Kamis, 09 November 2017

Pelantikan Muslimat NU Luwu, Anregurutta Sanusi Baco Jelaskan Esensi Nikmat Allah

Luwu, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Majdah Agus Arifin Numang resmi melantik PC Muslimat NU Kab. Luwu masa khidmat 2016-2021. Pelantikan tersebut dirangkai dengan Tablig Akbar dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan 1438 H, Kamis (18/5) di Lapangan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Kabupaten Luwu Andi Mudzakkar, Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta M Sanusi Baco, Wakil Ketua NU Sulsel Abd Rahim Mas P Sanjata tersebut juga dilaksankan deklarasi laskar anti narkoba, sebagai upaya turut serta Muslimat NU memberantas Narkoba.

Dalam sambutannya, Majdah Agus berpesan kepada seluruh pengurus Muslimat NU yang baru dilantik untuk hadir di tengah masyarakat memberikan solusi, tentunya dengan turun langsung kader Muslimat mampu memberikan solusi yang tepat.

Pelantikan Muslimat NU Luwu, Anregurutta Sanusi Baco Jelaskan Esensi Nikmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan Muslimat NU Luwu, Anregurutta Sanusi Baco Jelaskan Esensi Nikmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan Muslimat NU Luwu, Anregurutta Sanusi Baco Jelaskan Esensi Nikmat Allah

"Kami berharap Muslimat NU mampu menjawab kegelisahan masyarakat atas maraknya penyalahgunaan narkoba, untuk memberantas narkoba peran seorang Ibu cukup efektif untuk menanggulangi bahaya narkoba, Luwu harus bebas dari Narkoba," tegas Rektor UIM.

Selain itu, lanjutnya, seluruh kader harus mendekatkan umat kepada agama dan menghilangkan penyakit-penyakit sosial lainnya, agar tercipta kehidupan yang kondusif, aman, dan sejahtera.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco menekankan esensi nikmat sebagai karunia Allah Swt. Menurutnya, jika harta, jabatan itu bermanfaat bagi sesama, maka itu nikmat. Sebaliknya, seandainya harta dan jabatan tersebut tidak mendatangkan manfaat bagi sesama, maka itu bukan nikmat.

"Seorang yang mendapatkan amanah, harus memanfaatkan untuk kemaslahatan manusia," tambahnya.

"Namun perlu diketahui nikmat tidak identik dengan harta atau jabatan, melainkan nikmat kesehatan dan iman adalah nikmat Allah Swt yang paling besar, tinggal manusia memanfaatkan kesehatannya yang telah digariskan Allah," ungkap Gurutta Sanusi yang juga Ketua Umum MUI Sulsel. (Andy Muhammad Idris/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Nasional Ribath Nurul Hidayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar