Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

Ribath Nurul Hidayah

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

Ribath Nurul Hidayah

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Quote Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 07 Januari 2018

Perangi Radikalisme dan Kekerasan Seksual, Pagar Nusa Bentuk Laskar Anti Kekerasan

Lampung Timur, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Ajengan Mimih Haeruman menegaskan komitmen para pendekar NU untuk memerangi radikalisme, terorisme, kekerasan atasnama agama dan kekerasan seksual yang marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Sejak dulu NU selalu menjadi garda terdepan untuk membentengi negeri ini dari berbagai ancaman. Kini, Pagar Nusa sebagai pendekarnya NU membentuk Laskar Anti Kekerasan. Kami siap membentengi bangsa dan negara yang kini sedang terancam oleh berbagai bentuk kekerasan. Baik kekerasan struktural, kekerasan vertikal maupun horizontal,” kata Mimih usai mengikuti apel 10.000 pendekar dan pengajian akbar di Lapangan Merdeka, Sribhawono, Lampung Timur, Selasa (31/5).

Pembentukan Laskar Anti Kekerasan, menurut Pimpinan Padepokan Santri Manuk Heulang Tasikmalaya itu, bukan bermaksud mengambil peran negara dan aparat pemerintahan, dari sipil maupun militer. Tetapi Laskar Anti kekerasan yang dibentuk Pagar Nusa ini justru menjadi mitra aparat dalam melakukan pencegahan dini, pendampingan serta mendorong aparat untuk tegas dalam menegakkan keadilan.?

Perangi Radikalisme dan Kekerasan Seksual, Pagar Nusa Bentuk Laskar Anti Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Radikalisme dan Kekerasan Seksual, Pagar Nusa Bentuk Laskar Anti Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Radikalisme dan Kekerasan Seksual, Pagar Nusa Bentuk Laskar Anti Kekerasan

“Laskar anti kekerasan ini akan dibentuk di tujuh provinsi. Selanjutnya pengurus wilayah dan pengurus cabang, kita intruksikan membentuk hingga di berbagai titik. Agar masyarakat mendapat pencerahan dalam mencegah terjadinya kekerasan dalam bentuk apapun. Sementara para korban, kita lakukan pendampingan agar terobati dari trauma,” papar Mimih.

Sebagai bentuk pencegahan dini terhadap maraknya aksi kekerasan seksual misalnya, Laskar Anti Kekerasan dari pendekar perempuan akan memberi latihan bela diri. Di samping itu, laskar ini juga akan mengajak kepada tokoh masyarakat setempat untuk memahami berbagai bentuk kekerasan. Masyarakat, menurut Mimih, perlu diberi penyuluhan agar menghentikan sikap diskriminatif dan kekerasan dalam bentuk apapun.

“Meski terdiri dari para pendekar, Laskar Anti Kekerasan tidak akan mengerahkan kekuatan fisik, keuali terpaksa. Laskar ini bergerak dengan penuh cinta. Menjunjung nilai kemanusiaan. Ini juga merupakan perwujudan nilai Pancasila. Tidak hanya mendorong penghapusan kekerasan seksual. Kekerasan atasnama negara atau atasnama agama sekalipun, harus dihentikan,“ tandasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara, Bupati Lampung Timur, Chusnunia mengaku bersyukur daerahnya dijadikan titik awal pembentukan laskar anti kekerasan. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengupayakan terbentuknya desa ramah dan mendukung Pagar Nusa Lampung Timur, untuk membentuk laskar anti kekerasan hingga ke desa-desa.

Ribath Nurul Hidayah

“Kami akan membentuk desa ramah anak sebagai komitmen untuk mendorong penghapusan kekerasan seksual dan kekerasan atasnama apapun,” ujarnya.

Hal sama diungkap Sekjend PBNU, Helmy Faishal Zaeni, yang mendorong terbentuknya rekonsiliasi nasional atas sejumlah tragedi kebangsaan yang pernah mewarnai sejarah negeri ini. “Tapi kami juga mendesak pemerintah agar tegas terhadap sejumlah kelompok dan organisasi yang mengancam eksistensi negara,” imbuhnya. (Abdul Malik/Zunus) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote Ribath Nurul Hidayah

Senin, 18 Desember 2017

160 RPK Ansor Lampung, Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

Bandar Lampung, Ribath Nurul Hidayah. Gerakan Pemuda Ansor Lampung terus berkomitmen menunjukan kecintaan dan pengabdiannya bagi ? bangsa Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) di 15 kabupaten/kota di daerah itu.

160 RPK Ansor Lampung, Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
160 RPK Ansor Lampung, Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

160 RPK Ansor Lampung, Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

"Setiap Pimpinan Cabang Pemuda Ansor di kabupaten atau kota masing-masing akan memiliki 10 RPK. 10 lagi pimpinan wilayah, jadi total ada 160 RPK yang kami miliki," ujar Ketua PW GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim, Jumat, di Bandar Lampung (16/6).

RPK merupakan salah satu program Perum Bulog untuk mendistribusikan pangan dalam penugasan menjaga stabilisasi harga nasional. GP Ansor Lampung memantapkan diri mengambil RPK berbekal pengalaman penyelenggaraan pasar murah di 15 kabupaten/kota pada Ramadhan 1438 H ini.

"Sabtu 17 Juni 2017, bertempat di PW GP Ansor Lampung, Jalan Raden Gunawan II, Rajabasa, Bandar Lampung, kami akan menandatangani nota kesepahaman dengan Bulog menindaklanjuti arahan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang menginisiasi gerakan kewirausahaan yang Insya Allah berdampak positif bagi masyarakat," kata Hidir lagi.

Ribath Nurul Hidayah

RPK Ansor di Lampung nantinya akan menyediakan komoditi seperti telur, bawang putih, terigu, gula pasir, beras dan minyak goreng dengan harga relatif lebih rendah dari umumnya.

"Upaya ini adalah keharusan dilakukan kader Ansor. Untuk menggerakkan organisasi membutuhkan kreativitas dan kemauan. Itulah jalan yang harus ditempuh setiap organisatoris," papar dia lagi.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menyambut baik upaya pimpinan wilayah mendorong kemandirian kader.

"Ini jalan menunjukkan jati diri organisasi dengan harakah atau gerakan, bukan wacana atau sekedar omong kosong sehingga kami bisa menegaskan dengan perbuatan, bahwa Ansor merupakan organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat dengan segala kekurangannya," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu.

Di Way Kanan, imbuh aktivis Gusdurian itu menambahkan, RPK tersebar di lima kecamatan dan beberapa kampung. Satu dikelola PAC Way Tuba, lalu PAC Negeri Besar tiga RPK. Selanjutnya di PAC Banjit, Negeri Agung dan Pakuan Ratu masing-masing dua RPK. Total sepuluh RPK.

"Melalui RPK ini, kami ingin menegaskan Ansor Untuk Masyarakat. Karena kami ialah organisasi action, bukan organisasi fashion," kata Gatot. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 Desember 2017

Pilih Ketua Baru, GP Ansor Pariaman Mulai Bangkit

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Konferensi cabang ke-III yang memunculkan nama Ori Sativa Sakban sebagai Ketua terpilih GP Ansor kota Pariaman masa bakti 2014-2017, menunjukkan semangat baru bagi Ansor Pariaman. Kalau sebelumnya ketua Ansor hanya ditunjuk, kini Ansor Pariaman sudah melangsungkan konferensi yang dihadiri utusan anak cabang.

Pilih Ketua Baru, GP Ansor Pariaman Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Ketua Baru, GP Ansor Pariaman Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Ketua Baru, GP Ansor Pariaman Mulai Bangkit

Demikian dikatakan Bendahara PW GP Ansor Sumatra Barat Armaidi Tanjung dalam sambutan penutup konferensi di aula pesantren Nahdlatul Ulum desa Kajai kecamatan Pariaman Timur kota Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (12/1) petang.

“Keterlibatan semua anak cabang GP Ansor di kota Pariaman menandai kebangkitan GP Ansor Pariaman, terlebih lagi ketua terpilih sudah aktif sebelumnya di organisasi pelajar dan kemahasiswaan. Sehingga, ia diharapkan lebih aktif mengembangkan Ansor di Kota Pariaman,” terang Armaidi seperti pers rilis kiriman GP Ansor Sumbar, Senin (13/1).

Ribath Nurul Hidayah

Sedangkan Ori Sativa mengungkapkan, banyak hal bisa dilakukan GP Ansor terutama bagaimana membesarkan NU dan GP Ansor. Selama di Ansor kita harus berproses sehingga bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Ribath Nurul Hidayah

“Setiap kader dan pengurus ? Ansor harus dijiwai nilai-nilai Islam. Dengan demikian berproses di Ansor tidak hanya sekedar berorganisasi, namun menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat,” kata Ori dalam sambutannya setelah terpilih.

Menutup sambutannya, Ori yang juga mantan Ketua PC PMII Pariaman mengharapkan dukungan dan kekompakan jajarannya dalam menjalankan amanah organisasi.

Konfercab dihadiri Asisten I Pemko Pariaman Lukman Syam, Ketua LAZISNU Sumbar Febby Dt Bangso Nan Putih, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Ahlussunnah, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 28 November 2017

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto

Purwokerto, Ribath Nurul Hidayah. Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang selalu digelar oleh setiap Pondok Pesantren. Dimana berbagai macam kegiatan selalu digelar guna memeriahkan perhelatan agung tahunan tersebut. Dari mulai lomba-lomba, bakti sosial, hingga pertunjikan hiburan.?

Pondok Pesantren Darussalam Dukuwaluh Purwokerto asuhan KH Khariri Shofa, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas, mengelar acara haflah akhirrusanah sekaligus peringatan ulang tahun ke 11 tahun.?

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto

Dengan mengambil tema mengeratkan nilai-nilai kebudayaan dalam bingkai kebinekaan, para santri Pesantren Darussalam diharapkan selalu menjaga tradisi dan budaya Islam Ahlussunnah wal jamaah.?

Serangkaian kegiatan digelar, dari mulai lomba voli antar pondok, festival hadrah, tahlil akbar dan ziarah kubur yang dimulai sejak Sabtu (16/7) pagi itu berjalan dengan meriah.?

Pada puncaknya, Ahad (17/7) malam. Sebanyak 77 santri putra dan putri mengikuti Khotmil Juzz Amma bil ghoib wal mana yang kemudian dirangkai dengan pengajian akbar oleh KH Amin Budi Harjono atau yang lebih dikenal dengan Kiai Budi.

Ribath Nurul Hidayah

Kiai sufi yang selalu tampil khas dengan udeng-udengnya di kepala itu selalu menebar benih-benih cinta di setiap petuah-petuah yang ia sampaikan. Sambari sesekali mendendangkan melodi cinta yang ditemani oleh para penari sufi.?

Kiai Budi berpesan agar tetap menjaga perdamaian Indonesia dan melestarikan ajaran nasionalisme yang telah ditanamkan oleh para pejuang bangsa. Menurutnya bangsa yang kuat adalah yang tidak melupakan akar sejarah.

Ribath Nurul Hidayah

"Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan perdamaian. Setiap Idul Fitri atau lebaran di Indonesia punya tradisi Halal bihalal, yang artinya momen memaafkan secara nasional, sebuah tradisi yang tidak dimiliki oleh bansa lain, bahkan negara Islam pun tak memilikinya," paparnya.?

Kiai Budi juga mempersilakan para tamu undangan, antara lain Camat Kembaran, Kapolsek, Dandim serta para kiai lainya untuk naik ke atas panggung dan memberikan tanggapan terkait persoalan bangsa yang terjadi hari-hari ini.

Dipenghujung acara ia mengajak semua hadirin dan tamu undangan untuk berdiri bersama mendendangkan sholawat cinta, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan diiringi musik rebana serta musik beatbox dari Sihe Baldatana, sang beatboxer dari Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto. (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Makam, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 25 November 2017

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember akan diperingati besar-besaran di Surabaya. Acara dipusatkan di areal Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Kali ini acara besar itu akan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qura’ wal Huffadz (JQH) Jawa Timur, bekerjasama dengan MUI, PWNU, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Direncanakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dan gubernur di seluruh Indonesia akan turut hadir dalam perhelatan besar itu. “Semua undangan sudah kami sampaikan, dan dipastikan sudah sampai di tangan masing-masing yang kami undang,” kata KH Drs Abdullah Faqih, SH, Ketua Panitia Haul Pahlawan Nasional kepada Ribath Nurul Hidayah di Surabaya, Selasa (6/11).

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Ustadz Faqih menuturkan, dalam pelaksanaan nanti pihaknya akan melibatkan 1945 hafidz (penghafal Al-Quran putra) dan hafidzah (penghafal Al-Quran putri). Pengambilan jumlah itu disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa hari bersejarah di Surabaya itu.

Para Qori’ adalah para anggota JQH di seluruh Jawa Timur. Faqih menyatakan, pihaknya tidak kesulitan mencari penghafal Al-Quran sebanyak itu di wilayah kerjanya, sebab tidak kurang dari 9.000 anggota JQH Jatim adalah seorang hafidz/hafidzah.

“Itu yang sudah terdaftar resmi hafal 30 juz, yang belum terdaftar masih banyak,” tutur alumnus Pondok Pesantren Langitan itu. Ia menuturkan, dalam rapat pleno persiapan yang dilakukan pada awal November lalu, sudah ada 3.900 orang yang mendaftar. “Ya nanti kita bagi, selebih dari 1945 orang, sisanya sebagai mustami’in saja,” imbuh Sekretaris JQH Jawa Timur itu.

Ribath Nurul Hidayah

Di tempat yang sama, H Ahid Sufiaji, Wakil Majelis Ilmi JQH Jatim menjelaskan, acara akan dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan khatmil Quran bil ghaib oleh 1945 orang penghafal Al-Quran di 114 majelis. Setiap majelis berada di dalam masjid, hanya 9 di antaranya adalah majelis besar yang berada di areal Monumen Tugu Pahlawan.

Penggunaan angka 9 disesuaikan dengan angka keramat NU. Jam 11.00 WIB berarti Al-Quran telah dikhatamkan sebanyak 114 kali. Angka itu adalah angka seluruh jumlah ayat yang ada dalam Al-Quran.

Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus baru PW JQH Jatim, disusul dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama untuk para pahlawan. Baru setelah itu dilakukan sambutan-sambutan, termasuk di dalamnya amanat presiden dan ceramah umum yang akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A Hasyim Muzadi. Sedangkan doa penutup akan disampaikan oleh DR KH MA Sahal Mahfudh.?

Ribath Nurul Hidayah

Anggota FKB DPRD Jatim itu menuturkan, tidak kurang dari 4.000 undangan telah diedarkan. Mereka adalah para penghafal Al-Quran, para pengurus Ormas Islam, partai politik, para kepala daerah tingkat II se-Jatim, gubernur se-Indonesia, veteran, seniman, budayawan, banom-banom dan lembaga NU, para calon gubernur, dan lain-lain.

“Pokoknya acara ini sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi untuk mempererat persaudaraan bangsa,” tutur H Ahid, yang duduk di dewan penasehat kepanitiaan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Pahlawan kali ini sengaja dibuat besar-besaran, karena jasa para pahlawan yang meletakkan kemerdekaan negeri ini juga besar. Sebenarnya ide semacam itu sudah muncul 3 tahun lalu, namun baru kali ini bisa dilaksanakan. “Semoga kali ini tidak ada lagi gangguan di tengah jalan,” ujarnya berharap. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Nusantara, Quote Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 14 November 2017

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ribath Nurul Hidayah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Ribath Nurul Hidayah

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

 

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Ubudiyah, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Kiai Mas Subadar Penjaga “Wewangen” Fiqh

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Kepergian Rais Syuriyah PBNU KH Mas Subadar Pasuruan, Jawa Timur menyisakan kesedihan mendalam tak hanya bagi keluarga, santri, masyarakat, organisasi, tapi juga sahabat-sahabatnya. Salah satu yang merasa kehilangan adalah KH Masdar F. Mas’udi. ?

Kiai Mas Subadar Penjaga “Wewangen” Fiqh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mas Subadar Penjaga “Wewangen” Fiqh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mas Subadar Penjaga “Wewangen” Fiqh

Kiai Masdar yang juga Rais Syuriyah PBNU terkenan akan forum-forum bahtsul masail PBNU. Dia dan Kiai Mas Subadar sering terjadi perbedaan pendapat.

Bisa dikatakan, pendapat yang disampaikan Kiai Masdar selalu bertolak belakang dengan pendapat Kiai Mas Subadar. Tapi karena itulah forum menjadi dinamis.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya berterima kasih banyak dengan pendapat dan sikapnya itu! Allah yarham!” ujarnya mendoakan.

Dari forum semacam itu, Kiai Masdar bisa mengetahui kealiman dan kedalaman Kiai Mas Subadar dalam bidang fiqh.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya bersaksi almarhum itu kiai besar dan seorang faqih dengan ketelitian yang sangat tinggi. Bacaannya luas, mendalam dengan keteguhan yang hampir tak kenal kompromi dalam memegangi wewangen (norma-norma) fiqh,” jelasnya kepada Ribath Nurul Hidayah Ahad (31/7).

Dengan demikian, NU kehilangan besar atas kepergiannya. “Semoga almarhum diterima dengan suka cita dalam sorga-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkannya pun dapat menerima takdir ini dengan lapang dada dan keikhlasan. Selamat jalan ke alam baqa, Kyai,” pungkasnya.

Kiai Mas Subadar meninggal pada Sabtu malam (30/7). Ia adalah salah seorang dari sembilan kiai terpilih yang masuk pada ti Ahlul Halli wal ‘aqdi pada Muktamar ke-33 Jombang, Jawa Timur. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 09 November 2017

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Oleh H Sujatmiko Huda

Berjuta maaf saya sampaikan kalau tulisan ini jauh panggang dari api, jauh pena dari ilmu. Sebab, tulisan ini hanya kontemplasi diri atas fenomena di abad googleliyah ini. Refleksi diri yang awam dan jahil alias bodoh. 

Dulu (menurut cerita para orangtua), kenyamanan beribadah dan mencari ilmu (khususnya agama) agak sedikit terganggu. Terlebih kalau sudah masuk senja, hanya mengandalkan lampu tempel (yang minyaknya sangat dihemat-hemat), tapi semangat anak-anak kecil untuk mencari ilmu kepada seorang yang dianggap mumpuni keilmuannya sangatlah besar. Bahkan semangat yang besar itu seakan menjadi kobaran api yang mengalahkan kobaran obor yang dibawa mereka saat mencari ilmu. Karena buat mereka, menghilangkan kebodohan adalah awal dari kesuksesan.

Mereka amat semangat untuk mengaji agama kepada pak kiai, pak ustadz, guru, ajengan dan seterusnya, demi ilmu dan demi kesuksesan dunia akhirat. Tapi ternyata, bukan hanya ilmu yang mereka cari, bukan cuma impian sukses yang mereka harapkan, mereka pun belajar berakhlak yang baik, akhlak al karimah. Betapa mereka amat bergembira bila mencium telapak tangan ibu dan bapaknya ketika berangkat mengaji, lalu mencium telapak tangan gurunya ketika tiba di pengajian. Tidak berani membantah perkataan orangtua, perintah guru dan seterusnya. 

Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Sekarang di zaman twitteriyah dan facebookiyah ini, entah fenomena apa yang sedang ku saksikan sebenarnya. Bada maghrib mereka kaum muda lebih senang buka facebook, google, yahoo messenger, twitter dan seterusnya hanya untuk post status, demi mengeluh dan mengadukan masalah-masalahnya ke semua teman mayanya. Dan yang lebih ironis serta kronis, yaitu mereka me-repost catatan-catatan keilmuan/keagamaan tanpa pernah memiliki guru yang membimbing. Mereka sudah merasa sangat pandai dan ‘alim bila me-repost/share link-link keagamaan tersebut atau tulisan keagamaan dari buku yang dia baca.

Bahwa mencari ilmu itu sebuah kewajiban bagi muslim adalah benar, tapi belajar kepada guru untuk mencari ilmu adalah keharusan dalam agama. Belajar tanpa guru, maka syaithan yang menjadi gurunya, begitu para ulama mengatakan.

Ribath Nurul Hidayah

Dan celakanya, mereka anggap internet itu adalah guru yang kompeten dan pakar dalam agama, akhirnya mereka melupakan dan mengacuhkan kitab-kitab yang dibawakan oleh para guru dalam sebuah majlis talim. Sehingga pantas jika mereka hanya memiliki kemampuan knowledge saja tapi tidak memiliki keunggulan dalam akhlak. Mereka senang menyalahkan perilaku orang lain, gemar menganggap orang lain itu salah, bahkan mereka berani mengatakan orang lain itu melakukan perbuatan syirik dan kafir, karena mereka menganggap orang lain itu melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh agama. Padahal yang menurut mereka ajaran agama itu sebenarnya adalah ajaran internet. Mereka faham agama sebatas lisan dan mata, bukan kandungan dari agama itu sendiri.

Tidak terlarang mencari pengetahuan dari apapun termasuk dari eyang google dan sebangsanya, tapi yakinkan apa yang kita lihat dan pelajari itu adalah sesuatu yang haq dengan bimbingan seorang guru.

Lihatlah salah satu syarat dalam mencari ilmu, yaitu irsyadul ustadz atau bimbingan seorang guru. Dan perhatikanlah tujuan dari bitsaturrasul,yaitu li utammima makarimal akhlaq atau menyempurnakan akhlak yang baik.

Sujatmiko Huda, Santri Majelis al Musnid Bekasi

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Humor Islam, Quote Ribath Nurul Hidayah

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Sidoarjo, Ribath Nurul Hidayah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Sidoarjo menginginkan Ujian Nasional tingkat SMK/SMA yang akan di gelar 13-15 April dan SMP/MTs tanggal 4-7 Mei mendatang bisa lulus seratus persen.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua IPNU-IPPNU Sidoarjo pada acara doa bersama menjelang ujian nasional tingkat SMP/MTs sederajat yang di gelar di Masjid Agung Sidoarjo, Rabu (8/4) lalu.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Ketua IPNU Sidoarjo M. Syaikhul Maarif mengatakan tujuan digelarnya doa bersama ini untuk melatih spiritual dan mental para pelajar khususnya yang ada di Sidoarjo supaya siap dalam menghadapi Ujian Nasional.

Ribath Nurul Hidayah

"Untuk saat ini doa bersama diikuti oleh pelajar SMP/MTs sekitar 5 ribu peserta. Besok, Kamis (9/4) akan diadakan hal yang sama untuk tingkat SMA/SMK. Kami berharap supaya para pelajar yang mengikuti Ujian Nasional nantinya bisa lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan," kata Syaikhul Maarif kepada Ribath Nurul Hidayah usai menggelar doa bersama.

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua IPPNU Sidoarjo Nur Yanti Afidah bahwa dengan dilaksanakannya doa ini nantinya para pelajar baik tingkat SMP atau MTs se-Kabupaten Sidoarjo dapat menyiapkan mental mereka.

Ribath Nurul Hidayah

"Beberapa hari yang lalu para pelajar sudah diberikan materi sebagai bahan pelatihan di sekolah. Maka hari ini kita berdoa bersama semoga mereka mendapatkan nilai yang memuaskan dan lulus seratus persen. Karena perjuangan itu harus disertai dengan doa," pungkas Nur Yanti Afidah.

Dalam pelaksanaan istighosah yang di pimpin langsung oleh Rais Syuriah PC NU Sidoarjo KH Rofiq Siroj dan ditutup dengan doa oleh Ketua PC NU Sidoarjo KH Abdi Manaf itu berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Para pelajar pun berdoa dengan penuh khusu. Mereka berharap pada ujian nanti bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dan bisa diterima kejenjang sekolah menengah atas. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Olahraga, Quote, Syariah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 04 Oktober 2017

Libatkan Puskesmas Pal Lima, Pelajar MTs Aswaja Periksa Kesehatan

Pontianak, Ribath Nurul Hidayah - Dua orang petugas lapangan dari Puskesmas Pal Lima Pontianak Barat mengunjungi MTs Aswaja Pontianak di Jalan Husein Hamzah Pontianak, Rabu (14/9). Pihak Puskesmas? melakukan kunjungan rutin sebagai konsekuensi kemitraan antara MTs Aswaja dan pihak puskesmas.

Kunjungan ini diisi dengan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan gigi, telinga, dan mata. Petugas Puskesmas Pal Lima yang melakukan pemeriksaan kali ini adalah Ade Dahlia dan Tugirah.

Libatkan Puskesmas Pal Lima, Pelajar MTs Aswaja Periksa Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan Puskesmas Pal Lima, Pelajar MTs Aswaja Periksa Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan Puskesmas Pal Lima, Pelajar MTs Aswaja Periksa Kesehatan

Mereka menyatakan bahwa kesehatan gigi, telinga dan mata ini penting untuk diperhatikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka merekomendasikan beberapa siswa yang untuk memeriksakan kesehatan secara rutin di Puskesmas.

Sementara Koordinator UKS MTs Aswaja Amriana menyebutkan bahwa program penyuluhan ini merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak dalam rangka menciptakan kondisi dan suasana belajar yang bersih dan nyaman, tentunya dengan siswa yang sehat.

Ribath Nurul Hidayah

Amriana juga mengusulkan usulan kepada pihak Puskesmas agar dapat meningkatkan kerja sama dengan memeriksa kesehatan anggota tubuh lain para siswa di madrasahnya.

Pemeriksaan yang disaksikan oleh Kepala MTs Aswaja Pontianak Sholihin HZ ini dikhususkan pelajar baru MTs Aswaja kelas VII a dan VII b.

Ribath Nurul Hidayah

Sholihin HZ mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama Puskesmas Pal Lima dalam rangka bersama-sama membina anak-anak khususnya di bidang kesehatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hadits, Quote Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 September 2017

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang

Kendal,Ribath Nurul Hidayah

Pengurus NU di tingkat ranting (desa) diminta memberikan masukan atau usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di desa masing-masing di kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah.

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang

Permintaan itu disampaikan Camat Patean, Yanuar Fatoni, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Konferensi MWCNU Patean di Pondo Pesantren Salafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean, Sabtu (7/1).

"Saya minta pengurus NU di desa masing-masing di kecamatan Patean dapat memberikan masukan dan usulan dalam acara Musrenbang desa demi kemajuan pembangunan di kecamatan Patean," pinta Yanuar Camat muda yang tetap bertahan dalam mutasi pejabat 3 Januari lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Musrenbang di kecamatan Patean, tambah Yanuar, sudah dimulai awal Januari di beberapa desa dan terus bergilir sampai akhir Januari. Dikatakan,? program yang diusulkan di desa yang sudah melaksanakan Musrenbang sebagian besar masih berupa fisik.

Munurutnya perlu juga diusulkan program yang bersifat pengembangan sumber daya manusia seperti pelatihan-pelatihan.

Ribath Nurul Hidayah

"Oleh karenanya saya minta pengurus NU ditingkat desa harus aktif memberikan masukan yang positif dalam Musrenbang di desanya."

Disampaikan juga bahwa struktur organisasi pemerintahan desa juga akan mengalami perampingan. Salah satunya adalah mengurangi ketergantuan peran Modin dalam mengurusi orang meninggal dunia. (Ahmad Fahroji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 03 September 2017

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah

Dalam shalat kita tidak hanya dituntut sekadar memenuhi syarat dan rukunnya secara formal. Melalui shalat kita juga dituntut untuk memenuhi kewajiban shalat, aturan-aturan formal, dan kesempurnaan shalat sedapat mungkin. Memang tidak ada batasan sejauhmana seseorang mewujudkan shalat berikut esensinya mengingat perbedaan kemampuan masing-masing orang. Tetapi masing-masing kita dituntut untuk mengejar esensi shalat

Mengomentari perkataan Sayyidina Umar “Siapa yang menjaga kewajiban dan menjaga kesempurnaan shalat,” Ibnul Arabi mengatakan, “Aku melihat ribuan orang bahkan tak terhitung menjaga kewajiban shalat, tetapi orang yang menjaga kewajiban shalat dengan khusyuk dan kehadiran penuh hanya terhitung dengan lima jari.”

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah

Yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa shalat adalah kesempatan bagi manusia untuk membersihkan diri dalam artian seluas-luasnya dan membuka pintu ghaib sehingga shalat benar-benar efektif untuk menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan munkar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Artinya, “(Shalat itu) kesucian hati dari dosa karena shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, menghapus dosa, dan membuka pintu-pintu ghaib dengan penampakan kuasa-Nya seperti ditunjukkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, ‘Shalat tempat munajat dan tambang kebersihan.’ Shalat adalah ‘tempat’ terdekat seorang hamba dan Penciptanya; ‘tempat’ menghadap di hadapan-Nya tanpa perantara selain menyebut-Nya; dan pelaksanaan tugas-tugas kehambaan dalam menghadap dan melihatnya,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, Syirkah Al-Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 110).

Ribath Nurul Hidayah

Bagaimana shalat mencegah perbuatan keji dan munkar? Shalat membuka pintu ghaib. Dari sini orang yang shalat menyaksikan kuasa Allah SWT sehingga ia takut dan juga malu untuk melakuka perbuatan keji dan munkar.

Di samping itu, shalat merupakan kesempatan emas bagi manusia untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Ketika shalat seseorang memasuki dimensi di mana ia menyadari bahwa ia yang bukan apa-apa sedang menghadap Allah Yang Maha Kuasa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tegal, Quote Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 Agustus 2017

Rezekimu Tak Akan Tertukar dengan Orang Lain

Sukohar,jo Ribath Nurul Hidayah. Kiai Soni Parsono yang pemilik radio Aswaja Al-Hidayah FM berpendapat rezeki seseorang itu tidak akan tertukar dengan milik orang lain.

“Seseorang itu sudah ditentukan rezekinya masing-masing,” katanya pada pengajian dan shalawat rutin di halaman salah satu supermarket daerah Pabelan kecamatan Kartasura atau tepatnya di sebelah barat jembatan penyebarangan Pabelan, Ahad pagi (9/2),   

Rezekimu Tak Akan Tertukar dengan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Rezekimu Tak Akan Tertukar dengan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Rezekimu Tak Akan Tertukar dengan Orang Lain

Menurut dia, yang disampaikan pada pengajian yang dihadiri para kiai dan habaib Solo Raya ini, soal rezeki itu manusia diwajibkan untuk mendapatkannya dari ketetapan Allah.

Ribath Nurul Hidayah

Mengawali kajian, ia mengutip perkataan Ibnu Athoillah Al Askandary dalam kitab Al-Hikam yaitu “arih nafsaka mina attadbiri” , tenangkanlah nafsumu atau keinginanmu dari urusan tadbir, yakni bersusah-payah dan merasa risau di dalam mengatur keperluan-keperluan hidup.

Lebih lanjut ia juga menceritakan burung Ababil yang membawa batu untuk menyerang pasukan bergajah yang dikisahkan dalam surat Al-Fil, “batu-batu yang dibawa oleh burung Ababil tersebut masing-masing sudah ada namanya, sehingga tidak akan salah lempar dan tertukar”, paparnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia juga mencontohkan bagaimana potongan kepala ikan laut bisa menjadi rezekinya kucing, “kucing itu tidak bisa berenang, logikannya tidak mungkin kucing bisa makan kepala ikan.”

Namun, kata dia, karena sudah menjadi ketetapan bahwa kepala ikan itu adalah rezekinya kucing, sehingga dari proses panjang mulai dari nelayan yang menangkap ikan, dijual ke pasar, dibeli dan dimasak seseorang, pada akhirnya kepala ikan menjadi rezeki kucing.

Di akhir taushiyah, kiai yang juga pengusaha itu pun mengimbau agar kita umat Islam menjadi umat yang kuat dan pantang menyerah dalam segala hal termasuk dalam sektor ekonomi.

“Karena itu (ekonomi) bisa menjadi salah satu jalan dakwa kita,” pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kiai, Quote Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Juni 2017

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Bondowoso, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bondowoso berdoa bersama untuk musibah korban kekerasan Rohingya di Myanmar. Istighotsah ini yang dilaksanakan cukup sederhana ini diikuti beberapa pimpinan ranting, anak cabang, lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor, Banser beserta pengurus harian cabang GP Ansor di Sekretariat GP Ansor Bondowoso Jalan KH Mas Mansur Nomor 09 Kelurahan Belindungan Kecamatan Bondowoso, Ahad (3/9) sore.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kita melaksanakan doa bersama-sama dan istighotsah bersama untuk saudara kita yang sekarang membutuhkan bantuan kita yaitu di Myanmar.

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Gelar Istighotsah untuk Korban Kekerasan Rohingya

Dimana kita sebagai saudara Muslim, saudara sesama manusia tentunya membutuhkan uluran tangan doa dan kita semua yang mana saat ini saudara kita etnis Rohingya di Myanmar itu betul-betul mengalami sebuah kekerasan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh sesama manusia yang terjadi di Myanmar.

"Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana, selain acara itu juga syukuran hari Kemerdekaan RI, istighotsah serta mendoakan saudara Muslim Rohingya di Myanmar," jelasnya sebelum acara di mulai pada waktu itu.

Ribath Nurul Hidayah

Doa dan istighotsah bersama tersebut dipimpin langsung oleh sekretaris lembaga majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor (RA) GP Ansor Bondowoso Abdul Salam dan ditutup doa oleh Ketua majelis zikir dan shalawat RA Bondowoso Ahmad Junaidi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Quote, Santri Ribath Nurul Hidayah

Senin, 05 Juni 2017

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Tehran, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad , Minggu (11/2) mengungkapkan, Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya.



Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Di sela-sela peringatan ulang tahun Revolusi Islam Iran ke-28, Ahmadinejad telah siap melakukan perundingan dengan masyarakat internasional terkait dengan program nuklirnya untuk misi sipil yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Ahmadinejad yang selama ini dibuat kesal oleh tuntutan Dewan Keamanan PBB agar segera menghentikan aktivitas nuklirnya mengungkapkan bahwa negaranya telah berhasil membangung 3000 mesin pemusing di Natanz.

Ribath Nurul Hidayah

Ahmadinejad menegaskan bahwa negaranya telah melewati "saat-saat yang sulit dan memenuhi hak (nuklir) nya."

Mantan Walikota Tehran tersebut juga menambahkan bahwa program nuklirnya sesuai dengan aturan-aturan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang melarang negara manapun untuk memproduksi senjata nuklir.

Ribath Nurul Hidayah

"Kami siap melakukan dialog namun tidak akan menghentikan aktivitas (nuklir) kami...Pemerintah akan mempertahankan hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum," terang Ahmadinejad.

Seperti diberitakan sumber Associated Press, Ababila Iran sampai batas akhir bulan ini belum juga menghentikan aktivitas uraniumnya, maka Dewan Keamanan PBB telah menyiapkan sanksi kepada Iran.

Sejumlah kalangan moderat mengingatkan Presiden Ahmadinejad untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan provokatif yang dinilainya berpotensi menyulut ketegangan antara Iran dan Barat.

Sehari sebelumnya, negosiator olong Iran, Ali Larijani mengatakan, Iran tidak menebarkan ancaman kepada Israel dan menambahkan bahwa negaranya sedang mencoba membangun citra yang lebih baik.

"Bahwa Iran akan mengancam Israel itu salah," kata Larijani saat menghadiri konferensi keamanan di Jerman, Minggu (11/2) dan menambahkan bahwa "riset dan pengembangan nuklir" tidak akan memberikan ancaman kepada negara manapun juga termasuk Israel. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 28 Mei 2017

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah - Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang baik memerlukan kebersamaan. Tanpa kebersamaan, akan sulit mencapai kesuksesan pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantran.

Hal itu disampaikan KH Moh Zuhri Zaini saat memberikan tausiyah di acara silaturahim dan rapat wali Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/9).

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

“Tanpa adanya dukungan dari wali santri, kami yang di dalam lingkungan pesantren akan berat. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan adanya cara pandang yang sama dalam pendidikan pesantren,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Kiai Zuhri Zaini, banyak perubahan yang akan dilakukan di pesantren. Mulai dari tata kelola dan semacamnya yang dimaksudkan supaya para santri bisa menjalani pembinan dengan kondusif dan efektif.

Ribath Nurul Hidayah

“Perubahan-perubahan itu tentunya penuh dengan kejutan-kejutan. Mudah-mudahan kejutan ini tidak menyedihkan, namun menggembirakan,” tegasnya.

Kiai Zuhri menambahkan bahwa setiap perubahan butuh pengorbanan. Selain menyamakan visi dan misi dalam mewujudkan pendidikan yang baik bagi santri, penciptaan iklim yang kondusif juga perlu masuk-masukan. Sebab masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Dukungan doa dari wali santri sangat mujarab. Sebab doa orang tua itu sama dengan doa nabi pada umatnya. Dukungan moral dan doa serta pemahamn yang sama,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Warta Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 04 Februari 2017

Shaleh Ritual dan Sosial Menurut Gus Mus

Membaca kata-kata Gus Mus, dalam Saleh Ritual dan Saleh Sosial, seperti menari; ada keluwesan dan kebernasan kalimat yang tak kita dapati dalam pada aspek “di luar kata-kata tulis Gus Mus”. Kebijaksanaan kiai sepuh dan ritmisitas kepenyairannya melebur menjadi satu dan membuat kita lena, bahkan sejak awal pengantar, bagaimana kesederhanaan, dengan anehnya, dapat berpadu dengan “kemewahan” sebuah nasehat.

Gus Mus, dalam pengantarnya berjudul Takdim, mengesankan beliau telah melampaui yangfana; tentang bagaimana beliau menegaskan bukan sekadar tidak sempat, tetapi tidak bisa membikin artikel yang panjang dan “serius”; maka kebanyakan tulisan di Saleh Ritual dan Saleh Sosial pun hanya berupa catatan-catatan pendek tentang perjalanan hidup. Beliau lebih berharap buku tersebut bisa menjadi amal ibadah. Sebuah espektasi yang tidak neko-neko.

Tetapi, yang pendek-pendek itu tidak selalu pas diasosiasikan dengan tidak dalam, jelentreh, rigid. Justru, oleh Gus Mus, sesuatu yang pendek itu pas dan akan malah berasa berlebihan bila dipanjang-panjangkan. Seolah tak ada pretensi menasehati, menulis artikel untuk “mengejar sesuatu”—semisal pengakuan, honor, atau popularitas. Beliau menulis sekadar berbagi, laiknya nuturicucunya, tetapi semua seakan bermula dari keresahan yang dalam.

Shaleh Ritual dan Sosial Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Shaleh Ritual dan Sosial Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Shaleh Ritual dan Sosial Menurut Gus Mus

Kesederhanaan itulah yang kemudian rasanya akan lebih mudah diterima pembaca.Tidak ada berondongan dalil, yang kadang-kadang membuat pembaca-sambil-lalu jengah seakan “digurui”. Gus Mus bercerita, dengan kepiawaian seorang cerpenis, ihwal perumpamaan Al-Ghazali tentang posisi hati nurani, akal, anggota tubuh manusia, serta aturan agama dalam menjalankan fungsi hidup. Apakah kita sudah benar memposisikan semuanya.

Gus Mus juga lebih menggunakan tamsil-tamsil sederhana yang dilandasi atau dipungkasi satu-dua dalil, sehingga kita merasa ringan dan teredukasi (baca: terhibur) ketika membacanya. Seperti perumpamaan olahan tanah liat—dan keliatannya—sebagai representasi manusia dan api sebagai analogi setan. Juga, pada tulisan berjudul Pakaian, Gus Mus menunjukkan pengetahuannya tentang dunia mode, selaras dengan pakaian Gus Mus yang nyaris selalu modis.

Saleh Ritual dan Saleh Sosial,rasa-rasanya, pada beberapa tulisan juga begitu ensiklopedis. Contohnya tulisan berjudul Nabi yang Manusia. Gus Mus mampu menjelaskan sisi-kemanusiaan-nabi (humornya, jengkelnya, moderasinya) dengan begitu lancar, sebab boleh jadi pengetahuan yang kemudian diungkapkannya itu merupakan kristalisasi khazanah yang sudah mengendap lama di dalam pikir, sehingga sajiannya pun ringkas tetapi mantab.

Ribath Nurul Hidayah

Metode kritiknya pun menunjukkan kesepuhan dan barangkali sulit ditiru. Seperti dalam tulisan Kurban dan Korban. Ada kritik terselubung, yang membuat pembaca tidak berasa ditunjuk, tetapi kesadaran bahwa kita dikritik, uniknya, justru datang dari diri kita sendiri. Gus Mus menulis, Nabi Ibrahim rela mengorbankan apa yang menurut semua manusia bakal sulit dikorbankan: nyawa putranya. Berbeda dengan kita yang meski cuma mengurbankan kambing saja masih sering menyisakan pamrih.

Banguna kritik yang bertebaran di buku ini, seperti ketika Gus Mus membandingkan Rab’iah al-Adawiyah yang tidak takut neraka tetapi begitu takut bila tidak dicintai Allah dengan betapa kita takut pada kematian dalam tulisan berjudul Apabila Allah Mencintai Hambanya, membuat kita berpikir—alih-alih menentang;“itu-kan-nabi”, “itu-kan-sufi”—betapa kita, sebab kadar keimanan dan ketakwaan yang hari ini masih begini-begini saja, harus bisa mencontoh beliau-beliau itu.

Dalam kadar tertentu, beberapa tulisan bahkan terasa sangat instropektif, membuat kita merenung lama, bepikir, dan boleh jadi sampai menitikkan air mata. Seperti ketika membaca Dosa Besar, kita berpikir apakah selama ini kita adalah orang yang takabur—dengan keluasan makna sebagaimana disampaikan Gus Mus. “Orang yang berbuat dosa karena meremehkan dosa adalah orang yang takabur,” tulisnya di halaman 66. Sedang takabur adalah “dosa pertama” yang tak termaafkan.

Ribath Nurul Hidayah

Beberapa tulisan dalam buku ini juga menunjukkan semacam pemberontakan terhadap kemapanan, kritis konstruktif yang, “khas anak muda”. Paradigmanya masih sama: kemanusiaan. Atau, betapa Islam adalah agama yang mudah dan sangat manusiawi. Selain memotret sisi kemanusiaan Nabi Muhammad SAW dalam Nabi yang Manusia, Gus Mus juga membongkar anggapan puasa-lebih-utama dengan tanpa mengurangi pengakuan akan keagungan ibadah tersebut.

Dalam tulisan Selamat Makan, Gus Mus mengatakan, “…di Al-Qur’an sendiri, ‘perintah’ makan lebih dari tiga puluh kali difirmankan Allah. Bandingkan dengan ‘perintah’ puasa yang tidak sampai lima kali (bahkan yang menggunakan bentuk amar cuma dua kali),” tulisnya di halaman 86.Paradoks. Pasalnya, di awal tulisan, Gus Mus membeberkan stigma yang terbangun yang terangkum dalam ujaran: kau ini, makan saja yang kau pikirkan—seolah makan identik dengan aib.

Pula di dua tulisanDalih dan Dalil dan Ghairah yang relevan dengan kondisi kekinian, di mana banyak orang yang melegitimasi (mendalihkan) perspektifnya atau lebih mencenderungi dalil yang “menguntungkan” diri dan “merugikan” liyan. Meski, kita tahu, tentu saja tidak ada yang salah dari sebuah dalil. Kemudian Gus Mus mengusulkan jalan tengah; bagaimana kalau dalil yang biasanya dijadikan legitimasi tersebut dibalik.

“Misalnya, dalil tentang keharusan taat kepada pimpinan, biar rakyat saja yang me-‘wirid’-kannya, para pemimpin dan penguasa biar me-‘wirid’-kan dalil tentang kewajiban pemimpin dan penguasa untuk jujur dan adil. Dalil kehebatan lelaki biar dipegangi kaum wanita saja; dalil keagungan wanita biar dipegang kaum lelaki,” tulis Gus Mus di halaman 103. Dengan begitu maka akan terwujud suasana saling memperbaiki diri, guyub, dan bukannya saling menuntut.

Dalam Ghairah, Gus Mus mengumpamakan agama adalah istri. Kepada agama, sebagaimana kepada istri, kita mempunyai ghairah yang kuat, sebab adanya cinta yang begitu dalam. Tetapi, ghairah tersebut bisa juga lebih dekat kepada nafsu dan menegasikan akal sehat manakala kita tidak bisa menguasainya. Fanatisme yang tidak dilandasi dengan logika-aqli, objektivitas, dan cenderung fobia terhadap “mereka” yang tidak sama dengan “kita” adalah biangnya.

Maka Gus Mus menutup tulisan tersebut dengan firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak kebenaran karena Allah, saksi-saksi yang adil, dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum (menurut kebanyakan mufasir, “kaum” di sini artinya malah orang-orang kafir) mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lebih dekat kepada takwa. (QS 5:8)

Data buku:

Judul buku : Saleh Ritual Saleh Sosial

Penulis : KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Penerbit : DIVA Press

Cetakan : 2016

Tebal : 204 halaman

Peresensi: Syamsul Badri Islamy, Ketua LTN NU Kota Bekasi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Quote, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Senin, 21 November 2016

Menghitung Jumlah Jamaah

Sebelum memulai pengajian umum, Gus Dur mengajak jamaah untuk membaca Shalawat Badar bersama-sama. “Sholatullah salamullah…”. Gus Dur sendiri yang memimpin bacaan shalawat itu.

“….’alaa Yasiiin habibillah.”

Selepas membaca shalawat Gus Dur bertanya kepada para jamaah, “Mengapa saya mengajak bapak dan ibu sekalian membaca shalawat begini?”

Ada yang menjawab, “Agar kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW Kiai.”

Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menghitung Jumlah Jamaah

“Ya itu betul. Tapi saya mengajak bershalawat agar saya tahu berapa kira-kira jamaah yang hadir,” kata Gus Dur. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Quote Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 02 November 2016

Ansor Ciamis Gencar Bentuk Ranting

Ciamis,Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ciamis sedang gencar membentuk kepengurusan hingga ke tingkat ranting. Setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) dibantu untuk membentuk kepengurusan ranting.

Ketua GP Ansor Kabupaten Ciamis Dendeu Rifa’i Hielmy menyatakan, kepengurusannya tidak akan dilantik, sebelum ranting-ranting terbentuk.

Ansor Ciamis Gencar Bentuk Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ciamis Gencar Bentuk Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ciamis Gencar Bentuk Ranting

“Jadi, kalau ada kabar GP Ansor Ciamis, dilantik, berarti ranting sudah selesai,” kata ketua terpilih pada Konfercab di Pondok Pesantren Miftahul Falah Al-Aziziyah Cihaur Beuti Kabupaten Ciamis akhir Januari lalu, kepada Ribath Nurul Hidayah, di gedung PCNU Ciamis, Ahad, (10/2) lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Ada 3 program besar yang akan dilakukan Dandeu selama kepengurusannya. Pertama, membenahi sturuktur di PAC, penguatan SDM, pengembangan majelis dzikir. “Sudah berjalan, misalnya di Kecamatan Cijenjing, Cipaku, Kawali, Jatinegara. Di kecamatan-kecamatan lain juga bukan tidak aktif, tapi tidak diatasnamakan Ansor,” jelasnya.

Pria berusia 30 tahun tersebut menargetkan, di tingkat ranting digelar seminggu sekali, di wilayah kecamatan sebulan sekali. Dan di tingkat kabupaten dua bulan sekali.

Ribath Nurul Hidayah

Kedua, program ideologisasi, yaitu rutinitas organisasi dengan pelatihan PKD, PKL, dan penjenjangan Diklatsar. Ketiga, pemberdayaan pemberdayaan ekonomi mutlak dilakukan di basis-basis NU. “Kemiskinan dekat dengan kekufuran,” lulusan Pesantren Al-Ihsan Purwokerto dan Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung Ciamis ini berdalil. ?

Pemberdayaan melalui pengembangan yang berpotensi di kabupaten Ciamis semisal perikanan, sayur-mayur, agribisnis. Agribisnis sudah dimulai di Kecamatan Sukamantri. Perikanan di Kecamatan Cijenjing. Peternakan di Kecamatan Kawali, dan di Lakbok.

“Untuk menunjang kegiatan-kegiatan di PAC, Cabang akan membikin lembaga keuangan semisal BMT,” pungkas lulusan Jurusan PAI di Miftahul Huda Al-Azahar, Citangkolo.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Quote, Sholawat Ribath Nurul Hidayah