Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Ribuan jamaah hadir dalam acara Haul Kiai Ahmad Siraj Umar ke-54 di  Jl Honggowongso RT 04/ RW 08 Panularan Solo, Sabtu (30/11) malam kemarin. Panggung utama acara itu menghadap ke barat, tepat di depan gang masuk Pondok Pesantren As Siraj. Sebagian jemaah duduk pada kursi di selatan dan utara panggung menghadap panggung.

Kiai Siraj Umar atau biasa dikenal dengan nama Mbah Siraj merupakan salah seorang ulama besar Solo, yang bahkan oleh banyak orang diyakini sebagai seorang waliyullah dengan beberapa karomah yang dimilikinya. Haul Mbah Siraj ini diperingati setiap 27 Muharram. Salah satu cucu Mbah Siraj, Nyai Hj Muhsinah binti Kiai Shoimuri, merupakan istri dari KH Cholil Bisri Rembang.

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Siraj Solo Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati

Dalam peringatan haul Mbah Siraj semalam, dibacakan manaqib tentang riwayat hidupnya. Salah satu cicit Mbah Siraj, Agus Taufik, menjelaskan kakek buyutnya dikenang dan didoakan karena jasanya menyebarkan agama Islam dengan cara humanis dan pluralis.

Ribath Nurul Hidayah

“KH Siraj tidak pernah membedakan agama atau suku saat bergaul. Beliau punya banyak kawan. Agenda malam ini untuk mempersatukan umat dan menjaga ajaran beliau tentang pluralisme yang mirip dengan ajaran Gusdur,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain di kompleks Pesantren As Siraj, peringatan haul Mbah Siraj juga diadakan oleh sejumlah jamaah di makam Mbah Siraj, di Kompleks Pemakaman Pracimoloyo Makamhaji Kartasura Sukoharjo. (Ajie Najmuddin.Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 14 Februari 2018

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Sistem dan konsep kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) masih perlu perbaikan. Fakta riil Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan organisasi pemuda justru banyak diisi kader berusia di atas 40-an.

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto hal itu menyebabkan kesenjangan antara kader tua dan yang muda. Dan banyak kader Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang enggan masuk ke NU.

Ia mengusulkan pada Kongres nanti ada pembahasan dan setrategi khusus dalam menyelesaikan kondisi demikian. Setidaknya dengan menghidupkan Pandu Ansor dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan kesenjangan kaderisasi tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

“Pandu Ansor dapat menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pandu Ansor juga termasuk salah satu organisasi kepanduan di Indonesia yang diakui, bahkan pernah menjadi kontingen dalam Jambore Pandu Dunia,” katanya kepada Ribath Nurul Hidayah, Senin pagi (23/11). ?

Menurut pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh kekuatan ideologisasi juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisasi yang peka zaman dan tertib. Kaderisasi adalah upaya regenerasi secara sempurna, organisai tanpa regenerasi akan mengalami stagnasi dan entropi (pembusukan).

Ribath Nurul Hidayah

“Maka harus ada upaya untuk membenahi permasalahan-permasalahan kaderisasi itu. Sistem kaderisasi di Ansor yang sudah ada sudah cukup baik, hanya perlu ada penekanan kembali pada kader muda yang baru hadir di Ansor, agar semangatnya tetap menggelora dan Ansor menjadi wadah yang menarik untuk diikuti dan beraktualisasi diri,” ungkapnya.

Sampai saat ini PC GP Ansor Jombang tengah merumuskan beberapa upaya untuk menghidupkan Pandu Ansor dengan intensif, mereka bertekad menyampaikan dan memperjuangkan buah hasil pikirannya mengingat organisasi kepanduan sangat dibutuhkan ke depan.

“Bahwa Pandu Ansor, juga merupakan gerakan yang sadar dan bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Upaya menghidupkan Pandu Ansor ini untuk mengembalikan kaderisasi Ansor pada jenjang-jenjang usia tertentu. Hal ini dirasa sangat efektif menjawab permasalahan kaderisasi di tubuh Ansor.

“Pandu Ansor merupakan sebutan bagi kader dan anggota GP Ansor, yang meliputi usia? 18-25 tahun. Pada kelompok kader atau anggota usia di atas 25 tahun dapat tersebar dalam struktural Ansor maupun Banser di semua tingkatan,” terangnya.

Sementara proses pendidikan kepanduan Ansor ini mulai dikenalkan di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat umum sebab Pandu Ansor adalah sistem kaderisasi untuk pemula yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat.

Terahir Gus Antok menegaskan bahwa Pandu Ansor adalah jawaban atas problematika anak-anak muda kita, mengembalikan pada jati diri keislaman dan keindonesiaan, agar tidak tergerus pengaruh arus idelogi liberal, Wahabi, komunisme dan ideologi yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Januari 2018

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Pagi itu, Senin (13/3), Sala belum jauh meninggalkan lapaknya. Pria 36 tahun asal Cianjur itu baru akan memulai aktivitasnya mengambil sampah di lingkungan perumahan di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Tiba-tiba Sala mendengar suara seperti ledakan tabung gas tak jauh dari lapak. Begitu melihat ke atas, Sala melihat asap hitam membumbung tinggi. Lapak-lapak yang sebagian besar terbuat dari kayu, ditambah lokasi yang memang menjadi tempat penampungan barang bekas, mempercepat luasnya area yang terbakar.

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Sala, Korban Kebakaran di Pondok Bambu Jaktim

Saat itu Sala dan seluruh warga yang menyadari terjadinya kebakaran, segera menyelamatkan diri. Teriakan-teriakan kepanikan terlontar dari mulut mereka. Tak sedikit orang yang menyuarakan takbir dan istighfar.

Ribath Nurul Hidayah

Sala berlari sampai kaki mereka tersandung-sandung. Mereka tidak lagi memikirkan harta benda apa pun, hanya pakaian yang menempel di tubuhlah, yang selamat dan masih mereka miliki.

