Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Tahun 1960-an dapat disebut sebagai tahun panas, penuh pergolakan politik. Bahkan bidang sastra pun tak luput dari hal tersebut. Salah satu peristiwa yang mencuat di dunia sastra kala itu, ketika seorang tokoh Muhammadiyah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) ‘didakwa’ atas tuduhan plagiarisme.

Polemik ini berawal ketika seorang yang bernama Abdullah Said Patmadji (Abdullah Sp) mengirimkan beberapa resensi yang dimuat secara berkala di rubrik kebudayaan “Lentera” harian Bintang Timur milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Dalam salah satu tulisannya yang berjudul Aku mendakwa Hamka Plagiat (Bintang Timur, 5 dan 7 Oktober 1962), Abdullah Sp, menuduh buku novel Tenggelamnja Kapal van der Wijck karya Hamka merupakan plagiasi dari novel Magdalena, karya seorang sastrawan Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi.

Sontak hal tersebut memunculkan pro-kontra dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan Nahdliyyin. Duta Masjarakat, salah satu koran harian milik Nahdlatul Ulama (NU) menuliskan dua artikel yang berjudul Hamka membantah hasil karjanja djiplakan dan Pembitjaraan akhir seorang sastrawan. Isi keduanya cenderung memberikan pembelaan kepada Hamka.

Ribath Nurul Hidayah

Berikutnya pada 7 Maret 1963, Duta Masjarakat memuat tulisan A.S. Alatas. Menurut pendapat Lektor Kepala Luar Biasa Bahasa Arab di Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu, tokoh wanita dalam Magdalena, tidaklah mirip dengan tokoh Hajati dalam novel Hamka.

Ribath Nurul Hidayah

Sedangkan Usmar Ismail, seorang pegiat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU, memilih sikap hati-hati dalam mengutarakan pendapat. Menurut Usmar, seorang seniman sedikit banyak akan mendapatkan pengaruh dari karya-karya dari orang lain.

Dan saja sebagai pengarang sangat terpengaruh pada Ibsen dan Steinbeck dan itu djelas kelihatan pada lakon-lakon karja saja “Api”. Terlebih-lebih pengarang muda, maka sulit untuk menolak pengaruh dari pengarang lain baik luar maupun dalam negeri.

Tapi bagi saja plagiat adalah bukan soal pengaruh, dia adalah persamaan tema, plot, problem dan seluruhnja sama tanpa ada keakuan sipengarang dan soal ini tidak demikian pada karja Hamka tersebut. (Bintang Timur, 21 Oktober 1962)

Dalam buku Aku Mendakwa Hamka Plagiat, Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 (Muhidin M Dahlan, 2011), dijelaskan bahwa tema serupa menjadi perdebatan yang berlangsung cukup lama, yakni kisaran tiga tahun. Muhidin M Dahlan mengungkapkan, kala itu ‘dakwaan plagiarisme Hamka’ tak menjadi sekedar isu sastra semata, tapi juga sentimen ideologi politik. Di mana hubungan politik Islam dan ideologi politik yang dominan (Sukarno, PKI, Tentara) memburuk saat Masyumi dinyatakan sebagai partai terlarang. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 12 Februari 2018

Kuba Serang Balik Bush, Sebut Dia Polisi Ugal-Ugalan

New York, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Luar Negeri Kuba Felipe Perez Roque menyerang-balik Presiden AS George W. Bush, Rabu (26/9), dengan mengatakan Bush adalah polisi global yang ugal-ugalan dan membuat keamanan dunia jadi terancam.

Sehari setelah ia meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum PBB ketika Bush merujuk kepada Presiden Kuba, yang belum sehat, Fidel Castro sebagai seorang "diktator kejam" yang kekuasaannya mendekati akhir, utusan Kuba menyatakan Presiden AS tersebut tak memiliki hak untuk menuntut perubahan rejim di negara berdaulat melalui perang dan sanksi.

Kuba Serang Balik Bush, Sebut Dia Polisi Ugal-Ugalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuba Serang Balik Bush, Sebut Dia Polisi Ugal-Ugalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuba Serang Balik Bush, Sebut Dia Polisi Ugal-Ugalan

"Itu adalah pertunjukan yang memalukan, pikiran tak waras seorang polisi dunia, mabuknya kekuatan imperial, yang ditaburi sifat sedang-sedang saja dan sinisme," kata Perez Roque mengenai pidato Bush, Senin lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Bush mencerca Iran, Korea Utara, Kuba, Myanmar dan negara lain karena "menginjak-injak" hak asasi rakyat mereka.

Ia mengatakan PBB "harus mendesak bagi terwujudnya" kebebasan berbicara dan pemilihan umum di Kuba, sementara negara yang dikuasai Komunis itu memasuki masa peralihan setelah Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul, pada 31 Juli 2006.

Ribath Nurul Hidayah

Perez Roque menyatakan Bush tak memiliki hak untuk berbicara mengenai demokrasi karena ia memangku jabatan melalui kecurangan dan penipuan dalam pemilihan umum kontroversial pada 2000.

"Kita mestinya melewati kehadirannya kemarin dan mestinya mendengarkan Presiden Al Gore berbicara mengenai perubahan iklim dan resiko terhadap spesies kita," kata Menteri Kuba tersebut.

Perez Roque menyalahkan Bush atas kematian 600.000 warga sipil dalam perang Irak dan mengatakan Presiden AS itu tak memiliki dasar moral untuk berbicara mengenai hak asasi manusia di negara lain setelah ia mensahkan penggunaan penyiksaan terhadap tahanan di pangkalan Angkatan Laut Guantanamo dan penjara Abu Ghraib di Irak.

"Ia telah menjadi politikus paling ugal-ugalan dan egois yang pernah kita saksikan," katanya mengenai Bush. "Ia mesti bertanggung-jawab kepada dunia atas semua kejahatannya."

Sumber Reuters melaporkan, Perez Roque memulai pernyataannya dengan berbicara atas nama 116 negara berkembang Gerakan Non-Blok, yang saat ini diketuai oleh Kuba.

Ia menyatakan ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia hari ini adalah penggunaan dalih seperti perang melawan teror atau dorongan demokrasi yang banyak dikumandangkan untuk menyerang negara yang dicap sebagai "negara merah" oleh segelintir negara maju. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Habib, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 08 Februari 2018

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan

Kudus, Ribath Nurul Hidayah. Di tengah semakin maraknya paham radikalisme, para kader IPNU-IPPNU kecamatan Gebog Kudus terus merapatkan barisan. Setiap tanggal 15 bulan hijriyah, mereka yang notabene pelajar NU ini berkumpul dalam majlis pertemuan bertajuk "Padang Bulanan" yang bertempat di masjid desa secara bergilirian.

Dalam majlis itu, para kader membaca tahlil, bersholawat, membaca manaqib dan mendengarkan mauidhoh hasanah. Seperti Padang Bulanan di Masjid Husnul Khatimah dukuh Kebon Alas Besito Sabtu malam (4/4) yang bertepatan 15 Jumadil Akhir, mereka penuh semangat mengumandangkan sholawatan dengan iringan rebana yang dimainkan ratusan penabuh terbang kader IPNU.

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan

Ketua PAC IPNU Kecamatan Gebog Muhammad Noor Aris mengatakan Padang bulanan adalah salah satu wadah penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penanaman amalan dan wawasan ke-NU-an dan kebangsaan bagi generasi muda NU.

Ribath Nurul Hidayah

"Di samping melaksanakan amalan aswaja seperti maulidan, tahlilan dan manaqiban, kader IPNU-IPPNU mendapat bekal wejangan ideologi dari tokoh NU maupun alumni IPNU yang kita hadirkan di majlis ini,"ujarnya kepada Ribath Nurul Hidayah, usai acara (4/4) lalu.

Dijelaskan, kegiatan padang bulanan ini merupakan program lanjutan IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog periode sebelumnya. Pada periode kepemimpinannya, kata Aris, sudah memasuki putaran kedua setelah bergiliran di 11 desa di wilayah kecamatan Gebog.

Ribath Nurul Hidayah

"Kita sengaja bertempat di masjid dalam upaya mendekatkan kader NU dengan jamah dan rumah Allah ini. Termasuk berupaya menjaga masjid dari ancaman paham radikalisme,"ungkap Aris.

Mengapa namanya padang bulanan? Aris menjelaskan pelaksanaanya karena memanfaatkan tanggal !5 bulan hijriyah dimana malam itu bersamaan munculnya padang bulan purnama. "Yang jelas dengan adanya cahaya bulan purnama, bisa menjadi momentum yang mencerahkan buat kader IPNU-IPPNU,"imbuhnya.

Disamping itu, Padang Bulanan ternyata mampu sebagai sarana untuk konsolidasi organisasi dan berbagai informasi kegiatan rutinan yang dilaksanakan oleh IPNU-IPPNU Gebog. Begitu juga, dengan adanya rebana bisa menjaga syiar seni terbang tetap lestari.

"Semoga melalui kegiatan ini kader NU semakin bertambah mahabbahnya kepada Rasuluillah dan memperkuat syiar Islam Aswaja di kampung-kampung. Para kader juga mampu memaksimalkan kesempatan supaya kelak menjadi pewarna kebaikan di masyarakat seutuhnya," tandasnya. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, AlaSantri, Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 01 Februari 2018

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

Ribath Nurul Hidayah

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Januari 2018

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Bondowoso, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso mengadakan lomba menghias nasi tumpeng di Musholla PCNU Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (30/4). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Ketua Fatayat NU Bondowoso, Nurdiana Khalifah menjelaskan, selain untuk merayakan harlah Fatayat, lomba tersebut juga sekaligus untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu.

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-67, Fatayat Bondowoso Gelar Lomba Menghias Tumpeng

Nurdiana berharap kegiatan ini memberikan energi positif kepada seluruh kader Fatayat dari segala tingkatan, baik di ranting, anak cabang, maupun cabang. "Pulang ke rumah dengan semangat baru, (menjadi) ibu baik, produktif, dan berwawasan luas," katanya.

Ia mendorong seluruh perempuan Indonesia semakin kratif dan dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Dengan demikian akan lahir generasi perempuan yang cerdas, sehat, dan mandiri.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Lomba menghias nasi tumpeng berlanjut dengan berbagi pengalaman pengurus PC Fatayat NU, Heni dan Anisatul Hamidah, tentang hasil keikutsertaan mereka dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon, Jawa Barat.

Agenda tersebut diikuti jajaran Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 17 Januari 2018

Usai Ditahlilkan, Buku Mbah Sahal Dibedah

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melangsungkan tahlilan atas wafatnya KH Sahal Mahfudh atau yang biasa dipanggil Mbah Sahal, Jumat (31/01). Bertempat di Aula PWNU DIY Jalan Mt. Haryono no 40-42, tahlilan tersebut sebagai pengawal kegiatan diskusi forum Jumat.

Usai tahlilan, dilanjutkan dengan diskusi buku karya Mbah Sahal berjudul "Nuansa Fiqh Sosial". Buku tersebut dibedah oleh dua narasumber Imam Aziz (Ketua PBNU) dan Hairus Salim (Penyunting Buku).  

Usai Ditahlilkan, Buku Mbah Sahal Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Ditahlilkan, Buku Mbah Sahal Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Ditahlilkan, Buku Mbah Sahal Dibedah

Karya Mbah Sahal ini sudah diakui dunia. Pembahasannya dipandang sangat cocok dengan era kekinian. Dengan kata lain, sangat kontekstual.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan tersebut, karya Mbah Sahal ini menguatkan pemahaman terkait dengan ibadah.

"Sebagaimana diketahui, dalam buku ini juga diketengahkan, ibadah itu terbagi menjadi dua macam, yakni ibadah yang bermanfaat untuk pribadi (individual/syakhshiyah) dan untuk orang lain atau masyarakat (sosial/ijtima iyah)," terang Imam Aziz. 

Ribath Nurul Hidayah

Ditegaskan, sebelum meningkatkan amaliah ibadah, seseorang perlu meningkatkan keimanan dan kepercayaan akan wujud Allah dengan segala perintah dan larangan-Nya, kepercayaan akan adanya pahala serta keyakinan akan manfaat dan faedah dari amaliah ibadah.

Dalam konteks sosial yang ada, tekannya, ajaran syari’at yang tertuang dalam fiqih sering terlihat tidak searah dengan bentuk kehidupan praktis sehari-hari. Hal ini pada hakikatnya disebabkan oleh pandangan fiqih yang terlalu formalistik. Titik tolak kehidupan yang kian hari cenderung bersifat teologis, menjadi tidak berbanding dengan konsep legal-formalisme yang ditawarkan oleh fiqih. 

"Dalam buku ini diungkap, teologi di sini bukan hanya dalam arti tauhid yang merupakan pembuktian ke-Esa-an Tuhan, akan tetapi teologi dalam arti pandangan hidup yang menjadi titik tolak seluruh kegiatan kaum muslimin. Padahal di balik itu, asumsi formalistik terhadap fiqih ternyata akan dapat tersisihkan oleh hakikat fiqih itu sendiri," bebernya.

Sebagaimana dimaklumi, fiqih dalam arti terminologisnya adalah ilmu hukum agama. Kemudian ia diartikan sebagai kumpulan keputusan hukum agama sepanjang masa, atau dengan kata lain, yurisprudensi dalam Islam. Sebagai kompendium yurisprudensi, fiqih memiliki sistematikanya sendiri. 

"Ia tidak berdiri sendiri karena sebagai disiplin ilmu maupun sebagai perangkat keputusan hukum, fiqih dibantu oleh sejumlah kerangka teoritik bagi pengambilan keputusan hukum agama," tukasnya. (hairul anam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 13 Januari 2018

Mustasyar PCNU Pringsewu Kupas Makna Jihad

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah

Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi mengupas makna Jihad dalam Refleksi Satu Tahun dilaksanakannya Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi), Ahad (21/02/16). Kegiatan yang dihadiri ratusan Jamaah yang datang dari segala penjuru Kabupaten Pringsewu ini dibarengkan dengan Launching Kegiatan Pra Harlah Ke-93 NU PCNU Kabupaten Pringsewu.

Baca:? Empat Kegiatan PCNU Pringsewu Sambut Harlah Ke-93 NU

Mustasyar PCNU Pringsewu Kupas Makna Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCNU Pringsewu Kupas Makna Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PCNU Pringsewu Kupas Makna Jihad

Dalam penjelasannya Abah Sujadi, biasa ia dipanggil, mengatakan bahwa mayoritas orang menafsirkan dan mengaitkan Jihad dengan peperangan. "Selain ditafsirkan dan dikaitkan dengan peperangan, pengembangan makna jihad menyentuh kepada perjuangan di jalan kebaikan atau sabilur khoir," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Kata Jihad dalam bahasa Arab terdiri dari 4 huruf yang masing-masing memiliki makna sesuai dengan tujuan jihad. "Jihad terdiri dari huruf Jim yaitu Juhdun wajihadun, huruf Ha yaitu hidayah, huruf Alif yaitu aman dan amanah dan huruf dzal yaitu dawam dan daulah," katanya mengutip Kitab Dalailul Falihin yang merupakan Syarah Kitab Riyadus Shalihin Jilid IV.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa setiap orang yang berjihad harus memiliki 4 rukun Jihad tersebut. "Rukun yang pertama adalah juhdun yaitu bersungguh sunguh. Dalam jihad kita harus bersusah payah namun tidak boleh merasa susah dan tidak boleh merasa payah," tegasnya dihadapan Jamaah yang memenuhi Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Ribath Nurul Hidayah

Rukun yang kedua dalam berjihad menurutnya adalah hidayah yang bermakna petunjuk. "Dengan petunjuk ini kita akan mendapatkan hasil jihad yaitu berupa keberkahan. Dan keberkahan inilah yang diharapkan dalam kehidupan dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sujadi melanjutkan Rukun Jihad yang ketiga adalah Aman dan Amanah. Ia mengatakan bahwa keamanan adalah kunci dalam melaksanakan syariat Agama. "Jihad dilakukan dengan tidak merusak keamanan. Jika kondisi negara tidak aman maka kita akan merasa tidak tenang dan nyaman dalam melakukan Ibadah kita," ujar kiai yang juga Bupati Pringsewu ini.

Kemudian rukun jihad yang terakhir menurutnya adalah Dawam yaitu dilakukan secara terus menerus. " Jihad tidak bisa dilakukan secara instan. Jihad membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu dalam jihad tidak boleh memaksakan sesuatu berubah dengan cepat sesuai dengan keinginan kita," pungkasnya.

Sebagai rasa syukur atas sudah satu tahun Program Jihad Pagi pada diakhir acara dilakukan pemotongan Tumpeng oleh Abah Sujadi dan diberikan secara simbolis kepada Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 23 Desember 2017

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Mengantisipasi paham radikal yang kian marak, khususnya di kalangan pelajar, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU Institut Zainul Hasan (Inzah) Genggong memberi pemahaman terhadap calon penerus bangsa tentang ideologi dan identitas NU.

Kegiatan yang digelar, Rabu-Jumat (4-6/1) di MI Nurudz Zholah Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo ini dikemas dalam bentuk Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Dimana tema yang diangkat adalah “Meneguhkan Ideologi, Menegaskan Identitas untuk Membentuk Kader Muda yang Bervisi Kebangsaan dan Berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah”.?

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU

Sekretaris PKPT IPNU Inzah Genggong Rifqi Maulana mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader muda yang siap menjaga keutuhan NKRI dan berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.?

“Seperti dawuh KH. Hasyim Asy’ari ? bahwa “Agama dan Nasionalisme tidak boleh dipisahkan karena agama saja belum mampu untuk menyatukan umat. Teringan pesan beliau, kami ingin kader IPNU-IPPNU mampu menciptakan bangsa yang damai karena cita-cita para pendiri NU adalah menciptakan Darus Salam bukan Darul Islam,” katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang peserta dari mahasiswa baru, siswa, santri bahkan sarjana ini dihadiri oleh pengurus PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong serta pengurus Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kota Kraksaan.

Ribath Nurul Hidayah

“Kami mengharapkan kegiatan ini mampu membentuk kader muda yang militannya tidak diragukan dan yang mampu menjalin ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah,” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Khutbah, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 19 Desember 2017

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

Pamekasan, Ribath Nurul Hidayah. Kebodohan menjadi virus utama pemicu kemunduran. Karena ia dapat menjerumuskan siapa pun ke dalam lembah kejahatan

Demikian ditegaskan Rais PCNU Pamekasan KH Muzammil Ghazali di acara Maulid Nabi Yayasan At-Taqwa, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/12). Karena itu, Kiai Muzammil menekankan kepada hadirin yang terdiri dari kaum muslimat, tokoh NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, agar berupaya kuat menghindari kebodohan.

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muzammil Ghazali Pamekasan Ungkap 5 Virus Pemicu Kemunduran

"Tentu dengan jalan belajar sepanjang waktu. Meskipun sudah sarjana atau menikah, bukan berarti putus belajarnya. Salah satu ciri orang bodoh ialah suka diadu domba dan mudah diadu domba," terangnya.

Virus kemunduran yang kedua ialah pelit (al-juhlu). Untuk menghindarinya, minimal taruhlaj simpanan di BMT NU, jangan di bank.

"Ketiga, akhlak jelek (fasadul akhlaq). Tanpa akhlak, semuanya rusak. Ketika mau mengeritik, misalnya, lakukan dengan baik tanpa kekerasan. Plesetan Allahu Akbar yang dipakai buat kerusakan, itu bagian dari akhlak jelek," ujar Kiai Muzammil.

Ribath Nurul Hidayah

Hilangnya persatuan (adamul ittihad) adalah virus penyebab kemunduran yang keempat. Sementara yang kelima ialah cinta dunia (hubbud dunya).

"Cinta dunia adalah sumber dari segala kerusakan. Karenanya, perlakukan rezeki yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Jangan rakus!" tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Muzammil juga mengungkap tiga golongan yang dapat menjadi teduham kelak di akhirat. Yaitu, para nabi, ulama, dan syuhada. (Hairul Anam/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Tegal, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 10 Desember 2017

Madin 28 Kabupaten di Jateng Ikuti Ajang Kreativitas FKDT

Kendal, Ribath Nurul Hidayah. Dewan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyyah (FKDT) wilayah Jawa Tengah mengadakan Ajang Kreativitas Madrasah Diniyah Takmiliyyah (Akrimdita), Senin (29/9).

Madin 28 Kabupaten di Jateng Ikuti Ajang Kreativitas FKDT (Sumber Gambar : Nu Online)
Madin 28 Kabupaten di Jateng Ikuti Ajang Kreativitas FKDT (Sumber Gambar : Nu Online)

Madin 28 Kabupaten di Jateng Ikuti Ajang Kreativitas FKDT

Acara ini diisi dengan berbagai macam lomba, di antaranya hadrah, pengembangan media pembelajaran, cerdas cermat diniyah, puisisasi Al-Quran, Imla, ustadz favorit dan cerita Islami. Acara yang terpusat di masjid Al-Muttaqin Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, itu dihadiri sekitar delapan ratus peserta dari 28 kabupaten/kota se-Jawa tengah.

Akrimdita yang baru pertama kali terselenggara terbagi menjadi tiga kategori lomba. Pertama kelembagaan seperti tertib administrasi, buku induk, jurnal pembelajaran, dan seterusnya. Kedua dari unsur ustadz. Dan ketiga dari unsur santri. Tujuan dari pelaksanaan Akrimdita ini untuk, "Menjalin silaturahim antarmadrasah, ustadz, pengurus dan menunjukkan eksistensi madrasah diniyah kepada masyarakat," ungkap Ketua Dewan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyyah (FKDT) wilayah Jawa Tengah Nur Syahid.

Ribath Nurul Hidayah

Madrasah diniyah takmiliyah telah masuk dalam peraturan menteri agama nomor 13 tahun 2014. Jadi, secara legalitas sudah ada rel yang menjadi landasannya tinggal kita melaksanakannya. Dalam rangkaian akrimdita ini juga dilaksanakan halaqah menggagas perda madin. Halaqah ini digelar untuk memantapkan peserta bahwa madin sebagai tempat belajar pendidikan dan moral bagi anak-anak kita.

Ribath Nurul Hidayah

Di antara pemenang yang menerima tropi sebagai berikut. Tropi Kakanwil Kemenag Jateng sebagai juara umum adalah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kudus. Kedua, tropi FKDT sebagai juara favorit DPC Kbupaten Jepara. Ketiga, tropi sebagai madrasah diniyah unggulan MDPA Irsyadut Thalibin DPC kab. Kudus. Keempat, tropi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI sebagai ustadz berprestasi adalah Ahmad Muhshon Kendal. Terakhir, penerima tropi Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah RI sebagai pameran terbaik adalah DPC FKDT Kabupaten Rembang. (M. Zulfa/Mahbib)

Foto: perwakilan pemenang sedang foto bersama

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 Desember 2017

Gorontalo Kekurangan Tenaga Guru Agama

Gorontalo, Ribath Nurul Hidayah

Provinsi Gorontalo kekurangan tenaga guru agama yang tersebar di semua sekolah di daerah itu, sehingga pemerintah provinsi (Pemprov) setempat segera mencarikan solusinya.

Gorontalo Kekurangan Tenaga Guru Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gorontalo Kekurangan Tenaga Guru Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gorontalo Kekurangan Tenaga Guru Agama

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu, menjelaskan bahwa banyak guru-guru serta orang tua murid yang mengeluhkan ketersedian guru agama di sekolah, sehingga rencananya Pemprov Gorontalo akan menambah jumlah tenaga guru tersebut di setiap sekolah.

"Ini tentu memprihatinkan jika sekolah kekurangan guru agama, sebab ahlak siswa pun juga wajib dibentuk," kata Gubernur.

Ia menambahkan, Pemprov sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Gorontalo untuk segera mendatangi kampus IAIN Gorontalo untuk mencari guru agama.

Ribath Nurul Hidayah

Setelah data kebutuhan guru agama diperoleh, lanjutnya, akan dilakukan perekrutan.

"Saya sudah meminta kepada Kepala dinas terkait untuk segera buat konsep dan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk mendata kebutuhan guru agama, termasuk koordinasi dengan Kanwil Agama Gorontalo," ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Gorontalo Weny Liputo menjelaskan, pihaknya akan merekrut tenaga guru agama baik Islam maupun non Muslim dan kepada mereka akan diberikan status honorer.

"Namun terkait persyaratan formal perekrutan guru agama, kami akan tetap koordinasi dengan Kementerian Agama Gorontalo," katanya.

Mengenai jumlah kebutuhan guru agama, ia menjelaskan bahwa dibutuhkan ratusan tenaga guru untuk tingkat SMA/SMK serta SLB. Jika ditambahkan dengan kebutuhan untuk tingkat SD-SMP maka jumlahnya akan lebih banyak lagi. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Nahdlatul, Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 04 Desember 2017

Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf

Caracas, Ribath Nurul Hidayah. President Venezuela Hugo Chavez Menuntut Raja Spanyol Juan Carlos untuk meminta maaf secara publik atas perkataannya yang menyuruhnya diam saat penutupan KTT Ibero-Amerika di Santiago, Cile, pekan lalu.

Chaves mengatakan sikap yang tunjukkan raja Spanyol itu bisa memperkeruh hubungan kedua negara dan merusak investasi Spanyol di Venezuela.

Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf

"Raja Spanyol itu harus meminta maaf karena dia menyerang saya," kata Chaves dalam sebuah wawancara di stasiun televisi pemerintah, Jumat (16/11).

Ribath Nurul Hidayah

"Saya tidak akan meminta dia untuk sungkem, hanya mau mengingatkan bahwa dia sudah melangkah terlalu jauh, dia melakukan sesuatu yang tidak layak," terangnya.

Sehari sebelumnya, kepada stasiun televisi Promar, presiden yang pernah memproklamirkan "segera runtuhnya kerajaan Amerika Serikat (AS)" itu mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Spanyol.

Ribath Nurul Hidayah

"Kami tak ingin merusak hubungan, namun saat ini saya sedang melakukan peninjauan hubungan politik, diplomatik, dan ekonomi dengan Spanyol," terang Chaves.

"(Peninjauan) ini berarti semua perusahaan Spanyol harus menunjukkan bisnis apa yang mereka lakukan. Saya sendiri akan memantau dan melihat apa yang terjadi di dalam perusahaan-perusahaan itu," ujarnya.

Chavez menyebut Grupo Santander dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria sebagai kemungkinan sasaran. Sejumlah perusahaan besar Spanyol berinvestasi di Venezuela, termasuk raksasa telekomunikasi Telefonica dan perusahaan minyak Repsol. Telefonica merupakan operator telepon seluler terbesar di Venezuela.

Seperti dilaporkan sumber Associated Press, sikap keras Chavez pada penutupan KTT Ke-17 Ibero-Amerika di Cile, pekan lalu, menyulut konfrontasi yang sudah memanas. Dalam pidatonya, Chavez menyebut mantan Perdana Menteri Spanyol Jose-Maria Aznar sebagai fasis karena mendukung invasi AS ke Irak.

"Mantan Perdana Menteri Spanyol benar- benar seorang fasis. Seorang fasis bukanlah manusia. Ular lebih manusiawi daripada fasis," kata Chavez.

Raja Juan Carlos yang geram dengan pernyataan itu segera berdiri dan meminta Chavez untuk "tutup mulut", sambil menudingkan jari ke arah Chavez. Raja Juan Carlos semakin berang saat Presiden Nikaragua Daniel Ortega mendukung Chavez.

"Saudara kita Spanyol harus belajar untuk berdialog dan menyadari bahwa era kerajaan dan raja sudah menjadi sejarah. Kami bukan lagi bawahan raja mana pun," kata Ortega.(dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 01 Desember 2017

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

Ribath Nurul Hidayah

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

Ribath Nurul Hidayah

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 November 2017

Perlu Ketegasan Sikapi TKI

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum Fatayat NU Hj Maria Ulfah Anshar meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan dalam berbagai kasus yang dihadapi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"TKI ini bisa mendatangkan devisa bagi Indonesia, sehingga perlu jaminan dan perlindungan yang jelas. Kasus tindakan kriminalitas masih sering terjadi hingga sekarang," katanya dalam beda buku berjudul "Nalar Politik Perempuan Pesantren" yang digelar Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Cirebon di Pusdiklatpri, Sabtu (17/3).

Perlu Ketegasan Sikapi TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Ketegasan Sikapi TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Ketegasan Sikapi TKI

Menurut dia, masalah TKI begitu kompleks. Sebut saja mulai dari kasus penganiayaan TKI, pemulangan secara paksa oleh Pemerintah Malaysia bahkan sampai pada ancaman hukuman mati yang dialami TKI di Arab Saudi.

“Ini dapat dianalisa secara seksama mengapa permasalahan TKI terus mencuat ke permukaan? Itu akibat ketersediaan lapangan kerja di dalam negeri terbatas," ujarnya.

Maria Ulfah menjelaskan, melihat permasalahaan-permasalahan yang ada maka dapat disimpulkan permasalahan TKI di luar negeri bukan semata-mata datang dari TKI itu sendiri, tetapi juga melibatkan banyak pihak. Untuk itulah diperlukan aturan yang jelas, khususnya dari negara hingga menjadi aturan umum yang harus dipatuhi secara bersama.

Ribath Nurul Hidayah

Aturan-aturan itu kata dia, juga harus didukung oleh para aparat penegak hukum, sehingga benar-benar dapat dipatuhi oleh pihak-pihak yang terkait dengan masalah pengaturan TKI. Dengan aturan itu ungkap dia, diharapkan kasus-kasus penganiayaan, pelecehan, dan lainnya terhadap TKI di luar negeri dapat dihindari.

Bedah buku tersebet berlangsung semarak, sedikitnya seratusan undangan hadir. Tampak di antara mereka sejumlah tokoh NU Cirebon, tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cirebon, aktivis muda seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ansor, Muslimat, Fatayat, ISNU dan para dosen STAIN Cirebon.(kalil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 28 November 2017

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Kupang, Ribath Nurul Hidayah. Beginilah kondisi Siswa Madrasyah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Ikhsan di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus rela menerima pelajaran duduk di bawah lantai karena kekurangan ruangan kelas.

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Fasilitas yang dimiliki yayasan terbatas, sementara rombongan belajar sudah mencapai enam kelas. Sekolah yang baru berdiri sejak tahun 2008-2009 lalu sudah memilik sekitar ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. 

Pantauan Ribath Nurul Hidayah, Sabtu 17 Agustus 2013, MIS yang memiliki empat ruangan kelas tersebut harus menerima pelajaran duduk di bawah lantai, sebab ruangan sudah tersisih siswa kelas empat sampai kelas enam. Sementara kelas satu dan kelas dua harus rela menerima pelajaran dengan suasana seperti zaman sebelum Indonesia merdeka, harus duduk maupun berdiri demi mendapat pendidikan.

Ribath Nurul Hidayah

Perhatian Kementerian Agama Kabupaten Ende kepada sekolah yang baru berdiri sekitar lima tahun terakhir ini, tidak tersentuh berbagai bantuan. Sementara usulan pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak pernah di akomodir oleh pihak pemerintah.

Kepala MIS Nur Ikhsan Ndori, Drs. Said Rani, kepada Ribath Nurul Hidayah mengatakan, kondisi yang dialami siswa MIS sejak tahun 2012 kemarin, kami telah mengalami kekurangan ruangan belajar. 

Ribath Nurul Hidayah

“Kami telah mengalami kekurangan ruang sejak tahun 2012 lalu, sebab rombongan belajar telah meningkat. Maka suasana dan aktifitas belajar bagis siswa tidak memenuhi standar belajar yang layak bagi peserta didik lainnya. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

5000 Muslimat Ikuti Pengajian Ketua PWNU Lampung

Lampung Timur, Ribath Nurul Hidayah. Sekitar 5000 Muslimat NU Kabupaten Lampung Timur mengikuti pengajian triwulan mereka yang berlangsung di Desa Adiwarno, Kecamatan Batang Hari. Mereka berbondong dengan berbagai kendaraan, mulai bus, sampai sepeda motor.

5000 Muslimat Ikuti Pengajian Ketua PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Muslimat Ikuti Pengajian Ketua PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Muslimat Ikuti Pengajian Ketua PWNU Lampung

Pengajian berlangsung ahad (24/11) tersebut dhadiri Ketua PWNU Lampung RM Soleh Bajuri. Ia disambut disambut antusias 5000 ibu-ibu berpakaian serba hijau yang telah menantikan kedatangannya sejak pukul 07.00 wib.

Sambil berjalan ke tempat yang telah disediakan, di tengah-tengah kerumunan ibu-ibu Kiai Soleh menyapa dengan ucapan, “pripun kabare ibu-ibu sedoyo?” Ibu-ibu menjawab, “sae-sae Pak Kiai”, “Alhamdulillah,” Kiai Soleh menjawabnya.

Ribath Nurul Hidayah

Pada pengajian triwulanan ke-28 tersebut, Soleh Bajuri menyampaikan Pendidikan karakter anak adalah sebuah proses penanaman nilai.

Ribath Nurul Hidayah

Proses tersebut, kata dia, melalui serangkaian kegiatan pembelajaran dan pendampingan sehingga anak-anak mampu memahami, mengamalkan, dan mengintegrasikan nilai dalam pendidikan yang dijalaninya ke dalam kepribadiannya.

Pendidikan karakter juga sebagai sebuah usaha untuk mendidik anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya.

Soleh juga mengajak Muslimat NU untuk melakukan pengalangan dana guna menghidupkan kegiatan Muslimat NU di Batang Hari sehingga meningkatkan ukhuwah islamiyah serta terus memupuk semangat organisasi ibu-ibu NU lebih maju dan berjaya membumikan Aswaja.

Hasil dari penggalangan tersebut terkumpul uang sebesar Rp 11.500.000. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan Muslimat NU Batang Hari seperti santunan anak yatim piatu dan dhuafa. (rudi/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Humor Islam, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 17 November 2017

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Acara Musabaqah Kitab Kuing (MKK)? ini mendapatkan momentumnya di tengah kegairahan keagamaan yang tinggi sekaligus di tengah kebutuhan untuk meningkatkan kualitas kedalaman ilmu agama di masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP-PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat membuka MKK The Finals 2017 tingkat ula dan ulya di Graha Gus Dur DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (21/7).

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia

Menurut Cak Imin, hari-hari ini umat Islam Indonesa selain gairah yang tinggi diuji kedewasaaan di dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Diuji kematangan di dalam memahami ilmu-ilmu agama sehingga bisa beradaptasi dan mengisi dakwah kita dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Acara MKK ini juga mendapatkan momentum untuk menggairahkan para santri-santri kita di tanah air dan siap menjadi garda terdepan bagi kemajuan Islam di Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

“Apalagi sebagai santri, kita ini dengan Musabaqah Kitab Kuning akhirnya mulai percaya diri, bukan hanya Anda, kami, kita semua yang di Jakarta akhirnya berbangga, bersyukur. Insya Allah regenerasi ulama Ahlussunah wal Jamaah, regenerasi ilmu-ilmu agama, regenerasi pejuang-pejuang Nahdlatul Ulama tidak akan putus dan akan abadi selamanya,” terangnya dengan bangga.

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap, keilmuan dan tradisi-tradisi pesantren yang terbangun dengan sangat sistematis dan sangat mengakar ini menjadi modal yang besar buat Islam Indonesia untuk tumbuh menjadi kekuatan keagamaan bukan saja untuk bangsa Indonesia tapi juga untuk dunia.

Acara MKK the finals sendiri diselenggarakan pada Jumat-Sabtu (21-22/7/). Kitab yang diperlombakan ialah Fathul Qarib, dan Nadham Imrithi untuk tingkat ula, dan Kitab Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik untuk tingkat ulya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib, Nahdlatul Ulama, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 11 November 2017

Pesantren Al-Hamdaniyah Sidoarjo, Pencetak Ulama-ulama Pendiri NU

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Selain menjadi saksi sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah yang didirikan sejak abad ke-18 di Sidoarjo Jawa Timur itu telah banyak melahirkan ulama-ulama besar pendiri NU di negeri ini.

Pesantren Al-Hamdaniyah Sidoarjo, Pencetak Ulama-ulama Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Hamdaniyah Sidoarjo, Pencetak Ulama-ulama Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Hamdaniyah Sidoarjo, Pencetak Ulama-ulama Pendiri NU

"Pondok pesantren ini telah banyak melahirkan ulama-ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama seperti KH M Hasyim Asyari, KH AsyAd Samsul Arifin, KH Ridwan Abdullah pencipta lambang Nahdlatul Ulama, KH Alwi Abdul Aziz, KH Wahid Hasyim, dan lain-lain," kata Pengasuh Ponpes Al-Hamdaniyah, M Hasyim Fahrurozi (36), Kamis (25/6).

Selain banyak melahirkan ulama besar, pesantren yang terletak di desa Siwalan Panji Buduran Sidoarjo itu terbilang pesantren tertua di Jawa Timur setelah pesantren Sidogiri Pasuruan. Pesantren yang didirikan tepatnya pada tahun 1787 M itu sampai sekarang masih menjadi catatan sejarah bagi bangsa ini.

Ribath Nurul Hidayah

"Salah satu ulama besar yang pernah menuntut ilmu agama atau menjadi santri di pesantren ini yakni KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama. KH Hasyim Asyari menjadi santri di pesantren Al-Hamdaniyah ini sekitar 5 tahun lamanya," ulas Gus Hasyim sapaan akrab M Hasyim Fahrurozi. 

Untuk mengenangnya, hingga saat ini kamar pendiri Nahdlatul Ulama di pesantren Al-Hamdaniyah itu masih tetap terawat seperti dahulu. "Kamar KH Hasyim Asyari ini sengaja tak pernah dipugar, tetap seperti dahulu agar menjadi pelajaran bagi santri bahwa untuk menjadi tokoh besar tak harus dengan fasilitas mewah," tegas Gus Hasyim. 

Ribath Nurul Hidayah

Tidak hanya menjadi santri, lanjut Gus Hasyim, bahkan KH Hasyim Asyari juga pernah diangkat menjadi menantu oleh Kiai Ya’qub, pengasuh pesantren waktu itu.

"Sayangnya, pernikahan itu tidak berlangsung lama. Karena nyai Khodijah, istri KH Hasyim Asyari wafat lebih dahulu di Makkah, saat tengah mengandung, dan jenazah nyai Khodijah disemayamkan di Makkah," tukas Gus Hasyim. (Moh Kholidun/Fathoni)

Keterangan foto: M Hasyim Fahrurozi menunjukkan lokasi kamar Hadlratussyaikh KH Hasyim Asyari di Pesantren al-Hamdaniyah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Lomba, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 10 November 2017

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Rumadi Ahmad mengungkapkan bahwa Pilkada DKI Jakarta telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan.?

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Menurutnya, bukan saja soal Cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tetapi juga respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan lain di luar Pilkada DKI.

Sebenarnya situasi pasca kontroversi pernyataan Ahok mengenai Surat al-Maidah 51 sudah mulai mereda setelah Ahok minta maaf secara terbuka atas ucapannya yang dianggap menyinggung umat Islam.?

“Tokoh-tokoh agama ternama juga menanggapi positif permintaan maaf itu. Semua itu menjadikan situasi yang semula penuh ketegangan mulai mereda,” ujar Rumadi, Kamis (13/10) melalui keterangan tertulisnya kepada Ribath Nurul Hidayah. Dia juga menulis pernyataanya ini di akun Facebook miliknya.

Tapi belakangan situasi kembali memanas, imbuhnya, terutama setelah MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang pada intinya menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama. Situasi tambah semakin memanas karena sebuah stasiun TV swasta menggelar acara dialog secara live kurang lebih 4 jam, dengan tema “Setelah Ahok Minta Maaf”.?

Ribath Nurul Hidayah

Berkembang juga berita, besok pagi, Jumat 14 Oktober 2016 akan ada aksi besar yang dimulai dari Masjid Istiqlal, dengan tema “Tangkap Ahok Penista Agama”. Situasi ini, ungkap Rumadi, menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, sehingga Gereja Katedral yang letaknya di sebelah masjid Istiqlal merasa perlu membuat himbauan khusus kepada Jemaatnya agar besok hari itu tidak mendekat ke kawasan Katedral jika tidak ada keperluan mendesak.

“Saya menduga ada kelompok-kelompok yang mengambil untung dari situasi ini untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan dengan mengadu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesama umat Islam yang mempunyai haluan yang berbeda. Mereka akan menunggangi organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya,” papar Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan STAINU Jakarta ini.

Siapakah kelompok itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit dikenali menurut Rumadi. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut.?

“Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan soal Ahok, tapi lebih besar dari itu,” ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Karena itu, tandas Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) ini, waspada dengan skenario adu domba yang sudah mulai terasa. Bukan soal Ahok dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, AlaSantri, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 04 November 2017

Sufi Ajarkan Cinta dan Perdamaian

Nicosia, Ribath Nurul Hidayah. Dalam upaya menghidupkan ajaran Islam yang toleran, komunitas sufi di Siprus telah menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya dengan menyampaikan pesan perdamaian dan cinta untuk mengoreksi miskonsepsi tentang keyakinan mereka.

Sufi Ajarkan Cinta dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sufi Ajarkan Cinta dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sufi Ajarkan Cinta dan Perdamaian

“Ini merupakan ajaran Islam yang lebih fleksibel, dengan pandangan yang dapat diterima,” ? kata Thierry Zarcone, seorang sejarawan Perancis dan memiliki spesialisasi dalam bidang sufisme, kepada Agence France Presse (AFP) Ahad (3/11).

“Pada waktu yang sama, ? (Sheikh Nazim) berupaya menurunkan radikalisme di Amerika Serikat dan Eropa… dengan menunjukkan sufisme sebagai salah satu instrumen untuk melawan radikalisme.”

Ribath Nurul Hidayah

Kota Lefke di Siprus telah menjadi tujuan bagi ratusan orang Islam dimana, Sheikh Nazim ? (91) mursyid sufi Naqshbandiah menyampaikan dakwah tentang cinta sebenarnya kepada Allah.

“Dalam setiap agama, cinta merupakan kekuatan utama. Ketika anda mencintai, maka anda akan menghormati, kata Nazim dalam bukunya yang berjudul “Love”.

Ribath Nurul Hidayah

“Jika anda mencintai manusia, pada alam, dan pada binatang, ini berarti anda sudah berada di jalan yang benar,” kata putra syeikh Nazim, Bahauddine.

Komunitas Syeikh Nazim berasal dari Jerman, Turki, Swiss, AS, Turki dan Siprus. Banyak diantara mereka merupakan muallaf.

“Kami merupakan Muslim sejak lahir, sebagian merupakan muallaf. Kami tidak melakukan pemisahan,” kata Bahauddine.

Tarekat Naqshbandi-Haqqani, yang dipimpin oleh Sheikh Nazim juga berada di Istambul, Los Angeles dan Michigan, sedangkan komunitas yang paling aktif berada di Eropa, khususnya di London, tambah Bahauddine.

Pada 1990, tarekat Naqshbandi secara luas diperkenalkan oleh Sheikh Hisham Kabbani, salah satu menantunya.

Pada 2005, Kabbani memimpin pendirian sebuah dewan Sufi setelah terjadinya serangan London untuk menyampaikan suara mayoritas diam yang menentang kekerasan.

“Kami harus menjelaskan Islam kepada orang asing khususnya pada hari itu ketika banyak sekali ide tentang kekerasan,” kata Bahauddine.

“Jika anda melihat sejarah Islam ke belakang, apa yang diperintahkan, kita tidak boleh membunuh wanita dan anak-anak, atau membakar rumah. Tidak ada alasan bunuh diri dalam Islam.? ?

“Ini adalah agama kami. Ini merupakan agama yang paling indah,tetapi berada di tangan yang salah.saya meminta maaf dengan sangat atas kejadian tersebut,” tambahnya.

Komunitas Sheikh Nazim menarik banyak Muslim yang mencari pencerahan jiwa dan ajaran Islam moderat.

Pada 2010, Sheikh Nazim menarik perhatian dunia ketika mendekati mantan Paus, Benedict XVI, selama kunjungannya ke Siprus, memeluknya sambil mengucapkan baik. Baik.”?

Dia juga mengatakan pada Benedict “Semoga tuhan memberkati Anda”, dan memintanya mendoakan dirinya “Doakan saya, saya sudah sangat tua.”

Dengan kedipan mata, Paus menjawab “saya juga sudah tua”.

Negara Siprus-Turki diperkirakan memiliki komunitas Muslim sekitar 300 ribu dengan aliran Sunni. Sufisme memiliki pengaruh yang kuat sebagai warisan dan perkembangan Islam disana. (onislam/mukafi niam)

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah, Cerita Ribath Nurul Hidayah