Jumat, 16 Maret 2012

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Subang, Ribath Nurul Hidayah. Peace Corps, salah satu Non Goverment Organization (NGO) di Amerika Serikat, mengirim beberapa relawan untuk mengajar bahasa inggris di sekolah atau madrasah yang ada di negara berkembang, di antaranya Indonesia.

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

NGO Amerika Kirim Relawan Guru Bahasa Inggris untuk Madrasah

Madrasah yang dikunjungi oleh relawan tersebut salah satunya adalah MTs-MA Terpadu Daarul Ikhlash, Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (7/3).

Aep Robayat selaku Kepala MA Daarul Ikhlash mengatakan sengaja mengundang relawan itu untuk berbagi tips dan informasi kepada para pelajar tentang bahasa inggris dan juga tentang Amerika.

Ribath Nurul Hidayah

"Program ini sangat membantu kami dan anak-anak supaya mudah dalam mempelajari bahasa Inggris, karena kita semua paham bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional," tambah Aep yang juga bendahara LPPNU Subang tersebut

Sementara itu, Nate Roth dan Natalie Linwong, relawan yang berkunjung ke MTs dan MA Terpadu Darul Ikhlash merasa bangga dan senang dengan Indonesia

Ribath Nurul Hidayah

"Kami sangat senang dengan orang Indonesia karena orangnya ramah-ramah, kami sangat senang berada di sini (Indonesia)," tambah Nate Roth, alumni University Of Chicago ini.

Dari pantauan Ribath Nurul Hidayah, para pelajar terlihat senang ketika Nate Roth dan Natalie Linwong memberikan materi pelajaran bahasa inggris yang disisipi dengan game. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Anti Hoax Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 09 Maret 2012

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

Manusia tidak selalu sehat dan senang. Sekali waktu ia terserang penyakit. Adakala ia menanggung sebuah musibah entah kerugian terus menerus, kekeringan tak kunjung usai, tanaman di sawah yang tak pernah hasil, kecelakaan, penipuan, dan bentuk musibah lainnya. Dalam keadaan sehat dan sakit, senang dan susah, manusia mesti mengembalikan hati dan pikirannya kepada Allah SWT.

Terlebih lagi dalam keadaan sakit dan tertimpa bala. Dalam keadaan terjepit seperti ini manusia dianjurkan untuk berdoa sebagai berikut agar beban sakit dan musibah yang diderita terkurangi. Berikut ini doanya.

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Kesusahan seperti Sakit dan Bala

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ribath Nurul Hidayah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhirrahmânirrahîm, tawakkaltu ‘alal hayyil ladzî lâ yamût. Walhamdulillâhil ladzî lam yattakhidz waladan, wa lam yakullahû syarîkun fil mulki, wa lam yakullahû waliyyun minadz dzulli, wa kabbirhu takbîrâ, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzîm.

Lâ ilâha illallâhul adhîmul halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil adhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardhi. Lâ ilâha illallâh rabbul ‘arsyil karîm. Allâhummaj‘al lî min kulli dlîqin farajaw wa makhrajâ.

Wa man yattaqillâha yaj‘al lahû makhrajâ, wa yarzuqhu min haitsu lâ yahtasib. Wa man yatawakkal ‘alallâhi fahuwa hasbuh. Innallâha bâlighu amrih. Wad ja‘alallâhu likulli syai’in qadrâ. Wa man yattaqillâha yukaffir ‘anhu sayyi’âtihi wa yu‘dhim lahû ajrâ.

Setelah itu membaca dzikir berikut ini sebanyak empat puluh kali.

Lâ ilâha illâ anta. Subhânaka innî kuntu minadh dhâlimîn.

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku serahkan diriku kepada Tuhan yang hidup, yang tidak mati. Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki anak, tidak menjadikan sekutu di dalam kerajaan-Nya, dan tidak menjadikan pelindung yang menjaga-Nya dari kehinaan. Besarkanlah Allah dengan kebesaran-Nya. Tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tiada Tuhan yang disembah selain Allah Yang Maha Besar lagi tiada lekas murka. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang besar. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Tuhan ‘Arasy yang mulia. Hai Tuhanku, jadikan bagiku keluasan dari setiap kesusahan dan jadikan bagiku jalan keluar daripadanya.

Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan keluasan jalan dan memberinya rezeki dari sesuatu yang tak terduga olehnya. Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, niscaya Allah memeliharanya. Sungguh Allah menggagahi kita dalam segala perintah-Nya. Alah telah menjadikan segala sesuatu itu ada batasnya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah mengampuni akan segala dosanya dan akan membesarkan pahalanya.

Tiada tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang melakukan aniaya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Dengan kembali kepada Allah, semua beban yang diderita manusia akan terasa ringan. Karena Allah hadir menyertai mereka yang bersabar. Dari sanalah pintu kemudahan diharapkan terbuka. Simpulan dan kebuntuan mulai terurai. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Bulan Ramadhan tahun ini, Ribath Nurul Hidayah/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Ribath Nurul Hidayah dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Ribath Nurul Hidayah, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Ribath Nurul Hidayah juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

Ribath Nurul Hidayah

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Ribath Nurul Hidayah.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nusantara, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 10 November 2011

PCNU Jember: Kejujuran KPU Kini Kunci Penyelenggara Pilpres

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember berharap agar Pemerintah dan KPU menjaga amanah dalam bekerja demi suasana kondusif di masyarakat. Sebab, simpul-simpul masyarakat sekarang terbelah ke dalam dua kubu Capres-Cawapres yang sama-sama yakin menang. Karena itu, tindakan-tindakan tidak terpuji, terutama dalam proses rekapitulasi suara, harus dihindari.

“Sedikit saja ada kecurangan, pasti memicu kemarahan salah satu belah. Pasti. Ini sensitif sekali. Karena itu, penyelenggara Pilpres, harus hati-hati,” tegas Wakil Sekretaris PCNU Jember M Eksan di kediamannya, Kamis (10/7).

PCNU Jember: Kejujuran KPU Kini Kunci Penyelenggara Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember: Kejujuran KPU Kini Kunci Penyelenggara Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember: Kejujuran KPU Kini Kunci Penyelenggara Pilpres

Menurut pengasuh pesantren mahasiswa Nuris 2 Mangli itu, saat ini sudah kadung terbangun  dua opini di masyarakat. Keduanya masing-masing mengklaim pihaknya sebagai calon pemenang Pilpres berdasarkan rilis dua kelompok quick count berbeda. Kendati demikian, masyarakat masih percaya bahwa keputusan akhir ada di tangan penyelenggara Pilpres. Sehingga, detik demi detik, masyarakat selalu memantau kerja PPK, KPUD dan sebagainya.

Ribath Nurul Hidayah

“Tapi kalau KPU jujur dan transparan, saya yakin semuanya aman-aman saja. Dan PCNU Jember sangat mendukung agar KPU fair dalam soal ini dengan segala akibatnya,” lanjut Eksan.

Hasil sementara penghitungan cepat suara Pilpres 9 Juli lalu, Jokowi-JK unggul dengan angka tipis di kabupaten Jember, sekitar 150 ribu suara. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Hadits, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 29 Oktober 2011

Agendakan Konferensi Kemanusiaan, Kedubes Australia Minta Petunjuk PBNU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Problem pelik kemanusiaan terkait dengan perdagangan manusia (human trafficking) menjadi perhatian dunia internasional selama ini, termasuk Kedutaan Besar (Kedubes) Asutralia dan lembaga kemanusiaan Global Freedom Network (GFN). Mereka berencana mengadakan pertemuan internasional terkait hal itu dengan menggunakan pendekatan agama (religious approach).

Agendakan Konferensi Kemanusiaan, Kedubes Australia Minta Petunjuk PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Agendakan Konferensi Kemanusiaan, Kedubes Australia Minta Petunjuk PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Agendakan Konferensi Kemanusiaan, Kedubes Australia Minta Petunjuk PBNU

Agar terlaksana dengan baik, CEO GFN Chris Evans dan First Secretary (Development Cooperation) Kedubes Australia Murray O’Hanlon meminta petunjuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka menyambangi Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta, Rabu (21/9) dan diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU HM. Maksoem Mahfoedz dan Bendahara PBNU H Bina Suhendra.

Maksoem Mahfoedz menyambut baik tujuan kedatangan Evans dan O’Hanlon yang didamping seorang asisten. Karena bidang kemanusiaan selama ini menjadi fokus NU sebagaimana konsep memberikan hak hidup manusia (hifdzun nas) yang selama ini dipegang teguh NU.?

“Organisasi sosial keagamaan seperti NU terus memberikan dorongan kepada seluruh lembaga, Banom, Nahdliyin agar ikut aktif menangani problem kemanusiaan global termasuk human trafficking dengan berbagai pendekatan termasuk pendekatan agama,” terang Maksoem.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Chris Evans, selama ini pendekatan agama dinilai efektif untuk mencegah dan mengurangi kejahatan kemanusiaan seperti perdagangan manusia. Sebab itu, pihaknya meminta bantuan kepada PBNU untuk merekomendasikan beberapa tokoh di Indonesia untuk menjadi pembicara di forum kemanusiaan internasional itu.

“Kami akan merencanakan kegiatan ini pada 30 November 2016,” ujar Evans yang cukup fasih berbahasa Indonesia ini.

Tentunya, kata Evans, pihaknya tidak mau melangkahi gerakan GFN dengan tidak meminta petunjuk kepada NU, karena selama ini, NU-lah yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. “Kami akan mengundang pemimpin berbagai agama di Indonesia sehingga pendekatannya komprehensif untuk mencegah bencana kemanusiaan berupa human tarfficking yang turut menciptakan perbudakan modern,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Senada dengan Evans, Murray O’Hanlon yang memberikan advokasi kepada GFN menerangkan bahwa perdagangan manusia dari tahun ke tahun harus menjadi perhatian dan kewaspadaan warga dunia. Saat ini pihaknya mengambil langkah dengan pendekatan keagamaan karena pendekatan ini secara moral dapat memberi mencegah kejahatan kemanusiaan.

“Apalagi NU merupakan organisasi yang mampu dan sukses menyelaraskan agama dan demokrasi selama ini,” ujar O’Hanlon. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 12 Oktober 2011

Tata Cara Niat Melakukan Shalat

Di dalam ajaran agama Islam niat menempati posisi penting dalam melakukan berbagai ibadah. Di samping sebagai salah satu rukun yang menentukan keabsahan suatu ibadah niat juga menjadi penentu apakah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukallaf dianggap sebagai ibadah atau tidak. Niat pula yang menentukan kualitas ibadah seseorang.

Di dalam shalat ada tata cara tertentu yang mesti dilakukan dalam berniat. Dalam madzhab Syafi’i, satu hal yang paling mendasar yang mesti diperhatikan adalah bahwa niat shalat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan pengucapan takbiratul ihram. Mengucapkan niat shalat dengan mulut sebelum takbratul ihram adalah bukan kewajiban namun suatu kesunnahan untuk dapat membantu hati mengucapkannya pada saat mulut mengucapkan takbiratul ihram (lihat Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kâsyifatus Sajâ [Jakarta: Darul Kutub Islamiyah, 2008], hal. 90).

Tata Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Niat Melakukan Shalat

Sebagai gambaran bisa dicontohkan, bila seorang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, namun saat takbiratul ihram hatinya tidak mengucapkan niat tersebut maka tidak sah niatnya dan karenanya tidak sah pula shalatya.

Berikutnya, orang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia diam saja, tidak mengucapkan niat dengan mulutnya, namun pada saat mengucapkan takbiratul ihram dibarengi hatinya mengucapkan niat maka sah niatnya.

Yang sunnah adalah bila seorang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, lalu ketika mengucapkan takbiratul ihram hatinya membarengi dengan mengucapkan niat.

Ribath Nurul Hidayah

Dari gambaran-gambaran tersebut maka seandainya terjadi kesalahan pengucapan niat di mulut namun benar pengucapannya di dalam hati maka niat tersebut dianggap sah karena yang dipakai adalah niat yang ada di dalam hati. Sebagai contoh, orang yang hendak melakukan shalat maghrib sebelum takbiratul ihram mulutnya mengucapkan niat dengan menyebut shalat isya, sementara ketika takbiratul ihram hatinya berniat dengan menyebutkan shalat maghrib maka sah niat dan shalatnya. Namun bila yang terjadi sebaliknya maka tidak sah niat dan shalatnya.

Selanjutnya para ulama mengatur tata cara berniat shalat dengan melihat status hukum shalatnya. Sebagaimana yang dituturkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safinatun Najâ:

Ribath Nurul Hidayah

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Niat shalat itu ada 3 (tiga) tingkatan; bila shalatnya fardlu maka wajib memuat tiga unsur menyengaja melakukan pekerjaan (qashdul fi’li), menentukan shalatnya (ta’yin), dan menyebutkan kefardluan (fardliyah). Bila shalatnya sunah yang tertentu waktunya seperti shalat rawatib atau shalat yang memiliki sebab maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan dan menentukan shalatnya. Dan bila shalatnya sunah mutlak maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan saja” (lihat Salim bin Sumair Al-Hadlrami [Jedah: Darul Minhaj, 2009], Hal. 33).

(Baca juga: Melafalkan Niat dalam Shalat)

Lebih lanjut apa yang disampaikan Syekh Salim di atas dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Kâsyifatus Sajâ dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Niat shalat fardlu harus mencakup tiga unsur yakni qashdul fi’li, ta’yin dan fardliyah.

Yang dimaksud dengan qashdul fi’li adalah berniat melakukan shalat dimana dalam kalimat niat berupa kata “usholli” yang berarti saya berniat shalat. Adapun yang dimaksud ta’yin adalah menentukan nama shalatnya seperti maghrib, isya atau lainnya. Sedangkan yang dimaksud fardliyah adalah menyebutkan kata fardla pada saat berniat.

Dengan demikian maka kalimat niat untuk shalat fardlu—semisal shalat madhrib—adalah:

? ? ?

Ushallî fardlal maghribi

“Saya berniat shalat fardlu maghrib”

2. Niat shalat sunah yang telah ditentukan waktunya atau shalat sunah yang memiliki sebab dalam niatnya wajib memuat dua unsur yakni qashdul fi’li dan ta’yin.

Shalat yang telah ditentukan waktunya seperti shalat dluha, shalat tahajud, shalat tarawih dan lainnya. Sedangkan shalat yang memiliki sebab seperti shalat istisqa, shalat hajat, shalat gerhana dan lainnya.

Kalimat niat untuk shalat ini—semisal untuk shalat tahajud—adalah:

? ?

Ushallît tahajjuda

“Saya berniat shalat tahajud”

3. Niat shalat sunah mutlak cukup hanya dengan memenuhi unsur qashdul fi’li saja.

Yang disebut shalat sunah mutlak adalah shalat sunah yang tidak terikat oleh waktu dan sebab tertentu. Sebagai gambaran, bila sewaktu-waktu tanpa sebab tertentuseseorang ingin melakukan shalat sunah maka shalat yang dilakukannya itu adalah shalat sunah mutlak.

Kalimat niat untuk shalat ini cukup dengan kata:

?

Ushalî

“Saya berniat shalat”

Kalimat-kalimat niat tersebut di atas sudah mencukupi tanpa harus ada tambahan kata mustaqbilal qiblati, adâ’an, lillâhi ta’âlâ atau penyebutan jumlah bilangan rakaat seperti rak’ataini, arba’a raka’âtin atau tsalâtsa raka’âtin. Karena kata-kata tambahan tersebut berstatus hukum sunah. Bila yang bersangkutan menyebutkan bilangan rakaat namun salah tidak sesuai dengan bilangan yang semestinya maka menjadikan shalatnya tidak sah. Seperti mau melakukan shalat dhuhur tapi dalam niatnya menyebutkan tiga rakaat.

Hanya saja bila orang yang mau melakukan shalat secara berjamaah dan ia sebagai makmum maka pada niatnya harus ditambahi kata ma’mûman. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Olahraga, Kyai Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 03 September 2011

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Munculnya revisi UU KPK dinilai sejumlah tokoh lintas agama sebagai upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi. Sebagai bentuk keberatan mereka, tokoh-tokoh lintas agama mengeluarkan empat seruan.

Empat poin tersebut, yakni pembentukan dewan pengawas KPK, penambahan kewenangan surat perintah penghentian penyedikan (SP3), pengaturan tentang penyadapan, serta kewenangan bagi KPK untuk mengangkat penyidik sendiri.

Seruan ini disampaikan dalam acara "Jaringan Gusdurian dan Tokoh Lintas Agama untuk Memberikan Dukungan kepada Penguatan Pemberantasan Korupsi" di Rumah Pergerakan Griya Gusdur, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Kamis (4/2).

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

"Kita lihat urusan pemberantasan korupsi semakin hari semakin berat karena dari yang tampak tertangkap mulai dari kalangan pejabat, swasta bahkan di kalangan DPR dan pengadilan sehingga ini merupakan tugas yang sangat berat terutama pada KPK. Tetapi, kita melihat berkali-kali KPK ini dilemahkan," kata Ketua PBNU KH Imam Aziz dalam acara tersebut.

Karena itu, Imam menganjurkan dan mendorong seluruh pemimpin agama menyerukan agar menghentikan politisasi dan kriminalisasi terhadap KPK. Dia juga berharap KPK bekerja secara optimal agar pemberantasan korupsi bisa berjalan lancar.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun seruan yang disampaikan tokoh-tokoh agama itu adalah sebagai berikut:

Pertama, mengingatkan kembali Presiden Republik Indonesia Jokowi untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi sebagaimana dinyatakan dalam berbagai kesempatan dan janji-janji selama masa kampanye.

Kedua, meminta Presiden mengambil langkah tegas, tepat dan terukur mengatasi pelemahan dan kriminalisasi terhadap KPK.

Ribath Nurul Hidayah

Ketiga, mendorong semua pihak agar menghentikan pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantas korupsi baik melalui revisi UU KPK maupun kriminalisasi mantan komisoner dan penyidik KPK yang saat ini masih berlangsung.

Keempat, menyerukan seluruh tokoh agama/keyakinan dan organisasi keagamaan untuk terus menyuarakan gerakan memberantas korupsi untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang bersih.?

Selain Ketua PBNU KH Imam Aziz, hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Sekretaris Jenderal Conference on Religion and Peace (ICRP) Romo Johannes Hariyanto, Ben Rahal (Sikh), Wakil Sekjen PGI Pendeta Krise Gosal, perwakilan dari Hindu Nyoman Udayana Sangging dan perwakilan aliran kepercayaan Kapribadenan Suprih Suhartono. Selain itu, hadir juga mantan ibu negara Shinta Nuriyah Wahid dan intelektual muslim dan mantan Sekretaris Kabinet era Gusdur Djohan Effendi. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta Ribath Nurul Hidayah