Sabtu, 31 Maret 2012

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah - Upaya menekan dan mengantisipasi penyalagunaan narkoba terus dilakukan oleh Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) PAC GP Ansor Krian Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, Baanar PAC GP Ansor Krian menggandeng Bonek, para pelajar, okp, dan BNNK Sidoarjo dalam melakukan penyuluhan bahaya barang haram tersebut.

"Baanar Ansor Krian terus melakukan penyuluhan bahaya narkoba kepada masyarakat agar generasi bangsa tidak terjerumus ke dalamnya. Mengingat di wilayah Krian sudah menjadi zona merah yang merupakan cukup banyak pengguna, pengedar dan kepemilikan barang haram itu," kata Ketua Baanar GP Ansor Krian Rofik di kantor Desa Gamping, Krian, Ahad (12/3) malam.

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Menurut Ketua GP Ansor Krian M Azwar Annas, Ansor Krian tak akan berhenti menyosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya penyalagunaan narkotika. Sebab, jika setiap hari masyarakat diberikan pembekalan atau wawasan tentang obat-obatan terlarang akan semakin paham.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengajak semua element masyarakat untuk melakukan kerja sama dalam memberantas dan memberikan informasi ke warga di tingkat bawah maupaun pelajar, terkait dampak dari penggunaan narkoba itu sendiri.

"Pelaku penyalagunaan narkoba sangat besar, sebab itu, kami berharap di setiap desa ada duta atau satgas antinarkoba yang bertugas mendampingi, memberi informasi ke tengah-tengah masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba," ujar Annas. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Internasional, Daerah, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 17 Maret 2012

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah - Banyaknya tantangan berupa pendangakalan Aswaja hendaknya menyadarkan semua pihak untuk semakin giat dalam menyapa umat. Mereka harus semakin intensif didatangi agar tidak sampai dimasuki oleh paham lain yang cenderung merusak.

"Para pemimpin umat, khususnya pegiat Aswaja jangan hanya menyukupkan ceramah sesuai jadwal yang ada, tapi semakin giat memantau perkembangan di akar rumput," kata Ustadz Idrus Ramli, Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Ahad (13/3), saat menjadi narasumber pada kegiatan Daurah Aswaja Internasional lil Gawagis se-Jawa Timur.

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Menurutnya,? kalangan penyerang amaliyah NU kerap memanfaatkan tempat ibadah seperti mushalla dan masjid yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya. "Dari mulai mencoba aktif sebagai tenaga kebersihan, menjadi muadzin hingga akhirnya menguasai jadwal imam rawatib dan pengajian di masjid dan mushalla yang ada," terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan para tokoh agama adalah dengan terus berupaya menyapa masyarakat di luar jadwal pengajian rutin yang dimiliki. "Karena mereka akan menguasai tempat ibadah yang jarang disapa dan dikunjungi tokoh agama di komunitas tersebut," ungkapnya.

Bagi Ustadz Idrus, kelebihan kelompok yang sering menguasai masjid dan mushalla tersebut adalah konsistensinya dalam menjaga dan menguasai jadwal ibadah. "Maklum, mereka didukung oleh pendanaan yang besar, sehingga tidak lagi disibukkan dengan kegiatan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya," katanya.

"Saya yakin, pemahaman peserta daurah tentang Aswaja sudah benar dan tidak diragukan karena berasal dari kalangan gus dan ning yang notabene adalah putra-putri kiai serta pengampu pesantren," jelasnya. Namun, yang sangat mendesak adalah bagaimana jadwal menyapa dan mendampingi masyarakat awam kian ditingkatkan agar merasa semakin terayomi.

Ribath Nurul Hidayah

Pada kegiatan yang diikuti ratusan gus dan ning utusan dari kota dan kabupaten se-Jatim tersebut, Ustadz Idrus berharap ada rutinan pengajian yang diisi tokoh agama setempat agar umat tidak kecolongan. "Kalau kerap menyapa umat dan warga, pasti mereka akan terus merasa hormat," katanya.

Ustadz Idrus Ramli menjadi narasumber pertama pada kegiatan yang berlangsung di aula PWNU Jatim, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Narasumber lain adalah Ustadz Maruf Khozin (Surabaya), Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman al-Khauli al-Rifai al-Husaini (Lebanon) serta KH Marzuki Mustamar dari Malang. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 16 Maret 2012

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Subang, Ribath Nurul Hidayah. Peace Corps, salah satu Non Goverment Organization (NGO) di Amerika Serikat, mengirim beberapa relawan untuk mengajar bahasa inggris di sekolah atau madrasah yang ada di negara berkembang, di antaranya Indonesia.

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Madrasah yang dikunjungi oleh relawan tersebut salah satunya adalah MTs-MA Terpadu Daarul Ikhlash, Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (7/3).

Aep Robayat selaku Kepala MA Daarul Ikhlash mengatakan sengaja mengundang relawan itu untuk berbagi tips dan informasi kepada para pelajar tentang bahasa inggris dan juga tentang Amerika.

Ribath Nurul Hidayah

"Program ini sangat membantu kami dan anak-anak supaya mudah dalam mempelajari bahasa Inggris, karena kita semua paham bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional," tambah Aep yang juga bendahara LPPNU Subang tersebut

Sementara itu, Nate Roth dan Natalie Linwong, relawan yang berkunjung ke MTs dan MA Terpadu Darul Ikhlash merasa bangga dan senang dengan Indonesia

Ribath Nurul Hidayah

"Kami sangat senang dengan orang Indonesia karena orangnya ramah-ramah, kami sangat senang berada di sini (Indonesia)," tambah Nate Roth, alumni University Of Chicago ini.

Dari pantauan Ribath Nurul Hidayah, para pelajar terlihat senang ketika Nate Roth dan Natalie Linwong memberikan materi pelajaran bahasa inggris yang disisipi dengan game. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Maret 2012

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

Manusia tidak selalu sehat dan senang. Sekali waktu ia terserang penyakit. Adakala ia menanggung sebuah musibah entah kerugian terus menerus, kekeringan tak kunjung usai, tanaman di sawah yang tak pernah hasil, kecelakaan, penipuan, dan bentuk musibah lainnya. Dalam keadaan sehat dan sakit, senang dan susah, manusia mesti mengembalikan hati dan pikirannya kepada Allah SWT.

Terlebih lagi dalam keadaan sakit dan tertimpa bala. Dalam keadaan terjepit seperti ini manusia dianjurkan untuk berdoa sebagai berikut agar beban sakit dan musibah yang diderita terkurangi. Berikut ini doanya.

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhirrahmânirrahîm, tawakkaltu ‘alal hayyil ladzî lâ yamût. Walhamdulillâhil ladzî lam yattakhidz waladan, wa lam yakullahû syarîkun fil mulki, wa lam yakullahû waliyyun minadz dzulli, wa kabbirhu takbîrâ, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzîm.

Lâ ilâha illallâhul adhîmul halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil adhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardhi. Lâ ilâha illallâh rabbul ‘arsyil karîm. Allâhummaj‘al lî min kulli dlîqin farajaw wa makhrajâ.

Wa man yattaqillâha yaj‘al lahû makhrajâ, wa yarzuqhu min haitsu lâ yahtasib. Wa man yatawakkal ‘alallâhi fahuwa hasbuh. Innallâha bâlighu amrih. Wad ja‘alallâhu likulli syai’in qadrâ. Wa man yattaqillâha yukaffir ‘anhu sayyi’âtihi wa yu‘dhim lahû ajrâ.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

Lâ ilâha illâ anta. Subhânaka innî kuntu minadh dhâlimîn.

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku serahkan diriku kepada Tuhan yang hidup, yang tidak mati. Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki anak, tidak menjadikan sekutu di dalam kerajaan-Nya, dan tidak menjadikan pelindung yang menjaga-Nya dari kehinaan. Besarkanlah Allah dengan kebesaran-Nya. Tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tiada Tuhan yang disembah selain Allah Yang Maha Besar lagi tiada lekas murka. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang besar. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang mulia. Hai Tuhanku, jadikan bagiku keluasan dari setiap kesusahan dan jadikan bagiku jalan keluar daripadanya.

Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan keluasan jalan dan memberinya rezeki dari sesuatu yang tak terduga olehnya. Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, niscaya Allah memeliharanya. Sungguh Allah menggagahi kita dalam segala perintah-Nya. Alah telah menjadikan segala sesuatu itu ada batasnya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah mengampuni akan segala dosanya dan akan membesarkan pahalanya.

Tiada tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang melakukan aniaya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Dengan kembali kepada Allah, semua beban yang diderita manusia akan terasa ringan. Karena Allah hadir menyertai mereka yang bersabar. Dari sanalah pintu kemudahan diharapkan terbuka. Simpulan dan kebuntuan mulai terurai. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Bulan Ramadhan tahun ini, Ribath Nurul Hidayah/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Ribath Nurul Hidayah dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Ribath Nurul Hidayah, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Ribath Nurul Hidayah juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

Ribath Nurul Hidayah

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Ribath Nurul Hidayah.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nusantara, Kiai Ribath Nurul Hidayah