Wilayah? RT 05 RW 07 di Jalan Kejaksaan, Pondok Bambu, Duren Sawit, memang menjadi sasaran si jago merah pagi itu. Walaupun Sala? dan beberapa warga lain mendengar suara ledakan tabung gas, tidak dipastikan penyebab awal terjadinya kebakaran. Ada yang mengatakan, penyebab kebakaran adalah karena korsleting listrik. Sejak lima tahun ini wilayah tersebut ditempati para pengepul barang bekas.

Ribath Nurul Hidayah

Sala telah empat tahun tinggal di lokasi tersebut. Ditemui Ribath Nurul Hidayah Selasa (14/3) siang di lokasi pengungsian, ia mengatakan ada sekitar 200 orang tinggal di pengungsian akibat kejadian.

“Terima kasih atas simpati dan kepeduliannya,” kata Sala degan mata berkaca-kaca kepada? Ketua Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Sedekah (JPZIS) Paguyuban Guru Mengaji (PGM) Kecamatan Matraman, H Zam Zam Kusumaatmaja.

JPZIS PGM Matraman yang berada di bawah binaan NU Care LAZISNU hari itu menyerahkan bantuan berupa makanan dan pakaian kepada warga terdampak kebakaran. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Muslimat NU Duren Sawit.

“Pemberian bantuan pada hari ini hanya bagian awal. Karena JPZIS PGM Matraman merencakan memberikan bantuan berikutnya,” ungkap karyawan Kemenag RI yang juga bergiat sebagai guru mengaji di lingkungannya.

Sala dan warga terdampak kebakaran memerlukan dukungan banyak pihak. Kepada Ribath Nurul Hidayah, Sala mengatakan saat ini bantuan makanan termasuk cukup, karena sudah dibangun dapur umum di lokasi pengungsian. Bantuan yang masih kurang adalah obat-obatan karena banyak warga yang mengalami pusing.? Selain itu, pakaian anak-anak juga masih dibutuhkan.

Bait, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang berada di lokasi pengungsian menyarankan pihak-pihak yang akan menyalurkan bantuan, sangat disarankan berkoordinasi lebih dulu dengan petugas di lapangan. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 13 Januari 2018

Jangan Jadikan Pemimpin Seperti Es Krim

Way Kanan, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Ahad (18/12), mengajak pemuda setempat tidak takut memberi kritik terhadap pemimpin atau pemerintah yang salah. Namun demikian, ia meminta ketika memberikan kritik jangan lupa pula memberikan solusi dan jangan jadikan pemimpin sebagaimana es krim.

Jangan Jadikan Pemimpin Seperti Es Krim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Pemimpin Seperti Es Krim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Pemimpin Seperti Es Krim

Berdiskusi dengan peserta kemah bhakti Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) setempat, penggiat Gusdurian Lampung tersebut, meminta peserta terdiri dari sejumlah pelajar dari SMA sederajat di daerah itu untuk menceritakan pengalaman masing-masing mengenai es krim. Sebagian peserta mengungkapkan masalah rasa, harga, proses dari cair menjadi beku hingga setelah selesai dinikmati.

"Setelah selesai pegangannya biasa di buang ketempat sampah. Saat jadi pemimpin dihormati, saat tidak lagi menjadi pemimpin tidak dipedulikan lagi," ujar Pina, peserta dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Ribath Nurul Hidayah

Mengapresiasi jawaban itu, Gatot meminta peserta memberi tepuk tangan. "Ada gambaran ya antara pemimpin dan es krim? Kalau salah beri kritik dan juga solusi. Jadilah individu yang baik, jadilah rakyat yang baik yang tidak gemar menjilat pemimpinnya," kata Gatot lagi.

Ribath Nurul Hidayah

Motivator Peta Potensi di De Most itu kemudian mengajak peserta kemah bhakti menjadi "pemberontak kreatif". Jika tidak setuju atau tidak suka, kata Gatot melanjutkan, jangan memukul.

"Tapi lawan dengan sesuatu yang positif. Saya mendampingi pelajar SMA selama dua tahun. Banyak yang pintar, tapi tidak percaya diri. Kenapa? Saya curiga karena dari kecil kita biasa menerima hal negatif disampaikan orang tua kita. Naik jendela sedikit ditakut-takuti jatuh. Hal itu akhirnya mengakar di alam bawah sadar, mau melakukan sesuatu takut, mau begini takut, mau begitu takut. Jadi hal yang negatif harus dilawan dengan positif dan kreatif," ujar Gatot lagi.

Ia meyakinkan peserta mampu melakukan hal tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan jawaban-jawaban peserta saat mengikuti materi kepemimpinan yang ia sampaikan.

"Siapa yang mengajari jawaban mengenai pemimpin dan es krim tadi? Tidak ada. Itu terjadi karena sahabat-sahabat mau berpikir. Saya hanya memancing dan meyakinkan bahwa sahabat-sahabat adalah orang-orang hebat," pungkasnya. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Januari 2018

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengadilan tertinggi Malaysia menolak gugatan atas pelarangan penggunaan kata "Allah" yang merujuk ke Tuhan bagi umat Kristen.

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Gugatan itu dilayangkan oleh Gereja Katolik yang selama ini paling keras bersuara mengenai larangan penggunaan kata "Allah". Demikian dilansir oleh situs BBC Indonesia.

Tetapi, Pengadilan Federal mengatakan pelarangan yang menguatkan putusan Pengadilan Rendah pada 2013 lalu merupakan keputusan yang benar.

Ribath Nurul Hidayah

Kasus mengenai penggunaan kata "Allah" bermula ketika Kementerian Dalam Negeri Malaysia melarang surat kabar Katolik berbahasa Melayu, The Herald, menggunakan kata "Allah" yang merujuk Tuhan pada 2007 silam.

Ribath Nurul Hidayah

Pada 2009, Pengadilan Tinggi memutuskan umat Kristen dan Katolik berhak menggunakan kata tersebut tatkala merujuk Tuhan.

Namun, pada 2013, Pengadilan Rendah mengubah putusan tersebut sehingga umat Kristen dan Katolik kembali tidak diperbolehkan menggunakan kata "Allah".

Kontroversi

Kasus yang kontroversial ini sempat memicu debat dan juga serangan terhadap masjid dan gereja.

Umat Kristen berpendapat mereka dapat menggunakan kata "Allah" dalam bahasa Melayu yang diambil dari bahasa Arab untuk menyebut Tuhan. Pelarangan justru melanggar hak mereka.

Namun, otoritas Malaysia mengatakan jika kata Allah digunakan oleh umat Kristen, umat muslim akan bingung dan menyebabkan sejumlah orang pindah menjadi pemeluk Kristen.

Umat muslim di Malaysia merupakan mayoritas, mencapai dua pertiga dari seluruh populasi negara tersebut. Meski demikian, komunitas Hindu dan Kristen cukup besar. (mukafi niam) 

foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pemurnian Aqidah, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Januari 2018

Makkah Cerah Setelah Diguyur Hujan, Lailatul Qadar?

Makkah, Ribath Nurul Hidayah. Jumat, 24 Ramadhan 1434 H Makkah diguyur hujan deras. Setelah shalat Jumat, panas yang begitu menyengat tiba-tiba di atas Kabah dan area Masjidil Haram dipayungi mega mendung.

Makkah Cerah Setelah Diguyur Hujan, Lailatul Qadar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Makkah Cerah Setelah Diguyur Hujan, Lailatul Qadar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Makkah Cerah Setelah Diguyur Hujan, Lailatul Qadar?

Beberapa menit kemudian debu bertaburan menyelimuti hawa panas Makkah. Pandangan mata hanya tembus 10 meteran karena hamburannya debu.

Subhanallah beberapa menit kemudian hujan turun deras sekali. Hujan barokah membasahi bumi Mekah, bumi yang terkenal cuacanya panas.

Ribath Nurul Hidayah

Para jamaah di Masjidil Haram riang gembira menyambut hujan. Ssirene -sirene polisi dibunyikan ikut menyampaikan kegembiraan turun hujan.

Hujan kemudian reda tapi mendung masih menyelimuti Makkah dan sekitarnya. Selang 30 menit Kabah dan sekitarnya diselimuti mendung gelap. Angin kencang bertubi tubi lagi, bersamaan hujan deras mengguyur lagi.

Sekitar satu jam lebih Kabah di guyur hujan lagi. Sirene dibunyikan lagi. Sementara di area pelataran Kabah jamaah berebut di bawah talang emas kabah air mengalir deras. Kiswah kain penutup ka bah yg terlihat kusam berdebu sekarang tampak hitam gelap gagah dengan warna emas tulisannya.

Ribath Nurul Hidayah

Namun hujan berhenti menjelang adzan ashar (sekitar pukul 7 malam WIB). Saat berita ini diturunkan, cuaca di Makkah terang dan cukup sejuk. Pertanda Lailatul Qadar kah? Ini adalah malam ganjil, 25 Ramadhan. Wallahu alam bisshowab.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Thobib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 30 Desember 2017

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Rembang, Ribath Nurul Hidayah

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rembang memberikan penghargaan kepada tiga peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan tiga kategori di antaranya peserta tertua, peserta termuda, dan peserta terbaik.

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Penghargaan tersebut disampikan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro usai pembaiaatan 99 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dinyataakan lulus pada Diklatsar yang selenggarakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, Jawa Tengah, Senin (28/3).

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai penghargaan dari pimpnan cabang atas partisipasi yang diberikan kepada mereka dan juga prestasi selama mengikuti Diklatsar.

Ribath Nurul Hidayah

"Kami sangat mengapresiasi kepada Sahabat semua yang sudah mau bersedia menjadi bagian dari dari Ansor dan Banser. Kami berharap, bukan hanya pada Diklatsar kali ini saja, tetapi juga pada Diklatsar yang akan datang dan juga semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ansor dan Banser selanjutnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu penerima penghargaan sebagai peserta termuda adalah Muhammad Ainul Huda dari Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Babadan dengan usia 15 tahun. Sedangkan penghargaan peserta tertua diberikan kepada Sumijan asal Pimpinan Ranting GP Ansor Karangsekar dengan usia 58 tahun, serta peserta terbaik diberikan kepada Dwi Hasan Basyari dari Kecamatan Sedan. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Fragmen, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 23 Desember 2017

Santri Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

Wonosobo, Ribath Nurul Hidayah. Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Wonosobo, H Kholiq Arif mengingatkan tentang sejarah Resolusi Jihad yang berujung dengam disepakati menjadi Hari Santri, ia mngatakan, Hari Santri menjadi tolak ukur bagaimana perjuangan santri hari ini sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Hari Santri menjadi salah satu penghargaan atas perjuangan para santri.?

Santri Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

"Santri dalam sejarahnya memiliki peran besar dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah, Santri menjadi garda terdepan dalam memerangi penjajah, Alhamdulillah sekarang para kaum santri sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah, ujarnya dalam orasi ilmiahnya di Gedung Adipura Wonosobo, Senin (26/10/2015).

Ia menambahkan, "kaum sarungan" hari ini harus tetap berjuang dan berjihad, pasalnya, tantangan globalisasi ke depan semakin kompleks. Untuk itu para santri dituntut cakap dalam segala hal, bukan hanya soal agama, tetapi politik, teknologi bahkan tantangan sosial.

Ribath Nurul Hidayah

Bupati yang berakhir 30 Oktober 2015 mendatang, mengungkapkan, bahwa santri harus mampu bersikap moderat dan toleran dengan semakin banyaknya penjajah yang ingin merongrong lesatuan dan lersatuan umat Islam.?

Ribath Nurul Hidayah

"Jihadnya kaum santri, tidak merasa benar sendiri dan tidak mengkafirkan, mengfitnah dan menghasut orang yang berbeda pendapat dengan kita," katanya kepada ribuan santri.

Untuk itu, ia berharap, ke depan kaum santri mampu menjadi mujtahid, yang selalu berjihad dalam konteks agama, sosial, politik bahkan ekonomi. Hal ini dipandang penting mengingat tantangan zaman semakin kompleks.

Hal senada diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Wonosobo, KH Abdul Halim yang mengungkapkan, santri hari ini harus mampu terbuka atas segala kemungkinan, oleh karenanya santri harus mampu menerapkan prinsip Aswaja.

"Santri harus mampu menerapkan konsep tawazun, tawasuth, tasamuh, dan taadul agar santri tidak terjerumus saling sesat menyesatkan bahkan mengkafirkan."

Akhmad Fadlun, ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT) Wonosobo, mengingatkan melalui Ikrar Santri, menurutnya dengan dibacakanya Ikrar Santri diharapakan mampu mendarah daging terkait perjuangan kaum santri yang telah berjuang merebut NKRI dari penjajah,?

"Dengan mengucapkan Ikrar Santri, diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan bagi kaum santri untuk selalu setia kepada NKRI, taat kepada Pancasila dan UUD 1945," katanya. (Alfan Nurngain/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 22 Desember 2017

PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta agar Nahdliyyin atau warga NU menanggapi dengan kepala dingin hari pembakaran Qur’an yang akan dilakukan pada 11 September 2010, bertepatan dengan Idul Fitri, yang dilakukan oleh sekelompok kecil orang di Florida Amerika Serikat.



PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an

“Ini merupakan provokasi untuk membuat umat Islam marah. Dengan jiwa besar, kita harus menahan kegilaan, jangan sampai ditanggapi dengan kegilaan juga. Kalau ini kita lakukan, provokasi mereka berhasil,” katanya ketika menerima rombongan dari Gerakan Peduli Pluralisme di gedung PBNU, Jum’at (27/8).

Slamet percaya bahwa apa yang dilakukan oleh sekelompok kecil pengikut Kristen ini tidak mencerminkan pandangan umum umat Kristiani. “Pembakaran kitab suci, pasti sangat menodai prinsip keagamaan yang membakar itu sendiri, bukan hanya pemeluk kitab suci yang dibakar,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ditambahkannya, upaya menjaga kerukunan beragama sangat penting karena menjadi basis bagi kerukunan masyarakat, kerukunan bangsa dan kerukunan antar negara.

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap pemerintah Amerika juga mengkomunikasikan kepada rakyatnya bahwa upaya yang dilakukan segelintir orang ini menyebabkan umat Islam terluka. Kejadian ini, meskipun baru rencana, tetapi sudah menyakitkan dan menujukkan ketidakberdayaan serta kebangkrutan nilai-nilai keamerikaan, seperti kebebasan dan kesetaraan yang selama berabad-abad lalu terus diperjuangkan, seperti upaya keseteraan antara kulit putih dan hitam, pribumi dan pendatang dari Eropa yang pada akhirnya telah menjadikan Amerika saat ini sebagai tempat pertemuan (melting port).

Selanjutnya, dari kejadian ini, Slamet mengemukaan ada sebuah pertanyaan mendasar, ketika pemerintah dalam kaitan dengan kebebasan beragama tidak ikut serta, tetapi disisi lain ada upaya pencederaan terhadap hubungan antara agama, akan muncul sebuah problem.

Selain itu, PBNU juga berharap agar pemerintah Indonesia juga melakukan antisipasi agar muslim Indonesia tidak terprovokasi atas tindakan ini.

Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sastro Al Ngatawi mengaku ngeri jika rencana pembakarana ini benar-benar terjadi. Hal ini menurutnya bukan hanya persoalan penistaan agama, tetapi sudah menyangkut masalah kemanusiaan.

“NU tanpa capek memperjuangkan toleransi dan pluralisme, tetapi tiba-tiba dihadapkan pada persoalan yang menohok jantung kita. Kebebasan dan liberalisme yang berlebihan akan memakan korban, yaitu pluralisme itu sendiri,” terangnya.

Romo Magnis Suseno yang juga hadir pada pertemuan tersebut menyesalkan atas adanya rencana tersebut. Dari sudut pandang gereja Katolik, ajaran agama lain perlu dihormati karena mereka memiliki unsur kebenaran dan kebaikan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam ajaran Katolik, Yesus mengancam dengan pengadilan terakhir mereka yang menghina orang lain sebagai tidak beriman, apalagi mereka yang menghina kitab suci.

Ia menegaskan, para perencana merupakan sebuah kelompok kecil di luar main stream, yang juga menganggap gereja Katolik sebagai kafir dan mereka tidak memperdulikan kepada fihak lain yang merasa terganggu.

Romo Magnis memahami jika hal ini benar-benar dilakukan, umat Islam akan melakukan protes, tetapi ia berharap hal ini dilakukan dengan tanpa kekerasan karena akan menimbulkan korban bagi yang tak bersalah.

Sementara itu Pendeta Shepard Supit dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) juga menegaskan, upaya seperti itu jelas-jelas mencederai iman Kristiani karena agama mengajarkan “Kasihilah tuhanmu dan sesama manusia”

Ia berharap hal ini bisa ditanggapi secara dewasa dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan umat beragama di Indonesia bertanggung jawab atas suasana damai. “Kita akan buktikan bahwa Indonesia tidak terpancing,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Amalan, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 19 Desember 2017

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

Pamekasan, Ribath Nurul Hidayah. Kebodohan menjadi virus utama pemicu kemunduran. Karena ia dapat menjerumuskan siapa pun ke dalam lembah kejahatan

Demikian ditegaskan Rais PCNU Pamekasan KH Muzammil Ghazali di acara Maulid Nabi Yayasan At-Taqwa, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/12). Karena itu, Kiai Muzammil menekankan kepada hadirin yang terdiri dari kaum muslimat, tokoh NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, agar berupaya kuat menghindari kebodohan.

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

"Tentu dengan jalan belajar sepanjang waktu. Meskipun sudah sarjana atau menikah, bukan berarti putus belajarnya. Salah satu ciri orang bodoh ialah suka diadu domba dan mudah diadu domba," terangnya.

Virus kemunduran yang kedua ialah pelit (al-juhlu). Untuk menghindarinya, minimal taruhlaj simpanan di BMT NU, jangan di bank.

"Ketiga, akhlak jelek (fasadul akhlaq). Tanpa akhlak, semuanya rusak. Ketika mau mengeritik, misalnya, lakukan dengan baik tanpa kekerasan. Plesetan Allahu Akbar yang dipakai buat kerusakan, itu bagian dari akhlak jelek," ujar Kiai Muzammil.

Ribath Nurul Hidayah

Hilangnya persatuan (adamul ittihad) adalah virus penyebab kemunduran yang keempat. Sementara yang kelima ialah cinta dunia (hubbud dunya).

"Cinta dunia adalah sumber dari segala kerusakan. Karenanya, perlakukan rezeki yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Jangan rakus!" tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Muzammil juga mengungkap tiga golongan yang dapat menjadi teduham kelak di akhirat. Yaitu, para nabi, ulama, dan syuhada. (Hairul Anam/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Tegal, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 11 Desember 2017

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Caracas, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin (18/9) mengungkapkan rasa hormatnya atas pernyataan maaf Paus Benediktus XVI soal Islam dan penyebaran ajaran Nabi Muhammad sebagai "kejahatan dan tidak manusiawi" yang menuai protes dari umat Islam di seluruh dunia.

"Kami menghargai Paus dan seluruh pihak yang cinta pada perdamaian dan keadilan," ungkap Ahmadinejad. "Saya memahami bahwa dia (Paus Benediktus XVI) telah meralat pernyataannya yang dia buat."

Seperti diberitakan, Paus dalam kuliah umum di Aula Magna, Universitas Regensburg, Jerman, Selasa lalu, mengutip pernyataan Kaisar Bizantium (kini Turki) Manuel II Paleologus mengenai makna jihad dalam Islam dan penyebaran Islam dengan pedang. Sehubungan dengan itu, Paus "dengan setulusnya menyesali" bahwa pernyataannya tersebut telah melukai umat Islam, di mana kalimat itu sama sekali tidak berhubungan dengan maksud Paus.

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Dalam kunjungannya selama dua hari ke Venezuela, Ahmadinejad juga mengatakan adanya kontradiksi antara nilai-nilai (ajaran) Kristen negara-negara Barat dengan perang yang selama ini mereka lancarkan.

"Seluruh pertempuran abad ke-20 (terjadi) disebabkan oleh (ulah) sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat (AS)," kata Ahmadinejad seperti dilansir sumber AP dan AFP.

Dia juga mengingatkan bahwa "Isa sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah figur yang cinta perdamaian dan keadilan bagi kemanusiaan." (dar)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 09 Desember 2017

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Ribath Nurul Hidayah. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

“Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara,” kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

Ribath Nurul Hidayah

“Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU,” jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual,” terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

“Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi,” tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 Desember 2017

Pulihkan Trauma Korban Bencana Pacitan dengan Pendekatan Literasi

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah



Sejumlah bantuan berupa uang tunai dan kebutuhan lain dihimpun berbagai kalangan untuk korban di Pacitan Jawa Timur. Mereka yang kehilangan harta benda, bahkan keluarga sangat terpukul dengan bencana alam ini. Karenanya, yang juga dibutuhkan adalah terapi musibah agar mereka segera keluar dari trauma yang dialami.

Pulihkan Trauma Korban Bencana Pacitan dengan Pendekatan Literasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulihkan Trauma Korban Bencana Pacitan dengan Pendekatan Literasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulihkan Trauma Korban Bencana Pacitan dengan Pendekatan Literasi

"Bencana alam merupakan kejadian yang menimbulkan pengalaman traumatik bagi setiap individu, terlebih lagi anak-anak," kata Nailatin Fauziyah, Rabu (6/12).  

Khusus anak-anak lebih mengalami kesulitan untuk mengatasi pengalaman traumatik dibandingkan orang dewasa. "Penyebabnya karena keterbatasan pengalaman hidup, keterampilan dalam menyelesaikan masalah, kemampuan untuk mengatasi situasi sulit, mengkespresikan apa yang dirasa dan dipikirkan, juga untuk menjelaskan kebutuhannya," tandas pengurus harian PW Lembaga Talif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTNNU) Jatim ini.

Bagi Nailatin, lingkungan memiliki peran penting untuk membantu anak agar mampu mengatasi pengalaman traumatis tersebut, membantu anak untuk tetap tangguh dalam menjalani kehidupannya di masa depan.

Ribath Nurul Hidayah

"Untuk itu PW LTNNU Jatim mengambil peran dalam penguatan psikologi, sosial, serta agama anak korban bencana alam Pacitan melalui program trauma healing based on literacy atau pemulihan trauma berbasis literasi," tandas dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Dijelaskannya, program ini membantu anak-anak korban bencana alam untuk mengatasi pengalaman trumatiknya melalui menulis, membaca, bercerita, menggambar, bermain peran, mengaji, dan berdoa.

Misalnya melalui menulis, anak-anak bisa mengekspresikan hal-hal yang dirasakan dan yang ada dalam pikiran. "Demikian juga yang yang menggelisahkan maupun yang diharapkan," jelasnya. Melalui berdoa, maka mereka belajar untuk cerdas spiritual, yaitu menghadirkan Allah dalam situasi-situasi yang dialami dalam kehidupan, lanjutnya.

Tim yang beranggotakan sejumlah pengurus dari PW LTNNU Jatim dan dosen serta mahasiswa UIN Sunan Ampel tersebut rencananya berangkat Jumat (7/12) hingga Ahad. "Diupayakan sampai tiga hari sebagai tahap awal," pungkas Nailatin. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi

Pacitan, Ribath Nurul Hidayah. Sejumlah kiai dan aktivis Nahdlatul Ulama sekabupaten Pacitan menghadiri halaqah alim ulama “Membangun Gerakan Pesantren Anti Korupsi” di aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Selasa (8/9) siang. Mereka menyatakan antikorupsi sebagai sebuah gerakan.

Pada acara lanjutan dari pertemuan antikorupsi sebelumnya di Yogyakarta, akhir juli lalu, tampak hadir sebagai narasumber Pengasuh Pondok Tremas yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, Kemitraan Indonesia Iwan Mistohizaman, Ketua KPU Pacitan Damhudi, dan Akademisi STKIP PGRI Pacitan Mukodi.

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi

Kiai Luqman dalam sambutanya berharap para kiai dan aktivis pesantren khususnya di pacitan agar berada di barisan terdepan dalam mencegah dan memerangi segala bentuk kejahatan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Ribath Nurul Hidayah

"Kita harus punya semangat antikorupsi. Ini harus dilakukan. Siapa lagi yang akan membentengi korupsi kalau bukan kita," demikian kata Katib Syuriyah PBNU itu.

Ribath Nurul Hidayah

Tindakan korupsi, menurut kiai Luqman, bisa juga dilakukan oleh mereka yang mengerti agama. Ia mencontohkan beberapa kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh KPK ternyata dilakukan oleh pejabat publik yang notabene mengerti soal agama.

Lebih lanjut kiai Lukman menjelaskan, Kementerian Agama telah mengesahkan Peraturan Menteri Agama nomor 13 dan 18 tahun 2014 ? tentang satuan pendidikan keagamaan dan satuan pendidikan mu’adalah. Melalui peraturan ini pemerintah nanti akan memberikan perhatian pada pesantren melalui fasilitas dan anggaran. Konsekuensinya, pesantren penerima anggaran harus dapat mendayagunakan dan mempertanggungjawabkannya dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan.

"Dalam mengelola bantuan harus benar benar jujur, transparan dan tidak korupsi. Ini tantangan pesantren ke depan," demikian harapnya.

Halaqah ini diakhiri dengan pernyataan sikap sebagai komitmen bersama menolak tindak korupsi dan pencucian uang serta mendukung pemerintah menindak tegas para koruptor.

Forum ini terselenggara berkat inisiatif Jaringan Gus Durian, Kemitraan Indonesia dan Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sejarah, Meme Islam, Amalan Ribath Nurul Hidayah

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Melalui lembaga dan lajnah yang menjadi departemen pelaksana program, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, akan fokus untuk melakukan penguatan kepada anggota atau warga Nahdlatul Ulama.

Hal itu terurai dalam Logical framework (kerangka kerja logis) program NU Jombang 2012-2017 dan Workplan PCNU Jombang 2012-2013 hasil Muskercab yang dilakukan pada Oktober 2012. Hasil Muskercab tersebut Sabtu (17/11) malam kemarin kembali dibahas dalam Rapat Pleno yang menegaskan segera dimulainya program.

Penguatan tersebut akan dilakukan antara lain dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, melalui LP Maarif NU Jombang, PCNU Jombang akan melakukan penguatan kepada madrasah-madrasah yang selama ini dikelola oleh warga NU, baik di tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. Disamping itu LP Maarif juga akan melakukan penguatan kepada Madrasah Diniyah (Madin).

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang Fokus Penguatan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang Fokus Penguatan Anggota

Dalam bidang ekonomi, melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), dalam capaian program strategisnya selama lima tahun ke depan adalah adanya lembaga keuangan (BMT) yang berdiri dan berjalan dengan baik.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui Lembaga Pertanian (LPPNU), dalam lima tahun ke depan NU Jombang akan mendorong berdirinya organisasi Pertanu (Persatuan Tani NU). Meskipun secara nasional Pertanu masih belum didirikan kembali oleh PBNU, namun NU Jombang mencoba untuk menginisiasi kembali berdirinya Pertanu. Hal ini karena selama ini petani NU belum memiliki wadah perjuangan tersendiri seperti yang pernah dimiliki di jaman sebelumnya.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui LAZISNU, dalam lima tahun ke depan PCNU Jombang bisa menyalurkan kembali dana ZIS kepada masyarakat, khususnya warga NU dalam rupa dana bantuan modal usaha bagi kelompok-kelompok warga NU terutama yang telah memiliki lembaga keuangan.

Sedangkan melalui Lembaga Kesehatan NU (LKNU), dalam lima tahun ke depan, NU Jombang mencanangkan pendirian empat Balai Pengobatan di empat wilayah eks kawedanan di seluruh Jombang.

Rapat pleno yang dilaksanakan di aula kantor PCNU Jombang, dihadiri oleh seluruh PCNU, pengrus lembaga dan lajnah, serta pengurus Badan Otonom. Dalam kesempatan tersebut Rais Syuriah PCNU Jombang, KH Abdul Nashir Fattah mengingatkan kepada seluruh pengurus bahwa, rencana sudah dibuat dengan baik, selanjutnya adalah tinggal dilakukan.

“Kita sudah tidak perlu lagi untuk banyak bicara, saatnya sekarang kita melaksanakan rencana yang sudah dibuat,” tutur kiyai Nashir.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 04 Desember 2017

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Di sela pelaksanaan Kongres XV Fatayat, Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah menuturkan kesan-kesannya selama memimpin organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama, Sabtu (19/9) malam. Bagi Ida, Fatayat di mana-mana mengesankan.

“Saya sangat senang ketika menghadiri pelantikan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Fatayat Taiwan. Luar biasa. Ya, mereka itu melakukan amaliyah Nahdliyah luar biasa sekali meskipun di luar negeri,” ujar Ida kepada Ribath Nurul Hidayah usai seminar dengan Menpora dan Menristekdikti.

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Menurut dia, susunan dan tertib acara kegiatannya mirip sekali di Indonesia. “Ada pembacaan ayat suci Al-Quran, lagu Indonesia Raya, shalawat Badar, Mars Fatayat. Lengkap pokoknya. Saya membayangkan sedang tidak di luar negeri. Ya seperti di Jawa Timur aja. Nggak berasa di Taiwan,” ujarnya bangga.

Ida Fauziyah menambahkan, dirinya sangat bahagia ketika kegiatan Fatayat Taiwan bisa online juga. “Jadi, memberikan motivasi kepada mereka by phone aja. Pengajian pakai online pakai jaringan telepon yang mereka bangun. Kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan. Bisa mendekatkan jarak,” tuturnya.

Ditanya tentang movitasi dan semangat warga Fatayat beroganisasi, anggota DPR RI ini mengatakan, ternyata mereka berfatayat itu karena selain faktor keturunan juga panggilan jiwa. “Pertama, karena turunan. Bapaknya NU, ibunya Muslimat. Kedua panggilan jiwa,” kata Ida.

Ribath Nurul Hidayah

Setelah terinternalisasi nilai-nilai Aswaja, lanjutnya, semangat berjihad melalui organisasi Fatayat NU makin besar. “Sejak remaja mungkin mereka sudah masuk IPPNU juga. Setelah masuk usia produktif, 20-25 tahun, ia lalu masuk Fatayat,” tandasnya.

Disinggung soal pembatasan umur di Fatayat, Ida Fauziyah menyitir hasil muktamar NU bahwa Fatayat dibatasi sampai 40 tahun. Bagi dia, tidak ada persoalan ketika koordinasi masing-masing badan otonom (banom) tetap terjaga.

“Asal ada koordinasi dan sistematisasi kaderisasi antarbanom di lingkungan NU. Mereka yang di IPPNU, setelah selesai lalu lanjut ke Fatayat. Tidak berhenti di situ lalu terus ke Muslimat. Jadi, nggak ada masalah dibatasi atau tidak,” paparnya.

Persoalannya, tambah Ida, ketika sudah dibatasi justru pengkaderan malah mandeg. “Saya rasa itu tidak boleh terjadi. Banyak juga perdebatan soal umur. Karena sosialisasi hasil muktamar kan baru-baru ini. Kawan-kawan khawatir setelah ini bisa nggak berkhidmat di Muslimat. Akhirnya stagnan. Nah, ini bisa dimanfaatkan organisasi lain,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Ribath Nurul Hidayah

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Pendidikan, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 02 Desember 2017

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab!

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah

Pada zaman sekarang ini, banyak orang yang selalu mempermasalahkan dan memperdebatkan dalil ketika datang waktu-waktu khusus untuk beribadah. Dengan modal beberapa hadits tanpa mengaji secara mendalam, kelompok ini dengan gencar melarang orang untuk menambah amaliyah ibadah.

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab!

Salah satu yang sedang hangat diperdebatkan sekarang ini adalah datangnya bulan Rajab. Fadhilah (keutamaan) bulan Rajab sering dinodai dengan perang dalil baik secara langsung maupun di dunia maya.

Untuk menguatkan dan memperdalam pemahaman tentang fadhilah, dalil dan amaliyah di bulan Rajab kepada warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu, pada Ahad (10/4) Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi yang rutin dilaksanakan di Gedung NU mengangkat permasalahan tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Ustad Munawir yang menjadi pengisi materi tentang Fadhilah Bulan Rajab menyajikan dan menjelaskan banyak sekali dalil baik berupa hadits maupun penjelasan para ulama yang menyebutkan hal tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

"Kalau kita mau membuka hati dan terus belajar, kita akan mendapatkan dasar kuat untuk melakukan amaliyah di bulan Rajab," tegas Munawir yang akrab dipanggil Gus Nawir.

Ia mengibaratkan bahwa kelompok-kelompok yang sering mengganggu dan menghalangi orang beribadah tersebut seperti setan yang berwujud manusia. "Dengan cara ilmiah menggunakan akal, mereka menghasut orang-orang yang akan beribadah agar tidak melakukan yang menurut mereka tidak ada tuntunannya," katanya.

Oleh karena itu Gus Nawir mengimbau agar warga NU untuk terus belajar dan bersama-sama menghidupkan amaliyah-amaliyah ibadah di bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan yang mulia dari 12 bulan hijriah dalam Islam.

"Jangan sampai keistimewaan tersebut dilewatkan begitu saja sehingga kita menjalani bulan Rajab seperti menjalani bulan-bulan lainnya," anjurnya.

Gus Nawir mengibaratkan orang yang tahu keistimewaan bulan Rajab namun tidak memanfaatkannya seperti melihat mobil mewah yang sudah disediakan untuk mereka namun dibiarkan begitu saja. "Mari raih fadhilah bulan Rajab untuk menjadikan tabungan amaliyah ibadah kita untuk menghadap Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sejak 2001, Bu Sinta Biasa Buka Bersama dengan Masyarakat

Subang, Ribath Nurul Hidayah

Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Maman Imanulhaq mengecam keras aksi penolakan terhadap kegiatan buka puasa Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pernyataan itu disampaikan usai mengisi kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Dekopinda Subang, Subang, Jawa Barat.

"Sulit dipahami acara positif kok dibubarkan. Sejak 2001 Bu Sinta sudah terbiasa buka bersama dengan berbagai elemen masyarakat, buka bersama itu kadang diadakan di pesantren, kolong jembatan, pura, wihara, penjara, dan beberapa tempat lain," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu, Sabtu (18/6).

Sejak 2001, Bu Sinta Biasa Buka Bersama dengan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak 2001, Bu Sinta Biasa Buka Bersama dengan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak 2001, Bu Sinta Biasa Buka Bersama dengan Masyarakat

Bahkan, kata dia, sudah jutaan orang yang merasa gembira dengan kegiatan buka bersama Bu Shinta karena bisa makan takjil dan sekaligus berbagi keluh kesah tentang hidup mereka.

Ribath Nurul Hidayah

Ditambahkannya, aksi penolakan terhadap kegiatan buka bersama Bu Shinta, menunjukan ketidakmengertian yang sengaja terus dipelihara dan tidak mau belajar, merasa paling benar sendiri dan merasa yang paling mengerti tentang agama.

"Arogansi itu bentuk indikasi pemahaman keagamaan yang dangkal. Ini berbahaya karena merusak ketentraman juga memicu konflik agama. Justru aksi mereka itu malah merusak saklaritas puasa," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Tidak hanya itu, anggota DPR RI ini juga mengecam kicauan akun yang menghina Bu Shinta seperti Mustofa Nahrawardaya lewat akun Twitter @TofaLemon yang menyinggung keterbatasan Bu Shinta dalam upayanya untuk berbagi dengan orang lain.

"Bikin tweet itu yang cerdas dan mencerahkan, ini malah bikin gaduh yang ngga jelas. Apalagi katanya dia itu aktivis," tegas Kang Maman, sapaan akrabnya.

Atas dua perlakuan terhadap Bu Shinta itu, Kang Maman mendesak adanya tindakan tegas dari Pemerintah karena menurutnya isu agama sangat sensitif jika dibiarkan akan mengganggu kerukunan antar umat beragama serta dapat menyulut konflik yang lebih luas. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 November 2017

Cabut Gigi Atas Tak Pengaruhi Saraf Mata

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah - Dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo drg Dyanita mengatakan, banyak beredar di masyarakat bahwa mencabut gigi atas dapat mempengaruhi saraf mata. Padahal itu tidak benar, selama pencabutan gigi dilakukan oleh tenaga profesional yaitu seorang dokter gigi.

"Sering kita mendengar mitos bahwa mencabut gigi atas dapat mempengaruhi saraf mata. Hal ini adalah anggapan yang salah," kata Dyanita kepada Ribath Nurul Hidayah, Sabtu (25/11).

Cabut Gigi Atas Tak Pengaruhi Saraf Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gigi Atas Tak Pengaruhi Saraf Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gigi Atas Tak Pengaruhi Saraf Mata

Ia menjelaskan, prosedur pencabutan gigi memang menggunakan obat anestesi (bius) untuk menghilangkan rasa sakit sementara. Tetapi, obat anestesi yang diberikan itu ditujukan pada saraf yang letaknya berjauhan dengan saraf mata sehingga proses pencabutan sama sekali tidak terkait dengan saraf mata.

"Berbeda halnya dengan infeksi pada gigi rahang atas, jika sudah terlanjur terjadi komplikasi dapat menjalar ke daerah cekungan bawah mata. Infeksi gigi yang tidak segera diobati akan semakin parah dan dapat timbul nanah. Biasanya, komplikasi ini terjadi pada pasien yang juga memiliki riwayat penyakit sistemik seperti diabetes mellitus dan gangguan otoimun," jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Apabila, sambung Dyanita, ada nanah yang terkumpul di daerah tersebut, maka akan menekan bagian mata. Oleh karenanya, apabila terdapat lubang pada gigi, segera untuk diperiksakan ke dokter gigi.

Jika sudah dibawa ke dokter gigi, dokter itu akan menilai kondisi gigi. Jika kerusakan minimal, akan dilakukan perawatan untuk mempertahankan gigi. Sebaliknya, jika kerusakan sudah menjalar ke jaringan penyangga sekitar, gigi harus dicabut untuk menghilangkan sumber infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi lebih parah.

Ribath Nurul Hidayah

"Sebelum dilakukan pencabutan, dokter gigi akan memeriksa kondisi umum pasien seperti tekanan darah, suhu badan, dan menanyakan riwayat penyakit sistemik yang berkaitan dengan tindakan pencabutan. Dokter gigi akan menilai kondisi pasien apakah aman untuk dilakukan pencabutan atau tidak. Jika aman akan dilakukan prosedur anestesi sesuai prosedur dan dilakukan pencabutan gigi," terangnya.

Ia menambahkan, perawatan luka setelah cabut gigi juga berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Dokter gigi akan menyampaikan ke pasien hal-hal yang harus dihindari setelah pencabutan gigi seperti tidak boleh merokok, tidak boleh sering berkumur-kumur, tidak boleh tidur menghadap bekas pencabutan dan luka tidak boleh diberi minyak-minyak.

"Pasien dianjurkan untuk minum obat sesuai petunjuk sehingga luka pencabutan pun akan sembuh sebagaimana mestinya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 November 2017

Fatayat NU Perkuat Konsolidasi Struktural dan Kultural

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Rakernas Fatayat NU yang berlangsung pada 3-6 Mei di Puncak yang dihadiri oleh 25  Pengurus Wilayah se Indonesia memutuskan akan melakukan konsolidasi struktural dan kultural untuk mengatasi Islam transnasional yang kini berkembang di Indonesia.

Ketua Umum Fatayat NU Maria Ulfa Anshor ketika dihubungi Ribath Nurul Hidayah, Senin, menjelaskan langkah kongrit yang akan dilakukan adalah menghidupkan Fatayat sampai ke tingkat ranting dan membuat anak ranting dengan berbasiskan masjid dan musholla.

Sebelumnya, dalam acara pembukaan, Maria Ulfa menjelaskan ia telah mendapatkan laporan bahwa Islam transnasional telah masuk sampai ke Bau Bau di Pulau Buton, daerah yang harus ditempuh beberapa jam dari Kendari Sulteng. MUI setempat yang dikuasai oleh Islam transnasional membidahkan tradisi tahlilan dan yasinan yang sudah diselenggarakan oleh nahdliyyin sejak lama.

Fatayat NU Perkuat Konsolidasi Struktural dan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Perkuat Konsolidasi Struktural dan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Perkuat Konsolidasi Struktural dan Kultural

Kader-kader Fatayat NU kini juga menjadi obyek yang ditarik-tarik oleh Islam transnasional untuk menjadi anggotanya. Neng Dara Afiah, salah satu ketua Fatayat menambahkan bahwa untuk mengatasi hal ini Fatayat akan memperkuat basisnya di majelit taklim, pengajian, dan pesantren yang menjadi basis Fatayat NU.

Sementara itu berkaitan dengan pendidikan, Fatayat NU akan berusaha meningkatkan kembali semangat pendidikan yang berlandaskan ahlusunnah wal jamaa. Lahirnya Fatayat NU dilandasi semangat pendidikan, disamping membenahi pendidikan yang ada, harus ada pengembangan pendidikan, mendirikan TK, SD dan lainnya,” tandas Neng Dara, Senin.

Untuk bidang keseahatan, Fatayat NU menyatakan rasa prihatin melihat kondisi kesehatan perempuan sangat mengkhawatirkan dan bahkan terburuk di Asia Tenggara mengalahkan Vietnam yang baru merdeka.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Fatayat akan mengoptimalkan kemandirian ekonomi dikalangan Fatayat NU. Kemandirian ekonomi bukan sesuatu yang baru dikalangan peremupan NU, namun harus terus dikembangkan.

Fatayat juga berharap agar perempuan bukan hanya sebagai legitimator dalam bidang politik, namun ditingkatkan dalam pengambilan keputusan publik yang mempengaruhi kepentingan perempuan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Amalan Ribath Nurul Hidayah