Kumpul bersama mendengar taushiyah, membaca tahlil dan berdoa untuk bangsa yang dipimpin langsung? oleh Rais Syuriah PCINU Turki Ustadz Amirullah Asyari mengawali kegiatan bertajuk? ‘Menjaga Tradisi dan Berdoa untuk Negeri demi Keutuhan NKRI’ ini. Nahdliyin dari beberapa kota hadir seperti Ustadz Ridho Assidqi dari Kota Ankara.
| Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS (Sumber Gambar : Nu Online) |
Harlah Ke-91 NU, PCINU Turki Ziarahi Makam Nabi Yusya AS
Karena bangsa kita sedang goyang ketua LDNU Turki Deo Adinda Pramadhan dalam sambutannya meminta agar Nahliyin di Turki sepulangnya ke Indonesia untuk bersikap dengan mengambil contoh dari Rumi, itu dikarenakan pesan-pesan Rumi tentang cinta dan perdamaian yang disampaikan dalam konteks konflik dan perpecahan golongan pada zamannya, sangat relavan dengan kondisi saat ini tambah Deo yang sedang menyelesaikan Studi Teologi Islam di Universitas ?nönü Turki.Di samping itu, Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCINU Turki (2016-2018) yang turut serta menyemarakkan kegiatan ini melanjutkan kegiatan dengan melakukan napak tilas Ziarah ke Makam Nabi Yusya AS. Nabi Yusya AS yang seorang pengikut setia Nabi Musa AS mempunyai makam dengan panjang yang tak lazim, yakni 17 meter. Makamnya berada di area Beyköz , Istanbul bagian Asia, tepatnya di bukit Yusya yang menghada langsung ke selat bosporus.
Ribath Nurul Hidayah
Dalam peringatan kali ini, Nahdliyin Turki diajak untuk terus merawat dan melestarikan warisan tradisi NU. Membaca tahlil dan doa bersama khas Nahdliyin melengkapi rangkaian kegiatan kesyukuran hari lahir NU ke 91. ‘’Kerinduan suasana tahlilan dan ziarah kubur di Indonesia terobati dengan acara seperti ini. Kami ingin merawat tradisi-tradisi NU meskipun jauh dari Tanah Air,’’ kata ketua panitia, Ahmad Zuhdi, melalui siaran pers. (Red: Abdullah Alawi)? ? ?Ribath Nurul Hidayah
Dari Nu Online: nu.or.idRibath Nurul Hidayah Pahlawan, Cerita, Sunnah Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar