Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail

Purwakarta, Ribath Nurul Hidayah. Problematika hukum Islam yang berkembang di tengah masyarakat semakin kompleks. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan terus berupaya memberikan solusi terhadap problematika tersebut dengan memperkuat forum Bahtsul Masail.

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin Berkisah Tentang Sejarah Bahtsul Masail

Terkait keberadaan Bahtsul Masail, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menceritakan pertama kali tradisi akademik dalam pengambilan hukum di lingkungan NU itu terbentuk sebagai lembaga.

“Dulu bernama lajnah bahtsul masail, jadi kalau ada perlu-perlu, kita bahtsul masail. Tapi karena banyaknya masalah yang terhimpun, akhirnya Bahtsul Masail itu dilembagakan, resmi dilembagakan menjadi Lembaga Bahtsul Masail,” ujar Kiai Ma’ruf, Jumat (10/11).

Hal itu dia sampaikan ketika memberikan pengarahan dan taushiyah kepada para peserta Bahtsul Masail Pra-Munas dan Konbes NU 2017 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat.

Ketika Munas NU di Lampung tahun 1992, Kiai Ma’ruf sebagai Katib Aam menyampaikan kepada KH Ali Maksum terkait banyak persoalan yang mengalami tawaquf (tertunda, penundaan) karena belum ketemu qaul-nya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kiai Ali maksum meminta coba carikan jalannya, waktu Munas Lampung, kita memulai pembahasan itu tidak hanya pembahasan waqi’iyah, tetapi juga maudluiyah. Salah satu pembahasan maudluiyah waktu tentang sistem pengambilan keputusan di lingkungan NU,” terang Ketua Umum MUI Pusat ini.

Menurutnya, langkah tersebut bukan hal baru, tetapi justru mengembalikan yang ada di dalam NU, artinya manhaj dalam rangka mengembalikam model di NU yang tadinya hanya sebatas bermadzhab secara qauli, tetapi juga manhaji.

“Sehingga lahirlah fiqih manhaji,” terang Kiai Ma’ruf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Sejarah, Kajian Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Januari 2018

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Bojonegoro, Ribath Nurul Hidayah. Setelah beberapa waktu lalu mengadakan konferensi, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, periode 2013-2018, secara resmi dilantik di kantor MWC NU setempat, Jumat (31/1).

Selain pelantikan, rangkaian acara juga meliputi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara pelantikan dilanjutkan dengan musyawarah kerja (Musker) MWC NU Balen.

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Panitia pelantikan, Mulazim, menjelaskan, sebelum pelantikan Jumat siang ini, tahtimul Quran lebih dulu digelar Kamis (30/1) malam di kantor MWC NU Balen.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PC NU Bojonegoro, Cholid Ubed berpesan kepada seluruh pengurus hinga tingkat ranting, termasuk jajaran badan otonom NU, baik IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor, untuk tetap memegang sikap kejujuran.

"Kuncinya jujur, karena kejujuran merupakan pondasi yang tidak akan pernah terkalahkan. Serta orang yang mau mengurusi, baik meengurusi NU maupun organisasi dan masyarakat," sambung dokter spesialis penyakit dalam ini.

Ribath Nurul Hidayah

Ditambahkan, kebersamaan, kejujuran dan kepedulian perlu ditingkatkan. Sehingga masyarakat bisa bersatu dan tidak terjadi konflik sosial.

Rais Syuriyah MWC NU Balen Abdullah Hilmi Al-Jumadi mengajak para undangan dalam acara pelantikan, untuk meneladani sosok Gus Dur. Pasalnya presiden keempat RI itu tidak pernah diskriminatif di tengah keragaman budaya dan agama di Tanah Air.

"Kita orang Indonesia yang beragama islam, bukan islam yang hidup di makkah," ujar Kepala KUA Kecamatan Malo, Bojonegoro ini. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Nusantara, Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 15 Januari 2018

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Ibu, 20-23 Desember 2016, di di Gedung Dakwah Indonesia Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Acara yang dihadiri perwakilan Bakesbangpol dan Dinas Pendidikan setempat ini diawali dengan beberapa penampilan kreasi seni dari IPPNU. Paduan suara dikumandangkan para anggota Pimpinan Komisariat IPPNU Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) pada acara pembukaan.

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya

Menurut Siti Saidah, ketua pelaksana kegiatan, acara berlangsung selama empat hari dan diisi dengan berbagai lomba, antara lain Pembacaan Teks Pancasila dan Lomba Mewarnai Tingkat TK, RA, serta Lomba Karaoke Lagu Ibu untuk SMA/Sederajat. Total peserta lomba saat ini sudah mencapai 114 orang.

“Acara ini bukan serta merta untuk memperingati Hari Ibu saja, akan tetapi untuk menciptakan sebuah rasa yang tertanam kepada seluruh pelajar untuk selalu mencintai ibu kita di mana pun kita berada,” ujar Siti.

Ribath Nurul Hidayah

H. Tedy perwakilan dari Dinas Pendidikan mengapresiasi kegiatan tersebut, apalagi dalam lomba peringatan Hari Ibu ini ada lomba Pembacaan Teks Pancasila tingkat TK/RA/Sederajat.

Ribath Nurul Hidayah

“Kepada IPPNU untuk mengikutsertakan lomba ini kepada pelajar SD dan SMP, sehingga Lomba ini lengkap dari tingkatan TK sampai SMA,” ucap Tedy.

Ia berharap, IPPNU terdepan dalam kepeduliannya terhadap para pelajar yang ada di Indonesia, dan menjadi kekuatan yang besar untuk mewujudkan Kota Tasik sebagai Kota Pendidikan.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua PC NU Kota Tasikmalaya, Ketua Fatayat NU, Ketua IPNU Kota Tasikmalaya dan para pengurus PAC, PR dan PK IPPNU serta mantan-mantan ketua PC IPPNU Kota Tasikmalaya. (Agum Gumilar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Halaqoh, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 12 Desember 2017

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Sebagaimana umumnya umat Islam di belahan mana pun, menggenapkan rukan Islam dengan berhaji adalah salah satu cita-cita dalam hidup. Banyak kisah dan jalan orang yang pergi haji. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam sebuah forum di Bandung pada tahun 1990-an, pernah menceritakan seorang ibu yang menabung? sampai 20 tahun, untuk berhaji.

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah

Cita-cita berhaji juga menjadi bagian dari hidup Hj Masykuroh (50 tahun). Sebagaimana diceritakan suaminya, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Hj Masykuroh mulai menabung pada tahun 1999.

