Selasa, 26 November 2013

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Yogyakarta, Ribath Nurul Hidayah. Selasa (15/9) merupakan hari terakhir dari rangkaian “Pelatihan Menulis dan Program Kepemimpinan untuk Santriwati” di pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta. Pada penutupan pelatihan ini para santri berdialog aktif dengan Konsuler Kedutaan Amerika Judy A Moon.

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Selama setahun menjadi pejabat Kedutaan Amerika di Indonesia, ini merupakan pertama kalinya mengunjungi pesantren.

Judy memaparkan kepemimpinan khususnya bagi perempuan. Menurutnya, yang dibutuhkan seorang adalah dua hal, rasa penasaran dan terbuka. Dua hal itu yang menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa anggotanya menuju sebuah tujuan.

Ribath Nurul Hidayah

Secara aktif peserta mengajukan pertanyaan yang semuanya dijawab dengan baik oleh Judy. Selain itu ia juga menyelipkan cerita pengalamannya dan contoh pengimplementasian kepemimpinan sehingga peserta dapat memahami dengan baik penjelasan darinya.

Ribath Nurul Hidayah

“Saya senang karena kalian bertanya secara aktif dalam acara ini, karena itu menunjukkan rasa keingintahuan kalian akan sesuatu,” tuturnya kepada peserta di ruangan tersebut.

Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan saling bertukar souvenir antara pesantren Krapyak, Kedutaan Amerika, dan Lentera Foundation. Pihak pesantren menghadiahkan Kamus Bahasa Arab-Inggris-Indonesia karya KH Atabik Ali sebagai bentuk promosi karya asli pondok pesantren.

Adapun pelatihan menulis sesi pertama diisi dengan pelatihan oleh Pemred KR Online Ahmad Luthfi. Pada sesi ini, peserta diajak memahami dan mempraktikkan materi wawancara, penulisan hingga pengeditan pascawawancara. Sementara sesi kedua berkaitan dengan pelatihan kepemimpinan dengan narasumber Wasingatu Zakiyah.

Pada pelatihan ini ia menjelaskan apa hakikat pemimpin serta bagaimana cara memimpin sebuah kelompok dengan baik. (Aminatun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Quote, Kiai, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 16 Oktober 2013

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Tarim, Ribath Nurul Hidayah. Panitia pelaksana Konfercab Istimewa III PCINU Yaman telah mengadakan rapat di musholla Universitas Al Ahgaff, Tarim selasa malam (30/12). Mereka menyepakati tema "Aktualisasi Konsep Aswaja; Meneguhkan Karakter Islam Nusantara".

Tema tersebut dikukuhkan langsung Ketua Tanfidz PCINU Yaman Dzuk Fahmi Kasto untuk konfercab III yang akan dihelat 8-10 Februari 2015 mendatang.

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Rapat yang yang berlangsung setelah isya waktu setempat itu turut dihadiri Ris Syuriyah Nuril Izza Muzakki beserta wakilnya Hasan Bashri Hayyi, sekretaris dan bendahara tanfidziyah Ade Nurul Badar dan Ali Burhan serta seluruh jajaran panitia pelaksana.

Ribath Nurul Hidayah

Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua panitia konfercab Abdul Rahman Malik itu membahas struktur kepanitiaan dan job description dari masing-masing bagian. Selain itu juga membahas tentang konsep acara pra dan inti konfercab.

Ribath Nurul Hidayah

"Untuk acara pra-Konfercab, seminar dan diskusi panel akan dikoordinir Lakpesdam. Sementara kegiatan bahsul masail akan dipegang kendali oleh LBM NU Yaman," ungkap Abdul Rahman membagi tugas kepanitiaan.

Pada kesempatan itu, Nur Kholis, selaku koordinator panitia bagian seminar dari Lakpesdam menyampaikan bahwa Syeikh Muhammad Ismail As Syuri, sebagai narasumber, siap hadir dengan mengusung judul seputar daisy (daulah islamiyah fi Syam) yang sedang gencar-gencarnya di Indonesia.

Hal ini, lanjut Kholis, bisa menjadi wacana penting dalam membentengi Islam Nusantara. "Terlebih sang narasumber adalah salah satu dosen Universitas Al Ahgaff yang berasal dari Suriah. Sudah tentu beliau lebih mengerti tentang subtansi dan pergerakan ISIS yang kita kenal di tanah air itu," tutur kholis.

Rais Syuriyah Nuril Izza turut memberikan arahan agar hajatan besar NU Yaman ini baiknya di beberapa acara seperti Seminar dan Bahsul Masail bisa mengajak kerja sama organisasi-organisasi besar lainnya seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Hadhramaut dan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) Al Ahgaff. "Hal itu akan menambah efisien kinerja dan bisa menarik animo warga Indonesia lebih besar untuk ikut serta dalam acara ini", ungkap Nuril. (Arman Maliky/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Budaya, Jadwal Kajian Ribath Nurul Hidayah

Politisi Lintas Partai Ramai-ramai Masuk ISNU

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Sejumlah politisi lintas partai ikut maramaikan kepengurusan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur periode 2012-2017. Hal ini tampak terlihat saat prosesi pelantikan di Hotel Empire Palace, Surabaya, Ahad (16/12).

Politisi Lintas Partai Ramai-ramai Masuk ISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Lintas Partai Ramai-ramai Masuk ISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Lintas Partai Ramai-ramai Masuk ISNU

Ketua PW ISNU Jatim sendiri adalah Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Moesa. Struktur kepengurusan PW ISNU Jatim periode ini berjumlah 128 orang.

Duduk di jabatan Dewan Penasehat adalah Prof Dr Shonhadji Sholeh (Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang juga mantan Ketua ISNU Jatim), Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), H Abdul Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jatim), Musyafak Noer (Ketua PPP Jatim), Arif Djunaidi (Ketua PKNU Jatim), Hasan Aminuddin (Ketua Nasdem Jatim), dan Sirmadji (Ketua PDI-P Jatim).

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, di jajaran dewan ahli juga duduk beberapa bupati dan walikota. Antara lain, Saiful Illah (Bupati Sidoarjo), M. Buchori (Walikota Probolinggo) dan Muhtaron (Bupati Madiun).

Acara pelantikan yang dirangkai dengan musyawarah kerja itu, selaian nama di atas, hadir juga Mendikbud Muhammad Nuh, Ketua Umum PP ISNU Dr Ali Masykur Moesa, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, Kepala Kantor Kemenag Jatim Sudjak, serta pengurus ISNU se-Jatim.

Ribath Nurul Hidayah

Sekretaris PW ISNU Jatim Muhammad Dawud mengatakan, ISNU merupakan wadah untuk berkumpul  bagi semua orang dan kader NU yang beraktivitas dan berkarir di berbagai lembaga.

"Dengan begitu, diharapkan ISNU dapat memberikan kontribusi yang positif bangsa dan negara ini," ujar Dawud yang juga anggota KPID Jatim ini.

Dalam pelantikan itu juga dianugerahkan "Santri Award 2012" yang diserahkan kepada tiga dari 42 santri yang dianggap sukses, yakni Aa Abdullah Al Kudus (santri sukses dalam bidang lingkungan), Suyadi (santri sukses dalam enterpreneurship/Presdir PT Perkasa, perusahaan perkapalan), dan Koperasi PP Sidogiri (kategori sukses dalam pemberdayaan pesantren).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News, Kiai, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 10 Oktober 2013

Hikmah Sabar dan Keutamaannya

Rasulullah saw pernah bersabda bahwasannya jika Allah swt mencintai seseorang maka Ia akan mengujinya. kalau orang itu sabar, maka Allah swt akan menjadikannya orang mulia (mujtaba). Dan jika ia ridha (rela) maka Allah swt akan menjadikannya sebagai orang pilihan yang istimewa (musthafa).

? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ?,  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ...

Hadirin Jama’ah Juma’ah Rahimakumullah

Hikmah Sabar dan Keutamaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Sabar dan Keutamaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Sabar dan Keutamaannya

Marilah dalam kesempatan ini kita bersama meniti ketaqwaan kita dan menigkatkannya sehingga kwalitas hidup ini semkin membaik. Sesungguhnya ketaqwaan itu adalah baro mater kesuksesan hidup ini. Dan hendaklah kita semua tetap berpegang kepada norma-norma syariat yang diajarkan Rasulullah saw. Sebagaimana beliau ajarkan pula cara bersabar menghadapi kehidupan ini.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Tema khutbah jum’ah kali ini sebenarnya bersumber dari sebuah hadits pendek yang berbunyi:

? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

Ribath Nurul Hidayah

jika Allah swt mencintai seseorang maka Ia akan mengujinya. kalau orang itu sabar, maka Allah swt akan menjadikannya orang mulia (mujtaba). Dan jika ia ridha (rela) maka Allah swt akan menjadikannya sebagai orang pilihan yang istimewa (musthafa).

Jika diperhatikan dengan seksama maka sesungguhnya Allah swt mencintai kita. Hampir semua umat muslim di dunia ini selalu dalam ujian-Nya. Ada yang diuji dengan kegemerlapan dan kekayaan harta, ada yang diuji dengan kekurangan uang. Ada yang dicoba dengan jabatan. Ada pula yang diuji dengan kondisi keluarga. Dan masih banyak lagi ujian-ujian lainnya.

Namun demikian, jarang dari kita yang sadar bahwa segala fenomena di sekitar kita pada hakikatnya adalah cobaan yang berfungsi sebagai ujian kehidupan. Bagaimanakah seseorang menyelesaikan ujiannya? Bagaimanakah proses penyelesian itu. Sebagaian dari kita melenggang menyelesaikan ujian dengan caranya sendiri. Dan sebagian yang lain menyelesaikan ujian sesuai dengan petunjuk dan aturan syariah. Dan ada lagi yang malah menikmati ujian itu dengan membiarkannya tanpa ada usaha penyelesaian.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ribath Nurul Hidayah

Hadits yang disebutkan di atas dengan jelas mengkatagorikan dua kelompok yang berbeda dalam penyelesaian ujian dan cobaan. Satu kelompok menghadapi cobaan itu dengan kesabaran dan satu kelompok menghadapinya dengan kerelaan. Mereka yang mampu menghadapi dengan kesabaran itulah para mujtaba dan mereka yang menghadapi dengan kerelaan itulah musthafa.

Secara teoritis istilah musthafa hanya layak disandang oleh Rasulullah saw. Dialah Nurul Musthafa cahaya pilihan, dialaha habibil musthafa, sayyidil musthafa, nabiyyil musthafa. Hanya Rasulullah saw lah al-musthafa. Manusia sempurna yang rela di lempar kotoran unta oleh kaumnya sendiri padahal dia memiliki pilihan untuk membalasnya sebagaimana ditawarkan oleh Jibril. Dialah nabi kita Muhammad saw yang rela menggembala kambing padahal dia adalah manusia paling berwibawa. Dia lah manusia yang rela diusir dari tanah airnya sendiri dalam hijrahnya menuju Madinah. Dialah yang rela menahan tentara untuk tidak menyerang Mekah dan memilihi perjanjian Hudzibiyyah. Sungguh al-Musthafa memang hanya layak disandang olehnya. Kemampuannya menanggung pengorbanan dan penghinaan padahal di satu sisi telah tersedia untuknya kemampuan melakukan perlawanan.

Jama’ah jum’ah yang berbahagia

Jika al-musthafa hanya layak untuk junjungan kita, Rasulullah saw maka sebagai umatnya tidaklah berlebihan jika kita ingin meneladaninya dengan berusaha menjadi al-mu’min al-mujtaba. Al-mujtaba sebagaimana dalam konteks hadits di atas adalah orang yang sabar dalam menghadapi ujian kehidupan. Sabar memiiki banyak rujukan kalimat dan makna. Seorang sufi mendefinisikan Sabar sebagai sebuah ketahanan diri menghadapi keadaan tanpa merasa gusar, tidak mengeluh apalagi bercerita kepada sesama. Baik keadaan itu senang ataupun susah. Al-Junaid al-baghdadi berkata dalam Risalah Qusyairiyah  sabar adalah meeguk kepahitan tanpa wajah cemberut “ ? ? ? ?” . Sementara Abu Usman berpendapat bahwa sabar adalah menjalani cobaan dengan sikap yang sama dengan menjalani kenikmata.

Demikian, karena pada hakikatnya cobaan itu tidak hanya berbentuk kesulitan, namun kesenangan dan kebahagiaan juga sebuah ujian, kemasyhuran dan kehinaan juga cobaan.

Karena itu Ibn Abbas berkata sebagaimana dikutip oleh Imam Ghazali dalam Ihya ulumuddin bahwa sabar menurut al-Qur’an hanya ada tiga macam. Pertama, sabar kepada kewajiban-kewajiban Allah. Kedua, sabar menghindar dari larangan Allah swt. Ketiga, sabar terhadap musibah Allah swt. dan kesabaran ketiga inilah yang memiliki derajat paling luhur. Dari ketiga bentuk ini Imam al-Qusyairi dalam kitabnya meyebutkan bahwa sabar ada dua macam, yaitu sabar terhadap sesuatu yang sedang diupayakan dan sabar terhadap sesuatu yang ada tanpa diupayakan.

Sabar terhadap sesuatu yang diupayakan adalah sabar dalam meniti syariat yang diperintahkan Allah swt. dan menghindarkan diri dari larangannya. Diantara sabar dalam konteks ini adalah selalu menekuni fardhu yang lima pada setiap awal waktu. Bersabar menjalankan shalat sunnah dhuha, meskipun kondisi ekonomi belum menandakan perubahan. Tetap menadhulukan shalat berjama’ah meskipun teman sekitar mengajak makan siang. Ataupun juga berusaha menolak ajakan rekan untuk mencari kesenangan. Berusaha menghindarkan diri dari berjumpa kemaksiatan dan juga memilih hidup tetap sederhana dari pada berfoya-foya.

Mengenai hal ini kisah kesabaran Nabi Ibrahim dalam menyembelih anaknya merupakah tamsil yang sesuai. Bagaimana nabi Ibrahim sabar mentaati perintah Allah, dan Nabi Ismail sabar menghadapi hal yang tidak diinginkannya.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Sementara sabar terhadap apa yang tidak diupayakan adalah mengkondisikan diri tetap segar, bugar dan berseri menghadapi segala yang telah ditentukan oleh Allah swt.

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Semoga kita menjadi bagian orang-orang yang sabar. Orang-orang yang tidak mudah mengeluh, kecuali hanya pada Allah. Orang-orang yang selalu bermuka riang dan orang-orang yang tidak mudah putus asa. Itulah tanda-tanda orang bersabar. Rasulullah saw sendiri pernah berkata ketika ditanyakan masalah iman kepanya, beliau menjawab:

? ? ?

Iman adalah keteguhan hati dalam bersabar dan murah hati

Dan yang pasti Allah swt telah meyiapkan posisi orang-orang sabar di atas standard dengan tiga ratus derajat untuk mereka yang sabar beribadah, enam ratus derajat untuk mereka yang sabar menghindar dari ma’shiat dan sembilan ratus derajat bagi mereka yang sabar atas musibah.  Sebagaimana dijelaskan dalam an-Nahl ayat 96 :

? ? ? ?

Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan 

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini, somoga dapat memberikan inspirasi kepada kita semua. Renungkanlah bagaimana kesabaran menjadi jalan alternatif dalam menyelasaikan kehidupan manusia.

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 22 September 2013

Makesta Jurnalistik Bekali IPNU IPPNU Jaktim

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Jakarta Timur, sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Medsos dengan mengusung tema Membangun Karakter Generasi Muda NU, Yang Kreatif, Inovatif di Era Milenial, Sabtu-Ahad, 28-29 Oktober 2017 di Pondok Pesantren Al Amiria Ciracas Jakarta Timur.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar oleh Pengurus Cabang IPNU IPPNU Jakarta Timur ini bersamaan dengan Makesta.

Makesta Jurnalistik Bekali IPNU IPPNU Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta Jurnalistik Bekali IPNU IPPNU Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta Jurnalistik Bekali IPNU IPPNU Jaktim

“Tujuannya untuk memberikan bekal dan pengetahuan tentang bagaimana pentingnya dunia informasi yang baik dan benar sesuai dengan ajaran NU," ujar Ismail Marzuki Ketua IPNU Jakarta Timur

Dalam kegiatan ini dihadirkan pemateri dari LTN NU DKI Jakarta Yusron Syarif, dan dari LTN NU Jakarta Jakarta Timur Syarif Cakhyono.

Di hari kedua acara, peserta diberikan kesempatan untuk membuat berita TV berupa liputan kegiatan pelatihan jurnalistik itu sendiri. Kegiatan ini berlangsung dengan seru dan lancar, dibuktikan dengan tingginya antusias peserta mendengarkan dan bertanya kepada pemateri.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Ketua LTN NU Jakarta Timur, Syarif Cakhyono, berharap setelah pelatihan jurnalistik ini, para peserta rekan rekan IPNU dan IPPNU terus mengembangkan kreatifitasnya di bidang pembuatan berita audia visual.

Diharapkan dengan terlaksananya pelatihan jurnalistik ini, anggota IPNU bisa memproduksi informasi positif dalam bentuk audio visual.

Ribath Nurul Hidayah

“Nantinya bisa disebarkan melalui media sosial masing peserta,” tandas Syarif. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 15 September 2013

Balitbang Kemenag Gelar Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Kehidupan keagamaan yang semakin kompleks dan kerap memunculkan sikap intoleransi membuat Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Agama RI terus melakukan berbagai langkah agar kehidupan umat beragama berjalan harmonis di tengah perbedaan.?

Balitbang Kemenag Gelar Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Balitbang Kemenag Gelar Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Balitbang Kemenag Gelar Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Untuk tujuan itu, Balitbang Kemenag mengadakan Simposium International Kehidupan Keagamaan (International Symposium on Religious Life) bertajuk "Managing Diversity, Fostering Harmony", Rabu-Kamis (5-7/10) di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Tokoh Agama dan intelektual dari berbagai mancanegara diantaranya, Amerika Serikat, Hongkong, Brunei, Singapura, Malaysia, dan negara lainnya.

Sebelum acara pembukaan, Balitbang terlebih dahulu menggelar Pra-Simposium di hotel tersebut, Selasa (4/10). Dalam kegiatan pra simposium ini, Balitbang menghadirkan mantan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Guru Besar Boston University USA Robert W. Hefner, Kepala Balitbang Kemenag Abdurrahman Mas’ud, dan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU yang juga Jurnalis senior GATRA Asrori S. Karni.

Diskusi pra simposium ini mengangkat tema “Definisi Agama di Indonesia: Rekognisi, Proteksi, dan Kepastian Hukum". Berbagai kekerasan yang kerap muncul mengatasnamakan agama membuat Balitbang kembali berupaya merumuskan definisi agama secara komprehensif dari berbagai aspek.

Menurut Abdurrahman Mas’ud, kekerasan agama juga kerap diakibatkan Islamofobia yang hingga kini terus menggelayuti sebagian umat beragama di dunia sebagai dampak radikalisme global. Rasa kekhawatiran atau ketakutan ini juga sebetulnya ada pada diri umat Islam terhadap kaum Barat sehingga seolah menimbulkan konflik yang tidak pernah ada ujung pangkalnya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kita harus jujur bahwa westernphobia juga menginggapi umat Islam sehingga menjadi agenda penting untuk diselesaikan,” ujar Abdurrahman Mas’ud.

Diskusi ini kembali menegaskan bahwa regulasi perlindungan umat beragama mempunyai posisi yang sangat penting untuk mewujudkan harmoni. Sebab di Indonesia sendiri selain mempunyai agama-agama yang resmi diakui negara, juga memiliki berbagai macam masyarakat adat yang masih memegang teguh keyakinan nenek moyang. Di titik inilah penegasan definisi agama menjadi persoalan yang sangat penting.

Ribath Nurul Hidayah

Kegiatan Simposium internasional ini akan dibuka Rabu (5/10) di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pakar seperti Robert W. Hefner (Boston University, USA), Gamal Farouq Jibril (Al-Azhar University Cairo, Mesir), Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).?

Selain itu juga digelar diskusi yang akan diisi oleh Ahmad Najib Burhani (LIPI), Syafiq Hasyim (ICIP-PBNU), R. Alpha Amirrachman (CDCC-PP Muhammadiyah), Ahmad Suaedy (Abdurrahman Wahid Center UI), Muhammad Adlin Sila (CDRL-MORA), dan Alimatul Qibtiyah (PSW UIN Yogyakarta). (Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 04 September 2013

Imam Katolik Apresiasi Nasionalisme Pemuda Ansor

Waykanan, Ribath Nurul Hidayah - Imam Gereja Katolik Keluarga Kudus Baradatu Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung Romo Diosesan (RD) Thomas Metan Jamlean mengapresiasi komitmen GP Ansor dalam menghidupkan semangat nasionalisme. Penegasan tersebut disampaikan RD Thomas didampingi Ketua Yayasan Bakti Baradatu Markus Tri Cahyono dan aktivis Pemuda Katolik Andreas Natalis Sapta Aji di Blambangan Umpu, Selasa (31/5)..

"Ansor ini luar biasa, bisa menempatkan diri, mampu memilah mana agama dan negara. Semangat nasionalismenya luar biasa," ujar RD Thomas dalam sambutan pertemuan Saresehan Kesetiaan Pancasila dan NKRI yang akan dilangsungkan 1 Juni 2016.

Imam Katolik Apresiasi Nasionalisme Pemuda Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Katolik Apresiasi Nasionalisme Pemuda Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Katolik Apresiasi Nasionalisme Pemuda Ansor

RD Thomas juga mengaku menyukai keteladanan Gus Mus yang ditampilkan di acara Mata Najwa dalam edisi Panggung Gus Mus. Menurutnya, di tengah merosotnya moral sebagian pemimpin nasional yang tidak memikirkan bangsa, gerakan sosial dan keberagaman penting untuk terus dilakukan.

Ribath Nurul Hidayah

"Tidak hanya dalam acara resmi. Bisa juga seperti yang dilakukan Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib yang beberapa tahun silam disiarkan televisi, sederhana tapi bermakna. Itu bagus," kata RD Thomas.

Ribath Nurul Hidayah

Markus menambahkan, semangat dan pelaksanaan pengakuan keberagaman sebagaimana amanat konstitusi negara yang dilakukan GP Ansor di Waykanan.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, Pemuda Ansor selalu merangkul kami dan Pemuda Hindu untuk bersama-sama bicara masalah sosial dan kebangsaan yang belum dilakukan. Saya tidak memuji, tapi mengapresiasi fakta di lapangan, apalagi dewasa ini bermunculan gerakan-gerakan anti-Pancasila," kata Markus.

Berkaitan dengan keberagaman, GP Ansor Waykanan telah beberapa kali menggelar kegiatan bertema kebangsaan, seperti Riungan Kebangsaan dan Festival Bhineka Tunggal Ika.

Atas sejumlah upaya pemuda NU tersebut, di tahun 2015 Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Waykanan memberikan penghargaan keberagaman kepada GP Ansor. Diserahkan I Gede Klipz Darmaja selaku Ketua Peradah melalui Ketua NU Way Kanan KH Nur Huda disaksikan Ketua Ansor Gatot Arifianto dan Bendahara Abdullah Candra Kurniawan. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Habib, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah