Senin, 12 Maret 2018

Ultah ke-486 DKI Jakarta, Muslimat DKI Sorot Keamanan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pada hari ulang tahun ke-486 kota DKI Jakarta, PW Muslimat NU DKI Jakarta menyoroti masalah keamanan. Keamanan merupakan satu masalah serius kota Jakarta. Warga Jakarta perlu bersama menjaga keamanan kota Jakarta. 

Ultah ke-486 DKI Jakarta, Muslimat DKI Sorot Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ultah ke-486 DKI Jakarta, Muslimat DKI Sorot Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ultah ke-486 DKI Jakarta, Muslimat DKI Sorot Keamanan

Perihal ini disampaikan Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim saat dihubungi Ribath Nurul Hidayah, Ahad (23/6) siang.

“Warga Jakarta perlu berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” tegas Hj. Hizbiyah Rochim.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Hj Hizbiyah, masalah keamanan di kawasan Jakarta merupakan tanggung jawab Pemda DKI. Aparat keamanan mesti bersikap tegas terhadap ancaman keamanan DKI Jakarta. Namun, warganya tidak bisa lepas tangan dari keamanan di lingkungannya.

Ribath Nurul Hidayah

Keamanan di Jakarta perlu diperketat terutama menjelang puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan menjelang pemilu tahun depan. Pada momen-momen itu, sambung Hj Hizbiyah, warga Jakarta menghadapi masalah keamanan.

Masalah keamanan meliputi pencurian, gerakan terorisme, kekerasan fisik seperti tawuran antarpelajar, antarkampung, bentrokan antarormas, dan lainnya, tambah Hj Hizbiyah.

Kewaspadaan ini perlu disadari warganya. Kewaspadaan menjadi bagian dari antisipasi awal atas masalah keamanan lingkungan DKI Jakarta. Antisipasi keamanan perlu dimulai agar masalah keamanan diselesaikan dengan jalan pintas; kekerasan, tutup Hj Hizbiyah.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Fragmen, AlaSantri Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 11 Maret 2018

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

Brebes, Ribath Nurul Hidayah

Sebagai bentuk dukungan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas berbagai tindak Korupsi yang dilakukan para Pejabat Brebes, ratusan Santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Brebes bagian selatan melakukan demonstrasi.



Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

Mereka menuntut KPK agar tidak mandeg dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Brebes.  Pasca ditetapkannya Bupati Brebes H Indra Kusuma S Sos sebagai tersangka mark up pembelian tanah, kelihatannya malah sepi-sepi saja. Bupati masih terlihat aktivitasnya seperti biasa sebagai Bupati. Tidak ada beban moral sedikitpun.

"Pentetapan satu tersangka bukanlah akhir, tapi awal pembongkaran kasus-kasus korupsi di Brebes. Seret semua pelaku korupsi di Brebes, siapapun yang terlibat harus bertanggungjawab," teriak Koordinator Aksi Darwanto disela-sela Demo Bada Jumat (8/1), dengan lantang.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, sebagai kekuatan moral, santri turun ke jalan untuk menyatakan dukungan pada KPK untuk penuntasan kasus korupsi di Brebes. Hal ini sangat penting, mengingat sejak kasus korupsi di Brebes yang dilaporkan pada tahun 2005 lalu, baru ada satu kasus korupsi yang mulai ditangani. Yaitu kasus mark up tanah dan juga baru satu orang yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Ratusan santri, menggelar aksi demo di Ibu Kota Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah mulai pukul 14.30 hingga pukul 16.30.  Dengan jalan kaki, demo diawali dari Taman Makam Pahlawan (TMP) hingga Masjid Agung Baeturrohim Bumiayu.

Ribath Nurul Hidayah

Meski sempat diguyur hujan deras, mereka tetap bersemangat. Sehingga arus lalulintas jurusan Tegal-Purwokerto pun tersendat. Dalam demonya, mereka mengusung beberapa spanduk dan karton yang bertuliskan kecaman pada pelaku koruptor. Diantaranya Koruptor adalah Musuh Rakyat, Tangkap Semua Pelaku Korupsi,  dan Tangkap pelaku Lain yang Terlibat..!

Di depan halaman Masjid, satu persatu para aktivis berorasi. Dalam orasinya mencuatkan Kasus Korupsi yang sudah dilaporkan ke KPK, antara Korupsi pengadaan tanah yang merugikan uang negara sebesar Rp 11 milyar, pengadaan buku ajar Balai Pustaka (BP) senilai Rp 20 milyar dan merugikan negara sebesar Rp 8 milyar, kasus pengadaan alat kesehatan 664 juta, kasus dugaan korupsi APBD 2003-2004 serta kasus-kasus lainnya. "Kasus-kasus korupsi di Brebes itu melibatkan banyak pihak, eksekutif, legislatif dan juga pengusaha di Brebes," katanya.

Aksi demo di jalan protokol Bumiayu itu sempat mengundang perhatian warga. Banyak warga pula yang memberikan tanda tangan di atas kain putih. Tanda tangan pada kain tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke KPK di Jakarta. "Tandatangan akan kami kirimkan ke KPK sebagai bukti dukungan pada warga Brebes," kata Darwanto yang juga kordinator aksi.

Setelah melakukan aksi demonstrasi, para pendemo yang didukung  Forum Ulama Anti Koriupsi (FUAK), LSM Pampera, Pusaka, Gugat, Serikta Guru Brebes (SGB), Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan (IMBS), Forum Masyarakat Brebes Selatan (Formabes) dan Universitas Terminal Jalan (UTJ) melakukan doa bersama untuk almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Baeturrohim Bumiayu.

Meskipun berjalan aman dan tertib, tetap mendapatkan pengamanan yang cukup ketat oleh petugas dari Polres Brebes. Tidak kurang dari tiga peleton personil keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Nahdlatul, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Jurnal Mlangi Diskusikan Pesantren dan Gerakan Politik

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Selama rezim Orde Baru berlangsung, Presiden Suharto melakukan deconfessionalization of politics, di mana simbol-simbol yang menunjukkan identitas keagamaan, khususnya Islam, dilarang muncul dalam ranah politik.

Jurnal Mlangi Diskusikan Pesantren dan Gerakan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jurnal Mlangi Diskusikan Pesantren dan Gerakan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jurnal Mlangi Diskusikan Pesantren dan Gerakan Politik

Sebagai contoh adalah lambang Ka’bah? yang tadinya menjadi bagian identitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diganti menjadi lambang bintang. Asas Islam bagi sebuah partai politik juga dilarang. Sebagai gantinya adalah asas Pancasila sebagai asas tunggal bagi partai politik.

Penerapan deconfessionalization of politics ini tidak terlepas dari kekhawatiran akan munculnya kelompok Islam yang dapat mengancam keberadaan negara.

Ribath Nurul Hidayah

Hal tersebut disampaikan alumnus Temple University USA Ahmad Munjid, Ph.D., dalam Diskusi Serial Pesantren dan Filsafat Politik yang diselenggarakan Jurnal Mlangi bekerja sama dengan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies) di Yogyakarta, Kamis (10/7).

Munjid juga menyampaikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kelompok berbahaya dalam Islam yang dapat mengancam keberadaan negara. Pada saat yang bersamaan, ada beberapa kelompok yang memperjuangkan formalisasi Islam di Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam konteks Pilpres 2014 yang baru saja berlangsung, beberapa kelompok Islam mengangkat Prabowo Subianto sebagai panglima bagi kaum Muslim. Mengapa bisa demikian? Kelompok ini menganggap bahwa Prabowo dapat didorong untuk mendukung dakwah Islam.

Lebih lanjut, Munjid menjelaskan bahwa dalam rentang sejarah Indonesia, politik Islam tidak pernah berhasil mewujudkan cita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia. Dalam konteks inilah sebenarnya deconfessionalization of politics dapat menjadi sumbangan kalangan pesantren, di mana kalangan pesantren dapat mempromosikan nilai-nilai Islam tanpa perlu mewujudkan formalisasi Islam.

"Di sini, keberadaan negara Islam sudah tidak penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Islam tersebut dapat berkembang dan dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap pengajar di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Pembicara yang lain adalah pengajar FISPOL UGM Abdul Gaffar Karim. Dalam presentasinya, Gaffar menyampaikan bahwa dalam konteks Pilpres 2014, pesantren sedang dalam masa “gelap” di mana sesama pesantren saling serang untuk mendukung kedua capres yang berbeda yang sebenarnya bukan dari kalangan pesantren.

"Ini menunjukkan bahwa Islam masih relevan sebagai sumber legitimasi dalam merebut kekuasaan, namun belum tentu relevan dalam pembagian sumber daya", pungkas Gaffar. (M Chozin Amirullah/Mahbib)

?

Foto: Ahmad Munjid saat menjadi narasumber



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah PonPes Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Maret 2018

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Sebanyak 1524 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang tergabung dalam Community Santri of Schoolar Ministry of Religius Affairs (CSS Mora) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis artikel terbanyak.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Nasional Santri Nusantara; Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jum’at-Ahad (30/11-2/12). 

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Rekor penulisan artikel terbanyak dilaksanakan hari Ahad (2/12) mulai pukul 08.00-10.00 WIB bertempat GOR Pesantren Tambakberas. Menurut perwakilan Muri yang mewakili ketua umum Jaya Suprana, pihaknya mencatat kegiatan 1524 penulis artikel masuk dalam rekor muri No.5721.

Ribath Nurul Hidayah

Di Jombang masih menurut perwakilan Muri pernah juga mencacat rekor Muri semisal Khataman Al-Qur’an Terbanyak (2010), Penulisan Gurindam Terbanyak (2012) dan masih banyak lagi.  

Ribath Nurul Hidayah

Kasubdit Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Drs. H. Imam Syafii, M.Pd mengungkapkan pihaknya baru kali pertama terlibat dalam program yang monumental yakni rekor penulis artikel terbanyak. 

Imam menegaskan Islam masih eksis hingga saat ini didukung oleh para ulama-ulama terdahulu dengan karya tulisnya. “Dengan menulis mereka dikenang sepanjang masa,” paparnya Imam saat menyampaikan sambutan. 

Pihak Muri memberikan 2 piagam, kepada Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI dan kepada Imam Syafii. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tegal Ribath Nurul Hidayah

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Tahun 1960-an dapat disebut sebagai tahun panas, penuh pergolakan politik. Bahkan bidang sastra pun tak luput dari hal tersebut. Salah satu peristiwa yang mencuat di dunia sastra kala itu, ketika seorang tokoh Muhammadiyah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) ‘didakwa’ atas tuduhan plagiarisme.

Polemik ini berawal ketika seorang yang bernama Abdullah Said Patmadji (Abdullah Sp) mengirimkan beberapa resensi yang dimuat secara berkala di rubrik kebudayaan “Lentera” harian Bintang Timur milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Dalam salah satu tulisannya yang berjudul Aku mendakwa Hamka Plagiat (Bintang Timur, 5 dan 7 Oktober 1962), Abdullah Sp, menuduh buku novel Tenggelamnja Kapal van der Wijck karya Hamka merupakan plagiasi dari novel Magdalena, karya seorang sastrawan Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi.

Sontak hal tersebut memunculkan pro-kontra dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan Nahdliyyin. Duta Masjarakat, salah satu koran harian milik Nahdlatul Ulama (NU) menuliskan dua artikel yang berjudul Hamka membantah hasil karjanja djiplakan dan Pembitjaraan akhir seorang sastrawan. Isi keduanya cenderung memberikan pembelaan kepada Hamka.

Ribath Nurul Hidayah

Berikutnya pada 7 Maret 1963, Duta Masjarakat memuat tulisan A.S. Alatas. Menurut pendapat Lektor Kepala Luar Biasa Bahasa Arab di Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu, tokoh wanita dalam Magdalena, tidaklah mirip dengan tokoh Hajati dalam novel Hamka.

Ribath Nurul Hidayah

Sedangkan Usmar Ismail, seorang pegiat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU, memilih sikap hati-hati dalam mengutarakan pendapat. Menurut Usmar, seorang seniman sedikit banyak akan mendapatkan pengaruh dari karya-karya dari orang lain.

Dan saja sebagai pengarang sangat terpengaruh pada Ibsen dan Steinbeck dan itu djelas kelihatan pada lakon-lakon karja saja “Api”. Terlebih-lebih pengarang muda, maka sulit untuk menolak pengaruh dari pengarang lain baik luar maupun dalam negeri.

Tapi bagi saja plagiat adalah bukan soal pengaruh, dia adalah persamaan tema, plot, problem dan seluruhnja sama tanpa ada keakuan sipengarang dan soal ini tidak demikian pada karja Hamka tersebut. (Bintang Timur, 21 Oktober 1962)

Dalam buku Aku Mendakwa Hamka Plagiat, Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 (Muhidin M Dahlan, 2011), dijelaskan bahwa tema serupa menjadi perdebatan yang berlangsung cukup lama, yakni kisaran tiga tahun. Muhidin M Dahlan mengungkapkan, kala itu ‘dakwaan plagiarisme Hamka’ tak menjadi sekedar isu sastra semata, tapi juga sentimen ideologi politik. Di mana hubungan politik Islam dan ideologi politik yang dominan (Sukarno, PKI, Tentara) memburuk saat Masyumi dinyatakan sebagai partai terlarang. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 07 Maret 2018

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU

Jepara, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dalam rangka mengembangkan kreativitas pelajar NU menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di gedung MWCNU Bangsri, Senin-Rabu (23-25/12).

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Kreativitas Lewat Porseni IPNU-IPPNU

Kegiatan yang berlangsung tiga hari tersebut diikuti 34 delegasi dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK) pesantren, MTs/ SMP, MA, SMA dan SMK se-kecamatan Bangsri.  

Adapun cabang-cabang yang dilombakan, antara lain administrasi, kaligrafi, cerkas, MTQ, lagu Indonesia Raya dan Mars IPNU-IPPNU, catur, bulu tangkis, karnaval, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab (MTs/ SMP), pidato bahasa Inggris (MA/ SMA/ SMK), pidato bahasa Jawa (ranting dan pesantren), LBB Senam Lantas (MTs/ MA), pembuatan logo (ranting dan pesantren) dan rebana untuk umum.

Ribath Nurul Hidayah

Ketua panitia, Muzayyin Irfan didampingi ketua IPNU, Ahmad Zubaidi dan ketua IPPNU Nur Maunah mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas pelajar NU. Porseni menurutnya tidak hanya sebagai ajang bersenang-senang. Tetapi dikatakannya juga sebagai media syiar NU kepada khalayak umum.

Ribath Nurul Hidayah

Disamping itu juga sebagai media pengkaderan. “Dari kegiatan ini juga harapan kami muncul bibit-bibit kader yang akan meneruskan perjuangan IPNU-IPPNU di kecamatan Bangsri,” tambah Muzayyin.

KH Ahmad Jazuli, selaku Ketua MWCNU Bangsri menyatakan sepakat dengan tema yang diangkat “Media Pengembangan Kreativitas Pelajar dan Santri untuk Bangsa”. Menurut Kiai Jazuli, dari hal terkecil pelajar NU bisa berkiprah untuk bangsa.

“Saya sepakat dengan tema yang diangkat. Melalui kegiatan semisal porseni juga merupakan bentuk kontribusi untuk bangsa karena IPNU-IPPNU masih dalam lingkup pelajar,” ungkapnya.

    

Pada fase berikutnya, kiprah untuk bangsa seperti yang dilakukan KH Hasyim Asyari merebut kemerdekaan Indonesia. “Jadi memaknai suatu hal itu jangan hanya dipandang sebelah mata. Tetapi harus dicerna dengan baik agar tidak salah mengartikannya,” imbuhnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 05 Maret 2018

Datang ke Sumbar, Ketum PBNU Kunjungi Pesantren-pesantren

Padang Pariaman, Ribath Nurul Hidayah. Kunjungan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Sumatera Barat, Sabtu (9/1), mendapat sambutan meriah dari warga NU setempat. Ia dikawal oleh para anggota Barisan Ansor Serbaguna Kabupaten Padang Pariaman sejak mendarat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kabupaten Lima Puluh? Kota.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, di Kabupaten Lima Puluh? Kota, Kiai Said menghadiri kegiatan peringatan Peristiwa Situjuah. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Maarif As Saadiyah, Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Datang ke Sumbar, Ketum PBNU Kunjungi Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Datang ke Sumbar, Ketum PBNU Kunjungi Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Datang ke Sumbar, Ketum PBNU Kunjungi Pesantren-pesantren

Di pesantren yang dipimpin oleh Sudirman Syair Datuak Simulo Nan Balopiah itu Ketum PBNU dan rombongan berdialog dengan pengasuh Pesantren, PWNU Sumatera Barat, dan pengurus NU lainnya di Kabupaten Lima Puluh? Kota.

Ribath Nurul Hidayah

Dari sana? Kiai Said menuju Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan di Kabupaten Padang Pariaman. Di sini ia juga disambut setidaknya lima puluh kader GP Ansor berseragam lengkap.

Menurut Zeki Aliwardana, pengawalan oleh Banser ini langsung dikomandoi H Candra dari Satkorcab Banser Padang Pariaman dan merupakan? pertama dilakukan Pimpinan Cabang Ansor Padang Pariaman terhadap kunjungan Ketum PBNU ke Sumatera Barat.

Ribath Nurul Hidayah

"Karena beliau mendarat di Kabupaten Padang Pariaman dan salah satu acaranya di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Padang Pariaman, maka pengawalan dilakukan sejak kedatangan hingga ke berangkatan kembali ke Jakarta di BIM," kata Zeki Aliwardana, mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Kiai Said mengapresiasi kiprah GP Ansor Padang Pariaman. Ia juga memberikan semangat dan nasihat kepada organisasi pemuda NU ini agar istiqamah dalam berperan di tengah masyarakat.

"Walaupun singkat, tapi sebagai kader Ansor bersama Ketum PBNU seharian dalam mengiringi kegiatannya memiliki kesan sendiri. Mudah-mudahan mampu menambah spirit kader Ansor di Padang Pariaman untuk lebih meningkatkan perannya dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa," tambah Zeki Aliwardana. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 03 Maret 2018

Perkuat Silaturahim dan Toleransi, GP Ansor Kutai Timur Peringati Maulid Nabi

Kutai Timur,Ribath Nurul Hidayah ?

Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan Masjid Baituttaslim dan Majelis Ta’lim Al-Ikhlas mengadakan Peringatan Maulid Nabi SAW di dusun Dusun Rindang Benua, Senin (9/1).

Acara ini dihadiri sekitar 500 jamaah yang terdiri dari Pengurus NU, pengurus Majelis Ulama Indonesia, pengurus dan anggota GP Ansor, Pengurus BAZNAS, para muallaf, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta para muslimin dan muslimat.

Perkuat Silaturahim dan Toleransi, GP Ansor Kutai Timur Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Silaturahim dan Toleransi, GP Ansor Kutai Timur Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Silaturahim dan Toleransi, GP Ansor Kutai Timur Peringati Maulid Nabi

Kegiatan bertema “Menjaga Pribadi Selangkah Lebih Maju dalam Toleransi Antarumat Beragama” diapresiasi Kepala Dusun Rindang Benua Sukimin. Ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk selalu membina dan membenahi generasi muda yang merupakan aset bangsa di masa depan.

Ribath Nurul Hidayah

“Kiprah masa muda di hari inilah yang akan memutuskan seperti apa masa depan dan saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor karena telah mengadakan kegiatan di Dusun Rindang Benua,” ucapnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kutai Timur Zainul Arifin, peringatan maulid ini digelar sebagai ajang silaturahim antara GP Ansor dengan masyarakat. Juga sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai toleransi khususnya di daerah tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Ansor untuk ikut serta dalam menjaga silaturrahim dan khususnya untuk masyarakat karena di daerah tersbut banyak suku, etnis dan agama yang multikultural,” paparnya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi ini dilakukan sebagai penegasan sikap GP Ansor untuk berada di garis depan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari oknum-oknum yang berusaha merusak tatanan Bhinneka Tunggal Ika.

“Oleh karena itu, tentunya hari ini kita sebagai Golongan Pemuda di Nahdlatul Ulama harus siap menjadi benteng dari serangan yang diluncurkan oleh beberapa kelompok Islam dengan banyaknya berita-berita yang ingin mengadu domba,” ujarnya.

Sementara itu, dari pengurus NU, Harun Rasyid dalam sambutannya, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memupuk jiwa dengan ajaran Islam yang luhur dan agung dan komitmen NU untuk selalu menjaga NKRI.

“Kita tanamkan akhlak yang mulia, dan kita sebarkan nilai-nilai kebajikan dan nilai-nilai kemanusiaan yang diteladankan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Saya ingin menggarisbawahi yang menurut saya sangat penting. Di antaranya, pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semangat kasih sayang kepada sesama,” paparnya.

Sementara Ustadz Robby Ar-Rosyid memberikan ceramah, tentang bagaimana cara terbaik hidup di masyarakat dengan banyaknya perbedaan suku, agama dan ras, sebagaimana Rasulullah SAW sebagaimana dicotohkannya.

Menurut dia, Nabi Muhammad amat gigih dan tegas? untuk melawan perilaku-perilaku yang merusak atau mendatangkan kerusakan. Baik itu kerusakan pada ajaran agama, maupun kerusakan pada kehidupan masarakat, bangsa dan negara, bahkan kerusakan terhadap alam semesta ciptaan Tuhan. (Nashir/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati

Solo, Ribath Nurul Hidayah. Ribuan jamaah hadir dalam acara Haul Kiai Ahmad Siraj Umar ke-54 di  Jl Honggowongso RT 04/ RW 08 Panularan Solo, Sabtu (30/11) malam kemarin. Panggung utama acara itu menghadap ke barat, tepat di depan gang masuk Pondok Pesantren As Siraj. Sebagian jemaah duduk pada kursi di selatan dan utara panggung menghadap panggung.

Kiai Siraj Umar atau biasa dikenal dengan nama Mbah Siraj merupakan salah seorang ulama besar Solo, yang bahkan oleh banyak orang diyakini sebagai seorang waliyullah dengan beberapa karomah yang dimilikinya. Haul Mbah Siraj ini diperingati setiap 27 Muharram. Salah satu cucu Mbah Siraj, Nyai Hj Muhsinah binti Kiai Shoimuri, merupakan istri dari KH Cholil Bisri Rembang.

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Siraj Solo Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Siraj Solo Diperingati

Dalam peringatan haul Mbah Siraj semalam, dibacakan manaqib tentang riwayat hidupnya. Salah satu cicit Mbah Siraj, Agus Taufik, menjelaskan kakek buyutnya dikenang dan didoakan karena jasanya menyebarkan agama Islam dengan cara humanis dan pluralis.

Ribath Nurul Hidayah

“KH Siraj tidak pernah membedakan agama atau suku saat bergaul. Beliau punya banyak kawan. Agenda malam ini untuk mempersatukan umat dan menjaga ajaran beliau tentang pluralisme yang mirip dengan ajaran Gusdur,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain di kompleks Pesantren As Siraj, peringatan haul Mbah Siraj juga diadakan oleh sejumlah jamaah di makam Mbah Siraj, di Kompleks Pemakaman Pracimoloyo Makamhaji Kartasura Sukoharjo. (Ajie Najmuddin.Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 28 Februari 2018

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah. Bahtsul masail, salah satu rangkaian menyambut Peringatan Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren Cirebon diawali doa bersama untuk almarhum Buya KH Ja’far Aqil Siroj, pengasuh Pesantren Kempek Cirebon yang wafat hari Selasa (1/4). Doa bersama berlangsung khidmat di Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kamis (3/4) malam.

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

Sebelum membuka acara, KH Amirudin Abkari yang didaulat untuk memberikan sambutan atas nama dewan sesepuh Buntet Pesantren mengatakan, Buya Ja’far merupakan sosok yang banyak berjasa bagi masyarakat pesantren dan warga Cirebon secara umum.

“Selain sebagai salah tokoh pesantren di Cirebon, almarhum merupakan orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap warga Cirebon secara keseluruhan. Beliau juga memaksimalkan peran selama hidup sebagai Ketua MUI Kabupaten Cirebon secara tulus,” ungkap Kiai Amir.

Ribath Nurul Hidayah

Kiai Amir juga menyebutkan bahwa Buya Ja’far merupakan sosok yang dengan penuh semangat mendorong kemajuan pesantren. Hal ini, menurut Kiai Amir, yang membuat Buya Ja’far akan selalu dikenang banyak orang.

Ribath Nurul Hidayah

“Mari kita mengirimkan Fatihah secara khusus untuk Buya KH Ja’far Aqil Siroj, sosok yang patut dikenang dan diteladani,” pungkasnya.

Setelah mengirimkan doa dan berbela sungkawa atas meninggalnya Buya Ja’far, ratusan peserta bahtsul masail yang terdiri dari para tokoh sepuh dan kiai muda se-Wilayah III Cirebon ini mulai membahas dan memecahkan masalah kontemporer melalui pandangan fiqih, di antaranya ialah pembahasan soal hukum pemburuan macan Sumatra dan hukum eksploitasi Gunung Ciremai oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengundang kontroversi belakangan ini. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 27 Februari 2018

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung usul amendemen kelima terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang disampaikan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Pernyatan tersebut dikemukakan Gus Dur di hadapan anggota DPD di Ruang GBHN di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (21/5) kemarin.

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Dukung Amendemen Konstitusi

Acara bertajuk Diskusi Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan Kelompok DPD di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu dipandu Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita didampingi para Wakil Ketua DPD, Irman Gusman dan Laode Ida serta Ketua Kelompok DPD di MPR Bambang Soeroso.

Gus Dur menyatakan, ia tidak berkeinginan mogok atau berhenti mendorong DPD menggolkan usulan amendemen kelima tersebut.

"Saya mendukung teman-teman DPD yang ingin mengadakan amendemen terhadap UUD. Saya juga tidak ingin mogok, berhenti. Ya nggak," kata Gus Dur.

Ribath Nurul Hidayah

Kendati MPR sejak tahun 1999 sampai tahun 2002 masih membahas amendemen UUD 1945, Gus Dur berpendapat perubahan konstitusi yang dilakukan kurang lama dirembug. Akibatnya, tidak semua kalangan rakyat Indonesia mengetahui bahwa UUD 1945 telah empat kali diamendemen. "Tidak semua (rakyat Indonesia) tahu. Bahasa menterengnya, sosialisasinya kurang," katanya.

Membandingkan UUD 1945 dengan UUD Amerika Serikat (AS), Gus Dur menyatakan sejak Thomas Jefferson yang Deklarator Kemerdekaan (1776) serta bapak pendiri AS menjabat sebagai Presiden AS yang ketiga (tahun 1801 hingga tahun 1809), perdebatan mengenai perubahan konstitusi hanya dibatasi pada dua pandangan, yakni hak-hak individu dan hak-hak negara bagian. Dari masa itu hingga kini, perdebatan mengenai amendemen UUD hanya dibatasi pada dua pandangan saja.

Melalui perbandingan tersebut, UUD 1945 yang telah diamendemen empat kali bagus sekali. Meski demikian, amendemen kelima UUD 1945 tetap dipersilakan digagas DPD jika membuat UUD 1945 semakin lebih bagus lagi. "Kalaupun toh di-amendemen (kembali) nanti, silakan. Tentu sesuatu yang lebih baik akan kita terima," kata Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) itu. (ant/rif)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 26 Februari 2018

HPN Berharap Pengusaha NU Masuk Jajaran Orang Terkaya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Abdul Kholik mengatakan, selama ini sebagian para pengusaha Nahdlatul Ulama tumbuh dan berkembang tanpa fasilitas dari pemerintah.?

“Sebagian besar bukan karena fasilitas (pemerintah),” katanya saat memberika laporan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

HPN Berharap Pengusaha NU Masuk Jajaran Orang Terkaya (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Berharap Pengusaha NU Masuk Jajaran Orang Terkaya (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Berharap Pengusaha NU Masuk Jajaran Orang Terkaya

Maka dari itu, saat acara sarasehan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu, ia mengaku sangat senang sekali karena ini akan menjadi modal awal untuk mensinergikan antara pengusaha Nahdliyin dengan pemerintah.?

“Insyaallah perhatian yang Bapak berikan kepada para pengusaha Nahdlatul Ulama ini insyaallah penting,” jelasnya.?

Ia berharap, dengan pembinaan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Menteri Perhubungan para pengusaha NU bisa menjadi jajaran orang terkaya di Indonesia, bahkan dunia. “Insyaallah dalam lima sepuluh tahun ke depan bisa mewarnai daftar orang terkaya seratus di majalah? Forbes,”urainya.?

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Zainal Effendi menjelaskan, maksud dan tujuan diadakannya acara sarasehan ini adalah untuk menyusun langkah-langkah konkrit HPN ke depan yang meliputi jadwal waktu, tujuan, dan rencana-rencana lainnya.?

“Sehingga keluar dari ruangan ini kita sudah bisa mau ngapain, kapan, dan goal-nya apa? Ini tugas kita bersama,” paparnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, tema yang diangkat dalam acara sarasehan ini menitik beratkan kepada dua hal. Pertama adalah pengembangan ekonomi umat. Baginya, dengan jumlah warga sembilan puluh satu juta orang, NU memiliki potensi yang sangat kaya.?

“Kedua, kemaritiman. Sumber daya alam NKRI ini bergantung dari kemaritiman,” terangnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, acara ini adalah upaya untuk mensinergikan antara usia produktif dari Nahdliyin dengan potensi kemaritiman Indonesia yang begitu besar. “Dalam bentuk kerja sama dan sinergi,” katanya.

Bahkan, ia memperkirakan, jumlah Nahdliyin yang sedang kuliah di luar negeri pada strata doktor ataupun yang setara itu ada lima ratusan orang. “Bukan islamic study, tetapi bidang-bindang yang strategis untuk mengembangkan ekonomi umat,” jelasnya.?

Acara sarasehan ini dibagi ke dalam dua sesi. Narasumber di sesi pertama adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Era Presiden Megawati Rokhmin Dahuri. Sementara di sesi kedua, narasumbernya adalah Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ronggo Kuncahyo. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 23 Februari 2018

Suriah Dituduh Siksa Keji Ribuan Tahanan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Belum selesai dengan permasalahan senjata kimia, kini muncul bukti baru bahwa Suriah secara sistematis menyiksa dan mengeksekusi sekitar 11.000 tahanan sejak awal pemberontakan.

Sebuah laporan yang dibuat oleh tiga mantan jaksa kejahatan perang menyebut kepada BBC bahwa ada bukti keterlibatan pemerintah. Namun Damaskus telah membantah klaim ini.

Suriah Dituduh Siksa Keji Ribuan Tahanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Dituduh Siksa Keji Ribuan Tahanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Dituduh Siksa Keji Ribuan Tahanan

Para peneliti mengamati ribuan gambar tahanan yang mati dan dilaporkan diselundupkan keluar dari Suriah oleh para pembelot.

Ribath Nurul Hidayah

Laporan ini muncul sehari sebelum perundingan damai dimulai di Swiss.

Ribath Nurul Hidayah

Konferensi di kota resor Montreux dipandang sebagai upaya diplomatik terbesar untuk mengakhiri konflik tiga tahun ini.

Lebih dari 100.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal akibat perang.

Sistematis

Foto-foto mencakup periode dari awal pemberontakan tahun 2011 sampai Agustus tahun lalu.

Penyidik mengatakan sebagian besar tubuh dalam foto itu kurus, banyak yang telah dipukuli atau dicekik.

Salah satu penulis laporan, Profesor Sir Geoffrey Nice mengatakan kepada BBC bahwa skala dan konsistensi pembunuhan memberikan bukti kuat keterlibatan pemerintah yang dapat mendukung dilakukannya tuntutan pidana.

Ahli patologi forensik Stuart Hamilton juga memeriksa bukti-bukti ini dan mengatakan kepada BBC bahwa dalam gambar ia melihat sejumlah besar tahanan menderita kelaparan.

Dia mengatakan bahwa banyak dari mereka seolah-olah dalam keadaan terikat.

"Ada banyak tahanan yang dipukuli. Dan sejumlah lain yang jelas dicekik," katanya.

Wartawan BBC di Beirut, Jim Muir, mengatakan jika hal ini bisa dipercaya, laporan ini juga menunjukkan adanya dokumentasi sistematis dari mayat-mayat yang masing-masing diberi nomor.

Pemerintah Suriah belum mengomentari laporan itu, tapi membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia selama 34 bulan konflik. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 22 Februari 2018

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai

Sukabumi, Ribath Nurul Hidayah - Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Koordinator Wilayah Binaan IV melakukan sowan maraton kiai-kiai NU yang menjadi pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama (MWC NU) di wilayah tersebut Ahad (24/7).

Para pemuda NU dari enam kecamatan tersebut berkumpul kemudian mendatangi kiai di Kecamatan Warungkiara, Bantar Gadung, Simpenan, Pelabuhan Ratu, Cikakak dan juga Cisolok.

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Enam Kecamatan di Sukabumi Sowan kepada Para Kiai

Menurut Koordinator Wilayah IV? Ustadz Aang Miftahurrohmat, kegiatan tersebut adalah ajang silaturahim dan halal bihalal dari anak muda kepada orang tua.

“Ini sangat diperlukan untuk supaya kenal antara pengurus MWCNU dan GP Ansor,” katanya.

Ribath Nurul Hidayah

Para anak muda tersebut juga meminta kepada kiai untuk memberi masukan cara berkhidmah dan berjuang di NU supaya di kecamatan masing-masing. Tak hanya itu, para kiai diminta berdoa supaya segala sesuatu yang dihadapi di lapangan berjalan dengan baik.

Ribath Nurul Hidayah

Didatangi para anak muda, para kiai mengaku sangat senang. Pengakuan itu misalnya disampaikan Ketua MWCNU Kecamatan Simpenan KH Zaenal Arifin.

Kiai Zaenal berpesan kepada pemuda Ansor agar bisa menghargai dan menghormati masyarakat. Ketika datang di suatu tempat pemuda NU harus bisa beradaptasi dengan masyarakat.

Ia mengingatkan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan ketika bertindak, tapi mengedepankan kelemahlembutan dan kesantunan. “Kita melihat cara dakwahnya para Wali Songo dalam menghadapi masyarakat tersebut,” katanya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Warta, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Santri Diharap Berkhidmad kepada Masyarakat

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo KH Moh. Zuhri mengatakan seorang santri tidak hanya dituntut tekun belajar saja, tapi lebih dari itu dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang dihasilkan ? sebagai bentuk pelatihan sebelum pulang ke masyarakat.

"Dibentuknya Forum Komunikasi Santri (FKS) adalah sebagai wadah para santri ketika libur pesantren dalam menerapkan ilmunya. Belajar berhikmad kepada masyarakat," katanya dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Ghozali Gambiran Lumajang (12/7).?

Santri Diharap Berkhidmad kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Diharap Berkhidmad kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Diharap Berkhidmad kepada Masyarakat

FKS merupakan wadah pembelajaran santri aktif dalam berorganisasi berbasis kemasyarakatan. Karenanya tidak hanya mengadakan ? kegiatan keagamaan, akan tetapi bermacam-macam kegiatan pada umumnya seperti seminar, pondok Ramadhan, lomba-lomba dan lain sebagainya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia juga memberi penghargaan kepada Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ Lumajang) ? dan Ibu-ibu PKK Gambiran yang telah bersedia bekerjasama dengan FKS-L dan menjadi pembimbing para santri.

Acara yang dihadiri lebih tiga ratus jamaah meliputi santri aktif, alumni, dan masyarakat berlangsung cukup meriah.

? "Saya senang sekali sebagai alumni melihat santri-santri yang masih berproses di pondok, namun mampu mengadakan kegiatan semeriah ini," ungkap Amin, alumni sekaligus mantan ketua FKS-L masa ibadah 2008-2009.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun acara peringatan Nuzulul Quran dimulai sejak pukul 07.00 WIB, dengan khotmil quran, istighosah, pengajian umum dan ditutup dengan buka bersama.? (Andika Dika/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz

Jakarta, NU online

Keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat Isyroqi Nur Muhammad Limiroji, santri Pesantren Bidayatul Hidayah, Mojokerto untuk mengikuti perlombaan Musabaqoh Hifzhul Quran Tingkat Nasional ketiga di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Darunnajah

Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz

Santri penyandang tunanetra berusia 17 tahun yang kini masih duduk di kelas 3 Aliyah itu semenjak kecil bercita-cita menjadi seperti ayahnya yang juga seorang hafiz. Selain cita-cita tersebut wasiat sang ayah sebelum meninggal agar ia menjadi seorang penghafal Al-Quran, semakin menumbuhkan semangatnya.

"Saya mulai menghafal Al-Quran ketika saya berumur 8 tahun dan alhamdulilah selesai di umur 13. Saya ingin mengamalkan wasiat ayah saya yang telah berpulang ke rahmatullah terlebih dahulu. Saya ingin menjadi seorang hafiz seperti almarhum ayah saya yang juga seorang hafiz. Dulu almarhum pernah menjadi juara tahfiz di Jakarta," kata Isyroqi, Ahad (29/10).

Perjuangannya untuk mampu menghafal Al-Quran tidaklah mudah. Metode yang ia tempuh adalah metode simaah. Ia harus mendengarkan ibunya membacakan kalimat per kalimat ayat- ayat Al-Quran. Ia juga menggunakan rekaman suara untuk menghafalkan ayat-ayatnya. 

Ribath Nurul Hidayah

“Ketika saya sedang malas-malasnya, ibu tetap memaksa saya untuk tetap menghafal, hingga akhirnya saya menghafalkan Al-Quran sambil menangis," lanjut Isyroqi.

Isyroqi berpesan kepada generasi penerus bangsa untuk selalu bersemangat dalam menghafal Al-Quran dan selalu mengimbangi antara usaha dan doa. 

"Saya berpesan agar mereka selalu bersemangat dalam menghafal quran, jangan mudah menyerah, dan imbangi selalu antara usaha dan doa, serta usahakan bukan hanya sekedar menghafal, namun juga lancar dalam menghafalkan Al-Quran," tukas Isyroqi. (Red: Kendi Setiawan)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Dalam jangka panjang, yang menjadi penentu dalam berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat adalah masyarakat itu sendiri, bukan pemimpin keagamaan. Karena itu, pilihan negara Islam menjadi sangat tidak tepat.

“Bukan lagi kiai yang menentukan. Karena itu, almarhum Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ary dan KH. Wahid Hasyim itu berfikir ya sudah negara ini jangan dijadikan negara Islam,” kata mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di depan para puluhan peserta pengajian Ramadhan di Pesantren Ciganjur, Jakarta (1/10).

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Kenapa kita menjadi negara Pancasila? Menurut Gus Dur, dalam masa depan pluralitas itu sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia yang beragama. Islam sendiri tidak memungkiri adanya pluralitas itu.

“Maka mau tidak mau jangan negara Islam. Kalau saya sih ikut Mbah Hasyim saja (KH. Hasyim Asy’ary: Red), karena kenyataannya memang begitu,” kata Gus Dur.

Konsekuensi dari negara Pancasila adalah adanya pemisahan yang tegas antara agama dan negara. “Karena itu undang undang seperti Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) harus dihindarkan, nah karena itu berarti UU berarti pemerintah campatr tangan,” kata Gus Dur yang sejak awal berbeda dengan PBNU dalam soal APP.

Dalam negara Pancasila, dikatakan Gus Dur, pemerintah tidak dapat menentukan apakah sebuah intitusi dalam masyarakat telah mengganggu ketentraman umum atau tidak. Gus Dur mencontohkan, pemerintah yang diwakili oleh pihak kepolisian sempat berencana menutup pesantren Nguki Solo yang dipimpin oleh Ustadz Ba’asyir karena dinilai meresahkan masyarakat dan diklam sebagai sarang penggemblengan para teroris.

