Minggu, 30 Desember 2012

Pesantren dalam Kesederhanaan, Kebersamaan Sekaligus Gaya Hidup Sehat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pesantren identik dengan kesederhanaan dan kebersamaan, tetapi hal itu tidak mengurangi semangat para santri untuk terus belajar dan beribadah. Bukan berarti hal tersebut terus dibiarkan apa adanya, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama dengan Sesric (Statistical, Economic and Social Research and Training Center for Islamic Countries), sebuah organisasi yang berpusat Turki mendorong tumbuhnya perilaku gaya hidup sehat.

Pesantren dalam Kesederhanaan, Kebersamaan Sekaligus Gaya Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dalam Kesederhanaan, Kebersamaan Sekaligus Gaya Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dalam Kesederhanaan, Kebersamaan Sekaligus Gaya Hidup Sehat

Selama satu tahun belakangan ini, mereka mengunjungi sejumlah pesantren di Jawa Timur meliputi Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Di Jabar mencakup Cilacap, Depok dan Tasikmalaya sementara wilayah Jateng dipusatkan di Pati. Yang menjadi sasaran terutama pesantren yang infrastrukturnya masih kurang memadai untuk mampu memaksimalkan potensi yang ada demi menjalankan kualitas hidup yang lebih baik.?

Endang Marhumah, dari LKNU yang terlibat dalam program ini menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi bagaimana mengelola sanitasi yang baik, mengolah sampah organik atau anorganik, pengelolaan MCK, atau hal yang tampaknya sederhana tetapi penting dalam menjaga kesehatan seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk memudahkan sosialisasi ini, pihaknya juga menggelar lomba desain poster untuk mensosialisasikan perilaku gaya hidup sehat di kalangan remaja. Termasuk didalamnya ada muatan tentang dampak dan bahaya merokok di dalam ruangan bagi remaja.

Ribath Nurul Hidayah

Lomba poster ini diselenggarakan bekerjasama dengan radio Bras MF Kediri, kemudian poster-poster ini dicetak dan disebarluaskan berbagai pesantren yang menjadi sasaran program.?

Terdapat dua kelompok sasaran dalam pelatihan tersebut, pertama, para ustadz di lingkungan pesantren. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan yang mereka miliki kepada para santri atau kelompok masyarakat lain. Kelompok lain adalah para santri dan remaja. Disini, mereka juga dilatih bagaimana mengadvokasi teman sebaya. Karena bagi remaja, kelompok sebaya memiliki pengaruh yang sangat besar untuk diikuti perilakunya.

“Para santri, sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, dan berharap program ini berkelanjutan,” kata Endang.

Dalam setiap pertemuan, para santri sangat getol menanyakan berbagai persoalan terkait kesehatan yang mereka hadapi. Mereka berusaha memanfaatkan kesempatan atas hadirnya para narasumber yang memiliki kompetensi dalam bidangnya secara maksimal. Tak heran, para narasumber harus pintar-pintar membagi waktu untuk menanggapi pertanyaan, karena dalam setiap pertemuan, diikuti oleh 50 peserta.

Tak sampai disitu, untuk mencapai hasil yang berkesinambungan, hasil dari pelatihan tersebut dibuat modul pembelajaran yang nantinya digunakan para trainer untuk pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut. Modul ini disebar ke pesantren yang sudah memiliki poskestren, yang selama ini belum mengikuti pelatihan.

“Kita bekerja pada wilayah preventif, setidaknya ada kesadaran yang muncul untuk merubah perilaku yang sehat. Makanya yang disasar remaja.?

Sebelumnya, pada 25 Oktober 2013, sudah dilakukan pertemuan nasional untuk mendorong perilaku hidup sehat. Dalam acara yang dihadiri oleh direktur Sesric Prof. Savas Alpay dihasilkan sejumlah rekomendasi, diantaranya, menyerukan kepada para tokoh agama untuk turut meneruskan pesan kesehatan dan perilaku hidup sehat dalam ceramah keagamaannya, mendorong adanya pendidikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat bagi remaja di lingkungan pesantren, sekolah umum, karang taruna, remaja masjid, dan lain sebagainya.

Tokoh agama juga diminta mengajak para orang tua menjadi contoh perilaku hidup sehat di lingkungan keluarganya maupun edukasi bahaya merokok serta pengaturan area merokok untuk menghargai orang lain. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hadits, RMI NU, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 13 Desember 2012

PBNU: Kementerian Agama Belum Ramah Penyandang Tunanetra Muslim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyayangkan sikap Kemenag RI yang belum menaruh perhatian kerjanya untuk penyandang disabilitas khusunya tunanetra. Padahal, kata Kiai Said, penyandang tunanetra juga punya hak untuk mengembangkan diri dalam beragama.

Demikian disampaikan Kiai Said Aqil Siroj ketika menerima kunjungan rombongan pengasuh Pesantren Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (9/10) sore.

PBNU: Kementerian Agama Belum Ramah Penyandang Tunanetra Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kementerian Agama Belum Ramah Penyandang Tunanetra Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kementerian Agama Belum Ramah Penyandang Tunanetra Muslim

Pesantren Raudlatul Makfufin adalah lembaga pendidikan Islam yang diasuh oleh penyandang tunanetra untuk kalangan tunanetra. Mereka berkegiatan mengajarkan Al-Quran dan ilmu-ilmu agama untuk kalangan tunanetra. Mereka juga aktif mencetak sendiri Al-Quran, hadits, dan sejumlah kitab kuning dengan huruf Braille.

“Kementerian Agama RI sudah bantu belum?” tanya Kiai Said kepada rombongan yang dipimpin Pengasuh Pesantren Raudlatul Makfufin Budi Santoso.

Ribath Nurul Hidayah

“Belum kiai. Mereka belum punya anggaran katanya,” jawab  pengasuh Pesantren Raudlatul Makfufin Budi Santoso.

Ribath Nurul Hidayah

Kiai Said mencoba memfasilitasi keperluan mereka. Kiai Said mengontak salah seorang dirjen di lingkungan Kementerian Agama RI.

“Saya pribadi akan membantu 200 untuk pengadaan tanah di sekitar yayasan pesantren,” kata Kiai Said.

Kiai Said juga menjelaskan bahwa penyandang tunanetra membutuhkan Al-Quran, literatur keislaman berhuruf Braille. “Kita sudah harus memerhatikan kebutuhan mereka,” kata Kiai Said kepada Ribath Nurul Hidayah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Kajian, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 01 Desember 2012

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Tahun ini, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jepara melakukan turun ke bawah (turba) dari kecamatan ke kecamatan. Turba yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara Turba dilakukan untuk pembinaan dan sekaligus penyerahan izin operasional pondok pesantren, madrasah diniyah, dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) se-Kabupaten Jepara.

Demikian informasi yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jepara, sekaligus Kepala KUA Kecamatan Keling H Hisyam Zamroni kepada Ribath Nurul Hidayah, Senin (13/3).

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Hisyam menambahkan salah satu daerah yang menerima pembinaan dan penyerahan izin operasional adalah di wilayah paling pojok utara kaki Gunung Muria yakni Kecamatan Keling. Pelaksanaan pembinaan dan penyerahan izin operasional di Kecamatan Keling berlangsung Senin, (13/3) pagi di Pendopo Kecamatan Keling.

Ribath Nurul Hidayah

“Kecamatan Keling menjadi kecamatan ke-14 dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara. Terdapat 2 buah pondok pesantren, 83 TPQ, dan 43 madrasah diniyah di Kecamatan Keling yang menerima pembinaan dan izin operasional,” rinci Hisyam.

Ia menegaskan, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ adalah pondasi mendasar dalam pembinaan akhlakul karimah dan keimanan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ribath Nurul Hidayah

“Dengan terpenuhinya izin operasional, kepastian hukum tentang pengelolaan dan proses belajar mengajar menjadi legal, nyaman, dan tenang,” katanya.

Hisyam juga menambahkan, pada kesempatan tersebut Ketua LP Maarif NU Jepara,? H Fathul Huda menyampaikan bahwa pondok pesantren, madin, dan TPQ adalah tempat pemberdayaan keilmuan Islam dari tingkat awal sehingga membutuhkan perhatian serius. Diharapkan pembinaan dan izin operasional akan menguatkan pemahaman ajaran aswaja mereka.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H Muslih Ahmad menyatakan pentingnya membentuk sinergitas dalam proses pemberdayaan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.

“Agar pelayanannya menjadi mudah dan terkontrol tanpa ada hambatan yang berarti dari masyarakat dan pemerintah, khususnya Kanmenag,” ujar Muslih.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua RMI Jepara Kiai Rosyif Arwani; Kepala Kanmenag Jepara H Muhdi Zamru; Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Keling. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Makam Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 30 November 2012

LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) kini tengah mengembangkan kurikulum sekolah lapang yang berbasis spiritualitas dalam upaya konservasi sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.



LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas

Penyusunan kurikulum ini dilakukan bersama-sama di Jakarta pada 6-8 Agustus dengan mengundang sejumlah pengurus cabang LPPNU di Banten, DKI, Jabar dan Jateng bagian barat serta bekerjasama dengan Hanns Seidel Foundation.

Ketua LPPNU Ahmad Dimyati menjelaskan yang dimaksud berbasis spiritualitas adalah menilai pengelolaan pertanian sepenuhnya sebagai bagian dari ibadah. “Kita tak melihatnya sekedar sebagai khutbah atau ceramah, tetapi melibatkan aspek tasawwuf,” katanya dalam acara pembukaan, Jum’at (6/8).

Ribath Nurul Hidayah

Karena itu, dalam upaya penyusunan materi tersebut, LPPNU melibatkan tim yang berasal dari Jamiyyah Tarikat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah, lembaga NU yang membidani masalah tarekat.

Ribath Nurul Hidayah

Dimyati menjelaskan, lembaganya diberi amanah oleh PBNU untuk melakukan pembangunan pedesaan, pemeliharaan sumberdaya alam dan pengembangan energi hayati. Pendekatan yang dilakukan tak semata-mata soal pengetahuan dan manajerial agribisnis, tetapi melibatkan semangat spiritualitas dan keruhanian.

“Semangat spiritualitas menjadi jiwa dai LPPNU, bukan sekear berbudidaya tanaman atau memperjualbelikan hasil, tetapi benar-benar beribadah kepada Allah,” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, News, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 21 November 2012

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Empat Lawang, Ribath Nurul Hidayah . Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Empat Lawang Suamtera Selatan Drs. Burhamsyah mengapresiasi perkembangan organisasi dan warga Nahdlatutul Ulama, khususnya Muslimat di kabupaten tersebut. 

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Menurut dia, pada pembukaan Musyawarah II Pengurus Cabang Muslimat NU Empat Lawang di Hotel Kito Tanjung Padang Tebing Tinggi awal pekan pada Selasa (17/2), perkembangan NU dan banomnya di Empat Lawang sangat mendukung pembangunan kemasyarakatan dan keagamaan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai kabupaten baru di Sumatera Selatan, Empat Lawang membutuhkan warga dan organisasi seperti Muslimat NU untuk membangun di baerbagai bidang, saat ini dan masa yang akan datang.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Nyak Hafsya pada laporan pembukaannya mengatakan, PC Muslimat NU Empat lawang dalam perkembangannya, walau masih seumur jagung, namun sudah mampu membina TK, TPA, PAUD, dan Koperasi. 

Juga, sambung Nyak Hafsya, telah mampu membentuk enam pengurus anak cabang dari 10 kecamatan. Walau demikian, dalam waktu dekat pembentukan pengurus anak cabang Muslimat NU akan terbentuk di semua kecamatan. 

Ribath Nurul Hidayah

Musyawarah Cabang Muslimat NU bertema "Mari Kita Tingkatkan Peranan Wanita untuk Terwujudnya Empat Lawang Emas sebagai masyarakt Religius" tersebut dihadiri Ketua PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Ketua Tanfizyah NU Empat Lawang, Kakandepag Empat Lawang, 6 Pengurus anak cabang yang telah terbentuk dari 10 kecamatan dan warga NU. (Samir AR. Dota/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah RMI NU, Daerah, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 02 November 2012

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

Sore 14 Juni 2017, IPNU Jakarta Utara membuka acara Pesantren Ramadhan di Pesantren Yatim Al-Khairiyah. Dengan mengangkat tema Ramadhan sebagai Pemersatu Pelajar dalam Menebar Kedamaian dan Keceriaan. ? Acara ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 14 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.?

Acara dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Utara, Herly Ramadhani dan perwakilan pihak yayasan, Ust. Abdul Hamid dengan peserta sebanyak kurang lebih 35 orang, dengan rata-rata pendidikan SMP dan SMA. Ditemui setelah acara pembukaan, Zainuddin selaku ketua panitia dan wakil ketua IPNU Jakarta Utara menyatakan tempat ini dipilih karena ingin mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan untuk para santri juga.?

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

“Jadi mereka terbiasa dengan kegiatan yang kami buat, apalagi di antara kegiatannya adalah pengajian kitab,” tandas Zainuddin.

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan, salah satu yang khas adalah pengajian Risalah Ahlusunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari yang diisi oleh Muallif selaku Ketua Divisi Dakwah PC IPNU dan Muhamad Masrur sebagai Koordinator Publikasi dan Media.?

Ribath Nurul Hidayah

“Pembacaan kitab ini selama Kamis dan Jum’at jam 8.30 hingga menjelang dhuhur. Ya, meskipun ada bagian-bagian yang terlihat belum tepat jika dibaca pemula, namun kami pilihkan bagian-bagian yang sesuai dengan mereka, dalam rangka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai pendiri NU,” papar Kholiq sebagai ketua divisi acara.?

Selain pengajian kitab, kegiatan lainnya adalah diskusi dan pengajian masalah ke-NU-an, ke-IPNU-an, serta kebangsaan dan keindonesiaan. Materi ke-NU-an diisi oleh KH Muhammad Nuruddin Rangga selaku sekretaris PCNU Jakarta Utara. Materi ke-IPNU-an diisi oleh Nashrullah, selaku Ketua Divisi Pengkaderan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta. Dan, materi kebangsaan dan keindonesiaan diisi oleh Ustz. Nur Hasanuddin sebagai ketua GP Ansor Jakarta Utara.?

Ribath Nurul Hidayah

Acara ditutup pada Jumat menjelang Maghrib, diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di pesantren. Total santunan yang diberikan sebanyak 2,25 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada Edi sebagai perwakilan Pesantren oleh Herly Ramadhani.?

Ketua IPNU berharap semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali acara ini dan acara lain yang berhubungan langsung dengan remaja dan pesantren, karena NU sejatinya lahir dari rahim para santri. “Kami berupaya bisa berkontribusi membuat kegiatan positif bagi para remaja di Jakarta Utara dengan nilai-nilai khas ke-NU-an dan kepesantrenan,” tandas Herly. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 23 Oktober 2012

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Jember, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyatakan mendukung penuh dilakukannya pengusutan tuntas terhadap kasus pembunuhan dukun santet yang terjadi sekitar tahun 1998.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, H. Misbahus Salam saat menerima kunjungan Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999 di kantor PCNU Jember, Jumat (23/9).

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Menurut H. Misbah, penuntasan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus yang telah merenggut puluhan nyawa itu. “Juga untuk memberikan rasa aman bagi warga. Sebab, bisa jadi yang terbunuh bukan tukang santet beneran atau mereka telah insyaf,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengaku ngeri membayangkan saat-saat yang mencekam ketika peristiwa itu terjadi. Sebab, banyak warga yang gelisah, khususnya yang diopinikan punya ilmu hitam. Ketika itu, harga nyawa seolah begitu murah. Dikatakannya, banyak terduga dukun santet yang sudah insyaf puluhan tahun tapi tiba-tiba hilang dan pulang tanpa nyawa. “Sebaliknya, penyedidikan ini juga berguna untuk memastikan siapa otak di balik peristiwa itu.Yang juga penting adalah rehabilitasi bagi anggota keluarga korban terbunuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999, Muhamamd Nurkhoiron menegaskan bahwa berdasarkan data dari PWNU Jawa Timur, Banyuwangi menempati urutan pertama terbanyak dalam korban pembunuhan isu dukun santet, yaitu 150 orang. Sedangkan Jember hanya 53 orang.

Ribath Nurul Hidayah

“Kita kesulitan mengkroscek data di lapangan karena tak sedikit anggota keluarga korban yang sudah pindah rumah. Karena itu, kami sangat bertirima kasih atas bantuan NU Jember,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya cuma mencari tahu segala sesuatu yang terkait dengan pembunuhan dukun santet sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi guna ditindaklanjuti dalam ranah hhkum. “Kita hanya menyeldiiki ada tidaknya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut. Kalau ada nanti kita rekomendasikan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” urainya.

Selain H.Misbah, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Sekretars NU Jember, Pujiono Abd. Hamid, Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat, Koordinator Advokasi LDNU Jember, Moh. Kholili. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 09 Oktober 2012

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Makassar, Ribath Nurul Hidayah - Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco mengulas makna dan tradisi masyarakat Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri). Kiai M Sanusi Baco membahas ucapan minal aidin wal faidzin, silaturahmi, dan halal bi halal di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (11/7).

“Makna minal aidin wal faidzin mengandung doa dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya. Ucapan ini biasanya diucapkan setelah melaksanakan shalat Id,” kata Kiai Sanusi Baco dalam taushiyahnya di hadapan peserta halal bi halal yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan UIM.

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Kalimat itu, menurutnya, harapan kepada Allah SWT untuk mengembalikan umat Islam menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran.

Sedangkan silaturahmi adalah salah satu ajaran inti agama Islam. Rasullullah SAW berkata, "Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan silaturahmi".

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Secara bahasa ‘silah’ artinya menyambung. Kata ‘rahmi’ artinya tempat dikandungnya janin. Secara luas makna silaturahmi adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus, kata Kiai Sanusi Baco pada pertemuan Halal bi Halal yang juga dihadiri pengurus NU Sulawesi Selatan.

Sementara istilah halal bi halal bermakna adanya keseimbangan antara mau memberi maaf dan mau menerima maaf. “Kalau tidak seimbang, berarti halal bi haram.”

Dari segi bahasa halal bi halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. “Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku,” tandas Kiai Sanusi Baco di hadapan segenap civitas akademik Al-Gazali Makassar dan UIM. (Andy M Idris/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Oktober 2012

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Bogor, Ribath Nurul Hidayah . Dua tahun sudah Kepengurusan PCNU Kabupaten Bogor yang dinahkodai KH Muchtar Royani dan KH. omdon berlangsung, namun rentang waktu yang tergolong masih singkat itu telah menorehkan sebuah prestasi, yang terlihat Jelas adalah terwujudnya Kantor PCNU Kabupaten Bogor dengan luas 480 m2 diatas tanah seluas 767 m2. Gedung Hijau yang tergolong megah ini diresmikan Ahad ( 29/04).

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Acara peresmian dihadiri ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. “Alhamdulillah, Moment yang sudah lama kita nantikan akhirnya terkabul, yaitu Nahdliyin Kabupaten Bogor mempunyai kantor yang cukup representatif. Ini adalah milik kita, dan harus kita makmurkan dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.” Kata Abbas Ma’ruf selaku ketua Panitia dan Ketua panitia Pembangunan Gedung PCNU.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini membantu terwujudnya kantor ini, terutama Bupati Bogor yang selama ini mensuport pembangunan ini,” tambah Abbas

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Romdoni mengatakan “Selama dua tahun kepengurusan ini PCNU telah melakukan berbagai kegiatan  dengan total kegiatan sebanyak 279 kali dan menelan biaya sebesar 1,83 milyar. Selain itu PCNU Kabupaten Bogor telah melakukan registrasi anggotanya, baik secara entry manual maupun secara online.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, program-program NU harus menyentuh umat, baik kegiatan yang bersifat pembangunan Mental maupun Ekonomi ummat. "NU harus faham dan mengerti apa yang dibutuhkan ummat saat ini, dan NU harus bisa memberikan manfaat bagi Ummat.”

Ribath Nurul Hidayah

Dalam Tausiahnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, “Saatnya NU Bogor bangkit dan memberikan contoh bagi PCNU-PCNU lainnya, Bogor sebagai penyangga ibukota, mempunya posisi yang strategis dalam melakukan program-programnya. Saya yakin kepengurusan saat ini mampu,” tutur Said Aqil yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh jama’ah.

Acara Juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali, Pimpinan Parpol, Kepala Dinas, Pengurus MWC dan Ranting.

M Syarif Hidayat, ketua MWC NU Caringin , saat ditemui Ribath Nurul Hidayah mengatakan bahwa, dia membawa Jamaah 76 Motor, dan 25 Angkot. "Kepala desa Kami yang notabene juga pengurus MWC NU sangat mensuport acara ini," tandasnya.

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Quote, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 29 September 2012

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi

Jepara, Ribath Nurul Hidayah



Ketua Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan membaiat seribu santri dalam rangka memperingati Hari Santri yang digelar di halaman Masjid Baiturrahim, Tengguli, Bangsri, Jepara, Kamis (27/10)?

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi mengingatkan para pemuda supaya paham sejarah baik sejarah pahlawan kenegaraan maupun sejarah Walisongo sehingga kecintaannya tidak mudah dikendorkan oleh pihak-pihak lain.?

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi

"Para pemuda harus tahu sejarah!" tegasnya.?

Dalam kesempatan itu, Habib sepuh ini juga menekankan, kaum muslimin agar tidak mudah terprovokasi tentang isu Syiah yang ditebar oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Ia kemudian menjelaskan panjang tentang kenapa isu Syiah ini ditebar.?

"Isu Syiah ini dibuat supaya antara kiai dan habaib pecah, supaya orang tidak lagi percaya dengan Walisongo karena Walisongo itu keturunan Sayyidina Ali. Kalau orang sudah tidak percaya Walisongo maka akan kehilangan sejarah, Jika sejarah hilang, akan mudah dihancurkan," tandasnya kembali.?

Ribath Nurul Hidayah

Pada akhir acara yang diselenggarakan oleh GP Ansor Ranting Tengguli dan Sarkub Jepara ini, Habib Luthfi membacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI dengan diikuti santri-santri dari beberapa pesantren se-Kecamatan Bangsri. (Mundzir/Mukafi Niam)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Internasional, Warta Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 September 2012

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

Pekalongan, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara pribadi dan mewakili bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Habib Muhammad Luthfy bin Yahya atas prakarsa dan upaya yang telah dan akan dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

“Dengan gerakan yang dipelopori beliau Habib Luthfy, melalui Majelis Maulidurrasul seperti yang kita saksikan bersama ini, yakni menjaga persatuan dan kesatuan dan menegakkan NKRI,” katanya.

SBY menambahkan, kalau bangsa Indonesia memiliki tekad, semangat dan upaya seperti yang dicontohkan Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) selama ini, kita bersatu dan bekerja keras bersama membangun negeri, maka atas izin Allah SWT, Indonesia makin ke depan akan semakin maju, makin aman dan rakyatnya makin sejahtera.

Ribath Nurul Hidayah

Demikian dikatakan Presiden RI ke-6 saat memberikan sambutan pengarahan di hadapan puluhan ribu umat Islam yang menghadiri Majelis Maulidurrasul SAW 1435 H yang berlangsung di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan Rabu (5/2).

"Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas komitmen dan kebulatan tekad yang dipimpin Habib Luthfy untuk seti menjaga keutuhan NKRI," ujar Presiden SBY.

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakan, kalau bangsa Indonesia bisa bersatu dalam keberbedaan, baik berbeda dalam beragama, suku, etnis, bahasa, akan tetapi tetap bersatu dan berikhtiyar bersama, maka tidak ada persoalan seberat apapun yang tidak bisa kita hadapi.

Kehadiran Presiden SBY di Majelis Maulidurrasul yang diprakarsai Habib Luthfy merupakan yang keduakalinya setelah yang pertama pada bulan April 2008 yang lalu, sedangkan kali ini merupakan kunjungan yang kedua dari rangkaian kunjungan kenegaraan di beberapa daerah di jalur Pantura.

Dalam kesempatan kehadiran di Kota Batik Pekalongan, Presiden dan rombongan yang menggunakan kereta api luar biasa juga menyempatkan melihat kerusakan jalan di jalur Pantura dan beberapa sentra batik di Pekalongan bersama ibu negara Ani Yudhoyono.

Sementara itu, Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya mengatakan, kekuatan cinta tanah air sesungguhnya ada di pundak TNI dan Polri dan dirinya beserta seluruh jamaah siap mendukung sepenuhnya.

Di hadapan Presiden SBY, Habib Luthfy mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk berjanji untuk tetap setia mempertahankan NKRI dan akan melawan sekaligus menghadapi segala kekuatan yang akan menggoyahkan NKRI.

Tampak hadir beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, yakni Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud HM. Nuh, Menteri Agama H. Surya Dharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sosial Saleh Al Jufri, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini. Kemudian Kapolri Jendral Polisi Sutarman, Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko, ribuan ulama, kiai, habaib dari berbagai pelosok tanah air.

Kegiatan maulid di Kanzus Sholawat dimulai sejak pagi diisi dengan pembacaan qasidah maulid Simtud Duror, Dalailul Khoirot, jamaah Shalat Dhuhur dan puncak acara maulid dan diakhiri dengan sambutan shohibul bait, sambutan Gubernur Jawa Tengah dan sambutan pengarahan Presiden. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 22 Agustus 2012

Universitas NU di Kubu Raya Kalbar Segera Berdiri

Sungai Raya, Ribath Nurul Hidayah. Nahdlatul Ulama akan membangun universitas umum di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang akan menjadi perguruan tinggi umum pertama di kabupaten itu.

"Tidak lama lagi, Kabupaten Kubu Raya yang merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Barat akan memiliki Universitas Nahdlatul Ulama, perguruan tinggi tersebut nantinya akan menjadi perguruan tinggi NU satu-satunya di Kalbar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalbar," kata Ketua NU Kalimantan Barat ? M Zeet Hamdy Assovie.

Universitas NU di Kubu Raya Kalbar Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU di Kubu Raya Kalbar Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU di Kubu Raya Kalbar Segera Berdiri

Dia mengakua NU sudah cukup lama mempersiapkan segala hal, termasuk administrasi pembangunan.?

Ribath Nurul Hidayah

"Sudah tiga tahun segala administrasi baik mengenai perizinan hingga persiapan tenaga pengajarnya telah dipersiapkannya untuk membangunan Universitas NU tersebut. Sekarang tinggal menunggu proses perizinan lahan yang kita pinta untuk dibangun di Kabupaten Kubu Raya," tuturnya.?

M Zeet menyatakan Universitas NU ini bukan universitas berbasis agama, namun bersifat umum dan terbuka.?

Ribath Nurul Hidayah

"Selain terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, universitas NU memiliki fakultas yang sangat universal dan sangat riil untuk menghadapi jaman yang semakin maju," katanya.

NU juga sudah mempersiapkan matang dosen pengajar di universitas itu dari tenaga-tenaga berdedikasi tinggi.?

"Semua fakultas yang akan kita sediakan telah memiliki dosen pengajar yang memang ahli di bidangnya. Jadi begitu universitas ini diresmikan, maka kegiatan belajar mengajarnya bisa langsung dimulai," tuturnya.

Universitas ini akan memiliki empat fakultas dan 16 program studi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Olahraga Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 29 Juni 2012

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 20 grup mewakili komisariat IPNU dan IPPNU di kabupaten Cirebon memadati Kantor NU Center, Sumber, Ahad (9/3) pagi. Mereka mengadu kecepatan dan pengetahuan dalam cerdas cermat yang digelar PCNU kabupaten Cirebon dalam peringatan harlah ke-88 NU.

Peserta lomba merupakan perwakilan anak cabang serta komisariat IPNU dan IPPNU di SMA, Pesantren, bahkan SMP. Untuk sampai di babak final, mereka harus melalui babak penyisihan dan babak semifinal.

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Perlombaan ini dijurikan oleh pengurus harian cabang Fatayat NU, GP Ansor, dan Pembina IPNU dan IPPNU Cirebon. Materi yang dijadikan soal menyangkut perihal wawasan keislaman, ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan pengetahuan umum.

Ribath Nurul Hidayah

Penanggung jawab lomba cerdas cermat Murjiah mengatakan, lomba ini diformat sebagai ajang silaturahmi antarpelajar NU. Terutama sekali kata Murjiah, “Evaluasi terhadap tunas-tunas NU dalam memahami tradisi ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan wawasan umum.”

Setelah melewati tiga babak itu, grup perwakilan komisariat MAN Kalimukti keluar sebagai pemenang lomba skor tertinggi. Sedangkan juara kedua diraih oleh grup perwakilan anak cabang Depok. Juara ketiga, grup perwakilan anak cabang Losari.

Ribath Nurul Hidayah

Tiga pemenang ini akan mendapat trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara puncak peringatan harlah ke-88 PCNU kabupaten Cirebon di stadion Ranggajati Sumber, Sabtu, 15 Maret 2014. (Marleni Adiya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Sejarah, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 25 Juni 2012

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Nama Izza Nur Layla, dalam beberapa hari terakhir ini tiba-tiba mencuat bak meteor menyusul keberhasilannya  meraih medali emas dalam ajang kompetisi internasional bidang agribisnis di Thailand. Dia adalah satu dari dua santri Indonesia yang meraih jawara dalam ajang bergensi tersebut.

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Santri Juara Internasional yang Anak Pedagang Rombeng

Menurut wakil pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Robith Qoshidi, santrinya itu memang tergolong anak yang cedas, sejak duduk di bangku Tsanwiyah hingga Aliyah.

“Dia kader Aswaja yang cerdas. Dia hafal alfiah, dia paham dalil-dalil tahlil, talqin dan sebagainya. Itu karena sekolah kami ada penekanan baca kitab kuning dan kitab-kitab Aswaja,” tuturnya di kediamannya, akhir pekan lalu (22/2).

Ribath Nurul Hidayah

Izza adalah putri keempat dari pasangan H Abd Roqib dan Futiha. Kehidupan keluarga Izza sangat sederhana, tinggal di pusat kota, tepatnya Jalan Dr. Sutomo 8 Jember, bersebelahan dengan rumah Bupati MZA Djalal.

Ribath Nurul Hidayah

Ayah Izza bekerja sebagai pedagang rombeng, yaitu pedagang barang-barang bekas seperti kipas, radio dan lain-lain di Pasar Gebang. Itulah sumber mata pencaharian satu-satunya. Kegiatan lainnya, H. Roqib membuka taman pendidikan al-Qur’an (TPA) di rumahnya, yang setiap sore didatangi anak-anak kecil untuk belajar mengaji. Kegiatan tersebut dijalaninya dengan ikhlas, tanpa pamrih sedikitpun.

“Saya tidak hafal siapa saja  pernah belajar ngaji di sini, karena saya tidak pernah mencatat nama-namnya. Dari awal saya memang berniat cuma ingin agar anak-anak bisa mengaji, tanpa pernah meminta iuran seperak pun. Dan saya yakin keberhasilan anak-anak saya juga karena doa murid-murid saya,” ucapnya.

Keempat  anak H. Roqib sudah  menikah kecuali si bungsu, Izza. Kendati H. Roqib tergolong kurang mampu secara ekonomi, namun anak-anaknya berhasil meraih gelar S1 dengan profesi yang berbeda, bahkan ada yang hafidz. Mereka semua mendapat beasiswa, sehingga H. Roqib tak perlu mengeluarkan biaya kecuali di saat pendaftaran saja, termasuk, Izza.

Saat lulus MA Nuris, Izza berhasil meraih beasiswa melalui program pertukaran pelajar dengan The Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC). Pertukaran pelajar ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Menteri Agama RI dan SBPAC yang ditandatangani di Naradhiwas University pada September 2013. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 30 Mei 2012

PBNU Minta Kemendikbud Tarik Buku TK Ajarkan Radikalisme

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah



Ketua PBNU Bidang Pengkaderan, Nusron Wahid, meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menarik semua buku pelajaran anak Taman Kanak-kanak (TK) bermuatan penyebaran paham radikalisme.?

PBNU Minta Kemendikbud Tarik Buku TK Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Kemendikbud Tarik Buku TK Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Kemendikbud Tarik Buku TK Ajarkan Radikalisme

"Ini sangat bahaya sehingga pemerintah harus bertindak cepat. Sisir semua daerah yang ada peredaran buku itu dan segera tarik dari peredaran. Pemerintah jangan membiarkan anak-anak kita dirusak pikirannya dengan penyelundupan paham radikalis," kata Nusron yang juga kepala BNPTKI itu, di Jakarta, Kamis.

Menurut mantan ketua umum GP Ansor ini, buku-buku tersebut harus segera dicabut dari peredaran karena berpotensi menjadi sarana cuci otak agar generasi bangsa mulai tertanam paham radikalisme sejak dini.

Dia menegaskan, berbagai muatan sampingan juga harus diusut tuntas, di antaranya doktrinasi tentang sektarianisme, penghasutan, dan lain-lain.?

Ribath Nurul Hidayah

Dalam buku yang ditemukan oleh GP Ansor di Depok, Jawa Barat, berisi kata-kata yang dinilai tidak pas, di antaranya gelora hati ke Saudi, bom, sahid di medan jihad, dan selesai raih bantai Kiai.?

Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata rela mati bela agama, gegana ada dimana, bila agama kita dihina kita tiada rela, basoka dibawa lari, dan kenapa fobi pada agama.

Ribath Nurul Hidayah

Buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul Anak Islam Suka Membaca. Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme. Buku tersebut dicetak pertama pada 1999 sudah dicetak ulang 167 kali hingga 2015. ?

Penerbit buku Anak Islam suka membaca itu Pustaka Amanah, beralamat Jalan Cakra Nomor 30 Kauman, Solo, Jawa Tengah, dengan penulis Murani Mustain.?

Menurut informasi dari Sekjen GP Ansor Adung Abdurrochman, penulis buku Anak Islam Suka Membaca itu, Mustain, istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 15 Mei 2012

Gerakan Islam Non-Parlemen Perlu Diwaspadai

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Gerakan Islam non parlemen perlu diwaspadai. Dalam lingkup parlemen, gerakan Islam yang tergabung dalam partai politik masih mempunyai semangat keindonesiaan. Sementara perkembangan gerakan non-parlemen pada titik tertentu mengkampanyekan anti-demokrasi.

Demikian disampaikan aktivis The Wahid Institut, Rumadi, dalam Seminar Kebangsaan “Menyoal Gerakan Islam Transnasional; Membumikan Laju dan Eksistensi Islam Kultural” yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU) Jepara, di Gedung NU setempat, Jum’at (15/6).

Gerakan Islam Non-Parlemen Perlu Diwaspadai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Islam Non-Parlemen Perlu Diwaspadai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Islam Non-Parlemen Perlu Diwaspadai

Dalam lingkup Parlemen, Islam menjadi asas partai politik (parpol). Misalnya dalam tubuh PPP dan PKS. “Saya tidak terlalu mengkhawatirkan ideologi Islam sebagai parpol,” katanya.?

Ribath Nurul Hidayah

Apalagi ditegaskannya, partai Islam dalam sejarah perpolitikan di Indonesia tidak pernah menang dalam Pemilu. Sejak Pemilu 1955-2009 suara Partai Islam mengalami pasang surut suara. Paling banyak di tahun 1955 dengan 45%, tahun 1982 antara 12-15%, tahun 1999 sekitar 35% dan 2009 kurang lebih 30%. Berbeda di negara muslim seperti Mesir, partai Islam gabungan Ikhwanul Muslimin dan Nurus Salafi memenangi pemilu dengan 70%.?

Ribath Nurul Hidayah

Yang perlu diwaspadai, tambahnya gerakan islam yang masuk non-parlemen., seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan Khilafah Islamiyahnya, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan masih banyak lagi yang mendominasi perbincangan publik.?

Munculnya kelompok-kelompok tersebut bersamaan dengan intoleransi di Indonesia. Pernah di tahun 2009 jelas Rumadi, HTI dan kawan-kawan yang sejalan mengeluarkan argumen yang intinya tidak perlu ikut pemilu. “Dikatakan, demokrasi itu kafir dan sebagainya,” tambahnya.?

Hadir dalam seminar itu Dr H Mashudi MAg dosen INISNU Jepara yang memaparkan makalah Gerakan Islam Transnasional vs Gerakan Islam Kultural.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, News, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 13 Mei 2012

Kiai Said: Negara dan Agama Dua Amanah Santri yang Harus Dijaga

Pekalongan, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak hanya mengapresiasi langkah Menkopolhukam yang secara resmi membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah tepat, akan tetapi NU beserta santri dan pesantren serta banomnya seperti Banser dan Pagar Nusa akan selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga agama yang moderat dan keutuhan NKRI.

Demikian ditegaskan KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU pada acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren (Ponpes) Ribatul Muta’allimin Landungsari, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (8/5) kemarin.

Kiai Said: Negara dan Agama Dua Amanah Santri yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Negara dan Agama Dua Amanah Santri yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Negara dan Agama Dua Amanah Santri yang Harus Dijaga

Dikatakannya, sikap pembelaan terhadap negara yang disuarakan Nahdlatul Ulama bukan tanpa dasar, melainkan satu bentuk aplikasi dari apa yang diajarkan Rasulullah.

“Lima belas abad yang lalu Rasulullah telah membangun perabadan dunia ketatanegaraan yang modern. Pendirian Kota Madinah yang dulunya bernama Kota Yasrib merupakan satu bukti Rasulullah telah mempraktikkan satu prinsip muwathonah dalam bernegara dengan basis membangun kewarganegaraan atau citizenship bukan mendirikan kewargaagamaan,” tegasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Kiai Said mengingatkan, agama yang tawasuth dan tasamuh dalam bernegara adalah amanah santri yang harus kita jaga sebagaimana para ulama dan kiai mengajarkan kepada kita. Karena sikap tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran) adalah ciri orang yang berilmu dan berakhlak baik, sedangkan yang radikal dan intoleran itulah cermin orang yang sebaliknya.

Para ulama sudah mencontohkan seperti Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Imam Bonjol bahkan KH Hasyim Asy’ari yang pernah dipenjara pada saat zaman Jepang telah menfatwakan wajib hukumnya melawan penjajah pada tahun 1945.

Acara yang dihadiri oleh ribuan santri, ratusan tamu undangan, juga nampak hadir para Pengurus Cabang, Pengurus MWCNU dan Ranting NU se-Kota Pekalonngan, pengasuh pesantren se Kota Pekalongan, Walikota Pekalongan dan Wakil Walikota Pekalongan yang juga Ketua Yayasan Ponpes Ribatul Muta’allimin Pekalongan. (Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Hadits, Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 13 April 2012

Jangan Biarkan Mahasiswa Dicekoki Ajaran Islam Radikal

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, terpilih masuk dalam Majelis Wali Amanat perwakilan masyarakat di Universitas Indonesia (UI), dan siap membersihkan kampus tersebut dari aliran Islam radikal. Mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dinilai sangat berbahaya jika terus menerus dicekoki ajaran Islam radikal. 

"Mahasiswa itu calon pemimpin bangsa, jangan sampai mereka terus menerus dicekoki ajaran Islam radikal," tegas Kiai Said di Jakarta, Selasa (27/4). 

Jangan Biarkan Mahasiswa Dicekoki Ajaran Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Biarkan Mahasiswa Dicekoki Ajaran Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Biarkan Mahasiswa Dicekoki Ajaran Islam Radikal

Di kampus UI, lanjut Kiai Said, sebagaimana lokasi perkuliahan umum lainnya saat ini diindikasikan tengah dikuasai oleh aliran Islam radikal. Salah satu indikasinya adanya banyaknya liqa atau pertemuan-pertemuan di luar kampus yang mengajarkan aliran Islam radikal. 

Ribath Nurul Hidayah

"Sudah banyak laporan yang saya terima. Dan pada kenyataannya memang di kampus-kampus umum seperti UI yang banyak di

temukan. Di Universitas islam ada, tapi tidak sebanyak di kampus-kampus umum," urai Kiai Said. 

Ribath Nurul Hidayah

Untuk merealisasikan keinginan membersihkan kampus UI dari aliran Islam radikal, Kiai Said akan mengusulkan diperbanyaknya kegiatan ekstra kampus yang bernafaskan Ahlussunnah wal Jamaah. 

Kiai Said masuk ke dalam Majelis Wali Amanat perwakilan masyarakat setelah dipilih oleh Senat Akademik Universitas Indonesia (UI), Kamis (26/4). Terdapat 5 nama lain selaing Kiai Said, masing-masing mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Alwi Abdurrahman Shihab, Anugrah Pekerti, Bagir Manan, Endriartono Sutarto. 

Sebagai bagian dari Majelis Wali Amanat perwakilan masyarakat, Kiai Said dan sejumlah tokoh lainnya memiliki tugas memberikan nasehar, masukan dan ide-ide baru sebagai gagasan untuk pengembangan UI ke arah yang lebih bagis. Terdapat 3 program yang ingin diterapkannya, yaitu menjadikan UI sebagai universitas yang bisa diandalkan di Indonesia, serta bisa bersaing secara regional maupun internasional. 

Kedua adalah membersihkan kampus UI dari kelompok Islam radikal, sementara yang ketiga adalah melaksanakan pemilihan pejabat setingkat rektor, wakil rektor, guru besar, dekan, kepala jurusan dan jabatan-jabatan lainnya secara objektif, bersih dan demokratis. 

Penulis: Emha Nabil Haroen 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai Ribath Nurul Hidayah

Senin, 09 April 2012

Gus Dur Presiden karena Tirakat Sang Ayah

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jadi presiden, semua orang telah mafhum. Gus Dur sudah mengetahui dirinya kelak akan jadi presiden, banyak orang yang sudah memberi testimoni. Tapi ternyata jika dirunut lebih ke belakang lagi, proses kepresiden Gus Dur ada di masa orang tuanya, KH Wahid Hasyim.?

Salah satu tradisi warga NU, jika mempunyai cita-cita tinggi atau tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu, selain melakukan usaha secara lahir, juga melakukan sejumlah riyadhoh atau upaya-upaya yang bersifat spiritual seperti puasa, sholat tahajjud, merutinkan bacaan ayat tertentu, membaca Dalail dan lainnya.

Gus Dur Presiden karena Tirakat Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Presiden karena Tirakat Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Presiden karena Tirakat Sang Ayah

KH Hasib Wahab, pengasuh pesantren Tambak Beras Jombang, yang juga putra KH Wahab Hasbullah suatu ketika pernah mendapat cerita dari ayahnya bahwa KH Wahid Hasyim memiliki cita-cita besar menjadi pemimpin bangsa, entah menjadi presiden atau perdana menteri. Oleh seorang kiai sepuh, ia diminta melakukan sebuah tirakat, tetapi risikonya besar, jika gagal menjalaninya sampai akhir, bisa meninggal. Riyadhoh yang harus dijalani adalah melakukan puasa selama lima tahun penuh, di luar hari tasyrik atau hari-hari besar yang dilarang menjalankan puasa.

Ribath Nurul Hidayah

Oleh Kiai Wahid Hasyim, riyadhoh tersebut dijalaninya dengan baik. Setiap hari ia melakukan puasa, apapun kondisinya. Dalam buku biografinya, dikisahkan, Kiai Wahid sampai berpura-pura makan bersama tamu untuk menghormatinya. Puasa tersebut bisa dijalaninya selama 3 tahun 8 bulan ketika ia mengalami kecelakaan di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953 pada umur 38 tahun.

Ia meninggal belum sempat menyelesaikan riyadhohnya atau mencapai cita-citanya? tetapi yang berhasil mencapai adalah putra pertamanya, Abdurrahman Wahid yang kita kenal sebagai Gus Dur yang berhasil menjadi presiden ke-4 RI.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam suatu kesempatan di istana ketika Gus Dur masih menjadi presiden, Gus Hasib pernah menahkikkan atau di cek ulang kebenaran cerita dari Mbah Wahab tersebut, Gus Dur mengiyakan.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 07 April 2012

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016

Johor Bahru, Ribath Nurul Hidayah

Nuris United FC Jember, juara Liga Santri Nusantara 2015 akhirnya memenuhi target juara di kejuaraan sepakbola U-18 Malindo Cup 2016, dalam partai final setelah membungkam tuan rumah Sekolah Sukan Tunku Mahkota Malaysia 2-1 di Stadion Sekolah Sukan Tunku Mahkota Ismail (Sabtu 21 Mei 2016 petang)

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016

Setelah peluit panjang dimulai, tim Nuris langsung memimpin permainan dan membuahkan gol yang dilakukan oleh Muhammad Kevy yang memanfaatkan dengan baik umpan silang dari Richard Rahmad.

Ditinggal 1-0 tim tuan rumah mulai memperbaiki performa permainan dan tampil menekan. Serangan demi serangan dilakukan dari lapangan tengah dan pemain sayap. Pada menit ke-40, tim tuan rumah membalas ketertinggalan dengan tendangan bebas M Ramlan (9) ke gawang Nuris FC. Kedudukan akhirnya imbang 1-1 sampai babak turun minum selesai.

Ribath Nurul Hidayah

Pada babak kedua pertarungan makin ketat kedua tim saling membuka serangan. Namun Nuris United kemudian memimpin lagi permainan. Pada pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-50, terjadi handball di kotak terlarang.

Ribath Nurul Hidayah

Kesempatan melesatkan tendangan penalti tak disia-siakan tim Nuris. Richard Rachmad, pemain nomor punggung 10 dipercaya mengeksekusi tendangan dan akhirnya menghasilkan gol dengan kedudukan 2-1.

Di menit-menit akhir tim tuan rumah terus mengancam gawang Nuris tetapi penjaga gawang Nuris FC selalu berhasil menghadang serangan tuan rumah. Sampai babak kedua selesai, kedudukan masih sama 2-1. Tanda kemengan bagi Nuris FC

Begitu peluit panjang berbunyi, pelatih Nuris United, Sutikno bersama official berhamburan masuk ke lapangan memeluk pasukannya merayakan kemenangan. Begitu pula pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni yang ikut mendampingi tim Nuris sebagai konsultan bersama Husni Mubarok dan Mukafi Makki.

"Ini kemenangan yang sangat membanggakan bagi Nuris," kata Sutikno. "Anda lihat sendiri beberapa pemain kami mulai kram pada babak kedua. Tapi mereka tetap fight terus sampai akhirnya menang," ungkap Pelatih asal Jember Jawa Timur itu

Berita keberhasilan Nuris itu disambut hangat M. Arifin Majid, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora yang membidangi kegiatan Liga Santri Nusantara.

"Ini membuktikan bahwa potensi sepakbola di kalangan santri memang menjanjikan," ujarnya. "Jadi, dukungan yang diberikan Pemerintah selama ini melalui Liga Santri Nusantara sudah tepat," ia menegaskan.? (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 06 April 2012

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail

Sleman, Ribath Nurul Hidayah 

Adalah Samsul, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pada malam takbiran, mementaskan wayang Ma’el Gugat di aula sekretariat PMII Komisariat Wahid Hasyim Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Yogyakarta, pada Senin malam (14/10). 

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembelihan Gusti Allah Bernama Ismail

Pentas yang dimulai pukul 20.00 tersebut, menceritakan anak bernama Ma’el. Ia mendapat titah atau tugas untuk ngawula (mengabdi). 

Alkisah, di Kahyangan terjadi kebakaran. Ma’el turun tangan untuk membangunnya kembali. Pada kenyataannya, kebijakan-kebijakan kerajaan tidak sesuai dengan kemaslahatan. Maka Ma’el berupaya untuk mengembalikan kebijakan sesuai nilai Tuhan. 

Ribath Nurul Hidayah

Di tengah pergulatan itu, ia dihadapkan pada cobaan besar yang turun dari Kahyangan lewat ayahandanya, Brehem. 

Sebelumnya, pada suatu malam, ketika Brehem sedang bertapa di bukit Nuun, ia ditemui kakek jelmaan Sang Hyang Ismaya. Kakek itu membawa kabar bahwa anak laki-lakinya telah usai menjalankan tugas di muka bumi dan Kahyangan. Sudah saatnya anaknya itu kembali menghadap Sang Hyang Moho Tunggal. Singkat kata, kakek itu menyuruh Brehem untuk membunuh anaknya, Ma’el.  

Ribath Nurul Hidayah

Akhirnya, Ma’el menyadari, untuk menyempurnakan titahya sebagai ngawulo, diserahkanlah raga dan nyawanya untuk membuktikan kengawuloannya sebagai hamba. Ma’el pun menusukkan keris ayahnya ke dadanya sendiri dengan diiringi tangis Brehem, ayah yang sangat mencintainya. 

Setelah Dalang Samsul menyelesaikan perjalanan cerita pewayangannya, ia mengajak hadirin untuk mengumandangkan kalimat takbir khas lebaran yang telah menjadi suatu kebiasaan, atau mungkin sudah bisa dibilang sebagai kebudayaan. 

Kemudian, lantunan takbir tersebut disambut dengan parade tadarus puisi beberapa kader PMII UII. Di antara mereka, membawakan puisi-puisi tokoh terkenal seperti karya Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), dan WS. Rendra. 

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tahlilan singkat yang dipimpin Imron Rosyadi. Kemudian dilanjutkan lagi dengan lantunan gema takbir. Lalu, peserta dipersilakan untuk ikut mengisi dan mempersembahkan puisi untuk menyemarakkan malam tadarus puisi malam itu dengan puisi pribadi atau puisi-puisi yang telah disediakan oleh panitia.

Pementasan puisi PMII Komisariat Wahid Hasyim UII tersebut berjudul “Ma’el Beleh-belehaning Gusti Allah” menjadi acara puncak tadarus puisi pada malam itu. Puisi tersebut diciptakan dan dibawakan Muhammad Najih. 

Puisi itu menggambarkan penderitaan Ummu Hajar ketika berjuang melawan tekanan saat ditinggal sendiri bersama anaknya yang baru lahir di tanah gersang Mekkah. Juga ketegaran Nabi Ibrahim ketika diperintah untuk menyembelih anaknya sendiri yang lama ia tinggalkan dan keikhlasan Ismail menerima perintah penyembelihannya.

Acara tersebut merupakan acara yang diadakan oleh kader-kader PMII UII untuk mengisi malam takbiran Idul Adha dengan warna baru, yang diekspresikan melalui lantunan puisi dan pementasan-pementasan berbau kebudayaan lain. 

Pada kesempatan itu diadakan peluncuran komunitas Cadas (cinarito ing kabudayan sandiworo) yang baru saja dibentuk oleh kader-kader PMII UII untuk mewadahi potensi kader dalam bidang seni dan budaya. (Muhammad Najih-Samsul Ariski/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Sejarah, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 31 Maret 2012

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah - Upaya menekan dan mengantisipasi penyalagunaan narkoba terus dilakukan oleh Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) PAC GP Ansor Krian Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, Baanar PAC GP Ansor Krian menggandeng Bonek, para pelajar, okp, dan BNNK Sidoarjo dalam melakukan penyuluhan bahaya barang haram tersebut.

"Baanar Ansor Krian terus melakukan penyuluhan bahaya narkoba kepada masyarakat agar generasi bangsa tidak terjerumus ke dalamnya. Mengingat di wilayah Krian sudah menjadi zona merah yang merupakan cukup banyak pengguna, pengedar dan kepemilikan barang haram itu," kata Ketua Baanar GP Ansor Krian Rofik di kantor Desa Gamping, Krian, Ahad (12/3) malam.

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Bonek, Ansor Krian Gencar Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Menurut Ketua GP Ansor Krian M Azwar Annas, Ansor Krian tak akan berhenti menyosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya penyalagunaan narkotika. Sebab, jika setiap hari masyarakat diberikan pembekalan atau wawasan tentang obat-obatan terlarang akan semakin paham.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengajak semua element masyarakat untuk melakukan kerja sama dalam memberantas dan memberikan informasi ke warga di tingkat bawah maupaun pelajar, terkait dampak dari penggunaan narkoba itu sendiri.

"Pelaku penyalagunaan narkoba sangat besar, sebab itu, kami berharap di setiap desa ada duta atau satgas antinarkoba yang bertugas mendampingi, memberi informasi ke tengah-tengah masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba," ujar Annas. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Internasional, Daerah, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 17 Maret 2012

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah - Banyaknya tantangan berupa pendangakalan Aswaja hendaknya menyadarkan semua pihak untuk semakin giat dalam menyapa umat. Mereka harus semakin intensif didatangi agar tidak sampai dimasuki oleh paham lain yang cenderung merusak.

"Para pemimpin umat, khususnya pegiat Aswaja jangan hanya menyukupkan ceramah sesuai jadwal yang ada, tapi semakin giat memantau perkembangan di akar rumput," kata Ustadz Idrus Ramli, Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Ahad (13/3), saat menjadi narasumber pada kegiatan Daurah Aswaja Internasional lil Gawagis se-Jawa Timur.

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Menurutnya,? kalangan penyerang amaliyah NU kerap memanfaatkan tempat ibadah seperti mushalla dan masjid yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya. "Dari mulai mencoba aktif sebagai tenaga kebersihan, menjadi muadzin hingga akhirnya menguasai jadwal imam rawatib dan pengajian di masjid dan mushalla yang ada," terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan para tokoh agama adalah dengan terus berupaya menyapa masyarakat di luar jadwal pengajian rutin yang dimiliki. "Karena mereka akan menguasai tempat ibadah yang jarang disapa dan dikunjungi tokoh agama di komunitas tersebut," ungkapnya.

Bagi Ustadz Idrus, kelebihan kelompok yang sering menguasai masjid dan mushalla tersebut adalah konsistensinya dalam menjaga dan menguasai jadwal ibadah. "Maklum, mereka didukung oleh pendanaan yang besar, sehingga tidak lagi disibukkan dengan kegiatan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya," katanya.

"Saya yakin, pemahaman peserta daurah tentang Aswaja sudah benar dan tidak diragukan karena berasal dari kalangan gus dan ning yang notabene adalah putra-putri kiai serta pengampu pesantren," jelasnya. Namun, yang sangat mendesak adalah bagaimana jadwal menyapa dan mendampingi masyarakat awam kian ditingkatkan agar merasa semakin terayomi.

Ribath Nurul Hidayah

Pada kegiatan yang diikuti ratusan gus dan ning utusan dari kota dan kabupaten se-Jatim tersebut, Ustadz Idrus berharap ada rutinan pengajian yang diisi tokoh agama setempat agar umat tidak kecolongan. "Kalau kerap menyapa umat dan warga, pasti mereka akan terus merasa hormat," katanya.

Ustadz Idrus Ramli menjadi narasumber pertama pada kegiatan yang berlangsung di aula PWNU Jatim, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Narasumber lain adalah Ustadz Maruf Khozin (Surabaya), Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman al-Khauli al-Rifai al-Husaini (Lebanon) serta KH Marzuki Mustamar dari Malang. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 16 Maret 2012

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Subang, Ribath Nurul Hidayah. Peace Corps, salah satu Non Goverment Organization (NGO) di Amerika Serikat, mengirim beberapa relawan untuk mengajar bahasa inggris di sekolah atau madrasah yang ada di negara berkembang, di antaranya Indonesia.

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Madrasah yang dikunjungi oleh relawan tersebut salah satunya adalah MTs-MA Terpadu Daarul Ikhlash, Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (7/3).

Aep Robayat selaku Kepala MA Daarul Ikhlash mengatakan sengaja mengundang relawan itu untuk berbagi tips dan informasi kepada para pelajar tentang bahasa inggris dan juga tentang Amerika.

Ribath Nurul Hidayah

"Program ini sangat membantu kami dan anak-anak supaya mudah dalam mempelajari bahasa Inggris, karena kita semua paham bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional," tambah Aep yang juga bendahara LPPNU Subang tersebut

Sementara itu, Nate Roth dan Natalie Linwong, relawan yang berkunjung ke MTs dan MA Terpadu Darul Ikhlash merasa bangga dan senang dengan Indonesia

Ribath Nurul Hidayah

"Kami sangat senang dengan orang Indonesia karena orangnya ramah-ramah, kami sangat senang berada di sini (Indonesia)," tambah Nate Roth, alumni University Of Chicago ini.

Dari pantauan Ribath Nurul Hidayah, para pelajar terlihat senang ketika Nate Roth dan Natalie Linwong memberikan materi pelajaran bahasa inggris yang disisipi dengan game. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Maret 2012

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

Manusia tidak selalu sehat dan senang. Sekali waktu ia terserang penyakit. Adakala ia menanggung sebuah musibah entah kerugian terus menerus, kekeringan tak kunjung usai, tanaman di sawah yang tak pernah hasil, kecelakaan, penipuan, dan bentuk musibah lainnya. Dalam keadaan sehat dan sakit, senang dan susah, manusia mesti mengembalikan hati dan pikirannya kepada Allah SWT.

Terlebih lagi dalam keadaan sakit dan tertimpa bala. Dalam keadaan terjepit seperti ini manusia dianjurkan untuk berdoa sebagai berikut agar beban sakit dan musibah yang diderita terkurangi. Berikut ini doanya.

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhirrahmânirrahîm, tawakkaltu ‘alal hayyil ladzî lâ yamût. Walhamdulillâhil ladzî lam yattakhidz waladan, wa lam yakullahû syarîkun fil mulki, wa lam yakullahû waliyyun minadz dzulli, wa kabbirhu takbîrâ, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzîm.

Lâ ilâha illallâhul adhîmul halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil adhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardhi. Lâ ilâha illallâh rabbul ‘arsyil karîm. Allâhummaj‘al lî min kulli dlîqin farajaw wa makhrajâ.

Wa man yattaqillâha yaj‘al lahû makhrajâ, wa yarzuqhu min haitsu lâ yahtasib. Wa man yatawakkal ‘alallâhi fahuwa hasbuh. Innallâha bâlighu amrih. Wad ja‘alallâhu likulli syai’in qadrâ. Wa man yattaqillâha yukaffir ‘anhu sayyi’âtihi wa yu‘dhim lahû ajrâ.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

Lâ ilâha illâ anta. Subhânaka innî kuntu minadh dhâlimîn.

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku serahkan diriku kepada Tuhan yang hidup, yang tidak mati. Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki anak, tidak menjadikan sekutu di dalam kerajaan-Nya, dan tidak menjadikan pelindung yang menjaga-Nya dari kehinaan. Besarkanlah Allah dengan kebesaran-Nya. Tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tiada Tuhan yang disembah selain Allah Yang Maha Besar lagi tiada lekas murka. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang besar. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang mulia. Hai Tuhanku, jadikan bagiku keluasan dari setiap kesusahan dan jadikan bagiku jalan keluar daripadanya.

Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan keluasan jalan dan memberinya rezeki dari sesuatu yang tak terduga olehnya. Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, niscaya Allah memeliharanya. Sungguh Allah menggagahi kita dalam segala perintah-Nya. Alah telah menjadikan segala sesuatu itu ada batasnya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah mengampuni akan segala dosanya dan akan membesarkan pahalanya.

Tiada tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang melakukan aniaya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Dengan kembali kepada Allah, semua beban yang diderita manusia akan terasa ringan. Karena Allah hadir menyertai mereka yang bersabar. Dari sanalah pintu kemudahan diharapkan terbuka. Simpulan dan kebuntuan mulai terurai. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Bulan Ramadhan tahun ini, Ribath Nurul Hidayah/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Ribath Nurul Hidayah dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Ribath Nurul Hidayah, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Ribath Nurul Hidayah juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

Ribath Nurul Hidayah

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Ribath Nurul Hidayah.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nusantara, Kiai Ribath Nurul Hidayah