Jumat, 28 Oktober 2016

Sako Maarif Tegal Jaring Peserta Perwimanas II

Tegal, Ribath Nurul Hidayah - Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU Kabupaten Tegal menjaring Calon Peserta Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) II tahun 2017, Ahad (30/7) di SMK NU 1 Slawi kompleks Gedung PCNU setempat.

Ketua Sako Pramuka Maarif NU Tegal Haryono mengatakan, Perwimanas II Tahun 2017 rencananya akan dilaksanakan pada 18-24 September 2017 di Lapangan Tembak Akmil Magelang.

Sako Maarif Tegal Jaring Peserta Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)
Sako Maarif Tegal Jaring Peserta Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)

Sako Maarif Tegal Jaring Peserta Perwimanas II

"Seleksi ini bertujuan untuk memilih Pramuka Penegak Maarif yang akan mengikuti perhelatan 4 tahunan Perwimanas II. Dengan seleksi tentu akan diperoleh anggota yang cakap dan nantinya akan dilakukan TC sehingga mempunyai bekal cukup untuk berbaur bersama Pramuka Penegak Maarif se-Nusantara," katanya.

Ia menjelaskan, materi seleksi terdiri atas tes tertulis meliputi pengetahuan kepramukaan, ke-NU-an dan Aswaja, tes kemampuan kesemaptaan jasmani (lari, push up, sit up, pul up) dan tes wawancara.

Ribath Nurul Hidayah

"Peserta seleksi terdiri atas anggota Pramuka Penegak dilingkungan Maarif NU Kabupaten Tegal. Nantinya akan kita pilih sejumlah 32 Penegak terbaik Putra dan Putri," jelasnya.

Ketua LP Maarif NU Kabupaten Tegal Alfatah menyampaikan, menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi anggota Pramuka yang bisa mengikuti kegiatan tingkat nasional seperti Perwimanas II. "Kesempatan tidak datang dua kali, apalagi Perwimanas ini digelar 4 tahun sekali," ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Alfatah berharap, kontingen terpilih nantinya dapat tampil maksimal dikancah nasional.

"Kita berharap kontingen yang berkualitas, sehingga dapat berkompetisi secara sehat meski kegiatan mengutamakan jalinan ukhuwah antar-Pramuka Sako Maarif se-Nusantara," tandasnya.

Ia menambahkan, ajang Perwimanas II juga bakal menjadi momentum apel besar untuk NKRI oleh 15000 Pramuka Maarif NU untuk menangkal maraknya paham radikalisme.

"Rencananya Perwimanas II akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo," imbuhnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Tokoh, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 16 Oktober 2016

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Purworejo, Ribath Nurul Hidayah. Forum konferensi GP Ansor Purworejo di pesantren Al-Anwar Maron, Ahad (21/12), mengamanahkan H Muhammad Haikal untuk menggerakkan pemuda NU ini untuk masa bakti 2014-2018. Kepada peserta forum dan banom NU lainnya, Haikal meminta kerja sama dalam mengimplementasikan program NU.

"Tentu ini merupakan amanah yang tidak ringan mengingat tantangan organisasi ke depan yang semakin berat. Untuk itu organisasi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari segenap elemen badan otonom NU serta kader Ansor khususnya," kata Haikal.

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Sebelumnya, forum ini mendiskusikan tantangan implementasi ajaran Aswaja di era global.?

Ribath Nurul Hidayah

"Sekarang kelompok-kelompok ekstrem tumbuh subur. Untuk mengantisipasi itu, tentu semua kader NU, terutama kaum muda yang tergabung dalam wadah Ansor harus paham dan mengimplementasikan dalam kegiatan dakwah," kata pengasuh pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudhori yang hadir sebagai narasumber diskusi.

Pria yang lazim disapa Gus Yusuf juga mengingatkan bahaya dari gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI. Menurutnya, Ansor memiliki tanggung jawab sekaligus mempunya peran strategis dalam ikut menjaga keutuhan NKRI.

