Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah masih menjadi primadona dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014. Beberapa lembaga survei memberikan perhatian khusus pada dua ormas ini. Namun hasil survei menunjukkan kecenderungan yang berbeda di kalangan warga dua ormas ini.

Hasil survey yang dilakukan oleh Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menemukan kecenderungan berbeda antara komunitas NU dan Muhammadiyah dalam menentukan calon presidennya. Dalam hal ini, Jokowi menang di komunitas NU (46.20% versus 40.20%). Prabowo menang di komunitas ? Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).

Demikianlah salah satu analisis riset Lingkaran Survei Indonesia. Survei dilakukan di awal Juni 1-9, 2014. Metode penelitian dijalankan ? secara standard dengan teknis multistage random sampling. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2%. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis, seperti dilansir oleh situs? lsi.co.id.

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Menurut lembaga survey ini, tiga belas hari menjelang pemilu presiden ? 9 Juli 2014, total pemilih yang “GALAU” masih 32.2%. ? Istilah galau mengacu kepada jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya, ditambah dengan pemilih Jokowi-Jusuf Kalla yang masih ragu dan pemilih Prabowo-Hatta yang juga masih ragu. Sementara selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6.3% saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran 32.2% pemilih galau ini.

Ribath Nurul Hidayah

Dari hasil survei ini, Jokowi dipilih oleh 45% responden. Namun sebanyak 8.1 % dari 45% itu yang masih ragu, dan masih mungkin berubah pandangan. Sementara Prabowo didukung oleh 38.7% publik. Namun sebesar 7.8% dari 38.7% itu juga dihinggapi ragu dan masih mungkin “pindah ke lain hati.” Sedangkan massa mengambang sebesar 16.3%. ? Dalam momen 13 hari ini mereka akan mengambil sikap

Jika ? pemilih dipilah ke dalam aneka segmen masyarakat, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta saling mengalahkan. ? Pasangan Jokowi menang di pemilih perempuan ? ( 48.10% versus 33.8%). Sementara pasangan prabowo menang di pemilih pria (43.20% versus 42.70%)). Jokowi menang di pemilih dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah ( 45-48% versus 34-42%). Prabowo menang di pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%).?

Ribath Nurul Hidayah

Prabowo mengimbangi Jokowi dalam ? pemilih muslim (40.90% versus 43.30%). Namun untuk ? non-muslim, pemilih lebih banyak di ? Jokowi (67.60% versus 15.50%). ? Jokowi juga masih menang di pemilih Jawa (47.60% versus 35.20%). Namun Prabowo menang di pemilih Sunda (51.60% versus 40.90%). Kini Prabowo menang di propinsi Jabar (51.20% vs 42.60%). Tapi Jokowi menang di 6 propinsi besar lainnya: Banten, DKI, jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel, dengan selisih sekitar 5%-10%.

Jokowi dianggap lebih peduli dengan rakyat (84.6% versus 64.2%) dan lebih jujur (76.5% versus 61.3%). Namun ? Prabowo dianggap pemilih lebih pintar (85.2% versus 81.1%) dan lebih tegas (78% versus 69.7%).

Dalam dua bulan terakhir, pendukung Jokowi banyak yang lari dari kandangnya. Jumlah dukungan Jokowi menurun mencolok di kantong besar suara: di komunitas NU, berpendidikan tinggi, beragama Islam, pemilih lelaki, propinsi Jawa Barat. ? Prosentase pemilih Jokowi yang “pindah ke lain hati” sebesar sekitar 5_10 persen. Di komunitas itu, Prabowo mengalami kenaikan sekitar ? 5-10% juga.

Bagaimana akhir pertarungan dua pasang capres yang semakin ketat ini? Kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan. Jokowi akan tetap menang jika ia bisa mengambi kembali pendukungnya yang “pindah ke lain hati,” pindah ke Prabowo. Sebaliknya Prabowo akan menyalip Jokowi jika ia bisa menaikkan dukungannya sekitar 5-15 persen lagi segmen pemilih besar yang kini ia masih kalah: segmen perempuan, wong cilik, komunitas NU, ? pemilih ? berpendidikan rendah, pemilih muslim, dan pemilih di propinsi Jawa Timur.

Tiga belas hari menuju 9 Jui 2014, kedua pasangan capres-cawapres harus menyiapkan pendukungnya untuk menerima baik kemenangan ataupun kekalahan. Dengan membaca trend petumbuhan dukungan capres dan cawapres, selisih kemenangan pada 9 Juli 2014 potensil hanya kecil saja,. Sangat mungkin selisih kemenangan itu hanya di bawah 5%, siapapun pemenangnya. Jika Jokowi tetap menang, atau jika ia dilewati Prabowo, selisih dukungan capres-cawapres potensial ? dibawah 5% saja, antara 51-53% ? versus 47-49. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Februari 2018

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah 



Provinsi Jawa Timur sebentar lagi akan berpesta demokrasi. Ya, Jatim akan mengadakan pemilihan gubenur dan wakil gubenur pada 2018 mendatang. Tentu sejumlah kiai membicarakan seperti apakah pemimpin yang pantas memimpin provinsi yang masyoritas NU ini.

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Berkumpul Sebutkan Sosok Pantas Jadi Gubernur Jatim

Para kiai dan tokoh masyarakat berkumpul di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto (5/8) untuk merumuskan syarat dan siapa sosok yang pantas menjadi pemimpin di Jawa Timur.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, sudah saatnya Jawa Timur dipimpin oleh figur yang sidiq, amanah, tabligh dan fatonah. 

"Kita sedang mencari pemimpin yang tidak pernah bohong, maka korelasi kuatnya adalah amanah," tutur Kiai Asep di depan para kiai dan ulama se-Jawa Timur.

Sosok tabligh itu selalu menyampaikan gagasannya yang mudah dipahami. Ketika orang tagligh maka korelasi kuat dengan fatonah. 

Ribath Nurul Hidayah

"Nah, ketika ini terjadi, maka Jatim akan semakin maju serta adil dan makmur. Kemudian, Jatim akan menjadi percontohan provinsi lain di negeri ini, karena Jatim merupakan barometer dari Indonesia," paparnya.

Bumi ini pemiliknya adalah hamba-hamba Allah yang saleh. Maka, ulama sebagai hamba Allah yang saleh tidak boleh diam terhadap amanah yang telah diberikan oleh bangsa Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Mereka telah mengobarkan segala sesuatu untuk kemerdekaan dan menderita penderitaan yang sangat memilukan. Jangan enak-enak dengan adanya kemerdekaan, melainkan menitipkan sebuah pesan yakni Indonesia yang adil dan makmur.

"Kita, para kiai bertanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Seorang kiai harus konsisten kalau bilang A ya A, jangan B itu namanya munafik," terang alumnus Al-Khoziny Buduran Sidoarjo ini.

"Dari sekian calon yang muncul Khofifahlah yang pantas menjadi Gubenur Jatim," tegas Kiai Asep. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 26 Januari 2018

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Setelah sekian lama tidak ada kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akhirnya resmi terbentuk, Kamis (30/1) berkat bantuan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang.

?

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

“Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Probolinggo sukses membentuk PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih untuk melengkapi kepengurusan PAC di Kabupaten Probolinggo. Kami berharap setelah terbentuk, kegiatan PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini bisa aktif,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

?

Menurut Shofia, sebelum resmi membentuk PAC Kecamatan Lumbang, terlebih dahulu PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan pengkaderan secara bertahap dengan bekerja sama dengan MWCNU Kecamatan Lumbang yang dipersiapkan menjadi pengurus yang benar-benar handal dan diharapkan mampu membawa IPPNU ke arah yang lebih baik.

Ribath Nurul Hidayah

?

“Selama ini PAC IPPNU Kecamatan Lumbang sulit terbentuk karena kendala memang daerah ini berada di wilayah pegunungan serta pemahaman warga terhadap organisasi IPPNU masih kurang,” jelasnya.

?

Oleh karenanya dikatakan Shofia, PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan pengurus ranting se MWCNU Kecamatan Lumbang, dimana setiap pengurus ranting mengirimkan putri-putri NU dari wilayahnya masing-masing.

?

Ribath Nurul Hidayah

“Kemudian para putri NU ini diberikan pemahaman agar mereka tahu apa itu IPPNU dan seluk beluknya. Baru kemudian dibentuklah PAC IPPNU Kecamatan Lumbang yang dipimpin oleh Ainun Alfiah dari Desa Wonogoro Kecamatan Lumbang,” terangnya.

?

Dengan terbentuknya PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini Shofiah berharap agar IPPNU benar-benar bisa menjadi wadah bagi pelajar putrinya NU untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai kader NU.

?

“Untuk pengurus IPPNU yang sudah terbentuk di tingkat Kecamatan Lumbang ini diharapkan mampu mengemban amanah dan mengembangkan IPPNU di wilayah Kecamatan Lumbang serta bisa mengaktifkan semua kegiatan IPPNU dengan baik,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 18 Januari 2018

Membangun Spiritualitas, Kompak Sumenep Tradisikan Ziarah Kubur

Sumenep, Ribath Nurul Hidayah

Berupaya menguatkan nilai spritualitas anggotanya, Komunitas Pemuda Anti Korupsi atau Kompak Sumenep  melakukan ziarah kubur ke sejumlah makam ulama. Mereka melakukan ziarak ke makam KH Ahmad Basyir AS yang bertempat di Pondok Pesantren  Annuqayah Guluk-Guluk.

Imam Hanafi selaku ketua umum Kompak mengemukakan ziarah kubur merupakan salah satu pendongkrak semangat membangun spritualitas anggota. "Mengingat akan pentingnya menanam dan memperdalam tingkat pemahaman keilmuan keagamaan, maka melalui ziarah kubur ke makam para ulama dengan mencontoh dan melihat kepribadian serta sikap semasa hidupnya dalam berkehidupan, merupakan salah satu langkah memperdalam keagamaan," katanya, Kamis (28/12).

Membangun Spiritualitas, Kompak Sumenep Tradisikan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Spiritualitas, Kompak Sumenep Tradisikan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Spiritualitas, Kompak Sumenep Tradisikan Ziarah Kubur

Lebih lanjut Imam Hanafi menyatakan bahwa agenda ziarah kubur akan berkelanjutan. "Rutinitas Kompak ke depannya ziarah kubur selain yang sudah ada dalam program kerja," ungkapnya

Meskipun ada golongan yang anti ziarah kubur, menurut Nashudi hal tersebut tidak mengendorkan semangat dan keyakinan."Kompak harus bisa menepis pernyataan keharaman ziarah kubur dari berbagai golongan,” kata salah seorang dewan pembina. Sebab banyak makna yang terkandung dalam ziarah kubur seperti mengharap berkah, meneladani perjuangan ulama, dan tentu ikatan emosional antar anggota pun terbangun, lanjutnya.

Moh Masrul juga memberikan nasehat bahwa berorganisasi pun kita harus bisa menyeimbangkan antara kebutuhan sosial, intelektual, dan kedalaman spritual. "Banyaknya organisasi yang acuh akan kebutuhan spritual keagamaan menjadikan gerakannya hancur berantakan,” katanya. Maka dari itu dirinya menginginkan di Kompak harus seimbang antara gerakan sosial kemasyarakatan, intelektual, dan keagamaan. (Faiq/Ibnu Nawawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Jepara Ali Maftuh meresmikan Bank Mini Syariah “Walisongo” di Pecangaan, Jepara, Kamis (27/11) pagi. Pelepasan balon dan pengguntingan pita menandai peresmian bank milik SMK Walisongo yang hadir untuk kepentingan praktik pelajar SMK Walisongo jurusan perbankan syariah.

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Kepala SMK Walisongo Sutarwi Samsul Maarif menyampaikan, bank mini berjargon “Amanah Ummah” itu merupakan sarana praktik peserta didik jurusan Perbankan Syariah.

Dengan pengalaman demikian, siswa terbiasa dengan kegiatan perbankan. “Bank ini juga merupakan sarana untuk merangsang anak didik terbiasa menabung,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Hal senada disampaikan pengawas SMK Walisongo Inti Murdaningarso. Menurut Inti, sarana itu menjadi sarana pembelajaran praktis peserta didik. Kehadiran bank diharapkan merangsang anak-anak rajin menabung dan terbiasa merancang kebutuhannya sehari-hari.

Sutarwi menambahkan, bank mini membuka tiga jenis simpanan, Simpanan Siswa (Simawa), Simpanan Karyawan (Simarwan), dan Simpanan Ujian Nasional (Siunas).

Ribath Nurul Hidayah

Untuk Simawa, pembukaan awalnya sebesar Rp.10.000. “Selanjutnya boleh menabung Rp.2.000 dan seterusnya. Boleh menabung setiap hari maupun setiap bulan,” lanjutnya.

Demikian halnya dengan Siuna. Tabungan berikutnya mulai Rp. 2.000. sedangkan Simarwan mulai Rp.5.000 untuk tabungan setelah pembukaan awal. “Khusus Siunas tidak boleh diambil oleh siswa sebab untuk pembayaran Ujian Nasional,” ujar Sutarwi.

Bank mini itu memang untuk praktik 62 siswa Perbankan Syariah. Namun manfaat dari lembaga itu mencakup untuk semua elemen siswa dan karyawan di lingkungan unit SMK Walisongo Pecangaan, Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 14 Januari 2018

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Mohsen, menegaskan, KUA sangat strategis dalam membina paham keagamaan Islam di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan KUA dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

“Peran KUA Strategis justru karena dekat dengan masyarakat dalam membina paham keagamaan Islam,” ujar Mohsen, Kamis (14/12) lalu di Jakarta sembari menegaskan bahwa tugas KUA tidak hanya semata mengurusi persoalan pernikahan saja.

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Pria kelahiran Makassar ini menjelaskan, KUA sudah cukup dikenal masyarakat. Saat ini ada 5.707 KUA di Indonesia, penghulu 5.773 lokasi, Penyuluh PNS 4500 orang, penyuluh Non-PNS 45.000 orang.

Di KUA ada kepanjangan tangan yaitu penghulu dan penyuluh. Penghulu dan penyuluh menpunyai peran strategis kuntuk memberi layanan kepada umat Islam dalam membina paham keagamaan Islam.

Ribath Nurul Hidayah

“Jadi KUA selain memberikan pelayanan, juga melakukan pembinaan,” kata Mohsen.

Dia berharap, KUA memberi peran yang sangat signifikan dalam memberi bimbingan kepada masyarakat. KUA, tegasnya, memiliki peran memberikan layanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam di lingkungan kerjanya.

KUA, sambungnya, berfungsi salah satunya memberikan peneranagan agama Islam. KUA merupakan garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mohsen tidak memungkiri, di antara sebab yang mendukung aliran keagamaan yang bermasalah yaitu keliru memahami al-Qur’an, kurang menyeluruhnya sumber-sumber rujukan, lemahnya pemahaman keagaman, dan laata belakang pendidikan yang tidak cukup baik.

Lebih jauh, dia menyatakan, aliran atau ideologi bermasalah juga berasal dari luar (transnasional, red) untuk menggangu stabilitas negara. Negosiasi lebih penting. Misal adanya komitmen dalam menyelesaikan masalah dari berbagai pihak.

Ribath Nurul Hidayah

“Tentu dengan mengesampingkan kepeantingan pribadi dan kelompok tertentu,” tandas mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Warta, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 10 Januari 2018

Belajar Al-Fatihah Selama 3 Bulan

Suatu ketika dalam rangka mengisi pengajian haul KH Abdul Qodir Munawwir, Gus Mus, yang juga alumni Krapyak, mengisahkan pengalaman dan interaksinya ketika nyantri dengan Kiai Qodir.

Kepada Kiai Qodir, Gus Mus belajar surat al-Fatihah selama tiga bulan. Gus Mus sampai sakit hati, karena santri-santri lain sudah khatam Fatihah dalam waktu yang tidak lama, tetapi surat Fatihah saja ngajinya begitu lama. 

Belajar Al-Fatihah Selama 3 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Al-Fatihah Selama 3 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Al-Fatihah Selama 3 Bulan

Karena merasa penasaran dengan lamanya waktu, Gus Mus akhirnya mencari tahu.Setelah dicari asal-usulnya, ternyata waktu itu, sang ayah (KH. Bisri Mustofa) menitipkan Gus Mus kepada Romo Kiai Qodir secara sungguh-sungguh.    

Ribath Nurul Hidayah

“Kiai, hari ini saya titip anak saya kepada Kiai. Tolong ajari anak saya bagaimana caranya membaca Al-Fatihah yang baik dan benar. Tapi ingat Kiai, kalau nanti shalat anak saya sampai tidak diterima oleh Allah subhaanahu wa ta’ala lantaran Fatihah yang Kiai ajarkan, saya akan tuntut Kiai nanti di Yaumil Hisab.” ujar Kiai Bisri kepada Kiai Qodir, rahimahumallah. (Rokhim) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Januari 2018

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 20 Desember 2017

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS

Istanbul, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan rangkaian kegiatan di kota Istanbul Turki dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke 91 Nahdlatul Ulama, Rabu (2/2). Dalam peringatan harlah NU kali ini, Istanbul menjadi pilihan warga Nahdliyin Turki sebagai tempat refleksi kesyukuran hari lahir NU.

Kumpul bersama mendengar taushiyah, membaca tahlil dan berdoa untuk bangsa yang dipimpin langsung? oleh Rais Syuriah PCINU Turki Ustadz Amirullah Asyari mengawali kegiatan bertajuk? ‘Menjaga Tradisi dan Berdoa untuk Negeri demi Keutuhan NKRI’ ini. Nahdliyin dari beberapa kota hadir seperti Ustadz Ridho Assidqi dari Kota Ankara.

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS

Karena bangsa kita sedang goyang ketua LDNU Turki Deo Adinda Pramadhan dalam sambutannya meminta agar Nahliyin di Turki sepulangnya ke Indonesia untuk bersikap dengan mengambil contoh dari Rumi, itu dikarenakan pesan-pesan Rumi tentang cinta dan perdamaian yang disampaikan dalam konteks konflik dan perpecahan golongan pada zamannya, sangat relavan dengan kondisi saat ini tambah Deo yang sedang menyelesaikan Studi Teologi Islam di Universitas ?nönü Turki.

Di samping itu, Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCINU Turki (2016-2018) yang turut serta menyemarakkan kegiatan ini melanjutkan kegiatan dengan melakukan napak tilas Ziarah ke Makam Nabi Yusya AS. Nabi Yusya AS yang seorang pengikut setia Nabi Musa AS mempunyai makam dengan panjang yang tak lazim, yakni 17 meter. Makamnya berada di area Beyköz , Istanbul bagian Asia, tepatnya di bukit Yusya yang menghada langsung ke selat bosporus.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam peringatan kali ini, Nahdliyin Turki diajak untuk terus merawat dan melestarikan warisan tradisi NU. Membaca tahlil dan doa bersama khas Nahdliyin melengkapi rangkaian kegiatan kesyukuran hari lahir NU ke 91. ‘’Kerinduan suasana tahlilan dan ziarah kubur di Indonesia terobati dengan acara seperti ini. Kami ingin merawat tradisi-tradisi NU meskipun jauh dari Tanah Air,’’ kata ketua panitia, Ahmad Zuhdi, melalui siaran pers. (Red: Abdullah Alawi)? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Cerita, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 18 Desember 2017

Pengurus RMI Jateng Dilantik

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Tengah masa khidmat 2013-2018 resmi dilantik, Sabtu (16/11) lalu. Acara pelantikan yang diselenggarakan di Kantor PWNU Jawa Tengah, Jalan Dr. Cipto 180 Semarang, dihadiri ketua PWNU Jateng, H Abu Hafsin.

Dalam sambutannya, ketua RMI Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan pada program kerja kepengurusannya kali ini, akan menekankan pada dua hal. “Yakni pemberdayaan potensi pesantren dan menyuarakan kepentingan pesantren ke luar,” terangnya.

Pengurus RMI Jateng Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus RMI Jateng Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus RMI Jateng Dilantik

Direktur Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Pati itu berharap, keberadaan RMI dapat diterima dengan ikhlas oleh semua pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

“Selain itu, RMI juga mampu untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren,” kata pria yang akrab disapa dengan panggilan Gus Rozin itu.

Berikut susunan Pengurus Wilayah RMI-NU Jateng masa khidmat 2013-2018:

Ribath Nurul Hidayah

Penanggungjawab:

1. Rais Syuriyah PWNU Jateng

2. ? Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng

Penasihat :

1. KH. Musthofa Bisri

2. KH. M. Hanif Muslih, L.c

3. KH. Zaim Ahmad Ma’shoem

4. KH. Ahmad Badawi Basyir, MBA

5. KH. Adib Masruchan, L.c, M.Pd.I

6. KH. Khafidzin Ahmad Dum

7. H. Suwanto

Ketua: KH Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed.

Wakil Ketua: H M Jazuli Kasmani

Sekretaris: Mohammad Farid Fad, M.S.I

Wakil Sekretaris: Mandzur Labib

Bendahara: Ir. Darmawan Prasojo, MCS, Ph.D

Wakil Bendahara: H. Aziz Musyaffa’

Bidang-bidang :

1. Departemen Pendidikan, Kajian, dan Pelatihan

2. Departemen Pengembangan Ekonomi

3. Departemen Media dan Informasi

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 21 November 2017

Habib Luthfi: Cara Allah Memerintahkan Shalat Istimewa

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Nabi Muhammad diberikan perintah syari’at berupa shalat lima waktu. Menurut Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya, perintah ini terasa istimewa.

Habib Luthfi: Cara Allah Memerintahkan Shalat Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Cara Allah Memerintahkan Shalat Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Cara Allah Memerintahkan Shalat Istimewa

Keistimewaan perintah shalat terletak pada cara pemberiannya. Sebab, syariat selain shalat diberikan kepada Nabi Muhammad dengan cara diturunkan. “Tapi shalat ini istimewa, di mana Allah SWT memberikannya langsung dengan mengangkat Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam,” tutur Habib Luthfi di depan puluhan ribu jamaah Pengajian Akbar Solo Bersholawat di Koridor Jalan Jendral Sudirman Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/5) malam.

Dijelaskan lebih lanjut, selain sebagai wujud syukur, shalat serta shalawat merupakan sarana bagi umat untuk menyambung silaturahmi kepada Allah dan rasul-Nya.

Ribath Nurul Hidayah

“Perlu kita pikirkan, apa hasil setelah silaturahmi tersebut? Seperti halnya lebah yang menyerap madu dari bunga, kemudian dapat membawanya ke sarangnya,” kata dia.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan tersebut, Habib Luthfi juga mengajak para jamaah untuk tetap merapatkan barisan dalam menjaga NKRI. “Mari, kita rapatkan barisan. Kita bangun Indonesia. Kita jawab tantangan umat dan bangsa,” pesannya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 26 Oktober 2017

IPNU-IPPNU, Pengurusnya Boleh Mahasiswa, Fokus Garapnya Tetap Pelajar

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Kekosongan organisasi kemahasiswaan yang bernaung secara struktural di bawah PBNU menjadi perbicangan hangat para aktivis mahasiswa NU, baik yang dari IPNU dan IPPNU maupun yang dari organisasi kemahasiswaan berideologi NU. Munas-Konbes NU 2014 juga menyepakati akan membahas isu ini pada forum musyawarah tertinggi NU, Muktamar ke-33 NU Agustus mendatang.

Ada wacana bahwa batas usia dan gerak di IPNU dan IPPNU yang kini memiliki jaringan di sekolah, pesantren, dan kampus, akan dipangkas hingga sebatas level pelajar. Sebagian aktivis IPNU-IPPNU keberatan dengan wacana kebijakan ini, mengingat tingkat kesulitan dan kesibukan proses kaderisasi di berbagai pelosok negeri yang dinilai susah jika hanya ditangani seorang pelajar sekolah.

IPNU-IPPNU, Pengurusnya Boleh Mahasiswa, Fokus Garapnya Tetap Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU, Pengurusnya Boleh Mahasiswa, Fokus Garapnya Tetap Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU, Pengurusnya Boleh Mahasiswa, Fokus Garapnya Tetap Pelajar

Kabar yang lain menyebutkan simpang siur status independensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) tetap lepas atau akan masuk ke dalam Banom NU.

Ribath Nurul Hidayah

Menyikapi ini, Ketua Pengurus NU (PWNU) Jawa Tengah Abu Habsin menyatakan ide moderatnya. Menurutnya, bagaimanapun juga IPNU dan IPPNU harus tetap eksis mengakomodir para pelajar, agar saat menjadi mahasiswa, mereka tidak hanya kutu buku saja, tapi juga mampu mengatasi problem sosial yang dihadapi.

Ribath Nurul Hidayah

“Kalau anak sudah diantar IPNU-IPPNU, nanti di kampus sudah matang. Maka IPNU-IPPNU pun perlu kembali pada fungsinya, yakni mengakomodir pelajar. Tidak usah ada komisariat di kampus. Pengurus boleh mahasiswa, tapi garapannya tetap dipusatkan kepada para pelajar. Mahasiswa menjadi pengurus, yang akan membina para pelajar kita,” ujarnya kepada Ribath Nurul Hidayah saat ditemui di kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang (2/5).

Hal ini sesuai dengan fakta bahwa KH Moh. Tolchah Mansur saat mendirikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) juga adalah seorang mahasiswa. Sampai sekarang pun, pengurus IPNU dan IPPNU di pelbagai daerah adalah para mahasiswa.

Namun yang lebih menjadi sorotan bagi aktivis IPNU dan IPPNU adalah soal pemangkasan usia. Hal ini terkait erat dengan eksistensi organisasi yang tidak hanya di level pimpinan komisariat sekolah atau ranting di masing-masing desa. Sebab sebagai Banom NU, kepengurusan IPNU dan IPPNU pun meliputi pelbagai tingkatan dari pelosok desa hingga nasional.

Ini artinya semakin tinggi tingkat kepengurusan maka akan semakin tinggi pula frekuensi kesibukan mengurus bawahannya. Belum lagi masalah jarak tempuh yang khas dimiliki negara kita. Lebih dari itu, kepengurusan dan pengkaderan di IPNU maupun IPPNU juga berjenjang tertib. Maka ketika batasan usia ditetapkan pada usia pelajar saja, bisa dibayangkan betapa repotnya seorang pelajar tingkat SMA mengatasi pengkaderan teman seusianya di seluruh pelosok negeri. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Sholawat, Doa Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 24 Agustus 2017

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Tangerang Selatan, Ribath Nurul Hidayah? . Segenap pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) serta AL IMAN (Baca: Alumni IMAN) menggelar Silaturrahim dan Reuni Akbar di Gedung F kampus tersebut di Bintaro Sektor V Tangerang Selatan, Banten.

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Kegiatan Sabtu (21/3) ini dihadiri berbagai elemen IMAN dari kalangan mahasiswa yang masih aktif di kepengurusan dan tentunya Alumni IMAN dari mulai IMAN berdiri (1991) hingga masa kelulusan terakhir (2014).?

Meski para alumni sudah banyak tersebar di berbagai daerah, namun tak menyurutkan semangat dan antusiasme mereka untuk menghadiri acara istimewa ini. Mereka datang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Malaysia.?

Ribath Nurul Hidayah

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Penampilan tim hadroh “Badrut Tamam” pun ? menjadi sajian pembuka acara ini. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, serta dari beberapa alumni lintas angkatan yang tak jarang mengundang sebuah euforia tersendiri saat mengenang perjalanan IMAN dari masa ke masa.?

Ribath Nurul Hidayah

Selanjutnya mau’idloh hasanah disampaikan oleh Ustadz Dawud Arif Khan selaku pendiri Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin STAN, “Dengan silaturrahim akan mendatangkan kemanfaatan dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan kalian sebagai pegawai Kemenkeu,” ujarnya dalam sambutannya.?

Acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni Pembentukan Dewan Alumni dan pembahasan Dana Umat AL IMAN yang dimoderatori Rizki Amaluddin dan Abdulloh Rifqi Jauhari.

Selain dimaksudkan untuk mengenang masa-masa perjuangan, acara ini juga bertujuan untuk menguatkansinergi IMAN STAN,baik antar-alumni maupun antara alumni danpengurus yang diharapkan dapat terwujud melalui pembentukan Dewan Alumni IMAN.?

Terkait dengan pembentukan Dana Umat ? AL IMAN, ide pembuatan program terbaru AL- IMAN ini dilatarbelakangi dari munculnya kendala finansialsebagaimana ? sering dihadapi oleh organisasi mahasiswa pada umumnya dalam menjalankan berbagai kegiatan.?

Berangkat dari kondisi demikian, maka muncullah inisiatif dari para alumni untuk meluncurkan program pendanaan yang kemudian diresmikan dengan nama “Dana Umat AL IMAN”.?

Harapannya, melalui pembentukan program ini dapat semakin mendukung dan memancing kreatifitas para pengurus IMAN untuk mengadakan kegiatan dalam rangka dakwah di kampus. Selain untuk internal IMAN, program ini juga ditujukan untuk kegiatan – kegiatan sosial masyarakat lainnya, seperti sumbangan duka dan bencana alam serta demi kemaslahatan umat islam pada umumnya.

Acara ditutup dengan doa nan khidmat yang dipimpin Ustadz Dawud. Setelah rangkaian acara selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta yang hadir dalam acara ini.

Saat diwawancarai, Bapak Faris Zain selaku ketua panitia merasa sangat bahagia dengan terselenggaranya acara ini. Ia mengharapkan acara ini dapat semakin menguatkan seluruh personil IMAN dalam memegang dan menegakkanprinsip Ahlussunah wal-Jamaah dimana pun berada.?

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa rutin diadakan,” katanya mengakhiri pembicaraan. (ARH/Mei/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib, Tegal, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 02 Agustus 2017

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Perilaku dan tindakan ekstrem atas nama agama kerap menjadi stigma bagi masyarakat dunia (baca: Barat) untuk menjustifikasi bahwa Islam adalah agama teroris. Brand ini bukan tanpa alasan karena yang seringkali melakukan teror mematikan dengan menggunakan bom, dan lain-lain tidak lain adalah seorang Muslim.

Tentu tindakan tersebut hanya dilakukan oknum, baik dalam bentuk kelompok, organisasi, maupun individu. Namun, sebagian orang Barat nampaknya memmukul rata (generalisir) untuk menjustifikasi orang Islam sehingga mereka pun terkadang mengalami diskriminasi di negara-negara Barat atas perbuatan segelintir oknum yang nyata-nyata membuat wajah Islam tidak baik di mata dunia.

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Pada prinsipnya, kelompok-kelompok ekstrem (tatharruf) kerap menggunakan ayat-ayat pedang (qital) untuk melegitimasi aksi kejinya atas nama jihad menegakkan agama Allah, perjuangan mendirikan negara Islam, dan sejumlah argumentasi utopia lainnya.?

Kelompok paling nyata yang sering mempropagandakan kekejaman teror atas nama agama adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan mendeligitimasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Kajian serius tentang ISIS yang keliru dan melenceng dalam menggunakan Hadits dikupas secara mendalam oleh M. Najih Arromadloni dalam bukunya, Bid’ah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits.

Awalnya buku ini merupakan penelitian Tesisnya yang berhasil ia pertahankan di depan para penguji di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Buku setebal 202 halaman ini juga bukan hanya mengkaji penistaan ISIS terhadap hadits, tetapi juga berupaya mengenalkan lebih jauh tentang ISIS kepada para pembaca. Seperti apa sepak terjang ISIS semenjak dideklarasikan pada tahun 2014 lalu, namun jauh sebelum itu, yakni ketika veteran perang Afghanistan mulai menciptakan embriologinya di tahun 1990-an.

Dalam pandangan penulis buku, ISIS sebagaimana organisasi radikal lain yang berlabel agama tidak lebih dari sekadar organisasi politik yang menggunakan dan menyajikan ayat-ayat pedang dengan dalih menegakkan agama Allah untuk tujuan pendirian Daulah Islamiyah. Gerakan ini secara berkelindan membuat ISIS sering memahami hadits secara politis atau dengan kata lain melakukan politisasi hadits.

Ribath Nurul Hidayah

Buku ini juga menerangkan secara jelas mana hadits-hadits yang sering terpolitisir oleh paham ekstrem-radikal Abu Bakar Al-Baghdadi dan kroni-kroni kejinya di ISIS. Mereka bukan hanya melenceng jauh dari konteks diturunkannya nash, tetapi juga tidak mampu memahami bahwa keberadaan Al-Qur’an maupun Hadits tidak berdiri sendiri melainkan saling bertautan. Tautan antara ayat satu dengan yang lain dan hadits satu dengan hadits lain mewujudkan pemahaman agama secara mendalam, tidak dangkal dan radikal seperti tampak dalam nalar kelompok ISIS.

Salah satu yang disebut dalam buku ini mengenai ISIS adalah merupakan kelompok takfiri radikal. Artinya mereka tidak hanya mudah mengafirkan dengan hadits-hadits yang dieksploitir secara politis, tetapi juga berlaku brutal dengan cara kekerasan, merampas, hingga membunuh orang lain yang dianggap kufur oleh mereka. Bahkan sampai menghalalkan seorang perempuan untuk dijadikan budak seks dan dijual bebas.

Di era teknologi informasi yang terbuka bebas dan serba cepat, ISIS memanfaatkan betul kecanggihan tersebut, utamanya melalui media sosial. Tercatat pada tahun 2014 lalu, mereka menciptakan sekitar 50.000 akun lebih di media sosial untuk melakukan propaganda radikalnya. Nampaknya, mereka sengaja menciptakan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat dunia lewat aksi kejinya seperti memberondong dengan tembakan kepada sejumlah orang secara hidup-hidup, membakar, hingga menggorok secara tidak berperikemanusiaan dan diunggah di media sosial? You Tube.?

Lebih keji lagi, korban mereka tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari agama dan kelompok-kelompok lain seperti Yahudi, Kristen, Katolik, Sunni, Syiah, dan kelompok serta suku-suku lainnya. Artinya, keberadaan mereka seperti tanda-tanda akhir zaman dengan hadirnya fitnah kubro (fitnah besar untuk seluruh manusia), seseorang atau sekelompok orang yang tidak sepaham dan tidak mau mengikuti ISIS, maka jaminannya adalah nyawa yang siap melayang dengan cara keji. Wallahu a’lam bisshowab.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam buku tersebut juga dijelaskan, pada awal April 2014 lalu, salah seorang juru bicara ISIS Abu Muhammad al-‘Adnani menyatakan, Nabi Muhammad adalah seorang yang diutus untuk mengemban pedang sebagai Rahmat bagi alam semesta. (Halaman 18)

Ia mendasarkan pendapatnya itu pada sebuah hadits berikut: Nabi SAW bersabda, “Aku diutus dengan pedang, menjelang datangnya hari kiamat, sampai Allah disembah secara esa bayang-bayang busurku dan akan ditimpakkan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyalahi aturanku, dan barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari mereka.” (HR Ahmad dalam al-Musnad dari Ibnu Umar dan dijadikan Shahid oleh al-Bukhori)

Hadits di atas bukan hanya dieksploitir untuk melegalkan aksi keji mereka, tetapi mereka juga tidak berupaya memahami konteks diturunkannya (asbabul wurud) hadits tersebut. Di titik ini, ISIS atau kelompok ekstrem sejenis hanya menghadirkan ayat-ayat pedang atau perang, padahal ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang menyatakan bahwa Islam adalah agama kedamaian, rahmat, dan toleran tidak kalah banyaknya. Lantas, mengapa mereka hanya memilih ayat-ayat perang dalam memanifestasikan keagamaan mereka?

Sebetulnya ISIS merupakan salah satu kelompok yang mewujudkan ekstrem radikalnya melalui tindakan langsung secara keji yang berawal dari radikalisme. Jika digambarkan secara jelas, radikalisme bisa dibagi menjadi tiga, bertindak secara radikal (melakukan teror), radikalisme pemikiran, dan radikalisme secara pemahaman. Konteks Indonesia sendiri, saat ini eskalasi penguatan radikalisme ada pada aspek pemikiran dan pemahaman. Yang jelas, muara dari semua itu adalah tindakan teror.

Kajian holistik yang dilakukan oleh penulis buku ini membawa pembaca untuk menyelami ISIS hingga ke akar-akarnya. Pembaca dapat memahami ISIS secara historis, geneologis, dan ideologis. Tokoh-tokoh utama beserta jaringan organisasinya juga dapat pembaca temukan di dalam buku yang banyak menghadirkan rujukan kitab-kitab secara otoritatif ini.

Kajian buku yang mendasarkan diri dari Majalah Dabiq yang disebarluaskan ISIS di internet ini, penulis buku berupaya menganalisis penistaan Hadits yang dilakukan oleh ISIS tentang khilafah, jihad, hijrah, Iman, dan al-Malahim. Review buku secara singkat ini tentu belum menghadirkan semua informasi dan gagasan penulis buku secara utuh sehingga pembaca dapat memahami lebih jauh lagi dengan membaca bukunya secara langsung. Selamat membaca!

Identitas buku:

Judul Buku: Bidah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Penulis : M. Najih Arromadloni

Tebal: 202 halaman

Cetakan : Pertama, Maret 2017

Penerbit : Daulat Press Jakarta

ISBN : 9786021813157

Peresensi: Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Daerah, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 18 Juli 2017

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Medan, Ribath Nurul Hidayah. Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Benny Rhamdani melakukan silaturahmi dengan pengurus Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Sumatera Utara, Jalan Sei Batanghari Medan, Kamis (9/3). ?

Kunjungan Benny Rhamdani yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Utara (Sulut) itu diterima Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea, Wakil Ketua Jasrul Lubis, Kamil Lubis, Bendahara El-Suhaimi, mantan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Adrian Azhari Akbar Harahap.

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Juga hadir mantan Ketua PW IPNU Sumut ? Gunawan Abdi Hasibuan, Sekretaris PW IPNU Sumut ? Aliaga Hasibuan, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Bobby Dalimunthe, dan jajaran pengurus Banom NU Sumut lainnya.

Dalam silaturahmi yang dirangkai dengan dialog kebangsaan itu, Benny Rhamdani mengatakan, situasi dan kondisi bangsa saat penuh tantangan terutama dalam menangkal radikalisme guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

"Menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab kita sebagai Badan Otonom NU. Karena sebagai ormas terbesar di Indonesia, NU harus berada di garda terdepan dalam mewujudkan bangsa ini menjadi negeri yang damai," kata Wakil Ketua Komite Etik DPD RI ini.

Ribath Nurul Hidayah

Ditegaskannya, sat ini merupakan momentum generasi muda terutama Banom NU dalam meraih kepemimpinan di negeri ini. "Namun semua itu dapat diperoleh bila saling bahu membahu untuk saling membesarkan dan memanfaatkan momentum yang ada," katanya.

Sementara itu, Mulia Banurea mengatakan, Banom NU di Sumut saat ini tengah gencar melakukan kaderisasi. Dengan banyaknya kader muda NU di Sumut, diharapkan sebagai tonggak pemersatu pemuda dan penentu bangsa ini.

"Dengan jumlah yang banyak dalam satu bingkai yang sama, tentu dapat menangkal radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI," kata Mulia yang juga Ketua KPU Sumut.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Jasrul Lubis mengatakan, kebersamaan dan persatuan-kesatuan Banom NU di Sumut selalu terjalin dengan baik. Tugas berat sekarang tinggal merumuskan kebersamaan ini menjadi satu kekuatan besar dalam menjaga NKRI dan meraih kemenangan dalam setiap momentum yang ada.

"Kesempatan ini harus kita mulai dari diri kita dan menjalin kebersamaan antarsesama dan selalu mengikuti nasihat-nasihat Kiai NU. Dengan demikian cita-cita kita akan tercapai," kata Jasrul. (Hamdani Nasution/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Sunnah, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Senin, 17 Juli 2017

IPNU Luncurkan Kembali Program Beasiswa “Pintar”

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) meluncurkan kembali program beasiswa “Pintar” (Pelajar Indonesia Tangguh Religius) tahun 2010-2011 sebagai upaya untuk memfasilitasi para kader NU yang pintar dan potensial tetapi berasal dari kalangan kurang mampu.

Peluncuran program beasiswa ini dilakukan pada acara buka puasa bersama IPNU yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (24/8).

IPNU Luncurkan Kembali Program Beasiswa “Pintar” (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Luncurkan Kembali Program Beasiswa “Pintar” (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Luncurkan Kembali Program Beasiswa “Pintar”

Dari rilis yang disampaikan oleh panitia, ditargetkan mampu menjangkau 200 orang, yang masing-masing per satu orang mewakili satu cabang IPNU. Beasiswa ini dilakkan dalam waktu satu tahun dalam disalurkan setiap bulannya sebesar 100 ribu rupiah.

Ribath Nurul Hidayah

IPNU lebih memprioritaskan pemberian beasiswa untuk pelajar Madrasah Aliyah dengan proporsi 70 persen, sementara 30 persennya dialokasikan untuk pelajar SMU.

Ribath Nurul Hidayah

Mereka yang berhak mendapat beasiswa merupakan pelajar kelas X MA atau SMU di daerah atau cabang yang ditunjuk sebagai zona binaan, rangking satu di kelasnya dan jika memungkinkan memiliki nilai akademik tertinggi di sekolah, memiliki kemampuan bahasa asing, memiliki pengalaman berorganisasi, menjadi pengurus cabang IPNU dan berlatar belakang kurang mampu.

Para penerima beasiswa juga memiliki tanggung jawab, diantaranya membuat diskusi kecil rutin bulanan, minimal diikuti tiga orang dengan tema seputar kepelajaran, fenomena pendidikan, sosial dan keagamaan. Selain itu, mereka juga didwajibkan melaporkan hasil raport ujian akhir kepada pimpinan cabang IPNU yang ditunjuk sebagai pelaksana program.

Selanjutnya, mereka juga diwajibkan aktif di organisasi intra sekolah, mempersiapkan diri untuk menjadi calon ketua OSIS dan siap menerima pembinaan lebih lanjut dari pimpinan cabang IPNU.

Sebelumnya Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi menjelaskan, IPNU telah memposisikan diri ssebagai organisais pembelajar (learning organization). Dalam konsep ini, yang dihasilkan bukan hanya produk, tetapi juga melakukan peningkatan dan terobosan-terobosan.

Ia menjelaskan, secara substansial, melalui pembelajaran, dapat dirasakan hubungan manusia dan dunia dan melalui pembelajaran, dapat memperluas kapasitas untuk menciptakan serta menjadi bagian dari proses pembentukan kehidupan.

“Program beasiswa IPNU ini adalah kontribusi kongkrit terhadap peningkatan mutu pelajar. Selain didedikasikan untuk menciptakan generasi muda NU berkualitas secara kongnitif, prikomotirik maupun afektif, program ini diharapkan dapat mengentaskan nasib pelajar berkualitas yang masih kurang diperhatikan,” katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Sunnah, Hadits Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 31 Mei 2017

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Ribath Nurul Hidayah

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Sunnah, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 08 April 2017

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Komunitas 1 Juta Buku untuk Anak-Anak Indonesia (Sajubu) Jakarta, menyebarkan bacaan bermutu di Hotel Pandanaran, Semarang (17/2). Dengan buku-buku berbobot, Sajubu Jakarta bersama lembaga Sciena Madani Semarang mencoba mewarnai perpustakaan, taman baca dan komunitas buku.

Faisaldy Pratama dari Sajubu Jakarta mengatakan, melalui komunitas ini pihak Sajubu ingin berpartisipasi menyebarkan virus gerakan gemar membaca.

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-Bagi Buku, Komunitas Sajubu Dongkrak Minat Baca

“Melalui tebar buku, kami hanya bisa berharap setiap aktivitas di manapun tempatnya baik di perpustakaan, taman baca, maupun tempat-tempat umum dijumpai banyak orang yang asyik menikmati buku bacaan,” lanjutnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara Lukni Maulana dari Sciena Madani menyatakan pihaknya kecewa dengan sistem pendidikan. Pasalnya, minat baca masyarakat masih lemah oleh sebab sistem pembelajaran tidak menanamkan membaca sebagai bentuk kebutuhan.

Lukni menyayangkan anak-anak lebih suka bermain di dunia maya dan tempat hiburan, baik melalui TV, mall maupun fasilitas permainan gatget di rumah.

Ribath Nurul Hidayah

Seharusnya perkembangan teknologi membawa dampak pada peningkatan minat baca. Seperti program Kementerian Pendidikan yang berkeinginan mengeluarkan buku elektronik berupa E-Sabak. Namun, pemangku dunia pendidikan cenderung apatis. Masyarakat cenderung menjadi konsumen, hanya menjadi penikmat teknologi yang berkembang pada umumnya.?

“Kalau masyarakat ingin maju, membaca harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Sebab, negara akan maju ketika masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi dan dilanjutkan dengan buah karya berupa tulisan dan hasil-hasil penelitian,” tuturnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 08 Desember 2016

Hj Shinta Nuriyah: Kebhinekaan, Modal Kekuatan Indonesia

Brebes, Ribath Nurul Hidayah - Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memandang kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi modal dasar yang tak mudah terpatahkan. Perbedaan justru menjadikan Indonesia kuat dan sentosa karena bangsa Indonesia dibangun di atas perbedaan.

Puasa menjadi jembatan persaudaraan yang sejati dengan saudara kita sendiri. Untuk itu, sebagai anak bangsa harus menjaga, membela, merawat kerukunan Indonesia.

Hj Shinta Nuriyah: Kebhinekaan, Modal Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Shinta Nuriyah: Kebhinekaan, Modal Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Shinta Nuriyah: Kebhinekaan, Modal Kekuatan Indonesia

Demikian disampaikan Shinta Nuriyah saat sahur bersama di Aula Pendopo Bupati II, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Sabtu (3/6) dini hari.

Istri Presiden RI Ke-4 KH Abdulrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur itu mengajak seluruh Muslim Indonesia dan dunia untuk saling menghargai, saling menyayangi, saling berbagi tanpa harus melihat latarbelakang orang yang kita beri.

Ribath Nurul Hidayah

“Bagaimana saudara kita banyak yang masih harus berjuang mencari sesuap nasi, maka kita harus berbagi, berbagi rezeki bukan berbagi suami,” ajaknya.

Ribath Nurul Hidayah

Persatuan di atas perbedaan, kata Bunda Shinta, telah diletakan oleh para tokoh kita terdahulu dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Juga telah membuat dasar falsafah NKRI yang mengayomi sebuah bentuk dasar Negara yang kita kenal Pancasila. Menjadi kewajiban kita untuk menjaga, merawat, mempertahankan keaslian Pancasila.

“Kalau tidak, maka bencana kehancuran akan melanda bangsa kita. Ketika ada yang berusaha merongrong Pancasila, menggantikan Pancasila dengan dasar Negara selain Pancasila wajib hukumnya kita lawan. Kita perjuangkan mati-matian dengan kekuatan lahir dan batin.”

Shinta melakukan perjalanan Saur Bersama sudah dilakoni belasan tahun dengn kaum marginal, kaum terpinggirkan, kaum tertindas. Merangkul mereka semua untuk merajut kebhinekaan agar terus kokoh Ibu Pertiwi. Shinta sudah sahur bersama kuli bangunan, tukang becak, penambang pasir, anak-anak jalanan, mbok bakul, di berbagai tempat seperti di tengah pasar, di bawah jembatan layang, di tengah alun-alun.

Shinta sadar, kalau dirinya hidup di sebuah Negara yang namanya Indonesia. Sebuah negara yang penduduknya sangat majemuk, kemajemukan yang kokoh dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang berbeda tetap satu juga. “Beda nusa, agama, pekerjaan, nasib, budaya, makanan, terasa indah di dalamnya,” ucapnya penuh senyum.

Kuliner makanan khas yang dimiliki dari masing-masing daerah, seperti komoditi makanan khas Brebes berupa telor asin, Yogyakarta gudeg, Jakarta soto Betawi, padang berupa rendang. Menjadi keindahan yang harus terus dirawat, dipertahankan dan dijadikan kebanggaan bersama.

“Dari perbedaan ini, tidak boleh saling menghina, saling fitnah dan jangan pula saling menghujat,” tandasnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan pentingnya meneladani para pendahulu dan pejuang bangsa. Para pendahulu telah meletakkan dasar-dasar kehidupan berbangsa untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan.

"Kehadiran Ibu Shinta Nuriyah ini juga akan memberi banyak manfaat bagi kita, terutama dalam meneladani pemikiran yang baik dari suami beliau, almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur," katanya.

Kegiatan sahur keliling bersama Ibu Hj Shinta Nuriyah dengan yatim piatu, kaum dhuafa, tukang becak, mantan narapidana, tokoh lintas agama, didukung Komando Keisapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pemuda Pancasila, Pemda Brebes, dan Gusdurian Bumiayu Raya serta lainnya.

Tampak hadir Kompol Warsidin, Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, para kepala organisasi perangkat daerah, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta undangan lainnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib, Ahlussunnah, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 16 Desember 2015

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Mataram, Ribath Nurul Hidayah

Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat melakukan staudi banding budaya di Yayasan Cakra Budaya Nusantara Kota Solo, Jawa Tengah. Studi banding yang dilakukan bersama dua dosen ini bakal berlangsung selama 3 minggu.

Gde Agus, dosen pengampu yang mendampingi studi banding kali ini, menjelaskan selama di kota Solo, lanjutnya, mahasiswa Sendratasik angkatan 2015 diajak untuk melihat beberapa seni yang terdapat di kota ini, seperti wayang orang Sriwedari, gamelan Jawa gaya Surakarta, tari tradisi gaya Surakarta, dan teater. Para mahasiswa juga menonton forum Bukan Musik Biasa di Taman Budaya Surakarta, serta belajar tari dan musik secara gratis dengan pengajar dari Yayasan Cakra Budaya Nusantara.

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Saat berdiskusi? tentang film dokumenter, mahasiswa Sendratasik UNU NTB bahkan ditunjuk sebagai pembicara tentang kebudayaan masyarakat Sade serta Bayan Beleq di Yayasan Cakra Budaya Nusantara. Selanjutnya mencari refrensi berupa buku, penelitian ilmiah karya dokumentasi di perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui studi banding ini ia berharap UNU NTB akan melahirkan mahasiswa yang tak hanya bergelar akademik tapi juga memiliki pengalaman.

Ribath Nurul Hidayah

"Bagi kami mencetak sarjana yang berkualitas justru menjadi sebuah kebanggaan kami maupun mampu mengangkat nama lembaga perguruan tinggi UNU NTB karena setelah mereka wisuda nantinya harus dapat bertanggung jawab dengan ilmu yang sudah mereka timba serta mengaplikasikannya ke masyarakat," harapnya.

Agus mengimbau kepada para mahasiswa yang ikut belajar ke Solo untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Studi banding ini sekaligus mengisi liburan semester ganjil dalam bentuk kegiatan kuliah nonformal.

"Saya memiliki harapan yang banyak bahwa dengan kegiatan seperti ini mahasiswa Sendratasik memiliki kualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama kampus juga. Kami berdua hanya pengajar biasa yang ingin melihat mahasiswa melibihi ilmunya dari kita," tutup Agus. (Syamsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Kiai Ribath Nurul Hidayah