Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dalam rangka mengembangkan kreativitas pelajar NU menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di gedung MWCNU Bangsri, Senin-Rabu (23-25/12).

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU

Kegiatan yang berlangsung tiga hari tersebut diikuti 34 delegasi dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK) pesantren, MTs/ SMP, MA, SMA dan SMK se-kecamatan Bangsri.  

Adapun cabang-cabang yang dilombakan, antara lain administrasi, kaligrafi, cerkas, MTQ, lagu Indonesia Raya dan Mars IPNU-IPPNU, catur, bulu tangkis, karnaval, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab (MTs/ SMP), pidato bahasa Inggris (MA/ SMA/ SMK), pidato bahasa Jawa (ranting dan pesantren), LBB Senam Lantas (MTs/ MA), pembuatan logo (ranting dan pesantren) dan rebana untuk umum.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua panitia, Muzayyin Irfan didampingi ketua IPNU, Ahmad Zubaidi dan ketua IPPNU Nur Maunah mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas pelajar NU. Porseni menurutnya tidak hanya sebagai ajang bersenang-senang. Tetapi dikatakannya juga sebagai media syiar NU kepada khalayak umum.

Ribath Nurul Hidayah

Disamping itu juga sebagai media pengkaderan. “Dari kegiatan ini juga harapan kami muncul bibit-bibit kader yang akan meneruskan perjuangan IPNU-IPPNU di kecamatan Bangsri,” tambah Muzayyin.

KH Ahmad Jazuli, selaku Ketua MWCNU Bangsri menyatakan sepakat dengan tema yang diangkat “Media Pengembangan Kreativitas Pelajar dan Santri untuk Bangsa”. Menurut Kiai Jazuli, dari hal terkecil pelajar NU bisa berkiprah untuk bangsa.

“Saya sepakat dengan tema yang diangkat. Melalui kegiatan semisal porseni juga merupakan bentuk kontribusi untuk bangsa karena IPNU-IPPNU masih dalam lingkup pelajar,” ungkapnya.

    

Pada fase berikutnya, kiprah untuk bangsa seperti yang dilakukan KH Hasyim Asyari merebut kemerdekaan Indonesia. “Jadi memaknai suatu hal itu jangan hanya dipandang sebelah mata. Tetapi harus dicerna dengan baik agar tidak salah mengartikannya,” imbuhnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 10 Februari 2018

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tidak sepakat dengan wacana menghidupkan kembali poros tengah jilid dua yang menyatukan partai-partai Islam dalam satu koalisi.

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II

“Kita tidak ingin ada dikotomi koalisi partai Islam dan non Islam, karena kesannya menjadi primordial. Yang penting kepentingan bangsa didahulukan, karena kalau negara maju, umat Islam sebagai mayoritas juga akan maju,” katanya di gedung PBNU, Sabtu (12/4).

Ia mencontohkan di Timur Tengah, hubungan antara agama dan negara belum menemukan titik temu sehingga sering sekali terjadi konflik antara agama dan negara. 

Ribath Nurul Hidayah

“Di Indonesia, persoalan mendasar kenegaraan tersebut sudah selesai, tinggal bagaimana mensejahterakan rakyat,” imbuhnya.

Ditanya mengenai apakah PBNU akan mengusulkan calon presiden atau wapres kepada partai politik, ia menjelaskan, PBNU tidak ikut dalam politik praktis.

Ribath Nurul Hidayah

“Itu urusan PKB, tetapi tentu dengan tidak meninggalkan PBNU dengan tetap menjaga komunikasi dan sharing pendapat,” tandasnya.

NU, katanya, memiliki agenda yang lebih besar dari partai politik karena urusan NU adalah kebangsaan, bukan politik praktis. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Syariah, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Februari 2018

Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, PWNU Jakarta Masih Tidur

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Warga dunia di kawasan Asia Tenggara sebentar lagi menghadapi pasar baru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Kesiapan pengurus NU mendampingi warganya, belum merata di setiap tingkatan dan di setiap daerah. PWNU DKI Jakarta yang berada di salah satu pasar besar di Indonesia, belum terlihat berbuat sesuatu.

Demikian disampaikan Ketua PP Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) H Mustolihin Madjid pada rapat audit Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan lajnah serta lembaga juga banom NU di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (14/10) sore.

Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, PWNU Jakarta Masih Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, PWNU Jakarta Masih Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, PWNU Jakarta Masih Tidur

“Pasar bebas ASEAN 2015 ini sudah sebentar lagi. Kalau kita tidak serius bekerja, pedagang kecil kita bisa habis digulung produk dan tenaga kerja dari luar. Pasar tunggal ini mesti jadi perhatian kita bersama, terutama NU DKI yang hampir tidak berdenyut,” kata Mustolihin saat menyampaikan laporan keuangan LPNU untuk persiapan Munas-Konbes NU awal November 2014.

Ribath Nurul Hidayah

Di hadapan sejumlah pengurus pusat lajnah, lembaga, dan pengurus teras PBNU, Mustolihin mengingatkan banjirnya produk asing ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 belum dimulai. Bayangkan lima hingga sepuluh tahun mendatang akan seperti apa?

Ribath Nurul Hidayah

“Melalui ritel, produk asing sudah bisa menjangkau langsung konsumen kita melalui dua waralaba terkenal yang kini menggurita. Ini tidak main-main. Kita ini serius,” Mustolihin mempertanyakan peran advokasi PWNU Jakarta bagi nahdliyin yang membuka usaha kecil menengah dan memiliki keterampilan terbatas.

Warning ini, kata Mustholihin, juga peringatan bagi pengurus NU di lain wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Pendidikan, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 05 Februari 2018

Tegakkan Keadilan, Komisi Yudisial Perlu Gandeng Tokoh Ormas Keagamaan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Komisi Yudisial perlu segera menggalang dukungan rakyat antara lain melalui kerja sama yang bertindaklanjut untuk mencapai tujuan besarnya dengan tokoh-tokoh ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah dan bahkan dengan tokoh-tokoh berpengaruh lintas agama.

Tegakkan Keadilan, Komisi Yudisial Perlu Gandeng Tokoh Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegakkan Keadilan, Komisi Yudisial Perlu Gandeng Tokoh Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegakkan Keadilan, Komisi Yudisial Perlu Gandeng Tokoh Ormas Keagamaan

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang akrab disapa Gus Ishom sesaat setelah melakukan pertemuan dengan Komisi Yudisial di Jakarta, Rabu (6/12).

"Seluruh rakyat Indonesia yang cinta penegakan keadilan dan cinta tanah air berkewajiban membantu aparat hukum khususnya Komisi Yudisial agar tidak ragu dan takut menjalankan tugas wajibnya demi tegaknya hukum di negara kita," katanya.

Gus Ishom menilai, saat ini banyak kasus hukum yang diperjualbelikan. Suap menyuap aparat penegak hukum, menurutnya menjadi hal yang sering didengar. 

"Keadilan, akhlak, etika dan rasa malu yang diajarkan agama di negeri kaum beragama yang sejatinya di atas hukum hanyalah cerita pemanis bibir, hanya teori dan belum banyak yang wujud dalam kenyataan," paparnya.

Ribath Nurul Hidayah

                                                                                        

Hal itu terbukti bahwa saat ini sering dijumpai orang yang bersalah dibebaskan, sedangkan yang tidak bersalah dipenjarakan. (Orang) yang besar kesalahannya dihukum ringan, sedangkan yang kecil kesalahannya dihukum berat oleh tangan-tangan jahat yang main hakim sendiri di negara hukum ini.

                                                                                

Ribath Nurul Hidayah

"Masyarakat sudah banyak yang tahu dan sudah banyak yang mencicipi kecurangan dan kebobrokan aparat penegak hukum," ungkapnya.

                                                                                 

Saat ini, lanjutnya, semakin banyak hakim yang tertangkap tangan menerima suap. Oleh KPK mereka diseragamkan berpakaian orange sama persis dengan baju kebanggaan para koruptor.

                                                                                  

"Para penegak hukum seperti hakim yang jujur, tegas, independen dan berani yang jumlahnya sangat langka justru menjadi musuh bersama di antara para aparat hukum sendiri dan dihindari oleh orang-orang jahat yang sedang berperkara," ujarnya.

Menurutnya Indonesia berada di ambang kehancuran jika aparat hukum menjadi rakus, menyembah hawa nafsunya dan tunduk kepada gemerlapnya duniawi. 

Mereka (aparat penegak hukum) diberi amanat agar menegakkan keadilan di antara manusia. Namun mereka bertindak sebaliknya, berkhianat sehingga satu manusia menzalimi manusia yang lain.

"Keadilan menjadi barang langka yang sangat mahal harganya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News, Kajian Islam, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

Ribath Nurul Hidayah

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Fragmen, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Januari 2018

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh komponen PBNU untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Demikian disampaikan Khofifah saat memberika sambutan pada acara pebukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pesantre Khas Kempek Cirebon (24/7).

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia berada di Jawa Timur sedangkan keduanya di Jawa Tengah. Ia berpendapat, sebagian besar warga miskin ini merupakan warga NU.

Khofifah menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan sistem pemberian subsidi kepada masyarakat secara tunai, salah satunya dengan aplikasi e-warung. Untuk bantuan beras miskin, sebagian sudah dalam bentuk nontunai. Ke depan seluruh bantuan beras miskin, tidak disalurkan secara tunai sehingga berbagai masalah yang ada saat ini tidak lagi terjadi.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Nantinya, masyarakat tidak lagi mengeluh soal adanya besar yang mengandung kutu. Mereka bisa membeli sendiri sesuai dengan pilihannya," katanya.

Ia menegaskan, Kementerian Sosial merupakan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-warung ini. Karena itu, ia mengajak PBNU untuk menyiapkan diri agar masyarakat siap dengan berb,agai sistem yang sudah nontunai ini.

"Jadi, dakwahnya PBNU bukan lagi dakwah bil lisan atau bil hal, tetapi juga bil IT," tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Januari 2018

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka memberikan pemahaman serta mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekan Indonesia dari tangan penjajah, puluhan mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo menggelar teater di halaman kampus, Rabu (11/11).

Ketua teater Ach Jufri mengatakan, teater ini diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (ukm) teater Cemiti Unsuri. Dalam teater itu sendiri, para mahasiswa melakukan aksi tereatrikal merebut kekuasaan Indonesia atau tanah air beta dari para penjajah.

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

"Tanah air beta ini milik kita, yang dulu telah diperjuangkan oleh pahlawan. Untuk mengapresiasi nilai-nilai perjuangan pahlawan, maka kami mengadakan acara ini. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, semoga teater ini tetap berkarya, berseni dan para pemainnya tetap semangat," kata Jufri.

Ribath Nurul Hidayah

Jufri menambahkan, teater yang dimotori oleh ukm Unsuri itu dapat melahirkan para seniman atau sastrawan muda yang baik dan bijak sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas khusunya mahasiswa Unsuri. Dengan demikian, mahasiswa Unsuri mampu bersaing dalam berseni dan berkarya.

Ribath Nurul Hidayah

"Mewakili teman-teman teater, kami mengucapkan selamat Hari Pahwalan. Dimana ada karya, disitu aku ada. Salam seni dan budaya," tukas Jufri. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren, Pendidikan, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Januari 2018

GPAnsor Lampung Berprestasi, Tapi Jangan Lengah

Pesawaran, Ribath Nurul Hidayah. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Adung Abdurahman di Pesawaran, Lampung, Sabtu (26/3) menilai PW GP Ansor Lampung memiliki prestasi membanggakan. Namun? demikian, jangan membuat lengah.

"Dalam hal kaderisasi, Ansor Lampung tercatat masif, setara Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengalahkan beberapa PW di wilayah Jawa," kata Adung lagi.

GPAnsor Lampung Berprestasi, Tapi Jangan Lengah (Sumber Gambar : Nu Online)
GPAnsor Lampung Berprestasi, Tapi Jangan Lengah (Sumber Gambar : Nu Online)

GPAnsor Lampung Berprestasi, Tapi Jangan Lengah

Prestasi membanggakan lain adalah PW Ansor Lampung mempunyai gedung sendiri, dan itu satu-satunya di Indonesia. Namun demikian, hal itu jangan menjadikan lengah sehubungan tantangan Ansor masih berat.

Ribath Nurul Hidayah

"ISIS hingga kini belum mampu menembus Indonesia. Tapi itulah tantangan. Radikalisme harus ditangkal. Perkuat barisan, perkuat amaliyah Aswaja," imbaunya pada kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum.

Hadir pada kegiatan tersebut Wasekjend PP GP Ansor Solihin (Gus Coing), Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri, Ketua Bawaslu Fatikhatul Khoiriyah dan 15 PC GP Ansor Se-Lampung. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Pendidikan, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 12 Januari 2018

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Saat ini dunia maya tengah viral oleh adanya penceramah agama yang dinilai tidak kompeten di salah satu televisi nasional. Terlihat dalam tayangan itu seorang ustadzah yang menulis ayat Al-Quran  dengan kesalahan yang sangat fatal. 

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Hal tersebut mengundang keprihatinan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq.

Kiai Maman menegaskan bahwa televisi adalah media yang efektif ditonton dan memengaruhi pola pikir  masyarakat umum. Apabila tayangan ceramah keagamaan yang berkualitas dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi semangat perubahan dan perdamaian.

"Sebaliknya bila materi ceramah yang hanya tekstual, tidak komprehensif dikarenakan tidak memiliki kompentensi, dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan mempengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat,” ujarnya, Selasa (5/12).

Kejadian tersebut bukan pertama kali. Beberapa acara keagamamaan di televisi membuat resah umat diantaranya karena cenderung menyalahkan tradisi dan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Islam di Indonesia. 

Ribath Nurul Hidayah

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahldatul Ulama (LD-PBNU) dan LTNNU akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. 

Hasil dari FGD akan dikomunikasikan dengan statsiun-statsiun TV melalui program visit media. 

Selain itu, juga akan memberikan daftar profil 30 ustad muda NU kepada stasiun televisi. Para dai muda NU yang  nantinya direkomdasikan dipastikan adalah penceramah yang berkompeten. Penceramah juga mampu membawakan materi dakwah yang jadi solusi keagamaan bernilai kasih sayang serta memberikan dampak sosial serta membawa perbaikan bagi peradaban.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, Hari Usmayadi, mengatakan pihaknya telah membuat kompilasi penceramah yang memiliki kompetensi keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang membutuhkan, termasuk stasiun televisi.

Ribath Nurul Hidayah

“Pada saat ini telah disediakan dan terus dikembangkan website layanan Syiar Digital Nahdlatul Ulama dengan alamat www.nahdlatululama.id yang menyediakan daftar profil ustad dari berbagai provinsi dengan beragam keilmuan agama. Versi videonya ditampilkan di kanal video http://youtube.com/nahdlatululama, sehingga memudahkan masyarakat perkotaan dan perkantoran dalam mencari ustad,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Usma ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Tegal, Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 10 Januari 2018

RMINU Mantapkan Program Kerja 2015-2016

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Pusat Rabithah Maahad Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU kembali membahas program kerja yang telah dirumuskan dalam rapat kerja (raker) pada 3-4 Desember 2015.

RMINU Mantapkan Program Kerja 2015-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Mantapkan Program Kerja 2015-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Mantapkan Program Kerja 2015-2016

Hal ini sebagai langkah pemantapan dan penjabaran atas sejumlah butir program yang belum sempat dibahas secara detail dan teknis pada forum raker.

Pembahasan kali ini berlangsung di Gedung PBNU, Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (14/1). Forum dihadiri para pengurus harian RMINU dan pengurus dari seluruh divisi.

Ribath Nurul Hidayah

RMINU periode ini membagi kepengurusan dalam lima divisi, antara lain Divisi Advokasi Kelembagaan, Divisi Taqwimul Ulama, Divisi Kemandirian Pesantren, Divisi Media dan Data, serta Divisi Jaringan dan Kerja Sama. Kelima departemen ini menjadi motor bagi seluruh program kerja yang telah dirancang.

Ribath Nurul Hidayah

"Divisi-divisi ini bukan pemisahan tapi pemilahan. Semua bekerja dalam satu tujuan untuk kemaslahatan pesantren sebagai sasaran program RMINU," kata Sekretaris PP RMINU.

Di antara program kerja yang sedang berjalan adalah pendirian Pusat Grosir Pesantren (PGP) Nusantara yang dibidangi Divisi Kemandirian Pesantren. Program ini memfasilitasi pesantren untuk mendapatkan barang dengan harga langsung dari produsen. Dengan memperpendek rantai distrubusi barang, pesantren diharapkan menjadi pemain pasar, setidaknya sebagai distributor.

Program-program lain yang sudah dirumuskan di antaranya mendirikan asosiasi mahad ali, pengawalan revisi UU Sisdiknas, pengembangan kurikulum Aswaja, pengumpulan database pesantren, optimalisasi media, penerbitan buku, lokakarya, pelatihan-pelatihan, dan lain-lain.

Ketua PP RMINU KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, program kerja RMINU banyak yang beririsan dengan program kerja lembaga-lembaga lain di lingkungan PBNU. "Karena itu, saya kira kita perlu membangun budaya sinergitas khususnya dengan internal PBNU sendiri," tuturnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 02 Januari 2018

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, umat Islam harus menerima tamu yang datang kepadanya dengan baik.?

“Dulu kita juga menerima kunjungan Anies-Sandi,” katanya merespon kedatangan Ahok-Djarot ke Gedung PBNU di Jakarta, Senin (10/4) malam.

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik

Ia menuturkan, maksud kedatangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut ke PBNU adalah untuk meminta doa dan restu kepada kiai-kiai NU, bukan untuk meminta dukungan. Menurutnya, NU tidak bisa mendukung karena bukan partai politik.?

“Mudah-mudahan Pak Ahok dan Pak Djarot sehat walafiat, diberi kekuatan oleh Tuhan," kata Kiai Said.?

Ribath Nurul Hidayah

Kiai Said berharap, semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar bisa menjaga pilkada yang aman, lancar, dan tertib. “Semoga pilkada aman, lancar, dan tertib,” ucap Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah itu.

Ia juga meminta Ahok untuk berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan kekisruhan di tengah-tengah masyarakat. Serta berharap, Jakarta bisa menjadi contoh kepada daerah-daerah lain dalam hal penyelenggaraan pilkada.?

Wakil Gubernur DKI non-aktif Djarot Saiful Hidayat menegaskan maksud kunjungannya ke PBNU adalah untuk bersilaturahim dan meminta doa restu. “Kita berada di jalan PBNU; Pancasila, Bhinneka, Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya disambut riuh tawa yang hadir.

Ahok dan Djarot datang ke PBNU didampingi oleh Ketua Umum PPP Djan Farid dan disambut oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU serta beberapa pengurus. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Jadwal Kajian, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 31 Desember 2017

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal

Depok, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar pelatihan hisab dan rukyatul hilal di sekretariat PCNU Kota Depok, Jl. Raya Kalimulya No, 5 B Kalimulya, Kec, Cilodong- Kota Depok, Rabu ? (17/5).

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Depok Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyatul Hilal

Sekretaris PCNU Kota Depok Ust. Nasihun Syahroni menyatakan pelatihan tersebut sangat tepat karena bersamaan waktunya dengan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dalam penetapan awal puasa. Menurutnya, warga Nahdliyin mengetahui bahwa penetapan awal bulan komariyah yang digunakan NU dengan menggunakan metode rukyatul hilal. Namun, lanjutnya, masih banyak yang belum mengetahui prosesnya seperti apa.?

Pihaknya menyelenggarakan pelatihan tersebut untuk pengurus NU, badan otonom seperti: IPNU-IPPNU, GP Ansor NU, Fatayat NU, Muslimat NU, Lazisnu, JQH NU, LTM NU dan lainnya.?

"Sebagai narasumber adalah KH M. Yusuf Hidayat, yang juga katib syuriah PCNU Kota Depok. Ini adalah kegiatan perdana di Depok dan selanjutnya, akan menyusul," ujarnya.

Menurutnya, dari pelatihan tersebut diharapkan agar peserta yang ? mengikuti pelatihan bisa mengenal dan menghitung bagaimana cara melakukan hisab dan rukyatul hilal. Paling tidak, lanjutnya, memahami metode ini dalam menentukan awal dan akhir bulan puasa.?

Ribath Nurul Hidayah

"Tidak hanya memahami saja, tapi secara sederhana bisa mengikuti metode dan dipelajari di situ. Tentunya, tidak berhenti sampai di sini saja tapi ada tingkatan lanjutan untuk lebih dalam lagi," paparnya.?

Sementara itu, Yusuf Hidayat mengungkapkan bahwa peserta mendapatkan beragam materi seputar metode hisab dan rukyatul hilal. Menurutnya, materi diambil dari ilmu falak.

Kursus singkat hisab dan rukyatul hilal (metode 2 jam) menghitung awal bulan komariyah, terjemahan dari Kitab Fathul Rauf Al-Mannan Syeikh Abu Hamdan Abdul Jalil bin Abdul Hamid Qudus.

Ribath Nurul Hidayah

"Materi memang disusun untuk memudahkan bagi peserta dikarenakan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ada bagan falak dan buku panduannya. Diharapkan, ilmu yang sebagian orang susah memahaminya dengan pelatihan ini bisa dengan mudah dan mampu," harapnya. (Aan Humaidi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Banyumas, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 250 pelajar mengikuti makesta yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Rawalo kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6) malam. Di kantor MWCNU Rawalo, mereka yang datang dari sembilan kelurahan ini menerima sejumlah materi ke-Aswajaan dan kebangsaan.

Makesta Kubro bertema “Menciptakan Kader NU Berkualitas serta Loyal terhadap NU dan NKRI” ini masuk dalam rangkaian peringatan Gebyar Harlah ke-91 NU dan Harlah ke-81 GP Ansor yang diselenggarakan MWCNU Rawalo.

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Ketua IPNU Rawalo M Shonhaji dalam sambutannya mengimbau peserta kaderisasi untuk serius mengikuti makesta kubro. “Kader IPNU-IPPNU harus menjadi kader berkualitas serta loyal terhadap NU. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan.”

Ribath Nurul Hidayah

Shonhaji mengingatkan peserta makesta untuk menanamkan kesadaran dalam diri sebagai penerus perjuangan NU ke depan. “Terlebih lagi tantangan NU ke depan lebih kompleks.”

Kepada Ribath Nurul Hidayah, Shonhaji mengatakan makesta kubro terbilang menarik. Berkat silaturahmi dengan para orang tua dan sosialisasi rutin tiap ranting, kami mendapat mandat untuk melaksanakan makesta kubra perdana di Rawalo dengan jumlah peserta cukup besar, ujar Shonhaji. (Azka Miftahuddin/Alhafiz K)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 15 Desember 2017

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang mengusulkan perangkat organisasi yang diberi nama Badan Khusus.

Tiga badan khusus yang dimaksud yaitu Badan Pelaksana Bidang Kesehatan NU (BPKB-NU), Badan Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP2M-NU), dan Badan Perekonomian NU (BPNU).

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program

Adapun kelembagaan Badan khusus terdiri dari Dewan Pengurus dan dan Pelaksana (eksekutif). Dewan Pengurus ditunjuk (berdasarkan keahlian dibidangnya), disahkan PBNU, Tingkat Provinsi ditunjuk oleh PWNU, di Kabupaten/Kota oleh PCNU dan disahkan oleh Dewan Pengurus.

Ribath Nurul Hidayah

“Satu periode kepengurusan selama lima tahun, masa jabatannya bersamaan dengan PBNU,” ujar Ketua Sidang Komisi Program, H Yahya Ma’shum, Selasa (4/8) di Aula Pesantren Darul Ulum Rejoso, tempat sidang berlangsung.

Kemudian, lanjut Yahya, struktur bdan terdiri dari tingkat pusat, provinsi, dan Kabupaten/Kota. Ditingkat Provinsi/Wilayah ditunjuk oleh PWNU, disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat. Sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota ditunjuk oleh PCNU disahkan Dewan Pengurus Pusat.

Ribath Nurul Hidayah

Lalu, tambahnya, tugas dan tanggung jawan badan khusus yaitu, pertama, bertanggung jawab langsung kepada PBNU, hubungan koordinatif dan konsultatif dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh PBNU. 

Pimpinan sidang dipimpin oleh H Yahya Ma’shum, H Arifin Djunaidi, dan H Iqbal Sulam. Sampai berita ini ditulis, sidang masih berlangsung dan masuk ke dalam pandangan-pandangan dari setiap PCNU dan PWNU seluruh Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Bahtsul Masail, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 13 Desember 2017

PMII Jombang Luncurkan Modul Kaderisasi dan Administrasi

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang berupaya menerjemahkan produk hukum PB PMII tentang kaderisasi dengan merumuskan konsep kaderisasi yang tak mengesampingkan local wisdom PMII setempat. Hal ini terwujud dalam pembuatan modul kaderisasi yang tengah digarap hingga saat ini.?

PMII Jombang Luncurkan Modul Kaderisasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Luncurkan Modul Kaderisasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Luncurkan Modul Kaderisasi dan Administrasi

Soal kaderisasi, PMII Jombang sudah membentuk Tim Kaderisasi sejak tahun yang lalu dan dilanjutkan hingga periode kepengurusan kali ini. Tim ini adalah perumus modul kaderisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kaderisasi PMII Jombang menjadi lebih fokus, efektif dan progres.?

"Tim Kaderisasi PMII Jombang sudah hadir 2 tahun terakhir, yang berasal dari alumni, pengurus cabang, juga pengurus komisariat," jelas Rizki Riyadi, Ketua I Bidang Kaderisasi PMII Cabang Jombang, Ahad (27/8).?

Selama ini Tim Kaderisasi PMII Jombang juga sudah mengisi materi formal maupun non formal di Rayon maupun Komisariat, seperti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), Pelatihan Kader Dasar (PKD), juga diskusi-diskusi tematik.

Ribath Nurul Hidayah

Dengan demikian, Kata Rizki, kehadiran modul kaderisasi sangat dibutuhkan untuk menunjang sistem kaderisasi yang sedang berlangsung di Jombang saat ini. "Secara sederhana Modul Kaderisasi MAPABA berisi Lesson Plan atau Recana Pembelajaran, namanya kaderisasi formal mesti ada tujuan, target, pokok bahasan, metode, media, alat, summber, langkah pembelajaran, dan juga penilaian yang empiris," terangnya.

"Yang jelas modul MAPABA ini akan kami sosialisasikan dahulu ke rayon dan komisariat se-Jombang di aula PCNU Jombang pada September mendatang," pungkasnya.?

Prihal lain yang tengah digarap oleh PC PMII Jombang adalah tertib administrasi. Sudah sejak awal kepengurusan, konsep tersebut digodok matang oleh Ircham Ali, Sekretaris Umum PC PMII Jombang, guna dijadikan pedoman dalam surat menyurat, kegiatan, maupun keberlangsungan roda organisasi oleh Rayon dan Komisariat se-Jombang.

Ribath Nurul Hidayah

"Dalam merumuskannya Badan Pengurus Harian (BPH) PMII Cabang Jombang telah melukan Rapat Pleno BPH sebanyak dua kali, dan terakhir keabsahan draft rapat pleno BPH telah dibacakan dan disepakati oleh segenap pengurus cabang lainnya pada hari Rabu (24/08) kemarin lusa," jelas Ircham.

Setelah modul administrasi rampung dengan sempurna, Ircham merencanakan akan menyosialisasikan kepada Pengurus Rayon dan Pengurus Komisariat PMII se-Jombang bebarengan dengan sosilaisasi modul kaderisasi yakni Hari Kamis tanggal 08 September 2016 di Aula PCNU Jombang.?

Lebih lanjut Ia menjelaskan jika hasil Pleno BPH PMII Cabang Jombang akan disahkan pada forum Musyawarah Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB) ke-IV, yang akan digelar pada tanggal 24-26 September 2016 mendatang.

"Muspimcab adalah forum tertinggi kedua setelah Konfercab, oleh sebab itu kami harapkan seluruh warga PMII Jombang (Rayon, Komisariat, Cabang) dapat bekerja sama dengan baik," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 04 Desember 2017

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Di sela pelaksanaan Kongres XV Fatayat, Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah menuturkan kesan-kesannya selama memimpin organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama, Sabtu (19/9) malam. Bagi Ida, Fatayat di mana-mana mengesankan.

“Saya sangat senang ketika menghadiri pelantikan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Fatayat Taiwan. Luar biasa. Ya, mereka itu melakukan amaliyah Nahdliyah luar biasa sekali meskipun di luar negeri,” ujar Ida kepada Ribath Nurul Hidayah usai seminar dengan Menpora dan Menristekdikti.

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Menurut dia, susunan dan tertib acara kegiatannya mirip sekali di Indonesia. “Ada pembacaan ayat suci Al-Quran, lagu Indonesia Raya, shalawat Badar, Mars Fatayat. Lengkap pokoknya. Saya membayangkan sedang tidak di luar negeri. Ya seperti di Jawa Timur aja. Nggak berasa di Taiwan,” ujarnya bangga.

Ida Fauziyah menambahkan, dirinya sangat bahagia ketika kegiatan Fatayat Taiwan bisa online juga. “Jadi, memberikan motivasi kepada mereka by phone aja. Pengajian pakai online pakai jaringan telepon yang mereka bangun. Kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan. Bisa mendekatkan jarak,” tuturnya.

Ditanya tentang movitasi dan semangat warga Fatayat beroganisasi, anggota DPR RI ini mengatakan, ternyata mereka berfatayat itu karena selain faktor keturunan juga panggilan jiwa. “Pertama, karena turunan. Bapaknya NU, ibunya Muslimat. Kedua panggilan jiwa,” kata Ida.

Ribath Nurul Hidayah

Setelah terinternalisasi nilai-nilai Aswaja, lanjutnya, semangat berjihad melalui organisasi Fatayat NU makin besar. “Sejak remaja mungkin mereka sudah masuk IPPNU juga. Setelah masuk usia produktif, 20-25 tahun, ia lalu masuk Fatayat,” tandasnya.

Disinggung soal pembatasan umur di Fatayat, Ida Fauziyah menyitir hasil muktamar NU bahwa Fatayat dibatasi sampai 40 tahun. Bagi dia, tidak ada persoalan ketika koordinasi masing-masing badan otonom (banom) tetap terjaga.

“Asal ada koordinasi dan sistematisasi kaderisasi antarbanom di lingkungan NU. Mereka yang di IPPNU, setelah selesai lalu lanjut ke Fatayat. Tidak berhenti di situ lalu terus ke Muslimat. Jadi, nggak ada masalah dibatasi atau tidak,” paparnya.

Persoalannya, tambah Ida, ketika sudah dibatasi justru pengkaderan malah mandeg. “Saya rasa itu tidak boleh terjadi. Banyak juga perdebatan soal umur. Karena sosialisasi hasil muktamar kan baru-baru ini. Kawan-kawan khawatir setelah ini bisa nggak berkhidmat di Muslimat. Akhirnya stagnan. Nah, ini bisa dimanfaatkan organisasi lain,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Ribath Nurul Hidayah

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Pendidikan, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 03 Desember 2017

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, beserta Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Bupati Sidoarjo, Kepala BNNK Sidoarjo, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mendeklarasikan perlawanan terhadap narkoba. Deklarasi tersebut dilakukan di aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Ahad (17/7).

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Khofifah menegaskan, Muslimat NU harus berada di garda terdepan dalam melawan narkoba. Pasalnya, yang menjadi sasaran mafia narkoba saat ini adalah anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemn masyarakat untuk terus memberantas peredaran narkoba.

"Saat ini banyak anak-anak yang menjadi kurir narkoba. Apabila tertangkap, anak itu tidak di hukum seumur hidup. Karena hukuman anak itu di bawah hukuman orang dewasa maksimal 10 tahun. Setelah itu, anak-anak bebas bersyarat dan menjalani hukuman sekitar 5 tahun. Belum lagi mendapatkan remisi sekitar 3 hingga 4 tahun," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PP Muslimat NU ini mengaku prihatin atas peredaran narkoba yang menyerang anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus memberantas peredaran barang haram tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

"Anak yang sudah keluar dari penjara itu masih dipantau oleh bandar narkoba. Untuk itu, kita juga harus memantau kembali keberadaan bandar narkoba, agar anak-anak yang sudah tereksploitasi tidak mengulangi perbuatannya lagi," tegasnya.

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah berharap, dengan diadakannya deklarasi antinarkoba ini, generasi penerus bangsa terhindar dari peredaran narkoba. "Narkoba itu membawa sengsara. Semoga anak-anak dijauhkan dari narkoba," harapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Pesantren, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 30 November 2017

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Subang, Ribath Nurul Hidayah. Setiap daerah memiliki keunikan sendiri dalam menyambut lebaran, seperti di wilayah pantura kabupaten Subang terdapat tradisi tukar rantang atau biasa disebut dengan udun-udunan.

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Menurut Reti salah satu warga desa Cilamayagirang tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun, “Tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyang daerah sini” jelasnya.

”Dalam tukar tantang ada perbedaan antara kerabat dan tetangga. Jika kerabat yang nasabnya lebih tua, tukar rantang berisi lengkap, seperti nasi, bakakak (ayam panggang), gula, kopi, udud (rokok) aneka macam buah-buahan,” ujar Siti Aisyah.  

Ribath Nurul Hidayah

Kalau untuk kerabat yang nasabnya lebih muda dan tetangga, tukar tantang isinya sederhana, yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor. 

“Kebiasaan orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk,” jelas Aisyah pada Ribath Nurul Hidayah, Selasa (6/8/2013).

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Ustadz Sobri, Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga.

Uniknya, dalam tradisi tukar rantang ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan. Uang tersebut diperuntukkan kepada si anak pengirim rantang. 

Untuk isi amplop beragam, mulai dari Rp5.000 sampai dengan  Rp50.000 atau pun Rp100.000, tergantung pada kemampuan si pemberi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah - Sejumlah program yang dapat direalisasikan Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur dibahas intensif pada Ahad (17/1). Diharapkan dari koordinasi ini banyak peluang dan kegiatan yang bisa menyapa warga serta manfaatnya dapat dirasakan khalayak.

"Ada 5 program yang telah disepakati pada rapat yang berlangsung sejak pagi hingga petang kemarin," kata Ahmad Najib AR kepada Ribath Nurul Hidayah, Senin (18/1). Kelima program tersebut dari mulai menejemen organisasi, media informasi dan publikasi, pembinaan dan kepustakaan, penerbitan dan usaha, serta riset dan pengembangan, lanjutnya.

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Gus Najib, sapaan akrabnya juga menandaskan bahwa di menejemen organisasi bersifat konsolidasi internal, memanfaatkan jaringan dengan kepengurusan di kota dan kabupaten se Jawa Timur hingga memanfaatkan koordinasi dengan kepengurusan di tingkat PP LTN NU di Jakarta.

Ribath Nurul Hidayah

"Untuk media informasi dan publikasi ada dua pekerjaan besar yang dilakukan yakni mengoptimalkan keberadaan website kitabkuning.net serta workshop media sosial," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam waktu dekat, PW LTN NU Jatim yang dipandegani oleh program pembinaan dan kepustakaan akan melangsungkan lomba karya tulis ilmiah. "Temanya sedang kami persiapkan," katanya. Dari kegiatan ini diharapkan juga akan lahir buku sebagai bunga rampai gagasan peserta lomba, lanjutnya.

Pertengahan tahun depan juga sudah disiapkan usaha penerbitan sekaligus percetakan sebagai penopang kebutuhan keuangan lembaga. "Yang pasti, untuk penerbitan sudah disepakati," kata Gus Najib. Sedangkan untuk percetakan karena membutuhkan mesin yang memadai, masih menunggu kepastian dari sejumlah pihak yang telah menyediakan kesempatan tersebut, lanjutnya.

Sedangkan terakhir adalah terkait dengan riset dan pengembangan yang mendapat sejumlah masukan dari peserta rapat. "Kegiatan ini memang penting sebagai sarana menghimpun dan mengkonsolidir intelektual dan peneliti NU yang berorientasi pada kemajuan jamiyah," terangnya. Devisi ini juga akan mengakomodir keinginan kuat para tenaga pendidik dan dosen yang membutuhkan jurnal sebagai media untuk menyampaikan gagasan demi memperbaiki kondisi yang lebih baik.

Yang membanggakan, pada rapat yang berlangsung di aula PWNU Jatim tersebut, sejumlah pengurus berkenan hadir. "Walau ada yang dari luar kota, antusias mereka sangat membanggakan," kata Gus Najid. Termasuk kehadiran mantan Ketua PW LTN NU periode sebelumnya yakni? Dr H Syahid yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nusantara, Santri, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 November 2017

KH Fadil dan KH Oenoeng, Pendiri NU Tasikmalaya

"Barudak, kaula tos kadongkapan Kangjeng Dalem ti Tasik. Saur anjeunna kiwari aya dua kumpulan anyar. Anu hiji ti kulon (AII atau Al-Ittihadijatoel Islamijah atau sekarang dikenal PUI), nu hiji deui ti wetan nyaeta NO atau Nahdlatul Oelama. Kula moal nitah moal nyarek. Tapi asana nu bakal lana mah nu ti wetan. Kieu we pamanggih kula mah mun rek asup kadinya baca Robbi adkhilni mudkhola sidqin wa akhrijni mukhroja sidqin wajal lii minladunka sulthoona nashiiro. Baca tilu balik bari ramo leungeun katuhu dempet ku kelek kenca. Mun hate loyog, pek asup kadinya, mun heunteu loyog nya ulah," kata KH Aon (Penghulu Besar) di hadapan santri-santrinya di Mangunreja Singaparna Tasikmalaya tahun 1927.

Siapa pendiri Nahdlatul Ulama (NU) atau yang mengenalkan NU ke Tasikmalaya. Ada dua literatur yang dihimpun yakni KH Fadil asal Cikotok Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran (dulu Parigi tahun 1933/Al-Imtisal No 26 masuk Tasikmalaya, kemudian masuk wilayah Kabupaten Ciamis).

KH Fadil dan KH Oenoeng, Pendiri NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Fadil dan KH Oenoeng, Pendiri NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Fadil dan KH Oenoeng, Pendiri NU Tasikmalaya

Namun, menurut salah satu menantu KH Fadil, Hj Enar (85) bahwa KH Fadil berasal dari Plered Cirebon. Adapun ke Cikotok karena mengungsi ketika ada serangan Belanda ke Tasikmalaya tahun 1938.

KH Fadil ke Tasikmalaya karena mengikuti istrinya, Hj Masnuah yang menikah ketika sedang ibadah haji di Mekah. Dan satunya lagi menyebut KH Fadil serta KH Oenoeng Qolyubi asal Kampung Madewangi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. KH Oenoeng merupakan sahabat dekat KH Fadil ketika sama-sama di Mekah yang dipertemukan kembali di Tasikmalaya.

Ribath Nurul Hidayah

Dua sumber menyatakan KH Fadil, yakni Penelitian Maman Abdul Malik Syaroni dalam "Idhar Ulama Birokrat di Tasikmalaya" (IAIN Sunan Kalijaga 1993), dan Awal Berdirinya NU di Tasikmalaya yang disusun KH A. E Bunyamin, terbitan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kota Tasikmalaya Tahun 2014.

Ribath Nurul Hidayah

Kemudian yang menyatakan KH Fadil dan KH Oenoeng Qalyubi adalah keterangan dari Ringkasan Riwayat Hidup KH O. Qolyubi yang ditulis putranya KH Ahmad Thabibudin pada 27 November 1955. Dalam catatan tersebut, anggota DPR asal Garut, H. Zainal Abidin mengatakan pendiri NU Cabang Tasikmalaya adalah KH O. Qalyubi dan KH Fadil tahuh 1926.

Menarik memang, karena keterbatasan sumber literatur tentang siapa dan kapan pastinya NU Cabang berdiri di Tasikmalaya belum terjawab tuntas. Untuk tahun pendirian pun masih ada dua pendapat yakni tahun 1928 (Penelitian Amin Mudzakir dan KH AE Bunyamin), serta di tahuh 1926 atau bersamaan dengan berdirinya NU di Surabaya. Meski demikian, perbedaan bukan untuk diperdebatkan tapi akan saling melengkapi di kemudian hari.

Dalam catatan ringkas "Riwayat Ngadegna NU Cabang Tasikmalaya" yang ditulis KH Ahmad Thabibudin tahun 1955 dengan bahasa Sunda, diceritakan KH Fadil dan KH Oenoeng menemui para kiai di Tasikmalaya. Untuk Kiai yang di kota hanya beberapa tempat, kecuali di Singaparna.

Saat NU akan ramai, kolonial Belanda menakuti-nakuti sampai banyak pengurus dan anggota NU menyerahkan kembali kartu NU. Termasuk di Kampung Madewangi (tempat KH Oenoeng) dari 60 orang tinggal 35 orang. Namun, ketika Ketua NU dipegang "Juragan" Ahmad Dasuki, anggota NU kembali banyak. Dan lagi-lagi terus dihalangi Belanda, kemudian banyak yang keluar lagi.

Kemudian KH Oenoeng dan KH Fadil menemui Sutisna Senjaya, guru HIS Pasundan di kediamannya Jalan Kebon Tiwu. Keduanya meminta agar Sutisna Senjaya bersedia jadi Ketua NU. Pertamanya ditolak karena merasa tidak banyak tahu tentang ilmu agama, tapi ketika diyakinkan, akhirnya menerima. Diadakanlah pertemuan pertama di Masjid Madewangi mengenalkan Sutisna Senjaya ke warga NU Madewangi.

Setelah Sutisna Senjaya masuk, lalu ke Singaparna menemui KH Ruhiyat Cipasung, KH Dahlan Cicarulang serta KH Aon Mangunreja. Akan tetapi, KH Aon menolaknya, termasuk KH Sobandi Cilenga. Namun ketika tahu KH Ruhiyat masuk NU, KH Sobandi pun mengikuti.

Di wilayah Cibeureum, hanya KH Masduki Awipari dan KH Zabidi Nagarakasih yang masuk NU. Meski akhirnya satu per satu pesantren masuk juga.

Ketika NU diketuai Sutisna Senjaya, sempat diganti oleh "Juragan Adjat Sudrajat", tapi sebentar dan diganti lagi oleh Sutisna Senjaya yang menjadi pelopor pertama dalam jurnalistik NU dengan membuat majalah Almawaidz tahun 1933.

Pasca Sutisna Senjaya, NU dipegangan KH Hulaimi, dan Syuriah oleh KH Ruhiyat Cipasung yang sebelumnya oleh KH Oenoeng Qalyubi. Sejak itu, NU mulai dipimpin anak muda.

Jika ada siapa pendiri atau yang pertama kali mengenalkan NU ke Tasikmalaya, tentu ada yang menjadi pimpinan pertama. Dalam buku Awal Berdirinya NU di Tasikmalaya yang ditulis KH AE Bunyamin, Ketua NU pertama adalah R. AhmadDasuki seorang Penghulu Besar Tasikmalaya. Penentuan Ketua NU pertama itu dilakukan dirumah KH Fadil atau rumahnya KH Dimyati di Nagarawangi. Diputuskan untuk Syuriah KH Fadil, Tanfidziyah R. Ahmad Dasuki. (Nurjani)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah