Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Panitia Global Peace Festival Slamet Effendi Yusuf menyatakan acara Global Peace Leadership Conference merupakan upaya melakukan dialog dalam rangka mewujudkan perdamaian.



Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana

Hal ini disampaikan ketika menyampaikan laporan dalam pembukaan Global Peace Leadership Conference yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (16/10). Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Global Peace Festival Foundation dan PBNU.

“Namun demikian, upaya mendorong perdamaian ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana,” katanya.

Ia menjelaskan, acara ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari luar negeri yang merupakan perwakilan dari 17 negara, diataranya dari Australia, Albania, Iran, Jepang, Kenya, Korea, Pakistan, China, Taiwan, Amerika dan lainnya. Sementara peserta dari dalam negeri meliputi 200 orang, termasuk para pengurus wilayah NU.

Ribath Nurul Hidayah

Acara Global Peace Festival terdiri dari berbagai rangkaian acara. Selain acara konferensi, hari ini terdapat aksi bakti sosial yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa sebanyak 3000 orang di seputaran Jakarta. Aksi serupa sebelumnya sudah dilakukan di Penjaringan Jakarta dan Solo.

Ribath Nurul Hidayah

Kegiatan lainnya adalah pengumpulan dana melalui program power of rupiah untuk membantu mereka yang miskin. “Aksi ini tidak bermaksud untuk melakukan penggalangan dana, tetapi lebih pada memberdayakan jutaan umat manusia,” katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 12 Februari 2018

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Jember, Ribath Nurul Hidayah.. Dalam rangka meningkatkan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PCNU Jember, Jawa Timur? menggelar “Dauroh Aswaja Internasional” dengan menghadirkan pemateri guru besar Global University Beirut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy. Acara yang dihelat di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ) itu dihadiri oleh 200-an peserta yang terdiri dari para kiai dan pengurus NU.

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Dalam sambutannya yang menggunakan bahasa Arab, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menekankan pentingnya pengurus NU meningkatkan wawasan ke-Aswaja-an global. Sebab, ancaman yang dihadapi NU Indonesia sama dengan yang dihadapi Ahlussunah wal Jama’ah di negara Timur Tengah. Yaitu kelompok radikal, dalam hal ini Salafi.

Menurut Gus Aab –sapaan arkabnya--? untuk menghadapi keusilan kaum Salafi tidak hanya dibutuhkan ilmu dan wawasan yang luas, tapi juga kecerdikan. Gus Aab lalu bercerita soal seseorang? warga? Madura yang bertahun-tahun merantau ke Arab Saudi. Suatu ketika, orang tersebut pulang kampung. Merasa sudah hebat, ia menantang seorang kiai dengan mengajukan 3 persoalan. “Kalau sampeyan bisa menjawab pertanyaan saya, saya akan berguru kepada sampeyan,” tukas Gus Aab menirukan ucapan orang tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Salah satu dari 3 persoalan yang dia ajukan adalah bahwa setan dan jin tidak akan mempan dibakar api neraka. Mengapa? Karena setan dan neraka terdiri dari bahan yang sama, yaitu api. Jadi, dalam pandangan dia, api neraka tidak mungkin bisa membakar setan dan jin.

Ribath Nurul Hidayah

Untungya, lanjut Gus Aab, kiai tersebut cerdik dan alim. Begitu selesai mengajukan pertanyaan, si kiai langsung menampar orang tersebut hingga pingsan. Setelah siuman, si kiai bertanya bagaimana rasanya ditempeleng? Dia menjawab sakit. Bahkan dia mengaku sangat sakit. “Lho kok bisa, tangan saya dan pipi Anda, bahannya sama, yaitu kulit, tulang dan daging. Tapi kok anda merasa sakit,” ujar Gus Aab menirukan kata-kata kiai tersebut.

Rupanya kiai itu cerdik dan pintar. Menurut Gus Aab, Untuk menghadapi kaum radikal dan kalangan yang kesukaannya menyerang amaliah warga NU, diperlukan kecerdikan, walaupun harus menghindari perbuatan kasar. “Dan saya yakin Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy, juga sosok yang alim dan cerdik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya,? Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy mengingatkan warga NU agar selalu mewaspadai gerakan kelompok radikal seperti Salafi. Sebab, di negara mana pun mereka berada, nyaris selalu membikin ulah. “Beruntunglah Indonesia selalu damai, maka marilah kita rawat kedamaian itu,” tukasnya dalam bahasa Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy berkenan memberikan 4 kitab Aswaja kepada masing-masing peserta, yang langsung dibawanya dari Beirut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Fatayat NU Sambut Baik Perppu Kebiri

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Terkait ditandatanganinya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan sangat menyambut gembira.?

Fatayat NU Sambut Baik Perppu Kebiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Sambut Baik Perppu Kebiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Sambut Baik Perppu Kebiri

“Dari awal Fatayat NU sangat menyuarakan pemberantasan kejahatan seksual karena itu sangat merugikan. Bentuk hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual seperti apa, yang jelas harus memberi efek jera. Karena dampak dari kejahatan seksual ini adalah keluarga dan lingkungan,” kata Anggi saat diwawancarai Ribath Nurul Hidayah, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (27/5).

Anggi mengatakan, perilaku kejahatan seksual menyebabkan keluarga merasa terancam, orangtua dan anak-anak merasa hidup dalam keadaan tidak aman.

(Baca: Ini Kata Fatayat NU tentang Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Seksual)?

Hukuman kebiri dan hukuman mati kepada pelaku kejahatan seksual, menuai beberapa perdebatan. Fatayat NU, kata Anggi, sudah mengadakan pertemuan dan melakukan pembahasan dengan beberapa pihak seperti Komnas Perempuan, Bahstul Masail dan tim dokter. Pada prinsipnya, pelaku kejahatan seksual harus dihukum seberat-beratnya.

Ribath Nurul Hidayah

Hukuman kebiri, lanjut Anggi, mungkin tidak menjamin bahwa pria pelaku kejahatan seksual akan selesai dengan libidonya. Tetapi, bagaimana hukuman tersebut diterapkan agar orang tidak melakukan tindak kejahatan seksual. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Korea, Mencoba Menawarkan Konsep Wisata Muslim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Tekanan hidup yang keras dan persaingan yang semakin sengit untuk menjadi yang terbaik menyebabkan semakin tingginya kebutuhan melakukan relaksasi otak. Tokoh agama seperti kiai, atau profesor yang ahli dalam sebuah bidang ilmu, juga butuh keluar dari rutinitas sehari-hari.

Ribath Nurul Hidayah mendapat kesempatan mengikuti pengenalan paket perjalanan Wisata Muslim Korea hasil kerjasama antara Garuda Indonesia, Korean Tourism Organization pada 20-26 November 2013. Diantara yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, Wakil Direktur Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Suwito dan Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Banten Prof Dr Bambang Pranowo. Mengingat semakin besarnya minat masyarakat Indonesia ke Korea dan adanya keinginan konsep wisata dengan makanan halal dan ketersediaan waktu sholat, maka dibentuklah konsorsium Wisata Muslim. Kunjungan ini merupakan pengenalan dan para tokoh agama tersebut diajak untuk melihat, apakah konsep yang ditawarkan ini sudah memenuhi kebutuhan Muslim. Korea sendiri juga menginginkan peningkatan jumlah wisata dari negara-negara Muslim.

Korea, Mencoba Menawarkan Konsep Wisata Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Korea, Mencoba Menawarkan Konsep Wisata Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Korea, Mencoba Menawarkan Konsep Wisata Muslim

Anggota rombongan berjumlah 27, orang, 20 orang diantaranya berasal dari biro wisata. Kami berangkat dengan menggunakan Garuda Indonesia jurusan Jakarta-Seoul, yang berangkat pukul 11.30 WIB dan tiba di bandara Incheon, Seoul pukul 8.30 waktu setempat, yang lebih cepat 2 jam dibandingkan dengan waktu Jakarta. Pilihan waktu ini sangat pas karena penumpang bisa istirahat selama perjalanan, dan sudah segar begitu tiba di Korea Selatan. Garuda memiliki dua jalur penerbangan ke Seoul, dari Jakarta sekali dan dari Denpasar sekali setiap hari.

Ribath Nurul Hidayah

Bandara Incheon, yang dibuka tahun 2001 sangat bersih dan rapi dengan fasilitas yang serba canggih. Dari tempat pendaratan, kami turun menaiki kereta bawah tanah menuju ruang penjemputan. Sambil berjalan, saya menengok ke sebuah banner di langit-langit, bandara ini secara berturut-turut selama 8 kali, dari tahun 2005-2013 dinobatkan sebagai bandara terbaik oleh Airports Council International. Di bandara ini, tersedia fasilitas lapangan golf, spa, ruang tidur, ice skating, taman dalam ruangan dan Museum Budaya Korea. Hebat sekali Korea Selatan. Kini mereka telah menjadi salah satu negara maju di Asia, berhasil melakukan transformasi dari sebuah negara miskin menjadi salah satu macan Asia.

Di luar, kami sudah ditunggu tur guide dari Sam Tour,  Dennis Gong, yang bisa berbahasa Indonesia dan pemilik Sam Tour Mr Sam MY Lee. Mereka mengingatkan, di luar udara sangat dingin agar jangan lupa memakai jaket dan sarung tangan, mengingat November ini, musim dingin sudah tiba. Benar saja, begitu keluar ruangan, badan rasanya sudah menggigil. Udara dingin dan angin kencang membuat kulit terasa kering.

Ribath Nurul Hidayah

Tidak ada kepadatan di bandara ini. Berlokasi 48 km (30) mil dari Seoul, bandara ini dihubungkan dengan jalur kereta api bus umum, dan taksi sehingga penumpang bisa dengan nyaman bergerak. Banyak pilihan transportasi sehingga penumpang tidak terkonsentrasi di satu tempat.

Tujuan pertama dalam tur ini adalah pulau Jeju, pulau resort di Korea Selatan. Karena bandara Incheon dikhususkan untuk penerbangan internasional, kami harus pindah ke Bandara Gimpo, bandara internasional Seoul yang lama, yang berjarak 33.5 km (21) mil dari Incheon. Dengan menggunakan sebuah bus dan melalui jalan tol, jalur tersebut bisa dilalui sekitar 30 menit. Tak ada kemacetan sama sekali dan kendaraan yang lalu lalang di tol tersebut cukup jarang.

Gimpo, selain melayani penerbangan domestik, juga menjadi menjadi tujuan penerbangan ke China, Jepang dan Taiwan, negara-negara yang berdekatan dengan Korea. Suasana bandara juga lapang. Setelah check in bagasi untuk penerbangan menuju pulau Jeju, kami sarapan di restoran bandara dengan menu Bimbimbab atau nasi campur Korea. (bimbim=dampur bab= nasi) yang terdiri dari nasi ditambah sayur-sayuran segar dan ditengahnya ada telor dadar setengah matang yang diletakkan diatas sebuah mangkuk besar.

Kami hanya terdiam penunggu, tidak tahu cara makannya. Lalu tur guide mengajari cara makannya dengan mengaduk-aduk seluruh makanan tersebut, dicampur dengan saus pasta. Beberapa anggota rombongan yang tidak biasa makan sayur hanya mencicipi saja. Bagi rakyat Korea, makanan ini sangat populer sebagai makanan sehari-hari. harga makanan ini antara 7.000-8.000 won atau 70.000-80.000 ribu rupiah. Dennis mengatakan, “makanan ini bukannya tidak enak, hanya belum terbiasa saja.”

Makanan wajib bagi rakyat Korea adalah Kimchi, asinan hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. kebanyakan dibuat dari sawi putih dan lobak. rasanya mirip asinan Bogor. Kemana-mana, orang Korea selalu membawa Kimchi seperti orang Indonesia tak bisa ketinggalan makan sambal. Dalam sejarahnya, ketika musim dingin, tidak ada sayuran yang tumbuh. Karena itu, Kimchi menjadid andalan selama musim dingin ini. Dulu, ketika musim dingin, dibuat lubang khusus dibawah tanah agar Kimchi ini tidak beku. sekarang, setiap keluarga di Korea memiliki kulkas khusus untuk tempat Kimchi. 

Kiai Masdar, Prof Bambang dan Prof Suwito selalu duduk bertiga dan kemana-mana bergerombol. Tampaknya mereka sudah kenal lama. Kami yang muda-muda masing sungkan dengan mereka. Kecuali Kiai Masdar, saya belum kenal dengan yang lain. (mukafi niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Januari 2018

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Bojonegoro, Ribath Nurul Hidayah. Setelah beberapa waktu lalu mengadakan konferensi, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, periode 2013-2018, secara resmi dilantik di kantor MWC NU setempat, Jumat (31/1).

Selain pelantikan, rangkaian acara juga meliputi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara pelantikan dilanjutkan dengan musyawarah kerja (Musker) MWC NU Balen.

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Panitia pelantikan, Mulazim, menjelaskan, sebelum pelantikan Jumat siang ini, tahtimul Quran lebih dulu digelar Kamis (30/1) malam di kantor MWC NU Balen.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PC NU Bojonegoro, Cholid Ubed berpesan kepada seluruh pengurus hinga tingkat ranting, termasuk jajaran badan otonom NU, baik IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor, untuk tetap memegang sikap kejujuran.

"Kuncinya jujur, karena kejujuran merupakan pondasi yang tidak akan pernah terkalahkan. Serta orang yang mau mengurusi, baik meengurusi NU maupun organisasi dan masyarakat," sambung dokter spesialis penyakit dalam ini.

Ribath Nurul Hidayah

Ditambahkan, kebersamaan, kejujuran dan kepedulian perlu ditingkatkan. Sehingga masyarakat bisa bersatu dan tidak terjadi konflik sosial.

Rais Syuriyah MWC NU Balen Abdullah Hilmi Al-Jumadi mengajak para undangan dalam acara pelantikan, untuk meneladani sosok Gus Dur. Pasalnya presiden keempat RI itu tidak pernah diskriminatif di tengah keragaman budaya dan agama di Tanah Air.

"Kita orang Indonesia yang beragama islam, bukan islam yang hidup di makkah," ujar Kepala KUA Kecamatan Malo, Bojonegoro ini. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Nusantara, Berita Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Januari 2018

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 29 Desember 2017

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Pelajar dan Santri (LDKPS) bertempat di pesantren Balekambang, Nalumsari, Jum’at-Ahad (8-10/2). Kegiatan yang diikuti 80-an peserta berasal dari delegasi Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan pesantren se-Kabupaten Jepara.

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Ketua IPNU Jepara, Chusni Maulana mengatakan, kegiatan bertujuan untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan. Menurutnya pemuda yang kreatif kelak yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan. 

KH Wildan mewakili PCNU Jepara memberikan pesan-pesan kepada peserta. Pertama, ahkamus syariyya, hukum-hukum syar’i harus tetap dijalankan hingga kapan pun. Kedua, pentingnya addakwah waidharul islam. Dakwah, mengajak kebaikan dan syiar Islam. 

Ribath Nurul Hidayah

Ketiga, perlunya belajar kemasyarakatan. Kiai Wildan menegaskan kader IPNU-IPPNU perlu belajar siyasah (politik). Baginya orang yang tidak tahu politik akan termakan oleh politik. “Ada politik kebangsaan yang tujuannya tidak lain untuk menjaga keutuhan NKRI, politik praktis dan masih banyak lagi siyasah yang lain,” tegasnya. 

Ribath Nurul Hidayah

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan merupakan bentuk penggodokan mental dan spiritual. Kegiatan tersebut lanjutnya sudah jarang dilakukan oleh ormas maupun orsospol. “Jika tidak diiringi dengan semangat keikhlasan kegiatan seperti ini tidak mungkin dilaksanakan,” imbuhnya. 

Marzuqi mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Namanya latihan apabila ada kekurangan dan diingatkan kemudian mau berubah merupakan keberhasilan dari latihan. 

Sementara itu pengasuh pesantren Balekambang KH Makmun Abdullah yang diwakili KH Miftakhuddin dalam tausiyahnya memaparkan ditangan pemuda perkara umat dipegang. Ditelapak kaki pemuda jua kehidupan akan berjalan. 

Kiai Miftakh menambahkan kesemangatan yang sudah ada perlu dijaga. Semangat yang dimiliki saat mengikuti IPNU-IPPNU juga perlu dibawa saat mengikuti Fatayat, Ansor, Muslimat maupun NU. “Kader IPNU-IPPNU harus berpijak kepada agama Islam ala NU,” kata kiai Miftakh. 

Ia menghimbau kepada peserta yang kelak akan meneruskan studi ke perguruan tinggi agar senantiasa berhati-hati kepada kelompok-kelompok islam yang tidak sejalan dengan NU. Kiai Miftkah mengharapkan kader IPNU-IPPNU agar cerdas memilih yang tepat. 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari peserta memperoleh materi IPNU-IPPNU sebagai Pengawal Aswaja, Kepemimpinan dalam Islam, Manajemen Organisasi, Problem Solving dan Public Relation.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa, Berita Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 07 Desember 2017

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) bersilaturrahim ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (14/4) sekitar pukul 12.20 WIB. Jokowi diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan berbincang selama sekitar satu jam.

Usai pertemuan yang berlangsung tertutup, Jokowi yang langsung diserbu wartawan menampik kalau kedatangannya ke PBNU untuk membicarakan soal persiapannya menuju pemilihan presiden (pilpres). “Tidak ada pembicaraan tentang capres,” kata Jokowi.

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PBNU, Jokowi Tidak Bahas Pilpres

Dicegat wartawan di halaman kantor PBNU, Jokowi yang didampingi Ketua PBNU KH Muhyidin Arubusman dan Bendahara PBNU Bina Suhendra mengatakan, kedatangannya ke PBNU untuk membicarakan dua hal. Pertama soal sengketa tanah di Slipi antara NU dengan Pemda DKI Jakarta. Kedua, soal persiapan Munas NU yang akan digelar awal Mei 2014.

Ribath Nurul Hidayah

“Yang soal tanah di Slipi itu kita bertemu tiga kali tapi belum selesai. Ya mudah-mudahan bisa segera kita carikan solusinya,” kata Jokowi yang juga Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi berkali-kali dicecar wartawan soal persiapan pilpres dan kemungkinan menggait kader NU sebagai calon wakil presiden, ia tetap berkelit. “Tidak ada pembicaaan soal pilpres,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Wartawan berganti bertanya kepada KH Muhyidi Arubusman, siapa calon dari NU yang diusung untuk mendampingi Jokowi? “Ya itu terserah Pak Jokowi,” katanya.

Ditanya apakah NU mendukung pencapresan Jokowi, Muhyidin menjawab singkat, “Ya Insyaallah.” (Alawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita, Lomba, Warta Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 21 November 2017

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Brebes, Ribath Nurul Hidayah. Pembangunan Gedung Nahdlatul Ulama Cabang Brebes terus berlanjut. Sejak peletakan Batu Pertama Ahad (31/1) tak pernah berhenti. Hingga mencapai triwulan pertama ini, tiada kendala yang cukup berarti karena dana terus mengalir.



Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

“Insya Allah, dua minggu lagi membuat dak (pengecoran, red) untuk pondasi lantai kedua,” terang Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes H Athoillah SE saat memimpin rapat antar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU DAN Panitia Pembangunan di Gedung NU Kamis (13/5).

Menurut Athoillah, karena pembangunan Gedung ini semakin mendekati penyelesaian lantai pertama, maka diharapkan dukungan semua pihak. “Gedung Nahdliyin (Warga NU, red) ini, perlu mendapat dukungan semua pihak untuk menyelesaikannya,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Termasuk, lanjutnya, dari para simpatisan NU dan para aghnia. “Karena ini gedung milik bersama maka harus dibangun bersama-sama,” ajaknya.

Ribath Nurul Hidayah

Dari pantauan Ribath Nurul Hidayah, selain penghimpunan dana dari Nahdliyin juga datang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Seperti Pengusaha, Anggota Dewan, Pejabat dan dermawan lainnya. Untuk warga NU penghimpunan dana dilakukan oleh pengurus MWC hingga ranting dan badan otonom NU.

“Bila sudah terkumpul, lalu disetorkan ke pihak panitia,” ujar Athoillah yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan H Sodikin Rachman

Pembaungunan gedung NU, berada di lokasi yang sama di gedung NU lama. gedung baru ini terletak didepannya, tetapi gedung baru akan lebih representatif. Berbagai fasilitas akan dilengkapi, diantaranya home stay, aula dan ruang rapat.

 

Lebih lanjut kang Atho, demikian sapaan akrabnya, memaparkan luas bangunan 33 x 15 meter atau sekitar 500 meter persegi. Bangunan lama akan dipertahankan dan gedung baru mengambil posisi depan yang merupakan halaman dari gedung lama.

“Bangunan lama akan diperuntukan bagi badan otonom, lajnah dan 5 lokal untuk MTs Maarif NU 01 Brebes,” paparnya.

Gedung berlantai dua itu, lanjutnya, diperkirakan akan menelan dana lebih kurang 1,7 milyar rupiah. “Biaya sepenuhnya ditanggung secara gotong royong oleh warga nahdliyin dan simpatisan NU,” jelasnya.

Adapun pemanfaatan gedung tersebut antara lain untuk kantor sekretariat PCNU, badan otonom, dan lajnah-lembaga. Disamping itu tersedia juga fasilitas aula, ruang istirahat dengan 5 kamar VIP dan kamar los dengan 20 tempat tidur. “Minimal, gedung NU nanti bisa digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepada peserta rapat Athoillah menyampaikan hasil-hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar. Hasil-hasil tersebut selanjutnya di gandakan dan diserahkan kepada para Ketua MWC untuk disebarluaskan kepada para pimpinan ranting.

Hadir dalam rapat Pengurus PCNU, MWC NU dan Panitia Pembangunan antara lain Rois Syuriyah PC NU KH Aminudin Masduki, Para Ketua MWC se Kab. Brebes dan Ketua Panitia Pembangunan beserta jajaran Panitia lainnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 06 November 2017

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

Madinah, Ribath Nurul Hidayah. Sejumlah kejadian menimpa calon jamaah haji dari Indonesia. Seperti terpisah dari rombongan, hingga tersesat. Karenanya, menggunakan identitas haji sangatlah penting agar mudah tertolong dan bisa segera kembali ke penginapan.

"Kita berharap agar jamaah calon haji selalu memakai identitas haji," kata H Farmadi Hasyim kepada media, Jumat (4/9) pagi. Ia menceritakan ada salah seorang jamaah yang usianya sudah sepuh ternyata tersesat dan tidak bisa kembali ke asrama tempat menginap. Hal ini terjadi lantaran yang bersangkutan memang awam kondisi di Madinah, juga tidak mengenakan identitas seperti gelang maupun tas paspor.

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

"Ketika yang bersangkutan ditanya, malah menjawab gelang dan tas paspornya sengaja disimpan di kamar karena takut hilang," kata Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya. Yang agak memprihatinkan, baik gelang dan tas paspor sengaja ia simpan lantaran akan diberikan kepada anaknya saat di tanah air. "Yang bersangkutan hanya membawa KTP, padahal itu bukan identitas yang bisa memudahkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan selama proses haji," kata Kasi Haji Kementerian Agama Kota Surabaya ini.

Ribath Nurul Hidayah

Di samping harus memakai identitas haji ke mana saja pergi, selama di Makkah dan Madinah calon jamaah juga harus memperbanyak minum dan mengonsumsi buah. "Cuaca di Madinah cukup panas berkisar 45 derajat selsius, karenanya banyak yang mimisan dan dehidrasi," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menghadapi cuaca yang demikian ekstrim tersebut, para jamaah juga diimbau untuk memanfaatkan botol kecil yang telah diberikan gratis selama di asrama. "Botol itu nantinya harus diisi air dan disemprotkan ke wajah, agar terhindar dari cuaca yang sangat panas, masker juga harus dikenakan jamaah selama berada di luar ruangan,” lanjut Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur ini.

Menaati sejumlah anjuran dan aturan saat disampaikan ketika manasik dan membaca buku panduan adalah di antara hal yang harus dilakukan jamaah. "Dan yang tidak kalah penting adalah doa dari keluarga dan masyarakat di Tanah Air," kata kandidat doktor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Karena meskipun telah mengikuti panduan yang ada, bukan jaminan jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna.

"Jangan capek mendoakan kami yang sedang menunaikan ibadah haji," harapnya. Di samping untuk menunaikan rukun Islam kelima, para jamaah juga diharapkan mampu merengkuh titel sebagai haji yang mabrur. "Ini penting demi kebaikan diri, keluarga, masyarakat bahkan bangsa Indonesia karena para penduduknya memiliki perilaku yang baik," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Berita Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 21 Oktober 2017

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Ali Masykur Musa menyatakan wafatnya Rais Aam Syuriah Pengurus Besar NU (PBNU) KH Sahal Mahfudh membuat bangsa Indonesia kehilangan salah satu ahli ilmu fiqih terbaiknya.

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

"Innnaalillaahi wa innaa Ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia guru kami, KH Sahal Mahfudh. Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli Fiqih terbaiknya," ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Jumat.

Ilmu Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah SWT.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Ali Masykur Musa, Sahal yang lazim disapa Mbah Sahal tersebut adalah seorang fuqoha (ahli ilmu Fiqih) modern. 

Ada dua kitab karya Sahal yang selalu menjadi rujukan umat untuk memperkaya khasanah Islam, yaitu Fiqih Siyasah (politik) dan Fiqih Lingkungan. 

Ribath Nurul Hidayah

Dengan buku yang menjadi karya beliau itu, ujar Ali Masykur, hukum Islam mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

"Mbah Sahal yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama tiga periode ini adalah tokoh yang sangat disegani, bukan hanya karena ilmu, tetapi juga akhlaknya," kata Cak Ali, panggilan akrab Ali Masykur Musa. 

Dalam berorganisasi, lanjut dia, Sahal adalah sosok yang sangat taat pada aturan organisasi yang ada, sehingga pengambilan keputusan selalu menunggu pendapat tokoh ini. 

"Secara pribadi saya sangat kagum dan hormat pada almarhum Mbah Sahal. Banyak sikap politik saya yang dipengaruhi oleh pandangan beliau. Saya sangat terkesan saat menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU), saya dilantik langsung oleh beliau, yang mana tidak biasa dilakukan sebelumnya," kata Cak Ali yang juga Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 16 Oktober 2017

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Pidie Jaya, Ribath Nurul Hidayah?

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh kembali menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak bencana gempa di Pidie Jaya dalam bentuk bahan baku semen. Benda tersebut untuk membangun dua mesjid dan satu pesantren atau dayah, Selasa (10/1).?

Dua Masjid yang mendapatkan bantuan PMII tersebut adalah Masjid Baitul Fukara di Gampong Paru Keude dan Masjid Babul Hidayah di Gampong Lancang Paru, di Kecamatan Bandar Baru. Sementara bantuan untuk pesantren diberikan kepada Dayah Thauthiatut Tarbiyah di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Pante Raja.?

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Bendahara PC PMII Banda Aceh Hendriansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakn penggalangan dana PMII Banda Aceh yang melibatkan PMII di daerah lain.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan PMII Banda Aceh akan berada di lokasi bencana dalam beberapa waktu tertentu di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan. “Ini bagian dari masa rekontruksi, di Gampong Lancang Paru satu masjid rata dengan tanah. Dan pemulihan psikologis anak," katanya.?

Ribath Nurul Hidayah

Tokoh masyarakat Pidie Jaya, Geucik M. Jafar menyatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan PMII. “Kita akan gotong royong untuk peletakan Batu pertama pembangunan kembali dari swadaya masyarakat," katanya.

Sementara itu Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmal berharap bantuan itu dapat membantu dalam persiapan pembangunan mesjid yang disalurkan PMII. “Ucapan terima kasih atas sumbangan PMII seluruh Indonesia yang mempunyai rasa solidaritas tinggi terhadap masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebenarnya dan mesjid dapat terbangun kembali. (Fauzan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Habib, Berita, Nasional Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 05 Oktober 2017

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang keputusan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, terkait pengosongan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

"Meski sifatnya sementara, itu tidak boleh dilakukan," kata Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU, Andi Najmi Fuaidi, di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pengosongan Kolom Agama di KTP Bertentangan dengan Pancasila

Andi menjelaskan, Indonesia adalah negara berketuhanan sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila. Jika nantinya benar dilakukan, pengosongan kolom agama di KTP merupakan kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila.

Ribath Nurul Hidayah

 

"Yang harus diperhatikan oleh Pemerintah, semua Undang Undang pasti merujuk ke Pancasila. Oleh karena itu tidak boleh ada kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila," jelas Andi.

Ribath Nurul Hidayah

 

Lebih jauh Andi mengungkapkan, kebijakan pengosongan kolom agama di KTP sama artinya Pemerintah mentolerir adanya kelompok masyarakat yang tidak mengenal Tuhan. Kondisi ini dikhawatirkan justru mengakibatkan gejolak sosial di masyarakat.

Mengenai alasan Tjahjo Kumolo, yaitu menghormati hak masyarakat yang tidak menganut 6 agama sah di Indonesia, Andi menekankan hal tersebut tetap tidak boleh mengorbankan Pancasila. "Itu tugas Pemerintah untuk mencari solusinya, bukan dengan jalan pintas mengorbankan Pancasila. Harus diingat, Pancasila itu dasar negara," tegasnya.

 

PBNU, masih kata Andi, sedang mempelajari kemungkinan melayangkan protes resmi ke Pemerintah mengenai kebijakan pengosongan kolom agama di KTP.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, menilai kebijakan pengosongan kolom agama di KTP telah mencederai perasaan umat beragama di Indonesia.

 

"Terus terang saya kecewa dengan pernyataan (Mendagri) tersebut, karena ini mencederai perasaan umat beragama, tidak hanya Islam, tapi tentunya juga agama lain," ungkap Kiai Said.

 

Menurut Kiai Said, penulisan agama di KTP adalah identitas seorang warga negara yang penting dan harus dihormati. "Bukan untuk sombong-sombongan. Penulisan agama di KTP itu identitas yang menurut saya sangat penting," pungkasnya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita, Khutbah, Internasional Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 09 Agustus 2017

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menilai, pemerintah bersikap plin-plan atau inkonsistensi dalam masalah dukungan atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1747 terhadap Iran.

"Kami prihatin, karena pemerintah plin-plan dengan memberikan dukungan kepada PBB untuk memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dianggap mengembangkan uranium," ujarnya saat berbicara pada pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-61 Muslimat NU di Surabaya, Jumat (6/4).

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

Ia menjelaskan, sikap plin-plan Indonesia itu sangat berbahaya, karena akan menurunkan kepercayaan negara lain terhadap Indonesia.

"Pemerintah dapat dikatakan plin-plan atau inkonsistensi, karena saat Presiden Iran dan Ketua MA Iran datang ke Indonesia dengan menemui presiden dan sejumlah pemimpin informal untuk menjelaskan program nuklir di Iran guna tujuan damai justru mendapatkan dukungan dari pemerintah," ujarnya menegaskan.

Namun, anggota Fraksi Kebangsaan Bangsa (FKB) DPR RI itu, hanya dalam kurun satu hungga dua bulan justru muncul dukungan Indonesia terhadap Resolusi 1747 dari DK-PBB untuk memberikan sanksi kepada Iran atas pengembangan nuklirnya.

Khofifah mengatakan, pandangan Muslimat NU terhadap Iran itu sudah menjadi kesepakatan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU se-Indonesia pada Maret 2007.

Ribath Nurul Hidayah

"Dalam Rapimnas Muslimat NU se-Indonesia itu, kami menyikapi masalah nuklir Iran dan resolusi DK-PBB, desakan pengesahan RUU APP, dan desakan perlunya badan khusus dalam menangani luapan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo," katanya menambahkan. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Olahraga, Berita, Habib Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 Juli 2017

Bangun Soliditas, Muslimat NU Kraksaan Gelar Pertemuan Rutin 3 Bulanan

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Muslimat NU Kota Kraksaan menggelar silaturahmi dengan pengurus Muslimat NU di tingkat anak cabang di aula Kantor MWCNU Kecamatan Banyuanyar, Selasa (3/1). Kegiatan rutin tiga bulan sekali ini dimaksudkan untuk membangun kekompakan, soliditas, dan kebersamaan di antara sesama pengurus.

Pertemuan cabang dan pengurus anak cabang Muslimat NU digelar secara bergantian. Sedikitnya 100 orang dari pengurus di semua tingkatan menghadiri pertemuan ini. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Shalawat Nahdliyah yang dipimpin oleh ST Nur Tamami.

Bangun Soliditas, Muslimat NU Kraksaan Gelar Pertemuan Rutin 3 Bulanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Soliditas, Muslimat NU Kraksaan Gelar Pertemuan Rutin 3 Bulanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Soliditas, Muslimat NU Kraksaan Gelar Pertemuan Rutin 3 Bulanan

Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan karena Allah SWT. “Pengurus harus solid. Usaha lahir dan batin harus dilakukan secara istiqamah,” katanya.

Sementara Sekretaris Muslimat NU Kota Kraksaan Qurratu Aini mengatakan, program ke depan harus benar-benar dikaji dan mampu dilakukan Muslimat NU sesuai dengan kemampuan yang ada di setiap layanan serta dianalisa lewat 4 (empat) pilar kekuatan sebagai indikator keberhasilan, yakni revitalisasi struktur organisasi, infrastruktur, SDM, dan pendanaan.

Ribath Nurul Hidayah

“Revitalisasi struktur organisasi harus dilakukan di semua tingkatan, infrastruktur sebagai fasilitas, SDM jangan sampai meninggalkan tradisi silaturahmi Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) yang harus dibekali ilmu pengetahuan yang tinggi untuk berdakwah. Sumber dana perlu diaktifkan di setiap tingkatan tidak memberatkan anggota, tapi akan menjadi sumber kekayaan Muslimat NU ke depan,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Tidak hanya dalam pembinaan, jelas Qurrotu Aini, masalah keagamaan seperti pengajian, tahlilan, Yasinan, Sholawatan lebih dari ini, Muslimat NU telah memberikan kontribusi yang berarti.

“Misalnya telah dibentuknya Laskar Antinarkoba sehingga nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan pemda dan masyarakat untuk memberantas yang bathil dan mengalahkan yang batil,” jelasnya.

Menurut Qurrotu Aini, ke depan diharapkan Muslimat NU dapat melakukan pemetaan atau strategi dakwah baru dengan mengkolaborasi atau memadukan 5 W+ 1H (What, Where, Who, When, Why dan How) dalam setiap persoalan dakwah yang terjadi.

“Format dakwah kita masih sangat dominan dengan dakwah bil lisan, bukan tidak perlu tetapi terkiat dengan format dakwah ini kita harus introspeksi diri, koreksi dan muhasabah bersama bagaimana ada keseimbangan antara dakwah bil lisan, bil hal dan bil mal,” terangnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Senin, 19 Juni 2017

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) masa khidmat 2015/2016 resmi dilantik di aula pesantren Ki Ageng Giring, Ngaglik, Sleman, Ahad (31/5). Diawali dengan khotmil quran, tahlil, dan doa, pengurus baru mengikrarkan janji setia KMNU untuk mensyiarkan amaliyah NU di kampus.

Pelantikan ini dipimpin perwakilan presidium nasional (presnas) 4 KMNU Syamsuddin. Tampak hadir Ketua BPH Regional 2 KMNU M Dliyaudin, perwakilan KMNU UNY, perwakilan KMNU UGM, dan perwakilan dari civitas UII.

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Ketua KMNU UII Mazdan mengatakan, pelantikan pengurus KMNU UII ini meningkatkan semangat masing-masing pengurus untuk berdakwah ala Aswaja NU di kampus UII.

Ribath Nurul Hidayah

“Karena adanya KMNU UII ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa asal pesantren atau masih mambu santri untuk bisa meneruskan kebiasaan santri seperti kajian dan amaliyah lainnya.”

Syamsuddin mengapresiasi KMNU UII yang awal berdirinya hanya dirintis oleh tiga orang. “Alhamdulillah sekarang tiga orang ini dapat menjaring teman-teman lainnya untuk memantapkan diri menjadi bagian KMNU dan mengabdi kepada NU.”

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Syam, di usia muda KMNU UII pengurusnya tidak perlu bernafsu untuk menjadi besar. Untuk menjadi besar itu perlu proses yang tidak mudah dan panjang. Syam mengimbau pengurus baru ini untuk memperkuat internal terlebih dahulu sebagai proses awal menuju lebih baik. (Ulinnuha/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Berita, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Senin, 29 Mei 2017

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Jerusalem, Ribath Nurul Hidayah. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Rabu (14/2) melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas sejumlah isu seprti konflik Israel-Palestina dan ambisi nuklir Iran.



PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Turki yang menjadi sekutu Israel juga AS itu telah menawarkan bantuan untuk mewujudkan upaya-upaya perdamaian mengingat hubungan baiknya dengan Israel dan Palestina yang sudah lama bersengketa.

Sejumlah pengamat mengungkapkan, kunjungan Olmert selama dua hari di Turki dan rencana pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu AS Condoleezza Rice tidak akan menghasilkan langkah-langkah positif dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Ribath Nurul Hidayah

Pejabat pemerintah Israel Miri Eisin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi tersebut. "Israel dan Turki memiliki hubungan strategis yang penting di segala bidang."

"Turki merupakan negara demokrasi moderat yang telah memainkan peranan yang sangat penting menyangkut isu Isreal-Palestina. Israel berharap dapat memperluas peran Turki di garda depan," kata Eisin kepada AFP.

Ribath Nurul Hidayah

Olmert yang menurut rencana akan tiba di Ankara hari ini akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Menlu Turki Abdullah Gul dan sejumlah pejabat tinggi Turki lainnya pada Kamis besok.

Israel dan Turki yang menjadi sekutu-sekutu AS menjalin hubungan baik dengan melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi maupun militer.

Menyinggung kunjungan Olmert ke Turki, Erdogan menuduh Israel telah menyulut ketegangan dengan umat Islam di seluruh dunia menyusul rencana Israel yang tetap melanjutkan penggalian dekat Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam.

Erdogan mengungkapkan bahwa negaranya "terusik dan marah" atas rencana Israel tersebut.

"Terus terang, saya akan katakan kepada pemerintah Israel bahwa Masjidil Aqsa adalah satu di antara tempat tersuci bagi umat Islam di seluruh dunia dan segala tindakan apapun yang melanggarnya akan menuai reaksi-reaksi yang dibenarkan," ungkap Erdogan.

Sebaliknya, Eisin mengatakan bahwa penggalian tersebut akan tetap dilanjutkan. "Kami akan menjelaskan bahwa penggalian ini akan berlanjut dan bahwa penggalian ini di luar Temple Mount (Masjidil Aqsa)." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 05 Maret 2017

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan ini terjadi setelah program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai harapan.

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

“Secara bertahap, angka kemiskinan terus turun, dari 12,9 persen kini tinggal 11,25 persen. Dan kita targetkan penurunan itu bisa mencapai 10 persen,” ujarnya usai bersilaturrahmi dengan beberapa Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (15/7).

Hadir dalam acara kunjungan Menkokesra ini Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Abdul Wahab, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, serta Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan KH Dimyati Rimly. Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Nyono Suharly dan Munjdiah Wahab, juga turut mendampinginya.

Ribath Nurul Hidayah

Meski telah mengalami penurunan, Agung mengakui, pada akhir-akhir ini program penanggulangan kemiskinan mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan beberpa hal yang belum bisa berjalan maksimal. “Namun secara keseluruhan angka kemiskinan mengalami penurunan, termasuk angka penganguran juga mengalami penurunan,” imbuhnya.

Agung berharap, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan kementriannya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih mendatang. Salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM Mandiri).

Ribath Nurul Hidayah

”Siapapun presidennya, saya berharap PNPM ini bisa dilanjutkan,” pintanya seraya mengatakan, pihaknya sudah membuat rekomendasi untuk disampaikan kepada presiden terpilih nanti.

Mengapa PNPM? Menko Kesra yang juga wakil ketua DPP Golkar ini mengungkapkan,  alasannya karena PNPM sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat khususnya dipedesaan. “Yakni untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, air, pembangunan ekonomi, dan juga sosial kemasyarakatan, dan proyeknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam pelaksanaannya di lapangan, PNPM melibatkan masyarakat langsung dan secara nasional untuk angka kebocorannya sangat minim. “Secara nasional, angka kebocorannya  hanya 0,02 persen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Agung menyerahkan bantuan ke pesantren di antaranya untuk koperasi pesantren sebesar Rp 200 juta, sembako dari BAZNAS sebesar Rp 50 juta, serta sertifikat peserta BPJS untuk kalangan pesantren.

Menko Kesra juga menyerahkan sertifikat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 33,05 miliar dari PNPM Mandiri, serta bantuan untuk pembangunan museum sebesar Rp 20 Miliar dari Dirjen Kebudayaan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Berita, Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 01 Oktober 2016

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur secara khusus mengajak Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama atau PW LTNNU untuk mengawasi mutu siaran televis dan radio. Hal tersebut penting untuk meningkatkan mutu siaran dan sebagai kontrol masyarakat.

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)
KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

"LTN punya tugas untuk turut mengawasi sejumlah siaran yang ditayangkan media radio serta televisi," kata Komisioner KPID Jatim, Mohammad Dawud, Ahad (18/1). Apalagi pada saat yang bersamaan mulai digalakkan pencegahan situs dan organiasasi yang menyecarkan teror.

Dalam pandangan Mohammad Dawud, KPID sendiri sangat terbuka atas keluhan masyarakat yang melakukan protes bila ditemukan muatan yang menyebarkan kebencian, tidak menghargai perbedaan dan ajakan tidak pantas lainnya.

"Apalagi LTN memiliki jaringan komunikasi dengan kepengurusan serupa di tingkat kota dan kabupaten di Jawa Timur. Cukup sediakan kader dan waktu untuk bisa memantau siaran di berbagai daerah,” kata Sekretaris PW ISNU Jatim ini

M Dawud kemudian memberikan masukan bahwa cara yang bisa dilakukan bila ternyata menemukan siaran yang tidak pantas, maka cukup melayangkan surat ke KPID Jatim dengan menyertakan waktu dan tanggal serta dimana menangkap siaran yang meresahkan tersebut. "Selanjutnya kami dari KPID yang akan menindaklanjuti laporannya," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR sangat mengapresiasi ajakan tersebut. "Kami memang memiliki jaringan sampai ke kabupaten dan kota di Jatim, meskipun harus terus dijalin," katanya. Bahkan keberadaan pemantau media memang telah direkomendasikan saat rapat koordinasi dengan kepengurusan LTN se-Jatim beberapa waktu berselang.

Ribath Nurul Hidayah

"Tinggal bagaimana mengintensifkan komunikasi dan memberikan informasi ini kepada kepengurusan di daerah," kata Gus Najib, sapaan akrabnya. Dengan semakin banyak pihak yang mengawasi mutu siaran, ia mengharapkan kian banyak tayangan yang mendidik masyarakat.

Salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan ini juga berharap agar frekwensi yang telah diberikan pemerintah dimaknai sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. "Bukan malah menebar keburukan apalagi teror," katanya.

Pada saat yang sama, alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap agar pemerintah tegas. "Kami mendukung dan mendesak pemerintah untuk menutup gerakan penyebar terorisme baik di televisi dan radio, termasuk di dunia maya," tandasnya. Karena, lanjutnya, dari sejumlah media inilah gerakan teror akan merayu masyarakat untuk bertindak yang destruktif.

Bagi Gus Najib, tindakan pemerintah dengan menutup website, akun facebook dan media sosial lain dapat juga dilakukan kepada radio dan televisi. "Ini untuk menuutup gerak yang mengarah kepada terorisme," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 14 April 2016

Jadi Tujuan Investor, Ini Arahan untuk SARBUMUSI NU Jepara

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Sejak 2015, Jepara menjadi primadona bagi para investor baik skala nasional maupun internasional. Hal ini terlihat dari banyaknya pabrik besar yang beroperasional di Jepara dengan jumlah pekerja mencapai angka ribuan.?

Kenyataan di atas mendorong SARBUMUSI NU Jepara untuk secepatnya membentuk SARBUMUSI di tingkat pabrik, memperjuangkan kesejahteraan, memberikan perlindungan bagi buruh dan keluarganya.

Jadi Tujuan Investor, Ini Arahan untuk SARBUMUSI NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Tujuan Investor, Ini Arahan untuk SARBUMUSI NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Tujuan Investor, Ini Arahan untuk SARBUMUSI NU Jepara

Hal itu yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jepara, dalam Rapat Kerja Pertama SARBUMUSI Jepara, Ahad (5/2) di Gedung PCNU Jepara, Jl Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah.?

“SARBUMUSI Jepara juga diharapkan membangun kemitraan yang jelas dengan PMA maupun perusahaan dalam negeri dalam rangka penenuhan tenaga kerja dari asli orang Jepara sehingga dapat menekan pengangguran di Jepara,” tambah Hisyam melalui rilis yang dikirim kepada Ribath Nurul Hidayah.?

Dalam acara yang dihadiri seluruh pengurus SARBUMUSI Jepara, Hisyam juga mengemukakan hal penting yang harus dilakukan SARBUMUSI Jepara yakni memperjuangkan hak-hak buruh dan keluarganya melalui kenaikan gaji maupun jaminan keselamatan kerja, pendidikan, kesehatan dan pensiun. Selain itu membangun sinergitas dengan pemerintah daerah secara legal formal agar pemenuhan kebutuhan buruh dapat tercapai dan terlindungi secara konstitusional.

Dengan banyaknya jumlah perusahaan dan karyawan di Jepara yang dimungkinkan membawa dampak negatif sosial, SARBUMUSI Jepara juga diharapkan dapat mencegah dan mengantisipasi efek negatif tersebut seperti penyebaran penyakit HIV, narkoba, gaya hidup bebas, pelacuran dan minuman keras di sekitar pabrik dan rumah kos para buruh.

Ribath Nurul Hidayah

Hisyam menyebut beberapa perusahaan di Jepara di antaranya PT Sami (Jepang) bergerak di bidang perakitan kabel dengan jumlah karyawan mencapai 7000 orang; ? PT Bomin Permata Abadi bergerak di bidang garmen dengan jumlah karyawan 2500 orang; PT Kanindo bergerak di bidang pembuatan tas dengan jumlah karyawan 2000 orang. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah