Senin, 28 September 2015

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Presiden Joko Widodo telah melantik Dewan Pengarah dan Eksekutif Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pelantikan ini, berlangsung di Istana Negara, Rabu (7/6).?

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

UKP-PIP diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang segar dan kongkret atas nilai-nilai Pancasila. Di tengah benturan ideologi di Indonesia, UKP-PIP memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan Pancasila dalam perspektif kekinian.?

Dewan Pengarah UKP-PIP, yakni: Megawati Soekarno Putri, Try Sutrisno, Prof Dr (HC) KH Maruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Prof Dr Syafii Maarif, ? Prof Dr Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun Kepala UKP-PIP, Yudi Latif.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang menjadi Dewan Pengarah UKP-PIP, mengungkapkan harapannya atas kinerja Unit Kerja Kepresidenan ini.?

Ribath Nurul Hidayah

"Selama ini, bangsa Indonesia telah mendapat tantangan yang demikian besar, khususnya dalam prinsip dan ideologi berbangsa. Warga negeri ini, harus memahami kembali Pancasila dalam perspektif yang segar, kontekstual. NU sejak awal, konsisten merawat dan menjaga Pancasila," ungkap Kiai Said.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen, menyatakan harapan besarnya atas UKP-PIP. "NU telah membuktikan, dalam segenap narasi sejarahnya, betapa warga Nahdliyyin konsisten menjaga Pancasila, sebagai ideologi negara dan prinsip kebangsaan. Bahkan, NU jelas membangun jembatan antara niali-nilai Islam dan Pancasila, yang harmonis dan kontekstual," jelas Nabil.?

"Kita dapat membaca rangkaian yang jelas, sejak 1945, 1965, hingga 1984, hingga era Reformasi, NU memaknai momentum besar kebangsaan dengan rujukan Pancasila dan nilai-nilai Islam. Untuk sekarang ini, Pancasila harus menjadi prinsip kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasional," terang Nabil.?

Nabil menambahkan, untuk sekarang, UKP-PIP dapat mengembangkan program internalisasi Pancasila yang lebih kontekstual. "UKP-PIP harus didorong menjadi unit kerja yang memiliki peran signifikan menguatkan, mengkampanyekan Pancasila agar lebih segar. Seraya, menyiapkan strategi membendung ideologi transnasional yang mengancam negeri ini. Tapi, jangan sampai Pancasila hanya sebagai stempel, harus ada pemaknaan dan program relevan yang terstruktur dan terkoneksi dengan ormas-ormas di negeri ini," harapnya.?

Nahdlatul Ulama, selama ini menjadi organisasi kemasyarakatan yang paling konsisten merawat Pancasila, ketika ideologi negara ini mengalami ancaman sepanjang sejarah bangsa. (Red: Fathoni)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah

Tenggarong, Ribath Nurul Hidayah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutai Kartanegara terus melestarikan dan mengembangkan hadrah sebagai kesenian khas umat muslim Nusantara. Kegiatan-kegiatan hadrah dilaksanakan oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) setempat. 

Ketua PCNU Kukar H Chairul Anwar mengimbau warganya untuk mengaktifkan ISHARI, sebuah badan otonom yang berada di bawah organisasi NU. ISHARI disahkan pada 1959 dan diusulkan oleh salah seorang pendiri NU yaitu Kiai Wahab Chasbullah.

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kutai Kartanegara Kembangkan Seni Hadrah

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan ISHARI di Kecamatan Loa Janan Ulu yang diadakan di Musala Al- Barokah, Jumat (15/10) malam lalu. Seperti dilansir www.pcnukukar.or.id Ketua PCNU juga menyerahkan bantuan berupa seragam ISHARI dan peralatan hadrah.

Ribath Nurul Hidayah

Komitmen pengembangan seni hadrah juga pernah disampaikannya dalam kata sambutan saat pengukuhan ISHARI Kecamatan Loa Janan Ulu di Pondok Pesantren Modern Al-Muhajirin Loa Janan Ulu, Ahad 25 Juli 2010 lalu.

"Perlu dipahami oleh seluruh anggota ISHARI jangan sampai tidak tahu atau tidak ingat kepada beliau, seni hadrah merupakan seni yang luar biasa di samping bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW kita juga berkonsentrasi untuk tetap kompak memukul hadrah. Sehingga terdengar bunyi yang nyaman didengar," kata Chairul Anwar Pada pembukaan rutinan jumat malam itu.

Ribath Nurul Hidayah

Dari kesenian ala pesantren inilah, lanjut Chairul, warga mendapatkan banyak pelajaran yang bisa diambil dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pertama adalah memahami akhlak Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan shalawat dan pujian terhadap beliau yaitu akhlakul karimah.

Ikatan tali silahturahmi dari anggota yang terdiri dari beragam daerah (Bima, Banjar, Madura, Sunda, Jawa, Padang, Bugis dan Kutai bahkan daerah lain) juga dapat melatih diri memahami keberagaman dan perbedaan sehingga akan terjalin dengan baik dan terwujud kekompakan dan perdamaian seperti dicontohkan Nabi.

"Di sinilah sebenarnya peranan NU dalam memotivasi setiap anggotanya agar turut serta mendukung program pemeritah untuk selalu menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI dan tidak termakan isu-isu yang menyebabkan perpecahan," pungkas Chairul. (win/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Humor Islam Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 26 September 2015

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Banyak kipah yang telah ditorehkan KH Hasyim Asyari. Resolusi jihad adalah di antara sumbangsih hadratussyaikh Hasyim Asy’ari kepada Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH Hasyim Asy’ari Kepada Bangsa

"Hari Santri Nasional bukan riya (pamer), tapi penghormatan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan para ulama lainnya yang menetapkan Resolusi Jihad yang berisi bahwa membela Tanah Air itu fardlu ain seperti layaknya shalat fardlu," kata KH Said Aqil Siroj, Ahad (18/10). Menurut dia, Resolusi Jihad itulah yang melahirkan intifadhah atau penyerangan secara massal oleh masyarakat terhadap tentara Sekutu (NICA), lanjutnya.?

"Resolusi Jihad itu sendiri lahir atas permintaan Presiden Soekarno dan Muhammad Hatta yang mengirim utusan ke Pesantren Tebuireng untuk meminta agar Kiai Hasyim Asyari bersama para ulama menggerakkan masyarakat untuk melawan NICA," katanya.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari selaku Rais Akbar PBNU mengajak para ulama dari berbagai kawasan sehingga melahirkan Resolusi Jihad.

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

"Jadi, pertempuran 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan itu bukan merupakan perlawanan tanpa komando, melainkan bermodal fatwa Jihad fi-Sabilillah," katanya. Perlawanan itu dipimpin secara teknis oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai pelaksana yang bermarkas di Waru (Sidoarjo) dengan dukungan KH Masykur dari Malang dan KH Abbas dari Cirebon.

"Hasilnya, rakyat menang, bahkan pimpinan tentara Sekutu Brigjen Mallaby pun tewas. Dalam film Sang Kiai disebutkan bahwa Brigjen Mallaby tewas karena mobilnya dilempari bom oleh santri Tebuireng bernama Harun," katanya.

Oleh karena itu, dalam pandangan Kiai Said, Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada setiap 22 Oktober merupakan pengakuan pada perjuangan para kiai.

"Tanpa KH Hasyim Asyari dan para santri, maka Resolusi Jihad takkan pernah ada. Tanpa Resolusi Jihad, maka Pertempuran 10 November takkan terjadi. Tanpa Pertempuran 10 November, maka kemerdekaan takkan pernah tercapai," katanya.

Hadir pada kegiatan Kirab Hari Santri Nasional diantaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Wakil Ketua Umum PBNU, Slamet Effendy Yusuf dan Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zain. Selain itu, hadir pula jajaran PWNU Jatim yakni KH Agoes Ali Masyhuri, KH Jazuli Noor, dan KH Abdurrahman Navis dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah. Tampak pula Ketua Panitia Hari Santri Nasional Jatim, H Abdul Halim Iskandar yang memimpin jalan sehat dari Kantor PCNU Surabaya ke Tugu Pahlawan.

Acara dipungkasi dengan pelepasan kirab diawali penyerahan pataka yakni panji-panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab yang membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, yakni 18 hingga 22 Oktober. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai, Bahtsul Masail Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 25 September 2015

PMII Akan Kembali ke NU

Pasuruan, Ribath Nurul Hidayah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terlahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) hingga memisahkan diri dengan alasan organisasi massa terbesar itu terseret dalam kancah politik dalam perjalanannya. Akhirnya, organisasi berbasis mahasiswa Islam ini menyatakan keluar dan bersikap netral. Karenanya dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) 2006, PMII berencana gabung dengan NU.

Rencana back to nature tersebut disampaikan Ketua Umum PB PMII, Heri Hariyanto Azumi, seusai pembukaan Muspimnas PMII yang dilaksanakan di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (14/12) lalu. Bahkan, menurut Heri, pihaknya telah bertemu dengan petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan telah membicarakan persoalan tersebut, meski tidak formal.

PMII Akan Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Akan Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Akan Kembali ke NU

Dikatakannya, sesuai dengan lahirnya lembaga organisasi mahasiswa Islam dari tubuh NU. “ Tapi karena adanya perbedaan pandangan dan NU juga terseret dalam persoalan politik pada perjalanannya saat itu, sehingga PMII menyatakan keluar dan tidak bergabung lagi dengan NU dan PMII menyatakan oposisi. Namun, saat ini, karena NU netral maka kami berencana akan bergabung kembali,” terang Heri.

Karenanya itu, dalam Muspimnas kali ini, akan dibahas persoalan tersebut bersama para ketua cabang. Pihaknya berharap agar gabungnya kembali ke NU sesuai dengan harapan para senior dan dorongan berbagai pihak, bisa menjadi keputusan mutlak dalam Muspimnas tahun 2006 ini. “Rencana PMII ini dapat sambutan baik pengurus PBNU dan kalangan pengurus PMII juga mendukung,” katanya.

Selain akan kembali ke pangkuan NU, dalam Muspimnas juga di bahas persoalan yang menyangkut pendidikan dan persoalan bangsa yang tidak tertangani secara serius oleh pemerintah. “Dalam Muspimnas ini akan dibahas persoalan anggaran pendidikan yang harus sesuai dengan perundangan yakni 20 persen. Selain itu, Lapindo akan dibahas karena tidak seriusnya timnas,“ tambah Nur, salah satu pengurus PB PMII. (zi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah IMNU Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 28 Agustus 2015

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Semarang, Ribath Nurul Hidayah. Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Nahdlotul Ulama (KMNU) Ke-3 telah resmi ? dibuka. Munas ? akan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (20-21/1) di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi dengan pembukaan Maulid Simthudduror dari tim hadrah Kiai Galang Sewu

Peserta yang hadir dalam acara Munas KMNU berasal dari berbagai Kampus di Indonesia. Diantaranya ? KMNU UNILA, KMNU UI, IMAN STAN, KMNU IPB, KMNU ITB, KMNU UPI, KMNU Unpad, KMNU Undip, KMNU UGM, KMNU UNY, KMNU UII, KMNU Unair, KMNU Unud, KMNU Unsoed, KMNU UIN SUKA, KMNU STIS, dan KMNU STKS. Bahkan juga dari KMNU Malaysia.

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Tujuan Munas KMNU ini untuk melahirkan kembali organisasi yang berwawasan kebangsaan dan ? regenerasi kepemimpinan kader muda KMNU yang tetap berpegang teguh memegang prinsip sesuai Khittah Nahdlatul Ulama.?

Ketua Panitia Muhammad Zainal Fathoni menyampaikan, KMNU diharapkan menjadi sebuah organisasi yang dewasa dan profesional. Ruh KMNU sendiri adalah silaturrahmi. “Maka tujuan akhir dari munas ini pun adalah semakin eratnya tali silaturrahim,” ujar Zainal.

Sementara itu, Presidium Nasional 1 KMNU Hasan Bisri menyampaikan bahwa KMNU berdiri secara sporadis. Tema yang diangkat dari Munas KMNU ini adalah organisasi dakwah santun berwawasan kebangsaan diterjemahkan dengan ranah KMNU. “Di mana KMNU harus bisa memproduksi pemimpin-pemimpin yang profesional sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah KH Shidqon Prabowo menjelaskan, Indonesia membutuhkan orang-orang yang benar, tidak sekadar orang yang pintar. Diharapkan hasil dari Munas KMNU adalah melahirkan orang-orang yang pintar dan benar untuk mengurus bangsa dan negara.?

Dari PCNU Semarang, H Anashom mengatakan, KMNU dengan kiprahnya pasti akan mengisi Nahdlatul Ulama. Menghidupkan kota-kota di Indonesia agar tidak lepas dari karakternya yang sejarahnya dilahirkan oleh para wali dan aulia.?

Ribath Nurul Hidayah

Diharapkan mahasiswa tidak hanya idealis dari menara gading, melainkan harus bisa mengharumkan nama kampusnya di Indonesia dengan kompetensi yang positif. Indonesia membutuhkan generasi yang membawa visi dan misi yang bermanfaat untuk semua.?

KMNU sudah tercantum di dalam AD/ART Nahdlatul Ulama, maka perlulah KMNU berdiri tidak hanya di perguruan tinggi negeri melainkan juga di perguruan swasta. Latar belakang pendidikan dari santri KMNU sangat diharapkan di NU dan Indonesia, karena KMNU akan melahirkan pemimpin yang berlatar belakang pendidikan yang tercerahkan.?

“Kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir. Dengan hadirnya KMNU diharapkan Indonesia punya stok pemimpin yang tercerahkan dari kampusnya,” ujar Anashom.

Serangkaian pembukaan munas KMNU pun diadakan pengesahan calon KMNU perguruan tinggi yang sudah mengajukan dan melalui masa percobaan 6 bulan, yaitu KMNU STKS, KMNU UIN SUKA, KMNU Udayana, dan KMNU Unair. Rencananya, kegiatan Munas ini akan ditutup dengan Seminar yang akan dihadiri oleh KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Abdul Wahab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, IMNU, Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 21 Agustus 2015

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya memberikan apresiasi kepada siswa-siswi prestasi dalam ilmu Al-Quran. "Kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Quran patut diberi apresiasi, maka dari itu kami mengadakan wisuda bagi para penghafal Al-Quran," kata H Agus Fahmi, Ketua Panitia, Sabtu (1/4). ?

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, merupakan puncak dari berbagai rangkaian. Sebelum digelarnya ujian terbuka dan wisuda ini para siswa harus mengikuti ujian munaqosah tartil dan tahfid. "Ada tiga ujian yang harus diikuti siswa. Ujian ditingkat Yayasan dan ujian berikutnya di Pesantren Ilmu Al-Quran Malang," lanjut Agus.?

Mendikbud RI Muhadjir Effendy, mengatakan sudah saatnya negeri ini membangun manusia qurani, agar setiap kehidupan yang dilakukan perpedoman pada Al-Quran.?

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Prestasi Al-Quran Wujudkan Manusia Qurani

"Kami berharap dari gebyar prestasi Al-Quran ini, Yayasan Khadijah bisa memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Qurani sehingga revolusi mental bisa terwujud," kata pria asal Malang, Jawa Timur ini.?

Selaras dengan keinginan Mendikbud itu, Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, membangun karakter bangsa dengan mewujudkan masyarakat qurani maka dengan sendirnya revolusi mental terwujud.?

Ribath Nurul Hidayah

"Kenapa seperti itu? Karena Al-Quran mengajarkan Islam itu penuh damai, kasih sayang bukan yang menakutkan. Al-Quran menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia beragam suku, adat dan bahasa," tegas Khofifah.?

Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Sosial saat ini, menceritakan sekitar tahun 2006 dirinya meminta kepada yayasan agar ada forum yang bisa melihat, mengukur dan mengetahui standart kompetisi anak dalam memahami dan menghafal Al-Quran.?

Selain itu pihak yayasan membuat kesepakatan kepada wali murid, jika ada murid yang sudah lulus SD dan belum hatam bacaaan Al-Quran, maka si murid dan wali muridnya harus rela tidak menerima ijazah. "Hal itu sudah ada dalam perjanjian antara yayasan dan wali murid," pungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)?

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Berita Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 09 Agustus 2015

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Batam, Ribath Nurul Hidayah. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid  (Gus Dur) menyeru Pemerintah Indonesia selain menghentikan ekspor pasir juga granit, dan tidak perlu gentar terhadap Singapura.

Ekspor granit dan pasir laut dan darat telah merugikan Indonesia, sehingga harus dihentikan, kata pria kelahiran Jombang 4 Agustus 1940 itu, di Batam, Kamis.

"Tiga buah pulau kita hanyut tergenang air, terumbu karang rusak karena penyedotan pasir laut," kata pemegang penghargaan Dakwah Islam dari Pemerintah Mesir 1991. Departemen Perdagangan menghentikan ekspor pasir darat dengan Permendag No.02/M-DAG/PER/I/2007 sejak 6 Februari 2007.

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Hentikan Ekspor Pasir

Sekarang ini harga pasir di negeri singa itu melonjak 10 kali lipat dari tujuh dolar Singapura menjadi 70 dolar Singapura per kubik. Pemerintah Singapura pun melakukan beberapa pendekatan agar Indonesia mencabut permendag itu dan memperbolehkan ekspor pasir.

Gus Dur menyeru aparat tegas menindak dengan langsung menembak bila mendapati kapal yang menyedot pasir laut di perairan Indonesia. Diingatkannya, kapal-kapal Singapura memiliki kekuatan mengisap pasir hingga 5.000 meter kubik setiap jam. (ant/mad)

Ribath Nurul Hidayah

     



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan, Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah