Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Januari 2018

Tiongkok Larang Murid Sekolah dan PNS Berpuasa

Beijing, Ribath Nurul Hidayah. Murid sekolah dan pegawai negeri sipil (PNS) muslim Barat Daya Tiongkok, di mana Beijing menegakkan aturan keras keamanan menyusul kerusuhan yang mematikan, telah diperintahkan untuk menghindari ikut ambil bagian dalam puasa tradisional selama bulan suci Ramadhan.

Tiongkok Larang Murid Sekolah dan PNS Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiongkok Larang Murid Sekolah dan PNS Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiongkok Larang Murid Sekolah dan PNS Berpuasa

Laporan yang diunggah pada Rabu di situs sekolah, instansi pemerintah dan organisasi partai lokal di wilayah Xinjiang mengatakan larangan itu ditujukan untuk melindungi kesejahteraan siswa dan mencegah penggunaan sekolah dan kantor pemerintah untuk mempromosikan agama.?

Laporan di situs-situs organisasi partai setempat mengatakan anggota partai resmi atheis berkuasa juga harus menghindari puasa.

Ribath Nurul Hidayah

"Tak ada guru yang dapat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, menanamkan pemikiran keagamaan pada siswa atau memaksa siswa ke dalam kegiatan keagamaan," kata sebuah pernyataan di situs No 3 Kelas Sekolah di Ruoqiang County, Xinjiang.

Ribath Nurul Hidayah

Larangan serupa telah diberlakukan di masa lalu pada puasa Ramadhan, yang dimulai saat matahari terbenam hari Sabtu. Tapi tahun ini luar biasa sensitif karena Xinjiang berada di bawah pengamanan ketat menyusul serangan yang oleh pemerintah disalahkan pada ekstremis Muslim dengan ikatan teroris asing.

Kekerasan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Xinjiang. Partai yang berkuasa menyalahkan ekstremis, mengatakan ingin kemerdekaan, sementara anggota kelompok etnis Uighur di wilayah itu mengeluh bahwa diskriminasi dan pembatasan agama, seperti larangan untuk mengajak anak-anak ke masjid, yang memicu kemarahan di etnis mayoritas Han Cina.

Sebuah serangan pada 22 Mei di ibukota regional Urumqi oleh empat orang yang melemparkan bom di sebuah pasar sayuran menewaskan 43 orang. Pada tanggal 22 Juni, polisi di Kashgar di barat jauh mengatakan mereka menewaskan 13 penyerang yang mengendarai mobil ke gedung polisi dan menyalakan bahan peledak, melukai tiga petugas. Pihak berwenang menyalahkan dua serangan lain di stasiun kereta api di Urumqi dan di barat daya China pada ekstremis Muslim.

Pemerintah menanggapi dengan tindakan keras yang mengakibatkan lebih dari 380 penangkapan dalam satu bulan dan rapat umum untuk mengumumkan hukuman.

Partai yang berkuasa waspada terhadap kegiatan keagamaan. Mereka khawatir itu bisa berfungsi sebagai titik kumpul bagi penentangan terhadap kekuasaan satu partai. Kontrol ibadah sangat sensitif di Xinjiang dan di negara tetangga Tibet, di mana keyakinan agama memainkan peran besar dalam budaya lokal.

Pada hari Selasa, pihak berwenang di beberapa komunitas di Xinjiang mengadakan perayaan ulang tahun berdirinya Partai Komunis dan melayani makanan untuk menguji apakah tamu Muslim sedang berpuasa, demikian menurut Dilxat Raxit, juru bicara di Jerman untuk kelompok hak asasi Kongres Uighur Dunia.

"Hal ini akan menyebabkan lebih banyak konflik jika Tiongkok menggunakan langkah-langkah koersif untuk memerintah dan untuk menantang keyakinan Uighur," kata Dilxat Raxit dalam sebuah email.

Partai yang berkuasa mengatakan agama dan pendidikan harus disimpan terpisah dan mahasiswa tidak harus tunduk pada pengaruh agama. Peraturan itu jarang diberlakukan untuk anak-anak dari China Han, yang, jika mereka memiliki agama, sebagian besar Buddhis, Taois atau Kristen.

"Siswa tidak seharusnya berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, mereka tidak akan mempelajari skrip atau membaca puisi di naskah dan paduan suara kelas, mereka tidak akan memakai lambang agama, dan tidak ada orang tua atau orang lain dapat memaksa siswa untuk memiliki keyakinan agama atau ikut serta dalam kegiatan keagamaan," kata pernyataan di situs sekolah dasar di Ruoqiang County.

Sebuah portal berita yang dijalankan oleh pemerintah Yili di bagian utara Xinjiang mengatakan puasa merugikan kesejahteraan fisik siswa muda, yang seharusnya makan secara teratur.

Di kota Bole, pensiunan guru dari Sekolah Menengah Wutubulage dipekerjakan kembali untuk berjaga di masjid dan mencegah siswa masuk, menurut sebuah pernyataan di situs komite partai kota.

Di Bole, Radio dan Televisi Universitas Bozhou mengatakan di situsnya mereka mengadakan pertemuan dengan guru yang masih bekerja dan pensiunan guru minoritas pada hari pertama Ramadhan untuk mengingatkan mereka tentang larangan puasa.

Biro kehutanan di Xinjiang Zhaosu county mengadakan acara sehari sebelum Ramadhan di mana kader partai menandatangani janji mereka dan keluarga mereka akan "tegas menolak puasa," menurut sebuah pernyataan di situs komite partai lokal.

Biro Cuaca Moyu di daerah Hotan mengatakan pada situs webnya bahwa karyawan Muslim, baik aktif maupun pensiunan, diminta untuk menandatangani surat perjanjian untuk tidak berpuasa.

Biro komersial untuk Turpan, sebuah kota oasis di padang gurun, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa PNS yang "dilarang" untuk berpuasa atau melakukan ritual doa Salat di masjid, demikian AP melaporkan.(antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 11 Januari 2018

Rumuskan Perdamaian Dunia, GP Ansor Gelar Halaqah Internasional

Jombang, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda? Ansor akan menggelar Halaqah Internasional di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tmabkberas, Jombang pada? Ahad hingga Senin (21-22/5). Kegiatan akan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum.

Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor Sholahul Am Notobuwono mengatakan, kegiatan tersebut bertema "Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban".

Rumuskan Perdamaian Dunia, GP Ansor Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumuskan Perdamaian Dunia, GP Ansor Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumuskan Perdamaian Dunia, GP Ansor Gelar Halaqah Internasional

"Berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujarnya, Senin (15/5).

Ribath Nurul Hidayah

Pria akrab disapa Gus Aam menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Disamping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

"Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara. Serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam.," imbuh Katib Pesantren Bahrul Ulum ini menambahkan.

Ribath Nurul Hidayah

Pada kegiatan tersebut, panitia mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Di antaranya Syekh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Terutama Mesir sudah pasti datang. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, akademisi, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Mahad Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU. "Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dibedah kembali di negaranya masing-masing.

"Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," pungkasnya.

Untuk mensukseskan halaqoh ini, PP Pusat GP Ansor menggandeng Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan PC GP Ansor Kabupaten Jombang. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Aswaja, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Telekonferensi, Peserta Sanlat Ansor Berdialog dengan Dua Menteri

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Para peserta Pesantren Kilat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) dari 12 kota se-Indonesia melangsungkan telekonferensi audio visual dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan sebagai sarana menambah semangat kepada peserta dalam menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama.

Telekonferensi, Peserta Sanlat Ansor Berdialog dengan Dua Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)
Telekonferensi, Peserta Sanlat Ansor Berdialog dengan Dua Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)

Telekonferensi, Peserta Sanlat Ansor Berdialog dengan Dua Menteri

"Teleconference ini adalah kegiatan live video conference antara Mataair, GP Ansor dan PT Telkom Indonesia yang diselenggarakan Jumat lalu," kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto, Sabtu (30/5).

Gus Antok, samaan kesehariannya, mengemukakan bahwa kegiatan merupakan dialog secara langsung antara kedua menteri dengan peserta Sanlat di 12 kota di Indonesia. Kota-kota tersebut antara lain Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Serang, Semarang, Kudus, Karanganyar, Jombang, Surabaya, Malang, Ngawi, dan Pontianak, lanjutnya.

Ribath Nurul Hidayah

"Pada kegiatan tersebut peserta Sanlat yang difasilitasi GP Ansor dapat berbicara secara langsung dengan Bapak Anis Baswedan selaku Menteri Pendidikan, Bapak M Nasir yang juga Menristek Dikti serta Alex J Siaga yang menjadi Dirut PT Telkom," kata Gus Antok.

Ribath Nurul Hidayah

Khusus di Jombang, para peserta didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Wazir Aly selaku Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel Denanyar, H Jauharul Afif Pengasuh Pesantren Sunan Ampel Mambaul Maarif Denanyar, penasehat Ansor Jombang, ISNU, wali santri, para alumni Sanlat dari tahun 2011 hingga 2014.

Sedangkan para pengurus PC GP Ansor yang ikut menyaksikan kegiatan teleconference ini antara lain, Muizzun Hakam (sekretaris), Farid Al-Farisi (bendahara), serta Hafis Muaddab (ketua panitia sanlat).

Pada kesempatan tersebut bapak menteri memberikan semangat kepada para peserta untuk terus giat belajar. Terkait kelulusan peserta untuk masuk perguruan tinggi harapan, tentu sangat bergantung dengan kemampuan yang dimiliki. Kendati demikian, bapak menteri akan memberikan perhatian terhadap kelanjutan studi peserta.? ?

Sejumlah kejadian menarik tampak terlihat dari kegiatan ini. "Para peserta menyempatkan membuat tulisan i love you di depan kamera, " kata Gus Antok sembari tertawa. Demikian juga antar peserta dari sejumlah kota ini saling beradu yel-yel sesuai daerah setempat, lanjutnya.

Usai teleconference, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan atau (MoU) dukungan program pendidikan Mataair BPUN. Kegiatan yang bertemakan education for a better future ini berlangsung sekitar dua jam dan berakhir jelang jam 21.00. Tampak wajah penuh keceriaan dari para peserta sanlat maupun para panitia serta undangan yang hadir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 06 Januari 2018

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 02 Januari 2018

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, umat Islam harus menerima tamu yang datang kepadanya dengan baik.?

“Dulu kita juga menerima kunjungan Anies-Sandi,” katanya merespon kedatangan Ahok-Djarot ke Gedung PBNU di Jakarta, Senin (10/4) malam.

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikunjungi Ahok-Djarot, Kiai Said: Kita Harus Terima Tamu dengan Baik

Ia menuturkan, maksud kedatangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut ke PBNU adalah untuk meminta doa dan restu kepada kiai-kiai NU, bukan untuk meminta dukungan. Menurutnya, NU tidak bisa mendukung karena bukan partai politik.?

“Mudah-mudahan Pak Ahok dan Pak Djarot sehat walafiat, diberi kekuatan oleh Tuhan," kata Kiai Said.?

Ribath Nurul Hidayah

Kiai Said berharap, semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar bisa menjaga pilkada yang aman, lancar, dan tertib. “Semoga pilkada aman, lancar, dan tertib,” ucap Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah itu.

Ia juga meminta Ahok untuk berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan kekisruhan di tengah-tengah masyarakat. Serta berharap, Jakarta bisa menjadi contoh kepada daerah-daerah lain dalam hal penyelenggaraan pilkada.?

Wakil Gubernur DKI non-aktif Djarot Saiful Hidayat menegaskan maksud kunjungannya ke PBNU adalah untuk bersilaturahim dan meminta doa restu. “Kita berada di jalan PBNU; Pancasila, Bhinneka, Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya disambut riuh tawa yang hadir.

Ahok dan Djarot datang ke PBNU didampingi oleh Ketua Umum PPP Djan Farid dan disambut oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU serta beberapa pengurus. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Jadwal Kajian, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 30 Desember 2017

Di Jombang, Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Pesantren Kilat

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang Jawa Timur menggelar tes tulis masuk kegiatan pesantren kilat (Satlat) bagi pelajar yang baru lulus pendidikan tingkat SMA/SMK/MA. Pada tes yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Selasa (13/5) ini diikuti oleh 450 peserta.

Di Jombang, Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jombang, Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jombang, Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Pesantren Kilat

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto mengungkapkan, kegiatan Sanlat merupakan ikhtiyar GP Ansor beserta sejumlah elemen muda Nahdlatul Ulama, seperti PMII, ISNU, Fatayat NU dan IPNU serta IPPNU, guna menyongsong pemenuhan kebutuhan kader NU di masa datang. "Tujuannya untuk mengatasi kebutuhan kader NU di masa mendatang," katanya.

Dia menjelaskan, ratusan peserta tes yang datang dari wilayah Jombang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk itu akan diseleksi menjadi 60 peserta yang akan terlibat dalam pesantren kilat. Keenam puluh peserta Sanlat akan menjalani masa pemondokan selama satu bulan dan menerima pembekalan, baik materi akademik maupun non-akademik.

Ribath Nurul Hidayah

Pada materi non-akademik, peserta Sanlat digembleng dengan materi tentang NU dan Ahlussunnah wal Jamaah. Sedangkan, pembekalan akademik diorientasikan pada materi untuk menyongsong pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri. "Salah satu targetnya, para santri Sanlat bisa lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri," kata Zulfikar.

Masa pemondokan bagi santri Sanlat, tambahnya, akan dilaksanakan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Gemblengan bagi santri Sanlat, diharapkan bisa membantu para santri untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki ikatan dengan Nahdlatul Ulama. "Ini untuk memenuhi kebutuhan kader NU yang profesional dari berbagai disiplin ilmu," tandas karyawan Pemkab Jombang ini. (Syafullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Hikmah, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Banyumas, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 250 pelajar mengikuti makesta yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Rawalo kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6) malam. Di kantor MWCNU Rawalo, mereka yang datang dari sembilan kelurahan ini menerima sejumlah materi ke-Aswajaan dan kebangsaan.

Makesta Kubro bertema “Menciptakan Kader NU Berkualitas serta Loyal terhadap NU dan NKRI” ini masuk dalam rangkaian peringatan Gebyar Harlah ke-91 NU dan Harlah ke-81 GP Ansor yang diselenggarakan MWCNU Rawalo.

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Ketua IPNU Rawalo M Shonhaji dalam sambutannya mengimbau peserta kaderisasi untuk serius mengikuti makesta kubro. “Kader IPNU-IPPNU harus menjadi kader berkualitas serta loyal terhadap NU. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan.”

Ribath Nurul Hidayah

Shonhaji mengingatkan peserta makesta untuk menanamkan kesadaran dalam diri sebagai penerus perjuangan NU ke depan. “Terlebih lagi tantangan NU ke depan lebih kompleks.”

Kepada Ribath Nurul Hidayah, Shonhaji mengatakan makesta kubro terbilang menarik. Berkat silaturahmi dengan para orang tua dan sosialisasi rutin tiap ranting, kami mendapat mandat untuk melaksanakan makesta kubra perdana di Rawalo dengan jumlah peserta cukup besar, ujar Shonhaji. (Azka Miftahuddin/Alhafiz K)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 22 Desember 2017

PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta agar Nahdliyyin atau warga NU menanggapi dengan kepala dingin hari pembakaran Qur’an yang akan dilakukan pada 11 September 2010, bertepatan dengan Idul Fitri, yang dilakukan oleh sekelompok kecil orang di Florida Amerika Serikat.



PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Nahdliyyin Tanggapi dengan Kepala Dingin Hari Pembakaran Qur’an

“Ini merupakan provokasi untuk membuat umat Islam marah. Dengan jiwa besar, kita harus menahan kegilaan, jangan sampai ditanggapi dengan kegilaan juga. Kalau ini kita lakukan, provokasi mereka berhasil,” katanya ketika menerima rombongan dari Gerakan Peduli Pluralisme di gedung PBNU, Jum’at (27/8).

Slamet percaya bahwa apa yang dilakukan oleh sekelompok kecil pengikut Kristen ini tidak mencerminkan pandangan umum umat Kristiani. “Pembakaran kitab suci, pasti sangat menodai prinsip keagamaan yang membakar itu sendiri, bukan hanya pemeluk kitab suci yang dibakar,” terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ditambahkannya, upaya menjaga kerukunan beragama sangat penting karena menjadi basis bagi kerukunan masyarakat, kerukunan bangsa dan kerukunan antar negara.

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap pemerintah Amerika juga mengkomunikasikan kepada rakyatnya bahwa upaya yang dilakukan segelintir orang ini menyebabkan umat Islam terluka. Kejadian ini, meskipun baru rencana, tetapi sudah menyakitkan dan menujukkan ketidakberdayaan serta kebangkrutan nilai-nilai keamerikaan, seperti kebebasan dan kesetaraan yang selama berabad-abad lalu terus diperjuangkan, seperti upaya keseteraan antara kulit putih dan hitam, pribumi dan pendatang dari Eropa yang pada akhirnya telah menjadikan Amerika saat ini sebagai tempat pertemuan (melting port).

Selanjutnya, dari kejadian ini, Slamet mengemukaan ada sebuah pertanyaan mendasar, ketika pemerintah dalam kaitan dengan kebebasan beragama tidak ikut serta, tetapi disisi lain ada upaya pencederaan terhadap hubungan antara agama, akan muncul sebuah problem.

Selain itu, PBNU juga berharap agar pemerintah Indonesia juga melakukan antisipasi agar muslim Indonesia tidak terprovokasi atas tindakan ini.

Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sastro Al Ngatawi mengaku ngeri jika rencana pembakarana ini benar-benar terjadi. Hal ini menurutnya bukan hanya persoalan penistaan agama, tetapi sudah menyangkut masalah kemanusiaan.

“NU tanpa capek memperjuangkan toleransi dan pluralisme, tetapi tiba-tiba dihadapkan pada persoalan yang menohok jantung kita. Kebebasan dan liberalisme yang berlebihan akan memakan korban, yaitu pluralisme itu sendiri,” terangnya.

Romo Magnis Suseno yang juga hadir pada pertemuan tersebut menyesalkan atas adanya rencana tersebut. Dari sudut pandang gereja Katolik, ajaran agama lain perlu dihormati karena mereka memiliki unsur kebenaran dan kebaikan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam ajaran Katolik, Yesus mengancam dengan pengadilan terakhir mereka yang menghina orang lain sebagai tidak beriman, apalagi mereka yang menghina kitab suci.

Ia menegaskan, para perencana merupakan sebuah kelompok kecil di luar main stream, yang juga menganggap gereja Katolik sebagai kafir dan mereka tidak memperdulikan kepada fihak lain yang merasa terganggu.

Romo Magnis memahami jika hal ini benar-benar dilakukan, umat Islam akan melakukan protes, tetapi ia berharap hal ini dilakukan dengan tanpa kekerasan karena akan menimbulkan korban bagi yang tak bersalah.

Sementara itu Pendeta Shepard Supit dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) juga menegaskan, upaya seperti itu jelas-jelas mencederai iman Kristiani karena agama mengajarkan “Kasihilah tuhanmu dan sesama manusia”

Ia berharap hal ini bisa ditanggapi secara dewasa dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan umat beragama di Indonesia bertanggung jawab atas suasana damai. “Kita akan buktikan bahwa Indonesia tidak terpancing,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Amalan, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 16 Desember 2017

Pembully dalam Pandangan Gus Mus

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Rundungan atau populer disebut bully kian marak seiring berkembang pesatnya media sosial (medsos). Bully tak jarang dilakukan oleh akun-akun palsu di dunia maya yang mengatasnakam orang-orang tertentu. Namun, tidak jarang pula akun asli.

Pembully dalam Pandangan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembully dalam Pandangan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembully dalam Pandangan Gus Mus

Fenomena maraknya rundungan di media sosial ini mendapat perhatian Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. Ia mengibaratkan tukang bully seperti orang yang melempar batu ke dalam sumur.

“Pembully ibarat orang yang melempar batu ke dalam sumur. Ia hanya ingin mendengar suara kecipak saat batunya menyentuh air. Jadilah sumur yang dalam,” ujar Gus Mus, Sabtu (14/5).

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam akun twitter miliknya. Awalnya, Gus Mus merespon kicauan seorang aktris teater Ine Febriyanti. Perempuan berumur 40 tahun itu mengeluhkan ketika dirinya bersikap sopan dan hati-hati di media sosial pun tetap di-bully.?

Pengibaratan Gus Mus tentang pembully mendapat ribuan respon dari para follower-nya. Akun bernama Wisnu Pambudy berusaha menjelaskan maksud kicauan Gus Mus.

Ribath Nurul Hidayah

“Krn sumur yg dalam tidak mengeluarkan bunyi kecipak saat di lempar batu, & kalaupun berbunyi tdk sampai terdengar di bibir sumur,” cuit Wisnu.

Berbeda dengan Wisnu dan para follower lain, akun bernama Nadine Lidya mencoba untuk mendapat dawuh Gus Mus dengan bertanya bagaimana sikap terhadap para pembully.

“Gus, seperti apakah sikap kita utk menghadapi seseorang yg suka membully kita? diam, menjelaskan, atau berdebat? mohon nasihatnya,” tanya Nadine yang nampaknya belum mendapat respon dari pertanyaanya itu.

Ribath Nurul Hidayah

Soal bully ini, Gus Mus juga tidak jarang mendapatkannya ketika memberikan sikap dan pernyataan melalui akun media sosialnya. Misal ketika pemuda bernama Pandu Wijaya secara tidak sopan mengomentari cuit Gus Mus dengan berkata, “...Bid’ah ndasmu”.

Namun, Gus Mus tetaplah Gus Mus. Kiai pesantren dan tokoh nasional yang budayawan ini tidak menyimpan rasa dendam sedikit pun. Gus Mus menerima keluarga Pandu yang secara terbuka datang ke rumahnya dan meminta maaf atas perbuatan anaknya.

“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” tutur Gus Mus menanggapi rundungan kala itu. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 08 Desember 2017

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Dalam satu tujuan yang sama-sama disepakati, kadangkala seseorang menempuh cara dan jalan yang berbeda-beda. Inilah keragaman dalam kenyataan. Perbedaan pendapat atas satu persoalan yang sama sekalipun, seringkali tidak bisa dihindari. Hal ini diungkapkan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ahad (16/10) dalam akun Facebook miliknya.?

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Perpecahan dalam Setiap Perbedaan Pendapat

Namun, tuturnya, tidak setiap perbedaan pendapat itu meniscayakan perpecahan selama ada sikap toleransi, saling menghargai, saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak karena merasa benar sendiri.?

Sebagaimana perbedaan agama yang dianut, suku, ras dan golongan menurutnya adalah hal nyata dalam kehidupan pada bangsa Indonesia ini. "Perbedaan tersebut tidak meniscayakan perpecahan yang berujung pada disintegrasi bangsa, selama warga negara ini menyadarinya, tunduk dan patuh kepada ajaran agamanya dengan pemahaman yang benar dan setia kepada pemimpin pemerintahannya," ujarnya.

Gus Ishom, saapaan akrabnya menambahkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat penting dan sudah seharusnya setiap orang sebagai warga negara saling menyayangi, menghormati dan menaati konstitusi sebagai sebuah kesepakatan bersama.?

Tanpa hal itu, menurut ulama muda ini, maka peluang perpecahan antar anak bangsa yang demikian beragam niscaya terjadi dan ini berbahaya, wajib kita hindari. Umat Islam di mana saja tidak dibenarkan memaksakan kehendak dari "kebenaran relatif" yang diyakininya kepada pihak lain dan tidak perlu melakukan kekerasan atas nama agama serta tidak coba-coba membenturkan secara diametral hubungan antara agama dan negara.?

Ribath Nurul Hidayah

"Tujuan bernegara ini antara lain untuk melindungi setiap hak warga negara, baik muslim maupun non-muslim. Sehingga tidak boleh ada saling menghalangi atau merebut hak orang lain. Setiap muslim mestinya bisa patuh pada kesepakatan atau konstitusi kita sebagai wujud ketaatan kepada ulil amri yang diperintahkan agama," tegasnya.

Pelanggaran terhadap konstitusi atau agama itu berdosa, sehingga mengguncangkan hati dan berakibat buruk pada kehidupan harmonis bersama. Di sinilah menurutnya, dalam hidup bersama yang plural ini yang diperlukan bukan hanya ilmu atau wawasan agama yang mendalam, tetapi juga perlu wawasan kebangsaan.?

Oleh karenanya umat Islam wajib mengkampanyekan Islam yang rahmatan lil-alamin dan terus berupaya mengamalkannya. Menurutnya perlu wasathiyah (moderasi) dalam pikiran, ucapan dan tindakan dan penting sikap tasamuh (toleransi) menghadapi setiap perbedaan, meski tidak setiap perbedaan perlu dipertimbangkan.?

"Semoga umat Islam di seluruh Indonesia menyadari hal ini. Kehilangan emas bisa kembali membeli di toko emas, tetapi jika kita kehilangan tanah air kemana kita akan membelinya? Jadi, sayangilah dan hormatilah agar persatuan bangsa ini segera terwujud tanpa gangguan yang berarti," pungkasnya.?

Ribath Nurul Hidayah

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 20 Oktober 2017

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. NU Care-LAZISNU Lampung mengagendakan terbentuknya seluruh struktur kepengurusan UPZISNU se-Lampung Timur. Untuk menyukseskan agenda tersebut dilakukan sosialisasi sejak September 2017.

Mengingat banyaknya kecamatan sebagai sasaran sosialisasi, tim NU Care-LAZISNU Lampung Timur mengunjungi kecamata-kecamatan tersebut setiap Ahad. Seperti pada 10 Desember lalu sosialisasi dilakukan di Pesantren Miftahul Ulum, Desa Raman Aji, Kecamatan Raman Utara.

“Ada 24 MWC (kecamatan) dan 264 desa di Lampung Timur. Insyaallah, sosialisasi dan pembentukan UPZISNU akan selesai awal bulan April 2018,” kata Ketua LAZISNU Lampung Timur, Makruf, Senin (11/12).

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Lampung Timur Kelola Zakat di Setiap Kecamatan

Setelah sosialisasi dan pembentukan UPZISNU di semua desa, akan diadakan pelatihan Managemen Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah bulan Mei 2018.

“Pelatihan akan diikuti oleh seluruh pengurus UPZISNU se-Lampung Timur.

Sosialisasi sambil berbagi

Ribath Nurul Hidayah

Di sela-sela kegiatan sosialisasi, NU Care-LAZISNU Lampung Timur juga mengadakan penyaluran, salah satunya lewat Jumat Berkah Berbagi. Pada program tersebut rata-rata dibagikan 40 paket sembako setiap minggunya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kegiatan Jumat Berkah Berbagi sangat membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini kesusahan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Imam Mutakkin, salah satu pengurus LAZISNU Lampung Timur.

Kegiatan berbagi sendiri bergeliat semenjak mulai terbentuknya kepengurusan UPZISNU di setiap kecamatan Lampung Timur.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa waktu, kepengurusan MWCNU Pasir Sakti bersama pengurus NU Care LAZISNU Kecamatan Pasir Sakti telah berhasil menghimpun bantuan dari masyarakat dengan pencapaian 180 juta untuk program peduli Rohingnya.

“Atas perolehan itu, oleh PBNU diberangkatkan dua orang pengurus UPZISNU Pasir Sakrti untuk presentasi pada Munas Konbes NU di NTB, tentang keberhasilan menggalang donasi tersebut,” Makruf menambahkan.

Mengikuti keberhasilan Pasir Sakti, desa-desa lain mulai bergerak untuk melaksanakan program gerakan Koin NU. Makruf optimis, upaya tersebut akan mampu membangun kemandirian NU di Lampung Timur. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 15 Oktober 2017

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Jember, Ribath Nurul Hidayah

Para personel Banser Tanggap Bencana (Baga) Gerakan Pemuda Ansor Jember bahu-membahu bersama anggota TNI dan Polri melakukan sterilisasi pasca banjir dan longsor di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu (28/01).

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Tidak kurang dari 80 personel Bagana diturunkan. Sebelumnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Jember HM.Ayub Junaidi dihubungi camat setempat yang meminta bantuan agar menurunkan personel Bagana untuk melakukan sterilisasi material longsor setinggi 20 meter dan menutup jalur irigasi di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor.

Dalam aksi sosial tersebut tampak beberapa pengurus dari Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Jember, di antaranya Wakasatkorcab Banser Jember Alfin Kurnia Elfani, Kasetma Banser M. Sholeh Huddin, Kabiro Bagana Muhammad Lefand, dan Kabiro Logistik Moch. Rhasidy.

Ribath Nurul Hidayah

"Bagana Jember akan selalu siap sedia memantau keadaan di lapangan, bahkan tak segan untuk turun langsung baik diminta ataupun tidak," kata Sekretaris PC GP Ansor Jember H Kholidi Zaini yang saat itu turun langsung memimpin jalannya aksi. (Red: Mahbib)



Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 09 September 2017

Simbol Belum Tentu Cerminkan Kualitas Beragama

Keberagamaan umat Islam di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami yang cukup signifikan. Tahun 1990-an ke bawah, tidak banyak masyarakat muslimah Indonesia yang mengenakan jilbab dan hijab. Apalagi cadar. Tapi, saat ini muslimah Indonesia yang berjilbab, berhijab, dan bahkan bercadar semakin marak.

Selain itu, istilah syar’i dan hijrah juga semakin mengemuka ke tengah-tengah masyarakat belakangan ini, terutama di kalangan artis dan publik figur. Contoh kecil, kerudung dianggap syar’i manakala memiliki ukuran yang lebar hingga menutupi seluruh badannya. Sedangkan, kerudung kecil dianggapnya kurang –bahkan tidak- syar’i. Itu baru segi pakaian. Masih ada hal-hal lainnya yang dilabeli dengan istilah syar’i.

Simbol Belum Tentu Cerminkan Kualitas Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Simbol Belum Tentu Cerminkan Kualitas Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Simbol Belum Tentu Cerminkan Kualitas Beragama

Begitupun dengan hijrah. Terma ini semakin ngehits dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan para publik figur yang berkecimpung di dunia pertelevisian pun cukup vokal dalam mengkampanyekan istilah hijrah ini. Diantara indikator yang disematkan untuk hijrah adalah –misalnya- berkerudung syar’i atau bercadar, berjenggot lebat, bercelana ngatung, dan berjidat hitam. 

Lalu, Bagaimana pola keberagamaan umat Islam saat ini? Apakah hijrah berarti sebagaimana yang digambarkan di atas? Bagaimana melihat fenomena syar’i yang berkembang seperti sekarang ini? Bahkan ada beberapa institusi perguruan tinggi yang dilaporkan melarang dosen ataupun mahasiswanya untuk mengenakan cadar atau niqab. Bagaimana melihat fenomena seperti itu.

Jurnalis Ribath Nurul Hidayah, A. Muchlishon Rochmat, mewawancarai Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam, terkait dengan hal-hal tersebut di atas. Ia juga diamanati untuk menjadi Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU). Berikut wawancaranya:

Keberagamaan umat Islam di Indonesia saat ini seperti apa, Pak Umam?

Ribath Nurul Hidayah

Secara umum ada perubahan pola keberagamaan masyarakat Indonesia. Perubahan itu belum tentu substantif, tetapi perubahan itu kelihatan dari sisi luarnya dan kemasannya. Sekarang, simbol-simbol Islam itu semakin jelas. Simbol-simbol tersebut belum tentu mencerminkan kualitas kesalehan masyarakatnya. Dulu jilbab jarang dipakai orang, tetapi sekarang banyak sekali yang memakai jilbab. 

Apa yang menyebabkan seperti itu? Maksudnya maraknya simbol-simbol keislaman tersebut?

Ribath Nurul Hidayah

Televisi, media cetak, dan maraknya media-media sosial telah membantu untuk memperlihatkan perubahan-perubahan tersebut. Dan itu mau tidak mau juga ikut mempengaruhi perilaku umat Islam Indonesia. Ada yang sekedar ikut tren karena jilbab menjadi tren. Meskipun ada seseorang yang berubah karena kesadaran dan keyakinan bahwa itu adalah bagian dari ajaran Islam.

Jadi, grafik keberagamaan kita semakin naik?

Kita belum memiliki data yang valid untuk menggambarkan sebarapa jauh dan meningkatnya perubahan itu. Tetapi secara umum kita bisa melihat dari jumlah pengajian, masjid dan mushola yang terus bertambah, semakin maraknya lembaga-lembaga amil zakat karena dipicu oleh kesadaran berzakat yang semakin meningkat. Itu menunjukkan ada tren keberagamaan itu meningkat lebih baik. 

Tapi di sisi lain, ada tren-tren baru perlu mendapatkan perhatian. Ada orang yang hanya berhenti kepada simbol-simbol agama semata. Misalnya kalau mau dianggap islami maka kenakanlah jilbab model ini atau berpakaian tertentu. Padalah agama tidak hanya itu. Yang lebih substantif adalah dari segi isi keberagamaan itu. Simbol itu penting juga, tetapi jangan berhenti pada simbol karena simbol itu mudah dihilangkan dan dilepaskan.

Memang ada perubahan dalam keberagamaan ini, tetapi masih belum terlalu yakin bahwa perubahan itu sudah mengubah juga substansi para pemeluknya itu. Yang saya lihat masih sebatas pada simbol luarnya. Kita lihat kejadian-kejadian sosial yang tidak sesuai dengan ajaran agama seperti korupsi. Di satu sisi, itu menerangkan bahwa tampilannya sudah menunjukkan seolah-olah dia pengamal agama yang baik tetapi di sisi lain ternyata tidak demikian.

Belakangan ini, marak istilah syar’i di kalangan umat Islam misalnya ada istilah hijab syar’i. Bagaimana Anda melihat itu?

Kalau niatnya baik itu patut diapresiasi tetapi saya khawatir ini hanya tren sesaat. Jangan lupa bawa dibalik tren syar’i itu juga ada kepentingan ekonomi yang besar. Misalnya industri garmen semakin menguat dengan adanya tren syar’i ini. 

Kalau niatnya adalah supaya orang sadar akan ajaran agama, saya kira itu bagus. Tetapi jangan sampai berhenti di situ dan jangan terjebak kepada jargon-jargon sesaat. Yang tidak kalah pentingnya adalah menata perilaku sehingga sesuai dengan ajaran syariat Islam. Tidak berhenti di pakaian saja. 

Ada yang ‘memanfaatkan’ tren syar’i ini secara ekonomi?

Kritikan saya seperti ini, di balik jargon syar’i itu jelas ada kepentingan ekonomi. Apapun yang terkait dengan syar’i itu dikampanyekan dengan market. Di bisnis garmen, makanan, penerbangan itu kan ada pemain-pemain lama. Kemudian ada pemain baru yang ingin mendapatkan ‘kue’ ekonomi itu. Sehingga kalau misalnya mereka bersaing di sektor lama mereka tidak akan berhasil. Sehingga hal-hal yang sifatnya syar’i ini menjadi jargon marketing yang luar biasa. 

Orang terdorong untuk melakukan sesuatu karena itu adalah bagian dari implementasi agama. Pada tataran pelakunya mungkin mereka sadar ingin berubah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang memanfaatkan itu tadi. 

Bukankah itu bagus untuk mendorong ekonomi baru?

Sebetulnya ini positif untuk mengembangkan ekonomi. Salah satu yang mendorong ekonomi adalah bagaimana orang membelanjakan uangnya itu. Di satu sisi seperti itu. Tetapi jangan kemudian menganggap bahwa Indonesia lebih islami dengan adanya tren seperti itu. Karena indikator yang lain di luar tampilan fisik itu belum terpenuhi.

Lalu, apa saja indikator yang menunjukkan bahwa itu islami?

Misalnya kejujuran, tidak korupsi, adil terhadap semua orang, dan lainnya. Sampai saat ini, saya masih belum sepenuhnya yakin bahwa jargon syar’i itu adalah indikasi masyarakat Indonesia secara umum itu menjadi lebih islami.

Selain Syar’i, istilah hijrah juga ngehits saat ini. Hijrah diidentikkan misalnya dengan bercadar, bercelana cingkrang, berkening hitam, dan berjenggot lebat. Apakah hijrah memang seperti itu?

Hijrah tidak hanya sekedar itu. Itu hanya bagian luar dan tidak substantif. Kalau mau hijrah ya harus total. Tidak hanya tampilan luarnya saja, tetapi juga harus disertai dengan perubahan perilaku, sikap, dan cara berpikir ke arah yang lebih baik.

Ini kan korban dari kampanye dari televisi dan media sosial. Jangan menyimplifikasi agama misalnya kalau sudah mengubah cara berpakaian maka kemudian menjadi lebih islami. 

Mungkin betul bahwa ada hadis yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad melarang seseorang yang berpakaian terlalu panjang dan melebihi mata kaki. Tetapi konteksnya kan berbeda. Saat itu, orang yang mengenakan pakaian panjang melebihi mata kaki itu ada kesombongan maka kemudian Nabi melarang itu.

Sekarang di balik, orang yang mengenakan pakaian panjang melebihi mata kaki itu apakah mereka ada kesombongan. Jangan-jangan yang terjadi adalah sebaliknya; orang yang berpakaian cingkrang itu ada dirinya merasa lebih baik dari pada orang lain. Kalau begitu, berarti dia yang sombong. Karena mereka merasa lebih islami, mengikuti hadis Nabi, dan merasa lebih dekat dengat Tuhan. Berarti kan ada kesombongan itu.

Begitupun yang berkening hitam. Jangan sampai mereka yang berjidat hitam merasa lebih lama sujudnya dari orang lainnya. Menghitamkan kening itu mudah. Saya memiliki banyak kiai yang ahli sujud, tetapi keningnya tidak hitam. Justru wajahnya bersih-bersih. 

Berarti titik tekan dari hadis Nabi Muhammad tersebut pada ada tidaknya kesombongan dalam berpakaian?

Konteks larangan hadis tersebut adalah agar orang tidak sombong. Sekarang itu harus dikaji lagi. Saat ini yang sombong siapa? apakah orang yang bercelana melebihi mata kaki itu? Ataukah orang yang bercelana cingkrang?

 

Kalau kebiasaan atau ‘urf itu menunjukkan bahwa berpakaian melebihi mata kaki itu baik dan tidak ada kesombongan sama sekali, lalu kenapa harus dirubah dan dikampanyekan untuk bercelana cingkrang.

Makanya, agama itu jangan disimplifikasikan dengan penampakan pakaian saja. Mari kita ukur; apakah mereka berbuat baik dengan tetanga, apakah mereka peduli dengan orang miskin. 

Ada institusi pendidikan yang melarang mahasiswinya memakai cadar. Bagaimana itu?

Ajaran agama itu muncul berdasarkan tantangan lokasi dan waktu tertentu. Cadar itu muncul di negara padang pasir untuk melindungi dari pasir. Cadar itu kan bukan pakaian islami yang absolut. Pakaiaan itu adalah budaya. Yang menjadi kewajiban bagi muslim dan muslimah adalah menutup aurat. Dan batasan-batasan aurat sendiri itu kan juga menjadi perdebatan ulama hingga melahirkan pendapat yang berbeda. 

Kalau kita merujuk pendapat yang menyatakan bahwa aurat yang harus ditutupi adalah seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak ada keharusan untuk mengenakan cadar.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menyesuaikan pakaian dengan budaya setempat. Bukankah ada kaidah fikih yang menyebutkan bahwa al-‘adah muhakkamah (adat itu bisa dijadikan hukum). Selagi kebiasaan sebuah masyarakat tidak bertentangan dengan agama dan agama tidak mengatur, maka itu tidak ada masalah.

Terkait dengan larangan bercadar di kampus, pak?

Ketika institusi negara melarang orang bercadar itu mungkin ada alasan untuk mengenali dan mengetahui seseorang itu. Karena orang tidak bisa mengenali orang yang bercadar dengan pasti. Sementara di sebuah institusi itu perlu kepastian bahwa seseorang yang dimaksudkan adalah benar-benar si A dengan identitas yang disebutkan itu.

Bagaimana menguji seseorang kalau hanya lewat cadar. Kalau semuanya tertutup, tidak ada alat untuk memastikan bahwa dia memang nama yang tertulis itu. 

 

Dalam konteks ini, wajar kalau sebuah institusi meminta kepada mereka yang bercadar itu untuk melepasnya. At least dalam waktu-waktu yang dibutuhkan untuk mengkorfirmasi identitas seseorang tadi. Hal itu berbeda kalau mereka di luar institusi, silahkan saja mereka mengenakan cadar.  

Sebuah pernyataan dari Prof Azyumardy Azra bahwa Islam Indonesia yang dikenal ramah, moderat, adaptif terhadap budaya setempat itu is too big to fail. Apakah sepakat dengan statement itu atau bagaimana?

Saat ini, Islam Nusantara is too big to fail iya benar. Karena mayoritas masyarakat muslim Indonesia masih mengamalkan Islam yang ramah, moderat, dan adaptif terhadap tradisi setempat.

Tetapi kalau tren konservatifme Islam tidak diantisipasi oleh semua pihak dan dibiarkan menguat -misalnya pola keberagamaan ala Saudi dibiarkan bebas, dikampanyekan, diajarkan sehingga membid’ah-bid’ahkan yang lainnya- maka model Islam Indonesia seperti saat ini akan berubah lima puluh seratus tahun ke depan.

Maka saya baik secara pribadi maupu secara institusi merasa perlu untuk mengingatkan masyarakat Indonesia secara umum, NU, Muhammadiyah, untuk bekerjasama dan melakukan upaya-upaya yang lebih konstruktif dalam mengimbangi dakwah Islam model kaku seperti itu. Model yang mungkin cocok di Arab, tetapi menurut saya itu tidak pas diterapkan di Indonesia.

Kalau dakwah-dakwah model salafi wahabi itu dibiarkan, maka dalam jangka panjang itu akan mengubah keberagamaan Indonesia. Sekarang kan sudah kita temukan fakta-fakta di lapangan bahwa orang seperti ini semakin banyak.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Jadwal Kajian, Hadits Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 05 September 2017

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang

Kendal,Ribath Nurul Hidayah

Pengurus NU di tingkat ranting (desa) diminta memberikan masukan atau usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di desa masing-masing di kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah.

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Camat Patean Minta NU Beri Masukan dalam Musrenbang

Permintaan itu disampaikan Camat Patean, Yanuar Fatoni, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Konferensi MWCNU Patean di Pondo Pesantren Salafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean, Sabtu (7/1).

"Saya minta pengurus NU di desa masing-masing di kecamatan Patean dapat memberikan masukan dan usulan dalam acara Musrenbang desa demi kemajuan pembangunan di kecamatan Patean," pinta Yanuar Camat muda yang tetap bertahan dalam mutasi pejabat 3 Januari lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Musrenbang di kecamatan Patean, tambah Yanuar, sudah dimulai awal Januari di beberapa desa dan terus bergilir sampai akhir Januari. Dikatakan,? program yang diusulkan di desa yang sudah melaksanakan Musrenbang sebagian besar masih berupa fisik.

Munurutnya perlu juga diusulkan program yang bersifat pengembangan sumber daya manusia seperti pelatihan-pelatihan.

Ribath Nurul Hidayah

"Oleh karenanya saya minta pengurus NU ditingkat desa harus aktif memberikan masukan yang positif dalam Musrenbang di desanya."

Disampaikan juga bahwa struktur organisasi pemerintahan desa juga akan mengalami perampingan. Salah satunya adalah mengurangi ketergantuan peran Modin dalam mengurusi orang meninggal dunia. (Ahmad Fahroji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 28 Juli 2017

Mbah Ngis dan Tanda-tanda Kehebatan Menurut Imam Syafi’i

Guratan wajah atau air muka merupakan ekspresi seseorang paling jujur, kecuali jika ia memang sedang berpura-pura seperti karena tuntutan peran dalam sebuah pertunjukan drama,? atau memang ada maksud tertentu bersifat spiritual. Ekspresi seseorang yang paling dapat dipercaya sebenarnya adalah pada saat sendirian, atau pada saat sedang tidur. Pada diri Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994)—biasa dipanggil Mbah Ngis—ekspresi wajah yang benar-benar? mencerminkan suasana batinnya adalah pada saat sendirian.

Mbah Ngis ketika sedang sendirian guratan wajahnya sangat tampak. Kehidupan yang dijalaninya? memang berat sehingga wajahnya kadang menampakkan keseriusan yang mendalam. Maklum, Mbah Ngis memiliki 13 anak dengan ekonomi lemah. Tapi wajah serius itu hanya tampak ketika Mbah Ngis yakin tak ada orang lain di sekitarnya. Begitu disadarinya ada kehadiran orang lain dengan serta merta Mbah Ngis menampakkan wajah? “sumringah” dengan senyum merekah. ?

Mbah Ngis dan Tanda-tanda Kehebatan Menurut Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis dan Tanda-tanda Kehebatan Menurut Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis dan Tanda-tanda Kehebatan Menurut Imam Syafi’i

Imam Syafi’I dalam kitab Manaqib Imam Syafi’i, karya Al-Baihaqi (2/188), menyatakan bahwa ada tiga tanda? yang menunjukkan bahwa seseorang adalah sosok yang hebat. Tanda pertama adalah kemampuannya menyembunyikan kefakiran, sehingga orang lain mengira orang itu berkecukupan karena tidak pernah meminta. Imam Syafi’i menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Artinya:“Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.”

Ribath Nurul Hidayah

Kemampuan tersebut dimiliki Mbah Ngis dengan baik. Hal ini tampak dari sikap Mbah Ngis yang tidak suka meminta kepada siapa-siapa meski Mbah Ngis bukan orang berpunya.? Mbah Ngis hanyalah seorang pedagang kecil sekecil modal yang dimilikinya; pun sekecil warung tempat Mbah Ngis berjualan. Justru yang menonjol dari Mbah Ngis adalah hal yang sebaliknya, yakni bersedekah terutama kepada orang-orang lemah yang membutuhkan. ?

Setiap kali dalam kesulitan keuangan, Mbah Ngis tidak pernah meminta-minta kepada siapa pun. Dalam keadaan mendesak, Mbah Ngis meminjam uang kepada pihak-pihak tertentu yang mampu meminjami seperti? bendahara arisan di mana Mbah Ngis bergabung sebagai anggota, atau kepada saudara dekat yang berpunya. Kepada anak-anak Mbak Ngis yang sudah bekerja, Mbah Ngis juga tidak pernah meminta uang, tetapi meminjam secukupnya dan selalu berusaha mengembalikannya.? ? ? ?

Tanda kedua adalah kemampuannya menyembunyikan kesusahannya sehingga orang lain mengira ia selalu senang. Imam Syafi’i menyatakan:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang.”

Kemampuan seperti itu juga dimiliki Mbah Ngis. Banyak orang mengenal Mbah Ngis sebagai perempuan yang ramah dan ceria. Mbah Ngis memang tidak suka memperlihatkan kesedihan kepada sesama manusia, tetapi lebih suka mengadukan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya kepada Allah SWT.? Mbah Ngis dapat bermunajat atau berkeluh kesah kepada Sang Pencipta kapan saja menginginkannya terutama ketika di sekitarnya tak ada seorangpun.

Kepada sesama manusia Mbah Ngis lebih suka berbagi kebahagiaan sehingga suka bersenyum dan bersedekah seperti kepada para santri dengan apa yang telah ada di tangannya seperti tahu, tempe, atau bakwan dan uang seadanya untuk para pengemis yang memintanya. Mbah Ngis memang orang kecil sekecil peranannya di komunitas pesantren dimana Mbah Ngis tinggal. Mbah Ngis tidak pernah berpikir kaya dulu baru kemudian berderma.

Tanda ketiga adalah kemampuannya menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira ia ridha. Imam Syafi’i menyatakan:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha

Kemampuan ketiga tersebut juga dimiliki Mbah Ngis dengan baik. Mbah Ngis dikenal sebagai wanita yang sangat sabar dan jarang marah. Mbah Ngis pernah dilabrak seorang perempuan yang datang ke rumah Mbah Ngis dengan marah-marah, padahal Mbah Ngis tidak bersalah. Mbah Ngis tidak membalas kemarahan itu. Malah sebaliknya Mbah Ngis menasihatinya baik-baik.

Selain itu, Mbah Ngis selalu dapat menahan kemarahannya setiap kali melihat ada orang? mengambil barang? dagangannya tanpa bayar. Mbah Ngis hanya berusaha mengingat orang itu. Sewaktu-waktu ketika sepi tak ada orang lain Mbah Ngis dapat menasehatinya agar tidak lagi mengulang perbuatannya. Dipilihnya saat sepi karena Mbah Ngis tidak ingin mempermalukan anak atau orang tersebut di hadapan orang banyak.

Begitulah Mbah Ngis yang mampu menyembunyikan tiga hal yang meliputi kefakiran, kesusahan dan kemarahan. Dengan kemampuan seperti itu Mbah Ngis dikenang oleh saduara-saudara dan teman-temannya sebagai perempuan bukan biasa. Imam Syafi’i mengakui siapapun yang memiliki ketiga kemampuan diatas adalah orang-orang hebat. Dan tentu saja? pantas? diteladani.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Univeristas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Doa Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 Juli 2017

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

Jakarata, Ribath Nurul Hidayah. Lebih dari seribu calon pemudik memadati Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta ? Pusat, Senin (6/8). Mereka berbondong mengambil tiket pulang dengan arah tujuan bervariasi di sepanjang Pulau Jawa.

Pengambilan tiket ini merupakan tindak lanjut peserta mudik setelah pengisian formulir pendaftaran yang dibuka sejak Jumat (27/7). Dengan membawa bukti nomer tiket yang telah diterima, mereka akan mendapatkan kursi bus yang akan diberangkatkan pada 12 Agustus 2012 nanti.

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

“Mengingat banyaknya peserta, panitia punya kebijakan, penukaran tiket dilakukansecara bertahap. Kita utamakan dari trayek paling jauh terlebih dahulu,” ujar Mujahidin, Kordinator Mudik Bareng NU 1433 H.

Ribath Nurul Hidayah

Program yang digelar PBNU melalu Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) ini menyediakan 26 bus mudik. Dengan jumlah tersebut, kira-kira 1.400 pemudik akan mendapat kesempatan mudik bareng NU secara gratis.

Ribath Nurul Hidayah

PP LTMNU telah menyiapkan 99 masjid sebagai posko mudik yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Ini berarti para pemudik berkesempatan mendapatkan sarana istirahat lebih nyaman. Apalagi, selain melepas lelah, mereka yang mayoritas warga Nahdliyin ini dapat melaksanakan sembahyang dengan lebih tenang dan khusuk.

“Motto kami adalah mudik nyaman, aman, sampai tujuan,” tandas Mujahidin.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Senin, 19 Juni 2017

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) masa khidmat 2015/2016 resmi dilantik di aula pesantren Ki Ageng Giring, Ngaglik, Sleman, Ahad (31/5). Diawali dengan khotmil quran, tahlil, dan doa, pengurus baru mengikrarkan janji setia KMNU untuk mensyiarkan amaliyah NU di kampus.

Pelantikan ini dipimpin perwakilan presidium nasional (presnas) 4 KMNU Syamsuddin. Tampak hadir Ketua BPH Regional 2 KMNU M Dliyaudin, perwakilan KMNU UNY, perwakilan KMNU UGM, dan perwakilan dari civitas UII.

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Ketua KMNU UII Mazdan mengatakan, pelantikan pengurus KMNU UII ini meningkatkan semangat masing-masing pengurus untuk berdakwah ala Aswaja NU di kampus UII.

Ribath Nurul Hidayah

“Karena adanya KMNU UII ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa asal pesantren atau masih mambu santri untuk bisa meneruskan kebiasaan santri seperti kajian dan amaliyah lainnya.”

Syamsuddin mengapresiasi KMNU UII yang awal berdirinya hanya dirintis oleh tiga orang. “Alhamdulillah sekarang tiga orang ini dapat menjaring teman-teman lainnya untuk memantapkan diri menjadi bagian KMNU dan mengabdi kepada NU.”

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Syam, di usia muda KMNU UII pengurusnya tidak perlu bernafsu untuk menjadi besar. Untuk menjadi besar itu perlu proses yang tidak mudah dan panjang. Syam mengimbau pengurus baru ini untuk memperkuat internal terlebih dahulu sebagai proses awal menuju lebih baik. (Ulinnuha/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Berita, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 03 Juni 2017

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Salah satu tantangan berat yang dihadapi Kabupaten Jepara dalam pencanangan menjadi daerah wisata adalah berserakannya sampah-sampah nonorganik yang menyebar di tempat-tempat tujuan wisata.?

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)
Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick (Sumber Gambar : Nu Online)

Siap Jadi Tujuan Wisata, LPBINU dan Fatayat Jepara Adakan Pelatihan Ecobrick

Mengantisipasi persoalan tersebut, LPBI dan PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegitan “Pelatihan Ekobrick” pada Ahad (12/3) di Gedung PCNU Jepara, Jl. Pemuda 51 Jepara.?

Perlatihan bertema “Menumbuhkan dan Menggali Kreativitas Perempuan dalam Eksistensinya Memerangi Sampah Plastik” menghadirkan mentor tim Ekobrick LPBI NU Jepara. Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berasal dari PAC dan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.

Wakil Ketua PCNU Jepara H Hisyam Zamroni berharap warga nahdliyyin di Kabuptaen Jepara siap menghadapi tantangan global khususnya dalam bidang pariwisata.

Ribath Nurul Hidayah

“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global di bidang pariwisata. Karena bidang tersebut memerlukan kesiapan dan kekuatan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan hidup khususnya tata kelola lingkungan melalui bentuk ekobrick ini,” kata Hisyam kepada Ribath Nurul Hidayah melalui wawancara tertulis.

Dalam pelatihan tersebut juga dilakukan praktik ekobrick yang berdaya guna, di antaranya pembuatan souvenir, perabotan rumah tangga, dan berbagai barang hiasan.

Ketua PAC Fatayat Kecamatan Keling mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan, PAC Fatayat Keling akan melatih Pengurus Ranting Fatayat desa sekitar.

“Agar anggota Fatayat mampu memanfaatkan sampah nonorganik menjadi souvenir untuk dijual kepad para wisatawan di lokasi wisata Benteng Portugis dan panorama indah Tempur. Lokasi tersebut dekat dengan Kecamatan Keling,” kata Wahyuni.

Selain Benteng Portugis dan Tempur, di Kabupaten Jepara terdapat sejumlah lokasi wisata lainnya, seperti Kepulauan Karimunjawa, Pantai Kartini, air terjun Songgo Langit. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 17 Mei 2017

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Hiruk pikuk panitia, untuk mempersiapkan kegiatan khataman dan haul di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, pekan lalu (31/1), masih terlihat. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 23.30 WIB.

Sebagian dari para santri yang berada di depan halaman masjid, masih sibuk dengan aktivitas mengangkat kursi, mengecek lampu dan sebagainya. Secara kebetulan, saya dan seorang kawan dari Ribath Nurul Hidayah, yang hendak pergi berziarah ke makam tokoh kharismatik di Solo, KH Umar Abdul Mannan, menemukan semacam prasasti yang terletak persis di depan masjid.

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Pada prasasti tersebut, tertulis judul dengan huruf kapital: SHOLAWAT – WASIAT K.H. AHMAD UMAR ABDUL MANNAN. Tulisan yang berwarna kuning keemasan tersebut, terlihat menyala di atas prasasti yang berwarna hitam. Di bawah judul, tertulis syair shalawat yang dibuat oleh Kiai Umar.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, syair tersebut diciptakan semasa Kiai Umar masih hidup. “Kemudian dititipkan ke Nyai Siti Fathonah Rofingi. Pesan Mbah Umar, setelah wafat agar diserahkan ke pengganti beliau, KH Rofingi Al-Hafidh,” ujar Kiai Dian, Rabu (4/2).

Ribath Nurul Hidayah

Adapun isi shalawatnya sebagai berikut:

Allahumma sholli wa salim ‘alaa # Sayyidina wa maulanaa muhammadin

‘adada maa fi ‘ilmillahi sholatan # Da’imatan bida wa min mulkillahi

Wasiate Kyai Umar maring kita.

Mumpung sela ana dunya dha mempenga.

Mempeng ngaji ilmu nafi’ sangu mati.

Aja isin aja rikuh kudu ngaji

(wasiat Kiai Umar kepada kita

mumpuung hidup di dunia, bersungguh-sungguhlah

sungguh-sungguh cari ilmu bermanfaat sebagai bekal mati

jangan pernah malu, wajib mengaji!)

Dha ngajiha marang sedulur kang ngerti

Aja isin najan gurune mung bayi

Yen wus hasil entuk ilmu lakonono

Najan sithik nggonmu amal dilanggengno

(mengajilah kepada yang alim

jangan malu, meski gurumu masih sangat muda

bila sudah belajar, amalkanlah

walau sedikit, tapi konsisten)

Aja ngasi gegojegan dedolanan

Rina wengi kabeh iku manut syetan

Ora kena kanda kasep sebab tuwa

Selagine durung pecat sangka nyawa

(jangan banyak bergurau dan bermain

siang malam, semua itu mengikuti syetan

jangan pernah berkata terlambat belajar karena tua

selagi nyawa masih di kandung badan)

Ayo konco padha guyub lan rukunan

Aja ngasi pisah congkrah lan neng-nengan

Guyub rukun iku marakake ruso

Pisah congkrah lan neng-nengan iku dosa

(ayo saling guyub dan rukun

jangan saling berseteru

guyub rukun itu menjadikan kuat

berseteru itu dosa)

Ing sahrene dawuh rukun iku nyata

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Aja rikuh aja isin aja wedi

Kudu enggal dilakoni selak mati

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

jangan malu, jagan takut

harus segera dilaksanakan, sebelum mati)

Mula ayo bebarengan sekolaho

Mesti pinter dadi bocah kang utama

Budhi pekertine becik sarta tata

Woh-wohane bakal bekti marang wong tuwa

(ayo bersekolah

jadilah anak yang pintar

berbudi pekerti baik dan tata krama

akhirnya berbakti kepada orang tua)

Ing sahrene dawuh rukun iku cetha

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Ayo sekolah nyang madrasah Al-Qur’an

Padha ngaji Qur’an ana Mangkuyudan

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

ayo sekolah ke madrasah Al-Quran

mengaji Al-Quran di Pesantren Mangkuyudan

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 21 Februari 2017

Meneladani Mbah Wongso, Komandan Banser yang Pulang di Malam Takbir

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Kamis 31 Agustus 2017, gema takbir mengagungkan asma Allah berkumandang dari masjid dan mushalla selepas magrib sehubungan Jumat 1 September 2017 adalah Hari Raya Idul Adha 1438 H. Tapi selepas pukul 21.45  WIB, Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeini beserta jajaran dan kader inti Pemuda Ansor di penjuru tanah air dikerubuti duka.

Dari Ngasem, Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, tersiar kabar mantan Kasatkornas Banser Muhammad Asrofudin Budianto yang karib dipanggil Mbah Wongso telah pulang ke haribaan Ilahi.

Meneladani Mbah Wongso, Komandan Banser yang Pulang di Malam Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Mbah Wongso, Komandan Banser yang Pulang di Malam Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Mbah Wongso, Komandan Banser yang Pulang di Malam Takbir

"Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kami sangat kaget mendengar kabar tersebut," ujar H Alfa di Jakarta, Sabtu (2/9).

Pada 26 Agustus 2017, rombongan Satkornas Banser berkunjung ke rumah Mbah Wongso guna menjenguk sekaligus memastikan kabar sakitnya yang bersangkutan.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Kami disambut Mbak Endang dan Mas Lintang, istri dan anak pertama sahabat Asrofudin yang sengaja pulang dari mondok di Kediri, Jawa Timur mendengar kondisi kesehatan ayahnya yang menurun," ujar Kasatkornas Banser itu lagi.

Saat itu, sembari memegang kaki Mbah Wongso, H Alfa yang ditemani Kasatsus Banser Siaga Bencana Chabibullah dan sejumlah personel asisten Satkornas Banser menyaksikan ketekunan Mbak Endang almarhum merawat suaminya.

"Jadi, kami seluruh jajaran Satkornas bahkan Banser se-Indonesia merasa kehilangan Mbah Wongso," ujar Alfa lagi.

Kasatkornas Banser berkumis tebal kelahiran Tulung Agung itu meminta kader Banser untuk meneladani Mbah Wongso.

"Sahabat dan senior kita tersebut sebelum wafat mengingatkan jika sejarah Banser sangat panjang. Dari sebelum kemerdekaan sampai tahun 45 memiliki karakter pergerakan untuk memerdekaan bangsa Indonesia. Kemudian tahun 45 sampai tahun 60-an memiliki watak mempertahankan NKRI dari ancaman dan rongrongan berbagai pihak," papar Alfa.

Sejak 24 April 1962, ujar Alfa mengenang cerita Mbah  Wongso, Komandan Banser Nasional pertama KH Yusuf Hasyim (Gus Yus) bersama kader  berjuang mempertahan NKRI dari kudeta PKI bersama para pimpinan GP Ansor, TNI, dan kelompok lain.

Mbah Wongso dipercaya sebagai Komandan Banser Nasional 1997 hingga 2000.

"Mbah Wongso mampu menggabungkan karakter dasar Banser  yang harus disiplin, berkemampuan bela negara, kemudian bercirikan kerakyatan dengan pemahaman akidah Islam yang dianut oleh Banser, yaitu Islam Aswaja menjadi kurikulum pendidikan dan latihan dasar Banser," kata Kasatkornas lagi.

Hal itu, ujar Alfa menambahkan, menunjukkan jika Mbah Wongso mampu meletakkan kerangka berbanser yang benar dan terdokumentasikan secara administrasi.

"Sehingga muncul istilah, Banser adalah kader inti GP Ansor yang berwatak kerakyatan sebagai perintis, penggerak, pengemban sekaligus penjaga program-program GP Ansor," ujar Alfa pula.

Sebagai Komandan Banser Nasional, Mbah Wongso juga teladan bagi pasukan dan orang di sekelilingnya. Misalnya, selalu menanamkan  kedalaman niat berbanser.

Mbah Wongso sering mengatakan, Banser tidak digaji dan tidak ada yang menggaji, pakaian beli sendiri.

"Untuk itu niatkanlah berbanser sebagai benteng ulama sekaligus menjaga NKRI sehingga ketika Banser membentengi ulama dapat dimaknai membentengi ajaran ulama dan kiai, khususnya ajaran para kiai Nahdlatul Ulama," ujar Alfa lagi.

Selanjutnya ketika Banser menjaga NKRI, itu semua juga diniatkan dalam menjaga warisan para kiai karena sesungguhnya NKRI berdiri itu juga atas jasa para kiai.

Doktrin ini diajakrkan pula oleh Mbah Wongso dengan keteladanan, yakni selalu menghormati sekaligus takzim kepada para kiai dengan kesederhanaan yang melekat pada karakternya. Niat sebagai komitmen dan selalu menjaganya dengan kesederhanaan itu, setidaknya juga menjadi keteladanan yang dicontohkan kepada para anggota Banser di tengah hiruk pikuknya reformasi.

"Selamat Jalan Mbah Wongso, sàhabat Asrofudin, semoga husnul khatimah. Keteladananmu layak untuk diteruskan," demikian H Alfa Isnaeini. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri, Tegal, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah