Jumat, 11 April 2008

Soal Menurunnya Pembacaan Kitab Kuning, Pesantren Perlu Terapkan 2 Sistem

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Menanggapi adanya penilaian tentang menurunnya kitab kuning yang diajarkan di pesantren, Rais Syuriyah PBNU KH Masykuri Abdillah menilai kondisi itu harus dipilah-pilah. Yang pertama adalah dari sisi jumlah siswa dan sistem.?

Soal Menurunnya Pembacaan Kitab Kuning, Pesantren Perlu Terapkan 2 Sistem (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Menurunnya Pembacaan Kitab Kuning, Pesantren Perlu Terapkan 2 Sistem (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Menurunnya Pembacaan Kitab Kuning, Pesantren Perlu Terapkan 2 Sistem

“Saya mendapatkan infomasi bahwa sejumlah pesantren besar ada juga yang tidak menerapkan secara ketat kemampuan anak Aliyah misalnya, untuk membaca kitab kuning. Ini alasannya karena yang diterima masuk ada yang dari SMP, ada dari Tsanawiyah Negeri yang tidak punya latar belakang kitab kuning. Ini sangat disayangkan. Alasannya kalau tidak menerima siswa dari sekolah negeri atau siswa di luar pesantren, akan kurang siswanya. Itu yang menyedihkan,” kata Masykuri kepada Ribath Nurul Hidayah, Rabu (13/4).?

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai, sebenarnya akan lebih baik apabila pesantren menerapkan dua kurikulum, yaitu kurikulum yang tetap mempertahankan karakteristik pesantren, dan kurikulum umum untuk mengakomodir siswa yang tidak berasal dari pesantren.

"Penerapan dua kurikulum itu juga sudah sejak dulu dilakukan di beberapa pesantren. Misalnya Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak yang sejak tahun 1970-an sudah membuka Tsanawiyah pesantren, di samping kurikulum umum. Bila ini diterapkan di banyak pesantren, akan menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan pengajaran dan kemampuan membaca kitab kuning," jelas pria kelahiran Kendal Jawa Tengah 58 tahun lalu ini.

Pemilahan kedua adalah dari sisi kitab yang dibaca. Masykuri menganggap sebenarnya dari dulu juga tidak banyak, terutama yang diajarkan di pesantren kepada santri. Jika ada kitab lebih banyak itu yang dibaca oleh kiainya agar mempunyai wawasan yang luas dalam mengajar santri. Masykuri percaya saat ini jumlah pembaca kitab kuning dan jumlah kitab kuning yang dipelajari masih banyak.

Ribath Nurul Hidayah

Terkait rencana Menag yang akan mengafirmasi pesantren untuk lebih aktif lagi mengajarkan kitab kuning, Masykuri berpendapat hal itu sebagai sesuatu yang memang harus dilakukan, termasuk menyediakan buku-bukunya.

Menurut pria yang juga mantan salah satu Ketua PBNU ini, yang juga penting dikenalkan adalah adanya kitab putih. Dalam kitab putih yang dalam penulisannya sudah ada titik koma, ditulis oleh para penulis pada zaman sekarang. Kitab putih sangat baik diajarkan karena di dalamnya ada argumentasi yang lebih meyakinkan, ada kutipan dari Al-Quran dan hadits, sesuatu yang kadang tidak ada dalam kitab kuning yang langsung menguraikan pendapat ulama.?

“Sehingga kitab kuning dan kitab putih, perlu dibaca semuanya,” tandas Masykuri.? (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 20 Maret 2008

Pagar Nusa Usulkan Pencak Silat Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Aizzuddin mengusulkan agar pencak silat diajarkan di seluruh sekolah di Indonesia. Alasannya, olah raga bela diri ini adalah keterampilan asli Indonesia dan harus dilestarikan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Pria yang akrab disapa Gus Aiz ini mengatakan, di antara kekuatan negara kecil seperti Jepang yang pernah menjajah bangsa-bangsa lain dan sekarang menguasai teknologi di dunia belajar bela diri yang diwajibkan pembelajarannya sejak sekolah dasar.

Pagar Nusa Usulkan Pencak Silat Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Usulkan Pencak Silat Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Usulkan Pencak Silat Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah

Guz Aiz menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) ke-2 di kompleks Pondok Pesantren Az-Zuhri, Ketileng, Semarang selama tiga hari, Sabtu sampai Senin (11-13/1).

Ribath Nurul Hidayah

“Pencak Silat adalah warisan asli bangsa kita. Dulu dipakai para ulama dan para pahlawan untuk berjuang merebut kemerdekaan. Harus dilestarikan dan dijadikan pelajaran wajib di seluruh sekolah di Indonesia. Kita tiru Jepang dari sisi baiknya,” ujarnya berapi-api disambut tepuk tangan hadirin.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah Abu Hafsin Umar menyampaikan, pihaknya telah menyetujui usulan Pagar Nusa, agar diajarkan sebagai olahraga wajib di seluruh sekolah NU, baik sekolah resmi milik Lembaga Pendidikan Maarif NU, maupun yang dinaungi NU.

Kerjuda II ini diikuti 236 atlet wiralaga dan 23 kontingen Seni Jurus, baik putri maupun putra. Mereka utusan dari 23 Pimpinan Cabang IPS NU Pagar Nusa se-Jateng. Para atltet akan memperebutkan piala kategori tanding remaja Pa dan Pi, Dewasa Pa dan Pi, seni beregu, serta seni ganda. (Mohammad Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian, IMNU Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 26 Februari 2008

Ketika Seorang Prof Diakali Anak Kecil

Penduduk Mesir pribumi banyak dikenal sebagai orang cerdik dalam bersiasat. Diperkirakan karena di antara mereka banyak yang mempunyai garis keturunan Bani Israil. Di antara kecerdikannya ini dirasakan pula oleh Prof. Nizar Ali yang sekarang menjabat sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag.

Dahulu, dalam salah satu kunjungannya ke Mesir, Prof Nizar ingin berziarah ke makam Syekh Zaki Ibrahim. Seorang penganut ajaran tasawuf, pemuka tarekat Syadziliyyah yang sangat disegani. 

Ketika Seorang Prof Diakali Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Seorang Prof Diakali Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Seorang Prof Diakali Anak Kecil

Karena belum tahu lokasi makam, Prof Nizar bertanya kepada salah satu anak kecil. 

"Dik, makam Syekh Zaki Ibrahim terletak di mana ya?" tanyanya dengan bahasa Arab.

Tak segera menjawab, si anak kecil ini berlagak seperti simsar (makelar). Ia mengajukan satu syarat. Untuk menunjukkan arah yang diminta Prof Nizar, anak kecil ini meminta uang sejumlah 10 pounds atau setara sekitar Rp.25.000,-.

Ribath Nurul Hidayah

Khawatir dibohongi, Nizar memberikan pertanyaan untuk memastikan bahwa ia tidak akan ditipu anak-anak?

"Benar ya kau tunjukkan mana makamnya? 

Ribath Nurul Hidayah

Anak kecil ini pun mengiyakan dengan serius, namun ia meminta uang segera dibayar di depan terlebih dahulu. 

Setelah diterimakan dengan baik, si anak memandu para orang tua dari luar negeri Mesir ini. Ia berjalan di bagian depan. 

Yang mengagetkan bagi Nizar adalah ternyata ketika anak itu baru berjalan beberapa langkah ke depan dengan menapaki jalan yang menurun, anak itu pun dengan enteng menunjuk makam yang dimaksud oleh Prof Nizar. 

"Itu," katanya ringan sambil melempar senyum indahnya, tanda bahagia mendapat upah lumayan. 

Sangat jauh dari angan. Bayangan Prof Nizar, dengan uang 10 pounds mereka akan ditunjukkan di lokasi yang cukup jauh. Tapi ternyata hanya beberapa langkah ke depan saja. Perasaanya geli. Bukan menyesali uang yang telah ia berikan, tapi kecerdikan orang Mesir ini memang cukup jitu. Ia seolah diakali oleh anak-anak, meskipun cara mereka mengakali dengan model demikian itu sah-sah saja. (Ahmad Mundzir) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 17 Januari 2008

Kagetnya Pemerintah Arab Saudi saat Membongkar Makam Syekh Nawawi

Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota.?

Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut.

Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi Al-Bantani. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya.?

Kagetnya Pemerintah Arab Saudi saat Membongkar Makam Syekh Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kagetnya Pemerintah Arab Saudi saat Membongkar Makam Syekh Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kagetnya Pemerintah Arab Saudi saat Membongkar Makam Syekh Nawawi

Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur.?

Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek dan tidak lapuk sedikit pun.Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan.?

Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah Arab Saudi melarang membongkar makam Syekh Nawawi Al-Bantani. Jasad beliau lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam beliau tetap berada di Mala, Mekkah.?

Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani (1813-1898)

Ribath Nurul Hidayah

Nama lengkapnya ialah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H/1813 M. Ayahnya seorang tokoh agama yang sangat disegani. Ia masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (Cirebon).

Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Mekkah, karena saat itu Indonesia –yang namanya masih Hindia Belanda- dijajah oleh Belanda, yang membatasi kegiatan pendidikan di Nusantara. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat.

Tak lama ia mengajar, hanya tiga tahun, karena kondisi Nusantara masih sama, di bawah penjajahan oleh Belanda, yang membuat ia tidak bebas bergiat. Ia pun kembali ke Makkah dan mengamalkan ilmunya di sana, terutama kepada orang Indonesia yang belajar di sana.?

Ribath Nurul Hidayah

Banyak sumber menyatakan Syekh Nawawi wafat di Makkah dan dimakamkan di Ma’la pada 1314 H/1897 M, namun menurut Al-A’lam dan Mu’jam Mu’allim, dua kitab yang membahas tokoh dan guru yang berpengaruh di dunia Islam, ia wafat pada 1316 H/1898 M.

Peran strategis bagi dunia dan Indonesia

Syekh Nawawi Al-Bantani adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas. Ini menunjukkan bahwa keilmuannya sangat diakui tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di semenanjung Arab.?

Syekh Nawawi sendiri menjadi pengajar di Masjid al-Haram sampai akhir hayatnya yaitu sampai 1898, lalu dilanjutkan oleh kedua muridnya itu. Wajar, jika ia dimakamkan berdekatan dengan makam istri Nabi Muhammad, Khadijah ra di Ma’la.

Syekh Nawawi Al-Bantani mendapatkan gelar Sayyidu Ulama’ al-Hijaz yang berarti Sesepuh Ulama Hijaz atau Guru dari Ulama Hijaz atau Akar dari Ulama Hijaz. Yang menarik dari gelar di atas adalah beliau tidak hanya mendapatkan gelar Sayyidu ‘Ulama al-Indonesi sehingga bermakna, bahwa kealiman beliau diakui di semenanjung Arabia, apalagi di tanah airnya sendiri.?

Selain itu, beliau juga mendapat gelar al-imam wa al-fahm al-mudaqqiq yang berarti Tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam. Snouck Hourgronje member gelar “Doktor Teologi”.

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Olahraga, Budaya, Sejarah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 19 Desember 2007

Ansor Jakarta Timur Rutinkan Ziarah Selama Ramadhan

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur mengadakan ziarah rutin sepanjang bulan Ramadhan. Kegiatan yang dilakukan di makam Keramat Luar Batang Jakarta Utara ini dilaksanakan seminggu sekali selama bulan suci.

"Sebagai anak muda NU, kita harus mengawal dan mengamalkan tradisi, apalagi di bulan suci Ramadhan di mana setiap perbuatan baik akan mendapat pahala yang berlipat ganda," ungkap Firdaus Ibond, Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jakarta Timur, Sabtu, (20/6).

Ansor Jakarta Timur Rutinkan Ziarah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jakarta Timur Rutinkan Ziarah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jakarta Timur Rutinkan Ziarah Selama Ramadhan

Dalam ziarah yang dimulai Sabtu kemarin tersebut, lanjut Ibond, GP Ansor dan Banser melakukan konvoi dari kawasan sekitar Banjir Kanal Timur menuju Mushala Assu’ada Jatinegara Kaum sebagai titik kumpul. Baru kemudian bersama-sama ke Keramat Luar Batang.

Ribath Nurul Hidayah

"Sekitar 50-an orang sahabat-sahabat Ansor dan Banser hadir dalam ziarah dan silaturrahim ini. Ke depan, semoga yang berpartisipasi semakin banyak," tuturnya.

Organisasi badan otonom NU yang dipimpin oleh KH. Mahmud Muzoffar ini melaksanakan ziarah selanjutnya pada Sabtu 27 Juni 2015.

Ribath Nurul Hidayah

"Ziarah besok (Sabtu selanjutnya-red) dipimpin Habib Cholil Basyaiban, mulai bada tarawih hingga dini hari menjelang sahur," tutup Ibond. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Warta Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 14 November 2007

Uni Eropa Pun Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Brussel, Ribath Nurul Hidayah. Uni Eropa menolak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Organisasi antar pemerintahan Negara-negara Eropa itu menekankan pentingnya solusi dua negara dan pembagian kota Yerusalem untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina yang tidak kunjung usai.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Brussel Belgia, Senin (11/12). Dalam pertemuan ini, Federica menyebutkan, solusi yang paling realistis untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina adalah dengan diterapkannya solusi dua negara; Negara Israel dan Negara Palestina.

“Satu-satunya solusi realistis untuk penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina adalah berdasarkan prinsip dua negara dan Yerusalem sebagai ibukota keduanya,” kata Federica saat konferensi pers dengan Netanyahu seperti dikutip aljazeera.com.

Uni Eropa Pun Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Uni Eropa Pun Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Uni Eropa Pun Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Menurut dia, Uni Eropa akan menghormati konsensus internasional soal Yerusalem sampai status akhir Kota Suci tersebut diselesaikan melalui negosiasi langsung antar banyak pihak.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan Trump ini mendapatkan banyak kecaman dan kutukan, terutama dari negara-negara Islam dan juga ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU).

Ribath Nurul Hidayah

NU menilai Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan ibu kota Palestina. Selain mengecam tindakan serampangan Trump tersebut, NU juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan sanksi kepada Israel karena telah melakukan pendudukan atas rakyat dan negeri Palestina.

Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem Nomor 252 tanggal 21 Mei 1968 dan Resolusi DK PBB Nomor 2334 tanggal 23 Desember 2016, DK tidak akan mengakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Santri, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Senin, 13 Agustus 2007

Pengurus Baru NU Pati ke Depan Gerakkan Budaya Lokal

Pati, Ribath Nurul Hidayah. Untuk meneguhkan soliditas NU dalam memberdayakan umat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati ke depan berkomitmen melestarikan tradisi lokal. Selagi mengandung nilai-nilai positif, pendekatan tradisi lokal akan tetap relevan di tengah masyarakat.

Pengurus Baru NU Pati ke Depan Gerakkan Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru NU Pati ke Depan Gerakkan Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru NU Pati ke Depan Gerakkan Budaya Lokal

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PCNU Pati KH Aniq Muhammadun dalam forum Musyawarah Kerja Cabang NU Pati di kompleks pesantren yang diasuhnya, pesantren Mambaul Ulum, Pakis, Tayu, Pati, Kamis (26/6).

“Kita akan terus megembangkan budaya lokal karena tidak semua tradisi lama mesti dibuang. Rasulullah Saw sendiri tidak mencampakkan ibadah Sa’i antara Shofa dan Marwah kendati budaya ini pernah dilakukan orang kafir Quraisy di masa Jahiliyah,” ujar Kiai Aniq yang ramah disapa Gus Aniq.

Ribath Nurul Hidayah

Prinsip ini sesuai ajaran Wali Songo. Sunan Kalijaga mengembangkan ajaran Islam dan menyebarkannya dengan pendekatan seni pewayangan yang memuat keteladanan di dalamnya. Dengan menampilkan budaya setempat dan kesukaan masyarakat, Sunan Kalijaga berhasil menyebarkan ajaran Islam, tandas Gus Aniq.

Ribath Nurul Hidayah

Muskercab sehari penuh ini dilanjutkan dengan Pelantikan PCNU Pati yang dihadiri seluruh pengurus baru PCNU Pati, perwakilan lembaga dan banom NU. Tampak hadir dalam pelantikan PCNU Pati di antaranya Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali. (Fikrul Umam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah RMI NU Ribath Nurul Hidayah