Jumat, 28 Agustus 2015

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Nahdlotul Ulama (KMNU) Ke-3 telah resmi ? dibuka. Munas ? akan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (20-21/1) di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi dengan pembukaan Maulid Simthudduror dari tim hadrah Kiai Galang Sewu

Peserta yang hadir dalam acara Munas KMNU berasal dari berbagai Kampus di Indonesia. Diantaranya ? KMNU UNILA, KMNU UI, IMAN STAN, KMNU IPB, KMNU ITB, KMNU UPI, KMNU Unpad, KMNU Undip, KMNU UGM, KMNU UNY, KMNU UII, KMNU Unair, KMNU Unud, KMNU Unsoed, KMNU UIN SUKA, KMNU STIS, dan KMNU STKS. Bahkan juga dari KMNU Malaysia.

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Tujuan Munas KMNU ini untuk melahirkan kembali organisasi yang berwawasan kebangsaan dan ? regenerasi kepemimpinan kader muda KMNU yang tetap berpegang teguh memegang prinsip sesuai Khittah Nahdlatul Ulama.?

Ketua Panitia Muhammad Zainal Fathoni menyampaikan, KMNU diharapkan menjadi sebuah organisasi yang dewasa dan profesional. Ruh KMNU sendiri adalah silaturrahmi. “Maka tujuan akhir dari munas ini pun adalah semakin eratnya tali silaturrahim,” ujar Zainal.

Sementara itu, Presidium Nasional 1 KMNU Hasan Bisri menyampaikan bahwa KMNU berdiri secara sporadis. Tema yang diangkat dari Munas KMNU ini adalah organisasi dakwah santun berwawasan kebangsaan diterjemahkan dengan ranah KMNU. “Di mana KMNU harus bisa memproduksi pemimpin-pemimpin yang profesional sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah KH Shidqon Prabowo menjelaskan, Indonesia membutuhkan orang-orang yang benar, tidak sekadar orang yang pintar. Diharapkan hasil dari Munas KMNU adalah melahirkan orang-orang yang pintar dan benar untuk mengurus bangsa dan negara.?

Dari PCNU Semarang, H Anashom mengatakan, KMNU dengan kiprahnya pasti akan mengisi Nahdlatul Ulama. Menghidupkan kota-kota di Indonesia agar tidak lepas dari karakternya yang sejarahnya dilahirkan oleh para wali dan aulia.?

Ribath Nurul Hidayah

Diharapkan mahasiswa tidak hanya idealis dari menara gading, melainkan harus bisa mengharumkan nama kampusnya di Indonesia dengan kompetensi yang positif. Indonesia membutuhkan generasi yang membawa visi dan misi yang bermanfaat untuk semua.?

KMNU sudah tercantum di dalam AD/ART Nahdlatul Ulama, maka perlulah KMNU berdiri tidak hanya di perguruan tinggi negeri melainkan juga di perguruan swasta. Latar belakang pendidikan dari santri KMNU sangat diharapkan di NU dan Indonesia, karena KMNU akan melahirkan pemimpin yang berlatar belakang pendidikan yang tercerahkan.?

“Kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir. Dengan hadirnya KMNU diharapkan Indonesia punya stok pemimpin yang tercerahkan dari kampusnya,” ujar Anashom.

Serangkaian pembukaan munas KMNU pun diadakan pengesahan calon KMNU perguruan tinggi yang sudah mengajukan dan melalui masa percobaan 6 bulan, yaitu KMNU STKS, KMNU UIN SUKA, KMNU Udayana, dan KMNU Unair. Rencananya, kegiatan Munas ini akan ditutup dengan Seminar yang akan dihadiri oleh KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Abdul Wahab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, IMNU, Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 Agustus 2015

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya memberikan apresiasi kepada siswa-siswi prestasi dalam ilmu Al-Quran. "Kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Quran patut diberi apresiasi, maka dari itu kami mengadakan wisuda bagi para penghafal Al-Quran," kata H Agus Fahmi, Ketua Panitia, Sabtu (1/4). ?

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, merupakan puncak dari berbagai rangkaian. Sebelum digelarnya ujian terbuka dan wisuda ini para siswa harus mengikuti ujian munaqosah tartil dan tahfid. "Ada tiga ujian yang harus diikuti siswa. Ujian ditingkat Yayasan dan ujian berikutnya di Pesantren Ilmu Al-Quran Malang," lanjut Agus.?

Mendikbud RI Muhadjir Effendy, mengatakan sudah saatnya negeri ini membangun manusia qurani, agar setiap kehidupan yang dilakukan perpedoman pada Al-Quran.?

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

"Kami berharap dari gebyar prestasi Al-Quran ini, Yayasan Khadijah bisa memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Qurani sehingga revolusi mental bisa terwujud," kata pria asal Malang, Jawa Timur ini.?

Selaras dengan keinginan Mendikbud itu, Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, membangun karakter bangsa dengan mewujudkan masyarakat qurani maka dengan sendirnya revolusi mental terwujud.?

Ribath Nurul Hidayah

"Kenapa seperti itu? Karena Al-Quran mengajarkan Islam itu penuh damai, kasih sayang bukan yang menakutkan. Al-Quran menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia beragam suku, adat dan bahasa," tegas Khofifah.?

Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Sosial saat ini, menceritakan sekitar tahun 2006 dirinya meminta kepada yayasan agar ada forum yang bisa melihat, mengukur dan mengetahui standart kompetisi anak dalam memahami dan menghafal Al-Quran.?

Selain itu pihak yayasan membuat kesepakatan kepada wali murid, jika ada murid yang sudah lulus SD dan belum hatam bacaaan Al-Quran, maka si murid dan wali muridnya harus rela tidak menerima ijazah. "Hal itu sudah ada dalam perjanjian antara yayasan dan wali murid," pungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 09 Agustus 2015

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Batam, Ribath Nurul Hidayah. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid  (Gus Dur) menyeru Pemerintah Indonesia selain menghentikan ekspor pasir juga granit, dan tidak perlu gentar terhadap Singapura.

Ekspor granit dan pasir laut dan darat telah merugikan Indonesia, sehingga harus dihentikan, kata pria kelahiran Jombang 4 Agustus 1940 itu, di Batam, Kamis.

"Tiga buah pulau kita hanyut tergenang air, terumbu karang rusak karena penyedotan pasir laut," kata pemegang penghargaan Dakwah Islam dari Pemerintah Mesir 1991. Departemen Perdagangan menghentikan ekspor pasir darat dengan Permendag No.02/M-DAG/PER/I/2007 sejak 6 Februari 2007.

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Sekarang ini harga pasir di negeri singa itu melonjak 10 kali lipat dari tujuh dolar Singapura menjadi 70 dolar Singapura per kubik. Pemerintah Singapura pun melakukan beberapa pendekatan agar Indonesia mencabut permendag itu dan memperbolehkan ekspor pasir.

Gus Dur menyeru aparat tegas menindak dengan langsung menembak bila mendapati kapal yang menyedot pasir laut di perairan Indonesia. Diingatkannya, kapal-kapal Singapura memiliki kekuatan mengisap pasir hingga 5.000 meter kubik setiap jam. (ant/mad)

Ribath Nurul Hidayah

     



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 29 Juli 2015

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal

Oleh Abdullah Zuma



Seumur-umur, saya tidak pernah menaiki gedung bertingkat, kata orang mencakar langit. Wasilah seorang teman, saya penah merasakannya. Hingga ke lantai 39 malah. Di lantai tersebut, saya masuk ke salah satu ruangan yang asri dan segar. Di situ terdapat sekelompok orang berkumpul.?

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyimak Perempuan Bercelak Tebal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyimak Perempuan Bercelak Tebal

Dan saya kaget, mereka sedang berlatih menulis! Gila, menulis saja, harus di lantai 39, pikir saya.?

Lalu, saya duduk di kursi, di samping teman saya yang mengajak. Beberapa kursi kosong karena orang yang berlatih itu duduk lesehan. Di deretan kursi tersebut, sejajar dengan saya ada seorang perempuan berambut panjang bergelombang. Wajahnya bermake-up tebal. Kelopak matanya bercelak tebal hitam dengan alis lurus, sementara ujung ujungnya melengkung bukan ke bawah, tapi ke atas. Alis itu semacam tanduk saja.?

Ia berbaju putih dan bercelana jens hitam ketat. Tubuhnya sintal. Sesekali ia menyimak pembicaraan narasumber. Tapi lebih sering memainkan ponselnya. Entah main game, chating, atau hanya memainkan ponsel saja.?

Ribath Nurul Hidayah

Teman saya mendekatinya. Rupanya dia kenal. Keduanya bercakap akrab. Entah apa yang diobrolkan. Saya kemudian menyimpulkan perempuan itu bukan seorang peserta menulis. Mungkin salah seorang teman dari peserta, atau pembicara, panitia, atau entahlah.

Kemudian saya memerhatikan narasumber yang bercerita tulisan Watergate di Amerika. Membahas bagaimana menulis liputan panjang dan detail dan enak dibaca. Peserta berjumlah belasan orang itu tekun menyimak. Sekali dua, muncul pertanyaan. Si narasumber menjelaskan. Diam-diam saya menyimak.

Sewaktu istirahat, seluruh pesarta dan narasumber makan siang. Saya pun ikut. Sesekali ingin mencicipi makanan lantai 39. Ketika sedang menikmati makanan, sengaja saya duduk dekat perempuan bercelak tebal meski tak berani membuka obrolan.?

Ribath Nurul Hidayah

Ia kemudian dihampiri narasumber tadi. Mereka pun bercakap.?

Diam-diam saya menyimak perempuan bercelak tebal dan narasumber. Ternyata yang diobrolin adalah pasangan hidup. Dalam hal ini perempuan bercelak tebal sedang membeberkan ciri-ciri dambaan calon suaminya. Ternyata bukan harta, tahta, atau rupa yang diinginkan, melainkan ras atau warna kulit!

“Gue ingin cowok bule!” ungkapnya.

Narasumber terdiam sebentar. Tapi kemudian bertanya.

“Kenapa ingin bule? Pria lokal juga masih banyak, kayak gue...haha,” godanya.?

“Sama pria lokal, gue nggak nafsu.”

“Ama gue berarti lu nggak nafsu?” tanya narasumber sambil ketawa lagi.?

Perempuan itu tak menanggapinya. Ia malah memperhatikan ponselnya.

“Ya, ya, sudah melakukan upaya apa untuk dapat bule?”

“Ada sih yang udah mau, tapi di negaranya, dia berprofesi sebagai polisi. Gue takut sama polisi, takut disiksa. Males!" tegasnya sambil mengangkat bahu. "Padahal dia sudah mau ikut agama gue,” lanjutnya.

“Terus!”

“Terus ada orang New Zealand. Dia siap menikah, tapi sayang, tidak mau disunat. Dia tidak mau ikut agama gue. Gue nggak mau juga nikah beda agama. Ribet!”

“Hmmm... lesbi aja gimana, hahaha?”

“Wah, itu kan menyimpang dan dilarang sama agama.”

Sampai di situ saya menyimak perempuan bercelak tebal karena si narasumber mengajaknya mengisi perut. Kemudian keduanya makan duduk jauh dari saya. Jadi, tidak tahu cerita selanjutnya.?

Sepanjang perjalanan pulang masih terngiang percakapan perempuan bercelak tebal dengan narasumber. Saya sempat menanyakan asal daerah perempuan bercelak tebal itu kepada teman. Teman saya menyebut satu daerah di Sumatera. Saya mengangguk-angguk. ?

Kemudian, saya dan teman pun terpisah jalan. Tapi perempuan bercelak tebal masih terus bergelayut dalam ingatan. Ketika mendekati kontrakan saya, tak sadar kaki menendang botol air mineral. Saat itu, tiba-tiba ingat istilah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.





Penulis lahir di Sukabumi, pernah nyantri di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah Parungkuda?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 Juli 2015

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Jombang, Ribath Nurul Hidayah. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan, NU butuh perbaikan organisasi agar menjadi kuat. Menurutnya NU adalah organisasi besar, namun karena tidak tertata dengan rapi, saat ini tampak tidak terlalu kuat.

Demikian dikatakan adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat ditemui di kediamannya, Pesantren Tebuireng, Kamis (19/2). Menurutnya yang paling mendesak dilakukan untuk NU ke dapan adalah perbaikan organisasi.

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

"Saya telah mengamati sejak tahun 1960an, NU itu besar. Tetapi tidak tertata dengan rapi sehingga tidak terlalu kuat," ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk memperbaiki organisasi, diakuinya memang tidak mudah dilakukan. Menurut Gus Sholah perlu langkah langkah khusus untuk melakukan perbaikan organisasi tersebut.

"Termasuk kalau perlu, NU harus belajar dari organisasi lain yang telah berhasil melakukan penataan organisasinya dengan baik," tambahnya.

Ribath Nurul Hidayah

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini juga menilai, bahwa ghirah atau semangat untuk ber-NU, belakangan ini, semakin menurun. Maka ke depan, sosok ketua NU harus memiliki jiwa perjuangan terhadap jam’iyah, bukan memperjuangkan kepentingan pribadi.

"Kata kuncinya adalah memperjuangkan kepentingan NU, jangan memperjuangkan kepentingan person atau orang orang dari NU," tandasnya.

Terkait kesiapannya untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU mendatang, mantan anggota Komnas HAM ini menyatakan, karena desakan berbagai pihak akhirnya dirinya bersedia untuk maju dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang Agustus mendatang.

"Dan saya sudah menyampaikan di beberapa forum yang dihadiri pengurus Wilayah maupun pengurus Cabang, saya bersedia dicalonkan sebagai ketua umum," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 21 Juni 2015

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman

Bandar Lampung, Ribath Nurul Hidayah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unila mengadakan Malam Keakraban dengan PMII Unila (Karmila) di Tahura Wan Abdurahman pada Jumat sampai dengan Sabtu (9-10/12).

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman (Sumber Gambar : Nu Online)
Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman (Sumber Gambar : Nu Online)

Karmila PMII Unila di Tahura Wan Abdurahman

Kegiatan yang yang diikuti 35 peserta tersebut merupakan program kerja komisariat khususnya bidang kaderisasi untuk menumbukan jiwa kebersamaan dan keakraban sesama anggota.

Ketua 1 Bidang Kaderisasi PMII Komisariat Unila Riyan Agung, mengungkapkan kegiatan ini diadakan untuk mempererat hubungan antaranggota, kader serta pengurus PMII Unila.

Ribath Nurul Hidayah

“Semoga dengan adanya kegiatan ini mampu untuk memperat ikatan dan kebanggaan terhadap PMII dan menumbuhkan jiwa militansi yang kuat," ungkapnya.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun acara ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti membangun tenda bersama, shalat berjamaah, pembacaan surah Yasin, renungan PMII, senam pagi, penyampaian materi dari senior dan pelatihan manajemen aksi.

Majelis Pembina Komisariat Unila Aris Ali Rido menuturkan kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi para anggota dan kader karena banyak ilmu yang didapatkan. Kegiatan juga implementasi dari nilai dasar pergerakan yaitu hablu minal alam .

"Semoga anggota, kader, dan pengurus yang telah mengikuti kegiatan ini akan semakin semangat dan aktif ber-PMII," tutupnya. (RFz/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Meme Islam, Sejarah, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 30 April 2015

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, Ribath Nurul Hidayah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

Ribath Nurul Hidayah

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh Ribath Nurul Hidayah