Rabu, 21 November 2012

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Empat Lawang, Ribath Nurul Hidayah . Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Empat Lawang Suamtera Selatan Drs. Burhamsyah mengapresiasi perkembangan organisasi dan warga Nahdlatutul Ulama, khususnya Muslimat di kabupaten tersebut. 

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Menurut dia, pada pembukaan Musyawarah II Pengurus Cabang Muslimat NU Empat Lawang di Hotel Kito Tanjung Padang Tebing Tinggi awal pekan pada Selasa (17/2), perkembangan NU dan banomnya di Empat Lawang sangat mendukung pembangunan kemasyarakatan dan keagamaan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai kabupaten baru di Sumatera Selatan, Empat Lawang membutuhkan warga dan organisasi seperti Muslimat NU untuk membangun di baerbagai bidang, saat ini dan masa yang akan datang.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Nyak Hafsya pada laporan pembukaannya mengatakan, PC Muslimat NU Empat lawang dalam perkembangannya, walau masih seumur jagung, namun sudah mampu membina TK, TPA, PAUD, dan Koperasi. 

Juga, sambung Nyak Hafsya, telah mampu membentuk enam pengurus anak cabang dari 10 kecamatan. Walau demikian, dalam waktu dekat pembentukan pengurus anak cabang Muslimat NU akan terbentuk di semua kecamatan. 

Ribath Nurul Hidayah

Musyawarah Cabang Muslimat NU bertema "Mari Kita Tingkatkan Peranan Wanita untuk Terwujudnya Empat Lawang Emas sebagai masyarakt Religius" tersebut dihadiri Ketua PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Ketua Tanfizyah NU Empat Lawang, Kakandepag Empat Lawang, 6 Pengurus anak cabang yang telah terbentuk dari 10 kecamatan dan warga NU. (Samir AR. Dota/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah RMI NU, Daerah, Pendidikan Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 02 November 2012

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

Sore 14 Juni 2017, IPNU Jakarta Utara membuka acara Pesantren Ramadhan di Pesantren Yatim Al-Khairiyah. Dengan mengangkat tema Ramadhan sebagai Pemersatu Pelajar dalam Menebar Kedamaian dan Keceriaan. ? Acara ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 14 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.?

Acara dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Utara, Herly Ramadhani dan perwakilan pihak yayasan, Ust. Abdul Hamid dengan peserta sebanyak kurang lebih 35 orang, dengan rata-rata pendidikan SMP dan SMA. Ditemui setelah acara pembukaan, Zainuddin selaku ketua panitia dan wakil ketua IPNU Jakarta Utara menyatakan tempat ini dipilih karena ingin mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan untuk para santri juga.?

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

“Jadi mereka terbiasa dengan kegiatan yang kami buat, apalagi di antara kegiatannya adalah pengajian kitab,” tandas Zainuddin.

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan, salah satu yang khas adalah pengajian Risalah Ahlusunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari yang diisi oleh Muallif selaku Ketua Divisi Dakwah PC IPNU dan Muhamad Masrur sebagai Koordinator Publikasi dan Media.?

Ribath Nurul Hidayah

“Pembacaan kitab ini selama Kamis dan Jum’at jam 8.30 hingga menjelang dhuhur. Ya, meskipun ada bagian-bagian yang terlihat belum tepat jika dibaca pemula, namun kami pilihkan bagian-bagian yang sesuai dengan mereka, dalam rangka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai pendiri NU,” papar Kholiq sebagai ketua divisi acara.?

Selain pengajian kitab, kegiatan lainnya adalah diskusi dan pengajian masalah ke-NU-an, ke-IPNU-an, serta kebangsaan dan keindonesiaan. Materi ke-NU-an diisi oleh KH Muhammad Nuruddin Rangga selaku sekretaris PCNU Jakarta Utara. Materi ke-IPNU-an diisi oleh Nashrullah, selaku Ketua Divisi Pengkaderan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta. Dan, materi kebangsaan dan keindonesiaan diisi oleh Ustz. Nur Hasanuddin sebagai ketua GP Ansor Jakarta Utara.?

Ribath Nurul Hidayah

Acara ditutup pada Jumat menjelang Maghrib, diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di pesantren. Total santunan yang diberikan sebanyak 2,25 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada Edi sebagai perwakilan Pesantren oleh Herly Ramadhani.?

Ketua IPNU berharap semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali acara ini dan acara lain yang berhubungan langsung dengan remaja dan pesantren, karena NU sejatinya lahir dari rahim para santri. “Kami berupaya bisa berkontribusi membuat kegiatan positif bagi para remaja di Jakarta Utara dengan nilai-nilai khas ke-NU-an dan kepesantrenan,” tandas Herly. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 23 Oktober 2012

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Jember, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyatakan mendukung penuh dilakukannya pengusutan tuntas terhadap kasus pembunuhan dukun santet yang terjadi sekitar tahun 1998.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, H. Misbahus Salam saat menerima kunjungan Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999 di kantor PCNU Jember, Jumat (23/9).

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Menurut H. Misbah, penuntasan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus yang telah merenggut puluhan nyawa itu. “Juga untuk memberikan rasa aman bagi warga. Sebab, bisa jadi yang terbunuh bukan tukang santet beneran atau mereka telah insyaf,” ucapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengaku ngeri membayangkan saat-saat yang mencekam ketika peristiwa itu terjadi. Sebab, banyak warga yang gelisah, khususnya yang diopinikan punya ilmu hitam. Ketika itu, harga nyawa seolah begitu murah. Dikatakannya, banyak terduga dukun santet yang sudah insyaf puluhan tahun tapi tiba-tiba hilang dan pulang tanpa nyawa. “Sebaliknya, penyedidikan ini juga berguna untuk memastikan siapa otak di balik peristiwa itu.Yang juga penting adalah rehabilitasi bagi anggota keluarga korban terbunuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999, Muhamamd Nurkhoiron menegaskan bahwa berdasarkan data dari PWNU Jawa Timur, Banyuwangi menempati urutan pertama terbanyak dalam korban pembunuhan isu dukun santet, yaitu 150 orang. Sedangkan Jember hanya 53 orang.

Ribath Nurul Hidayah

“Kita kesulitan mengkroscek data di lapangan karena tak sedikit anggota keluarga korban yang sudah pindah rumah. Karena itu, kami sangat bertirima kasih atas bantuan NU Jember,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya cuma mencari tahu segala sesuatu yang terkait dengan pembunuhan dukun santet sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi guna ditindaklanjuti dalam ranah hhkum. “Kita hanya menyeldiiki ada tidaknya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut. Kalau ada nanti kita rekomendasikan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” urainya.

Selain H.Misbah, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Sekretars NU Jember, Pujiono Abd. Hamid, Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat, Koordinator Advokasi LDNU Jember, Moh. Kholili. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 09 Oktober 2012

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Makassar, Ribath Nurul Hidayah - Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco mengulas makna dan tradisi masyarakat Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri). Kiai M Sanusi Baco membahas ucapan minal aidin wal faidzin, silaturahmi, dan halal bi halal di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (11/7).

“Makna minal aidin wal faidzin mengandung doa dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya. Ucapan ini biasanya diucapkan setelah melaksanakan shalat Id,” kata Kiai Sanusi Baco dalam taushiyahnya di hadapan peserta halal bi halal yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan UIM.

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anregurutta KH M Sanusi Baco Sampaikan Hikmah di Balik Halal bi Halal

Kalimat itu, menurutnya, harapan kepada Allah SWT untuk mengembalikan umat Islam menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran.

Sedangkan silaturahmi adalah salah satu ajaran inti agama Islam. Rasullullah SAW berkata, "Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan silaturahmi".

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Secara bahasa ‘silah’ artinya menyambung. Kata ‘rahmi’ artinya tempat dikandungnya janin. Secara luas makna silaturahmi adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus, kata Kiai Sanusi Baco pada pertemuan Halal bi Halal yang juga dihadiri pengurus NU Sulawesi Selatan.

Sementara istilah halal bi halal bermakna adanya keseimbangan antara mau memberi maaf dan mau menerima maaf. “Kalau tidak seimbang, berarti halal bi haram.”

Dari segi bahasa halal bi halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. “Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku,” tandas Kiai Sanusi Baco di hadapan segenap civitas akademik Al-Gazali Makassar dan UIM. (Andy M Idris/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Oktober 2012

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Bogor, Ribath Nurul Hidayah . Dua tahun sudah Kepengurusan PCNU Kabupaten Bogor yang dinahkodai KH Muchtar Royani dan KH. omdon berlangsung, namun rentang waktu yang tergolong masih singkat itu telah menorehkan sebuah prestasi, yang terlihat Jelas adalah terwujudnya Kantor PCNU Kabupaten Bogor dengan luas 480 m2 diatas tanah seluas 767 m2. Gedung Hijau yang tergolong megah ini diresmikan Ahad ( 29/04).

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bogor Resmikan Kantor Baru

Acara peresmian dihadiri ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. “Alhamdulillah, Moment yang sudah lama kita nantikan akhirnya terkabul, yaitu Nahdliyin Kabupaten Bogor mempunyai kantor yang cukup representatif. Ini adalah milik kita, dan harus kita makmurkan dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.” Kata Abbas Ma’ruf selaku ketua Panitia dan Ketua panitia Pembangunan Gedung PCNU.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini membantu terwujudnya kantor ini, terutama Bupati Bogor yang selama ini mensuport pembangunan ini,” tambah Abbas

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Romdoni mengatakan “Selama dua tahun kepengurusan ini PCNU telah melakukan berbagai kegiatan  dengan total kegiatan sebanyak 279 kali dan menelan biaya sebesar 1,83 milyar. Selain itu PCNU Kabupaten Bogor telah melakukan registrasi anggotanya, baik secara entry manual maupun secara online.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, program-program NU harus menyentuh umat, baik kegiatan yang bersifat pembangunan Mental maupun Ekonomi ummat. "NU harus faham dan mengerti apa yang dibutuhkan ummat saat ini, dan NU harus bisa memberikan manfaat bagi Ummat.”

Ribath Nurul Hidayah

Dalam Tausiahnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, “Saatnya NU Bogor bangkit dan memberikan contoh bagi PCNU-PCNU lainnya, Bogor sebagai penyangga ibukota, mempunya posisi yang strategis dalam melakukan program-programnya. Saya yakin kepengurusan saat ini mampu,” tutur Said Aqil yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh jama’ah.

Acara Juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali, Pimpinan Parpol, Kepala Dinas, Pengurus MWC dan Ranting.

M Syarif Hidayat, ketua MWC NU Caringin , saat ditemui Ribath Nurul Hidayah mengatakan bahwa, dia membawa Jamaah 76 Motor, dan 25 Angkot. "Kepala desa Kami yang notabene juga pengurus MWC NU sangat mensuport acara ini," tandasnya.

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul, Quote, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 29 September 2012

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi

Jepara, Ribath Nurul Hidayah



Ketua Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan membaiat seribu santri dalam rangka memperingati Hari Santri yang digelar di halaman Masjid Baiturrahim, Tengguli, Bangsri, Jepara, Kamis (27/10)?

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi mengingatkan para pemuda supaya paham sejarah baik sejarah pahlawan kenegaraan maupun sejarah Walisongo sehingga kecintaannya tidak mudah dikendorkan oleh pihak-pihak lain.?

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Isu Syi’ah Ditebar? Inilah Penjelasan Habib Luthfi

"Para pemuda harus tahu sejarah!" tegasnya.?

Dalam kesempatan itu, Habib sepuh ini juga menekankan, kaum muslimin agar tidak mudah terprovokasi tentang isu Syiah yang ditebar oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Ia kemudian menjelaskan panjang tentang kenapa isu Syiah ini ditebar.?

"Isu Syiah ini dibuat supaya antara kiai dan habaib pecah, supaya orang tidak lagi percaya dengan Walisongo karena Walisongo itu keturunan Sayyidina Ali. Kalau orang sudah tidak percaya Walisongo maka akan kehilangan sejarah, Jika sejarah hilang, akan mudah dihancurkan," tandasnya kembali.?

Ribath Nurul Hidayah

Pada akhir acara yang diselenggarakan oleh GP Ansor Ranting Tengguli dan Sarkub Jepara ini, Habib Luthfi membacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI dengan diikuti santri-santri dari beberapa pesantren se-Kecamatan Bangsri. (Mundzir/Mukafi Niam)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Internasional, Warta Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 September 2012

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

Pekalongan, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara pribadi dan mewakili bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Habib Muhammad Luthfy bin Yahya atas prakarsa dan upaya yang telah dan akan dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

“Dengan gerakan yang dipelopori beliau Habib Luthfy, melalui Majelis Maulidurrasul seperti yang kita saksikan bersama ini, yakni menjaga persatuan dan kesatuan dan menegakkan NKRI,” katanya.

SBY menambahkan, kalau bangsa Indonesia memiliki tekad, semangat dan upaya seperti yang dicontohkan Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) selama ini, kita bersatu dan bekerja keras bersama membangun negeri, maka atas izin Allah SWT, Indonesia makin ke depan akan semakin maju, makin aman dan rakyatnya makin sejahtera.

Ribath Nurul Hidayah

Demikian dikatakan Presiden RI ke-6 saat memberikan sambutan pengarahan di hadapan puluhan ribu umat Islam yang menghadiri Majelis Maulidurrasul SAW 1435 H yang berlangsung di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan Rabu (5/2).

"Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas komitmen dan kebulatan tekad yang dipimpin Habib Luthfy untuk seti menjaga keutuhan NKRI," ujar Presiden SBY.

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakan, kalau bangsa Indonesia bisa bersatu dalam keberbedaan, baik berbeda dalam beragama, suku, etnis, bahasa, akan tetapi tetap bersatu dan berikhtiyar bersama, maka tidak ada persoalan seberat apapun yang tidak bisa kita hadapi.

Kehadiran Presiden SBY di Majelis Maulidurrasul yang diprakarsai Habib Luthfy merupakan yang keduakalinya setelah yang pertama pada bulan April 2008 yang lalu, sedangkan kali ini merupakan kunjungan yang kedua dari rangkaian kunjungan kenegaraan di beberapa daerah di jalur Pantura.

Dalam kesempatan kehadiran di Kota Batik Pekalongan, Presiden dan rombongan yang menggunakan kereta api luar biasa juga menyempatkan melihat kerusakan jalan di jalur Pantura dan beberapa sentra batik di Pekalongan bersama ibu negara Ani Yudhoyono.

Sementara itu, Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya mengatakan, kekuatan cinta tanah air sesungguhnya ada di pundak TNI dan Polri dan dirinya beserta seluruh jamaah siap mendukung sepenuhnya.

Di hadapan Presiden SBY, Habib Luthfy mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk berjanji untuk tetap setia mempertahankan NKRI dan akan melawan sekaligus menghadapi segala kekuatan yang akan menggoyahkan NKRI.

Tampak hadir beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, yakni Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud HM. Nuh, Menteri Agama H. Surya Dharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sosial Saleh Al Jufri, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini. Kemudian Kapolri Jendral Polisi Sutarman, Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko, ribuan ulama, kiai, habaib dari berbagai pelosok tanah air.

Kegiatan maulid di Kanzus Sholawat dimulai sejak pagi diisi dengan pembacaan qasidah maulid Simtud Duror, Dalailul Khoirot, jamaah Shalat Dhuhur dan puncak acara maulid dan diakhiri dengan sambutan shohibul bait, sambutan Gubernur Jawa Tengah dan sambutan pengarahan Presiden. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah