Jumat, 26 April 2013

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Bekasi, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan, melawan radikalisme agama bukan dengan berhadapan langsung dengan mereka, tapi dengan memperkuat masjid.

Menurut Kiai Manan, memperkuat masjid adalah menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat, “Masjid harus dipenuhi dengan program-program yang menyentuh keinginan jamaahnya,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Untuk memperkuat masjid dengan program, LTMNU menawarkan tujuh aksi masjid berdasarkan keinginan jamaah. Keinginan itu tertuang dalam doa mereka selepas shalat. Allahuma ini asaluka salamatan fid din, wa ‘fiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmy, wabarakatan fi rizqy, wa taubatan qablal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut.

Ribath Nurul Hidayah

Doa orang di masjid itu sambung Kiai Manan, dijabarkan PP LTMNU periode 2010-2015 sebagai program dasar. Rinciannya adalah, peningkatan Ahlussunah wal-Jamaah ‘ala tahriqah Nahdliyah, wa Syari’ah ‘ala madzhabil arba’ah, wa thoriqah a’ala thoriqoti al-Imam Junaid al-Baghdadi wa Imam al-Ghazali.

Kedua, pelayanan kesehatan berbasis masjid, yaitu menjadikan masjid sebagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas), “Paling tidak, setiap masjid kecamatan diharapkan punya satu poliklinik di rumah obat,” harapanya di hadapan ratusan peserta yang terdiri imam, khotib, dan DKM tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan berbasis masjid, baik pendidikan formal maupun nonformal. Keempat, pemberdayaan ekonomi jamaah; mulai dari informasi peluang usaha, pengkaderan enterpreneur, kerja sama kemitraan, sampai pembentukann wadah perekonomian seperti baitul mal masjid, Koperasi masjid NU Kopmasnu, dan lembaga keuangan syariah.

Kelima, pusat pertaubatan, yaitu menjadikan masjid sebagai wadah dan usaha membangun masyarakat husnul khotimah, “Untuk menjalan program itu, harus menciptakan aktivis masjid yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Orang seperti tersebut adalah salah satu dari 7 golongan yang akan dinaungi perlindungan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 11 April 2013

Hidmat Muslimat NU Kembangkan Varian Dakwah

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Hidmat NU atau Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim NU, adalah unit yayasan Muslimat NU yang melayani masyarakat di bidang dakwah. Hidmat NU terus meningkatkan kualitas para da‘iyah untuk membina umat, sementara pengembangan majelis taklim menjadi konsentrasi utama.

Hidmat Muslimat NU Kembangkan Varian Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidmat Muslimat NU Kembangkan Varian Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidmat Muslimat NU Kembangkan Varian Dakwah

Paham Ahlussunah wal Jama’ah selalu menjiwai para da’iyah binaan Hidmat NU. Para da‘iyah menerima pembekalan khusus antara lain ketangguhan jiwa kader da‘iyah, keluasan wawasan, dan penanaman akhlakul karimah.

“Dakwah menemukan variannya dalam banyak hal, seperti dakwah bil hal (perilaku), bil lisan (ceramah), bil mal (sedekah), dan bil kitabah (tulisan),” ungkap Hj. Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat NU dalam sambutan Rapat Permusyawaratan Kepengurusan Hidmat di Gedung PBNU lt. 5, Senin (23/4) lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Rapat kepengurusan ini sedikitnya dihadiri oleh 40 anggota Muslimat NU. Mereka yang tampak hadir adalah jajaran Dewan Pembina Hidmat NU, Dewan Pengawas Hidmat NU, Pengurus Hidmat NU, PP Muslimat NU, Ketua Bidang Dakwah PP Muslimat, dan Koorodinator Bidang Dakwah PP. Muslimat NU.

“Kader-kader Muslimat NU ini banyak sekali yang keluaran perguruan tinggi. Bahkan, kader Muslimat NU yang menyandang gelar doktoral pun tidak sedikit. Untuk membumikan Ahlussunnah wal Jama‘ah, mereka bisa mengambil media dakwah bil kitabah. Saya sendiri rutin mengisi kolom keagamaan tiap Sabtu di harian Duta Masyarakat,” tegas Hj. Khofifah.

Ribath Nurul Hidayah

Rapat Permusyawaratan Kepengurusan Pusat Hidmat NU, membahas tentang pengembangan dakwah melalui majelis taklim dan upaya membumikan paham Ahlussunnah wal Jama‘ah di kalangan kaum ibu. Rapat ini dimaksudkan untuk menampung respons positif, masukan, dan kritik konstruktif dari Dewan Pembina dan peserta forum rapat.

Forum rapat kepengurusan ini memberikan kesempatan bagi jajaran pengurus Hidmat NU periode 2007-2011 untuk memberikan laporan pertanggungjawaban di masa baktinya. Laporan pertanggungjawaban pengurus Hidmat NU, disampaikan sendiri oleh Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Ketua Hidmat NU. Untuk sementara, kepengurusan Hidmat NU periode 2007-2011 dinyatakan demisioner secara hukum sampai terbentuk struktur kepengurusan yang baru.

Rapat kepengurusan yang berisi evaluasi atas kinerja Hidmat NU 5 tahun terakhir, akan dijadikan rekomendasi untuk struktur kepengurusan Hidmat NU berikutnya. Hasil evaluasi ini menjadi penting sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja kepengurusan Hidmat NU selanjutnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah Ribath Nurul Hidayah