan cawapres tersebut ada pengurus Mustasyar PBNU yaitu H Jusuf Kalla. Namun masih sejauh ini PWNU Aceh belum memutuskan sikap atau pilihan dari kedua capres dan cawapres tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Di ujung kata sambutannya, ia mengatakan, mudah-mudahan Allah yang berkuasa mengangkat siapa saja yang Ia kehendaki  memilihkan yang terbaik.

Ketua PWNU Aceh didampingi oleh Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Asnawi M. Amin, S.Ag dan pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Aceh Ismi Amran, serta Sekretaris Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) Aceh Indra Kariadi. (Indra/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Warta, News, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 04 November 2017

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menggandeng Badan Narkotika Nasional provinsi tersebut untuk melaksanakan bimbingan teknis di lingkungan masyarakat. Hampir semua lembaga dan banom NU di lingkungan PWNU Jatim mengikuti acara yang diselengarakan di Kantor BNNP Jatim Jl Ngagel Madya V/22, Bratang, Surabaya Kamis (15/09).

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba

"Kegiatan ini Ini adalah awal untuk pencegahan narkoba. Ini adalah awal yang sifatnya koordinatif untuk memerangi narkoba di Jawa Timur," kata Amrin Remico, Ketua BNNP Jawa Timur, saat memberikan sambutan dihadapan 30 peserta perwakilan PWNU Jatim.

Amir Remico berharap kepada ormas Islam terbesar di Indonesia ini, terus berkomitmen bersama BNNP Jatim menyuarakan bebas narkoba, mencegah lebih baik dari pada mengobati. "Kegiatan ini diharapkan bisa menyentuh pesantren dan bisa masuk pada materi khutbah Jumat," pintanya.

Ribath Nurul Hidayah

PWNU Jatim bertekad memerangi penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. "Dari kita untuk keselamatan generasi bangsa," kata KH Hasan Mutawakkil Alalllah, Ketua PWNU Jatim.

Kiai Mutawakkil juga menegaskan bahwa narkoba tidak kalah bahayanya dengan teroris dan radikal. Narkoba ini musuh bersama semua elemen bangsa termasuk NU. "Semua agama mengharamkan penggunaan narkoba, apalagi sekarang narkoba sudah masuk pada generasi muda," tegasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Hal serupa juga disampaikan atas nama NU Jawa Timur, akan terus mensosialisasikan pencegahan narkoba di pesantren, madrasah dan sekolah di lingkungan NU. "Hasil kegiatan ini terus kita kawal hingga nantinya akan melahirkan MoU, pembuatan buku saku (pedoman) kepada santri dan masyarakat umum di tahun depan," pungkasnya. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Warta, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 18 Oktober 2017

Islam, Benny Moerdani dan Politik Militer Soeharto

Bagaimana Islam dipahami oleh pemerintahan Soeharto, yang disokong kekuatan penuh militer? Serta, bagaimana militer melihat Islam sebagai kekuatan di tengah keragaman bangsa Indonesia? Buku ini, Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto (Mizan, 2016), yang ditulis wartawan senior dan diplomat, Salim Haji Said, berhasil memberikan perspektif baru tentang bagaimana militer dan pemerintahan Orde Baru memandang Islam.

Dalam buku ini, Salim Haji Said berusaha mengkonstruksi tiang utama pemerintahan otoriter Orde Baru, yang dikuatkan oleh barisan militer. Komando militer, menjadi andalan utama Soeharto dengan Benny Moerdani sebagai orang kepercayaannya. Melalui serangkaian wawancara, pengamatan dan penggalian arsip, Salim Said menggali latar belakang di balik strategi politik Benny Moerdani yang mendulang kebencian di kalangan umat muslim. Bagaimana kebijakan Benny terhadap kaum muslim Indonesia? "Setelah mempelajari latar belakang perwira-perwira itu, saya berkesimpulan, bahwa yang dicurigai Benny dan perwira-perwira di sekitarnya, serta pengikutnya adalah mereka yang ditengarai ? menonjol keislamannya, misalnya dengan mengirimkan anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian" (hal. 98).

Dalam catatan Salim Said, kelompok perwira militer yang berlatar belakang militer akan mendapatkan diskriminasi dalam karir dan pendidikan. Mayor Jenderal TNI Edi Budianto, dalam kisah yang ditulis Salim Said, pernah dianggap sebagai fundamentalis. Mengapa demikian? Benny Moerdani menganggap Edi Budianto sebagai fundamentalis, hanya karena menyekolahkan anak gadisnya ke pesantren kilat semasa libur.

Islam, Benny Moerdani dan Politik Militer Soeharto (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam, Benny Moerdani dan Politik Militer Soeharto (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam, Benny Moerdani dan Politik Militer Soeharto

Benny juga punya metode untuk memilah dan menggariskan cara berpikir anak buahnya. Dalam tes bagi perwira untuk pendidikan militer lanjutan, dicantumkan pertanyaan tentang apakah perwira yang beragama Islam bersedia menerima pemuda non-Muslim sebagai suami bagi anak gadisnya? Jika jawaban yang diberikan adalah perlu iman yang sama, maka perwira tersebut bisa dipastikan akan mendapat nasib yang buruk (hal. 99).

Soeharto sebagai Raja

Dalam buku ini, pembaca bisa melihat bagaimaan sisi-sisi lain dari hubungan militer, Soeharto dan kelompok muslim terjadi. Meski Soeharto memandang Islam sebagai kekuatan utama, tapi dia berusaha menjaga kekuasaan dengan mengokohkan barisan militer. Para tokoh muslim hanya menjadi alat kekuasaanya, terutama ketika munculnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai lembaga yang didukung oleh Soeharto. Buku ini, juga merekam bagaimana Soeharto secara licin menggunakan strategi politik adu-domba terhadap orang-orang di sekelilingnya. Untuk apa? Tidak lain, adalah untuk mempertahankan kekuasaan. ?

Ribath Nurul Hidayah

Benny Moerdani sosok kontroversial dalam sejarah militer di negeri ini. Di panggung politik, Benny Moerdani memerankan body guard yang mengamankan lapis internal kekuasaan Soeharto. Benny juga mengawasi gerak-gerik keluarga Soeharto, untuk memastikan mereka aman. Dalam hubungannya dengan Islam, Benny sering dianggap sebagai musuh politik kaum muslim. Terlebih, insiden Tanjung Priok menjadi puncak kebencian mayoritas kaum muslim terhadap Benny.

Akan tetapi, kisah menarik diperankan Benny dengan Gus Dur. Kisah persahabatan dua tokoh ini, diliputi misteri: antara persahabatan dan permusuhan, antara percaya dan curiga. Ketika Benny dikritik dan dihujam kebencian kaum muslim, Gus Dur mengajak Benny untuk keliling pesantren, sowan ke beberapa kiai sepuh, dan mengenalkan dunia santri kepada Jenderal Benny. Padahal, beberapa tahun silam, ketika Soeharto mengintervensi kaum santri, hingga pada pemilihan Ketua Umum PBNU, Benny lah yang menjadi komandan lapangan untuk melakukan operasi melemahkan NU dan pesantren, khususnya pada Muktamar 1987 di Asembagus, Situbondo.

Namun, Gus Dur memaafkan Benny dengan mengajaknya bersafari ke pesantren-pesantren, ketika posisi Sang Jenderal sedang terjepit. Mengenai Benny, Gus Dur menulis: "Sebagian teman menyatakan kepada penulis, bahwa Benny Moerdani adalah musuh Islam yang sesungguhnya, tapi penulis berkesimpulan itu sebagai sesuatu yang salah. Justru, Pak Benny adalah orang yang melaksanakan pola hubungan negara dan agama seharusnya. Di antaranya, dia memegang pendiriannya bahwa harus ada perbedaan tegas antara mana yang menjadi tanggungjawab negara dan mana milik negara itu sendiri" ungkap Gus Dur, dalam buku LB Moerdani: Langkah dan Perjuangan (2005).

Ribath Nurul Hidayah

Buku karya Salim Haji Said ini, melengkapi beberapa karyanya terdahulu: Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian (Mizan, 2013), dan Gestapu 65: PKI, Aidit, Soekarno dan Soeharto (Mizan, 2015). Ulasan Salim Haji Said memiliki perspektif yang segar, karena sebagai peneliti, wartawan dan diplomat, ia mampu menjangkau beberapa narasumber kunci yang selama ini menjadi saksi sejarah dalam tubuh militer Indonesia.***

Info Buku:

Penulis : Salim Haji Said

Judul : Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Orde Baru

Penerbit? ? ? ? : Mizan, Agustus 2016

ISBN : 978-979-433-952-7 ?

Peresensi ? ? ? ? : Munawir Aziz,? Peneliti Islam dan Kebangsaan, bergiat di Gerakan Islam Cinta dan PPM Aswaja. ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News, Warta, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 02 September 2017

Buat Yang Belum Aqiqah

Lain aqiqah, lain aqiqahan. Aqiqahan ialah mengundang tetangga untuk membacakan ayat Al-Quran, zikir, atau maulid Barzanji yang kemudian memotong sedikit rambut bayi oleh sejumlah undangan secara bergantian saat mahallul qiyam. Yang punya hajat lalu meminta kiai setempat mendoakan si anak kelak menjadi orang punya manfaat dan kegunaan bagi masyarakat.

Sedangkan aqiqah secara harfiah sebutan bagi rambut di kepala bayi. Bayi orang atau binatang, sama saja. Kata ahli fiqih, aqiqah ialah hewan sembelihan yang dimasak gulai kemudian disedekahkan kepada orang fakir dan miskin. Dimasak gulai dengan harapan akhlak si orok kelak manis dan enak dipandang mata seperti masakan gulai.

Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buat Yang Belum Aqiqah

Hukum aqiqah sunah muakkad. Tetapi menjadi wajib kalau dinazarkan sebelumnya. Untuk bayi laki-laki, sempurna minimal dua ekor kambing. Sedangkan bayi perempuan, dipotongkan seekor kambing. Tetapi pada prinsipnya, seekor kambing cukup untuk mengaqiqahkan bayi laki-laki maupun perempuan. Sementara sempurnanya, seorang wali tidak dibatasi menyembelih berapa ekor kambing, unta, sapi atau kerbau. Artinya, silakan menyembelih berapa pun. Demikian kata Syekh Syarqowi dalam kitab Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab bi Syarhit Tahrir.

Sejumlah ulama mengatakan, aqiqah berfaedah memberikan mandat kepada si anak untuk memberikan syafa’at kelak kepada orang tuanya. Di lain pendapat, aqiqah bertujuan agar fisik dan akhlak si tumbuh dengan baik. Yang pasti, sedekah aqiqahan terlaksana.

Ribath Nurul Hidayah

Masa penyembelihan itu disunahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Hari pertama keluarnya si bayi masuk dalam hitungan. Kalau belum sempat di hari ketujuh karena beberapa uzur, boleh dilakukan pada hari keempat belas, dua puluh satu, dan kelipatan tujuh berikutnya.

Saat menyembelih yang disunahkan saat fajar menyingsing, dianjurkan membaca doa berikut,

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dana pembelian hewan aqiqah ditanggung oleh si wali dalam hal ini bapaknya. Yang jelas, pembelian hewan itu tidak menggunakan harta orang lain termasuk istrinya atau anaknya. Karena, aqiqah ini merupakan sedekah. Sedekah harus pakai uang sendiri, bukan orang lain. Juga jangan memaksakan diri hingga menghutang ke sana-ke sini.

Adapun aqiqah anak zina ditanggung oleh ibu dengan cara sembunyi agar tidak membuka aibnya. Ketentuan aqiqah bagi anak-anak yang sudah balig atau bahkan dewasa, diterangkan Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Andai si bayi wafat sebelum hari ketujuh, maka kesunahan aqiqah tidak gugur. Kesunahan aqiqah juga tidak luput karena tertunda hingga hari ketujuh berlalu. Kalau penyembelihan aqiqah ditunda hingga si anak balig, maka hukum kesunahannya gugur bagi si orang tua. Artinya mereka tidak lagi disunahkan mengaqiqahkan anaknya yang sudah balig karena tanggung jawab aqiqah orang tua sudah terputus karena kemandirian si anak. Sementara agama memberikan pilihan kepada seseorang yang sudah balig untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri atau tidak. Tetapi baiknya, ia mengaqiqahkan dirinya sendiri untuk menyusul sunah aqiqah yang luput di waktu kecilnya.”

Anak yang sudah balig dihukumkan mandiri. Singkat kata, mereka menanggung sendiri kebutuhan hidupnya, dosa dan pahala yang dilakukan, termasuk untung maupun rugi kalau berusaha. Wallahu A’lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta Ribath Nurul Hidayah