Jumat, 29 Juni 2012

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 20 grup mewakili komisariat IPNU dan IPPNU di kabupaten Cirebon memadati Kantor NU Center, Sumber, Ahad (9/3) pagi. Mereka mengadu kecepatan dan pengetahuan dalam cerdas cermat yang digelar PCNU kabupaten Cirebon dalam peringatan harlah ke-88 NU.

Peserta lomba merupakan perwakilan anak cabang serta komisariat IPNU dan IPPNU di SMA, Pesantren, bahkan SMP. Untuk sampai di babak final, mereka harus melalui babak penyisihan dan babak semifinal.

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Perlombaan ini dijurikan oleh pengurus harian cabang Fatayat NU, GP Ansor, dan Pembina IPNU dan IPPNU Cirebon. Materi yang dijadikan soal menyangkut perihal wawasan keislaman, ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan pengetahuan umum.

Ribath Nurul Hidayah

Penanggung jawab lomba cerdas cermat Murjiah mengatakan, lomba ini diformat sebagai ajang silaturahmi antarpelajar NU. Terutama sekali kata Murjiah, “Evaluasi terhadap tunas-tunas NU dalam memahami tradisi ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan wawasan umum.”

Setelah melewati tiga babak itu, grup perwakilan komisariat MAN Kalimukti keluar sebagai pemenang lomba skor tertinggi. Sedangkan juara kedua diraih oleh grup perwakilan anak cabang Depok. Juara ketiga, grup perwakilan anak cabang Losari.

Ribath Nurul Hidayah

Tiga pemenang ini akan mendapat trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara puncak peringatan harlah ke-88 PCNU kabupaten Cirebon di stadion Ranggajati Sumber, Sabtu, 15 Maret 2014. (Marleni Adiya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Sejarah, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 25 Juni 2012

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Nama Izza Nur Layla, dalam beberapa hari terakhir ini tiba-tiba mencuat bak meteor menyusul keberhasilannya  meraih medali emas dalam ajang kompetisi internasional bidang agribisnis di Thailand. Dia adalah satu dari dua santri Indonesia yang meraih jawara dalam ajang bergensi tersebut.

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng

Menurut wakil pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Robith Qoshidi, santrinya itu memang tergolong anak yang cedas, sejak duduk di bangku Tsanwiyah hingga Aliyah.

“Dia kader Aswaja yang cerdas. Dia hafal alfiah, dia paham dalil-dalil tahlil, talqin dan sebagainya. Itu karena sekolah kami ada penekanan baca kitab kuning dan kitab-kitab Aswaja,” tuturnya di kediamannya, akhir pekan lalu (22/2).

Ribath Nurul Hidayah

Izza adalah putri keempat dari pasangan H Abd Roqib dan Futiha. Kehidupan keluarga Izza sangat sederhana, tinggal di pusat kota, tepatnya Jalan Dr. Sutomo 8 Jember, bersebelahan dengan rumah Bupati MZA Djalal.

Ribath Nurul Hidayah

Ayah Izza bekerja sebagai pedagang rombeng, yaitu pedagang barang-barang bekas seperti kipas, radio dan lain-lain di Pasar Gebang. Itulah sumber mata pencaharian satu-satunya. Kegiatan lainnya, H. Roqib membuka taman pendidikan al-Qur’an (TPA) di rumahnya, yang setiap sore didatangi anak-anak kecil untuk belajar mengaji. Kegiatan tersebut dijalaninya dengan ikhlas, tanpa pamrih sedikitpun.

“Saya tidak hafal siapa saja  pernah belajar ngaji di sini, karena saya tidak pernah mencatat nama-namnya. Dari awal saya memang berniat cuma ingin agar anak-anak bisa mengaji, tanpa pernah meminta iuran seperak pun. Dan saya yakin keberhasilan anak-anak saya juga karena doa murid-murid saya,” ucapnya.

Keempat  anak H. Roqib sudah  menikah kecuali si bungsu, Izza. Kendati H. Roqib tergolong kurang mampu secara ekonomi, namun anak-anaknya berhasil meraih gelar S1 dengan profesi yang berbeda, bahkan ada yang hafidz. Mereka semua mendapat beasiswa, sehingga H. Roqib tak perlu mengeluarkan biaya kecuali di saat pendaftaran saja, termasuk, Izza.

Saat lulus MA Nuris, Izza berhasil meraih beasiswa melalui program pertukaran pelajar dengan The Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC). Pertukaran pelajar ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Menteri Agama RI dan SBPAC yang ditandatangani di Naradhiwas University pada September 2013. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Amalan Ribath Nurul Hidayah