Ribath Nurul Hidayah

Hal senada diungkapkan narasumber lainnya, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Tsaquf. Menurut Gus Yahya, NU dilihat dari sejarah lahirnya pada 1926 ikut membidani lahirnya NKRI yang diproklamasikan pada 1945. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi NU untuk berjuang mempertahankan NKRI dari potensi dan ancaman yang bisa mengganggu keutuhannya.

"Saya harap para kader Ansor mulai memahami konstelasi perang ideologi di era global. Dengan pemahaman itu, upaya antisipasi terhadap ancaman ajaran Aswaja bisa dideteksi sedini mungkin. Mari kita berikan pemahaman Aswaja terhadap generasi-generasi penerus kita," ajaknya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Makam, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pimpin PMII Pariaman, Jupmaidi Ilham Fokus Perkuat Aswaja

Pariaman, Ribath Nurul Hidayah. Konferensi Cabang (Konfercab) ke-5 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman? berhasil memilih Jupmaidi Ilham menjadi ketua periode 2014-2015. Ia meraih suara 8, menang tipis dari Zalkhairi yang meraih 7 suara.

Pemilihan dipandu Ilham Sikumbang berlangsung Selasa (9/12) sore di salah satu surau di Pauhkamba, Padangpariaman. Menurut Ilham, proses pemilihan sempat tertunda yang semula bakal berlangsung, Senin (8/12/2014).

Pimpin PMII Pariaman, Jupmaidi Ilham Fokus Perkuat Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin PMII Pariaman, Jupmaidi Ilham Fokus Perkuat Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin PMII Pariaman, Jupmaidi Ilham Fokus Perkuat Aswaja

?

Dengan terpilihnya Jupmaidi Ilham, langsung ditunjuk tim formatur yang akan melengkapi susunan kepengurusan PC PMII Kota Pariaman. Masing-masing terdiri Jupmaidi Ilham (ketua terpilih), Satria Effendi (Ketum demisioner), Zalkhairi, Masrizal, Jefrizal, Afnita Yeni dan Iqbal.

?

Ribath Nurul Hidayah

Jupmaidi Ilham yang dihubungi, Rabu (10/12), mengatakan, program PMII Kota Pariaman ke depan lebih fokus terhadap penguatan dan peningkatan nilai-nilai faham Ahlussunnah waljamaah (aswaja) di kalangan kader PMII dan mahasiswa.

Ribath Nurul Hidayah

"Kita semakin prihatin jika banyak kader PMII yang kurang memahami nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan. Apalagi jika melihat kenyataan sekarang banyaknya berkembang faham-faham yang menyerang paham Aswaja yang sudah tumbuh dan berkembang sejak lama di masyarakat kita," kata Jupmaidi yang sebelumnya menjabat Sekretaris PMII Pariaman.

?

Ia menambahkan, banyak kalangan mahasiswa menjauhi tradisi yang tumbuh di masyarakatnya. Karena mereka kurang memahami tradisi tersebut sesungguhnya. Apalagi tradisi tersebut semakin jarang dilakukan, sehingga mereka menganggapnya salah.

Padahal, kata dia, tradisi tersebut memiliki nilai-nilai kebaikan dan memperkuat silaturrahmi," kata Jupmaidi mahasiswa semester VII STIT Syekh Burhanudin yang juga sekretaris umum senat mahasiswa ini.

?

Jupmaidi juga bertekad meningkatkan kualiatas kader PMII dengan memperbanyak follow up Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Dengan follow up kader akan memiliki wawasan lebih luas.

"Selain itu, koordinasi dan konsultasi dengan sejumlah SKPD di Kota Pariaman juga menjadi agenda rutin. Hal ini dimaksudkan agar kader PMII juga memiliki pemahaman terhadap proses pembangunan di Kota Pariaman ini," kata Jupmaidi.

?

Intinya, kata Jupmaidi, kita fokus penguatan kualitas kader dari berbagai aspek. Sehingga mereka tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri dan oganisasi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat dimana mereka bermukim. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan Foto:

Jupmaidi Ilham saat menyampaikan visi misi jelang pemilihan Ketum PC PMII Pariaman, Selasa (9/12).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 07 Oktober 2016

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Mantan anggota jaringan teroris Ali Fauzi Manzi menegaskan bahwa aksi-aksi teror itu bukan pengalihan isu. Teroris di Indonesia benar-benar riil.

Demikian disampaikan Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Menteng yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai (Aida) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Ali mengatakan, berita yang berkualitas harus memenuhi syarat obyektivitas. Sayangnya, banyak pernyataan dimunculkan setelah terjadinya aksi terorisme yang mengatakan ketidakmungkinan serangan teror dilakukan oleh teroris.

Ribath Nurul Hidayah

Misalnya ada seorang tokoh Indonesia setelah kejadian Bom Bali yang berpendapat bahwa seorang santri yang sederhana tidak mungkin dapat membuat bom seperti Bom Bali.

Ribath Nurul Hidayah

Tokoh tersebut mendasarkan alasannya bahwa ia sudah bertanya kepada teman-teman doktor fisika dan meyakini bom sebesar itu harus dibuat di laboratorium negara.

Pria yang memiliki keterlibatan yang cukup dalam jaringan terorisme sejak 1994 dan bertobat tahun 2006 menyebutkan kisah pertobatannya terjadi bukan dengan serta merta. Ali mengatakan, “sungai kehidupan” yang membawanya kepada keadaan seperti saat ini. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib, Daerah, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 01 Oktober 2016

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur secara khusus mengajak Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama atau PW LTNNU untuk mengawasi mutu siaran televis dan radio. Hal tersebut penting untuk meningkatkan mutu siaran dan sebagai kontrol masyarakat.

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)
KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

"LTN punya tugas untuk turut mengawasi sejumlah siaran yang ditayangkan media radio serta televisi," kata Komisioner KPID Jatim, Mohammad Dawud, Ahad (18/1). Apalagi pada saat yang bersamaan mulai digalakkan pencegahan situs dan organiasasi yang menyecarkan teror.

Dalam pandangan Mohammad Dawud, KPID sendiri sangat terbuka atas keluhan masyarakat yang melakukan protes bila ditemukan muatan yang menyebarkan kebencian, tidak menghargai perbedaan dan ajakan tidak pantas lainnya.

"Apalagi LTN memiliki jaringan komunikasi dengan kepengurusan serupa di tingkat kota dan kabupaten di Jawa Timur. Cukup sediakan kader dan waktu untuk bisa memantau siaran di berbagai daerah,” kata Sekretaris PW ISNU Jatim ini

M Dawud kemudian memberikan masukan bahwa cara yang bisa dilakukan bila ternyata menemukan siaran yang tidak pantas, maka cukup melayangkan surat ke KPID Jatim dengan menyertakan waktu dan tanggal serta dimana menangkap siaran yang meresahkan tersebut. "Selanjutnya kami dari KPID yang akan menindaklanjuti laporannya," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR sangat mengapresiasi ajakan tersebut. "Kami memang memiliki jaringan sampai ke kabupaten dan kota di Jatim, meskipun harus terus dijalin," katanya. Bahkan keberadaan pemantau media memang telah direkomendasikan saat rapat koordinasi dengan kepengurusan LTN se-Jatim beberapa waktu berselang.

Ribath Nurul Hidayah

"Tinggal bagaimana mengintensifkan komunikasi dan memberikan informasi ini kepada kepengurusan di daerah," kata Gus Najib, sapaan akrabnya. Dengan semakin banyak pihak yang mengawasi mutu siaran, ia mengharapkan kian banyak tayangan yang mendidik masyarakat.

Salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan ini juga berharap agar frekwensi yang telah diberikan pemerintah dimaknai sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. "Bukan malah menebar keburukan apalagi teror," katanya.

Pada saat yang sama, alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap agar pemerintah tegas. "Kami mendukung dan mendesak pemerintah untuk menutup gerakan penyebar terorisme baik di televisi dan radio, termasuk di dunia maya," tandasnya. Karena, lanjutnya, dari sejumlah media inilah gerakan teror akan merayu masyarakat untuk bertindak yang destruktif.

Bagi Gus Najib, tindakan pemerintah dengan menutup website, akun facebook dan media sosial lain dapat juga dilakukan kepada radio dan televisi. "Ini untuk menuutup gerak yang mengarah kepada terorisme," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah