| Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online) |
Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran
Menurut Reti salah satu warga desa Cilamayagirang tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun, “Tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyang daerah sini” jelasnya.”Dalam tukar tantang ada perbedaan antara kerabat dan tetangga. Jika kerabat yang nasabnya lebih tua, tukar rantang berisi lengkap, seperti nasi, bakakak (ayam panggang), gula, kopi, udud (rokok) aneka macam buah-buahan,” ujar Siti Aisyah.
Ribath Nurul Hidayah
Kalau untuk kerabat yang nasabnya lebih muda dan tetangga, tukar tantang isinya sederhana, yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor.“Kebiasaan orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk,” jelas Aisyah pada Ribath Nurul Hidayah, Selasa (6/8/2013).
Ribath Nurul Hidayah
Menurut Ustadz Sobri, Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga.Uniknya, dalam tradisi tukar rantang ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan. Uang tersebut diperuntukkan kepada si anak pengirim rantang.
Untuk isi amplop beragam, mulai dari Rp5.000 sampai dengan Rp50.000 atau pun Rp100.000, tergantung pada kemampuan si pemberi.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Ahmad Rosyidi
Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Warta, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar