Selasa, 16 Februari 2016

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang yang melaksanakan ibadah puasa bisa dibagi ke dalam tiga golongan. Pertama, adalah puasa yang dilakukan orang awam.

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata

“Puasa orang awam seperti kita-kita ini adalah lita’abud. Kalau tak puasa takut neraka, kalau puasa ingin surga. Ini puasa ta’abud,” katanya pada ceramah buka puasa bersama digelar di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).?

Kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini mengibaratkan puasa lita’abudi seperti kuli, yaitu melakukannya karena ingin mendapatkan bayaran dari majikan. Meski demikian, puasa tetap wajib karena itu perintah Allah.?

“Tidak sekali-kali manusia dan jin diciptakan, kecuali untuk beribadah kepada Allah,” katanya mengutip salah satu ayat Al-Qur’an. “Tidak ada pengabdian yang total, kecuali kepada Allah,” tambahnya.

Ribath Nurul Hidayah

Puasa jenis kedua adalah litaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Bagi orang yang berpuasa pada tahap taqarrub, surga dan bidadiari bukan apa-apa, imbalan bukan tujuannya. Karena bagi dia tujuan utamanya adalah dekat dengan Allah.?

Ketiga, lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur tersebut adalah puasa untuk litahaquq, mencari hakikat. Puasa jenis ini adalah ketika orang mencari kebenaran agar berada pada pihak yang benar.?

“Kalau tidak bisa benar, orang tersebut ingin menjadi orang benar. Kalau belum bisa, jangan menghalang-halangi teman yang sudah benar. Masya Allah, jangan sampai ketika ada teman tidak korupsi, jangan dikata-katain kampungan, ndeso, kesempatan tidak terulang,” katanya. ?

Menurut dia, puasa litahaqquq tersebut adalah puasa maksimal yang puncaknya adalah allah. Karena, tujuan puasa yang paling utama adalah Allah semata. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Tegal Ribath Nurul Hidayah

Senin, 25 Januari 2016

Izin Bermasalah, 95 Ribu Lebih Jemaah Haji Gagal Masuk Makkah

Jeddah, Ribath Nurul Hidayah

Lebih dari 95.000 orang terpaksa dilarang memasuki kota Makkah dan tempat-tempat suci lainnya di Arab Saudi karena gagal menunjukkan izin haji yang sah.

Komandan Pasukan Keamanan Haji Arab Saudi Jenderal Khalid Al-Harbi mengatakan, sebanyak 95.400 jemaah yang berusaha memasuki Makkah diminta balik selama periode antara 20 Juli-12 Agustus.

Izin Bermasalah, 95 Ribu Lebih Jemaah Haji Gagal Masuk Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Izin Bermasalah, 95 Ribu Lebih Jemaah Haji Gagal Masuk Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Izin Bermasalah, 95 Ribu Lebih Jemaah Haji Gagal Masuk Makkah

Dia mengatakan, pihak berwenang tidak akan menoleransi siapa pun yang melanggar peraturan atau mengganggu keamanan haji, kata Arab News, Selasa (15/8).

Ribath Nurul Hidayah

Al-Harbi menambahkan, mereka yang datang tanpa izin haji dan mereka yang mengangkut haji yang tidak sah akan ditangani secara ketat dan menyerahkan urusan sanksi kepada pihak berwajib.

Ribath Nurul Hidayah

Pasukan Keamanan Haji Arab Saudi berkomitmen akan melacak para pelanggar, bahkan ketika mereka di dalam tempat suci, melalui pemeriksaan sidik jari acak.

Di samping itu, aktivitas pengamanan di pintu masuk Makkah dan jalan-jalan menuju sejumlah suci, didukung kamera pengintai.

Al-Harbi menekankan pentingnya kerja sama antara warga negara, penduduk, dan otoritas keamanan untuk memberikan suasana yang kondusif bagi jemaah haji.

Dia mendesak semua orang yang ingin melakukan ibadah haji untuk mematuhi peraturan, termasuk soal izin haji. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Nasional, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 12 Januari 2016

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah - Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Nahdlatul Ulama Jawa Timur berkerja sama dengan PT Sinde Budi Santosa. Kedua meluncurkan program bantuan dana bergulir tanpa bunga di Ruangan VVIP Gedung PWNU Jatim, Senin (21/1).

"Untuk masa pilot projec akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk. Kedua Kabupaten ini menjadi pilihan kami," kata Ketua LKKNU Jatim H Zahrul Azhar Asumta saat memberikan sambutannya.

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga

Ada dua konsep yang akan diterapkan. Di Nganjuk LKKNU Jatim menggunakan skema pendampingan. Sedangkan di Jombang LKKNU Jatim bekerja sama dengan BMTNU. "Skema pendampingan ini, nantinya akan ada tim dari LKKNU yang diturunkan memberikan pemahaman tentang bantuan ini," lanjut pria yang akrab disapa Gus Hans.

"Kami menyiapkan dana 40 juta dan masing-masing dana bantuan tanpa bunga ini 2 sampai 3 juta dan masa pengembalian enam bulan," lanjut Gus Hans.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Kalau tidak bisa mengembalikan dengan uang, warga diberi kesempatan mengembalikan dengan kaleng bekas. Satu kaleng Sinde bekas diberi harga 200 rupiah. Sedangkan kaleng lain dihargai 150 rupiah.

Yang berhak menerima bantuan dana bergulir ini adalah para pelaku usaha yang sudah berjalan 2 tahun. "Diutamakan warga NU," tegas Gus Hans.

Titik fokusnya keluarga prasejahtera. Kalau sudah sejahtera, bisa menjadi segmentesi LPNU.

PWNU Jatim mendukung gerakan yang dilakukan oleh LKKNU Jatim. Ini merupakan kerja keras dari LKKNU untuk membantu program prioritas PWNU Jatim, yaitu khusus pemberdayaan ekonomi umat.

"Ada tiga program utama PWNU, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," kata Sekretaris PWNU Jatim Ahk Muzakki. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hadits, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 30 Desember 2015

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Forum bahtsul masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa wajib bagi masyarakat untuk melakukan gerakan amar ma’ruf dan nahi munkar atas aktivitas eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Para kiai mengajak masyarakat berjihad menolak perusakan alam akibat eksploitasi baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta.

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Fatwa ini diputuskan para kiai dalam sidang bahtsul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Fatwa NU ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya sikap masyarakat yang melihat perusakan alam akibat penambangan. Para kiai setelah membahas dari pelbagai sisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap diam. Warga diharuskan secara syar’i melakukan gerakan advokasi atas hak kelestarian alam.

Ribath Nurul Hidayah

“Sikap yang dilakukan oleh masyarakat adalah wajib amar ma’ruf nahi munkar sesuai kemampuannya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin membacakan putusan sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah.

Menurut para kiai, eksploitasi oleh BUMN maupun korporasi lebih mempertimbangkan aspek profit tanpa melihat kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka prihatin melihat banyak kubangan raksasa di bekas penambangan yang diterlantarkan begitu saja akibat aktivitas eksploitasi yang mengejar keuntungan.

Ribath Nurul Hidayah

Belum lagi kasus lumpur yang mengusir secara paksa warga sejumlah kecamatan di Sidoarjo untuk keluar dari tempat kelahiran dan kediaman mereka. Sementara manusia sendiri tidak bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.

Pelaku eksploitasi tidak lagi memikirkan kerusakan alam, rusaknya tatanan musim, pancaroba berkepanjangan, pencemaran air dan udara, musnahnya segala biota, flora, dan fauna yang hidup nyaman di alam Indonesia.

Para kiai tidak bisa menerima cara berpikir pelaku eksploitasi yang menganggap kerusakan alam itu sebagai konsekuensi yang wajar-wajar saja dari sebuah pertumbuhan ekonomi.

Legal ataupun tidak legal, masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pasalnya, aktivitas legal yang dijalankan oleh BUMN ataupun korporasi bukan berarti tidak memiliki dampak kerusakan alam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren, Internasional, Syariah Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 16 Desember 2015

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Bintaro, Ribath Nurul Hidayah. Tak seperti hari biasanya, Sabtu pagi (10/06) Masjid Nurul Hidayah Kalimongso terlihat lebih ramai. Dari kejauhan terpampang spanduk bertuliskan Pengobatan Gratis & Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antarlembaga keagamaan diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman), Dana Umat Al-Iman, Yayasan Lentera, GKI Tangerang Selatan dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PKN STAN. Harmonisasi tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada pembeda untuk melakukan tugas kemanusiaan kepada sesama.

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Serangkaian acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan kegiatan pelatihan perawatan jenazah. Pelatihan ini disampaikan oleh Ustad Shonhaji. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pembicara yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Qudsiyah (IKAQ) ini juga mengajak peserta tidak hanya memahami secara teori namun juga praktik. 

Pukul 14.00 WIB kegiatan praktik perawatan jenazah berakhir. Panitia kemudian bersiap untuk kegiatan selanjutnya yaitu pengobatan gratis untuk masyarakat yang dilaksanakan di halaman masjid. Tim relawan dari yayasan Lentera tiba di lokasi sekira pukul 14.15 WIB. Sebelumnya dilakukan pengarahan oleh tim dokter guna memastikan kelancaran kegiatan. 

Ribath Nurul Hidayah

“Pengobatan yang disediakan antara lain pengobatan umum, gigi, dan juga ada potong rambut baik untuk kaum pria maupun wanita,” ujar dr. Maria saat mengisi pengarahan. Menjelang waktu Ashar, warga pun mulai berdatangan dengan membawa kupon yang telah dibagikan panitia pada hari sebelumnya. Wajah mereka tampak bergembira saat mendapat kesempatan berkonsultasi dengan para dokter.  Kegiatan pengobatan gratis ini terus berjalan hingga magrib tiba.

Sementara kegiatan pengobatan masih berlangsung, pada pukul 16.30 WIB diadakan pula kegiatan santunan anak yatim piatu dan dhu’afa yang dilaksanakan di dalam masjid. Sekitar 110 warga yang hadir untuk menerima santunan. Pemberian santunan secara simbolis dilakukan oleh H Romli selaku Ketua DKM masjid. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dewan Alumni Iman yaitu Ustadz Subhan, Felix dari Yayasan Lentera dan Imam Bajuri. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan pembagian santunan kepada masyarakat secara tertib Panitia.

Tak lama berselang, adzan Magrib pun berkumandang. Serangkaian acara hari ini dipungkasi dengan buka puasa bersama oleh seluruh panitia dan tim relawan dari yayasan Lentera. Wajah-wajah lelah berbalut senyum kebahagiaan melebur dalam indahnya keberagaman. (Abdulloh/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah IMNU, Tegal Ribath Nurul Hidayah

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Mataram, Ribath Nurul Hidayah

Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat melakukan staudi banding budaya di Yayasan Cakra Budaya Nusantara Kota Solo, Jawa Tengah. Studi banding yang dilakukan bersama dua dosen ini bakal berlangsung selama 3 minggu.

Gde Agus, dosen pengampu yang mendampingi studi banding kali ini, menjelaskan selama di kota Solo, lanjutnya, mahasiswa Sendratasik angkatan 2015 diajak untuk melihat beberapa seni yang terdapat di kota ini, seperti wayang orang Sriwedari, gamelan Jawa gaya Surakarta, tari tradisi gaya Surakarta, dan teater. Para mahasiswa juga menonton forum Bukan Musik Biasa di Taman Budaya Surakarta, serta belajar tari dan musik secara gratis dengan pengajar dari Yayasan Cakra Budaya Nusantara.

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU NTB Studi Banding Seni Budaya di Solo

Saat berdiskusi? tentang film dokumenter, mahasiswa Sendratasik UNU NTB bahkan ditunjuk sebagai pembicara tentang kebudayaan masyarakat Sade serta Bayan Beleq di Yayasan Cakra Budaya Nusantara. Selanjutnya mencari refrensi berupa buku, penelitian ilmiah karya dokumentasi di perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Ribath Nurul Hidayah

Melalui studi banding ini ia berharap UNU NTB akan melahirkan mahasiswa yang tak hanya bergelar akademik tapi juga memiliki pengalaman.

Ribath Nurul Hidayah

"Bagi kami mencetak sarjana yang berkualitas justru menjadi sebuah kebanggaan kami maupun mampu mengangkat nama lembaga perguruan tinggi UNU NTB karena setelah mereka wisuda nantinya harus dapat bertanggung jawab dengan ilmu yang sudah mereka timba serta mengaplikasikannya ke masyarakat," harapnya.

Agus mengimbau kepada para mahasiswa yang ikut belajar ke Solo untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Studi banding ini sekaligus mengisi liburan semester ganjil dalam bentuk kegiatan kuliah nonformal.

"Saya memiliki harapan yang banyak bahwa dengan kegiatan seperti ini mahasiswa Sendratasik memiliki kualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama kampus juga. Kami berdua hanya pengajar biasa yang ingin melihat mahasiswa melibihi ilmunya dari kita," tutup Agus. (Syamsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Kiai Ribath Nurul Hidayah

Senin, 14 Desember 2015

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

Jeddah, Ribath Nurul Hidayah?

Pengurus? Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengukuhkan GP Ansor Cabang Saudi sekaligus menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diikuti 36 orang kader di KJRI Jeddah, Jumat hingga Sabtu (10-11/2/2017).

Pada saat itu juga di kukuhkan Pimpinan Cabang Khusus (PCK) Saudi Arabia dengan Ketua Musthofa Al Ghulayain oleh Ketua Umum PP Ansor Yaqut Cholil Qaumas.

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Cabang Khusus Arab Saudi Dikukuhkan

PKD di Saudi Arab Saudi ini dilaksanakan untuk pertama kalinya sepanjang Ansor berdiri tahun 1934. Untuk mendukung PKD ini dikirim 18 orang instruktur nasoinal? dari PP GP Ansor.

Hadir memimpin rombongan PKD internasional adalah Ketum PP Ansor H. Yaqut Cholil Qaumas, Sekjen Adung Abdul Rochman, Kasatkornas Alfa Isnaini, Ketua Bidang Kaderisasi Ruchman Basori dan pimpinan pusat lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

"Kegiatan ini merupakan komitmen pimpinan pusat Ansor melakukan kaderisasi secara serius, tidak saja di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," tegas Sekjend Abdul Rochman melalui rilis diterima Ribath Nurul Hidayah, Sabtu (11/2).

Kegiatan ini sangat strategis untuk mendesiminasikan Islam aswaja, semangat kebangsaan dan keindonesiaan.

"Usaha mengkampanyekan Islam moderat ala Indonesia ini akan kita lanjutkan negara lain," ujar Adung lagi.

Ribath Nurul Hidayah

Adapun PKD internasional ini sebagai ikhtiar memperkuat kelembagaan Ansor di Arab Saudi. Kalau dulu KH Abdul Wahab Chasbullah melakukan perjalanan menjadi delegasi Komite Hijaz, kami ini Ansor sebagai generasi muda juga? napak tilas jejak Komite Hijaz sekaligus berumroh.

"Agar Ansor menjaga kekuatan penting sebagai penjaga Islam ahlussunnah waljamaah, NKRI dan Pancasila. Kita patut bangga karena 36 peserta berasal dari berbagai profesi di Arab Saudi seperti mahasiswa, profesional dan sektor-sektor penting lainnya,” tegas Ruchman Basori, Ketua Bidang Kaderisasi.

Tantangan Islam Indonesia sangat komplek, maka GP Ansor mengambil peran strategis menjaga teadisi dan nilai Islam yg moderat terbuka dan toleran. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Habib Ribath Nurul Hidayah