Minggu, 14 Maret 2010

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

Cianjur, Ribath Nurul Hidayah. Dengan menghadirkan pemerintah daerah dan perbankan yang menjadi mitra Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diharapkan bisa meningkatkan investasi ke desa-desa.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menjelaskan, bahwa pameran potensi desa merupakan ajang promosi dan sosialisasi, sebagai ajang pembangunan potensi di daerah perdesaan.

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

"Dengan adanya pameran potensi desa ini, secara tidak langsung akan ada interaksi dan komunikasi antar-daerah dan beberapa perbankan yang menjadi mitra kementerian, sehingga  bisa berdampak positif pada masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi dalam sambutannya di Cianjur, Kamis (15/10).

Ribath Nurul Hidayah

Dari beberapa pameran potensi desa yang sudah diselenggarakan, imbuh Anwar, sudah banyak beberapa daerah yang merasakan efek positif dari pameran yang diselenggerakan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Ribath Nurul Hidayah

"Ini pameran yang keempat, dari pameran-pameran sebelumnya sudah ada beberapa desa yang berhasil menarik investor untuk berinvestasi di desa," tandasnya.

Anwar juga menjelaskan alasan kenapa Cianjur dipilih sebagai tuan rumah pameran potensi desa Ke-4 di tahun 2015 ini. "Cianjur memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, peternakan,  dan industri kerajinan. Dan Cianjur juga merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia," papar Anwar.

Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berharap dengan adanya pameran potensi desa, desa-desa yang ada di Cianjur bisa mengembangkan potensi secara mandiri. Pasalnya, di masa akan datang desa akan menjadi garda depan dalam pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat desa di dorong untuk menginisiasi, memprakarsai pembangunan desa secara langsung dengan mengacu keberagaman potensi desa yang menjadi kekuatan pendukung dalam pembangunan desa," ujar Tjetjep.

Potensi unggulan kabupaten Cianjur, menurut Tjetjep didominasi sektor pertanian yang mencapai 37 persen tanaman pangan. "Selain itu ada juga sektor pariwisata, perkebunan dan industri kreatif," imbuhnya.

Sebagai informasi, pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diikuti oleh beberapa pemerintah kabupaten seperti, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Dogiyai, Papua, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang mengkordinir 10 Peserta yang terdiri atas Mitra Kabupaten, Kabupaten Boltim, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minut, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kotamobagu.

Selain dari pemerintah daerah, peserta pameran potensi desa juga datang dari sektor perbankan mitra kementerian yaitu Bank BTN, juga UMKM dari Jawa Timur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 13 Maret 2010

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

Brebes, Ribath Nurul Hidayah. Ketua PWNU Jateng H Moh Adnan menghimbau kepada jajaran PCNU hingga ranting di Brebes agar meningkatkan aktivitas kegiatan organsasi. Sebab esensi dari kepemimpinan yang kuat terbukti dengan adanya aktivitas yang membawa barokah.



Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

“Esensi jiwa leadership, terbukti dengan aktivitas yang membawa barokah,” ungkap Adnan saat membuka Konfercab NU Brebes Sabtu malam (26/7) di pondok pesantren modern Al Falah Sofwaniyah Desa Jatirokeh Kec. Songgom Brebes.

Adnan berharap, pemimpin NU juga memiliki jiwa sensitif kepada keinginan anggota, bukan keinginan pribadi pemimpin itu. Di samping itu juga harus memiliki responsibility yang tinggi terhadap semua elemen NU.

Ribath Nurul Hidayah

Adnan menekankan kepada jajaran NU Brebes agar meningkatkan program pendidikan, pengembangan ekonomi dan dakwah islamiyah yang aswaja. “Jangan sampai, konferensi dijadikan program unggulan. Sementara program lainnya tidak ada,” ungkapnya disambut tertawa hadirin.

Ribath Nurul Hidayah

Adnan sangat bangga manakala momentum konferensi dijadikan ladang penanaman solidaritas antar PC hingga ranting bahkan sampai ke nahdliyin per individu. Pasalnya, gejala menurunnya sikap taawun (tolong menolong) dan itihad mulai meluntur. “Semangat ukhuwah nahdliyah, Islamiyah, wathoniyah, basyariyah dan insaniyah, kini mulai luntur,” ucap Adnan yang selanjutnya memukul Bedug sebagai tanda Konfercab di buka.

Senada dengan Adnan, Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro saat memberi sambutan juga menghimbau agar perhelatan konfercab mampu menguatkan peran NU di masyarakat bukannya sabagai pemecah belah. Sehingga jatidiri NU bisa terbukti. “Tunjukan jatidiri NU kokoh, meski warga NU ada di dalam kendaraan politik yang berbeda-beda,” ujarnya.

Lewat konfercab, Wabup juga berharap agar terjapai sistem manajemen yang tangguh, sehat, profesional. Untuk mewujudkannya, diera sekarang diperlukan transparansi, akuntabilitas yang dilandasi akhlakul karimah. “Dengan baju seragam NU, segala pikiran, perilaku kita seragamkan untuk kebesaran NU,” ajaknya..

Pun demikian dengan Athoillah, berharap agar konfercab NU bisa dijadikan sarana silaturokhmi antara pengurus dan anggota NU se Brebes. Dan yang lebih utama, mampu memberi dampak positif. “Jangan sampai Konfercab ini malah jadi ajang perseteruan atau perselisihan. Pasalnya bisa merugikan NU secara institusional maupun individu,” ungkap Atho mengingatkan.

Dia mencontohkan, perselisihan PKB Gus Dur dan Muhaimin. “Bahkan Gus Dur kini tidak lagi membaca asmaul husna sampai 99 tapi cuma 98 karena Ya...Muhaimin-nya ditinggal,” seloroh Athoillah disambut tertawa hadirin.

Konfercab diikuti 309 utusan ranting dari 346 ranting yang ada, dan 16 ranting dari 17 ranting ada. “37 Ranting dan 1 MWC tidak memiliki hak suara dan hanya sebagai peninjau akibat belum memiliki SK Kepengurusan yang definitif,” ungkap Ketua Panitia H. Asmuni. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 08 Maret 2010

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat

Jember, Ribath Nurul Hidayah - Salah satu tantangan  terbesar  masyarakat  dewasa ini adalah keterbelakangan ekonomi. Sejak lama, hal tersebut menjadi tantangan dan  perhatian banyak kalangan, namun belum juga  teratasi. Indikasinya, warga yang  berada di bawah garis  kemiskinan, masih cukup bejibun, termasuk di Jember.

Demikian diungkapkan Pembina Pelopor Kabupaten Jember H Misbahus Salam saat memberikan sambutan dalam  Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Pendopo Kecamatan Kaliwates, Sabtu (6/1).

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keterbelakangan Ekonomi, Tantangan Besar Masyarakat

Menurut H MIsbah, untuk mengatasi keterbelakangan ekonomi tersebut, kreativitas dan kejelian  masyarakat dalam membaca peluang bisnis sangat diperlukan.

Ribath Nurul Hidayah

"Selain itu, pemerintah juga wajib memperioritaskan program-program kerakyatan yang bersifat pemberdayaan," ucap Wakil Ketua PCNU Jember itu.

Ketua Pelopor Jember H Fathorrozi menegaskan, pihaknya menyambut baik 22 program Bupati Jember yang beberapa di antaranya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat, misalnya warung berjaringan, kampung industri dan sebagainya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, peluang tersebut perlu disikapi dan ditangkap dengan baik oleh masyarakat. Bagi  warga yang jeli dan punya inisiatif tidak ada alasan untuk tidak menangkap peluang tersebut.

"Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada, dan kami siap  memfasilitasi," jelas Ketua Parga Nusa Kabupaten Jember itu.

Sarasehan yang dihelat oleh Pelopor Jember itu menampilkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Di antaranya adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten  Jember, Anas Maruf. Pesertanya adalah masyarakat umum dan puluhan pelaku Usaha Kecil Mengah (UKM). (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tegal, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 12 Januari 2010

GUF 2016 Bahas Peran Pemuda dalam Upaya Perdamaian Dunia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah



Global Unity Forum (GUF) 2016, adalah pertemuan pemuda dan tokoh lintas agama. Diinisiasi oleh PP GP Ansor, digelar di Jakarta, Kamis (12/5).

Forum ini diselenggarakan atas dasar keprihatian GP Ansor melihat terjadinya konflik yang mengatasnamakan agama, yang masih saja terjadi di era ini. Juga merupakan langkah awal PBNU dalam merealisasikan isi Deklarasi NU hasil International Summit of The Moderate Leaders (Isomil).

GUF 2016 Bahas Peran Pemuda dalam Upaya Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
GUF 2016 Bahas Peran Pemuda dalam Upaya Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

GUF 2016 Bahas Peran Pemuda dalam Upaya Perdamaian Dunia

Baca: http://www.nu.or.id/post/read/68146/soal-perdamaian-dunia-gus-yahya-sebut-islam-moderat-jalan-menuju-cahaya

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, H Yaqut Cholil Coumas (Gus Tutut) dalam pidato sambutan menyampaikan bahwa agama mengandung paradoks, di satu sisi sebagai alat perdamaian, tetapi di sisi lain ada yang menggunakan agama sebagai alat penghancuran.?

Sepanjang sejarah, sebut Gus Tutut, nilai-nilai luhur agama telah menjadi inspirasi bagi kemanusiaan dan peradaban. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa agama dapat digunakan sebagai alat yang efektif bagi sebuah keserakahan dan penaklukan. Sejarah Islam, demikian juga Krisren, menunjukkan bukti dari fakta tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

Peristiwa Rohingnya di Myanmar, dan perilaku Jepang saat terjadi Perang Dunia II, memberikan gambaran bagaimana agama Budha dan Shinto telah digunakan untuk tujuan yang sama. Demikian juga Hindu, pada kasus Mahatma Gandhi, tokoh yang mengajarkan perdamaian di India, dibunuh oleh penganut Hindu garis keras.

Menurut Gus Tutut, konflik atas nama agama berakar dari sifat manusia, dan kecenderungan pemeluk agama melihat diri mereka sebagai kelompok eksklusif, yang berbeda dan lebih unggul dari agama lain.

Jika kita ingin mengakhiri siklus kekerasan primordial atas nama agama, lanjut Gus Tutut, kita harus mengakui, banyak tradisi keagamaan yang mendorong pengikutnya untuk memahami agama secara sempit, dan diskriminasi terhadap orang lain.?

Ribath Nurul Hidayah

Bagian dari masyarakat yang harus dilindungi adalah para pemuda. Adalah tidak mungkin bisa melindungi para pemuda dari ajakan ektremisme dan kekerasan tanpa mengubah persepsi tentang agama itu sendiri.?

GUF 2016 menghadirkan pembicara KH Luthfi Thomafi (NU, Indonesia), Aisha Virginia Gray Hanry (Founder dan Director Fons Vitae, Amerika Serikat), Samuel Tadros (Coptic Christian, Senior Fellow at the Hudson Institute’s Center for Religious Freedom)), dan Rabbi Mordechai Avtzon (The Chabad of Hong Kong and China Region).?

Ada pun peserta antara lain perwakilan pemuda dari GP Ansor, Pemuda Katolik, Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah), dan Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi). (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Kyai, Santri Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 30 Desember 2009

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Bandung, Ribath Nurul Hidayah



Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat masa khidmat 2016-2020 resmi dilantik Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Monumen Perjuangan Bandung, Rabu (10/5).

Pria akrab disapa Gus Yaqut mengambil sumpah pengurus di hadapan ribuan anggota Ansor dan Banser se-Jawa Barat serta Rais Syuriah PWNU Jabar KH Nuh Addawami dan Ketua PWNU KH Hasan Nuri Hidayatullah.

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Ansor Jabar Masa Khidmah 2016-2020 Dilantik

Gus Yaqut mengatakan, berdirinya Indonesia hasil dari rakyat, yang salah satunya para ulama NU. Maka ketika ada yang merongrong Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya, Ansor harus melawan.

Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar menegaskan bahwa Ansor sekarang harus bisa membuktikan sebagai generasi terbaik. Ketika ada yang mengusik Indonesia, Ansor sudah tentu siap melawan.

Selepas pelantikan, dilakukan juga peletakan batu pertama Kantor PW Ansor di kompleks PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung Bandung. Gus Yaqut menyumbang Rp 100 juta sebagai stimulus berdirinya Graha Ansor Jabar.

Ribath Nurul Hidayah

Satkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun Graha Ansor sebesar Rp 1,5 miliar. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp 400 juta sehingga ketika ada sumbangan Rp 100 juta, total terkumpul Rp 500 juta. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Syariah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 Desember 2009

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan-tangan manusia sendiri, agar supaya mereka merasakan akibat sebagian dari apa-apa yang mereka perbuat, semoga mereka kembali ke jalan yang benar (QS/Rum [30]: 41)

?

1. Memperhatikan bertubi-tubi dan meratanya bencana alam (seperti: banjir, kebakaran, dan letusan gunung), dengan segala akibat yang diderita, terutama oleh mereka rakyat lemah di lapis bawah;

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

2. Memperhatikan berbagai bencana sosial (seperti: intoleransi dan kebencian antar kelompok, kekerasan dan sadisme) dan puncaknya berupa kejahatan korupsi dan kesewenang-wenangan oleh para pemegang amanat, di hampir semua sektor dan semua lini;

3. Mengingat bahwa pada dasarnya masyarakat dan? bangsa Indonesia adalah manusia-manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta;

4. Memperhatikan bahwa, seperti difirmankan Allah dalam kitab suci-Nya, bahwa ”Segala kerusakan yang muncul di bumi ini merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari ulah tangan manusia-manusianya sendiri” (QS/Rum [30] /41).

Ribath Nurul Hidayah



?

Maka Kami Menyerukan;

Ribath Nurul Hidayah

Kepada segenap warga bangsa Indonesia, terutama para pemimpinnya di semua sektor dan tingkatan, untuk:

1. Mengingatkan dan menyadarkan diri masing-masing, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara; semua kita akan dipanggil kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan amal perbuatan kita, sesuai niat dan akibat-akibat yang ditimbulkannya;

2. Bahwa semua kekayaan dan kekuasaan yang kita raih di dunia, akan disidik dan dimintai pertanggunggjawaban; dengan cara apa dan bagaimana diperoleh, serta untuk kepentingan apa dan siapa dimanfaatkan;

3. Bahwa setiap amal-perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya; sekecil apa pun kecurangan yang kita lakukan, dan sekecil apa pun kebajikan yang kita perbuat, akan kita lihat dan rasakan balasannya.

4. Bahwa dosa yang kita perbuat terhadap sesama (seperti: kesombongan, fitnah, penganiayaan, kesewenang-wenangan,? korupsi, serta pengrusakan alam lingkungan), adalah dosa yang Tuhan sendiri tidak akan mengampuninya, selama pihak-pihak atau masyarakat yang dirugikan? dan menjadi korbannya belum memaafkan terlebih dahulu.

5. Karena itu, selagi masih ada kesempatan, dan tidak seorang pun tahu kapan ajal tiba, segeralah kita bertobat; menyesali dan menghentikan segala kecurangan dan dosa kita, baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia dan lingkungan alam kita.

6. Selagi masih ada kesempatan, marilah kita melakukan perubahan, dengan berjanji kepada diri kita masing-masing untuk tidak mengulangi lagi dosa dan kesalahan kita, terhadap sesama warga bangsa dan kepada Allah Tuhan yang Maha Pencipta.

7. Marilah, dengan penuh kesadaran dan tekad yang kuat, kita melakukan perubahan menuju kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih beradab, lebih bertanggungjawab, dengan mengutamakan kemaslahatan dan kejayaan bagi sesama warga bangsa dan segenap umat manusia.

8. Tidak ada bangsa yang dianugerahi bumi dan lingkungan alam sedemikian luas, kaya dan indah seperti kita bangsa Indonesia. Marilah setiap dan semua kita mensyukurinya dengan berbuat yang terbaik untuk kemakmuran dan kelestariannya; jauhkan setiap tindakan yang dapat merusaknya, demi kemaslahatan dan kejayaan kita dan anak cucuk kita semuanya, esok dan seterusnya - dalam bimbingna hidayah dan ridlo-Nya.

9. Kepada warga Nahdliyyin khususnya dan umat Islam Indonesia umumnya, diminta untuk memperbanyak istighfâr dan istighâtsah; memohon ampunan, bimbingan serta pertolongan Allah SWT. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merahmati dan melindungi kita, bangsa, dan negara kita; menolong kita untuk segera bangkit dari keterpurukan, menuju kejayaan yang dicita-citakan oleh para pendiri negara dan rakyatnya. Semoga Allah SWT tidak menguasakan atas kita, karena dosa-dosa kita, kepada mereka yang tidak takut kepada-Nya dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kita. Amin!

?

Jakarta; 3 Maret 2014 M/1 Jumadal Ula 1435 H

?

DR. KH. A. Mustofa Bisri? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? DR. KH. A. Malik Madaniy, MA

Pj. Rois Aam? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Katib Aam

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pemurnian Aqidah, Kajian Sunnah, Nasional Ribath Nurul Hidayah

Senin, 14 Desember 2009

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah

Virginia Gray Henry, Pengajar Islam Klasik di Amerika Serikat memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam anak-anak. Ia dan timnya menerbitkan buku-buku untuk anak-anak antara lain tentang hidup dan ajaran Imam Al-Ghazali. Selain itu ia juga menyusun buku amaliyah wudlu, berdoa dan shalat.

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadzah Amerika Ini Kenalkan Anak-anak Ajaran Imam Al-Ghazali

Hal itu disampaikannya di arena International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Virginia menuturkan, penerbitan buku-buku tersebut? sebagai upaya membantu anak-anak mempelajari Sunah juga pengajaran Islam dari sisi hati (tasawuf). “Ini untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak bahwa dalam hidup ada kesempatan untuk membersihkan hati,” kata Virginia.

Ribath Nurul Hidayah

Virginia juga melakukan pendekatan dari hati dengan anak-anak didiknya. Misalnya ia pernah mengajak anak-anak untuk pergi ke sebuah taman kota dan bertemu dengan seorang alim yang kemudian dijadikan guru oleh anak-anak tersebut. Orang alim itu memberikan contoh bahwa setiap ibadah yang dilakukan untuk bersikap ramah dan ajaran baik lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurutnya, harapan pengajaran Islam kepada anak-anak sangat besar. Dan di antara pendekatan pengajaran kepada mereka adalah melalui cerita-cerita dari buku-buku yang diterbitkan.

Dalam forum Isomil, Virginia juga memutarkan film pendek yang menceritakan berubahnya situasi kepada kembalinya keyakinan? anak-anak. Anak-anak dapat merasakan keyakinan dan percaya dengan kehidupan spiritual dan bagaimana anak-anak tidak hanya hidup dalam ketakutan.

Virginia sendiri terinspirasi dengan kehidupan Imam Al-Ghazali sejak kecil tepatnya? pada tahun 1966. Salah satu yang Virginia ingat adalah ungkapan, “Saya hancur bila tidak melakukan apa pun.”

Oleh karena itu, Virginia melakukan kerjasama penerjemahan buku-buku yang ditulisnya dengan beberapa negara untuk menyebarkan ajaran Islam.

Menanggapi paparan Virginia, salah seorang Mustasyar PBNU KH Abdullah Syarwani mengatakan bahwa upaya Virginia sangat baik untuk membangun karakter. “Manusia harus dibimbing dengan akal dan rasionya,” kata mantan Duta Besar RI untuk Syiria ini.

KH Syarwani yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi radikalisme dunia, umat Islam harus kuat, tidak boleh takut. Kejahatan dilawan dengan cara yang santun, berbasis moral dan spiritual yang kuat.

Selanjutnya KH Syarwani mengatakan, kerja sama umat Islam dunia akan menyatukan itu. “Persatuan itu merupaka upaya basyariah di antara kita,” ungkap KH Syarwani. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ahlussunnah, Internasional, Nahdlatul Ribath Nurul Hidayah