Senin, 14 Desember 2009

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Virginia Gray Henry, Pengajar Islam Klasik di Amerika Serikat memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam anak-anak. Ia dan timnya menerbitkan buku-buku untuk anak-anak antara lain tentang hidup dan ajaran Imam Al-Ghazali. Selain itu ia juga menyusun buku amaliyah wudlu, berdoa dan shalat.

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Hal itu disampaikannya di arena International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Virginia menuturkan, penerbitan buku-buku tersebut? sebagai upaya membantu anak-anak mempelajari Sunah juga pengajaran Islam dari sisi hati (tasawuf). “Ini untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak bahwa dalam hidup ada kesempatan untuk membersihkan hati,” kata Virginia.

Ribath Nurul Hidayah

Virginia juga melakukan pendekatan dari hati dengan anak-anak didiknya. Misalnya ia pernah mengajak anak-anak untuk pergi ke sebuah taman kota dan bertemu dengan seorang alim yang kemudian dijadikan guru oleh anak-anak tersebut. Orang alim itu memberikan contoh bahwa setiap ibadah yang dilakukan untuk bersikap ramah dan ajaran baik lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, harapan pengajaran Islam kepada anak-anak sangat besar. Dan di antara pendekatan pengajaran kepada mereka adalah melalui cerita-cerita dari buku-buku yang diterbitkan.

Dalam forum Isomil, Virginia juga memutarkan film pendek yang menceritakan berubahnya situasi kepada kembalinya keyakinan? anak-anak. Anak-anak dapat merasakan keyakinan dan percaya dengan kehidupan spiritual dan bagaimana anak-anak tidak hanya hidup dalam ketakutan.

Virginia sendiri terinspirasi dengan kehidupan Imam Al-Ghazali sejak kecil tepatnya? pada tahun 1966. Salah satu yang Virginia ingat adalah ungkapan, “Saya hancur bila tidak melakukan apa pun.”

Oleh karena itu, Virginia melakukan kerjasama penerjemahan buku-buku yang ditulisnya dengan beberapa negara untuk menyebarkan ajaran Islam.

Menanggapi paparan Virginia, salah seorang Mustasyar PBNU KH Abdullah Syarwani mengatakan bahwa upaya Virginia sangat baik untuk membangun karakter. “Manusia harus dibimbing dengan akal dan rasionya,” kata mantan Duta Besar RI untuk Syiria ini.

KH Syarwani yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi radikalisme dunia, umat Islam harus kuat, tidak boleh takut. Kejahatan dilawan dengan cara yang santun, berbasis moral dan spiritual yang kuat.

Selanjutnya KH Syarwani mengatakan, kerja sama umat Islam dunia akan menyatukan itu. “Persatuan itu merupaka upaya basyariah di antara kita,” ungkap KH Syarwani. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ahlussunnah, Internasional, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 01 Desember 2009

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah



Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (PP LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) menggelar workshop dan upgrading pengurus, Rabu-Kamis (13-14/1) lalu di Gedung PBNU Lantai 7 Jakarta.

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Beri Penguatan Materi Dasar Kebencanaan kepada Pengurus Baru

Yulistianto, pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa workshop dan upgrading bertujuan untuk memberi penguatan kepada pengurus baru tentang materi dasar kebencanaan.

“Saat ini fokus LPBINU ini tidak hanya penanggulangan bencana saja. Akan tetapi tiga fokus yang akan menjadi orientasi yaitu penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman terhadap pengurus,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (14/1) usai kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa pada periode sebelumnya LPBINU juga sudah mulai mengarah ke isu lingkungan yang ditempuh melalui penanaman mangrove dan daur ulang sampah. Hal itu tidak lain untuk memperbaiki lingkungan dan adaptasi perubahan iklim.

“Kita sudah mulai tanggap dengan isu bencana lingkungan. Seperti halnya saat kebakaran hutan di sumatera kita mengirim relawan ke daerah bencana. Pada intinya tujuan kita dengan pelatihan ini agar LPBINU lebih tanggap terhadap bencana,” paparnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia berharap ke depan lembaga maupun badan otonom NU bisa lebih kompak dan mau berkolaborasi dalam penanggulangan bencana. Internal NU bersinergi untuk keluar membawa satu nama besar yaitu NU. (Afifah Marwa/Fathoni)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Ubudiyah, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 16 Oktober 2009

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

Mencermati perkembangan akhir-akhir ini terkait dengan Pemilihan Presiden 2014, terutama menyangkut berbagai klaim dan pernyataan dukungan pada capres-cawapres tertentu dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, maka Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia  (JGD Indonesia) merasa perlu menyampaikan sejumlah hal berikut ini:

1. Bahwa Jaringan Gusdurian bersifat netral dengan tidak terlibat kegiatan dukung-mendukung calon presiden/wakil presiden manapun. Netralitas ini mengacu pada kode etik yang telah disusun dan disepakati pada awal tahun 2013, jauh hari sebelum pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

2. Kode etik JGD Indonesia juga menyatakan bahwa aktivitas politik praktis apapun dari para individu Gusdurian adalah aspirasi pribadi, dan tidak boleh membawa dan mengatasnamakan Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD Indonesia) .

Ribath Nurul Hidayah

3. Komunitas-komunitas Gusdurian di berbagai kota yang tergabung dalam JGD Indonesia

selama ini teguh memegang prinsip nonpolitik praktis tersebut, dan menghindarkan diri dari keterlibatan dalam arena Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Umum Anggota Legislatif, dan Pemilihan Presiden.

Ribath Nurul Hidayah

4. Seknas JGD Indonesia menyesalkan penggunaan nama Komunitas Gusdurian dalam deklarasi dukungan terhadap pasangan capres-cawapres manapun. Klaim ini telah menciderai netralitas dan kemurnian serta ketulusan kerja-kerja social-kultural yang panjang dari seluruh elemen JGD Indonesia dan telah mengurangi kepercayaan publik pada kenetralan kerja jaringan di masa depan.

5. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk merujuk kepada Seknas JGD Indonesia untuk setiap sikap resmi Jaringan, utamanya dalam proses Pemilu Presiden 2014 ini.

6. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada setiap Gusdurian untuk terus menjunjung prinsip demokrasi dan menghormati hak konstitusional warga untuk menggunakan hak politiknya secara jujur dan berintegritas.

7.     Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian serta menghindari pertikaian yang merusak sendi kehidupan berbangsa.   

Demikian pernyataan ini kami sampaikan agar semua pihak bisa merujuk dan memahami sikap yang diambil oleh Jaringan Gusdurian Indonesia terkait dengan pemilihan presiden mendatang.

Yogyakarta 23 Mei 2014

Alissa Wahid

(Koordinator Umum Jaringan Gusdurian Indonesia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Budaya, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 25 Juli 2009

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera

Karanganyar, Ribath Nurul Hidayah. Ratusan pelajar NU sekabupaten Karanganyar mengikuti kirab bendera di alun-alun kota Karanganyar, Sabtu (8/3) malam. Acara kirab bendera tersebut digelar bersamaan dengan acara sholawatan akbar yang dihadiri puluhan ribu jama’ah dari berbagai kota di Jateng dan Jatim.

“Awalnya para pelajar NU dijadwalkan hanya akan mengikuti do’a dan dzikir dalam rangka menghadapi UAN dan UAS 2013/2014. Namun dalam pelaksanaannya para pelajar itu juga mengikuti kirab bendera,” ujar Ketua IPNU Karanganyar Kholid saat ditemui di sela-sela acara.

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera

Berdasarkan pantauan Ribath Nurul Hidayah, sebelum kirab bendera para pelajar berkeliling panggung dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ribath Nurul Hidayah

Kirab bendera dalam acara shalawat akbar itu menjadi penanda bahwa NKRI akan terus berjaya sampai kapanpun, sebagaimana shalawat, jelas Kholid.

Ribath Nurul Hidayah

“Para pelajar NU Karanganyar diharapkan memiliki semangat nasionalis yang dibarengi dengan semangat juang mempertahankan NKRI yang berselaras dengan kepribadian yang bertakwa,” tandas Kholid. (Ahmad Rosydi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Santri, News Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 12 Juli 2009

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Bandung, Ribath Nurul Hidayah?



Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016 disambut gegap-gempita masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat. Beberapa kepala daerah Kota dan kabupaten juga menyambutnya dengan menghadiri puncak peringatan pada Sabtu (22/10). Namun, justru Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tidak.?

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Sepertinya Jabar tidak atau belum menunjukan respon yang cukup berarti. Tidak ada kegiatan yang digelar pemerintah provinsi, ataupun sekadar hadir ditengah-tengah acara peringatan. Gubernur Ahmad Heryawan hanya mengucapkannya melalui media sosial, di akun halaman facebook dan instagram per tanggal 22 Oktober 2016.

“Selamat Hari Santri Nasional. Semangat Santri: "Semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara," tulis gubernur yang disapa Aher tersebut, mengutip pernyataan Presiden Jokowi dalam Deklarasi Hari Santri Nasional Tahun 2015.

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Dudang Ghazali berpendapat, seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak seperti seperti itu. Sebagai provinsi yang dipimpin gubernur berlatar belakang santri dan juga representasi parpol Islam, menurut Dosen Fakultas Syariah ini, dukungan pemerintah Jabar seharusnya berada di depan.

Ribath Nurul Hidayah

“Beliau kan berasal dari parpol Islam. Juga sepengetahuan kita, beliau juga latar belakangnya santri. Wajar jika masyarakat punya harapan lebih. Bahkan Presiden Jokowi juga menaruh perhatian yang cukup besar dengan hadir dalam deklarasi di Jakarta tahun 2015 dan peringatan tahun ini di Banten,” kata Dudang.

Menurutnya, dukungan pemerintah itu penting untuk lebih mengaktualkan makna Resolusi Jihad NU Tahun 1945 yang dikumandangkan Hadlratusyekh KH Hasyim Asy’ari dalam konteks kekinian, termasuk dalam tata kelola pemerintahan. “Masyarakat kita membutuhkan spirit resolusi jihad termasuk dalam pengelolaan pemerintahan saat ini,” tandasnya.

Dudang pun membandingkan dengan dukungan pemerintah daerah lain yang sejak tahun 2015 sudah mengalokasikan anggaran untuk peringatan hari santri.

Ribath Nurul Hidayah

“Kemarin, waktu pelepasan rombongan Kirab Resolusi Jihad NU di kantor PWNU Jawa Barat menginformasikan beberapa daerah, seperta Jatim dan Banten itu sudah alokasikan. Bahkan di Jatim, seluruh Kota dan Kabupaten diintruksikan oleh pemerintah provinsi. Karena memang legitimasinya jelas sudah ditetapkan sebagai nomeklatur negara melalui Kepres no 22 Tahun 2015,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari ketika diminta tanggapan terkait kemungkinan adanya alokasi anggaran ? khusus untuk peringatan Hari Santri, akan menerimanya sebagai bentuk aspirasi masyarakat sepanjang sesuai dengan peraturan yang ada.

“Sebagai lembaga perwakilan rakyat semua masukan, saran dan aspirasi tentunya menjadi bagian yang akan kami perjuangkan sesuai dengan peraturan, perundang-undangan yang berlaku. Saya akan lihat regulasi dan aturan serta perencanaan terkait hal tersebut,” ucapnya.

Secara pribadi dan kelembagaan, politisi dari Fraksi PDIP ini, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2016. “Semoga semangat perjuangan, pengabdian, kebersamaan, kerendahanhati, ketekunan dan ukhuwah senantiasa mengawal kita semua dalam membangun karakter kehidupan bangsa”, pungkasnya. (edi rusyandi/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Hadits, Doa Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 05 April 2009

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Peristiwa tahunan mudik lebaran menggerakan Ansor-Banser Jakarta Barat membuka posko untuk membantu para pemudik dengan layanan kesehatan, pembagian takjil, pijat refleksi, charger handphone, dan lain-lain. Mereka juga ikut serta dalam membantu pemudik disabilitas atau berkebutuhan khusus.

“Kami berpandangan bahwa setiap warga masyarakat berhak untuk mengakses fasilitas mudik sehingga kami terdorong mendukung mudik gratis penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh LSM dan Bank,” kata Ketua GP Ansor Jakarta Barat Alfanny.

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Alfanny berharap pemudik disabilitas bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah di masa mendatang berupa perbaikan fasilitas umum yang lebih ramah bagi penyandang disbailitas.

Selain membantu pemudik disabilitas, Banser Jakbar bersinergi dengan Polisi, TNI dan lain-lain, juga turut berpartisipasi mengamankan dan mengatur lalu lintas arus mudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api seperti Terminal Bus Kalideres dan Grogol serta Stasiun Kereta Api Jakarta Kota.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Posko mudik yang didirikan Ansor-Banser Jakarta Barat di Masjid An-Nahdlah samping terminal Kalideres di bawah komando Satkorcab Banser Jakarta Barat Nurhamim sejak Senin (19/6) sampai Sabtu (24/6). Posko ini juga membagikan ratusan takjil setiap hari kepada para pemudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api di Jakarta Barat, serta juga mendistribuskan ratusan paket sahur kepada sejumlah komunitas masyarakat di Jakarta Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sejumlah warga Jakarta yang mendukung secara spontan Posko Mudik Ansor-Banser sehingga posko mudik ini dapat melayani pemudik,” kata Nurhamim.

Setelah hari raya Idul Fitri, Banser Jakbar juga akan meningkatkan patroli keliling Jakarta Barat untuk memantau rumah dan pertokoan yang ditinggalkan pemudik. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

Purbalingga, Ribath Nurul Hidayah. Dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu lalu, Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj bertutur kepada sekitar 5000 jamaah tentang kemuliaan akhlak dan kunci sukses dakwah Rasulullah.

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

“Kenapa maulid Nabi SAW selalu diperingati di mana-mana?” tanya pengasuh Pondok Pesantren Al Gadir Kempek, Cirebon, Jawa Barat, ini kepada hadirin yang memadati Kompleks  Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Bukateja Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Karena Nabi Muhammad SAW sukes dalam berdakwah. Selama 23 tahun, Nabi Muhammad SAW mengemban risalah menyebarkan Islam ke seluruh dunia. “Padahal Kanjeng  Nabi sendirian, tidak punya tim sukses, baliho. Tapi beliau sukses berdakwah,” kata Kiai Musthofa

Ribath Nurul Hidayah

Ia menjelaskan, selain sebagai kekasih Allah (habibullah), Rasulullah memiliki peran sebagai penyebar rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin). Kedudukan spesial Nabi dengan Allah banyak disebutkan dalam al-Qur’an.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan itu juga KH Musthofa Aqil mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi. “Nabi Muhammad SAW tidak saja sayang kepada manusia namun juga kepada hewan. Ini sebagai bukti, beliau sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta,” lanjut Kiai Musthofa.

Ia lalu mengisahkan seorang laki-laki lewat di sisi Nabi Muhammad SAW dengan membawa seekor kijang hasil tangkapannya. Lalu Allah SWT yang berkuasa atas semua makhluk-Nya, telah menjadikan kijang itu berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. Selepas Kijang itu mengucapkan salam, lalu sang kijang melanjutkan percakapannya.

“Wahai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan anak-anakku kelaparan,” kata kijang itu meminta belas kasihan.

Rasulullah SAW yang mampu mengerti bahasa kijang itu lantas berdialog dengan si kijang. “Apakah yang engkau harapkan dariku?” tanya Rasulullah SAW.

“Tolong perintahkan orang ini melepaskan aku supaya aku dapat menyusui anak-anakku dan sesudah itu aku akan kembali kemari,” janji kijang itu dengan sangat memohon.

"Bagaimana kalau engkau tidak kembali lagi ke sini?" tutur Rasululah SAW.

“Kalau aku tidak kembali kemari, nanti Allah SWT akan melaknatku sebagaimana ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat bagi engkau apabila disebut nama engkau di sisinya,” janji kijang itu.

Lalu Nabi Muhammad SAW pun bersabda kepada orang itu untuk melepaskan kijang itu buat sementara waktu.

Tanpa banyak berpikir lagi si pemburu memenuhi permintaan Rasulullah Saw. Setelah dilepas oleh si pemburu, kijang itu lari kencang meloncat-loncat kegirangan di padang pasir sambil terus berkata,”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah utusan Allah.”

“Demikianlah betapa kasih sayang Rasulullah SAW kepada sang Kijang menunjukan bahwa beliau sayang kepada hewan, apalagi kepada manusia. Sungguh Rasulullah SAW memberikan rahmat kepada alam semesta dan isinya,” terang KH Musthofa ‘Aqil yang juga menantu KH Maemoen Zubair, Sarang Rembang ini kepada jamaah mengakhiri pengajian Maulid SAW. (Aji Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Amalan, RMI NU Ribath Nurul Hidayah