Senin, 30 Januari 2017

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi

Temanggung, Ribath Nurul Hidayah. Di tengah kesadaran masyarakat Indonesia akan kebhinnekaan, masih ada kelompok-kelompok yang belum menyadari tentang ke-ika-an. Tentu ini tantangan serius bagi keberlangsungan kehidupan bernegara sebuah bangsa yang pluralistik ini.

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Gelar Bedah Buku Fiqih Toleransi

Untuk itu, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) STAINU Temanggung, Rabu (15/2) menggadakan bedah buku Fikih Toleransi. Dengan menghadirkan penulis buku; Ahmad Syarif Yahya (Gus Yahya).?

Acara bedah buku ini berlangsung menyenangkan karena pemateri menyampaikan gagasannya dengan joke-joke segar tapi tetap padat berisi dan dengan tanpa kengelanturan. Selain pemateri dan 300 perserta dari Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Salatiga, turut hadir dan memberi sambutan pula, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyoadi, Kapolres Wahyu Wim, Ketua III STAINU Abdul Munjid, dan PCNU Temanggung.

Menurutnya, Fiqih pesantren itu unik, sebab materi pembelajarannya menggunakan kitab kuning yang sarat term-term umum Islam seperti: jihad, kisas, rajam, amar makruf nahi mungkar, pengkelasan kafir: dzimmi, harb, dan lain-lain.?

“Yang ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan materi pengajaran kaum fundamentalis. Tetapi mengapa kemudian kaum pesantren bisa menjadi toleran dan moderat,” ujar Gus Yahya yang didampingi dua panelis, Sumardjoko dan M. Syafiq.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut penulis yang almuni pesantren Al-Anwar Sarang Rembang ini, kelompok santri selalu mengawal kebhinnekaan ini dengan keseimbangan antara agama dan negara dengan tidak mempertentangkannya.?

Maksud tidak mempertentangkan adalah dengan selalu beragama dan bernegara dengan seimbang. Tidak seperti kelompok kanan yang beragama dengan cara melawan negara, atau kelompok kiri yang bernegara dengan cara mengikis ajaran agama.

Ribath Nurul Hidayah

Diskusi menjadi menarik karena penulis memaparkan pengalaman tinggal di kampung halamannya yang sangat plural, di mana di sana sering terjadi hal semisal seorang muslim yang bapaknya non muslim kemudian bapaknya meninggal, anaknya biasanya meminta agar bapaknya yang non muslim disalati dan ditahlilkan tujuh hari, 40 hari, dan seterusnya.?

“Ini membutuhkan trik fiqih khusus, agar tidak menyinggung tetangga tapi juga tidak melanggar agama,” jelas Gus Yahya yang juga pemenang lomba esai nasional Ribath Nurul Hidayah sebagai juara 1, seminggu lalu.

Acara rampung pada pukul 15:40, ditutup dengan penjelasan makna Bhineka Tunggal Ika oleh Wakil Bupati Temanggung. (Haidar/Fathoni) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 24 Januari 2017

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku "Santri Membaca Zaman"

Kudus, Ribath Nurul Hidayah. Untuk memberi kado Hari lahir ke-90 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS), para alumni menerbitkan sebuah buku berjudul "Santri Membaca Zaman: Percikan Pemikiran Kaum Pesantren". Buku yang diluncurkan dalam acara Silatnas dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS, Sabtu (23/7) ini berisi kumpulan artikel yang ditulis para alumni madrasah TBS dari berbagai angkatan.?

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku Santri Membaca Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku Santri Membaca Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku "Santri Membaca Zaman"

Menurut salah seorang editor H. Nur Said, buku setebal 312 halaman ini menjadi impian para alumni madrasah TBS untuk untuk diterbitkan guna menyambut hari lahir (harlah) ke-90 Madrasah TBS Balaitengahan Kudus, Jawa Tengah.?

"Alhamdulillah, berkat karunia Allah dan kebersamaan kekompakan teman perguruan, para alumni mampu mewujudkan penerbitan buku ini," katanya.?

Said menjelaskan, artikel dalam buku ini merupakan refleksi para santri dalam membaca ayat-ayat Allah, baik ayat qauliyah maupun kauniyah sehingga melahirkan serpihan-serpihan ilmu sekaligus sebagai konstruksi ide yang bisa dijadikan alternatif acuan dalam mengembangkan pendidikan Islam di pesisir utara.?

Ribath Nurul Hidayah

"Buku ini sekaligus menegaskan bahwa para santri sudah sepatutnya sebagai penjaga gawang Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) untuk memagari Nusantara agar tetap berdaulat sebagai Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), tawasuth (moderat/jalan tengah) dan Itidal (menegakkan keadilan)," ujar alumni TBS angkatan 1994 ini.?

Hadirnya buku ini diharapkan menjadi pemantik bagi munculnya karya-karya santri lainnya baik berupa buku, kitab atau temuan-temuan sain yang selama ini terpinggirkan. "Hal ini sekaligus sebagai uji nyali para santri dalam menyongsong 100 tahun madrasah TBS 10 tahun ke depan," ungkap Said yang juga ketua PC LTN NU Kudus.?

Dalam buku yang juga untuk menyemarakkan acara Silatnas dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS ini, terdapat 25 artikel dari tulisan karya alumnus TBS yang memiliki latar belakang aktivitas berbeda. Di antara para penulisnya adalah Rosidi (pegiat media), A. Nafiul Haris (penulis), Khabibi Muhammad Luthfi (dosen), H.Izzul Mutho (Redaktur pelaksana Koran Indopos), Nur Khamin Hadziq (alumnus Al-Azhar Kairo,), Sofiyan Hadi (pengasuh pesantren Mawaddah Kudus), Muthohhar (Dosen UMK), dan lain sebagainya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 21 Januari 2017

Teteskan Air Mata, Khofifah Ajak Masyarakat Giat Hadiri Majelis NU

Jombang, Ribath Nurul Hidayah - Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa meneteskan air matanya di saat memberikan ceramah agama di haul ke-45 Mbah Wahab Chasbullah, Sabtu (13/8) malam. Ia terkenang dengan perjuangan para kiai NU. Ia berharap kelak termasuk dalam rombongan yang diakui oleh para kiai dan bersama-sama dibawa ke surga.

Meski belum bisa menyamai mereka dari sisi ibadahnya dan yang lainnya, ia berdoa agar dirinya masuk dalam rombongan para kiai.

Teteskan Air Mata, Khofifah Ajak Masyarakat Giat Hadiri Majelis NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Teteskan Air Mata, Khofifah Ajak Masyarakat Giat Hadiri Majelis NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Teteskan Air Mata, Khofifah Ajak Masyarakat Giat Hadiri Majelis NU

"Ini paling tidak yang ditanamkan dalam diri kita, puasa senin-kamisnya bolong-bolong, shadaqahnya bolong-bolong," katanya dengan suara lirihnya.

Ribath Nurul Hidayah

Para pendiri NU, menurut Khofifah, tentu sudah dijamin tempat yang layak oleh Allah SWT kelak, surga. Sementara manusia secara keseluruhan juga tak menampik tempat tersebut.

Namun demikian, terkadang sebagian manusia menginginkan sesuatu atau pemberian Allah yang sebetulnya belum pantas menjadi miliknya.

Ribath Nurul Hidayah

"Kalau tidak pernah rawuh dan tidak pernah berjuang di NU, mau masuk ke rombongan NU pantas mboten? Wong tidak pernah berjuang di NU kok mau ikut rombongan NU?" tuturnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada segenap tamu undangan meski belum mampu beribadah kepada Allah dan berjuang seperti halnya para kiai, setidaknya bisa menghormati mereka. Salah satunya dengan senang menghadiri majelis-majelis yang dibuat oleh mereka termasuk menghadiri rangkaian acara haul Mbah Wahab.

"Kalau kita? ikhlas hadir dalam majelis seperti ini, rasanya harapan kita supaya kalau para muassis NU membawa rombongannya, kita akan ikut. Mudah-mudahan kita diakui rombongan NU," imbuhnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Khutbah, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 20 Januari 2017

Anda Repot, Kehilangan Sesuatu Barang?

Kita kadang kehilangan kunci motor, kacamata, telepon genggam, atau perabotan rumah tangga. Bisa jadi karena terjatuh, lupa di mana meletakkannya, atau lalai kalau barang yang dicari masih dipinjam tetangga. Maklum tidak semua orang memiliki daya ingat dan ketelitian tingkat tinggi terhadap barang miliknya. Solusinya sederhana, mengingat-ingat dan mencarinya.

Mereka yang kehilangan barang ini harus meningkatkan upaya pencarian terhadap perabotannya. Sementara hasil pencariannya mesti diserahkan kepada Allah. Tugas mereka hanya berusaha. Di samping itu Rasulullah mengajarkan doa yang perlu dibaca saat kehilangan suatu barang.

Anda Repot, Kehilangan Sesuatu Barang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Anda Repot, Kehilangan Sesuatu Barang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Anda Repot, Kehilangan Sesuatu Barang?

Sayid Utsman bin Yahya menerakan doa berikut dalam karyanya, Maslakul Akhyar fil Ad‘iyah wal Adzkar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Artinya, Hai Tuhanku, Hai Zat Yang mengumpulkan sekalian orang di hari yang tiada syaknya lagi padanya. Kumpulkanlah kiranya antara aku dan barangku yang hilang, kumpulkan dengan kebajikan dan ‘afiyah.

Ribath Nurul Hidayah

Semoga doa ini bermanfaat. Sekurangnya mengurangi kepenatan pencarian atau membantu tumbuhnya keikhlasan terhadap barang yang belum diketemukan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 19 Januari 2017

PBNU Putuskan Idul Fitri 1431 H Jatuh Jumat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Hasil keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai Idul Fitri jatuh pada hari Jum’at 10 September 2010 mengingat tak satupun tim perukyat NU di 21 lokasi yang melihat hilal.

Hal ini sama dengan keputusan Sidang Isbath Idul Fitri 1431 H. Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa awal Syawal (Hari Raya Idul Fitri) jatuh pada hari Jumat, 10 September 2010 M. Keputusan ini dikarenakan pada tanggal 29 Ramadhan, posisi hilal (bulan baru) masih berada di bawah ufuk, antara minus 2 derajat 31 menit hingga 1 derajat 59 menit.

PBNU Putuskan Idul Fitri 1431 H Jatuh Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Putuskan Idul Fitri 1431 H Jatuh Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Putuskan Idul Fitri 1431 H Jatuh Jumat

Keputusan yang diambil juga didukung oleh fakta, bahwa tidak ada satu pun para perukyah di seluruh Indonesia di 29 lokasi, yang melihat hilal. Dengan demikian Sidang Ishbath Kementerian Agama memutuskan untuk istikmal (menggenapkan) hitungan Ramadhan menjadi 30 hari.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam sidang Isbath yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Gedung kemenag, Rabu (8/9) ini, diikuti pula oleh berbagai instansi pemerintah terkait seperti, Mahkamah Agung, LAPAN, Planetarium dan berbagai utusan dari ormas-ormas Islam.

Ribath Nurul Hidayah

Sidang Isbath ini juga disaksikan oleh para Duta Besar Negara Sahabat.

Surat Keputusan PBNU mengenai awal bulan Syawal 1431 H bisa dilihat atau di download di galeri foto (min/mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Khutbah, Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah



Adanya kemandirian ekonomi akan berdampak juga pada kemajuan organisasi. Untuk itu, Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) PB PMII akan mendirikan Kopri Shop. 

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kelompok Profesional KOPRI PB PMII, Novia Nengsih.

"Indonesia merupakan negara emerging market di mana diprediksi akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia pada 2030," kata Nengsih di Jakarta, Jumat (6/10). 

Di saat yang bersamaan, lanjutnya, usia anak muda anak meningkat sekitar 5-6 persen dari penduduk muda dunia. Jumlah tersebut melebihi jumlah anak muda di negara-negara maju. Tercatat, saat ini penduduk muda Indonesia hanya menjadi 4 persen dari penduduk dunia. 

Menyikapi hal tersebut, KOPRI akan mengambil peran dalam perang besar tersebut. Kader-kader KOPRI yang fokus dalam bidang ekonomi akan dikumpulkan melalui wirausaha muda KOPRI. Sejumlah produk kader-kader akan dikumpulkan dalam satu wadah. 

Ribath Nurul Hidayah

"Kopri Shop ini menampung usaha-usaha dari para kader. Biasanya usaha kader ini hanya terbatas pada ruang lingkung kampus atau kota/kabupaten saja. Saat ini, dengan adanya Kopri Shop jangkauan untuk mengakses produk akan lebih luas," jelasnya. 

Ribath Nurul Hidayah

Saat ini tercatat, kader KOPRI yang sudah tergabung dalam Kopri Shop berjumlah 10 titik daerah di Indonesia.Selain itu, adanya Kopri Shop diharapkan bisa membuka peluang kepada wirausaha baru KOPRI. Sehingga, jumlah wirausaha KOPRI akan bertambah.

"Harapannya pada 2030 jaringan Kopri Shop ini sudah tersebar diseluruh Indonesia," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Tegal, Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 15 Januari 2017

Akhir Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Serahkan Santunan ke 107 Yatim

Tegal, Ribath Nurul Hidayah - Menjelang Lebaran 1438 Hijriyah, Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal menggelar buka puasa bersama dengan 107 anak yatim di desa setempat di Pendopo Balai Desa Blubuk, Kamis (22/6) sore. Pada kesempatan ini mereka menyerahkan santunan kepada anak-anak tanpa orang tua tersebut.

Ketua IPPNU Blubuk Sukmawati menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan sumbangsih serta dukungan masyarakat. Santunan ini merupakan realisasi program IPNU-IPPNU Desa Blubuk yang dibalut dalam amaliyah Ramadhan 1438 Hijriyah.

Akhir Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Serahkan Santunan ke 107 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Serahkan Santunan ke 107 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Serahkan Santunan ke 107 Yatim

"Alhamdulillah tahun ini, santunan diberikan kepada 107 anak yatim, dari 120 anak yang kita undang," kata Sukma.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua NU Desa Blubuk Syamsudin menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada IPNU dan IPPNU yang menyatakan kepeduliannya kepada anak yatim. Ia berharap pemberian santunan dapat berjalan secara rutin dan berkesinambungan.

"Saya turut berdoa semoga program-program dari IPNU-IPPNU bisa terlaksana dengan baik. Kepada anak-anakku semoga menjadi anak yang saleh dan selalu berbakti dan mendoakan orang tuanya," ujar Syamsuddin singkat.

Ribath Nurul Hidayah

Kepala Desa Blubuk Nuraeni mengungkapkan rasa bangganya atas kepedulian pelajar NU yang tergabung dalam IPNU-IPPNU. "Kegiatan ini sangat bagus dan harus kita dukung. Pasalnya kegiatan IPNU-IPPNU sudah rutin berjalan setiap Ramadhan," tutur Nuraeni.

Acara dimeriahkan dengan tampilan hadrah IPNU-IPPNU yang menyuguhkan lagu shalawat Nabi. Hadir dalam kesempatan ini Pengurus Ranting NU Blubuk dan badan otonom, pembina, alumni, tokoh masyarakat, dan serta ratusan yatim. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Habib, Sholawat Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 13 Januari 2017

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

Brebes,Ribath Nurul Hidayah. Ribuan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan kirab Estafet Tunas Aswaja (ETA) tingkat Kabupaten Brebes. Kirab tersebut dilakukan untuk memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada masyarakat.

ETA dimulai dari depan MA Plus Al Bukhori Sengon Tanjung pada pukul 09.00 WIB Sabtu (12/3/16). Selanjutnya, pasukan yang terdiri dari 62 bendera merah putih dan panji-panji NU bergerak menuju Kecamatan Kersana, Ketanggungan dan Larangan.

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

Sesampainya di Kecamatan Larangan, panji-panji disemayamkan di MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan. Selanjutnya diberangkatkan kembali pukul 09.00 WIB dari halaman sekolah milik yayasan NU itu ke wilayah Kecamatan Wanasari, Songgom dan finish di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Ahad (13/3/16) pukul 17.00 WIB.

Ribath Nurul Hidayah

Pada ETA terakhir, bendera Merah Putih diserahkan ke Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam KH Syeh Soleh Basalamah, Bendera NU kepada Wakil Ketua PC NU Brebes KH Asmuni, bendera IPNU ke Ketua PC IPNU Ferial Farhan IA dan bendera IPPNU kepada ketua PC IPPNU Ade Melly Selfiana.

Ribath Nurul Hidayah

Pada malam harinya diadakan pengajian dengan penceramah Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan, KH Abbas Fuad Hasyim dari Cirebon, Rais Syuriyah PB NU KH Subekhan Makmun dan KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, juga digelar lomba foto selfi yang harus diunggah di Facebook milik IPNU-IPPNU. Foto terbaik harus diunggah maksimal sampai pukul 23.00 WIB dan akan mendapatkan hadiah berupa kaos cantik dari panitia.

Selain Kirab ETA, kegiatan peringatan Harlah IPNU-IPPNU tingkat Kabupaten Brebes antara lain Pelatihan Jurnalistik dan Sekolah Aswaja. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Ribath Nurul Hidayah

Senin, 09 Januari 2017

"Kewalian" Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Ketika Jalaluddin Rumi meninggal, kucing di rumahnya terlihat sedih berhari-hari, dan lalu meninggal pula. Ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat, juga demikian, beberapa hari kemudian kucing di rumahnya meninggal, kata Kiai Husein Muhammad.

Dalam acara bedah bukunya yang berjudul “Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur” yang diselenggarakan Intelektual Muhajirin NU (IMNU) Cirebon, di Yayasan Khatulistiwa Kempek, Ahad (16/9), ia membandingkan Gus Dur dengan Jalaluddin Rumi. 

Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kewalian" Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Kiai Husein mengatakan, situasi yang sosial politik yang melingkupi saat wafatnya wali besar Jalaluddin Rumi, dimana waktu itu banyak konflik, dimana keragaman terus diperjuangkan, tetapi konflik sosial juga sangat rawan. Ini sama persis dengan situasi sosial politik di saat Gus Dur wafat. 

Ribath Nurul Hidayah

Pernyataan Kiai Husein ini dilontarkannya untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan Gus Dur selama ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam, khususnya spiritualitas Islam.

“Buku Sang Zahid ini, sesungguhnya hasil refleksi saya atas kebersamaan saya dengan Gus Dur sejak 1997. Saat itu beliau mulai sakit-sakitan, stroke, saya paling tidak waktu itu dua kali sekali dalam sebulan berkunjung ke rumah beliau. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Gus Dur berperilaku setiap hari,” demikian jelas Kiai Husein. 

Ribath Nurul Hidayah

“Gus Dur bukanlah budayawan, bukan seorang pembela HAM, bukan pembela minoritas, bukan politikus, bukan pemikir Islam dan bukan ulama, tetapi Gus Dur adalah menjadi semuanya itu. Gus Dur selama ini banyak bergerak di berbagai bidang, dan memiliki effek bagi orang banyak. Apakah yang melandasi semua gerakan itu. Yang menggerakkannya adalah spiritualitas Gus Dur, yang memiliki rujukan pada spritualitas Islam (tasawuf),” katanya.

Gus Dur sering dianggap aneh, dan ucapannya baru dianggap benar, karena ternyata di kemudian hari ucapan Gus Dur malah terbukti. Hal ini sesuai dengan spiritualitas Ibnu Athaillah Sakandari dalam kita Hikamnya yang mengatakan bahwa bagi orang-orang suci yang dekat dengan Allah, kata-katanya bisa mendahului zamannya. Ini bukan sesuatu yang aneh menurutnya, karena sering juga dialami oleh para Wali Allah. Demikianlah Kiai Husein, secara panjang lebar menjelaskan tentang sisi-sisi kewalian Gus Dur.  

Sementara itu pembanding, rektor IAIN Syeikh Nurdjati Cirebon, Prof Dr Maksum Mochtar, menyampaikan, tidak cukup untuk hanya mengagumi Gus Dur. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa seperti Gus Dur.

“Dan ini bisa saja, melalui pendidikan dengan basis penguatan neurosains mungkin saja kecerdasan kita bisa meningkat sebagaiman Gus Dur. Kita jangan lihat Gus Dur sekarang, tetapi lihatlah prosesnya menjadi sebesar itu.”

Pembanding lainnya, rektor ISIF, Prof Dr Chozin Nashuha, mengusulkan adanya pemetaan posisi Gus Dur di antara sufi-sufi besar yang ada.

“Mari kita lihat, bila dibanding dengan tokoh-tokoh sufi yang ada, maka Gus Dur itu adalah salah satu produsen pemikiran-pemikiran tasawuf, atau agen penyalur saja, ata bahkan hanya konsumen saja?” katanya, seraya melempar pertanyaan ke forum. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Mursyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri, Makam, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 03 Januari 2017

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola

Bandung, Ribath Nurul Hidayah



Direktur Pertandingan Liga Santri Nusantara (LSN) Mohamad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus mendorong Pondok Pesantren tidak hanya berhenti mempunyai tim sepak bola, tetapi setelah adanya momen Liga Santri ini sebaiknya mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB). 

“Saya pikir pesantren harus mulai berbenah. Kalau ingin serius menjadi tim yang konsisten di Liga Santri Nusantara, harus punya kaderisasi dari segi pemain. Jadi salah satu cara yang terbaik adalah membentuk SSB. Tentunya SSB-nya terdiri dari santri yang mondok di pesantren tersebut,”saran Bung Kus saat konferensi pers sebelum laga final antara Darul Huda melawan Darul Hikmah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad petang (29/10).

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola

Pada kesempatan yang sama ketua pelaksana LSN KH Abdul Ghofarrozin memaparkan pihaknya sedang menyusun kurikulum sepak bola yang akan ditawarkan ke pesantren-pesantren supaya bisa diajarkan di luar jam belajar santri. 

“Untuk pesantren yang sudah mempunyai konsen yang tinggi, kita dorong untuk mendirikan SSB ala pesantren yang disebut Pesantren Sepak Bola (PSB). Sehingga kemudian pembinaannya lebih serius lagi,” ungkap Gus Rozin, begitu ia masyhur disapa. 

Ribath Nurul Hidayah

“Kami di RMI menjajaki dengan beberapa pihak untuk pembinaan ini, baik dengan talent scounting, atau pembinaan kepada calon pelatih di pesantren-pesantren. Kita juga sudah membuka komunikasi lain, baik itu di dalam maupun di luar negeri dalam konteks pembinaan pelatih. Di pesantren-pesantren akan terbentuk sistem dan pembinaan yang baik, tidak hanya skill, tetapi juga standar gizi dan lain-lain,” pungkas Gus Rozin.

Menanggapi hal itu, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahadian menilai untuk membentuk Pesantren Olahraga memang tidak terlalu sulit, karena santri-santri sudah berdomisili dalam satu tempat.

"Kita akan membantu teknis keolahragaan, kualitas gizi serta lain-lain," tegas Bayu dihadapan belasan berbagai awak media lokal maupun nasional. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Hadits, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Banser di Mata Anggota Legislatif Batam

Batam,Ribath Nurul Hidayah

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bagian dari masyarakat. Adapun legislatif adalah wakil masyarakat. Lantas apa hubungan badan semi otonom GP Ansor itu dengan legislatif?

Banser di Mata Anggota Legislatif Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser di Mata Anggota Legislatif Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser di Mata Anggota Legislatif Batam

"Dari sisi kebangsaan satu kesatuan," ujar Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (25/11).

Melalui Banser, Nuryanto mengaku mengenal sisi kejujuran. Sehingga membuat sinergi, satu antara kata dan perbuatan.

"Sebagai anak bangsa, Banser dan legislatif, tidak bertentangan satu sama lain. Banser membentuk karakter, dan saya mendedikasikan diri mempertanggungjawabkan jiwa kebanseran melalui wakil rakyat," ujar alumni Diklatsar Banser 1998 itu.

Ribath Nurul Hidayah

Kasatkorwil Banser Kepulauan Riau itu menjadi peserta Susbanpim III digelar PP GP Ansor, di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam.

"Materi disampaikan narasumber berkompeten menambah wawasan, dari keruhaniaan hingga kebangsaan, dan itu bukan hanya cukup, tapi lebih, sangat luar biasa. Dan Insyaallah akan menopang tugas dalam melayani rakyat," katanya.

PP GP Ansor mengharapkan kader muda NU semakin berkompeten di bidang masing-masing. Harapan itu terwujud di sejumlah wilayah dan daerah.

Ribath Nurul Hidayah

Hal tersebut menurut Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas membuktikan Banser telah mengalami metamorfosis, tidak hanya petugas keamanan saat pengajian, namun mampu bersaing di sejumlah profesi dan bidang. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Makam Ribath Nurul Hidayah