Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Mranggen, Ribath Nurul Hidayah. Sangat semarak. Itulah yang tergambar dari kegiatan pawai Hari Santri Nasional dan peringatan tahun baru Islam. Ribuan santriyyin dan santriyyat tampak berbaris rapi sambil bershalawat melakukan pawai melintasi Jalan Raya Mranggen, pada Ahad Sore (25/10). 

Start pawai diawali dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen, menyusuri jalan Brumbungan hingga kembali finish ke Pesantren KH. Murodi. Pemberangkatan dilepas oleh KH Muhibbin Muhsin Al hafidz, didampingi Prof Dr KH Abdul Hadi, MA.

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mranggen Semarakkan Hari Santri Nasional

Sekitar 3.000an santri terlihat riang dalam pawai tersebut. Mereka berasal dari Pesantren Al Badriyyah, Darul Ma’wa, KH Murodi, An Nur, Al Anwar, Roudlatul Muttaqin, Al Izzah dan pesantren lainnya. mereka juga membawa berbagai atribut seperti spanduk dan poster yang menyatakan kebahagiaan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Ribath Nurul Hidayah

"Kita senang karena presiden bikin Hari Santri Nasional. Ini (pawai) ekspresi kegembiraan kita," ucap Lublubatus sakdiyah, salah seorang santri yang ikut dalam pawai.

Walaupun penetapan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober telah berlangsung yang tertuang lewat Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015, namun tidak mengurangi antusiasme para santri Mranggen untuk merayakannya.

Ribath Nurul Hidayah

"Pawai dan kirab ini adalah upaya mengingatkan kembali bangsa ini akan perjuangan para santri. Sudah banyak santri yang mengabdi untuk negeri ini. Pawai ini juga bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai dan gelora perjuangan para kiai dan santri serta mengingatkan kembali nasionalisme pada rakyat negeri ini,” terang panitia pengarah pawai, H Badrul Munir.

Para santri yang melakukan pawai mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Mranggen. Sebab, mereka melakukan longmarch menyusuri jalan utama Semarang-Purwodadi.

Sesekali, para pelajar juga menyerukan bacaan shalawat dan gerakan semangat menjadi santri sejak dini. "Ayo mondok, ayo menjadi santri!," teriak para peserta.

"Selamat Hari Santri 22 Oktober. Dari Santri untuk Negeri," demikian tertulis dalam sebuah spanduk yang dibentangkan 3 santri yang berbaju gamis dan bersorban. Mereka dari Pondok Pesantren Al Badriyyah Suburan Mranggen. (Ben Zabidy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Kajian Sunnah, Doa Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 27 Januari 2018

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017

Lombok Barat, Ribath Nurul Hidayah. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus berbenah menyiapkan perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU) yang diagendakan berlangsung di? Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat 23-26 November mendatang.?

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Pemda Lombok Barat Sambut Munas Konbes NU 2017

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sata memimpin rapat persiapan bersama panitia daerah di Ruang Rapat Jayengrane, Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (07/11)?

Lalu Winengan, Sekretaris Nahdatul Ulama (NU) Provinsi NTB, Winengan selaku ketua panita menjelaskan, gelaran berskala nasional itu akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo di Islamic Center Mataram.?

"Rencananya, untuk penutupan akan digelar di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Kita harapkan Wakil Presiden yang hadir menutup," jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

?

Dalam pertemuan itu, dirinya berharap kepada Pemkab Lombok Barat untuk dapat membantu secara maksimal. Dikatakannya, bantuan diharapkan seperti sarana prasarana termasuk kelengkapan tempat penginapan di masing-masing pondok.?

Di Lombok Barat, rencananya ada dua pondok pesantren yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Munas, yaitu Pondok Pesantren Al-Halimy Sesela; dan Darul Quran Bengkel. Masing-masing pesantren akan menampung 100 orang peserta.

Ribath Nurul Hidayah

Menanggapi hal itu, Bupati H. Fauzan Khalid mengatakan akan melakukan kajian bersama jajarannya.

"Kami akan adakan rapat dulu dengan asisten dan jajaran. Nanti kita informasikan, kemudian kita tinjau lokasi. Terkait pengamanan kita adakan rapat dengan Polres," jelas Fauzan.

Sementara itu, Sekretaris panitia H. Marinah Hadi menyampaikan, panitia juga sudah menyiapkan agenda kegiatan pra-acara.?

"Pada tanggal 22 November, panitia akan melaksanakan sunantan massal, kemudian ada pawai yang dimulai dari Islamic Center Mataram dan berakhir di depan Pendopo Gubernur NTB. Selanjutnya ada pasar murah atau bazar di lokasi pembukaan di Islamic Center," papar Marinah. (Hadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Doa, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 20 Januari 2018

Jenis-jenis Sedekah Menurut Rasulullah SAW

Sedekah termasuk amalan yang bersifat sosial (al-muta’ddiyah). Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakannya, namun juga dirasakan oleh banyak orang lain. ? Selama ini sedekah dipahami sebatas pemberian sejumlah uang kepada orang miskin atau mereka yang tidak mampu. Sehingga, seakan-akan sedekah hanya “dimonopoli” oleh orang kaya atau kalangan tertentu yang mumpuni secara finansial semata.

Padahal sedekah bisa dilakukan oleh siapapun termasuk orang yang tak berpunya sekalipun. Sebab sedekah tidak selalu berati pemberian materi. Sedekah juga bisa bermakna pemberian yang bersifat non-materi. Semisal, membantu orang lain, menyingkirkan duri di jalan, berbicara dengan bahasa yang santun dan sopan, dan lain-lain. Pemahaman ini merujuk kepada hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah berikut.

Jenis-jenis Sedekah Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenis-jenis Sedekah Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenis-jenis Sedekah Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? , ? ? ? , ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? " ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” HR Bukhari dan Muslim.

Ribath Nurul Hidayah

Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sedekah di sini adalah sedekah yang dianjurkan, bukan sedekah wajib. Ibnu Bathal dalam Syarah Shahih al-Bukhari menambahkan bahwa manusia dianjurkan untuk senantiasa menggunakan anggota tubuhnya untuk kebaikan. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah Subhahanu wa Ta’ala.

Penulis kitab ‘Umdatul Qari Badruddin al-Ayni berpendapat bahwa segala amal kebaikan yang dilakukan atas dasar keikhlasan, ganjaran pahalanya sama dengan pahala sedekah. Sebab itu, seluruh bagian dari anggota tubuh kita yang digunakan untuk kebaikan, dinilai oleh Allah SWT sebagai sedekah berdasarkan hadis yang disebutkan di atas.

Bahkan dalam kitab? Adab al-Mufrad, al-Bukhari meriwayatkan, apabila seorang tidak mampu untuk melakukan perbuatan yang disebutkan di atas, minimal ia menahan dirinya untuk tidak menganggu orang lain. Karena secara tidak langsung, ia sudah memberi (sedekah) kenyamanan dan menjaga kesalamatan orang banyak.

Selama kita mampu melakukan banyak hal, peluang untuk bersedekah masih terbuka luas. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga memanfaatkan anggota tubuh kita untuk orang banyak.

Para ulama mengatakan, amalan-amalan yang disebutkan dalam hadis di atas hanya sekedar contoh, bukan membatasi. Penafsiran hadis ini masih bisa diperluas cakupannya.

Singkatnya, segala bentuk amalan yang dilakukan anggota tubuh kita, akan dinilai sebagai sedekah oleh Allah SWT bila dilakukan dengan penuh keikhlasan termasuk sembahyang Dhuha. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang kedudukan mahrom bagi perempuan yang melaksanakan ibadab haji.

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan

Menurut Imam Syafii, perempuan boleh melakukan perjalanan jauh apabila bersama dengan perempuan muslimah, merdeka dan dapat di percaya. "Sedangkan menurut Wabah Zuhaili dalam Fiqhul Islam, perempuan boleh menunaikan ibadah haji sendirian, kalau dalam keadaan aman, tidak menimbulkan fitnah dan dapat menjaga dirinya," tambahnya

Sementara Imam Abu Hanifah menegaskan perempuan tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali ada suami atau mahrom bersamanya.

Maka dari kedua pendapat ini, lanjutnya, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mahrom bukan merupakan sarat mutlak, melainkan sarat yang di perlukan dalam perjalanan yang tidak terjamin keamanannya, baik dari kejahatan maupun fitnah lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sedangkan untuk masalah perempuan saat idah berhaji lanjut Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini, berdasarkan dalil syara secara tegas melarang perempuan yang dalam masa idah untuk keluar rumah.

"Namun sebagian ulama salaf ada yang memperbolehkan juga perempuan yang dalam masa idah menunaikan ibadah haji, hal ini berdasarkan hadis Nabi yang menjelaskan bahwa Aisyah RA dan Umi Kalsum berangkat ke Mekah untuk melaksanakan umroh," terangnya.

Walaupun perempuan yang masih dalam masa idah diperbolehkan untuk menjalankan ibadah haji dan umroh tetapi perempuan tersebut diwajibkan untuk ihdad atau melaksanakan aturan-aturan di masa idah seperti tidak boleh berhias dan lain lain.

Ribath Nurul Hidayah

Beberapa hal terkait Fiqh ini menjadi salah satu bahasan pada Mudzakarah Nasional Perhajian Indonesia tahun 2017 yang ia ikuti. Kegiatan yang bertemakan "Masail Waqiyah dan Fiqh Haji Wanita" ini dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta Jumat (28/4) lalu di Jakarta dan berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 April 2017. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Doa, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Januari 2018

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011

Bekasi, Ribath Nurul Hidayah. Kelompok Bimbingan Ibadah (KBIH) An-Nahdliyah Kota Bekasi  mulai menggelar bimbingan manasik untuk jemaah calon haji (calhaj) 2011 di Kantor Kementerian Agama (Kemnag) Kota Bekasi,  Ahad (29/5).

Pembukaan bimbingan manasik calhaj 2011 itu dihadiri Ketua Yayasan An-Nahdliyah Fuad Noor Yusuf MPd,  Ketua KBIH  An-Nahdiyah Paray Said MBA, Ketua Kemenag Kota Bekasi KH Abdul Rosyid MPd, dan Ketua PCNU Dr Zamakhsyari A Majid.

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011 (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011 (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Abdul Rosyid mengatakan, minat orang Islam untuk menunaikan ibadah haji di Kota Patriot ini  cukup tinggi, bahkan setiap hari  tercatat 80 orang yang mendaftar ke Kantor Kemenag. Alhamdulillah, Kota Bekasi tahun 2011, mendapat jatah 3.138 kursi, peringkat kedua setelah Bogor.

Ribath Nurul Hidayah

Berbicara tentang ibadah haji, Mustasyar PCNU Kota Bekasi itu meminta kepada jemaah cahhaj 2011 mempersiapkan ibadah hajinya dengan ilmu. “Ini penting, tanpa ilmu ibadah kita tidak sempurna,” katanya.

Lanjutnya, dia berharap setiap calhaj memperbanyak latihan manasik haji. Bagi jemaah calhaj bisa mengikuti latihan manasik di KUA wilayah kecamatan masing-masing, selain mereka juga mengikuti bimbingan manasik KBIH-nya.

Ribath Nurul Hidayah

“Itu bagian dari mencari ilmu. Harus ulet dan sabar menjalankannya. Mekkah saat puncak ibadah haji bagaikan miniatur Padang Maghsar,” kata Ketua Panitia Pembangunan NU Centre El Sa’id, Kota Bekasi itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nahdliyah Fuad Noor menjelaskan, KBIH An-Nahdliyah Kota Bekasi semakin diminati umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji. Dari tahun  ke tahun terus bertambah. Tahun ini, diperkirakan 71 orang yang akan berangkat melalui KBIH An-Nahliyah. 

Fuad Noor berpesan setiap calon haji sejak sekarang harus mempersiapkan mental dan fisik yang  baik. Mental harus kuat dan belajar yang sesabar-sabarnya.

“Di  sana (Mekkah, Red) sangat berbeda dengan keadaan di negara kita ,  di rumah kita, di majelis-majelis kita dan lain-lain,” kata Ketua Bazda Kota Bekasi itu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainuri

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Kajian Sunnah, Doa Ribath Nurul Hidayah

Senin, 01 Januari 2018

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah

Pekalongan, Ribath Nurul Hidayah

Rombongan audiensi panitia Muktamar Jatman XII yang dipimpin Wakil Mudir Aam Jatman Abdul Hadi memohon dukungan sepenuhnya agar kegiatan Muktamar yang ketiga kalinya dilangsungkan di Pekalongan berjalan sukses.

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapkan Muktamar Jatman XII, Panitia Lakukan Koordinasi dengan Instansi di 3 Wilayah

Bahkan untuk suksesnya perhelatan ini, pihak panitia juga melakukan koordinasi dengan instansi di tiga wilayah, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang utamanya kepada Bupati, Walikota, Kapolres, Kodim dan Kemenag.

Hal ini dimaksudkan agar acara yang dihadiri tamu tamu utusan dari berbagai daerah, para mursyid tarekat serta delegasi ulama dari luar negeri bisa berlangsung aman dan sukses.

"Muktamar ke-12 telah dipersiapkan dan direncanakan secara matang, bahkan delegasi muktamar diperluas hingga ke mancanegara," ujar Guru Besar UIN Semarang, di Kantor Bupati Pekalongan di Kajen, Senin (04/12).



Ribath Nurul Hidayah



Ribath Nurul Hidayah

Dikatakan, bebebapa isu penting seperti masalah kenegaraan dan kebangsaan telah menjadi agenda pembahasan komisi rekomendasi yang hasilnya disampaikan kepada pemerintah terkait serta delegasi mancanegara.

Dari data panitia, setiap daerah baik wilayah atau cabang dibatasi pengiriman peserta maksimal 20 peserta yang terdiri dari peserta Jatman, Muslimat Thoriqiyah dan Mahasiswa Ahlith Thariqah An Nahdliyyah (MATAN). 

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan peserta akan datang lebih banyak dari kuota yang telah diberikan panitia, sehingga pihak panitia telah mengantisipasi dengan memperbanyak pemondokan peserta yang ditempatkan di rumah rumah penduduk yang tersebar di 8 kecamatan.

(Baca: Bupati Pekalongan Siap Fsilitasi Muktamar XII Jatman)

Pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan H. Asif Kholbihi menyatakan siap memfasilitasi kegiatan akbar Muktamar XII Jamiyyah Ahlih Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang akan berlangsung di Pekalongan. (Abdul Muiz/Kendi Setiawan).



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 29 Desember 2017

Santri Pesantren Juga Harus Bisa Pencak Silat

Gresik, Ribath Nurul Hidayah. Pondok pesantren sejak awal berdirinya merupakan tempat penggemblengan hidup bagi para santri. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama dalam pengertian dalil-dalil nash, tetapi juga penggemblengan fisik berupa kemampuan pencak silat atau ilmu kanuragan.

Santri Pesantren Juga Harus Bisa Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Juga Harus Bisa Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Juga Harus Bisa Pencak Silat

Pendiri Pencak Silat NU Pagar Nusa KH Suharbillah mengatakan, beberapa pesantren sejak masa sebelum KH Hasyim Asyari bahkan sengaja didirikan di pusat kemaksiatan. Dan untuk melawan kemaksiatan, kiai dan para santrinya harus kuat fisik, beladiri.

“Maka dari itu pondok pesantren juga memberikan bekal kemampuan fisik,” kata sesepuh Pagar Nusa itu saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar se-Kabupaten Gresik dan Lamongan yang digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kec. Dukun, kab. Gresik, Rabu (19/6) siang.?

Ribath Nurul Hidayah

Memang dalam perkembangannya hanya beberapa pondok pesantren saja yang memberikan pengajaran ilmu kanuragan, terutama karena padatnya pendidikan pesantren, apalagi pesantren yang telah membuka cabang sekolah formal.

Ribath Nurul Hidayah

Maka beberapa kejuaraan Pagar Nusa yang diselenggarakan di pondok pesantren diharapkan dapat membangkitkan kembali tradisi pengajaran pencak silat di pesantren.?

“Pencak Silat menjadi parameter mencari ilmu di pesantren. Tapi yang menang jangan sombong,” pesan Pengasuh Pesantren Ihyaul Ulum KH Mahfud Ma’shum yang juga Rais Syuriyah PCNU Gresik.

Kejuaraan di Pesantren Ihyaul Ulum itu digelar dalam dalam rangka peringatan haul ke-50 pendiri pesantren, KH Ma’shum Shufyan.?

Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muhammad Muadz yang menghadiri pembukaan kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar se-Kabupaten Gresik dan Lamongan mengatakan, pihaknya saat ini sedang merapikan tata organisasi Pagar Nusa. Tututan zaman mengharuskan Pagar Nusa lebih tertib dalam berorganisasi.

Langkah itu juga dilakukan PP Pencak Silat Pagar Nusa menyusul kasus pencatutan logo Pagar Nusa dalam satu kegiatan ormas tertentu yang mengembangkan pemikiran yang justru bertentangan dengan NKRI yang diperjuangkan oleh NU dan Pagar Nusa.

Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar di Pesantren Ihyaul Ulum itu akan berlangsung hingga Jum’at (216) besok. Sekitar 350 pendekar yang merupakan utusan Ranting/Rayon Pagar Nusa se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan memerebutkan “KH. Ma’shum Sufyan Cup 2013” untuk beberapa kategori dan kelas.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Miftah Wahyudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Pelajar dan Santri (LDKPS) bertempat di pesantren Balekambang, Nalumsari, Jum’at-Ahad (8-10/2). Kegiatan yang diikuti 80-an peserta berasal dari delegasi Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan pesantren se-Kabupaten Jepara.

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Ketua IPNU Jepara, Chusni Maulana mengatakan, kegiatan bertujuan untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan. Menurutnya pemuda yang kreatif kelak yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan. 

KH Wildan mewakili PCNU Jepara memberikan pesan-pesan kepada peserta. Pertama, ahkamus syariyya, hukum-hukum syar’i harus tetap dijalankan hingga kapan pun. Kedua, pentingnya addakwah waidharul islam. Dakwah, mengajak kebaikan dan syiar Islam. 

Ribath Nurul Hidayah

Ketiga, perlunya belajar kemasyarakatan. Kiai Wildan menegaskan kader IPNU-IPPNU perlu belajar siyasah (politik). Baginya orang yang tidak tahu politik akan termakan oleh politik. “Ada politik kebangsaan yang tujuannya tidak lain untuk menjaga keutuhan NKRI, politik praktis dan masih banyak lagi siyasah yang lain,” tegasnya. 

Ribath Nurul Hidayah

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan merupakan bentuk penggodokan mental dan spiritual. Kegiatan tersebut lanjutnya sudah jarang dilakukan oleh ormas maupun orsospol. “Jika tidak diiringi dengan semangat keikhlasan kegiatan seperti ini tidak mungkin dilaksanakan,” imbuhnya. 

Marzuqi mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Namanya latihan apabila ada kekurangan dan diingatkan kemudian mau berubah merupakan keberhasilan dari latihan. 

Sementara itu pengasuh pesantren Balekambang KH Makmun Abdullah yang diwakili KH Miftakhuddin dalam tausiyahnya memaparkan ditangan pemuda perkara umat dipegang. Ditelapak kaki pemuda jua kehidupan akan berjalan. 

Kiai Miftakh menambahkan kesemangatan yang sudah ada perlu dijaga. Semangat yang dimiliki saat mengikuti IPNU-IPPNU juga perlu dibawa saat mengikuti Fatayat, Ansor, Muslimat maupun NU. “Kader IPNU-IPPNU harus berpijak kepada agama Islam ala NU,” kata kiai Miftakh. 

Ia menghimbau kepada peserta yang kelak akan meneruskan studi ke perguruan tinggi agar senantiasa berhati-hati kepada kelompok-kelompok islam yang tidak sejalan dengan NU. Kiai Miftkah mengharapkan kader IPNU-IPPNU agar cerdas memilih yang tepat. 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari peserta memperoleh materi IPNU-IPPNU sebagai Pengawal Aswaja, Kepemimpinan dalam Islam, Manajemen Organisasi, Problem Solving dan Public Relation.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Berita Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 21 Desember 2017

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban

Bandung, Ribath Nurul Hidayah. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran para pahlawan yang berjasa dalam merebut kemerdekaan untuk Indonesia. Karena itu, makna hari pahlawan sangat tinggi nilainya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat juang perlu dijadikan perhatian utama setiap kali peringatan hari pahlawan.

Demikian disampaikan Katib Syuriah PWNU Jawa Barat KH Rachmat Syafe’I di pesantren Al-Wafa’, kota Bandung, Ahad (9/11).

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar: Hari Pahlawan Ingatkan Semangat Berkorban

Kiai Rachmat menerangkan, makna hari pahlawan terdapat suatu ikhtiar atau perbuatan dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Ribath Nurul Hidayah

“Makna yang pokok adalah bagaimana kita mempunyai jiwa seperti para pahlawan melalui jiwa patriotisme mempertahankan hak asasi manusia, kebebasan bernegara, dan kebebasan berbuat kebaikan,” tuturnya saat ditemui Ribath Nurul Hidayah, Ahad (9/11) malam.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, semangat jiwa untuk berkorban bisa ditujukan demi kebaikan diri, keluarga dan lingkungan. Bagi kiai Rachmat, berkorban itu bukan hanya dalam keadaan berperang, tetapi dalam keadaan damai bisa juga berkorban dalam bentuk semangat untuk menjaga diri mengembangkan diri, keluarga. “Jangan sampai menyimpang dari aturan-aturan hukum dan agama,” tambahnya.

Ketua bidang fatwa MUI Jabar ini mengakui, saat itu pahlawan memang lebih banyak muslim. Tetapi ia mengajak masyarakat muslim untuk tidak mengabaikan pahlawan dari non-muslim karena sama-sama berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Karenanya, orang Islam sekarang harus sadar bagaimana supaya mampu meneladani mereka untuk berbuat baik, sehingga menjadi orang besar manfaatnya, terutama untuk kemanusiaan,” terang KH Rachmat Syafe’i.

Selain itu, ia juga mendorong kepada generasi muda khususnya kalangan pelajar supaya meningkatkan semangat jihad dalam mencari ilmu dengan sungguh-sungguh. Kiai Rachmat memperkuatnya dengan semboyan Hibrul qalam, asyhadu minad dam (tulisan ilmu lebih suci daripada darah pejuang perang).

Hakikat manusia, lanjut Kiai Rachmat, pada hakikatnya ingin berbuat baik. Karena itu, ia berharap masyarakat Indonesia dapat menjaga keinginan suci tersebut. Agar, ke depannya dapat merealisasikan sesuai fungsi masing-masing dengan sekuat tenaga untuk mencapai kemuliaan dalam berbangsa dan bernegara. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Humor Islam, IMNU, Doa Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 10 Desember 2017

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

Kepala Satuan Koordinasi Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Alfa Isnaeni mengatakan, pihaknya akan menertibkan akun-akun di media sosial yang mengatasnamakan GP Ansor dan Banser.?

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser

Hal itu, menurut dia, dilakukan sebagai upaya menghindari terjadinya penyalahgunaan yang mengatasnamakan banom Nahdlatul Ulama tersebut.?

Jadi, kata dia, siapa pun, kalau tidak punya hak, tidak boleh menggunakan akun Ansor dan Banser. Jika ada akun kata GP Ansor dan Banser tanpa hak pasti akan berhadapan dengan Kasatkornas.

Namun, menurut dia, akun yang sudah ada itu betul milik lembaga atau pimpinan GP Ansor yang sudah ada dalam Surat Keputusan Pimpinan Pusat, tinggal melaporkan saja.?

Ribath Nurul Hidayah

“Itu cukup dilaporkan kepada Pimpinan Pusat. Akun ini milik pimpinan wilayah A. Akun itu milik Pimpinan Cabang A. Verifikasi ini penting dalam rangka penertiban,” katanya di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta Selasa malam (10/1).

Sekali lagi, kalau ada akun yang mengatasnamakan ansor akan berhadapan dengan kami, pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah

Senin, 04 Desember 2017

Cara KH Sholeh Darat Ajarkan Islam ke Kalangan Awam

Kepedulian KH Sholeh Darat terhadap masyarakat awam dalam memahami agama Islam sangat besar sekali. Itulah yang membuat kenapa seluruh karya Mbah Sholeh yang terpublikasi, semuanya menggunakan bahasa lokal (Jawa dengan tulisan Pegon).

Dengan penuh kesadaran, Mbah Sholeh melihat kebanyakan orang awam di Jawa kesulitan memahami bahasa Arab untuk mengkaji isi kitab-kitab salaf. Maka menerjemahkan karya para ulama Arab, ia lakukan dalam rangka memandaikan penduduk Jawa.

Tradisi keilmuan di Arab oleh Mbah Sholeh juga sangat dijunjung tinggi. Dimana kitab terkecil disebut matan, dilanjutkan syarah dan hasyiyah. Maka keruntutan belajar itu harus dijalani secara bertahap. Maka, ditegaskan bahwa orang yang belajar kitab Arab harus membaca matan kitab dahulu, baru dilihat syarahnya. Dan itu pun harus dilakukan secara berulang-ulang hingga memahami isi Matan kitab.

Cara KH Sholeh Darat Ajarkan Islam ke Kalangan Awam (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara KH Sholeh Darat Ajarkan Islam ke Kalangan Awam (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara KH Sholeh Darat Ajarkan Islam ke Kalangan Awam

Dalam posisi yang demikian, Mbah Sholeh khawatir bahwa orang Jawa Ajam akan bingung memahami kalimat Arab terutama ketika sudah menjadi syarah.

Termasuk ada pendapat ulama yang menyebutkan: "Wajib ain bagi orang yang membaca syarah untuk memahami ilmu alat: nahwu dan sharaf". Sebab dalam kitab syarah selalu berisi hadits dan Al-Quran, maka wajib paham ilmu alat agar benar dalam memahami bacaan dan irab-nya.

Ribath Nurul Hidayah

Ketika orang merasa bodoh (bodo, dedel: Jawa), maka oleh Mbah Sholeh disarankan tidak perlu membaca kitab berbahasa Arab. Ia cukup belajar agama dengan kitab-kitab berbahasa Jawa. Sebab yang diinginkan adalah memahami ? isi agama, bukan bacaan lafadz Arab.

Maka untuk mempercepat pemahaman keagamaan orang Jawa, Mbah Sholeh meminta untuk belajar kitab berbahasa Jawa. Misalnya membaca dan belajar karya Mbah Sholeh bernama kitab Majmuatus Syariah dan kitab Munjiyat. Ketika orang sudah paham dua kitab ini, maka sudah dianggap cukup dan tidak tergolong hamba Allah yang durhaka.

Jika masih ada waktu luang dan ilmu pengetahuannya mencukupi, setelah paham isi kitab berbahasa Jawa maka ia boleh belajar nahwu, sharaf, ilmu lughah, manthiq, badi, maani, bayan, arudl, fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadits dan ilmu madzhab.

Sungguh bijaksana sekali kepedulian Mbah Sholeh bagi kaum awam agar tetap berilmu. Keterangan ini diambil dari kitab Minhajul Atqiya karya Mbah Sholeh halaman 346-349.*)

Ribath Nurul Hidayah

M Rikza Chamami, Dosen UIN Walisongo & Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 November 2017

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

Temanggung, Ribath Nurul Hidayah. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung menyumbang belasan water torrent (tampungan air) jumbo untuk warga korban bencana kekeringan di Kabupaten Temanggung. Organisasi lintas agama ini juga menyumbang pompa air untuk masjid yang mengalami kerusakan pompa air untuk kebutuhan berwudlu.

Koordinator Jaringan GUSDURian Temanggung, Abaz Zahrotien, mengatakan bantuan water torrent dikirimkan ke Desa Tlogopucang dan Desa Wadas Kecamatan Kandangan dan Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. Bantuan ini diberikan untuk wadah penampung dropping air dari pemerintah yang langsung disalurkan ke jerigen yang dibawa warga.?

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Sumbang Water Torrent

"Kalau menggunakan jerigen langsung banyak air yang terbuang. Jadi kami berikan torrent dengan maksud untuk menampung air agar tertampung dengan baik," katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengatakan, bantuan tersebut diperoleh dari dana sumbangan para dermawan dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Budha, Hindu, Kristen dan Konghuchu. Dari dana yang terkumpul sebagian dibelikan water torrent dan sebagian lainnya dibelikan pompa air serta air bersih untuk digunakan warga.?

Ribath Nurul Hidayah

"Ini program tahunan kami dan semakin tahun ternyata donaturnya semakin besar. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

Pimpinan Paroki Gereja Katholik Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Petrus Santoso, menjelaskan, setelah mendapatkan peta potensi kekeringan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di wilayah penghasil tembakau ini. Hasil pertemuan tersebut menyimpulkan akan melakukan aksi sosial secara kolektif membantu korban bencana kekeringan.?

"Dalam hal ini kami tidak lagi memandang saya Katolik, anda Islam dan sebagainya, tetapi ini melihat sisi kemanusiaannya," imbuhnya.

Kepala Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Tohirin, menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan komunitas lintas agama ini. Menurutnya, apa yang dilakukan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk membantu warganya yang selama musim kemarau mengalami krisis air.?

"Disini ada 9 dusun dengan jumlah jiwa lebih dari 7.000 orang. 90 persen diantaranya mengalami krisis air dan untuk mendapatkan air paling dekat harus menempuh jarak 13 kilometer sampai 20 kilometer," terangnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk memberikan solusi permanen atas bencana ini. Menurutnya, pemerintah harus membuat lebih banyak sumur bor dan atau saluran air dari mata air yang tersedia.?

"Kita bisa mengambil air dari mata air di Sumowono (Kabupaten Semarang) untuk mengatasi kekeringan secara permanen," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Halaqoh, Doa Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 24 November 2017

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Dalam pelayaran santri, kami mendapat pengalaman menarik untuk tergugah terhadap permasalahan negara. Seperti semboyan angkatan laut Indonesia “jalasveva jayamahe” yang artinya, justru di laut kita jaya. Semboyan itu bukan tanpa sebab, mengingat luas lautan Indonesia lebih besar dibanding luas daratan.

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jika berkaca dari sejarah masa lalu Indonesia, kerajaan besar yang mampu mempersatukan wilayah Nusantara, dibangun atas dasar poros kemaritiman, sebut saja kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kita sudah cukup lama tidak memikirkan tentang kelautan, pembangunan infrastruktur daratan justru lebih masif digalakkan dibanding lautan, pembangunan hotel lebih banyak dibanding membangun dermaga. Sebagai negara maritim, barang tentu kita sudah mengalami pergeseran dalam memaknai diri sendiri.

Pelayaran santri bela negara (PSBN) diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam. Kegiatan yang dikemas dalam pelayaran dibuat untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada diri santri. Menggunakan KRI Banda Aceh, pelayaran menempuh jarak Jakarta Surabaya dan Surabaya Jakarta dengan diikuti 100 santri dari pelbagai daerah selama 7 hari, 20-26 Nopember 2015.

Ribath Nurul Hidayah

“Dari kegiatan ini, diharapkan para santri lebih memahami arti penting serta menambah wawasan tentang kelautan, kemaritiman dan cinta tanah air. Sehingga, ke depan mereka mampu menjaga dan membela negara dari kelompok yang ingin merusak Indonesia,” kata ketua panitia, Imam Pituduh.

Ribath Nurul Hidayah

Berkumpul untuk mendapat wawasan kemaritiman serta pengalaman berkenalan teman baru, berlatar organisasi keagamaan berbeda serta daerah, plus menikmati menaiki kapal perang adalah sedikit dari berjuta keuntungan bagi santri yang mengikuti pelayaran bela negara. Sampai juga mengunjungi Monumen Jaya Surabaya dan melihat kapal-kapal tempur Indonesia.

Meski hanya seminggu pelayaran, kami mendapat banyak kesempatan yang tidak semua santri Indonesia memilikinya. Misalnya bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilyah Timur Laksamana Muda Darwanto, sampai Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Momen tersebut sangat mengesankan bagi kami para santri, dari daerah kecil, pesantren terpelosok dapat bertemu dan bertanya dengan orang-orang penting. Pelayaran itu membuat kami tergugah arti penting laut, menjaga kedaulatan wilayah negara. Kami juga ingin menjadi bagian dari pembela negara bersama para TNI.

“Selama ini belum pernah ada kegiatan yang menyatukan para santri sebanyak kali ini, bahkan dari kota-kota kecil juga tidak saja satu ormas, tidak pernah aku lupakan,” ungkap Hilmi, santri utusan dari PCNU Subang.

Disadari atau tidak, bagi Muhammad Ammar, utusan PCNU Jakarta Pusat, pelayaran santri bela negara menunjukkan pesan pada sila ke tiga, Persatuan Indonesia. “Ini adalah Bentuk dari pengamalan santri di tengah perbedaan ormas dan daerah kita bisa bekerjasama selama kegiatan,” Ungkap santri yang pernah mondok di pesantren Buntet Cirebon. (Faridur Rohman)



Foto: Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilayah Timur Laksamana Muda Darwanto didampingi Ketua PBNU Marsudi Suhud bersama para santri

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Doa, Sholawat Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 22 November 2017

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Seorang calon sarjana filologi sudah tinggal menanti sidang skripsinya. Namun, ia harus mengganti skripsinya, dalam arti membuat ulang sebab naskah yang ia kaji sudah lebih dulu dikaji orang lain. Untuk menghindari hal demikian terulang, Oman Fathurrahman berijtihad untuk membuat sebuah katalog naskah daring yang tidak saja memuat identitas naskah, tetapi sampai pada berapa kali judul naskah tersebut dikutip, di buku mana dan halaman berapa dan sudah diteliti siapa saja.

Hal tersebut diceritakan oleh Muhammad Nida Fadlan, narasumber pada kegiatan Persiapan Penyusunan Manuskrip Keagamaan yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Kementerian Agama di Hotel Takes Mansion, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Senada dengan Nida, Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati menyampaikan, laman yang diberi judul Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts ini dibuat pada dasarnya untuk mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah.

Ribath Nurul Hidayah

“Mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah,” ujar Fahriyati.

Pada kesempatan tersebut, Nida yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menampilkan laman yang sudah lahir semenjak tahun 2010 itu, http://lektur.kemenag.go.id/naskah/. Laman tersebut sudah memuat 3118 judul. Sejak lahirnya, laman tersebut belum mengalami pembaharuan. Oleh karena itu, alumni Pondok Buntet Pesantren itu juga berharap kepada Puslitbanglektur agar laman yang sudah berusia 7 tahun itu dapat mengikuti zaman. Ia juga berharap agar thesaurus itu dapat lebih mudah diakses.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya juga berharap agar thesaurus ini lebih handy. Misal dibuat aplikasinya di Playstore,” ujarnya.

Laman yang juga dibidani oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masih membatasi pada naskah Islam Nusantara. Naskah yang dimaksud mencakup dua bidang, yakni naskah karya ulama Nusantara dan naskah berbahasa Nusantara. (Syakirnf/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Doa Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 21 November 2017

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah

Keaktifan para pengurus dalam melaksanakan program kerja berupa kegiatan-kegiatan keorganisasian merupakan barometer bagus dan tidaknya sebuah organisasi. Hal ini sekaligus dapat menumbuhkan aura positif dalam sebuah organisasi.

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif Berkegiatan Ciri Organisasi yang Sehat

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali didepan Pengurus MWC NU dan seluruh Ranting NU di Kecamatan Pringsewu, Jumat (18/3) saat menjelaskan tentang Kriteria yang dinilai pada Lomba MWC dan Ranting Sehat NU dalam rangka menyambut Harlah Ke-93 NU.

"Jika pengurusnya punya banyak gagasan atau ide dalam rangka menggairahkan atmosfir organisasi, maka organisasi tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan baik," Kata KH Hambali selaku Tim Pendamping Lomba tersebut untuk Kecamatan Pringsewu.

Ia menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi, kegiatan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para anggotanya. Selain sebagai sarana menghidupkan organisasi, berbagai macam kegiatan tersebut juga akan meningkatkan intensitas komunikasi sehingga keberlangsungan organisasi akan dapat terjaga dengan baik.

Ribath Nurul Hidayah

Oleh karenanya, Ia berharap Jamiyyah NU khususnya di Pringsewu sebagai organisasi Sosial Keagamaan, harus terus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang semuanya bermuara kepada kelanggengan Jamiyyah dan Jamaah.?

Pada kesempatan tersebut KH Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu ini juga mengingatkan bahwa tahun 2017 merupakan tahun politik khususnya di Kabupaten Pringsewu. Pada tahun tersebut Pringsewu akan menggelar hajat besar yaitu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu untuk memilih Pemimpin 5 tahun kedepan.

Ia mengingatkan bahwa NU bukan organisasi politik. Hal ini sesuai dengan Khittah NU yang tidak diperkenankan ikut berpolitik praktis. "NU bukan Parpol. Secara kelembagaan NU tidak boleh mencalonkan dan mendukung pasangan tertentu dalam Pilkada," tegasnya.

Namun menurutnya, NU Pringsewu tidak melarang apabila ada kader terbaik yang dimilikinya ikut andil dalam pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Pringsewu. "Apalagi kader tersebut diharapkan oleh warga NU untuk maju," ujarnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Doa Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 November 2017

Khutbah Tahun Baru: Merenungi Hakikat Umur

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Tahun Baru: Merenungi Hakikat Umur (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Tahun Baru: Merenungi Hakikat Umur (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Tahun Baru: Merenungi Hakikat Umur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Ada pemandangan yang hampir selalu kita temui tiap momen pergantian tahun, yakni banyak orang-orang larut dalam suka cita hingga kadang merasa perlu untuk merayakannya dengan kegiatan-kegiatan khusus. Tahun baru seolah menjadi saat-saat yang paling dinanti. Di detik-detik pergantiannya pun nyaris tiap orang rela berjaga, lalu meluapkan rasa bahagia dengan aneka petasan, kembang api, atau sejenisnya, ketika saat-saat yang ditunggu itu tiba.

Ribath Nurul Hidayah

Bahagia terhadap momen-momen tertentu merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Begitu pula dalam momen pergantian tahun ini. Yang menjadi pertanyaan, sudah pada tempatnyakah kebahagiaan itu diekspresikan?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Waktu adalah sebuah anugerah. Manusia menerima kesempatan di dunia untuk mencapai tujuan-tujuan akhirat. Sebagaimana Islam ajarkan bahwa kehidupan dunia adalah ladang yang mesti digarap serius untuk masa panen di akhirat kelak. Karena itu sifat waktu dunia adalah sementara, sedangkan sifat waktu di akhirat adalah kekal abadi.

Islam mengutamakan kehidupan akhirat di atas kehidupan dunia. Dua kehidupan tersebut dikontraskan sebagai dua jenis waktu yang sejati dan tidak sejati. Al-Qur’an melukiskan kehidupan dunia dengan istilah “tempat permainan” belaka.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS al-Ankabut: 64)

Kalimat “kehidupan dunia ini merupakan senda gurau dan main-main” bukan berarti kita dianjurkan untuk berbuat seenaknya di dunia ini layaknya sebuah permainan. Redaksi tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa kehidupan dunia ini tidak sejati, tidak kekal, dan penuh dengan tipuan. Karena itu, maknanya justru seseorang harus lebih banyak mencurahkan perhatian kepada kehidupan akhirat.

Lantas apa yang harus dilakukan agar kesempatan hidup di dunia berkualitas? Al-Qur’an telah memberikan garis bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengabdi secara total kepada Allah.

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

Allah tidak menciptakan jin dan manusia untuk suatu manfaat yang kembali kepada Allah. Mereka diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Dan ibadah itu sangat bermanfaat untuk diri mereka sendiri. Pengertian ibadah itu pun sangat luas, tak sekadar ritual kepada Allah (seperti shalat, puasa, haji, atau sejenisnya) melainkan meliputi pula kebaikan-kebaikan yang membawa kemaslahatan bagi orang lain.

Memanfaatkan umur di dunia ini menjadi sangat penting karena waktu terus berjalan, dan tak akan bisa terulang kembali. Manusia dituntut untuk memaksimalkan waktu atau kesempatan yang diberikan untuk perbuatan-perbuatan bermutu, sehingga tak menyesal di kehidupan kelak. Orang-orang yang menyesal di akhirat digambarkan oleh Al-Qur’an merengek-rengek minta kembali agar bisa memperbaiki perilakunya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang yang durhaka itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 99-100)

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam Al-Ghazali mengatakan, ketika seseorang disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya di dunia, maka sesungguhnya ia sedang menghampiri suatu kerugian yang besar. Sebagaimana yang ia nyatakan—dengan mengutip hadits—dalam kitab Ayyuhal Walad:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Pertanda bahwa Allah taala sedang berpaling dari hamba adalah disibukkannya hamba tersebut dengan hal-hal yang tak berfaedah. Dan satu saat saja yang seseorang menghabiskannya tanpa ibadah, maka sudah pantas ia menerima kerugian berkepanjangan.”

Dari penjelasan ini, kita patut memikirkan ulang tentang hakikat perayaan tahun baru. Momen tahunan ini seyogianya disikapi secara wajar dan tepat. Kebahagiaan terhadap tahun baru semestinya diarahkan kepada rasa syukur terhadap masih tersisanya usia, bukan uforia kebanggaan atas tahun baru itu sendiri. Sisa usia itu merupakan kesempatan untuk menambal kekurangan, memperbaiki yang belum sempurna, dari perilaku hidup kita di dunia. Tahun baru lebih tepat menjadi momen muhasabah (introspeksi) dan ishlah (perbaikan).

Sebuah kata-kata Syekh Ahmad ibn Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikam ini patut menjadi renungan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah."

Semoga kita menjadi pribadi yang orang-orang yang mampu menunaikan sisa usia kita dengan sebijak-bijaknya, dan terhindar dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia. Amiin. Wallahu a’lam bisshawâb.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Pesantren, AlaSantri Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 18 November 2017

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Bagi Anda yang penasaran dengan nama Kiai Slamet, Anda dapat menyaksikannya langsung di acara Kirab malam 1 Suro yang digelar Keraton Surakarta, Senin (4/11) malam ini. Kiai Slamet ini bukanlah nama seorang kiai atau ulama top di Solo, melainkan nama kerbau milik Keraton Surakarta.

Menurut Wakil Pengageng Sasana Prabu Keraton Solo, K.R.M.H. Suryo Kusumo Wibowo, Kerbau Kiai Slamet, rencananya akan dikirab mulai pukul 00.00 WIB, berangkat dari Kori Kamandungan menuju Brojonolo. Kemudian dilanjutkan menuju arah Pasar Klewer.

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Kiai Slamet Bakal Dikirab

“Sebelum kirab, akan ada wilujengan atau doa bersama di bangsal Maligi pada pukul 21.00 WIB. Pukul 23.30 WIB, Pengageng Sentono Dalem, K.G.P.H Puger akan memanggil para pembawa pusaka hingga menjelang kirab berlangsung,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Dari Pasar Klewer, selanjutnya rombongan akan menuju ke arah Alun-alun Utara dilanjutkan ke arah Jl. Jenderal Sudirman, dan seterusnya ke rute yang lain, hingga kembali lagi menuju ke Kori Kamandungan melalui jalan Alun-alun Utara yang diperkirakan sampai pada pukul 04.00 WIB.

Ribath Nurul Hidayah

Pada saat prosesi kirab nanti, warga yang ikut menyaksikan, biasanya akan berebut untuk mendapatkan kotoran kerbau. Mereka percaya kotoran tersebut mendapatkan berkah.

Terkait hal tersebut, ulama muda Solo, Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi mengatakan tradisi kirab tersebut, selama tidak bertentangan dengan syari’at maka diperbolehkan. “Tapi kalau ngalap berkah dari kerbau itu yang saya kurang setuju, masyarakat menganggap kerbau bawa berkah, tapi ikut ulama tidak pernah,” terangnya.

Oleh karena itu, kita juga perlu bersikap bijak mengenai tradisi semacam ini. Di satu sisi, perlu kita lestarikan karena ini merupakan kekayaan khazanah tradisi yang perlu kita lestarikan. Namun, di sisi lain semestinya kita mesti tepat di dalam mengambil wasilah untuk mendapat keberkahan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 17 November 2017

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (1)

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Islam nusantara sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam perjalanan peradaban dunia islam, sebab sejarah telah membuktikan bahwa ulama-ulama Nusantara mampu menembus pusat Islam yang ada di Mekkah.

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta berkomitmen melanjutkan perjalanan para ulama nusantara dengan membentuk Pascasarjana Program Magister Prodi Sejarah Kebudayaan Islam dengan Konsentrasi Islam Nusantara.

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (1)

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Pascasarjana Program Magister STAINU Jakarta, Prof. DR. Ishom Yusqi, MA di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur Jakarta, Jum`at (1/11)

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan itu Prof. Ishom menyebutkan paling tidak ada empat point penting yang membuat Islam Nusantara perlu digemakan, ia memulainya dengan kondisi Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik.

“Timur Tengah sedang dilanda krisis politik, kita tidak bisa mengandalkan Timur Tengah, Iran? Iran belum sepenuhnya diterima masyarakat Islam dunia, nah Islam Nusantara ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan mampu menjadi alternatif kiblat dan kebanggaan dunia Islam, Mesir itu Negara Islam paling produktif menulis dibandingkan yang lain, kalau konfliknya tidak selesai apa lagi sampai hancur-hancuran, habis peradaban Islam itu,” tegasnya

Ribath Nurul Hidayah

Kedua, lanjut Prof. Ishom, saat ini organisasi transnasional sudah mulai tumbuh dan berkembang, jika hal ini tidak dibendung dampaknya adalah akan mengikis habis nilai-nilai kenusantaraan yang sudah ditanam oleh para pendiri bangsa Indonesia.

“Dulu ada transnasional di Indonesia, PKI (Partai Komunis Indonesia), tapi kemudian saat itu bergejolak, nah sekarang ada HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang sudah masuk ke lapisan masyarakat bawah sampai atas, melalui halaqah-halaqah, masuk ke sekolah-sekolah dan kampus, buku, demokrasi itu sistem kafir, taghut dan seterusnya, padahal ulama nusantara sudah sepakat bahwa Indonesia itu tidak perlu daarul islam, tapi darusalam,” imbuhnya

Selain HTI, Prof. Ishom pun menyebut Ikhwanul Muslimin yang sudah masuk ke Indonesia dengan “chasing” yang berbeda, hal ini dapat dilihat dari referensi atau bacaan wajib mereka, yaitu buku Ma’tsurat-nya Hasan Al-Bana.

Selanjutnya Prof. Ishom menyebutkan point ketiga pada unsur empat pilar (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) yang saat ini berada dalam ancaman kelompok yang hendak membuang dan menggantinya dengan ideologi dan ajaran yang dibawa oleh mereka.

Terakhir, Prof. Ishom menyebutkan ciri-ciri dan Islam Nusantara, yaitu Keindonesiaan, Keislaman dan Keaswajaan dengan prinsip attasamuh, attawasuth, al-I’tidal dan attawazun.

“Islam Nusantara itu orang Indonesia yang beragama Islam, Identitas Indonesianya ditunjukan, jangan kemudian belajar ke Arab, Yaman, Pakistan dan lainnya, Indonesianya jadi hilang, kalau tinggalnya disana ya tidak apa-apa, tapi kalau KTP-nya masih Indonesia ya tidak bisa, tidak bisa meng-Arab-kan Indonesia, Me-Yaman-kan Indonesia atau mem-Pakistan-kan Indonesia, jadi mesti meng-Indonesia. Begitu juga sebaliknya, jangan kemudian pulang dari Inggris atau Eropa disini cium pipi kanan-kiri, dan sebagainya” ungkapnya

Untuk itu Islam nusantara ini mesti bangkit dan terus dikaji, Prof. Ishom pun mengakui bahwa sebenarnya umat Islam Indonesia yang berkualitas dan produktif cukup banyak jumlahnya, namun kendala yang dihadapi adalah Bahasa Indonesia tidak diakui PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai bahasa Internasional, berbeda dengan Bahasa Arab yang diakui oleh PBB sebagai bahasa Internasional, namun kendala itu tidak terlalu mengganggu untuk membangkitkan Islam Nusantara ini. (Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Doa Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 15 November 2017

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Banyuwangi, Ribath Nurul Hidayah

Ketua Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU Hari Usmayadi mengatakan, sekitar 88,1 juta dari total penduduk dunia menggunakan browsing internet dalam waktu 4,1 jam. Selebihnya digunakan untuk bermedia sosial.

Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan materi di "Kongkow Netizen NU" di aula tingkat II kantor PCNU Banyuwangi, Ahad (19/2).

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Pria yang akrab disapa Cak Usma tersebut, sebelum berbicara lebih dalam tentang penggunaan sosial media, ia mengupas tentang permasalahan organisasi NU.

Ribath Nurul Hidayah

"Permasalahan NU saat ini terkesan masih gagap menyikapi tantangan perkembangan dakwah di era digital terkini dan peningkatan masyarakat kelas menengah," tuturnya di hadapan ratusan peserta kongkow yang terdiri dari mahasiswa, anggota IPNU dan IPPNU, PMII, banom & lembaga PCNU Banyuwangi, serta netizen yang tergabung di banyuwangi.

Sehingga, menurutnya, saluran dan muatan informasi syiar dakwah tidak terkoordinir dengan baik dari struktural pusat sampai cabang.

Ribath Nurul Hidayah

"Inilah permasalahan yang saat ini perlu dan harus kita selesaikan bersama. Untuk penyelesaian ini perlu adanya koneksi mulai tingkat pusat sampai ranting," kata Cak Usma.

Setidaknya, kata dia, NU harus memetakan secara spesifik analisis strength, weakness, opportunity, threat (SWOT). Setelah hal itu, barulah membuat strategi gebrakan-gebrakan yang berarti dalam penyelesaian masalah yang telah kita petakan," pungkas Usma.

Sementara itu, Wakil Ketua LTN PWNU Jatim Sururi Arumbani memberikan dua racikan solusi yang harus digerakaan di semua media. Termasuk Ribath Nurul Hidayah Banyuwangi.

"Pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kuantitas maupun kualitas wartawan media dalam setiap periode," tutur Ruri.

Karena kualitas dan kuantitas wartawan, lanjut dia, merupakan satu-satunya mesin penggerak media sampai mencapai kejayaannya. Wartawan disini pun harus menulis dan mencari berita media secara terus-menerus. "Jangan setengah-setengah !" tegas Ruri.

Tak kalah penting, menurutnya, yaitu keberlangsungan produksi narasi juga harus ditingkatkan. Artinya produksi tulisan tidak hanya terbatas hanya berita-berita. Juga penting diisi dengan profil kiai, nasehat, dan fatwa-fatwanya.

"Dengan sebuah gebrakan, misalnya, wartawan sering-sering mendatangi kediaman sesepuh dan kiai. Selain disana untuk meminta nasehat juga bisa meminta fatwa terhadap suatu permasalahan. Karena tugas seorang kiai sangat padat sekali dalam masalah keummatan dan pengajian. Dalam hal ini wartawan harus jemput bola agar produksi tulisan tidak berhenti dan monoton," pungkas pengurus Jatim asal Rembang.

Kongkow yang dihelat Ribath Nurul Hidayah Banyuwangi ini dihadiri Katib Syuriah PCNU Jember Harisudin. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 11 November 2017

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Kairo, Ribath Nurul Hidayah?

PCINU Mesir kedatangan tamu spesial, yaitu Hakam Mabruri dan istrinya Rofingatul Islamiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima Kamis, 26 Oktober lalu. Ia tiba dua hari sebelumnya.?

Hakam dan istrinya tiba di Mesir setelah perjalanan keliling duniaa selama 10 bulan. Mereka berdua memulai perjalanan spektakulernya ini dimulai sejak tanggal 17 Desember 2016, dan dilepaskan secara resmi di Stadion Kanjuruhan kota Malang, Jawa Timur.

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Pasutri asli Malang itu dengan gagah berani memiliki visi dan misi yang besar dalam perjalanan ini, yaitu mendemonstrasikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin yang dikemas dalam slogan Muslim for Peace.?

Hakam yang merupakan anggota GP Ansor dan istrinya anggota Fatayat itu beranggapan bahwa sementara ini banyak orang dalam skala internasional menilai Islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan dan tindakan barbar.?

Ribath Nurul Hidayah

Oleh karenanya, dalam perjalanannya mereka selalu menginformasikan dan mempromosikan Islam yang damai kepada setiap orang yabg ditemuinya. Terhitung mereka sudah masuk dan melewati 6 negara dalam perjalanannya ini, di antaranya: Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Jordania, dan Mesir.

Dalam acara Lailatul Ijtima PCINU Mesir, yang berisi kegiatan rutinan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan maulid Shimtu adh-Dhurar, Hakam Mabruri dan istri menjelaskan bahwa kegiatan yang oleh banyak orang dianggap sangat berani bahkan nekat ini diniati dan diupayakan dengan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT.?

Ribath Nurul Hidayah

Karena sudah pasti dalam perjalanannya yang panjang itu, mereka berdua akan menemui banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang berbeda-beda.?

"Saya dengan istri hanya bismillah saja dan pasrah kepada Allah SWT. untuk perjalanan ini. Selain itu juga, dengan melihat banyak ragam suku dan budaya di berbagai negara, kita merasakan begitu besar kuasanya Allah SWT dalam menciptakan perbedaan dan keanekaragaman hidup, sehingga kita bisa saling mengenal dan bershilaturrahim," jelasnya ketika ditanya oleh satu warga NU di Mesir.

Bak gayung bersambut, warga NU di Mesir menyambut dengan antusias dan menyimak pasutri pemberani ini dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya.?

Bahkan dalam waktu dekat di Kairo, warga NU Mesir akan mengadakan ngetrip bareng bersamanya dengan berkeliling Kairo memakai sepeda ontel, sambil menikmati indahnya Piramida Mesir dan destinasi-destinasi wisata Mesir. (Ilman M. Abdul Haq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah