Kamis, 30 April 2015

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

Ribath Nurul Hidayah

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau berspekulasi lebih jauh tentang ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rapat Paripurna DPR, pada Selasa (5/6).

Pasalnya, menurut Hasyim, rapat dengan agenda tanggapan pemerintah atas hak interpelasi DPR terkait dukungan Pemerintah terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 soal sanksi tambahan pada Iran yang mengembangkan energi nuklir, ditunda hingga pekan depan.

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

“Ini urusan (sidang interpelasi) belum selesai. Kan masih ditunda. Kita tunggu saja bagaimana selesainya nanti,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/6)

Hasyim meminta masyarakat mencermati lebih saksama proses yang akan dijalankan berikutnya. “Kan masing-masing (Presiden dan DPR) punya intgritas. Nah, kita lihat dan cermati bersama-sama, bagaimana integritas Presiden, bagaimana integritas DPR,” terangnya.

Rapat Paripurna DPR ditunda setelah terjadi hujan interupsi sehubungan tidak hadirnya Presiden Yudhoyono pada rapat tersebut. Rapat interpelasi berikutnya akan dijadwal ulang oleh Badan Musyawarah DPR.

Ribath Nurul Hidayah

Pada rapat paripurna itu Kepala Negara mengutus Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menhan Juwono Sudarsono, Menkum dan HAM Andi Mattalatta, dan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.

Menanggapi penundaan tersebut, Presiden, di Kantor Presiden, Jakarta, menegaskan, DPR wajib menerima jawaban pemerintah yang diwakilkan kepada menteri dalam rapat paripurna tersebut.

"Pemerintah sesungguhnya ingin taat kepada aturan yang berlaku dan sungguh-sungguh ingin menjawab interpelasi ini dengan sebaik-baiknya dengan cara mempersiapkan jawaban secara saksama agar pertanyaan DPR dapat dijawab secara tepat," katanya. (rif)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 April 2015

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah . Sekurangnya 12.000 jamaah yang terdiri dari para santri, alumni, tokoh pesantren dan warga yang berasal dari berbagai daerah memadati sepanjang jalan masuk hingga kompleks Pondok Buntet Pesantren Cirebon untuk menghadiri malam puncak Peringatan Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (5/4) malam.

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Puncak Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Pengunjung

Sebelumnya, beberapa rangkaian acara telah digelar selama lebih dari sepekan, di antaranya adalah halaqah dan bedah buku, nikah dan sunatan massal,  pagelaran seni rakyat, pengobatan gratis, semaan Al-Quran, ziarah kubur dan tahlil umum, dan ditutup dengan perhelatan malam puncak yang diisi dengan ceramah keagamaan dan dihadiri oleh beberapa pejabat negara baik tingkat daerah maupun pusat.

KH Adib Rofiudin Izza dalam sambutannya atas nama sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon mengatakan, bahwa acara peringatan haul berfungsi sebagai media refleksi bagi keluarga besar alumni dalam mengenang jasa-jasa para sesepuh dan para pendiri pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

“Tujuan digelarnya peringatan haul seperti ini tak lain adalah guna mengenang jasa-jasa para al-marhumin dan pendiri pesantren, agar para santri dan alumni terus mampu meneladani kiprah dan perjuangan beliau-beliau dalam menegakkan agama dan menjaga negara,” ungkap Kiai Adib.

Sementara itu, salah satu tamu kehormatan yang berkesempatan hadir, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan, salah satu sistem handal yang dimiliki pesantren adalah sistem sosial. Menurutnya, melalui peringatan haul seperti inilah tali persaudaraan dapat dipererat, serta menyetarakan kedudukan manusia.

Ribath Nurul Hidayah

“Sistem sosial tersebut dapat merekatkan satu sama lain, membawa saling pengertian, membuat kita tidak berbeda antara sang kaya dan sang miskin, serta saling memberikan pertolongan,” katanya.

Selain diisi dengan sambutan atas nama sesepuh dan tamu kehormatan, turut memberi sambutan Bupati Cirebon, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren (IKLAB), serta diakhiri dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH Musthofa Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 27 April 2015

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Ahad (28/9), menggelar bedah kitab “Fathu al-Mujib al-Qorib” di? Pondok Pesantren? Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur. Bedah kitab dihadiri para kiai se-wilayah Tapal Kuda plus Sidoarjo, Probolinggo, dan Pasuruan.

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Karya KH Afifuddin Muhajir Mudahkan Santri Pemula

Pengarang kitab itu, KH Afifuddin Muhajir, dalam pengantarnya, menandaskan bahwa selain untuk mempermudah santri dalam memahami kitab fiqih, penulisan kitab tersebut juga dimaksudkan untuk menghidupkan tradisi menulis kitab di kalangan tokoh NU.

“Sebenarnya NU memilki banyak tokoh ulama yang mempunyai kemampuan menulis kitab, namun belum terbiasa menulis,” ujar Katib Syuriyah PBNU ini.

Ribath Nurul Hidayah

Wakil Ketua PCNU Jember menyambut baik peluncurun dan bedah kitab fiqih tersebut. Menurutnya, para kiai mempunyai pemikiran-pemikrian yang brillian dan kontekstual terkait dengan persoalan fiqih, namun belum dituangkan dalam bentuk? karya ilmiah.

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakannya bahwa ulama Indonesia sesungguhnya banyak yang mempunyai kemampuan menulis kitab, yang tak kalah dengan ulama-ulama di Timur Tengah. “Kalau yang berhabasa Indonesia sudah banyak, tapi karya yang berbahasa Arab, masih? jarang. Mudah-mudahan karya Kiai Afifuddin ini bisa memacu yang lain untuk menulis,” ujarnya.

Fathu al-Mujib al-Qorib adalah kitab syarah? dari kitab Fathul Qorib dengan bahasa dan penjelasaan yang mudah dimengerti oleh santri pemula. “Kitab ini memang? tidak dilengkapi dengan dalil al-Quran maupun Hadits, karena target konsumennya adalah santri pemula,” ucap Kiai Afifuddin menjawab pertanyaan peserta. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Habib Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 26 April 2015

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menilai perlunya diadakan dialog atau rembuk nasional kebangsaan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memantapkan hubungan yang sudah lama terjalin dan mengakar di Indonesia.

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

“Untuk memantapkan ukhuwah baik wathaniyah, Islamiyah, insaniyah, bahkan ukhuwah diniyah; perlu adanya semacam upaya penegasan komitmen kebangsaan dari komunitas Muslim khususnya, dan ormas Islam,” kata Rais ‘Aam, Selasa (28/2) di Jakarta.

Komitmen tersebut diperlukan untuk menegaskan mana ormas Islam yang masih menjaga semangat kebangsaan dan mana yang tidak.

Kiai Ma’ruf menjelaskan rembuk nasional diisi dengan ikrar bersama majelis-majelis agama. Hal ini untuk merawat kemajemukan, kebinekaan, dan toleransi yang bermuara pada pada satu tujuan, yakni merawat keutuhan dan kesatuan bangsa.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengharapkan dalam rembuk nasional nanti akan dilakukan, setidaknya tiga hal. Pertama adalah mencari solusi kebangsaan dengan menghilangkan sumber konflik.

“Saling pengertian dan memahami dalam rangka mencari solusi kesatuan bangsa. Jadi ini sifatnya solutif,” terangnya.

Rembuk juga bersifat antisipatif, yakni mencageh terjadinya kemungkinan gesekan antarelemen bangsa.

Lalu yang ketiga, lanjut Kiai Ma’ruf, rembuk bersifat rekosiliatif, yakni menyatukan kembali potensi dan elemen bangsa agar tidak terjadi kesalahpahaman.?

Ribath Nurul Hidayah

“Untuk menghilangkan (potensi perpecahan) yang bisa terjadi dibangunlah saling pengertian antarkomponen bangsa, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Rembuk nasional diharapkan dapat mengembalikan elemen bangsa kepada semangat 45 yang telah menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan bersatu,” pungkasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 April 2015

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

PWNU Jawa Barat akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-17 di Pondok Pesantren Fauzat, Garut pada 10-11 Oktober. Kegiatan bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini, salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang.?

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Ketua Panitia Konferwil PWNU Jawa Barat Kiagus Zaenal Mubarok ketika dihubungi Ribath Nurul Hidayah Sabtu (8/9) mengatakan, NU Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang bisa menerapkan sistem yang bisa bekerja sama antarkomponen, mengharmoniskan seluruh pengurus.

Juga, kata dia, bisa merangkul ke jam’iyyah kultural NU yang beragam profesi seperti kalangan seniman, pengusaha, bahkan olahragawan. Tujuannya untuk membantu pemerintahkan dalam menyelesaikan urusan-urusan kemasyarakatan.?

Menyelesaikan masalah warga NU Jawa Barat, kata dia, berarti menyelesaikan problem masayarakat Jawa Barat karena secara kultural, Jawa Barat adalah warga NU.?

Ribath Nurul Hidayah

Bahkan lanjutnya, kalau bisa, PWNU Jawa Barat bisa membantu menyelesaikan permasalahan di tingkat nasional atau internasional karena sekat-sekat kewilayahan saat ini sudah tidak terbatas.

Pria yang akrab disapa Deden ini tak mau menyebutkan calon-calon Rais dan Ketua PWNU Jawa Barat. Baginya siapa pun yang terpilih, seharusnya adalah orang yang bisa menerapkan sistem tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 10 April 2015

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Harian Kompas edisi Senin, 11/1/2016 memuat artikel tentang Situs Resmi Nahdlatul Ulama, Ribath Nurul Hidayah di kolom teratas halaman 4 rubrik politik dan hukum dengan judul ‘Ribath Nurul Hidayah: Islam Moderat di Dunia Maya’. Dalam artikel yang ditulis oleh Wartawan Kompas Antony Lee tersebut, Ribath Nurul Hidayah dinilai menjadi rujukan informasi dan wacana keislaman moderat di dunia maya.

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Dalam artikel sepanjang 16 paragraf itu, Antony Lee menggali informasi dari pemimpin redaksi (Pimred) Ribath Nurul Hidayah, Ahamd Mukafi Niam, Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, Juri Ardiantoro, Pengajar Sosiologi Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro, dan reporter senior BBC, Peter Taylor.

Antony juga memaparkan data-data terkait angka kunjungan netizen ke situs Ribath Nurul Hidayah dua tahun terakhir. Selain itu, dia juga merilis angka netizen sebagai anggota (follower dan liker) Ribath Nurul Hidayah di twitter dan facebook sebagai channel penyebaran informasi melalui media sosial.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber dalam artikel itu menjelaskan wacana keislaman yang semakin kencang di dunia maya. Oleh sebab itu, menurut mereka, wajah Islam moderat harus terus menerus dikampanyekan guna menangkal gerakan radikal.

“Internet menjadi wilayah dakwah, terutama untuk menghadapi kelompok lain yang cara beragamanya keras,” ujar Ketua LTN PBNU, Juri Ardiantoro dalam artikel itu.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber juga sepakat, organisasi Islam moderat di Indonesia harus lebih banyak hadir di dunia maya. Hal ini dilakukan, karena di era digital ini, para netizen mempunyai kecenderungan belajar keislaman melalui dunia maya.

“Jangan sampai internet justru didominasi penyebaran paham yang radikal,” ucap Triyono Lukmantoro dalam artikel tersebut.

Dengan memaparkan pendapat Peter Taylor, Antony Lee juga menjelaskan bagaimana penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda dengan memanfaatkan internet. Media internet cukup potensial dalam hal tersebut, karena mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda. Hal ini cukup beralasan, karena menurut informasi yang terungkap, selama ini tindakan terorisme juga dilakukan oleh anak-anak muda umur belasan tahun.

Dalam paragraf terakhir, artikel tersebut mengajak kepada masyarakat dan organisasi keislaman untuk banyak terlibat menyebarkan pesan-pesan Islam rahmatan lil alamin atau Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam di dunia maya di tengah paham radikal yang terus berusaha menancapkan eksistensinya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan Ribath Nurul Hidayah