Jumat, 16 Oktober 2009

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

Mencermati perkembangan akhir-akhir ini terkait dengan Pemilihan Presiden 2014, terutama menyangkut berbagai klaim dan pernyataan dukungan pada capres-cawapres tertentu dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, maka Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia  (JGD Indonesia) merasa perlu menyampaikan sejumlah hal berikut ini:

1. Bahwa Jaringan Gusdurian bersifat netral dengan tidak terlibat kegiatan dukung-mendukung calon presiden/wakil presiden manapun. Netralitas ini mengacu pada kode etik yang telah disusun dan disepakati pada awal tahun 2013, jauh hari sebelum pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

2. Kode etik JGD Indonesia juga menyatakan bahwa aktivitas politik praktis apapun dari para individu Gusdurian adalah aspirasi pribadi, dan tidak boleh membawa dan mengatasnamakan Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD Indonesia) .

Ribath Nurul Hidayah

3. Komunitas-komunitas Gusdurian di berbagai kota yang tergabung dalam JGD Indonesia

selama ini teguh memegang prinsip nonpolitik praktis tersebut, dan menghindarkan diri dari keterlibatan dalam arena Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Umum Anggota Legislatif, dan Pemilihan Presiden.

Ribath Nurul Hidayah

4. Seknas JGD Indonesia menyesalkan penggunaan nama Komunitas Gusdurian dalam deklarasi dukungan terhadap pasangan capres-cawapres manapun. Klaim ini telah menciderai netralitas dan kemurnian serta ketulusan kerja-kerja social-kultural yang panjang dari seluruh elemen JGD Indonesia dan telah mengurangi kepercayaan publik pada kenetralan kerja jaringan di masa depan.

5. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk merujuk kepada Seknas JGD Indonesia untuk setiap sikap resmi Jaringan, utamanya dalam proses Pemilu Presiden 2014 ini.

6. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada setiap Gusdurian untuk terus menjunjung prinsip demokrasi dan menghormati hak konstitusional warga untuk menggunakan hak politiknya secara jujur dan berintegritas.

7.     Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian serta menghindari pertikaian yang merusak sendi kehidupan berbangsa.   

Demikian pernyataan ini kami sampaikan agar semua pihak bisa merujuk dan memahami sikap yang diambil oleh Jaringan Gusdurian Indonesia terkait dengan pemilihan presiden mendatang.

Yogyakarta 23 Mei 2014

Alissa Wahid

(Koordinator Umum Jaringan Gusdurian Indonesia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kajian Sunnah, Budaya, Sunnah Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 25 Juli 2009

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera

Karanganyar, Ribath Nurul Hidayah. Ratusan pelajar NU sekabupaten Karanganyar mengikuti kirab bendera di alun-alun kota Karanganyar, Sabtu (8/3) malam. Acara kirab bendera tersebut digelar bersamaan dengan acara sholawatan akbar yang dihadiri puluhan ribu jama’ah dari berbagai kota di Jateng dan Jatim.

“Awalnya para pelajar NU dijadwalkan hanya akan mengikuti do’a dan dzikir dalam rangka menghadapi UAN dan UAS 2013/2014. Namun dalam pelaksanaannya para pelajar itu juga mengikuti kirab bendera,” ujar Ketua IPNU Karanganyar Kholid saat ditemui di sela-sela acara.

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar NU Ikuti Kirab Bendera

Berdasarkan pantauan Ribath Nurul Hidayah, sebelum kirab bendera para pelajar berkeliling panggung dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ribath Nurul Hidayah

Kirab bendera dalam acara shalawat akbar itu menjadi penanda bahwa NKRI akan terus berjaya sampai kapanpun, sebagaimana shalawat, jelas Kholid.

Ribath Nurul Hidayah

“Para pelajar NU Karanganyar diharapkan memiliki semangat nasionalis yang dibarengi dengan semangat juang mempertahankan NKRI yang berselaras dengan kepribadian yang bertakwa,” tandas Kholid. (Ahmad Rosydi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pendidikan, Santri, News Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 12 Juli 2009

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Bandung, Ribath Nurul Hidayah?



Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016 disambut gegap-gempita masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat. Beberapa kepala daerah Kota dan kabupaten juga menyambutnya dengan menghadiri puncak peringatan pada Sabtu (22/10). Namun, justru Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tidak.?

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Sepertinya Jabar tidak atau belum menunjukan respon yang cukup berarti. Tidak ada kegiatan yang digelar pemerintah provinsi, ataupun sekadar hadir ditengah-tengah acara peringatan. Gubernur Ahmad Heryawan hanya mengucapkannya melalui media sosial, di akun halaman facebook dan instagram per tanggal 22 Oktober 2016.

“Selamat Hari Santri Nasional. Semangat Santri: "Semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara," tulis gubernur yang disapa Aher tersebut, mengutip pernyataan Presiden Jokowi dalam Deklarasi Hari Santri Nasional Tahun 2015.

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Dudang Ghazali berpendapat, seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak seperti seperti itu. Sebagai provinsi yang dipimpin gubernur berlatar belakang santri dan juga representasi parpol Islam, menurut Dosen Fakultas Syariah ini, dukungan pemerintah Jabar seharusnya berada di depan.

Ribath Nurul Hidayah

“Beliau kan berasal dari parpol Islam. Juga sepengetahuan kita, beliau juga latar belakangnya santri. Wajar jika masyarakat punya harapan lebih. Bahkan Presiden Jokowi juga menaruh perhatian yang cukup besar dengan hadir dalam deklarasi di Jakarta tahun 2015 dan peringatan tahun ini di Banten,” kata Dudang.

Menurutnya, dukungan pemerintah itu penting untuk lebih mengaktualkan makna Resolusi Jihad NU Tahun 1945 yang dikumandangkan Hadlratusyekh KH Hasyim Asy’ari dalam konteks kekinian, termasuk dalam tata kelola pemerintahan. “Masyarakat kita membutuhkan spirit resolusi jihad termasuk dalam pengelolaan pemerintahan saat ini,” tandasnya.

Dudang pun membandingkan dengan dukungan pemerintah daerah lain yang sejak tahun 2015 sudah mengalokasikan anggaran untuk peringatan hari santri.

Ribath Nurul Hidayah

“Kemarin, waktu pelepasan rombongan Kirab Resolusi Jihad NU di kantor PWNU Jawa Barat menginformasikan beberapa daerah, seperta Jatim dan Banten itu sudah alokasikan. Bahkan di Jatim, seluruh Kota dan Kabupaten diintruksikan oleh pemerintah provinsi. Karena memang legitimasinya jelas sudah ditetapkan sebagai nomeklatur negara melalui Kepres no 22 Tahun 2015,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari ketika diminta tanggapan terkait kemungkinan adanya alokasi anggaran ? khusus untuk peringatan Hari Santri, akan menerimanya sebagai bentuk aspirasi masyarakat sepanjang sesuai dengan peraturan yang ada.

“Sebagai lembaga perwakilan rakyat semua masukan, saran dan aspirasi tentunya menjadi bagian yang akan kami perjuangkan sesuai dengan peraturan, perundang-undangan yang berlaku. Saya akan lihat regulasi dan aturan serta perencanaan terkait hal tersebut,” ucapnya.

Secara pribadi dan kelembagaan, politisi dari Fraksi PDIP ini, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2016. “Semoga semangat perjuangan, pengabdian, kebersamaan, kerendahanhati, ketekunan dan ukhuwah senantiasa mengawal kita semua dalam membangun karakter kehidupan bangsa”, pungkasnya. (edi rusyandi/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Hadits, Doa Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 05 April 2009

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Peristiwa tahunan mudik lebaran menggerakan Ansor-Banser Jakarta Barat membuka posko untuk membantu para pemudik dengan layanan kesehatan, pembagian takjil, pijat refleksi, charger handphone, dan lain-lain. Mereka juga ikut serta dalam membantu pemudik disabilitas atau berkebutuhan khusus.

“Kami berpandangan bahwa setiap warga masyarakat berhak untuk mengakses fasilitas mudik sehingga kami terdorong mendukung mudik gratis penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh LSM dan Bank,” kata Ketua GP Ansor Jakarta Barat Alfanny.

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Alfanny berharap pemudik disabilitas bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah di masa mendatang berupa perbaikan fasilitas umum yang lebih ramah bagi penyandang disbailitas.

Selain membantu pemudik disabilitas, Banser Jakbar bersinergi dengan Polisi, TNI dan lain-lain, juga turut berpartisipasi mengamankan dan mengatur lalu lintas arus mudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api seperti Terminal Bus Kalideres dan Grogol serta Stasiun Kereta Api Jakarta Kota.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Posko mudik yang didirikan Ansor-Banser Jakarta Barat di Masjid An-Nahdlah samping terminal Kalideres di bawah komando Satkorcab Banser Jakarta Barat Nurhamim sejak Senin (19/6) sampai Sabtu (24/6). Posko ini juga membagikan ratusan takjil setiap hari kepada para pemudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api di Jakarta Barat, serta juga mendistribuskan ratusan paket sahur kepada sejumlah komunitas masyarakat di Jakarta Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sejumlah warga Jakarta yang mendukung secara spontan Posko Mudik Ansor-Banser sehingga posko mudik ini dapat melayani pemudik,” kata Nurhamim.

Setelah hari raya Idul Fitri, Banser Jakbar juga akan meningkatkan patroli keliling Jakarta Barat untuk memantau rumah dan pertokoan yang ditinggalkan pemudik. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Budaya, Amalan Ribath Nurul Hidayah

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

Purbalingga, Ribath Nurul Hidayah. Dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu lalu, Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj bertutur kepada sekitar 5000 jamaah tentang kemuliaan akhlak dan kunci sukses dakwah Rasulullah.

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musthofa Aqil Kisahkan Perjumpaan Nabi dengan Kijang

“Kenapa maulid Nabi SAW selalu diperingati di mana-mana?” tanya pengasuh Pondok Pesantren Al Gadir Kempek, Cirebon, Jawa Barat, ini kepada hadirin yang memadati Kompleks  Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Bukateja Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Karena Nabi Muhammad SAW sukes dalam berdakwah. Selama 23 tahun, Nabi Muhammad SAW mengemban risalah menyebarkan Islam ke seluruh dunia. “Padahal Kanjeng  Nabi sendirian, tidak punya tim sukses, baliho. Tapi beliau sukses berdakwah,” kata Kiai Musthofa

Ribath Nurul Hidayah

Ia menjelaskan, selain sebagai kekasih Allah (habibullah), Rasulullah memiliki peran sebagai penyebar rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin). Kedudukan spesial Nabi dengan Allah banyak disebutkan dalam al-Qur’an.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam kesempatan itu juga KH Musthofa Aqil mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi. “Nabi Muhammad SAW tidak saja sayang kepada manusia namun juga kepada hewan. Ini sebagai bukti, beliau sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta,” lanjut Kiai Musthofa.

Ia lalu mengisahkan seorang laki-laki lewat di sisi Nabi Muhammad SAW dengan membawa seekor kijang hasil tangkapannya. Lalu Allah SWT yang berkuasa atas semua makhluk-Nya, telah menjadikan kijang itu berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. Selepas Kijang itu mengucapkan salam, lalu sang kijang melanjutkan percakapannya.

“Wahai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan anak-anakku kelaparan,” kata kijang itu meminta belas kasihan.

Rasulullah SAW yang mampu mengerti bahasa kijang itu lantas berdialog dengan si kijang. “Apakah yang engkau harapkan dariku?” tanya Rasulullah SAW.

“Tolong perintahkan orang ini melepaskan aku supaya aku dapat menyusui anak-anakku dan sesudah itu aku akan kembali kemari,” janji kijang itu dengan sangat memohon.

"Bagaimana kalau engkau tidak kembali lagi ke sini?" tutur Rasululah SAW.

“Kalau aku tidak kembali kemari, nanti Allah SWT akan melaknatku sebagaimana ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat bagi engkau apabila disebut nama engkau di sisinya,” janji kijang itu.

Lalu Nabi Muhammad SAW pun bersabda kepada orang itu untuk melepaskan kijang itu buat sementara waktu.

Tanpa banyak berpikir lagi si pemburu memenuhi permintaan Rasulullah Saw. Setelah dilepas oleh si pemburu, kijang itu lari kencang meloncat-loncat kegirangan di padang pasir sambil terus berkata,”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah utusan Allah.”

“Demikianlah betapa kasih sayang Rasulullah SAW kepada sang Kijang menunjukan bahwa beliau sayang kepada hewan, apalagi kepada manusia. Sungguh Rasulullah SAW memberikan rahmat kepada alam semesta dan isinya,” terang KH Musthofa ‘Aqil yang juga menantu KH Maemoen Zubair, Sarang Rembang ini kepada jamaah mengakhiri pengajian Maulid SAW. (Aji Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Amalan, RMI NU Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 18 Januari 2009

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Sumenep, Ribath Nurul Hidayah. Hari Santri menjadi berkah tersendiri bagi para santri pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Pasalnya, di Hari Sanstri ini kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) keluar sebagai juara umum dalam acara Pekan Arabi 2015 di Universitas Negeri Malang.

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan segenap Masyayikh Annuqayah, dewan guru/dosen, sahabat, dan semua tanpa terkecuali, malam ini 22 Oktober 2015 (bertepatan dengan hari santri), kami Kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah telah dinobatkan sebagai Juara Umum dalam acara Pekan Arabi 2015," terang salah satu juara dari Annuqayah Musyfiqur Rahman.

Rincian pencapaian lomba tersebut, ialah sebagai berikut:

Ribath Nurul Hidayah

1). Musyfiqur Rahman (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab dan Juara 3 Lomba Esai Bahasa Arab)

Ribath Nurul Hidayah

2). A Munawwir dan Mukhlis (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab)

3). M. Rahmat (Juara 1 Lomba Baca Puisi Bahasa Arab)

4. Achmad Ainul Yaqin Amrullah (Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab) 

5. Faishal Anam (Juara 3 Lomba Nasyid Arabi) 

"Kami sangat berterima kasih kepada kiai sepuh Annuqayah yang selalu membimbing dan mendoakan kami. Kami haturkan terima kasih pula kepada guru-guru dan kiai muda Annuqayah yang terus mendidik dan memompa semangat berprestasi kami, seperti Kiai Mohammad Husnan, Kiai.Muhammad Musthafa, Kiai Nail Filhaq, Kiai Ubaidillah Tsabit dan semuanya tanpa terkecuali," tukas Musyfiqur Rahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Cerita, Makam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 13 Desember 2008

Kisah Peggy Melati Sukma Hijrah ke Dunia Dakwah

Perth, Ribath Nurul Hidayah. Peggy Melati Sukma cukup populer di dunia sinetron sejak tahun 90-an. Ia dikenal juga sebagai foto model, presenter televis hingga event organizer acara-acara besar di Indonesia. Artis kelahiran Cirebon terkenal dengan celotehannya“pusiiiinnng deh”.

Peggy memiliki segudang keberhasilan dan prestasi yang sangat gemilang di dunia hiburan dan bisnis. Sejumlah perusahaan pun dipegangnya. Tak banyak tahu artis ibu kota tersebut kini sudah menjalani dunia baru yang jauh dari dunia yang digeluti sebelumnya.

Kisah Peggy Melati Sukma Hijrah ke Dunia Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Peggy Melati Sukma Hijrah ke Dunia Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Peggy Melati Sukma Hijrah ke Dunia Dakwah

Ia memaparkan kisah perjalanan menju dunia baru tersebut saat bersilaturrahmi dengan para muslimah di Perth, Western Australia pada Senin, 17 November 2014 lalu.

Ribath Nurul Hidayah

Peggy Melati Sukma memang saat ini lebih dikenal dengan dunia dakwah Islam. Penampilannya jauh berbeda dengan penampilannya saat masih aktif di dunia entertainment membuat para muslimah di Perth memiliki antusias yang tinggi untuk hadir dalam acara Talk Show yang diselenggarakan Nahdathul Ulama, Western Australia.

Ribath Nurul Hidayah

Peggy yang hari itu hadir dengan balutan pakaian muslimah syar’i warna abu-abu terlihat cantik dan segar, walaupun malamnya baru tiba di Perth dan langsung mengisi sebuah pengajian yang diadakan komunitas Muslim Indonesia yang ada di Perth.

Dalam Talk Show tersebut, Peggy memulai kisahnya dengan menceritakan kehidupannya selama berkecimpung di dunia entertainment selama 21 tahun. Kehidupan yang dia isi dengan kerja keras membuahkan keberhasilan. Selain sebagai artis dan model papan atas, Peggy juga memimpin beberapa perusahaan yang sangat sukses. Beberapa kali juga terpilih untuk menjadi duta negara untuk event-event internasional.

Kegiatan sosial juga tak luput dari aktivitasnya, banyak yayasan sosial yang ia santuni sepanjang perjalanan karirnya.  Sebagai pelaku bisnis, segala bentuk bisnis ia lakukan mulai dari bisnis yang halal hingga yang haram.

Dia mengisahkan bagaimana kegigihannya mulai mengambil sekolah khusus di Manchester untuk memproduksi alkohol, sampai dia bisa membuka bisnis bar di sebuah kawasan di Jakarta yang seharusnya tidak bisa dilakukan. Tapi seorang Peggy bisa melakukan karena dalam mencapai keinginannya semua selalu dia lakukan walaupun harus melanggar aturan agama.

Semua pencapaian itu ternyata selalu menyisakan suatu ruang dalam hatinya, sebuah kegelisahan yang tak berujung. Kegelisahan yang semakin hari semakin tinggi ditambah permasalahan hidup yang seperti tidak ada penyelesaiannya akhirnya menggiringnya pada sebuah titik balik untuk berhijrah, bersyahadah kembali, mengenal kembali Rabb-nya dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslimah.

Peggy menjelaskan semuanya dimulai dengan menjalankan perintah Allah SWT dalam ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, yaitu Iqro, bacalah. Iqro bismi robbika lladzii kholaq, bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Kehidupan Peggy semasa kecil penuh dengan perjuangan kedua orang tuanya, ayahnya yang bekerja sebagai pegawai dengan penghasilan pas-pasan memaksa ibunya untuk menerapkan gaya hidup yang sangat sederhana, tetapi sang ibu dan ayah selalu menanamkan pendidikan agama yang sangat kuat kepada anak-anak mereka.

Setelah berusia 12 tahun Peggy memulai karirnya sebagai foto model. Berkat kedisiplinan dirinya, karirnya cepat melonjak, kerja dengan profesionalisme yang tinggi selalu menjadi mottonya, sehingga kesuksesan pun dengan mudah dicapai. Kesuksesan ini mencapai puncaknya ketika ia akhirnya menikah dengan rekan kerjanya di salah satu perusahaan tempat dia bekerja.

Merasa sempurna dalam hidup, dan merasa kesempurnaan itu karena hasil kerja kerasnya membuat Peggy merasa sombong. Setelah tiga tahun menjalani kehidupan berumah tangga persoalan mulai timbul, Peggy mengatasi persoalan ini dengan tambah bekerja keras. Terkadang sampai 24 jam dia bekerja sampai-sampai butuh tiga sip asisten yang harus selalu siap apabila ia butuhkan.

Tapi Allah SWT tidak tidur. Allah SWT menyapa Peggy lewat pemasalahan hidup yang amat sangat rumit, mulai dari permasalahan rumah tangga, permasalahan dalam perusahaan yang dia pimpin sampai jatuhnya bisnis-bisnis yang dia jalani dan mengalami kerugian yang sangat besar.

Seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula, sapaan Allah SWT yang sangat menyentaknya adalah kesehatan yang selama ini Allah SWT anugerahkan dan diagunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai aturan Islam, Allah SWT ambil. Allah SWT beri Peggy penyakit yang pengobatannya memakan waktu yang lama. Dari persoalan-persoalan yang dia hadapi satu per satu orang orang yang awalnya dekat dan terlihat mendukungnya menjauh bahkan ada beberapa yang mengkhianatinya.

Dalam kesendirian itu, seorang Peggy masih merasa sombong, bertekad bangkit dari semua kejadian, sampai suatu hari dengan niat bangkit dia datang ke kantor, mengatur segala strategi untuk “menyelesaikan persoalan hidupnya” termasuk masalah rumah tangganya.

Selama beberapa hari dia tidak meninggalkan kantornya untuk membuat sebuah peta strategi penyelesaian masalah. Semua rencana yang ada dalam peta strategi itu dialakukan, tapi lagi-lagi Allah SWT berkehandak lain. Tidak ada satu pun strategi yang dia lakukan berhasil bahkan makin membuatnya terpuruk.

Sampai suatu hari ketika dia benar-benar merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan, akhirnya perlahan-lahan dia membuka Kitabullah, dan mulai membacanya. Ayat pertama yang terbaca saat itu adalah Qur’an Surat Ibrahim (14) ayat 1.

“Alif Laam Raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan ijin Tuhan (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa, Maha terpuji.”

Dari sinilah akhirnya terbuka pintu hidayah Allah SWT, tersadar bahwa selama ini jalan yang dia lalui adalah jalan kegelapan. Namun, memulai hijrah bukan suatu jalan yang mudah, jalan ini tentunya penuh rintangan. Tapi Peggy selalu berpikir, lebih cepat lebih baik, lebih Islami lebih baik. Mulailah dia mempelajari agama yang selama ini sudah menjadi predikatnya sejak lahir tetapi sudah lama tidak dia jalankan dalam kehidupannya.

Peggy memulai poses hijrahnya dengan menjalan kanapa yang Allah SWTsukai, salah satunya yang sangat penting adalah berbakti pada orang tua, kedua orang tua yang selama ini menanamkan nilai-nilai aqidah dan akhlaq, terutama ibunya yang selama ini bersabar terus menasihatinya untuk berjalan di jalan Islam, tak pernah putus, walau penuh dengan argumentasi dan pertengkaran karena pertentangan ibunya selama ini atas apa yang ia lakukan.

Peggy juga melakukan ibadah-ibadah lain yang selama ini dia tinggalkan, shalat dengan khusyuk, shaum wajib bahkan sunnah Daud ia lakukan. Hal lain yang sangat penting ia lakukan dalam menjalani proses hijrahnya adalah meninggalkan apa-apa yang dia cintai, yaitu pekerjaannya.

Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk Peggy keluar dari lingkaran bisnis yang selama ini dia bina, keluar dari salah satu team work bukanlah hal mudah, tapi juga karena pertolongan Allah SWTlah semua berjalan dengan mulus tanpa hambatan apa pun. Dan akhirnya Peggy pun memutuskan untuk menutup aurat secara total pada bulan Mei 2012 dan menggunakan pakaian muslimah yang syar’i.

Setelah proses hijrah ini berjalan, satu per satu Allah SWT selesaikan permasalahan hidupnya, sehingga dia pun tersadar bahwa Islam adalah jalan hidup, Islam adalah agama yang sangat logis, sehingga ia pun tersadar bahwa lebih Islami lebih baik, lebih cepat lebih baik.

Sekarang seorang Peggy menjadikan dirinya sebagai karyawan Allah SWT, seorang pendekar syiar. Ia mendedikasikan dirinya untuk berdakwah, dengan bantuan adik-adiknya sebagai tim dakwahnya yang mengatur urusan administrasi. Peggy saat ini juga aktif dalam sebuah organisasi yang membantu anak-anak yatim piatu dan kaum ibu yang mengalami kesulitan dalam proses melahirkan di Gaza, Palestine.

Proses hijrah seorang Peggy Melati Sukma memberikan banyak hikmah dan inspirasi untuk muslimah di Perth. Tidak sedikit yang menitikan air mata haru mendengarkan kisahnya.

Pada hari itu, di akhir penuturannya, saat ini ia serahkan hidupnya kepada Allah SWT yang Maha Pengatur, dengan terus berikhtiar untuk menjadi hamba Allah SWT yang semakin baik. Ia juga mengatakan untuk terus mengingatkan dirinya untuk siap melepaskan apa yang dimiliki serta menyikapi apa yang telah Allah SWTcatatkan dalam Lauh Mahfuz.

“Apa yang ada di dunia akan hilang, tapi Allah SWT tidak akan hilang.”

Semoga Allah SWT menjaga Teh Peggy dan semoga Allah SWT terus memberikan hikmah dan hidayah-Nya, dan Allah SWT berikan kekuatan untuk selalu istqomah sampai nanti ajal menjemput kelak. Amiin Allahumma amiin. (Ocha/Alw)

Kisah Peggy Melati Sukma Hijrah ke Dunia Dakwah

Perth, Ribath Nurul Hidayah

Peggy Melati Sukma cukup populer di dunia sinetron sejak tahun 90-an. Ia dikenal juga sebagai foto model, presenter televis hingga event organizer acara-acara besar di Indonesia. Artis kelahiran Cirebon terkenal dengan celotehannya“pusiiiinnng deh”.

 

Peggy memiliki segudang keberhasilan dan prestasi yang sangat gemilang di dunia hiburan dan bisnis. Sejumlah perusahaan pun dipegangnya. Tak banyak tahu artis ibu kota tersebut kini sudah menjalani dunia baru yang jauh dari dunia yang digeluti sebelumnya.

 

Ia memaparkan kisah perjalanan menju dunia baru tersebut saat bersilaturrahmi dengan para muslimah di Perth, Western Australia pada Senin, 17 November 2014 lalu.

 

Peggy Melati Sukma memang saat ini lebih dikenal dengan dunia dakwah Islam. Penampilannya jauh berbeda dengan penampilannya saat masih aktif di dunia entertainment membuat para muslimah di Perth memiliki antusias yang tinggi untuk hadir dalam acara Talk Show yang diselenggarakan Nahdathul Ulama, Western Australia.

 

Peggy yang hari itu hadir dengan balutan pakaian muslimah syar’i warna abu-abu terlihat cantik dan segar, walaupun malamnya baru tiba di Perth dan langsung mengisi sebuah pengajian yang diadakan komunitas Muslim Indonesia yang ada di Perth.

 

Dalam Talk Show tersebut, Peggy memulai kisahnya dengan menceritakan kehidupannya selama berkecimpung di dunia entertainment selama 21 tahun. Kehidupan yang dia isi dengan kerja keras membuahkan keberhasilan. Selain sebagai artis dan model papan atas, Peggy juga memimpin beberapa perusahaan yang sangat sukses. Beberapa kali juga terpilih untuk menjadi duta negara untuk event-event internasional.

 

Kegiatan sosial juga tak luput dari aktivitasnya, banyak yayasan sosial yang ia santuni sepanjang perjalanan karirnya.  Sebagai pelaku bisnis, segala bentuk bisnis ia lakukan mulai dari bisnis yang halal hingga yang haram.

 

Dia mengisahkan bagaimana kegigihannya mulai mengambil sekolah khusus di Manchester untuk memproduksi alkohol, sampai dia bisa membuka bisnis bar di sebuah kawasan di Jakarta yang seharusnya tidak bisa dilakukan. Tapi seorang Peggy bisa melakukan karena dalam mencapai keinginannya semua selalu dia lakukan walaupun harus melanggar aturan agama.

 

Semua pencapaian itu ternyata selalu menyisakan suatu ruang dalam hatinya, sebuah kegelisahan yang tak berujung. Kegelisahan yang semakin hari semakin tinggi ditambah permasalahan hidup yang seperti tidak ada penyelesaiannya akhirnya menggiringnya pada sebuah titik balik untuk berhijrah, bersyahadah kembali, mengenal kembali Rabb-nya dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslimah.

 

Peggy menjelaskan semuanya dimulai dengan menjalankan perintah Allah SWT dalam ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, yaitu Iqro, bacalah. Iqro bismi robbika lladzii kholaq, bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

 

Kehidupan Peggy semasa kecil penuh dengan perjuangan kedua orang tuanya, ayahnya yang bekerja sebagai pegawai dengan penghasilan pas-pasan memaksa ibunya untuk menerapkan gaya hidup yang sangat sederhana, tetapi sang ibu dan ayah selalu menanamkan pendidikan agama yang sangat kuat kepada anak-anak mereka.

 

Setelah berusia 12 tahun Peggy memulai karirnya sebagai foto model. Berkat kedisiplinan dirinya, karirnya cepat melonjak, kerja dengan profesionalisme yang tinggi selalu menjadi mottonya, sehingga kesuksesan pun dengan mudah dicapai. Kesuksesan ini mencapai puncaknya ketika ia akhirnya menikah dengan rekan kerjanya di salah satu perusahaan tempat dia bekerja.

 

Merasa sempurna dalam hidup, dan merasa kesempurnaan itu karena hasil kerja kerasnya membuat Peggy merasa sombong. Setelah tiga tahun menjalani kehidupan berumah tangga persoalan mulai timbul, Peggy mengatasi persoalan ini dengan tambah bekerja keras. Terkadang sampai 24 jam dia bekerja sampai-sampai butuh tiga sip asisten yang harus selalu siap apabila ia butuhkan.

 

Tapi Allah SWT tidak tidur. Allah SWT menyapa Peggy lewat pemasalahan hidup yang amat sangat rumit, mulai dari permasalahan rumah tangga, permasalahan dalam perusahaan yang dia pimpin sampai jatuhnya bisnis-bisnis yang dia jalani dan mengalami kerugian yang sangat besar.

 

Seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula, sapaan Allah SWT yang sangat menyentaknya adalah kesehatan yang selama ini Allah SWT anugerahkan dan diagunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai aturan Islam, Allah SWT ambil. Allah SWT beri Peggy penyakit yang pengobatannya memakan waktu yang lama. Dari persoalan-persoalan yang dia hadapi satu per satu orang orang yang awalnya dekat dan terlihat mendukungnya menjauh bahkan ada beberapa yang mengkhianatinya.

 

Dalam kesendirian itu, seorang Peggy masih merasa sombong, bertekad bangkit dari semua kejadian, sampai suatu hari dengan niat bangkit dia datang ke kantor, mengatur segala strategi untuk “menyelesaikan persoalan hidupnya” termasuk masalah rumah tangganya.

 

Selama beberapa hari dia tidak meninggalkan kantornya untuk membuat sebuah peta strategi penyelesaian masalah. Semua rencana yang ada dalam peta strategi itu dialakukan, tapi lagi-lagi Allah SWT berkehandak lain. Tidak ada satu pun strategi yang dia lakukan berhasil bahkan makin membuatnya terpuruk.

 

Sampai suatu hari ketika dia benar-benar merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan, akhirnya perlahan-lahan dia membuka Kitabullah, dan mulai membacanya. Ayat pertama yang terbaca saat itu adalah Qur’an Surat Ibrahim (14) ayat 1.

 

“Alif Laam Raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan ijin Tuhan (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa, Maha terpuji.”

 

Dari sinilah akhirnya terbuka pintu hidayah Allah SWT, tersadar bahwa selama ini jalan yang dia lalui adalah jalan kegelapan. Namun, memulai hijrah bukan suatu jalan yang mudah, jalan ini tentunya penuh rintangan. Tapi Peggy selalu berpikir, lebih cepat lebih baik, lebih Islami lebih baik. Mulailah dia mempelajari agama yang selama ini sudah menjadi predikatnya sejak lahir tetapi sudah lama tidak dia jalankan dalam kehidupannya.

 

Peggy memulai poses hijrahnya dengan menjalan kanapa yang Allah SWTsukai, salah satunya yang sangat penting adalah berbakti pada orang tua, kedua orang tua yang selama ini menanamkan nilai-nilai aqidah dan akhlaq, terutama ibunya yang selama ini bersabar terus menasihatinya untuk berjalan di jalan Islam, tak pernah putus, walau penuh dengan argumentasi dan pertengkaran karena pertentangan ibunya selama ini atas apa yang ia lakukan.

 

Peggy juga melakukan ibadah-ibadah lain yang selama ini dia tinggalkan, shalat dengan khusyuk, shaum wajib bahkan sunnah Daud ia lakukan. Hal lain yang sangat penting ia lakukan dalam menjalani proses hijrahnya adalah meninggalkan apa-apa yang dia cintai, yaitu pekerjaannya.

 

Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk Peggy keluar dari lingkaran bisnis yang selama ini dia bina, keluar dari salah satu team work bukanlah hal mudah, tapi juga karena pertolongan Allah SWTlah semua berjalan dengan mulus tanpa hambatan apa pun. Dan akhirnya Peggy pun memutuskan untuk menutup aurat secara total pada bulan Mei 2012 dan menggunakan pakaian muslimah yang syar’i.

 

Setelah proses hijrah ini berjalan, satu per satu Allah SWT selesaikan permasalahan hidupnya, sehingga dia pun tersadar bahwa Islam adalah jalan hidup, Islam adalah agama yang sangat logis, sehingga ia pun tersadar bahwa lebih Islami lebih baik, lebih cepat lebih baik.

 

Sekarang seorang Peggy menjadikan dirinya sebagai karyawan Allah SWT, seorang pendekar syiar. Ia mendedikasikan dirinya untuk berdakwah, dengan bantuan adik-adiknya sebagai tim dakwahnya yang mengatur urusan administrasi. Peggy saat ini juga aktif dalam sebuah organisasi yang membantu anak-anak yatim piatu dan kaum ibu yang mengalami kesulitan dalam proses melahirkan di Gaza, Palestine.

 

Proses hijrah seorang Peggy Melati Sukma memberikan banyak hikmah dan inspirasi untuk muslimah di Perth. Tidak sedikit yang menitikan air mata haru mendengarkan kisahnya.

 

Pada hari itu, di akhir penuturannya, saat ini ia serahkan hidupnya kepada Allah SWT yang Maha Pengatur, dengan terus berikhtiar untuk menjadi hamba Allah SWT yang semakin baik. Ia juga mengatakan untuk terus mengingatkan dirinya untuk siap melepaskan apa yang dimiliki serta menyikapi apa yang telah Allah SWTcatatkan dalam Lauh Mahfuz.

 

“Apa yang ada di dunia akan hilang, tapi Allah SWT tidak akan hilang.”

 

Semoga Allah SWT menjaga Teh Peggy dan semoga Allah SWT terus memberikan hikmah dan hidayah-Nya, dan Allah SWT berikan kekuatan untuk selalu istqomah sampai nanti ajal menjemput kelak. Amiin Allahumma amiin. (Ocha/Alw)

 

 

 

 

 

 

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam Ribath Nurul Hidayah