“Saya pernah berhaji, tapi istri saya belum, waktu itu,” kata Kiai Manan Kamis (8/9).

Ribath Nurul Hidayah

Karena tidak cukup uang kontan, Kiai Manan menganjurkan untuk menabung. Istrinya pun melakukan itu.

Kiai Manan menganjurkan untuk menabung di sebuah bank. Jaraknya sekitar 1 km. Ia menganjurkan tiap kali menabung harus ditempuh dengan jalan kaki. Istrinya mengikuti saran tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

“Dan saya menganjurkan sambil jalan kaki membaca kalimat talbiyah,” katanya.

Bacaan talbiyah tersebut adalah, “Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika laka”.



Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku dating memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Menurut Kiai Manan, kalimat tersebut dibacakan sejak berangkat dari rumah, di perjalanan, antre di bank, sampai kembali lagi ke rumah. Hal itu terus dilakukan istrinya. Nominal menabungnya tidak tentu, sesuai uang tersedia.

Alhamdulillah pada tahun 2002, Masykuroh akhirnya bisa berhaji. Tadinya dia menduga uang itu hanya cukup untuk sendirian. Tapi ternyata lebih dari cukup.

Menurut pengakuan Kiai Manan, tabungan istrinya itu ternyata cukup untuk berdua. Padahal ia sudah merelakan istrinya pergi sendirian. “Karena istri saya tidak mau sendirian, akhirnya berangkat berdua sehingga saya kembali berhaji,” kenangnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Makam, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 11 Desember 2017

Ini Alasan Haji Hamidi Rutin Berangkatkan Jamaah Umrah Melalui ASBIHU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Perwakilan ASBIHU Tour and Travel Sukabumi, Jawa Barat, H Abdullah Hamidi tergolong cekatan dan gesit dalam mengenalkan program-program ASBIHU kepada masyarakat.

Ini Alasan Haji Hamidi Rutin Berangkatkan Jamaah Umrah Melalui ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Haji Hamidi Rutin Berangkatkan Jamaah Umrah Melalui ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Haji Hamidi Rutin Berangkatkan Jamaah Umrah Melalui ASBIHU

Hal itu terbukti dengan rutinnya Haji Hamidi, begitu ia akrab disapa, menyertakan jamaah baik umrah maupun haji melalui ASBIHU Tour and Travel. ? “Alhamdulillah dua atau tiga bulan sekali ada jamaah yang diberangkatkan umrah. Untuk tahun ini pemberangkatan melalui kami dilakukan pada bulan Januari dan Maret lalu,” kata Haji Hamidi saat Ribath Nurul Hidayah mewawancarainya di Kantor ASBIHU Tour and Travel belum lama ini.

Pemberangkatan umrah berikutnya dijadwalkan pada Ramadhan mendatang dengan jumlah jamaah yang telah mendaftar sedikitnya 30 orang. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah. Sementara untuk haji ada sekitar 200 jamaah pada musim haji tahun ini.

Pria kelahiran 1943 yang tinggal di Cidahu Sukabumi, memang telah berpengalaman di bidang perjalanan haji dan umrah. Bergabung bersama ASBIHU sejak lima tahun lalu, Haji Hamidi telah berkecimpung mengelola KBIH sejak tahun 1979.?

Ribath Nurul Hidayah

“Waktu itu saya bergabung dengan salah satu KBIH di Bogor. Sempat memberangkatkan 7 kali rombongan haji. Lalu saya pindah ke Sukabumi,” ungkap pria yang sejak umur 20-an aktif menjadi anggota GP Ansor.

Pengalaman Haji Hamidi dan keaktifannya memberangkatkan jamaah melalui ASBIHU Tour and Travel, juga didukung oleh manajemen ASBIHU yang mengutamakan pelayanan dan kenyamanan kepada jamaah.

“Menurut jamaah saya, keunggulan perjalanan umrah dan haji melalui ASBIHU adalah dalam pelayanan yang maksimal. Jamaah sepuasnya melaksanakan umrah atau haji. Juga pelaksanaan ibadah umrah dan haji sesuai dengan persiapan yang dilakukan. Hampir tidak ada kendala atau kesulitan karena selama ini perjalanan juga tepat waktu. Tidak ada pesawat yang delay kalau berangkat bersama ASBIHU,” tambah Haji Hamidi. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 08 Desember 2017

Ikuti Lakmud, 85 Pelajar NU Diformat Jadi Pemimpin Hebat

Brebes,Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 85 pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) mengisi liburan liburan sekolah dengan Latihan Kader Muda (Lakmud). Selama tiga hari, mereka diformat untuk menjadi seorang pemimpin masa depan yang berkarakter hebat.

Ikuti Lakmud, 85 Pelajar NU Diformat Jadi Pemimpin Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Lakmud, 85 Pelajar NU Diformat Jadi Pemimpin Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Lakmud, 85 Pelajar NU Diformat Jadi Pemimpin Hebat

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan pelajar merupakan tulang punggung pengkaderan di tubuh NU. Dalam artian dari para peserta Lakmud ini, keberadaan NU untuk 30 tahun mendatang berada di pundak mereka.

“Syubbanul yaum rijalul ghod (Pemuda sekarang pemimpin dimasa yang akan datang, red), katanya saat membuka Lakmud IPNU-IPPNU di MTs Wachid Hasyim Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Brebes (31/12)

.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk itu dia wanti-wanti agar peserta mengikuti kegiatan secara serius meskipun harus mengorbankan waktu liburan. Sebab berbicara? masalah kaderisasi panitia dan peserta jangan sampai main-main, tapi harus serius, jangan “walaya mutu wala yahya”. “Kegiatan tidak bermutu namun mengeluarkan banyak biaya,” ujar Zaky yang langsung disambut riuh tawa hadirin.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC IPNU Wanasari) yang juga Ketua Panitia Wiharjo menjelaskan, digelarnya Lakmud untuk mencapai jenjang pengkaderan tingkat lanjutan di tubuh IPNU-IPPNU. Diharapkan bisa terlahir pemimpin untuk regenerasi IPNU–IPPNU, NU, bangsa? dan negara.

Adapun kegiatan yang dikelola antara lain berupa materi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Memahami Gerakan Islam Radikal, Pengantar Wacana Global, Analisis SWOT, Pengantar Studi Gender dan Kiprah NU dalam membangun Negeri.

Dalam kegiatan Lakmud ini juga diadakan pembacaan Maulid Simtu Durror untuk memperingati Bulan Maulid, doa bersama untuk Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan bakti sosial berupa reboisasi di sepanjang jalan desa Jagalempeni–Siwungkuk. “Kami juga menanam ribuan untuk perindangan wilayah desa Jaga lempeni dan Siwungkuk,” tandasnya.

Hadir dalam pembukaan Rois Syuriyah MWC NU Wanasari KH.Abdul Rouf, Kepala MTs Wahid Hasyim Syaeful Gozi SE, Pengurus PC IPNU–IPPNU Brebes, pengurus BANOM NU Wanasari, dan Alumni, para pembina serta ratusan Kader IPNU–IPPNU Se kecamatan Wanasari. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 04 Desember 2017

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Di sela pelaksanaan Kongres XV Fatayat, Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah menuturkan kesan-kesannya selama memimpin organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama, Sabtu (19/9) malam. Bagi Ida, Fatayat di mana-mana mengesankan.

“Saya sangat senang ketika menghadiri pelantikan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Fatayat Taiwan. Luar biasa. Ya, mereka itu melakukan amaliyah Nahdliyah luar biasa sekali meskipun di luar negeri,” ujar Ida kepada Ribath Nurul Hidayah usai seminar dengan Menpora dan Menristekdikti.

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Fatayat Terkesan Gaya Berfatayat di Taiwan

Menurut dia, susunan dan tertib acara kegiatannya mirip sekali di Indonesia. “Ada pembacaan ayat suci Al-Quran, lagu Indonesia Raya, shalawat Badar, Mars Fatayat. Lengkap pokoknya. Saya membayangkan sedang tidak di luar negeri. Ya seperti di Jawa Timur aja. Nggak berasa di Taiwan,” ujarnya bangga.

Ida Fauziyah menambahkan, dirinya sangat bahagia ketika kegiatan Fatayat Taiwan bisa online juga. “Jadi, memberikan motivasi kepada mereka by phone aja. Pengajian pakai online pakai jaringan telepon yang mereka bangun. Kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan. Bisa mendekatkan jarak,” tuturnya.

Ditanya tentang movitasi dan semangat warga Fatayat beroganisasi, anggota DPR RI ini mengatakan, ternyata mereka berfatayat itu karena selain faktor keturunan juga panggilan jiwa. “Pertama, karena turunan. Bapaknya NU, ibunya Muslimat. Kedua panggilan jiwa,” kata Ida.

Ribath Nurul Hidayah

Setelah terinternalisasi nilai-nilai Aswaja, lanjutnya, semangat berjihad melalui organisasi Fatayat NU makin besar. “Sejak remaja mungkin mereka sudah masuk IPPNU juga. Setelah masuk usia produktif, 20-25 tahun, ia lalu masuk Fatayat,” tandasnya.

Disinggung soal pembatasan umur di Fatayat, Ida Fauziyah menyitir hasil muktamar NU bahwa Fatayat dibatasi sampai 40 tahun. Bagi dia, tidak ada persoalan ketika koordinasi masing-masing badan otonom (banom) tetap terjaga.

“Asal ada koordinasi dan sistematisasi kaderisasi antarbanom di lingkungan NU. Mereka yang di IPPNU, setelah selesai lalu lanjut ke Fatayat. Tidak berhenti di situ lalu terus ke Muslimat. Jadi, nggak ada masalah dibatasi atau tidak,” paparnya.

Persoalannya, tambah Ida, ketika sudah dibatasi justru pengkaderan malah mandeg. “Saya rasa itu tidak boleh terjadi. Banyak juga perdebatan soal umur. Karena sosialisasi hasil muktamar kan baru-baru ini. Kawan-kawan khawatir setelah ini bisa nggak berkhidmat di Muslimat. Akhirnya stagnan. Nah, ini bisa dimanfaatkan organisasi lain,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Ribath Nurul Hidayah

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Pendidikan, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 02 Desember 2017

65 Dosen Se-Jawa Timur Ikuti Pelatihan Analisis Data di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Sekitar 65 dosen yang berasal dari 31 perguruan tinggi di bawah naungan LPTNU Jawa Timur mengikuti pelatihan analisis data penelitian kuantitatif di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Rabu-Kamis (10-11/8).

Ketua pelaksana pelatihan, Agus Suharsono mengatakan, pelatihan ini digelar oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) berkerja sama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

"Pelatihan ini merupakan agenda rutin ITS yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, kami bekerja sama dengan LPTNU Jatim dan UNU Sidoarjo. Untuk mengikuti pelatihan tersebut para peserta harus menyerahkan proposal penelitian kepada panitia terlebih dahulu," kata Agus yang juga ketua PPM ITS itu.

65 Dosen Se-Jawa Timur Ikuti Pelatihan Analisis Data di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Dosen Se-Jawa Timur Ikuti Pelatihan Analisis Data di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Dosen Se-Jawa Timur Ikuti Pelatihan Analisis Data di UNU Sidoarjo

Menurut pria yang akrab dengan panggilan Doktor Agus itu, proposal yang diserahkan peserta dijadikan sebagai bukti keseriusan mengikuti pelatihan dan akan melaksanakan penelitian.

"Saat mendaftar sebagai peserta pelatihan, mereka wajib membuat proposal sebagai bahan evaluasi akan melakukan penelitian," terang Agus.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, memiliki kesan tersendiri bagi panitia dan pemateri. Sebagian besar dosen-dosen aktif mengajukan pertanyaan terkait penelitian kuantitatif dan konsep metodologi basic statistic, sehingga waktu yang disediakan panitia sedikit diperpanjang. (Moh Kholidun/Zunus)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Olahraga, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 01 Desember 2017

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Hidup matinya sebuah organisasi sangat tergantung pada kaderisasi. Jika kaderisasi lancar, maka organisasi tersebut bisa ‘survive’. Sebaliknya, jika kaderisasi stagnan, maka umur organisasi itu tinggal menunggu waktu. Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Cabang IPNU Kencong, Jember, Jawa Timur, Muhammad Mansur saat menyampaikan materi dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula MA Yunisma, Kencong, Rabu (28/9).?

Menurutnya, kaderisasi sangat penting dan harus dilakukan secara terus-menerus agar organisasi tak kekurangan kader. “Demikian juga IPNU-IPPNU, tak boleh berhenti melakukan kaderisasi. Semakin banyak kader atau anggota maka kita semakin kokoh. Semakin banyak yang memahami nilai-nilai Aswaja sekaligus mendakwahkannya,” ucapnya.

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi

Mahasiswa semester akhir Jurusan Matematika FKIP Univeritas Islam Jember tersebut ? menambahkan, dalam hal pengkaderan, IPNU-IPPNU ? selalu berada di garda terdepan dan paling awal memperkenalkan NU kepada pelajar. IPNU-IPPNU-lah yang pertama kali keluar masuk sekolah untuk merekrut anggota.?

Baru setelah “lulus” IPNU-IPPNU, mereka aktif di berbagai ? organisasi sayap atau Banom NU yang lain. Dengan demikian, maka sesunguhnya IPNU-IPPNU merupakan ujung tombak untuk menanamkan pondasi ke-NU-an di kalangan pelajar.?

“Itu tugas mulya dan amanah yang wajib kita laksanakan. Dari sinilah banyak tokoh bahkan pemimpin bangsa muncul. Anggota IPNU-IPPNU saat ini adalah calon pemimpin ? NU di masa depan, dan kami harus bangga dengan itu semua,” tukasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Makesta itu sendiri berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 60 orang peserta. Sebelum menyampaikan meteri, Mansyur melakukan pembai’atan terhadap peserta Makesta. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk mengasah sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai soal kepemimpinan, organisasi dan tentu saja soal ke-NU-an. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 November 2017

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Temanggung, Ribath Nurul Hidayah. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung menyumbang belasan water torrent (tampungan air) jumbo untuk warga korban bencana kekeringan di Kabupaten Temanggung. Organisasi lintas agama ini juga menyumbang pompa air untuk masjid yang mengalami kerusakan pompa air untuk kebutuhan berwudlu.

Koordinator Jaringan GUSDURian Temanggung, Abaz Zahrotien, mengatakan bantuan water torrent dikirimkan ke Desa Tlogopucang dan Desa Wadas Kecamatan Kandangan dan Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. Bantuan ini diberikan untuk wadah penampung dropping air dari pemerintah yang langsung disalurkan ke jerigen yang dibawa warga.?

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

"Kalau menggunakan jerigen langsung banyak air yang terbuang. Jadi kami berikan torrent dengan maksud untuk menampung air agar tertampung dengan baik," katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengatakan, bantuan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para dermawan dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Budha, Hindu, Kristen dan Konghuchu. Dari dana yang terkumpul sebagian dibelikan water torrent dan sebagian lainnya dibelikan pompa air serta air bersih untuk digunakan warga.?

Ribath Nurul Hidayah

"Ini program tahunan kami dan semakin tahun ternyata donaturnya semakin besar. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

Pimpinan Paroki Gereja Katholik Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Petrus Santoso, menjelaskan, setelah mendapatkan peta potensi kekeringan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di wilayah penghasil tembakau ini. Hasil pertemuan tersebut menyimpulkan akan melakukan aksi sosial secara kolektif membantu korban bencana kekeringan.?

"Dalam hal ini kami tidak lagi memandang saya Katolik, anda Islam dan sebagainya, tetapi ini melihat sisi kemanusiaannya," imbuhnya.

Kepala Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Tohirin, menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan komunitas lintas agama ini. Menurutnya, apa yang dilakukan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk membantu warganya yang selama musim kemarau mengalami krisis air.?

"Disini ada 9 dusun dengan jumlah jiwa lebih dari 7.000 orang. 90 persen diantaranya mengalami krisis air dan untuk mendapatkan air paling dekat harus menempuh jarak 13 kilometer sampai 20 kilometer," terangnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk memberikan solusi permanen atas bencana ini. Menurutnya, pemerintah harus membuat lebih banyak sumur bor dan atau saluran air dari mata air yang tersedia.?

"Kita bisa mengambil air dari mata air di Sumowono (Kabupaten Semarang) untuk mengatasi kekeringan secara permanen," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Halaqoh, Doa Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 25 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Solo, Ribath Nurul Hidayah -

Ribuan jamaah membanjiri serambi Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Majelis Ahbabul Musthofa yang ke-19, Sabtu (24/12) malam. Pantauan Ribath Nurul Hidayah, kehadiran mereka bahkan ikut meluber hingga ke halaman masjid.

Dalam sambutannya, Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, mengatakan sangat bergembira atas terselenggaranya peringatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Ini merupakan Harlah yang ke-19, sedangkan untuk penyelenggaraan di Masjid Agung, ini yang ke-7,” kata dia.

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Harlah Ahbabul Musthofa ke-19

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jateng, dan para tokoh ulama dan pemerintahan di lingkup Kota Surakarta. “Terima kasih kepada bapak Gubernur, dalam kesibukannya, masih sempat ikut keliling shalawat, semoga Jateng tambah berkah dengan shalawat,” ujar Habib Syech.

Dalam kesempatan itu, Habib Syech juga berpesan kepada segenap jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. “Kalau ingin mulia, siapapun manusia di muka bumi ini, ikutilah Nabi Muhammad,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hikmah, Syariah, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 16 November 2017

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat

Upaya meyakinkan bahwa agama Islam membawa pesan kebaikan harus senantiasa didengungkan. Berikut catatan Achmad Murtafi Haris, MFil.I yang tengah menimba pengalaman sebagai research scholar di Hartford Seminary Connecticut USA. Selama hampir empat bulan ia melakukan kunjungan ke negara Paman Sam.

Terkait keberadaan atau kehadiran Islam di Amerika terdapat versi yang mengatakan bahwa Islam telah hadir sebelum kedatangan Christopher Columbus pada abad ke-15. "Sementara versi yang umum diketahui orang adalah bahwa Columbus orang yang pertama menemukan benua Amerika ketika diperintahkan oleh Raja Philip II untuk mencari kawasan perdagangan baru," kata bapak kelahiran Surabaya, 4 Maret 1970 ini.

Terlepas dari kemungkinan Islam telah hadir sebelum Columbus, di mana Islam setelah Rasulullah wafat dengat cepat melesat sampai ke Eropa dan bertahan di Spanyol lebih dari tujuh abad. Di mana dimungkinkan dalam rentang waktu itu ada yang berlayar ke dataran Amerika, namun sejarah kontemporer menunjukkan minimnya imigran muslim jika dibandingkan yang lain.

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiat Komunitas Muslim Bertahan di Amerika Serikat

"Setidaknya dalam Musium Imigrasi yang ada di Ellis Island tidak nampak tayangan kehadiran warga muslim," kata Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nashr (LTN) NU Jatim ini. Yang nampak adalah mayoritas warga Eropa dan Tionghoa. Selain itu terdapat warga Sikh India dengan ciri khas udeng sebagai penutup rambutnya.

"Dengan demikian bisa dipastikan bahwa kedatangan umat muslim atau warga Arab terjadi pasca Perang Dunia II," kata dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Surabaya ini. Yaitu tatkala Amerika sebagai negara menjajikan lapangan kerja yang bagus bagi siapa saja, lanjutnya. Tidak mengherankan jika jumlah umat Islam Amerika terbilang kecil yaitu sekitar tujuh juta sesuai hitungan Hartford Seminary.

"Angka tersebut bukanlah data resmi pemerintah lantaran KTP di Amerika tidak mencantumkan agama sehingga untuk mengetahui jumlah penganut agama tertentu perlu penelitian tersendiri," tandas alumnus jurusan Shariah wal-Qanun, Fakultas Shariah wal-Qanun Universitas al-Azhar Cairo ini.

Melawan Stigma Buruk

Ribath Nurul Hidayah

Citra umat Islam amatlah buruk pasca tragedi 11 September 2001. Kejadian yang meruntuhkan dua gedung kembar WTC di New York itu serta merta menimbulkan stigma negatif terhadap umat Islam. "Gara-gara kejadian itu mereka harus menghindari kegiatan berkumpul di mana pun, seperti shalat berjamaah, dan sebagainya," terangnya. Untuk memulihkan citra, umat Islam berupaya mengubah pandangan buruk terhadap Islam.Yaitu pandangan yang mengidentikkan Islam dengan kekerasan.

"Hal ini sungguh bukanlah hal yang mudah melihat banyaknya konflik terjadi di negara-negara Islam," sergahnya. Ada dua kata yang menjadi bahan propaganda anti-Islam di Amerika, yaitu: Jihad dan Syariah. "Jihad diasosiasikan sebagai ajaran dalam Islam yang mengajak umatnya berperang secara militer," ungkap Haris. Sedangkan syariah diasosiasikan sebagai ajaran dalam Islam yang mengandung hukuman yang menakutkan yang harus diterapkan meski hal tersebut bertentangan dengan tradisi setempat, lanjutnya.

Ribath Nurul Hidayah

Dua hal ini dijawab oleh umat Islam Amerika dengan menampilkan Islam sebagai agama toleran dan bersahabat dengan agama lain. Dua hal tersebut juga menuntut adanya reinterpretasi terhadap teks-teks yang berpotensi mengandung nilai intoleransi dalam Islam. Untuk pemahaman teks tidak lagi bisa terlepas dari konteks. Jika dalam salah satu hadits disebutkan, bahwa manakala berjumpa dengan kaum kafir maka? fadltarruhu ila adlyaqihi, maka persempitkanlah ruang mereka. Hadits semacam ini tidak mungkin diterapkan secara tekstual. "Sebab jika demikian justru akan merugikan umat Islam yang minoritas," terang alumnus strata dua konsetrasi Pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Bagaimana mungkin minoritas memper sempit ruang mayoritas atau penganut Kristiani di Amerika? Kecenderungan yang terjadi adalah sebaliknya, mayoritas mempersempit peluang minoritas. Dalam hal ini, apalagi pasca kejadian 9/11, terdapat sekolompok warga Amerika yang mendeskriminasikan mereka di banyak peluang. "Bahkan ada kelompok anti-Islam yang menginginkan umat Islam diusir dari Amerika," kata mantan koresponden Majalah Gatra untuk Timur Tengah ini menyanyangkan.

"Untuk itu pemaknaan ulang terhadap ajaran khususnya terkait hubungan antara muslim dan non-muslim menjadi sebuah keniscayaan," tandasnya. Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkannya pada sudut pandang yang seimbang antara kondisi sebagai mayoritas dan minoritas. "Jika tidak, maka akan terjadi sikap yang merugikan umat Islam sendiri terutama ketika mereka berada pada posisi minoritas," terangnya.

Relasi hubungan muslim dan non-muslim haruslah diletakkan dalam konteks situasi yang netral atau damai. Hal ini berbeda dengan situasi di masa Rasulullah hidup atau di awal kedatangan Islam yaitu era peperangan dan era penindasan penguasa terhadap rakyat kecil.

"Sebagai kelompok minoritas, umat Islam Amerika terlibat aktif dalam dalam kegiatan dialog antar umat beragama dan kegiatan pluralism," katanya. Sebagai warga negara yang baik, mereka terlibat dalam kegiatan bakti negara (civic responsibility) seperti yang dilakukan oleh Jaye Starr, seorang muallaf lima tahun yang lalu yang juga mahasiswa S2 di Hartford seminary, yaitu proyek penanganan pengungsi.

Umat Islam Amerika juga tidak segan-segan meleburkan diri dengan mayoritas Kristen Amerika dan mengekspresikan cinta kasih mereka. Seperti melalui kaos yang digunakan oleh seorang pemuda Muslim bertuliskan: "I love Jesus". Suatu hal yang seolah bertentangan dengan akidah Islam, padahal tidak. "Sebab selain untuk menunjukkan hubungan baik lintas agama, Jesus adalah Nabi Isa yang memang dicintai oleh orang Islam," ungkapnya. Sehingga mencintai Jesus tidak harus dimaknai sebagai mempercayai Jesus sebagai Tuhan, tapi dengan makna yang sesuai keyakinan Islam, lanjut kandidat doktor UGM ini.

Untuk mempromosikan Islam damai, dalil-dalil pro perdamaian baik dari al-Quran maupun? Hadits sering mereka tampilkan. Seperti bahwa Islam berarti damai; tidak ada paksaan dalam beragama; dan penghargaan terhadap budaya lokal. "Untuk yang terakhir, ditampilkan kisah Rasulullah ketika sedang di rumah melihat ada sekelompok pemuda Afrika yang bernyanyi dan menari dan Siti Aisyah pun ikut melihat di belakang beliau dari balik jendela," katanya. Rasulullah berkomentar, bahwa ini adalah hari raya mereka dan bahwa semua bangsa memiliki hari raya. Tanggapan Rasulullah ini menjadi landasan akan penghargaan terhadap budaya asing atau lokal dan pengakuan terhadap keanekaragaman. "Hal ini tercantum dalam konsep pergaulan warga muslim Amerika," pungkas peneliti Centre for Social Research and Advocacy (CeSRA) Surabaya ini. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Anam)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Senin, 06 November 2017

Sejumlah Kelompok “Wahabi” Tolak Ajaran Kekerasan Wahabi

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Sebagian besar Muslim Suni radikal mengikuti ajaran Wahhabi. Namun, banyak organisasi Wahabi yang menentang kekerasan atas nama agama dan diskriminasi berbasis gender yang diajarkan ideologi Wahabi.

Sejumlah kelompok yang bisa diidentifikasi sebagai Wahabi menolak kekerasan, intoleransi, fanatisme, dan kebencian terhadap wanita. Sejumlah data menyebutkan adanya gerakan Wahabi yang tidak menyukai kekerasan.

Sejumlah Kelompok “Wahabi” Tolak Ajaran Kekerasan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kelompok “Wahabi” Tolak Ajaran Kekerasan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kelompok “Wahabi” Tolak Ajaran Kekerasan Wahabi

Demikian disampaikan pengajar UIN Sunan Kalijaga Dr Inayah Rohmaniyah dalam sebuah diskusi publik yang diselenggarakan Laboratorium Agama dan Budaya Lokal (Label) UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (18/11).

Ribath Nurul Hidayah

Penelitian disertasi Inayah mengambil judul "Multikulturalisme dalam Kebahagiaan dari Orang Towani Tolontang dan Orang Kajang di Sulawesi Selatan sampai Orang Wahabi di Jawa Tengah". Berlandaskan penelitiannya itu, ia menolak pandangan sempit terhadap ajaran Wahabi yang keras.

Peelitiannya di pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah, Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan, ajaran-ajaran Wahabi tidak selalu menyebabkan diskriminasi berbasis gender atau melahirkan sistem representasi di mana kebencian terhadap perempuan (misoginis) menjadi simbol dominasi dan kekuasaan maskulin.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Inayah, dalam proses pendidikan di Madrasah Wathoniyah Islamiyah ini, kaum perempuan juga terlibat dalam proses pendidikan, baik sebagai pengajar maupun pelajar. Bahkan siswa perempuan diperbolehkan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan di ruang publik, tetapi dengan syarat memakai jilbab untuk mencegah kekerasan seksual.

"Habitus dan praktik yang berakar pada pemahaman Wahabi dapat berperan dalam rekonstruksi identitas individu dan kolektif dan praktik yang tanpa kekerasan, tentang hubungan antara kemanusiaan dan ke-Ilahian, nasionalisme Indonesia, dan budaya Islam Jawa", pungkas pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam itu. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Tokoh, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 25 Juli 2017

Sururi Pimpin PW Pergunu Jawa Timur

Mojokerto, Ribath Nurul Hidayah - Konferensi Wilayah Pergunu Jawa Timur berjalan dengan lancar dan sukses. Beberapa sidang seperti sidang komisi dan pleno hampir tidak ada suara penolakan. Laporan pertanggungjawaban yang rawan akan kegaduhan hingga penolakan, terlihat dan terdengar sepi.

Itulah kondisi Konferwil Pergunu Jawa Timur yang dilaksanakan di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Sabtu-Ahad (5–6/8).

Sururi Pimpin PW Pergunu Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sururi Pimpin PW Pergunu Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sururi Pimpin PW Pergunu Jawa Timur

Dengan bergilir, sebanyak 33 cabang yang memiliki suara sah memilih Ketua Pergunu Jatim 2017-2022. Sesuai dengan tatib pasal 15 ayat 2 menyebutkan bakal calon ketua ditetapkan sebagai calon sekurang-kurangnya didukung oleh 9 suara yang sah.

Dari enam bakal calon yang muncul, hanya satu yang lolos dan memenuhi syarat meraih 9 suara atau lebih. H Sururi meraih 20 suara dan ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi.

Ribath Nurul Hidayah

"Ini adalah amanah yang harus saya emban. Dengan ucapan bismillah saya bersedia menjadi Ketua Pergunu Jatim," kata Sururi saat diminta kesediaannya oleh pimpinan sidang.

"Semoga konferwil ini menjadi awal kebangkitan Pergunu Jawa Timur. Konsolidasi organisasi akan terus dilakukan. Bertekad menjadikan para guru professional dan memetakan potensi guru atau dosen," pungkas Sururi, disambut tepuk tangan oleh para peserta.

Ribath Nurul Hidayah

Sebagai pembantu untuk menyusun pengurus, konferwil membentuk tim formatur yang terdiri atas enam zona. Dan ditambah dari unsur pimpinan pusat serta ketua demisioner.

"Ketua tim formatur ketua terpilih, sesuai dengan pasal 16 ayat 1, penyusunan pengurus selambat-lambatnya 60 hari terhitung sejak pelaksanaan konferwil," tegas pimpinan sidang. (Rof Maulana/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Halaqoh, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Senin, 26 Juni 2017

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja

Malang, Ribath Nurul Hidayah - Setelah sehari sebelumnya, Sabtu (18/2), mengadakan pelantikan yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU Dr KH Maruf Amin dan Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah, Pengurus Cabang NU Kota Malang melaksanakan Musyawarah Kerja (Musker) di Gedung DPRD Kota Malang, Ahad (19/2).

Acara ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Malang Arif Wicaksono. Arif menyampaikan, "NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia telah menempatkan kader-kadernya di semua posisi struktural baik di legislatif, eksekutif, yudikatif, dan jajaran TNI dan Polri. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi DPRD untuk membuka selebar-lebarnya ruang untuk bagi ormas-ormas."

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja

Ia berharap, kehadiran para kiai-kiai di gedung DPRD akan menjadikan gedung ini sejuk dan menyejukkan. "Gedung ini sering panas (rapat gaduh, red). Semoga kehadiran kiai-kiai membawa berkah untuk semua wakil rakyat yang ada di sini agar semakin bersih," imbuhnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah (Gus Is) mengatakan, rangkaian pelantikan dan musyawarah kerja PCNU Kota Malang ini difasilitasi oleh Ketua DPRD.

"Karena NU Kota Malang tahun ini mengusung agenda ketahanan umat. Begitu juga struktur yang disediakan juga menyesuaikan dengan agenda-agenda penting kenegaraan seperti pembinaan spiritual, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sumberdaya," kata Gus Is.

Dalam musyawarah kerja pertama (Musker I) ini, beberapa agenda yang akan dibahas di antaranya adalah konsolidasi organisasi, penyiapan kerangka dasar manajemen dalam pengelolaan potensi dan program, membangun jaringan internal dan eksternal, strategi dakwah dunia maya, serta penguatan ekonomi dan usaha kelambagaan NU Kota. (Moh Fauzan/Alhafiz K)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Internasional, Halaqoh, Kajian Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 18 Juni 2017

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Selama ini perhatian umat Islam tentang awal bulan kalender Islam lebih terfokus pada bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah. Setiap tahun sering dikhawatirkan munculnya perbedaan dalam permulaan Ramadhan dan Idul Fitri. 

Perbedaan ini muncul sebetulnya bukan karena persoalan hisab dan rukyat semata. Tetapi ada persoalan fundamental yang tidak disadari oleh umat Islam, yaitu belum adanya ‘kalender Islam terintegrasi’. Oleh karena itu, perbedaan Lebaran akan senantiasa muncul. Sistem kalender Hijriah mengharuskan adanya kepastian (Muharram sampai Zulhijah) yang dikonstruksi dari hasil pemahaman terhadap nash dan sains dengan pendekatan interdisipliner. 

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Buku ini menjelaskan mengenai penentuan awal bulan pada bulan Qamariah. Terdapat sembilan bab yang memiliki beberapa sub bab. Bab mengenai seluk beluk rukyat dan hisab. Diantaranya: hisab-rukyat menurut fukaha madzhab, ulama kontemporer dan ulama klasik. Buku ini juga membahas mengenai aspek astronomis penentuan awal bulan. Pada bab ini meliputi karakteristik hilal dan fase-fase bulan, data hisab Syawal 1428 H, kelemahan dan kelebihan dari rukyat, kelemahan dan kelebihan dari hisab. Selain itu, buku ini menjelaskan problematika hilal, meliputi terminologi hilal: hilal secara bahasa, hilal berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunnah, hilal secara astronomi dan hilal dalam konteks negara. Hilal dalam konteks negara meliputi di berbagai negara, yaitu hilal Indonesia. Hilal di Indonesia memiliki tiga elemen, hilal NU, hilal Muhammadiyah, dan hilal pemerintah. Selain itu, dijelaskan juga hilal yang terdapat di Mesir, Arab Saudi, dan hilal di Libya. Tidak hanya sekedar menjelaskan teori, buku ini juga menjelaskan konsep dan metode hisab. 

Selain itu, terdapat bab yang membahas mengenai matlak, yaitu: definisi dari matlak, latar belakang munculnya istilah matlak, ukuran dan teritorial matlak, problem dan prospek penerapan matlak, dan matlak di Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Pembahasan dalam buku ini berkisar tentang hisab-rukyat yang merupakan persoalan klasik umat Islam di Indonesia dan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pada buku ini penulis tidak menjustifikasi pilihan hisab atau rukyat, karena sejatinya keduanya ibarat dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya tidak bertentangan selama dipahami dan diposisikan secara benar. Rukyat sebagai observasi empirik adalah proses yang telah teruji dan dipraktikkan dari zaman ke zaman dan terbukti melahirkan berbagai teori-teori sains. Sains pun mencakup hisab, dengan tata kerja dan sifatnya terus berkembang dengan temuan-temuan terkininya hingga mencapai ketepatan presisi sehingga tidak mungkin diabaikan begitu saja.

Buku ini ditulis oleh Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar. Ia adalah alumni S-1 jurusan Syariah Universitas Islam Sumatera Utara (lulus tahun 2003), alumni S-2 dan S-3 “Institute of Arab Research and Studies” Cairo, Mesir  (S-2 lulus tahun 2009-, S-3 lulus tahun 2012).   Data buku

Judul buku : Problematika Penentuan Awal Bulan: Diskursus antara Hisab dan Rukyat

Penulis : Dr. H. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA. 

Penerbit : Madani

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 160 Hlm

ISBN : 978-602-14987-2-9

Peresensi :  Alvi Nurhayati, mahasiswa jurusan sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Halaqoh, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 31 Mei 2017

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah

Bandung, Ribath Nurul Hidayah. Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Danstakorwil Banser) Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi menyayangkan bentrokan antara FPI dan GMBI meluas hingga ke daerah di Jabar. Pasalnya segala bentuk anarkisme tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun dengan alasan apapun.

"Kami tak mau tanah Jawa Barat jadi arena peperangan. Urang Islam, urang Sunda mah teu kitu (orang Islam dan orang Sunda tidak seperti itu)," kata Yudi selepas menghadiri undangan Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Anton Carliyan, Jumat (13/1).

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jabar Sayangkan Bentrok FPI dan GMBI Meluas ke Daerah

Menurut Yudi, Banser Jabar juga mengkritik gaya yang dipakai FPI dalam mengawal Rizieq Shihab. Sebagai warga negara yang baik, tak perlu "abring-abringan" seperti itu karena siapa pun sama kedudukannya di mata hukum.

"Begitu juga ke GMBI. Serahkan saja kepada kepolisian kasus ini meski memang berdemonstrasi dijamin Undang-Undang," ujar Yudi yang menegaskan bahwa anarkisme kedua kelompok tersebut tidak dibenarkan.

Maka, tuturnya, kesan yang tersiar ke publik pemanggilan Rizieq Shihab sampai dikawal ribuan massa FPI seolah unjuk kekuatan sebagai intervensi hukum, dan adanya massa diluar FPI seolah menandingi gerakan FPI tadi.

Ribath Nurul Hidayah

"Ya jadi bentrok karena yang namanya kerumunan massa lebih dari dua orang akan menimbulkan keberanian yang tak akan terkendali. Coba kalau Rizieq Shihab datangnya biasa, dan massa GMBI juga menunggu respon kepolisian," ucapnya.

Atas insiden yang telah mencoreng Bumi Parahyangan ini, Banser Jabar mengintruksikan kepada Banser di Kota/Kabupaten se-Jabar untuk terus menjaga kenyamanan warga, terutama warga NU.

"Ada apa dibalik semua itu, kita harus jeli," kata Yudi.?

Sebelumnya buntut dari bentrokan di Jalan Soekarno Hatta Bandung, sejumlah Sekretariat GMBI diberbagai daerah seperti Bogor, Tasikmalaya, dan Ciamis dirusak massa. (Nurjani/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Kajian, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 12 Mei 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Ribath Nurul Hidayah

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 26 Februari 2017

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Garut, Ribath Nurul Hidayah - Hadirnya pasukan Asmaul Husna dari Satuan Brimob Polri saat aksi 4 November lalu mendapat perhatian tersendiri dari publik. Namun tidak bagi Banser Garut, Jawa Barat.

Pasalnya pasukan tersebut sudah digunakan Kepolisian Resort Garut saat pengamanan Pilkada 2013, Pilleg dan Pilpres 2014, termasuk Pilkada Pangandaran 2015

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Eks Dansatkorcab Banser Kabupaten Garut yang kini Dansatkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi menjadi saksi teredamnya emosi demonstran ketika berhadapan dengan pasukan Asmaul Husna.

Pasukan yang tugasnya mengumandangkan zikir dan melafalkan nama-nama Allah SWT terbukti sangat efektif menyejukan suasana yang cenderung panas ketika demonstrasi berlangsung.

Ribath Nurul Hidayah

"Kala itu 2013 Pilkada Garut sampai dua putaran. Demonstrasi hampir tiap hari. Berkat Pasukan Asmaul Husna itulah suasana Garut Kondusif," kata Yudi, Ahad (6/11).

Menurut Yudi, ide pasukan Asmaul Husna dari mantan Kapolres Garut, AKBP H. Arif Rachman SIK MTCP yang kini Wakapolres Jakarta Timur. Arif dikenal sebagai pegiat ESQ di Garut yang dekat dengan Pesantren NU dan Ansor/Banser Garut.

Ribath Nurul Hidayah

"Maka ketika lihat tivi ada pasukan Asmaul Husna, saya yakin demo ratusan ribu itu akan bisa disejukan. Karena tameng polisi terdepan dengan zikir bukan pentungan," ujarnya.

Yudi pun berharap, pasukan Asmaul Husna dijadikan pasukan unggulan Kepolisian karena terbukti mengajak demonstran berkomunikasi dengan hati, bukan lagi emosi. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Islam, Halaqoh, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 02 Februari 2017

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Jakarta, NU.Online
Perubahan? pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) dari pola birokrasi menuju paradigma profesional masih menyisakan sejumlah kontroversial dimasyarakat.? Hal ini terlihat dari pola penerimaan mahasiswa dengan 2 pola seleksi? yaitu, Penelurusan Minat Bakat dan Potensi (PMBP) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sebelumnya satu jalur lewat UMPTN.

Dibeberapa perguruan tinggi negeri yang menggunakan pola BHMN (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor) menuai kritik karena dengan pola baru tersebut dianggap mematikan potensi mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. dan berpotensi menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus.

Komentar tersebut dikemukakan sejumlah kalangan, Senin (16/6), setelah sejumlah PTN berlomba membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru dengan memasang tarif Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Langkah PTN menjaring dana dengan berbagai cara itu menyusul kebijakan dijadikannya kampus mereka sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang diharuskan untuk mencari dana sendiri

Menanggapi "komersialiasi" PTN tersebut, Mendiknas Malik Fadjar menegaskan, ukuran masuk perguruan tinggi tetap akademis, dan sumbangan yang ditetapkan sama sekali tidak menghilangkan ukuran akademis itu. "Saya selalu menekankan jangan sampai uang menjadi persyaratan utama untuk masuk sekolah," ujar Malik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Malik? mengatakan, sumbangan itu sifatnya sukarela. Ditanya mengapa sampai ada yang mematok Rp 150 juta, Malik menjawab, "Yang penting itu terbuka, transparan, dan akuntabilitasnya terjamin. Itu saja." Malik menambahkan, besarnya sumbangan tidak perlu diberi batasan. "Kita berikan peluang kepada masing-masing untuk tetap memperhatikan kemampuan (uang) dan persoalan (akademis). Ukurannya harus tetap akademis. Dulu juga kita sudah punya aturan seperti itu, tapi tidak jalan karena banyak mahasiswa mengaku dari golongan tidak mampu," katanya.

Ditanya soal mekanisme kontrol tentang sumbangan itu, Malik menjawab, "Kan sudah ada wali amanah dan dewan akuntabilitas akademis."

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembukaan jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru PTN harus disertai dengan akuntabilitas penggunaan anggaran dan jaminan mutu akademik. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas akan mengevaluasi kinerja PTN yang membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di luar jalur reguler. Berdasarkan evaluasi tersebut pemerintah akan membuat rambu-rambu menyangkut penerimaan mahasiswa baru yang berorientasi pencarian dana.

"Intinya, setiap PTN boleh saja mencari dana melalui penerimaan mahasiswa baru. Akan tetapi, harus transparan soal penggunaan anggaran, tidak diskriminatif, dan lebih penting lagi hasil seleksinya harus sesuai standar mutu akademik," kata Satryo Soemantri? Brodjonegoro

Sementara menurut? anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar "Aturan itu ibarat menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus," kata , menilai maraknya pembukaan jalur mandiri di kalangan PTN itu. Walaupun mahasiswa jalur mandiri dipersyaratkan mengikuti seleksi, dipertanyakan siapa yang bisa menjamin bahwa PTN bersangkutan bisa obyektif.

"Karena niat dari awal mencari dana, PTN bersangkutan bakal tergiur dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Kalau begini, hasil seleksi bisa jadi tidak merupakan pertimbangan utama," katanya.

Dalam pelayanan akademik, lanjut Ferdiansyah, akan sangat sulit bagi PTN untuk berlaku sama rata terhadap seluruh mahasiswanya. Ada kemungkinan mahasiswa jalur mandiri dimanjakan dengan sejumlah kemudahan, termasuk dalam persyaratan kelulusan mata kuliah. Hal yang buruk itu akan terakumulasi nantinya dalam mutu kelulusan sarjana.

Sementara itu, kendati sejumlah PTN favorit berlomba-lomba membuka jalur khusus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap bertahan dengan sistem yang ada selama ini.

"ITS tidak akan ikut serta menyelenggarakan program serupa," kata Rektor ITS Dr Ir Mohammad Nuh DEA. "Dalam menyeleksi calon mahasiswa baru, kami tetap mengutamakan nilai akademis calon mahasiswa. Selain itu, ITS juga memiliki nilai-nilai tetap, salah satunya berupa tanggung jawab sosial, dengan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa pun," ujarnya.

Rektor ITS menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah nilai-nilai yang mereka tetapkan dalam menerima mahasiswa baru.Tanpa menyalahkan PTN yang telah menerapkan kebijakan program khusus tersebut, Nuh menandaskan bahwDari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP