Kamis, 09 November 2017

IPNU Purworejo Ambil Bagian di "Butuh Expo 2012"

Purworejo, Ribath Nurul Hidayah. Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Butuh, Purworejo memanfaatkan momentum “Butuh Expo 2012” yang digelar Kecamatan setempat untuk membuka Bazar dengan berbagai produk dan kuliner siap saji.

IPNU Purworejo Ambil Bagian di Butuh Expo 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Purworejo Ambil Bagian di Butuh Expo 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Purworejo Ambil Bagian di "Butuh Expo 2012"

Menurut Faqihudin, Koordinator Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PAC IPNU Butuh, hal itu dikembangkan guna meningkatkan kapasitas kader.

“Selain sebagai upaya menghidupi organisasi, Bazar ini kita buka juga sebagai wahana pembelajaran kader agar nantinya siap menjadi pengusaha ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya kepada Ribath Nurul Hidayah, Ahad (21/10).

Ribath Nurul Hidayah

Dikatakan, mereka membuka beberapa stand yang kesemuanya dikelola oleh kader-kader IPNU dan IPPNU. “Kita membuka tiga stand yang masing-masing menjual buku-buku ilmiah dan keagamaan, pakaian batik dan kedai kopi dengan berbagai makanan siap saji,” Imbuhnya.

Terpisah, Zainul Muttakin selaku Sekretaris PAC IPNU Butuh juga mengatakan bahwa omzet yang diterima cukup lumayan. “Alhamdulillah, dari kedai kopi saja setiap harinya bisa masuk Rp.300.000,-, belum ditambah dengan dua stand lainnya,” ungkap mahasiswa STAINU Purworejo tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

“Ini lumayan, sebagai pembelajaran kepada kami untuk lebih menghargai proses’imbuhnya.

Ahmad Naufa, ketua PC IPNU Purworejo yang sidak dilokasi memberi dukungan penuh kepada para rekan-rekannya. “Kami mengapreisiasi penuh usaha rekan dan rekanita. Jangan lihat hasilnya berapa, namun proses ini akan menjadi pembelajaran bagi masa depan kalian ketika terjun di masyarakat, utamanya dalam berwirausaha” tuturnya ditengah kader-kadernya.

Pemuda dan Pemudi, lanjut Naufa, selain harus cakap di bidang intelektual juga harus berpikir bagaimana mandiri secara sekonomi.

“Kita jangan terlalu bergantung kepada pengusaha, politik atau pegawai pemerintah. Harus ada kader yang memilih dunia wirausaha, mengingat ketiga sektor tersebut sudah terlalu banyak yang mengisinya, kita perlu alternatif lain. Hal semacam ini penting dan hasilnya akan dirasakan lima sampai sepuluh tahun mendatang,” imbuh Naufa.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Jumadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Santri, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar