Senin, 05 Desember 2005

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan

Khartoum, Ribath Nurul Hidayah. Sabtu (28/10) sore di aula Sekretariat PCINU Sudan ramai oleh Nahdliyin yang membaca manaqib seorang ulama dan sulthan awliya Syekh Abdul Qodir al Jaelani. Lengkap dengan ingkung ayam dan air manaqib yang diletakkan di tengah-tengah jamaah. 

Pembacaan manaqib tersebut adalah acara pamungkas dari rangkaian acara Hari Santri 2017 PCINU Sudan yang digelar 20-28 Oktober 2017. 

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan

Semarak semua kegiatan Hari Santri diikuti oleh seluruh santri NU Sudan dan para tamu undangan dari berbagai kalangan, baik warga Negara Indonesia maupun warga dari berbagai negara.

Sebelumnya diselenggarakan Khotmil Qur’an bil ghoib yang dilakukan dua hari, istighosah dan pembacaan surat al Waqi’ah yang rutin dibaca tiap pekan, shalawatan yang rutin diadakan setiap malam Senin, pengajian umum Al Hijrah sepesial Hari Santri, Wisuda Akbar Dunia Menghafal yang diselenggarakan oleh PPTA Daarul Qur’an bersama PCINU Sudan.

Ribath Nurul Hidayah

Beberapa kegiatan lain juga dilakukan diantaranya kajian keaswajaan yang membahas NU kultural dan structural; Ngobrol Pintar (Ngopi) yang mengupas sejarah dan ibrah Resolusi Jihad; kajian radikalisme program kerja kajian Lakpesdam; HUT kelas bahasa arab Kaukabul Fushoha ke-3.

Rangkaian hari santri dilengkapi dengan pagelaran Art Preciation yang menampilkan puisi-puisi dan akustik band The Zaboon’s serta Gala Premiere film perdana karya Asbaq Film berjudul Aku Segera Kembali.

Ribath Nurul Hidayah

Keluarga besar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan tak llupa mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017. Salam santri NU Sudan, Santri Mandiri NKRI Hebat. (Muhammad Ridlo/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 06 Juli 2005

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menilai beredarnya video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI, tak lepas dari kesalahan dalam proses rekrutmen legislator oleh partai politik. Di waktu mendatang aspek moral diminta disertakan dalam proses yang sama.

"Dulu rekrutmen legislator oleh partai hanya berdasarkan kemampuan menarik konstituen, entah pakai program atau pakai uang. Dulu aspek moral mungkin tidak dipertimbangkan, tapi yang akan datang ini harus menjadi pelajaran berarti. Partai politik harus bisa mencari legislator yang benar-benar berakhlak," kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Permintaan itu disampaikan Kiai Said untuk menjaga nama baik parlemen, yang belakangan banyak mendapatkan penilaian miring di mata masyarakat. "Ini untuk nama baik parlemen kita juga," tambahnya tegas.

Ribath Nurul Hidayah

Meski demikian Kiai Said meminta agar pembuktian atas video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI tersebut dilakukan secara berhati-hati. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan memberikan penilaian negatif terlebih dahulu. 

"Kalau betul itu anggota DPR kami jelas sangat menyayangkan, yang mana negara kita sedang mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Tapi itu harus dicek benar-benar dulu, harus tabayyun, harus diperiksa dengan teliti apakah itu benar anggota DPR yang kabarnya sangat terkenal," urai Kiai Said. 

Ribath Nurul Hidayah

Mengaca pada kasus video porno yang sebelumnya juga beredar dengan pemeran anggota DPR RI, dimana pada prosesnya dilakukan  pemecatan terhadap pelakunya, langkah yang sama diminta dilakukan terhadap kasus terbaru ini. 

"Sekali lagi kalau memang itu benar ya harus dipecat. Ini untuk menjaga nama baik parlemen dan memberikan contoh ke masyarakat, bahwa tindakan-tindakan semacam itu tidak baik dan tidak dibenarkan," pungkas Kiai Said. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Aswaja Ribath Nurul Hidayah