Rabu, 31 Mei 2017

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Ribath Nurul Hidayah

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Sunnah, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah

Bandung, Ribath Nurul Hidayah. Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Danstakorwil Banser) Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi menyayangkan bentrokan antara FPI dan GMBI meluas hingga ke daerah di Jabar. Pasalnya segala bentuk anarkisme tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun dengan alasan apapun.

"Kami tak mau tanah Jawa Barat jadi arena peperangan. Urang Islam, urang Sunda mah teu kitu (orang Islam dan orang Sunda tidak seperti itu)," kata Yudi selepas menghadiri undangan Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Anton Carliyan, Jumat (13/1).

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah

Menurut Yudi, Banser Jabar juga mengkritik gaya yang dipakai FPI dalam mengawal Rizieq Shihab. Sebagai warga negara yang baik, tak perlu "abring-abringan" seperti itu karena siapa pun sama kedudukannya di mata hukum.

"Begitu juga ke GMBI. Serahkan saja kepada kepolisian kasus ini meski memang berdemonstrasi dijamin Undang-Undang," ujar Yudi yang menegaskan bahwa anarkisme kedua kelompok tersebut tidak dibenarkan.

Maka, tuturnya, kesan yang tersiar ke publik pemanggilan Rizieq Shihab sampai dikawal ribuan massa FPI seolah unjuk kekuatan sebagai intervensi hukum, dan adanya massa diluar FPI seolah menandingi gerakan FPI tadi.

Ribath Nurul Hidayah

"Ya jadi bentrok karena yang namanya kerumunan massa lebih dari dua orang akan menimbulkan keberanian yang tak akan terkendali. Coba kalau Rizieq Shihab datangnya biasa, dan massa GMBI juga menunggu respon kepolisian," ucapnya.

Atas insiden yang telah mencoreng Bumi Parahyangan ini, Banser Jabar mengintruksikan kepada Banser di Kota/Kabupaten se-Jabar untuk terus menjaga kenyamanan warga, terutama warga NU.

"Ada apa dibalik semua itu, kita harus jeli," kata Yudi.?

Sebelumnya buntut dari bentrokan di Jalan Soekarno Hatta Bandung, sejumlah Sekretariat GMBI diberbagai daerah seperti Bogor, Tasikmalaya, dan Ciamis dirusak massa. (Nurjani/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Kajian, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Mei 2017

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Jerusalem, Ribath Nurul Hidayah. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Rabu (14/2) melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas sejumlah isu seprti konflik Israel-Palestina dan ambisi nuklir Iran.



PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Turki yang menjadi sekutu Israel juga AS itu telah menawarkan bantuan untuk mewujudkan upaya-upaya perdamaian mengingat hubungan baiknya dengan Israel dan Palestina yang sudah lama bersengketa.

Sejumlah pengamat mengungkapkan, kunjungan Olmert selama dua hari di Turki dan rencana pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu AS Condoleezza Rice tidak akan menghasilkan langkah-langkah positif dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Ribath Nurul Hidayah

Pejabat pemerintah Israel Miri Eisin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi tersebut. "Israel dan Turki memiliki hubungan strategis yang penting di segala bidang."

"Turki merupakan negara demokrasi moderat yang telah memainkan peranan yang sangat penting menyangkut isu Isreal-Palestina. Israel berharap dapat memperluas peran Turki di garda depan," kata Eisin kepada AFP.

Ribath Nurul Hidayah

Olmert yang menurut rencana akan tiba di Ankara hari ini akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Menlu Turki Abdullah Gul dan sejumlah pejabat tinggi Turki lainnya pada Kamis besok.

Israel dan Turki yang menjadi sekutu-sekutu AS menjalin hubungan baik dengan melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi maupun militer.

Menyinggung kunjungan Olmert ke Turki, Erdogan menuduh Israel telah menyulut ketegangan dengan umat Islam di seluruh dunia menyusul rencana Israel yang tetap melanjutkan penggalian dekat Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam.

Erdogan mengungkapkan bahwa negaranya "terusik dan marah" atas rencana Israel tersebut.

"Terus terang, saya akan katakan kepada pemerintah Israel bahwa Masjidil Aqsa adalah satu di antara tempat tersuci bagi umat Islam di seluruh dunia dan segala tindakan apapun yang melanggarnya akan menuai reaksi-reaksi yang dibenarkan," ungkap Erdogan.

Sebaliknya, Eisin mengatakan bahwa penggalian tersebut akan tetap dilanjutkan. "Kami akan menjelaskan bahwa penggalian ini akan berlanjut dan bahwa penggalian ini di luar Temple Mount (Masjidil Aqsa)." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Mei 2017

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah - Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang baik memerlukan kebersamaan. Tanpa kebersamaan, akan sulit mencapai kesuksesan pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantran.

Hal itu disampaikan KH Moh Zuhri Zaini saat memberikan tausiyah di acara silaturahim dan rapat wali Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/9).

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

“Tanpa adanya dukungan dari wali santri, kami yang di dalam lingkungan pesantren akan berat. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan adanya cara pandang yang sama dalam pendidikan pesantren,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Kiai Zuhri Zaini, banyak perubahan yang akan dilakukan di pesantren. Mulai dari tata kelola dan semacamnya yang dimaksudkan supaya para santri bisa menjalani pembinan dengan kondusif dan efektif.

Ribath Nurul Hidayah

“Perubahan-perubahan itu tentunya penuh dengan kejutan-kejutan. Mudah-mudahan kejutan ini tidak menyedihkan, namun menggembirakan,” tegasnya.

Kiai Zuhri menambahkan bahwa setiap perubahan butuh pengorbanan. Selain menyamakan visi dan misi dalam mewujudkan pendidikan yang baik bagi santri, penciptaan iklim yang kondusif juga perlu masuk-masukan. Sebab masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Dukungan doa dari wali santri sangat mujarab. Sebab doa orang tua itu sama dengan doa nabi pada umatnya. Dukungan moral dan doa serta pemahamn yang sama,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Warta Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 27 Mei 2017

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih

Situbondo, Ribath Nurul Hidayah. Selama ini, terdapat kesenjangan pemahaman antara para ulama dengan tenaga medis. Di satu sisi, ulama kurang akrab dengan ilmu medis. Sebaliknya, para tenaga medis juga kurang memahami ilmu fikih yang terkait dengan panduan beribadah pasien.

Kesenjangan itulah yang coba dicarikan titik temu dalam Halaqah Fiqih Medis, Ahad (31/3) kemarin. Kegiatan yang digelar di Pendopo Kabupaten Situbondo itu dihadiri oleh para kiai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan tenaga medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Situbondo. Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar hadir dalam kesempatan ini.

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih (Sumber Gambar : Nu Online)
Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih (Sumber Gambar : Nu Online)

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih

Halaqah Fiqih Medis diharapkan akan dapat menjadi embrio sinergi antara ulama dan tenaga medis di salah satu daerah tertinggal di Jawa Timur ini. “Nantinya, peserta halaqah diharapkan akan mendapat pemahaman yang komprehensif seputar prosedur ibadah bagi pasien, baik dari kacamata medis maupun fikih Islam,” ujar Rijal Mumazziq dari Penerbit Imtiyaz Surabaya yang berbicara dalam halaqah ini.

Ribath Nurul Hidayah

Rijal menandaskan, selama ini terdapat kesenjangan pemahaman yang cukup mengkhawatirkan antara para pegiat agama dengan praktisi medis. “Padahal antara keduanya tidak selayaknya dipertentangkan, malah harus disinergikan,” katanya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto juga menegaskan pentingnya penguasaan fikih bagi kalangan tenaga medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Karena itu, ia berharap kegiatan halaqah akan ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan bagi tenaga medis. 

Ribath Nurul Hidayah

Dadang menambahkan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan tindak lanjut halaqah dengan jajaran rumah sakit dan dinas kesehatan serta Puskesmas di seluruh Situbondo. Targetnya, setiap tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas akan memiliki pemahaman dasar terkait fikih medis.

“Dengan pelatihan itu, setiap tenaga medis diharapkan mampu memahami suasana batin pasien dan mengkomunikasikan prosedur penanganan pasien dalam kerangka fikih Islam,” tuturnya.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi komitmen Bupati Situbondo. Pengasuh PP Miftahussunnah Kedungtarukan, Surabaya, ini berharap akan semakin banyak kepala daerah di Jawa Timur yang mempunyai komitmen serupa.

Selain Kiai Miftah, halaqah tersebut juga dihadiri oleh KHR Azaim Ibrahimy (Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo), KH Abdul Hamid Wahid (Wakil Bendahara Umum PBNU), KH Achmad Shampton Masduqie (LBM PWNU Jawa Timur), Saifullah (Sekkab Situbondo) serta Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas.

Pada saat sama, halaqah serupa juga diselenggarakan di Kabupaten Bondowoso. Dalam kegiatan yang digelar di Aula RSNU Bondowoso tersebut, tampil sebagai narasumber adalah KH Afifuddin Muhajir (PBNU) dan KH Zainul Mun’im (Besuki, Situbondo). Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dan Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam juga hadir dan memberikan sambutan.

Satu hal yang patut dicatat, Halaqah Fiqih Medis di kedua daerah tersebut juga diisi penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Bondowoso dengan PCNU masing-masing. Nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi landasan bagi sinergi ulama dan tenaga medis dalam pelayanan kesehatan di kedua daerah tertinggal tersebut.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Internasional, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 24 Mei 2017

Kelakar Sekjen PBNU saat Ajak Ahok Baca Syahadat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Sebagaimana ketika menyambut tamu-tamu lain yang bersilaturrahim ke PBNU, suasana gayeng dan penuh ger-geran khas NU selalu tercipta. Demikian pula saat pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersilaturrahim ke PBNU pada Selasa (9/10) malam.?

Kelakar Sekjen PBNU saat Ajak Ahok Baca Syahadat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelakar Sekjen PBNU saat Ajak Ahok Baca Syahadat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelakar Sekjen PBNU saat Ajak Ahok Baca Syahadat

Suasana santai, akrab, dan penuh humor spontan tercipta. Salah satu kelakar dan guyon khas NU yang terlontar malam itu adalah saat Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siroj. "Pak Ahok ini ternyata hafal Al-Fatihah," ujar Kiai Said.

Mendengar ucapan Kiai Said itu, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini melontarkan komentar. "Pak Ahok, kalau Al-Fatihah kepanjangan. Bagaimana kalau yang pendek saja, dua kalimat Syahadat," ujar pria kelahiran Cirebon itu yang kemudian disambut dengan derai tawa dari yang hadir malam itu.

Tradisi gayeng seperti itu semata-mata ditujukan untuk membangun suasana kekeluargaan dan keakraban kepada tamu-tamu PBNU. "Sebagai tuan rumah yang baik, tugas kita adalah melayani tamu dengan sebaik-baiknya," ujar Kiai Said.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam silaturrahim singkat itu PBNU menyampaikan pesan agar pasangan yang bertarung di Pilkada DKI sama-sama menjaga komitmen untuk membangun Jakarta lebih baik dan bermartabat. Selain itu kampanye yang menjurus pada gerakan memecah belah harus dihindari.?

"Kita ingin pilkada yang damai dan santun dengan tetap menjunjung tinggi akal sehat," ujar Kiai Said. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 22 Mei 2017

Menteri Rudiantara Minta NU Bantu Sediakan Konten Positif

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?



Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara meminta bantuan pengurus NU untuk menyediakan konten-konten positif yang akan disiarkan kepada masyarakat melalui berbagai media. Hal itu sebagai upaya menandingi konten negatif yang tersebar, dikonsumsi masyarakat, terutama melalui media sosial.?

“Pemblokiran itu capek. Pembatasan itu capek, ibaratnya adalah menyembuhkan orang sakit, harus disuntik, diobati,” katanya pada peresmian Nusantara Command Center (NCC) di gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5).

Menteri Rudiantara Minta NU Bantu Sediakan Konten Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Rudiantara Minta NU Bantu Sediakan Konten Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Rudiantara Minta NU Bantu Sediakan Konten Positif

Keminfo, kata dia, sudah memiliki daftar situs yang memproduksi konten negatif. Sebaliknya, Keminfo juga memiliki daftar situs postif.?

“Kontennya disediakan NU, kita yang menyebarkan,” pintanya.?

Ribath Nurul Hidayah

Ia menambahkan, teknologi seperti pedang bermata dua. Di satu sisi bisa digunakan untuk hal positif dan di sisi lain untuk negatif.?

Teknologi dalam konteks media sosial, lagi-lagi Keminfo meminta NU untuk bisa kerja sama ? menyediakan konten positif.?

“Untuk itu saya berharap kita bisa membuat suatu panduan bagaimana panduan di media sosial di dunia maya,” katanya.?

Ribath Nurul Hidayah

Rudiantara meminjam istilah Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang mengemukakan muamalah medsosisiyah atau interaksi melalui media sosial. Ia meminta NU memberikan panduan dalam interaksi medsos agar penggunanya lebih banyak mengeluarkan konten yang bermuatan toleran, moderat, dan inklusif. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, PonPes, Warta Ribath Nurul Hidayah

Menangi Kompetisi Menulis, 2 Santri Ini Bakal Kunjungi Perpustakaan Terbaik ASEAN

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Setelah melalui tahap seleksi 50 orang dari 357 nominator 1st Santri Writer Summit yang digelar Kementrian Agama RI bersama Komunitas Santri Nulis dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017 di UI Depok.

Sebagai pemenang, terpilih Annas Rolli Muchlisin, santri Pesantren Al Muhsin, Yogyakarta untuk kategori essay. 

Menangi Kompetisi Menulis, 2 Santri Ini Bakal Kunjungi Perpustakaan Terbaik ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Menangi Kompetisi Menulis, 2 Santri Ini Bakal Kunjungi Perpustakaan Terbaik ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Menangi Kompetisi Menulis, 2 Santri Ini Bakal Kunjungi Perpustakaan Terbaik ASEAN

Adapun predikat The Best Delegation (delegasi terbaik) diraih oleh Sidik Nur Thoha, santri perwakilan dari Pesantren Al Munawir Krapyak Yogyakarta. 

Setelah pemenang diumumkan panitia, oleh Saiful Falah, founder Komunitas Santri Nulis meminta kepada Anas yang juga alumni Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan dan Sidik, alumni Pesantren Ihya’ Ulumuddin, Kesugihan Cilacap ini untuk segera mengurus paspor.

Ribath Nurul Hidayah

“Tolong nanti segera urus paspornya ya!” kata Saiful. 

Lebih lanjut, Saiful langsung menanyakan “atau kalian sudah punya paspor?”

Ribath Nurul Hidayah

Ternyata dari dua pemenang ini masing-masing sudah mempunyai paspor lama, dan belum digunakan sama sekali. 

Kepada Ribath Nurul Hidayah, Anas mengaku, ia telah membuat paspor dua tahun silam setelah ia membaca buku Rhenald Kasali yang memberikan motivasi bagi pemuda siapapun yang ingin ke luar negeri, untuk membuat paspor terlebih dahulu.

 

“Saya sudah bikin paspor sejak dua tahun yang lalu setelah membaca artikel Prof Rhenald Kasali yang menganjurkan agar pemuda yang ingin ke luar negeri harus punya paspor terlebih dahulu. Saya bikin, dan setelah dua tahun paspor ini menanggur, alhamdulillah akan segera dapat digunakan untuk pergi ke Singapura,” tegasnya. 

Setali tiga uang, Sidiq yang membuat paspor beberapa waktu lalu pada semester ini mengaku, ia yakin, suatu saat nanti, ia akan dapat pergi ke luar negeri. Dan benar, kali ini ia mendapatkanya. 

“Saya bikin paspor karena punya cita-cita dan keyakinan kuat akan dapat kesempatan ke luar negri,” kata remaja kelahiran Purbalingga tersebut. 

Rencananya, mereka berdua akan diajak ke Perpustakaan Singapura, perpustakaan yang masuk kategori terbaik di ASEAN.

“Nanti akan saya ajak ke Perpustakaan Singapura. Perpustakaan ini adalah perpustakaan ramah anak. Jadi yang datang tidak hanya orang dewasa, tapi ada pula rombongan anak-anak,” jelas salah satu guru di Pesantren Darul Quro Leuwiliang yang akrab disapa Kang Falah ini. (Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Syariah, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 18 Mei 2017

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Mr Xie Feng bersama istri menyambangi PBNU, Senin (6/7). Acara yang berlangsung di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta ini bertajuk buka puasa dan santunan anak yatim piatu dan dihadiri segenap jajaran Kedutaan Besar RRT.

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

Xie Feng, mewakili pemerintah Tiongkok menyampaikan salam dan selamat menjalankan puasa untuk muslim Indonesia. Dia, istri, dan jajaran Kedubes RRT merasa senang sekali bisa berkunjung ke ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Xie mengatakan, sebagaimana besarnya agama Islam, NU selalu mendorong perdamaian umat muslim di dunia.

“Di daerah otonomi Xinjiang, umat muslim mencapai 20 juta, sedangkan masjid sebanyak 20 ribu,” ujarnya di hadapan hadirin yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU.

Ribath Nurul Hidayah

Xie mengaku, bahwa umat muslim di Tiongkok menghargai keberagaman menurut UU. Dia menerangkan, bahwa muslim di Tiongkok juga memiliki kedudukan yang sama dengan bangsa lain di negaranya.

Dia juga menjelaskan, bahwa kerja sama RI-Tiongkok juga berjalan dengan baik. Kerja sama nyata dalam menyinergikan jalan sutera dan poros maritim sedang dibangun oleh pemerintah RI dan Tiongkok. “Saya yakin kerja sama ini akan berhasil, mengingat kita mempunyai pertalian sejarah yang panjang lewat Laksamana Cheng Ho,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kekagumannya terhadap bangsa Tiongkok karena Nabi Muhammad pun menyebut mereka dalam sebuah sabdanya. “Hadis yang sangat terkenal yaitu Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China (Tiongkok),” jelas Kiai Said.

Kang Said juga menerangkan ketika dirinya berkunjung ke Beijing tahun 2000 silam. Dia menjelaskan bahwa kini bangsa Tiongkok mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang.

Dia berharap muslim di sana selalu dapat beribadah dengan tenang. Untuk itu menurutnya, muslim yang ada di Tiongkok untuk tidak turut campur ke dalam urusan politik. Hal ini agar stabilitas politik di RRT juga terjaga dengan baik, tidak menimbulkan sentimen agama sehingga kehidupan muslim pun dapat berjalan dengan tenang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 17 Mei 2017

PBNU Siap Tampung 1.000 Anak Aceh

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap menampung 1.000 anak Aceh korban gempa dan gelombang tsunami yang akan disalurkan di 14 pesantren NU yang ada di propinsi tersebut. "PBNU siap menampung 1.000 anak untuk dididik di pesantren. Karena kebijakan sementara pemerintah melarang anak-anak Aceh dibawa ke luar Aceh maka kemampuan PBNU baru sejumlah itu," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa.

Dikatakannya, di Aceh terdapat hampir 100 pesantren, namun akibat bencana yang melanda propinsi itu maka kini pesantren yang masih bisa beroperasi tinggal 14 pesantren dan itu pun masih harus dibenani bangunannya. Oleh karena itu, kata Hasyim, selain menyiapkan dana untuk biaya hidup anak-anak yang akan ditampung di pesantren, PBNU juga akan mengupayakan rehabilitasi bangunan pesantren yang ditunjuk tersebut dengan mencoba bekerja sama dengan Departemen Sosial dan Departemen Pendidikan Nasional.

Kalau pemerintah mengizinkan anak-anak Aceh dibawa keluar, kata Hasyim, maka PBNU mampu menampung sekitar 5.050 anak untuk dididik di pesantren-pesantren NU, terutama di Jawa, yang sudah menyatakan kesanggupannya. "Kenapa yang kita siapkan pesantren? Karena di pesantren anak-anak itu nanti bersekolah sekaligus dididik dengan agama serta dilindungi kehidupannya, termasuk rehabilitasi mental untuk mengatasi trauma," katanya.

Jika bisa bekerja sama dengan lembaga lain, seperti forum panti asuhan, kata Hasyim, maka jumlah anak yang dapat ditampung jauh lebih besar lagi, yakni bisa mencapai dua kali lipat. "Sekarang tergantung pada pemerintah apakah peluang itu akan dimanfaatkan atau tidak," kata Hasyim dan menambahkan, langkah PBNU tersebut dilakukan semata-mata demi menyelamatkan masa depan anak-anak Aceh korban bencana sehingga tidak terputus pendidikannya.

Menurut Hasyim, pendidikan anak-anak Aceh di pesantren tersebut bisa berlangsung terus, yakni dari SD hingga SLTA, atau sementara sambil menunggu pembangunan kembali sekolah-sekolah yang hancur akibat bencana. "Yang penting anak-anak tidak terputus pendidikannya. Kalau menunggu rehabilitasi sekolah sampai kapan, di Maluku dan Ambon saja hingga sekarang belum selesai rehabilitasinya," kata Hasyim.

Saat ini PBNU telah menugaskan pengurus wilayah NU Aceh untuk menginventarisasi anak-anak yang bersedia ditampung di pesantren. Anak-anak yang mau atau keluarga korban yang berminat menitipkan anaknya untuk dididik di pesantren diminta menghubungi pengurus NU setempat. Sementara untuk menangani anak-anak usia 1-2 tahun, PBNU menyarankan pemerintah membangun penampungan darurat dan sepakat dengan aturan yang ditetapkan mengenai pelaksanaan adopsi terhadap anak-anak tersebut.

Terkait dengan bencana di Aceh dan Sumatera Utara, PBNU telah mengirim sejumlah bantuan pangan, pakaian, dan obat-obatan serta relawan dan dalam waktu dekat juga akan memberangkatkan lagi empat truk bantuan lewat darat. Sebanyak tiga pengurus wilayah NU Aceh diketahui meninggal akibat bencana alam tersebut, sementara untuk pengurus cabang belum diketahui pasti jumlahnya, namun diperkirakan antara 30 hingga 50 persen. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren, Aswaja, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

PBNU Siap Tampung 1.000 Anak Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siap Tampung 1.000 Anak Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siap Tampung 1.000 Anak Aceh

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Hiruk pikuk panitia, untuk mempersiapkan kegiatan khataman dan haul di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, pekan lalu (31/1), masih terlihat. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 23.30 WIB.

Sebagian dari para santri yang berada di depan halaman masjid, masih sibuk dengan aktivitas mengangkat kursi, mengecek lampu dan sebagainya. Secara kebetulan, saya dan seorang kawan dari Ribath Nurul Hidayah, yang hendak pergi berziarah ke makam tokoh kharismatik di Solo, KH Umar Abdul Mannan, menemukan semacam prasasti yang terletak persis di depan masjid.

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Pada prasasti tersebut, tertulis judul dengan huruf kapital: SHOLAWAT – WASIAT K.H. AHMAD UMAR ABDUL MANNAN. Tulisan yang berwarna kuning keemasan tersebut, terlihat menyala di atas prasasti yang berwarna hitam. Di bawah judul, tertulis syair shalawat yang dibuat oleh Kiai Umar.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, syair tersebut diciptakan semasa Kiai Umar masih hidup. “Kemudian dititipkan ke Nyai Siti Fathonah Rofingi. Pesan Mbah Umar, setelah wafat agar diserahkan ke pengganti beliau, KH Rofingi Al-Hafidh,” ujar Kiai Dian, Rabu (4/2).

Ribath Nurul Hidayah

Adapun isi shalawatnya sebagai berikut:

Allahumma sholli wa salim ‘alaa # Sayyidina wa maulanaa muhammadin

‘adada maa fi ‘ilmillahi sholatan # Da’imatan bida wa min mulkillahi

Wasiate Kyai Umar maring kita.

Mumpung sela ana dunya dha mempenga.

Mempeng ngaji ilmu nafi’ sangu mati.

Aja isin aja rikuh kudu ngaji

(wasiat Kiai Umar kepada kita

mumpuung hidup di dunia, bersungguh-sungguhlah

sungguh-sungguh cari ilmu bermanfaat sebagai bekal mati

jangan pernah malu, wajib mengaji!)

Dha ngajiha marang sedulur kang ngerti

Aja isin najan gurune mung bayi

Yen wus hasil entuk ilmu lakonono

Najan sithik nggonmu amal dilanggengno

(mengajilah kepada yang alim

jangan malu, meski gurumu masih sangat muda

bila sudah belajar, amalkanlah

walau sedikit, tapi konsisten)

Aja ngasi gegojegan dedolanan

Rina wengi kabeh iku manut syetan

Ora kena kanda kasep sebab tuwa

Selagine durung pecat sangka nyawa

(jangan banyak bergurau dan bermain

siang malam, semua itu mengikuti syetan

jangan pernah berkata terlambat belajar karena tua

selagi nyawa masih di kandung badan)

Ayo konco padha guyub lan rukunan

Aja ngasi pisah congkrah lan neng-nengan

Guyub rukun iku marakake ruso

Pisah congkrah lan neng-nengan iku dosa

(ayo saling guyub dan rukun

jangan saling berseteru

guyub rukun itu menjadikan kuat

berseteru itu dosa)

Ing sahrene dawuh rukun iku nyata

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Aja rikuh aja isin aja wedi

Kudu enggal dilakoni selak mati

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

jangan malu, jagan takut

harus segera dilaksanakan, sebelum mati)

Mula ayo bebarengan sekolaho

Mesti pinter dadi bocah kang utama

Budhi pekertine becik sarta tata

Woh-wohane bakal bekti marang wong tuwa

(ayo bersekolah

jadilah anak yang pintar

berbudi pekerti baik dan tata krama

akhirnya berbakti kepada orang tua)

Ing sahrene dawuh rukun iku cetha

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Ayo sekolah nyang madrasah Al-Qur’an

Padha ngaji Qur’an ana Mangkuyudan

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

ayo sekolah ke madrasah Al-Quran

mengaji Al-Quran di Pesantren Mangkuyudan

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 12 Mei 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Ribath Nurul Hidayah

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 11 Mei 2017

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner

Oleh Farid Dimyati

Mendengar kata tarekat, banyak orang beranggapan bahwa gerakan ini merupakan sebuah gerakan yang menjauhi hiruk pikuk kehidupan duniawi. Tidak ada kesan revolusioner, atau peduli terhadap kondisi sosial politik. Kebiasaan melakukan wirid-wirid tertentu dengan bimbingan seorang mursyid, membuat orang yang tidak terjun pada dunia tarekat menganggap bahwa gerakan ini hanya gerakan yang fokus pada tujuan akhirat semata. Harun Nasution mengatakan, tarekat berasal dari kata thariqah (jalan), yaitu jalan yang harus ditempuh seorang calon sufi dalam tujuan berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Thariqah kemudian mengandung arti organisasi (tarekat). Tiap tarekat mempunyai syeikh, upacara ritual, dan bentuk dzikir sendiri (Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya Jilid II, 1985:89).

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner

Namun, jika kita menilik sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, gerakan tarekat jutsru yang mula-mula menjadi gerakan paling utama dalam menentang kolonialisasi penjajahan Belanda di bumi Nusantara. Pada masa penjajahan kolonial, gerakaan tarekat merupakan salah satu gerakan yang ditakuti oleh pemerintah Hindia Belanda pada saat itu. Semangat Pan-Islamisme yang menggelora di benak para pengikut tarekat, dibuktikan dengan aksi-aksi pemberontakan yang dipimpin oleh para ulama tarekat.

Ribath Nurul Hidayah

Agus Riyadi dalam Jurnal at-Taqaddum, Volume 6, Nomor 2, Nopember 2014 menyatakan bahwa tarekat dalam tataran fungsional, dapat mengembangkan fungsi-fungsi strategis yang bervariasi, misalnya, sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah Islam, lembaga ekonomi, dan bahkan lembaga sosial-politik yang menampung aspirasi para murid tarekat. Sebagai contoh konkret adalah kasus pemberontakan petani Banten, pada tahun 1888 M, yang disebabkan oleh ketidakpuasan para petani atas kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang menindas. Melalui organisasi tarekat-sufi (Qadiriyyah wa Naqshabandiyyah) di bawah bimbingan syekh tarekat, mereka menggalang kekuatan kolektif menjadi gerakan massa menentang pemerintah.

Ribath Nurul Hidayah

Buku Pemberontakan Petani Banten 1888, yang ditulis oleh Prof. Sartono Katodirjo, menyatakan bahwa latar belakang pemberontakan diawali dari kesenjangan sosial-ekonomi, beban pajak yang terlalu tinggi, masuknya budaya barat di kehidupan masyarakat Banten, sampai persoalan keagamaan. Namun, dari sekian motif yang dijadikan alasan pemberontakan, alasan keyakinan adalah yang paling menonjol. Pada saat itu, melalui residen A.J. Spaan (1881-1884) melarang warga setempat untuk melakukan acara-acara keagamaan. Ini yang kemudian menimbulakan reaksi negatif dari masyarakat pribumi terhadap pemerintah.

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa gerakan tarekat mampu menjadi sebuah lembaga sosial-politik yang dapat menampung aspirasi pengikutnya atas ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang diskriminatif terhadap hal keyakinan beragama. Tarekat yang semula hanya digunakan sebagai jalan mencari kesalehan individual, ternyata mampu menjadi gerakan kolektif yang digunakan sebagai aksi politik dalam melawan penindasan kaum penjajah Belanda terhadap penduduk lokal pribumi.

Pemberontakan petani Banten pada tahun 1888 merupakan satu dari sekian banyak peristiwa pemberontakan terhadap penjajah Belanda di bumi Nusantara. Contoh lain pemberontakan dalam skala yang lebih luas adalah Perang Jawa tahun 1825-1830 atau yang dikenal dengan nama Perang Diponegoro. Perang Jawa yang berlangsung selama 5 tahun, membuat Pemerintah Hindia Belanda harus merugi sebesar 20 juta gulden pada saat itu. Pemberontakan ini dimotori oleh Pangeran Diponegoro yang notabene pengikut tarekat Syattariyah yang taat.

Gerakan tarekat yang progresif revolusioner juga terjadi di benua Afrika. Gerakan tarekat Sanusiyah bahkan melahirkan sebuah negara. Tarekat Sanusiyah yang dipimpin Syaikh Muhammad al-Sanusi al-Kabir dan putranya al-Mahdi mampu menjadi jaring pemersatu hingga melahirkan sebuah negara yang kini bernama Libya. Para mursyid tarekatlah yang langsung memimpin gerliya pemberontakan terhadap penjajah Italia. Semangat anti penindasan yang dilandaskan pada semangat Pan-Islamisme tersebut akhirnya membuat bangsa yang kaya akan minyak itu menjadi negara merdeka.

Melihat dari berbagai peristiwa diatas, maka gerakan tarekat selain hanya menjadi jalan menuju pendekatan diri kepada Tuhan, pada kondisi tertentu juga mampu menjadi sebuah lembaga sosial-politik yang mampu mendobrak tatanan atas ketidakadilan yang terjadi ditengah masyarakat. Dalam hal ini, gerakan tarekat juga dapat dikatakan sebagai gerakan massa yang progresif revolusioner.



Penulis adalah warga Nahdliyin tinggal di Jakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Budaya Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 10 Mei 2017

Ini Daftar Santri dan Pesantren Inspiratif

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Islam Nusantara Center (INC) kembali menyelenggarakan acara Santri of The Year 2017 di gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (22/10) sebagai penghargaan kepada santri dan pesantren atas prestasi dan pengabdiannya.

Sejumlah tokoh turut hadir, seperti Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 H As’ad Said Ali, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. 

Ini Daftar Santri dan Pesantren Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Santri dan Pesantren Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Santri dan Pesantren Inspiratif

Direktur INC Ahmad Ginanjar Sya’ban menjelaskan, acara ini diselenggarakan untuk menegaskan dan meneguhkan identitas dan eksistensi santri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada acara yang diadakan untuk kali kedua ini, panitia berhasil menghimpun 1,5 juta pemilih melalui polling.

Ribath Nurul Hidayah

Berikut nama-nama pemenang pada perhelatan tahunan ini.

1. Kategori santri mengabdi sepanjang hayat ialah KH Syarifuddin Zuhri

2. Kategori santri inspiratif bidang pendidikan ialah Prof. Dr. Abd Ala ( Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

3. Kategori Pesantren Modern Inspiratif ialah Pesantren Ummul Qurro Al Islami Leuwiliang Bogor

Ribath Nurul Hidayah

4. Kategori Pahlawan Santri ialah KH Bisri Syansuri Denanyar Jombang

5. Kategori Pesantren Enterpreneur Inspiratif ialah Pesantren Agribisnis Al Hikmah 2 Benda Brebes

6. Pesantren Salaf Inspiratif ialah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

7. Kategori Santri Berprestasi Internasional ialah Izza Nur Layla (Santri Pesantren Nuris Jember, Juara Internasional Kompetisi Agribisnis)

8. Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Enterpreneur ialah Muhammad Amin (Direktur PT Prolube Sukses Jakarta) dan Nanang Qosim Yusuf (Master Motivator the 7 Awareness-Banten)

9. Kategori Santri Inspiratif Bidang Dakwah ialah KH Anwar Zahid (Bojonegoro Jawa Timur)

10. Kategori Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya ialah Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat, Solo)

11. Kategori santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Dalam Pemerintaha ialah Saifullah Yusuf ( Wagub Jawa Timur)

(Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Olahraga Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Mei 2017

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Inna lilllahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pendekar dan pecinta pencak silat NU Paga Nusa, karena salah seorang guru besarnya, KH Suharbillah tutup usia di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

Kabar yang diterima Ribath Nurul Hidayah, KH Suharbillah wafat pada Senin, 25 Agustus sekitar pukul 20.00. “Ya, benar tadi jam 8 malam,” kata salah seorang pengurus Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, Muad, melalui telpon seluler, Senin (25/8).

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

KH Suharbillah pernah menjabat Ketua Umum Pagar Nusa periode kedua setelah kepemimpinan Gus Maksum Jauhari.

Ribath Nurul Hidayah

Semoga amal dan jasanya, khususnya pada pencak silat, bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga segala kekhilafanya diampuni-Nya. Psementara keluarga, para pendekar silat bisa meneladani kebaikannya. Amin... (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Mei 2017

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Juru Bicara Pemerintah Yordania, yang juga merangkap Menteri Negara untuk Urusan Media dan Komunikasi, Mohammad Momani, menyatakan, Yordania akan memasang kamera pengawas (CCTV) di kompleks Masjid Al Aqsa/ Al Haram Al Sharif.

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yordania Akan Pasang CCTV di Kompleks Al Aqsa

Demikian pernyataan pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Amman, Yordania, yang diterima di Jakarta, Kamis.

Momani, lebih lanjut menekankan bahwa Yordania berhak untuk melakukan hal ini karena Raja Yordania, Abdullah II, mempunyai hak perwalian Masjid Al Aqsa sesuai dengan ketentuan perjanjian damai Yordania-Israel yang ditandatangani pada 1994.

Pemasangan kamera pengawas memungkinkan 1,7 miliar umat Islam di seluruh dunia tetap terhubung dengan salah satu tempat suci utama Agama Islam dan juga melihat jamaah beribadah di sana.

Ribath Nurul Hidayah

Hal ini seperti halnya masyarakat Muslim seluruh dunia melihat Masjidil Haram dari kamera dan disiarkan TV Saudi Arabia (KSA) selama 24 jam.?

Rekaman kamera pengawas di Masjid Al-Aqsa juga dapat memperlihatkan semua pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, serta serangan terhadap tempat-tempat suci Islam yang dilakukan oleh tentara dan otoritas Israel.

Departemen Awqaf Palestina dan Kementerian Wakaf Yordania akan bertanggung jawab atas operasional kamera yang akan memantau area seluas 144 dunum, atau 144.000 meter persegi (1 Dunum Syam = 1.000 meter persegi).?

Pemasangan kamera pengawas ini menunjukan bahwa Yordania menekankan pentingnya penegakan hukum, moral, agama dan dukungan dari semua umat di dunia untuk menjaga tempat-tempat suci terhadap pelanggaran dan kesewenang-wenangan Israel. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Humor Islam, News Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 05 Mei 2017

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Ribath Nurul Hidayah

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Ribath Nurul Hidayah

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Ribath Nurul Hidayah

Guru Pesantren MUDI Mesra Ikut Studi Banding Hukum ke Jerman

Bireuen, Ribath Nurul Hidayah. Guru pesantren Ma’had Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesra Samalanga, Tgk Ahyar M Gade, satu dari empat guru pesantren yang terpilih menjadi peserta program studi banding terkait isu hukum dan politik ke Jerman. Pelatihan untuk para guru pesantren ini berlangsung pada 3-12 Mei.

Guru Pesantren MUDI Mesra Ikut Studi Banding Hukum ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Pesantren MUDI Mesra Ikut Studi Banding Hukum ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Pesantren MUDI Mesra Ikut Studi Banding Hukum ke Jerman

Selama di Jerman, para guru pesantren mengikuti pelbagai pertemuan dengan ahli hukum antara lain hakim terpilih untuk Jerman pada Mahkamah Konstitusi Eropa, hakim administrasi di Mahkamah Konstitusi Federal Jerman, Guru Besar Institut Max Planck Jerman bidang Hukum Internasional. Mereka juga direncanakan mengunjungi parlemen Federal Jerman dan perkumpulan umat Islam di Jerman.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian pelatihan hukum dan politik untuk para guru pesantren di tingkat nasional yang pernah diselenggarakan Center for the Studi of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sepanjang 2009-2012 di 19 kota di Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Direktur CSRC Irfan Abubakar menuturkan, “Program ini merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi para guru pesantren di Indonesia terutama pada aspek hukum dan politik.”

Selain Tgk Ahyar M Gade dari Aceh, terdaftar sebagai peserta pelatihan Fitra Yani dari Padang, Maunah dari Cirebon, dan Nurhuda Lagarusu dari Gorontalo.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Irfan, Jerman dijadikan pilihan sebagai negara tujuan studi banding. Karena, sejauh ini Jerman dinilai sebagai salah satu negara yang serius mengupayakan penegakan hukum. (Iqbal Jalil/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 02 Mei 2017

Gus Mus: Sistem Pendidikan Perlu Dibenahi

Sumenep, Ribath Nurul Hidayah?

Maraknya korupsi yang dilakukan pejabat publik mencerminkan sikap orang yang tidak berpendidikan. Padahal, semua pejabat publik setidak-tidaknya mengenyam pendidikan dan dinyatakan lulus bangku SLTA. ?

Demikian disampaikan Wakil Rais Aam PBNU sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, KH. A. Mustofa Bisri saat memberikan ceramah pada malam puncak Haflatul Imtihan Madrasah Sumber Payung, Bataal Barat, Ganding, Sumenep, Selasa (26/6) malam.

Gus Mus: Sistem Pendidikan Perlu Dibenahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Sistem Pendidikan Perlu Dibenahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Sistem Pendidikan Perlu Dibenahi

Menurut Gus Mus, Untuk memutus mata rantai korupsi salah satu pencegahannya melalui institusi pendidikan. Pendidikan yang dapat mencegah korupsi, yaitu pendidikan yang tidak hanya menghasilkan orang pandai, tapi bisa membentuk perilaku yang baik.

Ribath Nurul Hidayah

“Tidak sedikit dari mereka yang bergelar doktor bahkan profesor.? Pandai tapi tak berakhlak mendingan goblok,” ujarnya.

Pendidikan di Indonesia saat ini hanya mencetak orang-orang yang pandai dan mengabaikan kelakuan baik, sehingga semakin pandai pula melakukan praktik korupsi. Ia mencontohkan, raport hasil belajar. Yang menonjol sampai sangat rinci nilai pelajaran, sedangkan kelakukan baik hanya ditandai dengan baik dan buruk. “Kelakukan baik di Indonesia tidak penting,” katanya.

Karena pendidikan menjadi benteng korupsi, ia menegaskan pentinya mengevaluasi sistem pendidikan yang selama ini telah berjalan. “Sistem pendidikan perlu dibenahi,” tegasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Saat ini institusi pendidikan yang menerapkan pendidikan yang bisa mengubah prilaku pendidikan pesantren. Diluar pendidikan pesantren hanya mengajarkan siswa, yaitu memberikan informasi kepada siswa. “Tapi belum tentu amaliahnya baik,” terangnya.

Menurutnya, pesantren telah mengampanyekan dan mendidik santri dari tindak korupsi dengan hidup sederhana dan zuhud.?

Redaktur ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pemurnian Aqidah, Warta, Santri Ribath Nurul Hidayah