Selasa, 23 Oktober 2012

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Jember, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyatakan mendukung penuh dilakukannya pengusutan tuntas terhadap kasus pembunuhan dukun santet yang terjadi sekitar tahun 1998.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, H. Misbahus Salam saat menerima kunjungan Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999 di kantor PCNU Jember, Jumat (23/9).

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Menurut H. Misbah, penuntasan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus yang telah merenggut puluhan nyawa itu. “Juga untuk memberikan rasa aman bagi warga. Sebab, bisa jadi yang terbunuh bukan tukang santet beneran atau mereka telah insyaf,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengaku ngeri membayangkan saat-saat yang mencekam ketika peristiwa itu terjadi. Sebab, banyak warga yang gelisah, khususnya yang diopinikan punya ilmu hitam. Ketika itu, harga nyawa seolah begitu murah. Dikatakannya, banyak terduga dukun santet yang sudah insyaf puluhan tahun tapi tiba-tiba hilang dan pulang tanpa nyawa. “Sebaliknya, penyedidikan ini juga berguna untuk memastikan siapa otak di balik peristiwa itu.Yang juga penting adalah rehabilitasi bagi anggota keluarga korban terbunuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999, Muhamamd Nurkhoiron menegaskan bahwa berdasarkan data dari PWNU Jawa Timur, Banyuwangi menempati urutan pertama terbanyak dalam korban pembunuhan isu dukun santet, yaitu 150 orang. Sedangkan Jember hanya 53 orang.

Ribath Nurul Hidayah

“Kita kesulitan mengkroscek data di lapangan karena tak sedikit anggota keluarga korban yang sudah pindah rumah. Karena itu, kami sangat bertirima kasih atas bantuan NU Jember,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya cuma mencari tahu segala sesuatu yang terkait dengan pembunuhan dukun santet sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi guna ditindaklanjuti dalam ranah hhkum. “Kita hanya menyeldiiki ada tidaknya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut. Kalau ada nanti kita rekomendasikan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” urainya.

Selain H.Misbah, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Sekretars NU Jember, Pujiono Abd. Hamid, Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat, Koordinator Advokasi LDNU Jember, Moh. Kholili. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 09 Oktober 2012

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Makassar, Ribath Nurul Hidayah - Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco mengulas makna dan tradisi masyarakat Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri). Kiai M Sanusi Baco membahas ucapan minal aidin wal faidzin, silaturahmi, dan halal bi halal di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (11/7).

“Makna minal aidin wal faidzin mengandung doa dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya. Ucapan ini biasanya diucapkan setelah melaksanakan shalat Id,” kata Kiai Sanusi Baco dalam taushiyahnya di hadapan peserta halal bi halal yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan UIM.

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Kalimat itu, menurutnya, harapan kepada Allah SWT untuk mengembalikan umat Islam menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran.

Sedangkan silaturahmi adalah salah satu ajaran inti agama Islam. Rasullullah SAW berkata, "Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan silaturahmi".

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Secara bahasa ‘silah’ artinya menyambung. Kata ‘rahmi’ artinya tempat dikandungnya janin. Secara luas makna silaturahmi adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus, kata Kiai Sanusi Baco pada pertemuan Halal bi Halal yang juga dihadiri pengurus NU Sulawesi Selatan.

Sementara istilah halal bi halal bermakna adanya keseimbangan antara mau memberi maaf dan mau menerima maaf. “Kalau tidak seimbang, berarti halal bi haram.”

Dari segi bahasa halal bi halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. “Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku,” tandas Kiai Sanusi Baco di hadapan segenap civitas akademik Al-Gazali Makassar dan UIM. (Andy M Idris/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Oktober 2012

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Bogor, Ribath Nurul Hidayah . Dua tahun sudah Kepengurusan PCNU Kabupaten Bogor yang dinahkodai KH Muchtar Royani dan KH. omdon berlangsung, namun rentang waktu yang tergolong masih singkat itu telah menorehkan sebuah prestasi, yang terlihat Jelas adalah terwujudnya Kantor PCNU Kabupaten Bogor dengan luas 480 m2 diatas tanah seluas 767 m2. Gedung Hijau yang tergolong megah ini diresmikan Ahad ( 29/04).

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Acara peresmian dihadiri ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. “Alhamdulillah, Moment yang sudah lama kita nantikan akhirnya terkabul, yaitu Nahdliyin Kabupaten Bogor mempunyai kantor yang cukup representatif. Ini adalah milik kita, dan harus kita makmurkan dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.” Kata Abbas Ma’ruf selaku ketua Panitia dan Ketua panitia Pembangunan Gedung PCNU.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini membantu terwujudnya kantor ini, terutama Bupati Bogor yang selama ini mensuport pembangunan ini,” tambah Abbas

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Romdoni mengatakan “Selama dua tahun kepengurusan ini PCNU telah melakukan berbagai kegiatan  dengan total kegiatan sebanyak 279 kali dan menelan biaya sebesar 1,83 milyar. Selain itu PCNU Kabupaten Bogor telah melakukan registrasi anggotanya, baik secara entry manual maupun secara online.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, program-program NU harus menyentuh umat, baik kegiatan yang bersifat pembangunan Mental maupun Ekonomi ummat. "NU harus faham dan mengerti apa yang dibutuhkan ummat saat ini, dan NU harus bisa memberikan manfaat bagi Ummat.”

Ribath Nurul Hidayah

Dalam Tausiahnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, “Saatnya NU Bogor bangkit dan memberikan contoh bagi PCNU-PCNU lainnya, Bogor sebagai penyangga ibukota, mempunya posisi yang strategis dalam melakukan program-programnya. Saya yakin kepengurusan saat ini mampu,” tutur Said Aqil yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh jama’ah.

Acara Juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali, Pimpinan Parpol, Kepala Dinas, Pengurus MWC dan Ranting.

M Syarif Hidayat, ketua MWC NU Caringin , saat ditemui Ribath Nurul Hidayah mengatakan bahwa, dia membawa Jamaah 76 Motor, dan 25 Angkot. "Kepala desa Kami yang notabene juga pengurus MWC NU sangat mensuport acara ini," tandasnya.

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Quote, Kyai Ribath Nurul Hidayah