Selasa, 10 Juni 2014

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Bogor, Ribath Nurul Hidayah. Sekitar 250 kader KMNU dari 12 perguruan tinggi negeri di Indonesia dan Malaysia siap meramaikan acara Nahdlatul Ulama-Science and Cultural Art Olympiade (NU-santara) pada 16-18 Oktober 2015 di Bogor, Jawa Barat. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan hadir dalam kegiatan berskala nasional ini.

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Keduabelas perguruan tinggi yang dimaksud antara lain Universitas Lampung? (Unila), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia? (UI), Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), Universitas Padjadjaran? (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi? Bandung (ITB), Univesitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri? Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas? Diponegoro (Undip),? dan International Islamic University Malaysia (IIUM).

Rangkaian acara terdiri? dari lomba hadrah dan esai. Selain? itu digelar pula? Pelatihan Nasional yang meliputi pendidikan ke-NU-an dan Ke-KMNU-an, administrasi keuangan, teknologi informasi, jurnalistik, dan? NU-Training. Forum Pembina KMNU Nasional serta Seminar Kebangsaan dan? Kontemplasi Budaya juga turut digelar dalam memeriahkan acara? Nusantara 2015.

Ribath Nurul Hidayah

Kiki dari bagian kesekretariatan mengatakan, antusiasme para kader KMNU sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kader KMNU cukup militan? untuk belajar dan berlomba pada perhelatan NU-santara kali ini. “Kami selaku? panitia akan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik guna menyambut? kader-kader tebaik KMNU,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Puguh, koordinator acara, menambahkan, seminar? kebangsaan dan kontemplasi budaya akan dihadiri oleh? Menteri Pemuda? dan Olahraga Imam Nahrowi, KH D Zawawi Imran, dan mantan ketua Lesbumi Sastro al-Ngatawi.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mewadahi dan? memfasilitasi pemikiran-pemikiran ilmiah para mahasiswa Nahdlatul? Ulama, potensi non-akademik bidang keagamaan dan pelestarian tradisi, serta sebagai bentuk apresiasi? terhadap prestasi para mahasiswa? Nahdlatul Ulama,” ujarnya. (Irfan Sofyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 30 Mei 2014

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja

Bangkalan, Ribath Nurul Hidayah. Makin maraknya aliran dan pemahaman masyarakat yang tidak sepaham dengan ? Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama (Aswaja NU) dikhawatirkan akan memunculkan lahirnya gerakan radikal. Karenanya, generasi muda harus mendapatkan pembekalan pemahaman Islam yang benar.

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Gerakan Radikalisme dengan Intensifkan Daurah Aswaja

"Kalau disadari lebih mendalam, pemahaman dan tafsir yang salah terhadap ajaran agama juga akan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata KH Abdurrahman Navis, Ahad (6/12). Karena itu sejak awal, para generasi muda khususnya kader NU harus dibekali dengan pemahaman yang benar terkait hal tersebut, lanjut Kiai Navis, sapaan akrabnya.

Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini kemudian mengemukakan bahwa kemunculan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama adalah bukti jelas bahwa ? terdapat pemahaman yang salah dan hal tersebut disebabkan antara lain lewat cara belajar agama Islam secara instan.

Ribath Nurul Hidayah

"Karena itulah khusus di Bangkalan Madura, kami menggiatkan kembali daurah Aswaja secara berkala," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Kegiatan tersebut hasil kerjasama antara PCNU dan PC Aswaja NU Center Bangkalan dengan ? PW Aaswaja NU Center Jatim.

Peserta kegiatan yang berlangsung dua hari sejak Sabtu hingga Ahad (5-6/12) tersebut adalah pengurus MWC NU se-Bangkalan, termasuk pengurus lembaga dtambah dengan utusan dari sejumlah pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

"Tabarukan, kegiatan daurah dilaksanakan di Pondok Pesantren Syaichona Cholil yang diasuh KH Fachri Sychol," terang dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Daurah menghadirkan empat narasumber yakni Ustadz Makruf Khozin, Ustadz Faris Choirul Anam, Ustadz Fathul Qadir, serta KH Abdurrahman Navis.

"Seperti layaknya modul yang sudah menjadi panduan dasar dalam kegiatan daurah, selama kegiatan para peserta menerima materi terkait dengan firqah dalam Islam. Demikian pula pengertian dan definisi Aswaja NU," kata Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini.?

Materi berikutnya adalah kekhasan dari Aswaja NU, fikrah nahdliyah, amalaiyah nahdliyah dan jawaban atas keraguan banyak kalangan terhadap amaliyah warga. "Seperti bagaimana keabsahan dalil dari tahlil, istigatsah, tawassul dan sebagainya yang tradisi tersebut telah menjadi amaliyah warga NU," pungkas Kiai Navis. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Senin, 19 Mei 2014

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tiris Barat menggelar kegiatan bertemakan “Tarawih Bersama MWC, Ranting dan Warga NU”.

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Ahad (12/6) malam, Tarawih bersama ini dilaksanakan di Masjid Darul Falah Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga NU. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jamaah yang hadir di masjid yang kebetulan ditempati acara tersebut tidak seperti biasanya.?

Ketua MWCNU Tiris Barat Imron Hamzah mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan supaya ada silaturrahim antara pengurus MWCNU Tiris Barat dengan Pengurus Ranting NU dan warga NU, khususnya takmir masjid di setiap ranting yang ditempati.?

“Selain itu, supaya warga NU lebih faham tentang ibadah puasa yang mereka jalani, karena pada kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dan dialog interaktif seputar Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih,” katanya.?

Kegiatan ini dimulai dari sholat Isyak berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang dipimpin oleh tim Imam dari pengurus MWCNU Tiris Barat yang telah mendapat pelatihan Imam Tarawih.

Ribath Nurul Hidayah

“Secara tidak langsung kegiatan ini juga memberi pelatihan dan penyeragaman pada warga NU, khususnya para imam Tarawih di setiap Ranting agar tidak terjadi sholat Tarawih yang prosesnya tidak sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Imron mengharapkan secara umum agar warga NU merasa dekat dan merasa diurusi oleh pengurus NU ditingkat MWCNU, sehingga akan muncul rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap organisasi NU secara keseluruhan. “Agar warga NU bangga terhadap organisasinya sendiri karena merasa didekati oleh NU secara organisasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Doa Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 15 Mei 2014

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Selasa siang (4/8) usai adzan dzuhur dikumandangkan, makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tiba-tiba penuh sesak manusia yang berdiri merapati pagar makam keluarga tersebut. Mereka berdiri lantaran tribun tempat duduk sudah penuh peziarah dari rombongan lain.

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan… Peziarah Gus Dur pun Membludak

Usut punya usut, keluarga besar Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid dan komunitas Gusdurian sedang berziarah di makam Presiden ke-4 itu. Ziarah digelar bersamaan dengan peringatan hari lahir Gus Dur yang jatuh pada 4 Agustus 1940.

Kedatangan mereka sekaligus merayakan Muktamar ke-33 NU yang dihelat di empat pesantren di Kabupaten Jombang. Mereka memanjatkan doa bersama di pusara Gus Dur dipimpin Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badruddin asal Lombok, NTB.

Ribath Nurul Hidayah

Dari keluarga Gus Dur, hadir Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ditemani keempat putrinya, Alissa Qotrunnada Munawwaroh (Alissa Wahid), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), Anita Hayatunnufus (Anita Wahid) dan Inayah Wulandari (Inayah Wahid), menantunya dan para cucunya.

Ribath Nurul Hidayah

“Kami berziarah ke makam-makam para sesepuh setelah menggelar kegiatan diskusi di Unhasy. Gus Dur suka ziarah. Sebagai pengikutnya, kami jaga tradisi itu,” ujar Alissa Wahid di sela-sela ziarah.

Arnold (17), muallaf keturunan Tionghoa asal Jakarta yang sangat mengidolakan Gus Dur juga tampak khusyuk berdoa di pusara tokoh humanis ini. Ia didampingi kedua orang tuanya. Ibu Arnold menceritakan, Arnold, anak bungsunya akrab sekali dengan Gus Dur.

“Arnold tadi waktu di makam bilang kalau Gus Dur ada di antara peziarah. Beliau senang sekali katanya. Makanya, Arnold nggak mau beranjak. Dia malah nangis terus,” tutur Ibu Arnold.

Hingga berakhirnya ziarah, jamaah Gusdurian tetap bertahan di area makam sembari ber-selfie. Tentu yang menjadi objek foto adalah makam Gus Dur dan Hj Sinta Nuriyah. Para putri Gus Dur, khususnya Yenny Wahid, tak luput dari jepretan kamera wartawan dan ratusan peziarah. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 28 April 2014

Arif Rahman Nakhoda Baru GP Ansor Ketanggungan

Brebes, Ribath Nurul Hidayah. Arif Rahman, dipercaya sebagai nakhoda baru Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Ketanggungan periode 2016-2019 setelah dalam sidang pemilihan pengurus mendapatkan suara terbanyak pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ansor yang ? digelar di Aula MTsN Ketanggungan, Ahad (25/12) lalu.?

Arif mendapatkan 8 suara dari 13 suara yang diperebutkan pada sidang Konferancab yang dipimpin Bayu Rohmawan. Kandidat lain, masing masing mendapat 1 suara yakni Abdul azid, M Rizki Ubaidillah, Nahdudin, Mahali dan Mohammad Mamun.

Ketua demisioner PAC Ansor Ketanggungan Ujang Shofiil Anam Al Hafidz berharap, yang memimpin adalah kader Ansor murni, kader yang lahir dari bawah. Serta pernah melampaui berbagai perjalanan kehidupan Ansor, ditempa dengan berbagai kegiatan.bukan, bukan kader tumpangan.?

Arif Rahman Nakhoda Baru GP Ansor Ketanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Arif Rahman Nakhoda Baru GP Ansor Ketanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Arif Rahman Nakhoda Baru GP Ansor Ketanggungan

“Saya pengin Ansor dan Banser Ketanggungan kedepan lebih maju, serta lebih baik dari masa khidmat kami,” ujarnya.

Dalam Konferancab yang dibarengkan dengan Diklat Banser tersebut, selain pemilihan pengurus juga laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, dan penetapan program kerja tiga tahun mendatang. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Internasional, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 20 Maret 2014

Diusulkan, Semua Lajnah Menjadi Lembaga dan Ada Badan Pelaksana Khusus

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Sidang Komisi Organisai Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang 1-5 Agustus nanti antara lain akan mengagendakan pembahasan mengenai perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD ART NU. Diantaranya, usulan penggantian semua Lajnah menjadi Lembaga dan pembentukan Badan Pelaksana Khusus.

Diusulkan, Semua Lajnah Menjadi Lembaga dan Ada Badan Pelaksana Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan, Semua Lajnah Menjadi Lembaga dan Ada Badan Pelaksana Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan, Semua Lajnah Menjadi Lembaga dan Ada Badan Pelaksana Khusus

Pada pasal mengenai Perangkat Organisasi, dalam AD ART NU sebelumnya terdapat tiga perangkat yakni Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom. Sementara draft yang baru dalam buku materi muktamar ke-33 NU, pada Bab V ART tentang Perangkat Organisasi diusulkan semua lajnah diubah menjadi lembaga. Lalu perangkat organisasi ditambah satu lagi yakni, Badan Pelaksana Khusus.

“Inti lajnah dan lembaga adalah sama. Bahkan pembeda lajnah ini tidak jelas. Ada yang mengatakan lajnah itu di bawah syuriyah. Ada yang mengatakan lajnah itu ad hoc dan seterusnya. Jadi lajnah dan lembaga tidak jelas distingsinya jadi disamakan,” kata Ketua Komisi Organisasi Ajie Hermawan dihubungi Ribath Nurul Hidayah, Sabtu (25/7).

Muktamar ke-32 di Makassar 2010 kemarin menyisakan dua lajnah dalam perangkat organisasi NU yakni Lajnah Ta’lif wan Nasyr dan Lajnah Falakiyah, serta penambahan satu lajnah baru yakni Lajnah Perguruan Tinggi NU. Jika pasar perubahan itu disetujui maka tiga lajnah itu akan berubah nama menjadi lembaga.

Sementara pada Bab V Pasal 18 ayat (1) disebutkan, Badan Pelaksana Khusus adalah perangkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memiliki struktur secara nasional berfungsi sebagai pengelolaan, penyelenggaraan, dan pengembangan kebijakan Nahdlatul Ulama berkaitan dengan bidang tertentu.

Ribath Nurul Hidayah

“Badan Pelaksana Khusus muncul setelah koordinasi denga Komisi Program. Intinya adalah urgensi pembentukan badan pengelola untuk badan-badan, organisasi-organisasi yang memerlukan kesinambungan manajemen tanpa banyak terpengaruh perubahan kepengurusan. Utamanya lembaga yang menyatukan badan hukum sekolah, universitas, rumah sakit, dan badan hukum di bidang perekonomian,” kata Aji Hermawan yang juga salah seorang Wakil Sekjen PBNU

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, badan pelaksana yang diusulkan itu hanyalah wadah. Misalnya Badan Pelaksana Kesehatan, maka dia akan mengkoordinasi rumah sakit-rumah sakit dan layanan kesehatan NU.

“Yang sudah disarankan ada 3 badan yakni Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi. Itu pun kalau disetujui Muktamirin,” kata mantan Ketua PCINU Inggris itu. (A. khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Bahtsul Masail, Halaqoh, Kajian Islam Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 16 Maret 2014

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Banjir besar menerjang sedikitnya 8 desa di Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Jumat (20/2) dini hari. Sebanyak 1,5 rumah warga, sekolah hingga kantor Polsek setempat terendam. Meski demikian, makam salah satu auliya, Mbah Sayid Sulaiman di Betek-Mancilan Mojoagung masih aman dari musibah ini.

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

"Alhamdulillah, sejak banjir tadi malam saya memantau lokasi menuju makam tidak banjir, mungkin di sekitar makam. Tapi kalau makam tidak," ujar Skaroni, salah satu Anggota BPD Desa Mancilan saat ditemui usai shalat Jumat.

Dari pantauan Ribath Nurul Hidayah, Jumat siang tadi makam seluas lebih dari satu hektar di Dusun Rejoslamet Desa Mancilan itu tampak kering. Beberapa orang bahkan datang melakukan ziarah di makam yang berbatasan antara Mancilan–Betek tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Hal yang sama juga terlihat di makam Sayid Abdurrahman Al Maghrobi dan Sayid Ahmad Al Maghrobi. Makam yang berada di sebelah Masjid Agung Mojoagung itu juga terbebas dari banjir.

Ribath Nurul Hidayah

Seperti diketahui, sejak Kamis (19/2) malam, banjir bandang akibat luapan sungai Gunting menerjang 8 Desa di Kecamatan Mojoagung, di antaranya Desa Kademangan, Janti, Mancilan, Kedunglumpang, Betek, Gambiran, serta Kauman.

"Dari 8 desa itu, sekitar seribu orang hari ini mengungsi. Pengungsi kita tampung di tiga lokasi, yakni Masjid Janti, Masjid Gambiran, serta RTH Mojoagung," kata Nur Huda ketika ditemui di RTH Mojoagung.

Nur Huda mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi Kamis malam mengakibatkan dua sungai yang melintas di Mojowarno dan Mojoagung meluap. Akibatnya sekitar 1500 pemukiman warga dan beberapa fasilitas pemerintah, seperti sekolah, polsek dan kantor Pos terendam.

"Ketinggian air rata rata 70 centimeter. Bahkan ketinggian air yang berada di pemukiman mencapai 2 meter lebih," ujarnya seraya mengatakan banjir mulai surut, namun hingga siang tadi, beberpa pemukiman waga masih terendam banjir. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian, Pahlawan, Quote Ribath Nurul Hidayah