Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung usul amendemen kelima terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang disampaikan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Pernyatan tersebut dikemukakan Gus Dur di hadapan anggota DPD di Ruang GBHN di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (21/5) kemarin.

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi

Acara bertajuk Diskusi Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan Kelompok DPD di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu dipandu Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita didampingi para Wakil Ketua DPD, Irman Gusman dan Laode Ida serta Ketua Kelompok DPD di MPR Bambang Soeroso.

Gus Dur menyatakan, ia tidak berkeinginan mogok atau berhenti mendorong DPD menggolkan usulan amendemen kelima tersebut.

"Saya mendukung teman-teman DPD yang ingin mengadakan amendemen terhadap UUD. Saya juga tidak ingin mogok, berhenti. Ya nggak," kata Gus Dur.

Ribath Nurul Hidayah

Kendati MPR sejak tahun 1999 sampai tahun 2002 masih membahas amendemen UUD 1945, Gus Dur berpendapat perubahan konstitusi yang dilakukan kurang lama dirembug. Akibatnya, tidak semua kalangan rakyat Indonesia mengetahui bahwa UUD 1945 telah empat kali diamendemen. "Tidak semua (rakyat Indonesia) tahu. Bahasa menterengnya, sosialisasinya kurang," katanya.

Membandingkan UUD 1945 dengan UUD Amerika Serikat (AS), Gus Dur menyatakan sejak Thomas Jefferson yang Deklarator Kemerdekaan (1776) serta bapak pendiri AS menjabat sebagai Presiden AS yang ketiga (tahun 1801 hingga tahun 1809), perdebatan mengenai perubahan konstitusi hanya dibatasi pada dua pandangan, yakni hak-hak individu dan hak-hak negara bagian. Dari masa itu hingga kini, perdebatan mengenai amendemen UUD hanya dibatasi pada dua pandangan saja.

Melalui perbandingan tersebut, UUD 1945 yang telah diamendemen empat kali bagus sekali. Meski demikian, amendemen kelima UUD 1945 tetap dipersilakan digagas DPD jika membuat UUD 1945 semakin lebih bagus lagi. "Kalaupun toh di-amendemen (kembali) nanti, silakan. Tentu sesuatu yang lebih baik akan kita terima," kata Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) itu. (ant/rif)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 12 Februari 2018

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Puluhan Gusdurian Jakarta menonton bareng film “Cahaya dari Timur” di aula Wahid Institute, Matraman, Jakarta, pada Sabtu sore (9/8). Kemudian dibedah bersama produsernya Glen Frdly, Seknas Gusdurian Alissa Wahid dan sastrawan Agus Noor. ?

Ditemui selepas acara, Alissa Wahid mengatakan, film tersebut mengandung pesan-pesan kuat yang selama hidup diperjuangkan Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur

“Sejak awal pembuatnya, sutradara Angga Dwimas Sasongko adalah pengagum Gus Dur. Bahkan saya dan Angga punya banyak rencana dalam dokumenter dari sisi berbeda tentang Gus Dur,” kata Alissa.

Ribath Nurul Hidayah

Putri sulung Gus Dur ini menceritakan, film ini belum selesai dibuat saja, Angga mengingingakan untuk diputar di teman-teman Gusdurian. “Begitu premier, Glen ketemu saya. ‘Mbak film ini harus diputar di Gusdurian. Terus kita daftar untuk diputar di Gusdurian,” katanya menjelaskan.

Ribath Nurul Hidayah

Mengutip Glen, Alissa mengatakan, film ini turun dari bioskop, kemudian ditonton untuk acara formal semisal Hari Anak Nasional. Tapi untuk komunitas, diputar pertama kali di Gusdurian ini. “Karena ikatannya banyak, ikatan ideologi, nilai-nilai dan inspirasi dari Gus Dur. Film ini senapas dengan apa yang diajarkan Gus Dur,” tambahnya. ?

Film Cahaya dari Timur diluncurkan 19 Juni 2014 dengan penulis naskah Swastika Nohara Irfan Ramli. Film ini bercerita tentang perjuangan anak-anak Maluku berusia 15 tahun yang ingin mengikuti kompetisi sepak bola di ibu kota.

Anak-anak Maluku tersebut dilatih sepakbola oleh Sani Tawainela, mantan pemain Tim Nasional U-15 Indonesia di Piala Pelajar Asia tahun 1996. Ia gagal menjadi pemain profesional karena mengalami guncangan besar ketika menyaksikan tertembaknya seorang anak dalam sebuah kontak senjata di Ambon.

Ia kembali ke Tulehu, desa kelahirannya, dan menyambung hidup sebagai tukang ojek. Ia prihatin menyaksikan keterlibatan anak-anak dalam konflik agama di Maluku. Ia kemudian mengalihkan perhatian mereka dengan sepak bola. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Pahlawan, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 01 Februari 2018

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Curah hujan tinggi dalam waktu dekat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta untuk bersiap siaga. Sebagai langkah awal penanganan bencana LPBI NU DKI Jakarta menggelar pelatihan penangangan bencana di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (21/1).

Pelatihan dibuka oleh H Jafar Abdul Malik dari Biro Pembinaan Mental Sekretariat Daerah DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan LPBI NU DKI Jakarta karena Jakarta sangat rentan utamanya bencana kebakaran dan banjir.

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Pelatihan Penanganan Kedaruratan Bencana

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PP LPBI NU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dan Ready Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Adi Seto Purno dari BPBD DKI Jakarta menyampaikan materi Kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam Kedaruratan Bencana. Menurutnya, BPBD juga akan terus melibatkan LPBI NU DKI Jakarta dalam penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, dan akan dilaksanakan secara bersama di tingkat komunitas.

Ujang Dede Lasamana dari Ready Indonesia menyampaikan materi tentang pertolongan pertama pada gawat darurat. Sedangkan, Yulistianto dari PP LPBI NU menyampaikan peran NU dalam penanganan gawat darurat.

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, LPBI NU DKI Jakarta telah melaksanakan beberapa kali pelatihan, penanganan darurat bencana sebagai cikal bakal atau embrio adanya relawan NU terkait penanganan bencana di Jakarta.

Ribath Nurul Hidayah

“Penanganan darurat bencana akan dilanjutkan pada fase manajemen kedaruratan dan praktiknya.”

Di akhir acara, panitia kegiatan Dedi Cahyadi mengatakan, pelatihan penanganan darurat bencana ini merupakan roh dalam penanganan bencana. Sebanyak 40 peserta dari lima kotamadya diharapkan dapat mengimplementasikan ilmunya di tingkat komunitas. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, PonPes, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Januari 2018

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Bondowoso, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso mengadakan lomba menghias nasi tumpeng di Musholla PCNU Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (30/4). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Ketua Fatayat NU Bondowoso, Nurdiana Khalifah menjelaskan, selain untuk merayakan harlah Fatayat, lomba tersebut juga sekaligus untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu.

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Nurdiana berharap kegiatan ini memberikan energi positif kepada seluruh kader Fatayat dari segala tingkatan, baik di ranting, anak cabang, maupun cabang. "Pulang ke rumah dengan semangat baru, (menjadi) ibu baik, produktif, dan berwawasan luas," katanya.

Ia mendorong seluruh perempuan Indonesia semakin kratif dan dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Dengan demikian akan lahir generasi perempuan yang cerdas, sehat, dan mandiri.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Lomba menghias nasi tumpeng berlanjut dengan berbagi pengalaman pengurus PC Fatayat NU, Heni dan Anisatul Hamidah, tentang hasil keikutsertaan mereka dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon, Jawa Barat.

Agenda tersebut diikuti jajaran Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 10 Januari 2018

Menag Mesir: Muslim yang Tewas saat Jaga Gereja itu Mati Syahid

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Menteri Agama Mesir DR Muhammad Mukhtar Jum‘ah menyampaikan bahwa seorang Muslim yang tewas ketika menjaga gereja mendapat derajat syahid di sisi Allah. Menurutnya, partisipasi umat Islam dalam pengamanan peribadatan umat Kristiani tidak berbeda dengan pengamanan peribadatan dalam agama Islam itu sendiri.

Demikian disampaikan Menteri Wakaf dan Urusan Agama Mesir DR Muhammad Mukhtar Jum‘ah dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Abbasi, Port Said, Mesir, Jumat (22/12) siang.

Menag Mesir: Muslim yang Tewas saat Jaga Gereja itu Mati Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Mesir: Muslim yang Tewas saat Jaga Gereja itu Mati Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Mesir: Muslim yang Tewas saat Jaga Gereja itu Mati Syahid

“Orang yang tewas ketika menjaga gereja maka ia terkategori syahid di jalan Allah,” kata Mukhtar Jum‘ah dalam khutbahnya seperti dirilis al-yaumus sabi‘ dengan link youm7.com pada 22 Desember 2017.

Ia mengingatkan jamaah Jumat bahwa kini umat manusia tengah berada di gerbang tahun baru Masehi. Ia menganjurkan jamaah masjid tersebut dan umat Islam pada umumnya untuk bahu-membahu menjaga keamanan gereja sebagaimana umat Islam menjaga masjid.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, partisipasi pengamanan gereja juga sangat sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan. Dan ini, menurutnya, berdasar pada pemahaman yang sahih atas nilai-nilai Islam.

Ribath Nurul Hidayah

“Pemahaman yang benar atas ajaran agama yang menjadi prioritas utama kita saat ini adalah mencegah mereka yang tidak memiliki kualifikasi dan kapasitas ilmu agama yang memadai untuk mencederai nama baik Islam dan agama yang benar,” kata Mukhtar Jum‘ah.

Dalam khutbah Jumat akhir tahun ini, ia juga mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah dengan kutipan definisi muhasabah dari Imam Al-Mawardi. Ia mengajak jamaah untuk memeriksa perilaku keseharian masing-masing sesuai pertimbangan baik dan buruk menurut syariat Islam.

Menurutnya, mereka yang melakukan perbuatan terpuji patut bersyukur dan memuji Allah. Tetapi mereka yang melakukan perbuatan tercela menurut agama harus bertobat kepada Allah dan berusaha tidak akan mengulangi perbuatan buruknya karena segala sesuatu akan dimintakan pertanggungjawabannya di hari Kiamat kelak. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 25 Desember 2017

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Pekalongan,? Ribath Nurul Hidayah. Setelah menelusuri situs dan sejumlah laku Islam Nusantara di Purwakarta dan Cirebon, Tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta tiba di Pekalongan, Senin (23/1) malam. Mereka diterima langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya di kediamannya.

Bersama warga lain yang sedang sowan ke Habib Luhtfi, rombongan Tim Anjangsana yang terdiri dari para akademisi Islam Nusantara tersebut secara teratur mencium tangan Habib Luthfi. Senyum tokoh Tarekat dunia itu mengembang, tak terlihat lelah sedikit pun di wajahnya meskipun malam makin larut.

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Obrolan dibuka oleh Dr Zastrouw Ngatawi. Rombongan yang terdiri dari 17 orang ini nampak khusyuk mendengarkan nasihat dan wejangan Habib Luhtfi. Malam makin larut, tetapi tamu yang berkunjung tidak berkurang. Sesekali obrolan Tim Anjangsana diselingi sejumlah tamu yang membawa air untuk didoakan oleh Habib Luhtfi.

Kepada Tim Anjangsana, Habib Luthfi memberikan beberapa keterangan terkait sanad keilmuan dan sejarah Islam di Nusantara yang selama ini berkembang dan menjadi kajian serius di Pascasarjana STAINU Jakarta.

Menurut Habib Luthfi, sejarah bangsa sendiri mempunyai peran penting dalam membangun dan memperkuat nasionalisme. Kelemahan bangsa Indonesia, mereka kurang memahami dan mempelajari sejarahnya sendiri secara tuntas.

Ribath Nurul Hidayah

“Solusi dari berbagai persoalan bangsa selama ini akan nampak luas jika memahami sejarah sehingga setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Habib Luthfi sambil sesekali menyeruput tehnya.

Ulama yang dekat dengan semua kalangan ini menegaskan bahwa Islam Nusantara penting dipahami untuk membangkitkan nasionalisme.?

Ribath Nurul Hidayah

“Jadi bukan nasionalisme untuk agama, tetapi agama untuk nasionalisme,” jelas Habib Luthfi.

Dia memberikan arahan kepada Tim Anjangsana untuk ziarah ke makam Habib Hasyim di sekitar Komplek Makam Sapuro Pekalongan. Karena Habib Hasyim merupakan salah satu ulama yang memberikan petunjuk kepada KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU) selain Mbah Cholil Bangkalan.

Habib Luthfi juga memberikan ijazah shalawat ukhuwah kepada rombongan. Ijazah shalawat ini untuk menyatukan hati pemimpin dan umatnya serta pemerintah dan rakyatnya. Ijazah ini juga untuk menolak berbagai kemungkinan jahat di antara mereka sehingga bangsa dan negara akan tetap kuat dalam satu-kesatuan.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Makam, Pahlawan, Santri Ribath Nurul Hidayah

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

Banyumas, Ribath Nurul Hidayah - Orang pintar memiliki harga yang tinggi. Untuk meraih harga yang tinggi, seseorang harus rajin membaca. Suka membaca adalah syarat orang menjadi pintar.

Demikian diungkapkan oleh sastrawan Ahmad Tohari dalam acara Gerakan Budaya Baca Masyarakat Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Banyumas, di Kampus IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (7/5).

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

"Menteri luar negeri pertama Indonesia, Agus Salim. Dia bukan dari kalangan sekolah tinggi, tapi menguasai tujuh bahasa, belajar secara otodidak," kata pria asal Jatilawang, Kabupaten Banyumas ini.

Ahmad Tohari mengajak masyarakat untuk gemar membaca agar berpengetahuan luas. Sebab kurangnya pengetahuan, menurutnya, merupakan salah satu faktor orang kecil harganya.

Ribath Nurul Hidayah

"Kalau kurang membaca, meski dia sarjana, pasti jadi sarjana yang pas-pasan, harganya umum atau rata-rata," lanjutnya.

Selain itu, Ahmad Tohari juga menyoroti orang yang berpenghasilan pas-pasan tapi maniak rokok. "Seandainya uangnya buat membeli buku, itu investasi pengetahuan, memodali ilmu pengetahuan," tadasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Tohari juga berpesan kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi informasi yang telah maju sebagi alat untuk melakukan pengembangan diri. Sedangkan bagi orang tua diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bacaan anak-anak mulai sejak dini. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 23 Desember 2017

Upaya Perkuat Karakter Siswa Madrasah dengan Pembiasaan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

Di madrasah, pendidikan yang diterapkan juga menuntut untuk dimaksimalkannya kemampuan kognitif. ? Dengan demikian ada hal lain dari anak atau siswa, yang tak kalah penting, yaitu memberikan pendidikan karakter. Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif.?

Upaya Perkuat Karakter Siswa Madrasah dengan Pembiasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Perkuat Karakter Siswa Madrasah dengan Pembiasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Perkuat Karakter Siswa Madrasah dengan Pembiasaan

Pendidikan karakter juga menjadi dasar dalam pembentukan kualitas bangsa. Karakter bangsa Indonesia yang perlu dipelihara terkait dengan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan menghormati.

Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan tercapai. Metode pembelajaran yang sesuai adalah keteladanan, ? pembiasaan, pujian, dan hukuman.?

Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan kompetensi.?

Dari penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag (2016), di MTsN Bukit Raya ditemukan pembiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan karakter melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas.?

Ribath Nurul Hidayah

Penguatan lainnya, berupa pengembangan tradisi Melayu, dilakukan dengan diwajibkannya siswa pada hari Jumat untuk memakai pakaian Melayu yang juga sangat dekat jiwa islami. Siswa juga dibiasakan untuk bertindak sesuai dengan karakter budaya Melayu yaitu sopan, ramah, dan sangat memuliakan tamu.

Ribath Nurul Hidayah

Di samping itu, budaya di MTsN Bukit Raya yang turut membantu penguatan nilai-nilai pendidikan agama adalah budaya salam ketika siswa sampai di madrasah, pemutaran musik islami setiap pagi sebelum masuk kelas, berbaris sebelum masuk kelas, berdoa ketika akan memulai belajar, kepedulian lingkungan dengan kebersihan dan penghijauan, pelaksaan shalat duhur berjamaah, membaca zikir dan doa selesai shalat berjamaah, membaca Yasin dan doa setiap Jumat pagi, saling menghargai karya dan prestasi ? sesama guru, pemberian penghargaan bagi siswa dan guru yang berprestasi, bermusyawarah dalam membuat keputusan, keterbukaan dalam penggunaan anggaran.

Bentuk penguatan lainnya yang sekaligus dapat menjadi tempat syiar Islam, MTsN Bukit Raya juga melaksanakan ibadah kurban, pengumpulan dan pembagian zakat, pawai dan peringatan hari besar Islam, shalat Dhuha, shalat Jumat. Ditambah dengan lomba seni baca Quran, shalawat, tahfiz Quran, zikir, doa, dan asmaul husna.

Gerakan penghijaun yang dilakukan sejak lima tahun ini, sudah dirasakan manfaatnya. Suasana MTsN Bukit Raya terlihat rindang, indah dipandang mata dan terasa sejuk udaranya. Penghijauan ini didukung oleh orangtua siswa, dengan menyumbang tanaman untuk ditanam di lingkungan madrasah. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Makam, Nahdlatul, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 22 Desember 2017

Inilah Lima Cara Muliakan Orang Tua yang Telah Wafat

Bantul, Ribath Nurul Hidayah. Peringatan haul merupakan bukti penghormatan anak kepada kedua orang tua yang telah meninggal dunia. Demikian penegasan KH Asyhari Abta, rais syuriyah PWNU Yogyakarta saat pengajian umum dalam rangka haul KH Muhammad Machin ke-16 di Ngoto Jalan Imogiri Barat Km 6, Bangunharjo Sewon Bantul, baru-baru ini.

Ia mengisahkan, ada seorang sahabat yang mendatangi Nabi SAW. Sahabat tadi bertanya bagaimana caranya berbakti kepada orang tua yang telah meninggal? “Rasulullah menjawab ada dengan 5 cara,” kata KH Asyhari Abta. Pertama, mendoakan kedua orang. Sayangnya, menurut KH Asyhari, ada kalangan yang mengatakan tidak boleh. “Padahal sangat dianjurkan sekali,” tegasnya.

Inilah Lima Cara Muliakan Orang Tua yang Telah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Cara Muliakan Orang Tua yang Telah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Cara Muliakan Orang Tua yang Telah Wafat

Ketika melewati kuburan misalnya, umat Islam disunnahkan untuk mendoakan mereka yang telah dimakamkan. “Sebenarnya para ahli kubur juga menjawab, hanya kita tak mendengarnya,” tukasnya lagi. KH Asyhari menyebut, seandainya mendengar juga pasti lari ketakutan. Santri KH Ali Maksum ini juga mengilustrasikan kehidupan dunia dengan alam barzah ibarat tayangan televisi.?

Ribath Nurul Hidayah

“Kita dapat menonton gerak-gerik Pak Jokowi, sedang Pak Jokowi tidak tahu kalau kita melihatnya,” terangnya lagi. Begitu pula yang terjadi saat ini. “Kita sebenarnya yang justru sedang ditonton oleh mereka yang telah sumare,” imbuh KH Asyhari.

Ribath Nurul Hidayah

Cara yang kedua, mintakan ampunan. “Mintakan ampunan untuk kedua orang tua kita yang telah meninggal,” kata KH Asyhari. Ketiga, melestarikan kebaikan kedua orang tua. “Dulu kalau bapak kita senang sowan kiai, maka sekarang kita juga harus senang sowan kiai,” paparnya. Keempat, yang dapat dilakukan anak sebagai bukti berbakti adalah melestarikan silaturahmi kekerabatan. Dan terakhir, kelima, muliakan teman kedua orang tua.?

“Jika silaturahmi tetap terjaga, maka insyaallah kita dijamin rahmat Allah SWT,” pungkas KH Asyhari Abta. (abu naja/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Kajian, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 20 Desember 2017

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS

Istanbul, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan rangkaian kegiatan di kota Istanbul Turki dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke 91 Nahdlatul Ulama, Rabu (2/2). Dalam peringatan harlah NU kali ini, Istanbul menjadi pilihan warga Nahdliyin Turki sebagai tempat refleksi kesyukuran hari lahir NU.

Kumpul bersama mendengar taushiyah, membaca tahlil dan berdoa untuk bangsa yang dipimpin langsung? oleh Rais Syuriah PCINU Turki Ustadz Amirullah Asyari mengawali kegiatan bertajuk? ‘Menjaga Tradisi dan Berdoa untuk Negeri demi Keutuhan NKRI’ ini. Nahdliyin dari beberapa kota hadir seperti Ustadz Ridho Assidqi dari Kota Ankara.

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS

Karena bangsa kita sedang goyang ketua LDNU Turki Deo Adinda Pramadhan dalam sambutannya meminta agar Nahliyin di Turki sepulangnya ke Indonesia untuk bersikap dengan mengambil contoh dari Rumi, itu dikarenakan pesan-pesan Rumi tentang cinta dan perdamaian yang disampaikan dalam konteks konflik dan perpecahan golongan pada zamannya, sangat relavan dengan kondisi saat ini tambah Deo yang sedang menyelesaikan Studi Teologi Islam di Universitas ?nönü Turki.

Di samping itu, Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCINU Turki (2016-2018) yang turut serta menyemarakkan kegiatan ini melanjutkan kegiatan dengan melakukan napak tilas Ziarah ke Makam Nabi Yusya AS. Nabi Yusya AS yang seorang pengikut setia Nabi Musa AS mempunyai makam dengan panjang yang tak lazim, yakni 17 meter. Makamnya berada di area Beyköz , Istanbul bagian Asia, tepatnya di bukit Yusya yang menghada langsung ke selat bosporus.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam peringatan kali ini, Nahdliyin Turki diajak untuk terus merawat dan melestarikan warisan tradisi NU. Membaca tahlil dan doa bersama khas Nahdliyin melengkapi rangkaian kegiatan kesyukuran hari lahir NU ke 91. ‘’Kerinduan suasana tahlilan dan ziarah kubur di Indonesia terobati dengan acara seperti ini. Kami ingin merawat tradisi-tradisi NU meskipun jauh dari Tanah Air,’’ kata ketua panitia, Ahmad Zuhdi, melalui siaran pers. (Red: Abdullah Alawi)? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Cerita, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 19 Desember 2017

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014

Khartoum, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan hasil Konfercab XII PCINU Sudan yang lalu telah resmi dilantik oleh salah satu Mustasyar PCINU Sudan Dr Syekh Muhammad Al Fatih Ali Hasanain di Wisma NU Sudan.

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014

Para pengurus PCINU Sudan masa kidmat 2013-2014 yang dilantik Jum’at (3/5) kemarin merupakan hasil keputusan rapat tim formatur sebanyak tiga kali pertemuan. Dalam kepengurusan periode ini lebih didominasi oleh “generasi baru” yang dinilai mempunyai komitmen dan loyalitas terhadap PCINU Sudan.

Hadir dalam pelantikan tersebut beberapa tokoh dari organisasi masyarakat dan mahasiswa dari berbagai negara, serta perwakilan dari KBRI Sudan. Diantaranya, Ketua dan Sekretaris PPMI Sudan, Ketua dan Sekretaris Ikatan Keluarga Aceh (KMA), Ketua dan Sekretaris Persatuan Mahasiswa Malaysia dan Thailand.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua panitia, Budi Sutardi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya pelantikan. Sedangkan Rais Syuriah terpilih Auza’i Mahfudz Asirun dalam sambutannya menginstruksikan kepada para pengurus yang terpilih agar menjalankan tugas kepengurusan  dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam berkhidmah.

Selain itu, Syekh Fatih selaku mustasyar menyampaikan dalam tausiahnya: “Aksi secara berjama’ah itu lebih utama dari pada aksi secara individual sebagaimana sholat berjama’ah lebih utama 27 derajat dari pada sholat sendirian”. 

Ribath Nurul Hidayah

Ia mendorong kepada generasi muda NU untuk meneruskan risalah yang telah dikembangkan oleh organisasi para ulama nusantara ini sebagai warisatul anbiya’, pewaris para nabi. Beliau mengutip hadist Nabi Muhammad SAW: Sampaikanlah (ajaran) dariku walau satu ayat.

Acara ini disampaikan dalam tiga bahasa, bahasa Indonesia, Inggris dan Arab dengan tujuan agar para audien bisa mengikuti seluruh rangkaian acara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 17 Desember 2017

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Betul juga apa yang dikatakan kolumnis berjuluk pendekar pena, H. Mahbub Djunaidi (1933-1995), bahwa pemerintah tak ubahnya seperti nyonya rumah tangga, perlu nafkah. Barangsiapa yang punya anjing, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa punya perabot, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa kerja, mesti pula menyisihkan gajinya buat pemerintah. (Bisnis Kuburan, 1977).

Begitu juga ulah orang Belanda di Nusantara ini. Entah dari mana datangnya, kemudian mereka yang mengaku beradab itu merasa mempunyai hak untuk memerintah di negeri orang.  

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Namun, masak iya menyembelih hewan kurban saja harus ada pajaknya? Tak boleh dong. Mungkin begitu pikir NU pada masa penjajahan Belanda. Enak saja, mereka melancong dari Eropa sana, datang ke sini, lalu meminta pajak hewan kurban. Yang benar saja. 

Berikut pemberitahuan NU di majalah Berita Nahdlatoel Oelama:

Ribath Nurul Hidayah



Harap menjdjadi perhatian



Ribath Nurul Hidayah

Oentuk kepentingan cabang NU khususnya dan untuk umat Islam di Indonesia pada umumnya, yang berhubungan dengan penyembelihan chewan-chewan, yang akan digunakan untuk hari Idul Qurban maka kita turunkan di sini surat, yang telah kita terima dari Adviseur voor Inlandsche Zaken berkenaan dengan soal tersebut di atas.

Berikut surat balasan dari pemerintah Hindia Belanda yang mengabulkan upaya NU agar pemotongan hewan kurban di waktu itu tidak dikenakan pajak.Adviseur voor Inlandsche Zaken                          Batavia, 29 April ‘38

Nr. 590/E/7



Berhubung dengan permohonan bebasnja beja sembelih (slachtbelasting) jg oleh pemerintah telah didjawab dengan soeratnja tg. 18 Januari ’38 Nr 145/A, maka bersama ini saja perma’lumkan kepada Hoofdb. NO, bahwa dengan besluit pemerentah tg. 14 boelan April ini (Nr (Staatsblad 174) telah ditetapkan, bahwa oentoek menjembelih chewan goena qoerban pada hari Idil Qoerban, dibebaskan dari pembajaran (slachtbelasting) Oentoek dapat kebebasan beja itoe, lebih doeloe haroes diminta seboeah soerat keterang Bestuur itoe soerat keterangan bolehnja diberikan, kalau soedah terang bahwa itoe chewan akan disembelih boeat qoerban pada hari Idil Qoerban, dan dagingnja tidak akan diberikan kepada orang lain dengan pembajaran, dengan apa joega.



Soerat keterangan terseboet sebeloemnja chewan itoe disembelih, haroes dipasrahkan kepada seseorang, jg diwadjibkan oleh Bestuur berhadlir pada waktoenja menjembelih (memotong).Lain tidak ma’loem djoega adanja.





Salam dan hormat





(wg.) G F. Pyper

(Adviseur voor Inlandsche Zaken)  

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 09 Desember 2017

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Negeri Maghrib (matahari terbenam), ketika kita mendengar kalimat ini pastinya akan tertuju ke Afrika Utara, tepatnya Kerajaan Maroko. Yah Maroko..., sebuah negara Islam yang bermadzhab Maliki tulen di ujung barat dunia Islam. Agama Islam di negeri ini dikembangkan dengan menghargai tradisi lokal, seperti yang dilakukan oleh para dai atau Walisongo ketika menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Kini Maroko dikenal sebagai negara Arab yang gaul dengan nuansa Eropanya yang kuat, tetapi tak mau kehilangan akar tradisi Arab dan Islam. Kebebasan berpendapat dan tradisi berpikir sangat terbuka di negeri Ibnu Batutah ini. Pemerintah tidak memaksa rakyatnya untuk berpola pikir secara kaku atau seragam. 

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Barangkali salah satunya adalah karena faktor penguasa Maroko saat ini, Raja Muhammad VI, seorang lulusan Eropa yang berpikiran modern. Ia bertekad untuk memodernkan Maroko, namun tetap melandaskannya kepada ajaran Islam. Wajar, jika berbagai aliran Islam banyak berkembang di negeri ini. 

Ribath Nurul Hidayah

Maroko juga dijuluki dengan “Negeri Tiga Budaya”. Dikarenakan tercampurnya akulturasi tiga budaya yang kental, yaitu budaya Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Letak geografis Maroko yang berada di benua Afrika menjadikan Maroko berbudaya Afrika, Kebudayaan Arab Timur Tengah yang diadopsi di sini menjadikan Maroko bernuansa Negeri Timur Tengah dan letak Maroko yang berdekatan dengan Eropa, membuatnya sangat eksotis dengan nuansa Eropanya.

Dari sisi pariwisata, Maroko merupakan negeri eksotis yang kaya dengan obyek wisatanya, ada Gurun Sahara yang merupakan gurun terluas di Afrika, kemudian multaqol bahrain (pertemuan dua laut) antara laut Pasifik dan laut Mediterania, dimana tempat ini digambarkan dalam Firman Tuhan, Al-Qur’an Surat Al-Rahman ayat 19-20, ada juga kota bersejarah, Fez yang disebut kota budaya dan tentunya masih banyak yang lainnya. Maka tak heran, jika Maroko merupakan salah satu negara favorit wisatawan dunia yang sering mereka kunjungi.

Buku yang ditulis oleh kader-kader muda NU ini, mengungkap keeksotisan Maroko dari berbagai sisi; kebudayaan, religiusitas keagamaan, sejarah ulama, pariwisata dan peluang beasiswa yang diberikan kepada pelajar-pelajar dunia, termasuk Indonesia. 

Ribath Nurul Hidayah

Selain versi cetak, terdapat versi ebook yang  dapat didownload di: wayangforce.co.id, getthescoop.com dan qbaca.com

Judul Buku : Maroko Negeri Eksotis di Ujung Barat Dunia Islam

Penulis: Muannif Ridwan, Hafidzul Umam, Kusnadi El Ghezwa dkk.

Editor: Ardian Syam

Penerbit: Jentera Pustaka

Cetakan: I, Januari 2014

Tebal: 295 Halaman

ISBN: 978-602-14169-8-3

Peresensi: Muannif Ridwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hikmah, Fragmen, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 Desember 2017

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyatakan prihatin terhadap perusakan bangunan bersejarah Rumah Radio Bung Tomo yang ada di kawasan Surabaya tengah, tepatnya di Jalan Mawar Nomor 10 Kota Surabaya beberapa hari lalu.

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Protes Pembongkaran Situs Bersejarah Bung Tomo

"Kami prihatin atas perusakan salah satu situs bersejarah di Kota Surabaya yang terkait langsung dengan peristiwa besar nasional yakni perang 10 November 1945 (Hari Pahlawan) dan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 (Hari Santri)," kata Ketua PCNU Surabaya H A Muhibbin Zuhri, kepada Ribath Nurul Hidayah saat dihubungi via WhatsApp.

Pembongkaran rumah radio Bung Tomo dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai sejarah bangsa dan perampasan atas hak warga Surabaya untuk menjaga sejarah dan melestarikan budaya bangsa. PCNU Surabaya juga menilai, pembongkaran rumah radio Bung Tomo tersebut sama halnya tidak menghargai perjuangan Bung Tomo yang juga santri KH Hasyim Asyari (pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Soal isu terakhir yang dibahas, yakni pelestarian cagar budaya Surabaya, Muhibbin Zuhri mengatakan pihaknya termasuk orang yang berkepentingan langsung. "Kami menempati, mengurus dan mengelola salah satu bangunan cagar budaya kelas A, yakni kantor HBNO (Hoofdbestuur Nahdlatoel Ulama) di Bubutan VI/2," jelas dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Menurutnya, tempat itu merupakan situs penanda Hari Santri Nasional, tempat dilahirkannya Resolusi Jihad yang meresonansi ke peristiwa Surabaya Battle (Hari Pahlawan). Bangunan ini terhubung dalam kesatuan peristiwa historis dengan Pahlawan Nasional Bung Tomo dan bangunan rumah radio yang dibongkar tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

"Kami siap bersinergi bersama elemen dan komunitas masyarakat Kota Surabaya yang juga intens memperjuangkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa di Surabaya untuk bersama menggugat pembongkaran rumah bersejarah tempat Bung Tomo mengobarkan semangat warga Surabaya pada pertempuran 10 november 1945," pungkas Muhibbin.

Seperti diberitakan sejumlah media, bangunan bersejarah tersebut dibongkar sebuah perusahaan alat kecantikan, PT Jayanata. Setelah rata dengan tanah, di lokasi itu akan berdiri sebuah galeri kecantikan. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, PonPes, Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 03 Desember 2017

Lomba Sanitasi, Pesantren Assalam Wakili Pesantren se-Karesidenan

Grobogan, Ribath Nurul Hidayah. Kedisiplinan warga Pondok Pesantren Assalam Salafiyah Kradenan Grobogan, Jawa Tengah membuahkan hasil. Lembaga pendidikan ini terpilih mewakili pondok pesantren se-karesidenan untuk lomba sanitasi dari Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah.

Lomba Sanitasi, Pesantren Assalam Wakili Pesantren se-Karesidenan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Sanitasi, Pesantren Assalam Wakili Pesantren se-Karesidenan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Sanitasi, Pesantren Assalam Wakili Pesantren se-Karesidenan

Terpilihnya Assalam ini tidak luput dari partisipasi pengasuh dalam mewujudkan pesantren yang bersih dan nyaman.

“Meskipun di wilayah pedesaan, sedari awal pesantren ini terus mengampanyekan kebersihan dengan slogan BERASSSSS,” tutur pengasuh pesantren Assalam Salafiyah Grobogan KH Imam Sujoto, Senin (18/11).

Ribath Nurul Hidayah

BERASSSSS merupakan akronim dari bersih, rapi, semangat, santai, sehat, serasi dan selesai.

Pengasuh pesantren mengenakan denda bagi santri dan seluruh jajaran ustadz yang membuang sampah di sembarang tempat. Denda ditentukan sebesar lima ribu rupiah. Separuh untuk kas kebersihan pesantren dan sisanya untuk si pelapor pembuang sampah.

Ribath Nurul Hidayah

Bahkan pihak pengasuh menantang tim penilai bila melihat sampah berserakan akan memberikan denda. Denda dijatuhkan bukan hanya waktu penjurian, tetapi sampai kapan pun tantangan kepada tim penilai itu terus berlaku.

Piket harian pagi-sore terus dilakukan setiap hari. Sedangkan piket bersama dikerjakan pada hari Ahad. Kalau lingkungan bersih, belajar lebih nyaman dan menggairahkan, tegas KH Imam Sujoto.

Lomba sanitasi bertujuan memberi perhatian serius terhadap kebersihan pesantren. Selain itu, lomba ini menjadi upaya mengubah stigma yang beredar di masyarakat, ‘pesantren selalu identik dengan kondisi kumuh dan kotor’.

Melalui hasil dari lomba ini, pihak Kementrian Agama akan memberikan rekomendasi-rekomendasi penting guna progresifitas pesantren, utamanya di bidang kesehatan. (Hanif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Tegal, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Pengadilan Rusia Larang Peredaran Terjemahan Quran

Moskow, Ribath Nurul Hidayah. Satu tahun setelah larangan kontroversial buku koleksi hadist dan Sirah Nabawiyah, sebuah pengadilan Rusia memerintahkan penarikan terjemahan dan tafsir Qur’an, sebuah kebijakan yang menimbulkan kemarahan besar umat Islam Rusia.

Pengadilan Rusia Larang Peredaran Terjemahan Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengadilan Rusia Larang Peredaran Terjemahan Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengadilan Rusia Larang Peredaran Terjemahan Quran

Muslim Rusia sangat geram atas keputusan memalukan tersebut," kata Rushan Abbyasov, wakil kepada Majelis Mufti Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin kepada Reuters, Sabtu (21/9).

Jika aturan itu diundangkan, ulama tersebut memperingatkan “Akan terjadi kerusuhan…tidak hanya di Rusia, tetapi juga di dunia, ini menyangkut penghancuran Qur’an.”

Ribath Nurul Hidayah

Sebuah pengadilan di Novorossiysk, satu kota di selatan Rusia, memerintahkan, akhir Kamis lalu, sebuah terjemahan dan tafsir Qur’an yang banyak dibaca, karya Elmir Kuliyev.

Pengadilan tersebut mengatakan bahwa teks yang ada dalam Qur’an melanggar hukum dibawah UU anti-ekstrimisme Rusia, yang oleh para aktifis hak-hak asasi manusia dikatakan sebagai upaya penyalahgunaan pejabat lokal yang penuh prasangka oleh kelompok didominasi oleh gereja Rusia Ortodok.

Ribath Nurul Hidayah

Sejak UU anti-ekstrimisme Rusia diundangkan, dengan tujuan membatasi potensi ancaman militer, lebih dari 2.000 publikasi dimasukkan dalam daftar hitam yang dipublikasikan di website Kementerian Kehakiman.

Beberapa teks yang masuk dalam kategori seperti terjemahan diary menteri propaganda Nazi Joseph Goebbels dan buku karya Adolf "Mein Kampf", yang mendapat pujian dari kelompok HAM. 

Tetapi banyak kritik yang mengatakan terlalu banyak karya tidak berbahaya yang ditambahkan, yang mengancam hak-hak kaum minoritas.

Ketika pengadilan, dimana saja di Rusia memutuskan sebuah karya masuk kategori ekstremis, hal ini secara otomatis dimasukkan dalam daftar hitam nasional.

Dalam suratnya kepada Putin, Majelis tersebut menggambarkan potensi kekerasan seperti yang terjadi di Timur Tengah dan Afganistan karena tindakan pastor Amerika Terry Jones, yang mengancam akan membakar Qur’an pada11 September 2010.

“Penting untuk membahas bagaimana penghancuran kitab suci, yang telah diterima di Rusia sejak masa lalu.”

“Kami ingatkan kembali bagaimana pembakaran beberapa Qur’an oleh Pastor Amerika, yang tidak hanya menimbulkan protes di Rusia, tetapi juga di seluruh dunia sebagai bagian dari solidaritas atas kemarahan Muslim secara global,” tambahnya.

Penyalahgunaan

Para ahli menekankan bahwa lebih dari satu dekade, terjemahan oleh Kuliyev dihormati sebagai sebuah karya intelektual, satu dari empat terjemahan dalam bahasa Rusia.

“Ini merupakan satu langkah menuju pelarangan Qur’an," kata Akhmed Yarlikapov, seorang ahli Islam di Akademi Sains Rusia.

“Ini merupakan terjemahan yang sangat berkualitas,” tambahnya.

“Pelarangan terjemahan Kuliyev sama sekali tidak profesional, anda dapat dengan mudah melarang Injil karena juga terdapat ayat yang membicarakan pertumpahan darah."

Pengacara yang mewakili teks terjemahan mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan yang melarang terjemahan tersebut dan meminta buku yang beredar “dihancurkan”.

“Ini benar-benar kebodohan. Beberapa penuntut lokal mengirimkan materi ini pada sebuah pengadilan lokal, dan mereka bersama-sama memutuskan untuk melarang kitab suci ini,” kata pengacara Murat Musayev, yang memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan banding.

“Di satu sisi, terdapat kebebasan beragama di Rusia, tetapi disisi lain, terdapat pelarangan buku paling penting.”

 Para analis mengatakan, terdapat penyalahgunaan aturan dan prosedur yang kabur dalam UU tersebut yang memberi kekuasaan kepada pejabat lokal yang menimbulkan hasil keputusan yang cacat.

Sebelumnya, pada Juni 2012, 65 buku Islam sudah dilarang, yang oleh pengadilan dikategorikan sebagai literatur ekstremis.

Diantara yang dilarang adalah kitab Riyadhus Sholihin, Hadist 40 karya Imam Nawawi, Sirah Nabawiyah karya Ibn Hisham dan al-Mubarakfury, Benteng Muslim karya al-Qahtani, dan lainnya, termasuk karya Al Ghozali.

Daftar tersebut meliputi sejumlah buku dari para pengarang Turki seperti Said Nursi, Fethullah Gulen, Osman Nuri Topbash, Omer Chelika, Mustapha Ozturk, dan bahkan pengarang Muslim modern pasca Soviet seperti karya imam populer Moskow Imam Shamil Alyautdinov “Jalan Menuju Iman" dan terjemahan “Jalan Menuju Qur’an” karya Elmir Kuliev dari Azerbaijan.

“UU anti-ekstrimisme ini berjalan dengan mekanisme yang tidak dapat dihentikan, yang memungkinkan pengadilan di tingkat bawah melarang apa yang mereka sukai,” kata Geraldine Fagan, seorang ahli dan pengarang kebijakan keagamaan di Rusia.

“Ini adalah kasus yang sangat monumental yang dapat merubah segala sesuatunya dan memicu pembalikan kecenderungan umum. Ini akan mengejutkan saya,” katanya.

"Tampaknya tidak terdapat kemauan politik bagaimana mencegah hal tersebut terjadi, meskipun terdapat kritik yang sangat keras.”

Federasi Rusia merupakan tempat bagi 23 juta umat Islam di wilayah utara Kaukasus dan di wilayah selatan seperti di Chechnya, Ingushetia dan Dagestan.

Islam di Rusia merupakan agama terbesar kedua, yang mewakili 15 persen dari 145 juta penduduk yang didominasi oleh pemeluk Kristen Ortodoks. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 02 Desember 2017

Kisah TNI Pengabdi Pergi Umrah Gratis

Grobogan, Ribath Nurul Hidayah. Rabu (12/3), Ribath Nurul Hidayah telah menelisik kegiatan belajar mengajar yang dilakukan anggota TNI AD  yang bernama Rohmi Abdul Halim di Madrasah Diniyah Al-Hidayah Dusun Plumbungan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kali ini, Rohmi berbagi kisah setelah mengabdi di Madrasah Diniyah. Pada tahun 2013, Sersan Kepala ini mendapat surat  perintah dari Komandan Kodim 0717 Purwodadi. Isinya menyatakan ia beserta tiga rekannya diminta mengikuti tes seleksi umroh sebagai bentuk penghargaan Kepala Staf Angkatan Darat di Kantor Pembinaan Mental Kodam IV/ Dip.

Kisah TNI Pengabdi Pergi Umrah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah TNI Pengabdi Pergi Umrah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah TNI Pengabdi Pergi Umrah Gratis

Dalam hati, ia sangat berharap bisa menziarahi makam Rasulullah yang diidam-idamkan sebelumnya. “Tes seleksi tersebut terbilang ketat. Berbagai  macam materi diujikan, diantaranya baca tulis Al-Qur’an, tajwid, praktek mengurus jenazah, khotbah Jum’at, memimpin tahlil serta pidato,” terang TNI AD tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Saat seleksi, lanjut Rohmi, tim penguji bertanya kepada saya “Kok dalam hal membaca dan praktek, Anda terlihat santai dan tak tergesa-gesa? Apakah Anda pernah nyantri di pesantren?”

Rohmi menjawab “Ya, saya pernah nyantri di Pesantren Al-Anwar, asuhan KH Maimun Zubair,” terang tentara yang memiliki garis bengkok berwarna kuning di lengan bajunya tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Saat itu tim penguji, tambah Rohmi, menilai secara transparan di papan tulis yang berada di hadapan 150 anggota TNI yang mengikut seleksi. “Dari Jateng, tiga orang yang berhasil lulus seleksi, satu diantaranya adalah saya. Saat itu, tak terbendung lagi kegembiraan untuk pergi baitullah dan menziarahi makam Rasulullah,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, saat itu bisa lulus seleksi dengan nilai yang sangat memuaskan. Semua ini merupakan berkah dalam memperjuangkan agama dan negara, terlebih berkah doa dari para kiai dan guru-guruku di ponpes Al-Anwar,” tuturnya.

Istiqamah sebarkah ilmu

Selain mengajar di Madrasah Diniyah, anggota TNI ini sering diminta memberikan khotbah Jum’at secara bergilir dengan para kiai kampung di desa tempat ia tinggal. Selain itu, Sepulangnya dari tanah suci, ia diminta untuk selalu mengisi ceramah-ceramah di kantor kemiliteran pada hari-hari besar islam. Bukan hanya itu, setiap ada seleksi umroh, ia diminta untuk memberikan pembekalan mengenai materi terkait dengan ibadah umroh.

Di akhir perbincangan, ia berharap supaya apa yang ia lakukan benar-benar memberikan manfaat baik  bagi diri pribadi, agama dan negara. “Selain itu, saya berdoa supaya bisa istiqamah menjalani amanah ini,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sejarah, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 28 November 2017

Ansor Kencong Bentuk Banser Maritim

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka mengoptimalkan peran Banser sebagai benteng ulama dan negara, jajaran Satkorcab Banser Kencong membentuk Banser Maritim (Baritim).

Ansor Kencong Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kencong Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kencong Bentuk Banser Maritim

Pembentukan Banser Maritim yang dirangkai dengan pelatihan pengamanan laut tersebut dilaksanakan di Pantai Jeruk pulau Nusabarong, salah satu pulau yang berada di tengah-tengah samudra Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 anggota Banser Maritim tersebut dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Kencong, Miskad Widodo.

Perlu diketahui, dua pertiga dari wilayah GP Ansor Cabang Kencong memiliki garis pantai samudra Indonesia, jadi pembentukan Banser Maritim adalah sebuah keharusan.?

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PC GP Ansor Kencong ? Muhammad Yasin Yusuf Ghozali menegaskan acara ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Ansor kepada NKRI, ? siapapun yang ingin mengganggu negara maka Banser akan maju paling depan.?

Menurut Miskad, Kasatkorcab yang memang rumahnya berbatasan langsung dengan laut selatan ini, jauh sebelum Pimpinan Pusat membentuk Banser Maritim, di GP Ansor Kencong telah memiliki satuan khusus Banser Laut yang beranggotakan para nelayan di pesisir selatan pulau Jawa kabupaten Jember.

"Jadi, pembentukan Banser Maritim saat ini hanya perubahan nama saja dari Banser Laut menjadi Banser Maritim" kata Miskad.

Sementara itu, dalam laporannya sebagai ketua panitia pembentukan Banser Maritim, Ghufron Asruri, menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Banser Maritim saat ini bekerja sama dengan Pokmaswas ? laut di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan.

Ribath Nurul Hidayah

Salah seorang ketua Pokmaswas adalah kader Ansor yang lama malang melintang di kegiatan Banser laut, yaitu Masrukhin. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 November 2017

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Lebaran masih tiga bulan lagi, tapi bagi para perantau yang tinggal di Jakarta, perjuangan untuk mendapatkan tiket kereta api agar bisa pulang sudah harus dilakukan hari-hari ini. Jika tidak bisa-bisa momen indah bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman bisa batal.

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes

Tiket kereta api yang bisa dibeli tiga bulan sebelumnya menjadi banyak incaran calon pemudik. Ketepatan waktu dan harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama memilih moda transportasi ini. Untuk itu, calon pemudik harus rela begadang menunggu pukul 00.00 saat penjualan tiket kereta ke semua jurusan dimulai. Sayangnya, hanya dalam waktu tak lebih dari 10 menit, tiket-tiket tersebut sudah ludes.

Ribath Nurul Hidayah dalam tiga hari terakhir, 13, 14, dan 15 April yang mencoba ikut berburu tiket lebaran selalu gagal mendapatkan tiket impian. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 00.00 website PT KAI atau atau website milik mitra PT KAI yang melakukan penjualan online selalu gagal diakses karena terlalu banyak orang yang mencoba masuk dalam waktu yang bersamaan. Saat jam sudah menunjukkan pukul 00.10 website sudah mulai bisa diakses, tetapi sebagian besar tiket sudah ludes, tinggal tersisa beberapa tiket untuk kelas eksekutif yang harganya relatif mahal untuk kebanyakan orang.?

Ribath Nurul Hidayah

Begitu pula, mitra penjualan PT KAI seperti Indomart, Alfamart, dan Alfamidi yang beberapa malam terakhir ini selalu diantri calon pembeli tiket seringkali juga error pada jam-jam tersebut.?

Salah seorang calon pembeli tiket, Ahmad yang berburu tiket ke Yogyakarta mengeluh, pada Lebaran tahun lalu, Jakarta-Yogyakarta harus ditempuhnya dalam waktu dua hari. Karena itu, ia kapok naik bis dan berusaha mendapatkan tiket kereta. Untungnya, dua tiket yang diimpikannya berhasil dibeli buat di dan istrinya untuk keberangkatan tanggal 13 Juli 2015.

Ribath Nurul Hidayah

Di Alfamart jl Raden Saleh Jakarta Pusat yang buka 24 jam juga menjadi incaran calon pembeli tiket. Saat Ribath Nurul Hidayah berkunjung ke toko tersebut pada Rabu dini hari, 15 April, sudah terdapat sekitar 10 orang yang mengantri, tetapi mereka terpaksa bubar karena komputer di toko tersebut tidak dapat mengakses pusat data penjualan milik PT KAI. Hal yang sama juga terjadi di Alfamidi dan 7-Eleven di jl Kramat Raya, tak jauh dari gedung PBNU.?

Pelayanan kereta api di Indonesia belakangan ini mengalami perbaikan. Jika dulu orang harus berdesak-desakan saat naik kereta api. Kini penjualan tiket hanya dibatasi sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia. Semua rangkaian kereta juga sudah diberi pendingin udara. Para pedagang asongan juga dilarang masuk ke stasiun. Kondisi inilah yang membuat minat masyarakat naik kereta api meningkat pesat, bukan hanya pada musim lebaran.?

Bagi yang menginginkan mudik gratis, PBNU dalam beberapa tahun ini secara rutin menyediakan mudik gratis dengan menggunakan bis. Informasi lengkap umumnya disediakan pada awal Ramadhan. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 21 November 2017

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah

Keaktifan para pengurus dalam melaksanakan program kerja berupa kegiatan-kegiatan keorganisasian merupakan barometer bagus dan tidaknya sebuah organisasi. Hal ini sekaligus dapat menumbuhkan aura positif dalam sebuah organisasi.

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali didepan Pengurus MWC NU dan seluruh Ranting NU di Kecamatan Pringsewu, Jumat (18/3) saat menjelaskan tentang Kriteria yang dinilai pada Lomba MWC dan Ranting Sehat NU dalam rangka menyambut Harlah Ke-93 NU.

"Jika pengurusnya punya banyak gagasan atau ide dalam rangka menggairahkan atmosfir organisasi, maka organisasi tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan baik," Kata KH Hambali selaku Tim Pendamping Lomba tersebut untuk Kecamatan Pringsewu.

Ia menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi, kegiatan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para anggotanya. Selain sebagai sarana menghidupkan organisasi, berbagai macam kegiatan tersebut juga akan meningkatkan intensitas komunikasi sehingga keberlangsungan organisasi akan dapat terjaga dengan baik.

Ribath Nurul Hidayah

Oleh karenanya, Ia berharap Jamiyyah NU khususnya di Pringsewu sebagai organisasi Sosial Keagamaan, harus terus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang semuanya bermuara kepada kelanggengan Jamiyyah dan Jamaah.?

Pada kesempatan tersebut KH Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu ini juga mengingatkan bahwa tahun 2017 merupakan tahun politik khususnya di Kabupaten Pringsewu. Pada tahun tersebut Pringsewu akan menggelar hajat besar yaitu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu untuk memilih Pemimpin 5 tahun kedepan.

Ia mengingatkan bahwa NU bukan organisasi politik. Hal ini sesuai dengan Khittah NU yang tidak diperkenankan ikut berpolitik praktis. "NU bukan Parpol. Secara kelembagaan NU tidak boleh mencalonkan dan mendukung pasangan tertentu dalam Pilkada," tegasnya.

Namun menurutnya, NU Pringsewu tidak melarang apabila ada kader terbaik yang dimilikinya ikut andil dalam pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Pringsewu. "Apalagi kader tersebut diharapkan oleh warga NU untuk maju," ujarnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Doa Ribath Nurul Hidayah