Ribath Nurul Hidayah

“Waktu itu hanya saya yang berani membantah. Saya katakan, bahwa negara tidak punya urusan untuk menutup pesantren. Masyarakat yang berhak menutup, bukan kepolisian. Apalagi kepolisian kan hanya menjalankan perintah saja, tidak berhak menentukan apakah melanggar kepentingan umum atau tidak,” kata Gus Dur. (nam)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Nasional Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 21 Februari 2018

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Kementerian Agama RI mengirimkan 14 imam masjid ke Timur Tengah atas permintaan negara Uni Emirat Arab. Tahun depan, pengiriman imam masjid akan ditingkatkan menjadi 100 orang.

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin, 14 imam masjid itu diberangkatkan pada bulan ini, beberapa minggu lalu. Mereka saat ini telah bekerja sesuai dengan kontraknya. ?

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sibuk Bisnis, Negara Timur Tengah Ini Minta Imam Masjid ke Indonesia

“Mereka sudah tiba dan dipasangin baju besar. Jadi orang Arab yang kecil,” katanya di Jakarta, Kamis (24/8). ?

Menurut dia, para imam masjid itu, ketika tiba di Abu Dhabi disambut Menteri Wakaf negara tersebut. Kemudian mereka ditempatkan sesuai daerah yang ditentukan. Selama mereka menjalankan tugas itu, tiap bulan, mendapatkan upah sekitar 20-30 juta rupiah.? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

Muhammadiyah menambahkan, para imam yang dikirim ke negara tersebut harus hafal Al-Qur’an antara 20 sampai 30 juz. ?

Ribath Nurul Hidayah

Ketika ditanya sebab negara Timur Tengah itu sampai meminta imam ke Indonesia, Muhammadiyah memperkirakan, di negara tersebut bukan karena kekurangan imam masjid, tapi mereka terlalu sibuk dengan urusan bisnis.

Kedua, kata dia, Indonesia dikenal juga sebagai pembaca-pembaca dan penghafal Al-Qur’an yang fasih dan merdu.Sehingga mereka tertarik memilih imam dari Indonesia.

“Ini satu kebanggaan buat kita,” lanjutnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta Ribath Nurul Hidayah

Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Panitia Global Peace Festival Slamet Effendi Yusuf menyatakan acara Global Peace Leadership Conference merupakan upaya melakukan dialog dalam rangka mewujudkan perdamaian.



Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Perdamaian Tak Boleh Berhenti pada Wacana

Hal ini disampaikan ketika menyampaikan laporan dalam pembukaan Global Peace Leadership Conference yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (16/10). Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Global Peace Festival Foundation dan PBNU.

“Namun demikian, upaya mendorong perdamaian ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana,” katanya.

Ia menjelaskan, acara ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari luar negeri yang merupakan perwakilan dari 17 negara, diataranya dari Australia, Albania, Iran, Jepang, Kenya, Korea, Pakistan, China, Taiwan, Amerika dan lainnya. Sementara peserta dari dalam negeri meliputi 200 orang, termasuk para pengurus wilayah NU.

Ribath Nurul Hidayah

Acara Global Peace Festival terdiri dari berbagai rangkaian acara. Selain acara konferensi, hari ini terdapat aksi bakti sosial yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa sebanyak 3000 orang di seputaran Jakarta. Aksi serupa sebelumnya sudah dilakukan di Penjaringan Jakarta dan Solo.

Ribath Nurul Hidayah

Kegiatan lainnya adalah pengumpulan dana melalui program power of rupiah untuk membantu mereka yang miskin. “Aksi ini tidak bermaksud untuk melakukan penggalangan dana, tetapi lebih pada memberdayakan jutaan umat manusia,” katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Berita Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 20 Februari 2018

PBNU Minta Umat Islam Fokuskan Ibadah di Masjid, Bukan di Jalanan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam untuk memusatkan segala aktivitas ibadah di dalam masjid, bukan di jalanan. Pihak PBNU mengharapkan umat Islam tetap menjaga ketertiban umum dan terutama hak-hak masyarakat lain pengguna jalanan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

PBNU Minta Umat Islam Fokuskan Ibadah di Masjid, Bukan di Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Umat Islam Fokuskan Ibadah di Masjid, Bukan di Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Umat Islam Fokuskan Ibadah di Masjid, Bukan di Jalanan

Imbauan ini disampaikan menyusul rencana aksi gelar sajadah oleh sekelompok umat Islam yang dengan sengaja mengagendakan shalat Jumat di jalan protokoler di Jakarta pada 25 November 2016 dan 2 Desember 2016 mendatang.

“Pada zaman dahulu Masjid Nabawi itu kecil. Dahulu daya tampungnya agak terbatas. Shalat Jumat pun dilakukan di situ. Rasulullah SAW tidak pernah melakukan shalat Jumat di jalanan. Tetapi Masjid Nabawi zaman sekarang cukup besar,” kata Kiai Moqsith.

Ribath Nurul Hidayah

Kalau umat Islam menggunakan jalanan sebagai tempat pelaksanaan ibadah shalat Jumat, maka itu akan cukup merepotkan. Kebutuhan akan jalanan seperti di Ibu Kota Jakarta, atau jalanan di kota-kota besar lainnya Medan, Surabaya, dan Semarang, sangat tinggi.

Umat Islam, menurut Moqsith, cukup mendayagunakan masjid-masjid yang masih tersedia di kota-kota tersebut sebagai fasilitas untuk beribadah.

Ribath Nurul Hidayah

“Dengan demikian, seharusnya umat Islam menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas ibadah, seperti aktivitas ibadah tidak perlu dialihkan ke jalanan yang berpotensi menggangu orang lain. Dan setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menggunakan jalanan,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Humor Islam, Hadits Ribath Nurul Hidayah