Minggu, 26 April 2015

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menilai perlunya diadakan dialog atau rembuk nasional kebangsaan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memantapkan hubungan yang sudah lama terjalin dan mengakar di Indonesia.

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

“Untuk memantapkan ukhuwah baik wathaniyah, Islamiyah, insaniyah, bahkan ukhuwah diniyah; perlu adanya semacam upaya penegasan komitmen kebangsaan dari komunitas Muslim khususnya, dan ormas Islam,” kata Rais ‘Aam, Selasa (28/2) di Jakarta.

Komitmen tersebut diperlukan untuk menegaskan mana ormas Islam yang masih menjaga semangat kebangsaan dan mana yang tidak.

Kiai Ma’ruf menjelaskan rembuk nasional diisi dengan ikrar bersama majelis-majelis agama. Hal ini untuk merawat kemajemukan, kebinekaan, dan toleransi yang bermuara pada pada satu tujuan, yakni merawat keutuhan dan kesatuan bangsa.

Ribath Nurul Hidayah

Ia mengharapkan dalam rembuk nasional nanti akan dilakukan, setidaknya tiga hal. Pertama adalah mencari solusi kebangsaan dengan menghilangkan sumber konflik.

“Saling pengertian dan memahami dalam rangka mencari solusi kesatuan bangsa. Jadi ini sifatnya solutif,” terangnya.

Rembuk juga bersifat antisipatif, yakni mencageh terjadinya kemungkinan gesekan antarelemen bangsa.

Lalu yang ketiga, lanjut Kiai Ma’ruf, rembuk bersifat rekosiliatif, yakni menyatukan kembali potensi dan elemen bangsa agar tidak terjadi kesalahpahaman.?

Ribath Nurul Hidayah

“Untuk menghilangkan (potensi perpecahan) yang bisa terjadi dibangunlah saling pengertian antarkomponen bangsa, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Rembuk nasional diharapkan dapat mengembalikan elemen bangsa kepada semangat 45 yang telah menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan bersatu,” pungkasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan, Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 April 2015

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?

PWNU Jawa Barat akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-17 di Pondok Pesantren Fauzat, Garut pada 10-11 Oktober. Kegiatan bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini, salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang.?

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Calon Ketua PWNU Jawa Barat Mendatang

Ketua Panitia Konferwil PWNU Jawa Barat Kiagus Zaenal Mubarok ketika dihubungi Ribath Nurul Hidayah Sabtu (8/9) mengatakan, NU Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang bisa menerapkan sistem yang bisa bekerja sama antarkomponen, mengharmoniskan seluruh pengurus.

Juga, kata dia, bisa merangkul ke jam’iyyah kultural NU yang beragam profesi seperti kalangan seniman, pengusaha, bahkan olahragawan. Tujuannya untuk membantu pemerintahkan dalam menyelesaikan urusan-urusan kemasyarakatan.?

Menyelesaikan masalah warga NU Jawa Barat, kata dia, berarti menyelesaikan problem masayarakat Jawa Barat karena secara kultural, Jawa Barat adalah warga NU.?

Ribath Nurul Hidayah

Bahkan lanjutnya, kalau bisa, PWNU Jawa Barat bisa membantu menyelesaikan permasalahan di tingkat nasional atau internasional karena sekat-sekat kewilayahan saat ini sudah tidak terbatas.

Pria yang akrab disapa Deden ini tak mau menyebutkan calon-calon Rais dan Ketua PWNU Jawa Barat. Baginya siapa pun yang terpilih, seharusnya adalah orang yang bisa menerapkan sistem tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Kyai Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 10 April 2015

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Harian Kompas edisi Senin, 11/1/2016 memuat artikel tentang Situs Resmi Nahdlatul Ulama, Ribath Nurul Hidayah di kolom teratas halaman 4 rubrik politik dan hukum dengan judul ‘Ribath Nurul Hidayah: Islam Moderat di Dunia Maya’. Dalam artikel yang ditulis oleh Wartawan Kompas Antony Lee tersebut, Ribath Nurul Hidayah dinilai menjadi rujukan informasi dan wacana keislaman moderat di dunia maya.

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompas: NU Online Rujukan Islam Moderat di Dunia Maya

Dalam artikel sepanjang 16 paragraf itu, Antony Lee menggali informasi dari pemimpin redaksi (Pimred) Ribath Nurul Hidayah, Ahamd Mukafi Niam, Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, Juri Ardiantoro, Pengajar Sosiologi Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro, dan reporter senior BBC, Peter Taylor.

Antony juga memaparkan data-data terkait angka kunjungan netizen ke situs Ribath Nurul Hidayah dua tahun terakhir. Selain itu, dia juga merilis angka netizen sebagai anggota (follower dan liker) Ribath Nurul Hidayah di twitter dan facebook sebagai channel penyebaran informasi melalui media sosial.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber dalam artikel itu menjelaskan wacana keislaman yang semakin kencang di dunia maya. Oleh sebab itu, menurut mereka, wajah Islam moderat harus terus menerus dikampanyekan guna menangkal gerakan radikal.

“Internet menjadi wilayah dakwah, terutama untuk menghadapi kelompok lain yang cara beragamanya keras,” ujar Ketua LTN PBNU, Juri Ardiantoro dalam artikel itu.

Ribath Nurul Hidayah

Para narasumber juga sepakat, organisasi Islam moderat di Indonesia harus lebih banyak hadir di dunia maya. Hal ini dilakukan, karena di era digital ini, para netizen mempunyai kecenderungan belajar keislaman melalui dunia maya.

“Jangan sampai internet justru didominasi penyebaran paham yang radikal,” ucap Triyono Lukmantoro dalam artikel tersebut.

Dengan memaparkan pendapat Peter Taylor, Antony Lee juga menjelaskan bagaimana penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda dengan memanfaatkan internet. Media internet cukup potensial dalam hal tersebut, karena mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda. Hal ini cukup beralasan, karena menurut informasi yang terungkap, selama ini tindakan terorisme juga dilakukan oleh anak-anak muda umur belasan tahun.

Dalam paragraf terakhir, artikel tersebut mengajak kepada masyarakat dan organisasi keislaman untuk banyak terlibat menyebarkan pesan-pesan Islam rahmatan lil alamin atau Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam di dunia maya di tengah paham radikal yang terus berusaha menancapkan eksistensinya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 30 Maret 2015

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Tiga SMP yang masih menumpang dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Jumat (17/2) mengikuti simulasi ujian di SMK NU Lasem.

Simulasi yang digelar secara offline sebagai langkah persiapan menjelang UNBK digelar di 5 ruang ujian komputer yang ada di SMK NU Lasem. Ada 372 siswa SMP dan MTs dari 3 sekolah yang mengikuti simulasi tersebut.

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMK NU Lasem Arif Demyati, tiga sekolah tersebut diantaranya SMP NU Lasem, SMP Negeri 2 Lasem dan SMP Negeri 3 Kecamatan Lasem. Ia menambahkan, ada 150 unit komputer yang akan digunakan 2 SMP Negeri dan SMP NU Lasem.

"Jelang UNBK ada latihan, ada tiga sekolahan yang mengikuti simulasi pelatihan UNBK di SMK NU Lasem," jelasnya.

Menurut Arif, dari 372 siswa SMP yang akan mengikuti UNBK, nantinya akan dibagi menjadi tiga sif. Selain itu, ada lima ruangan yang akan dipersiapkan dan dibagi dua ruangan, dengan rincian masing-masing 2 ruangan untuk SMP negeri 2 dan 3 Lasem, dan satu ruangan akan diperuntukan SMP NU Lasem.?

Ribath Nurul Hidayah

Dari 6 SMP di Lasem yang dijadwal untuk mengikuti UNBK, satu diantaranya, menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer secara mandiri, yaitu SMP Negeri 1 Lasem. Selain itu, 5 di antara masih numpang.

Ribath Nurul Hidayah

Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgara, masih melakukan pendataan dan validasi calon peserta ujian nasional. Data sementara, jumlah peserta ujian nasional pada tahun 2017, sebanyak 9.373 siswa, terdiri atas 4.757 siswa laki-laki dan 4.616 siswa perempuan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Halaqoh, Humor Islam, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Senin, 23 Maret 2015

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Rembang, Ribath Nurul Hidayah. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan, maksud dari dakwah adalah mengajak, bukan memarahi apalagi memusuhi.

“Banyak yang tidak tahu dan salah menerapkan ayat Quran dalam berdakwah. Perintah dakwah itu ayatnya Ud’u ila sabili robbika bilhikmati wamauidzotil hasanah (Ajaklah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan tutur yang baik) bukan menggunakan dalil Amar ma’ruf nahi munkar,” tutur KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memusuhi

Kepada peserta Silaturahmi Nasional Web Admin & IT Developer Aswaja, Ahad (22/12) kemarin Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang. Akhir-akhir ini, dakwah sering dikacaukan dengan amar maruf nahi munkar.

Ribath Nurul Hidayah

Padahal dari segi bahasa saja kedua terma itu sudah berbeda. Dakwah itu mengajak, sementara amar itu perintah nahi itu melarang. Dakwah itu mengajak kepada orang yang untuk berada di jalan Allah.

Hal tersebut disampaikan Gus Mus untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman beberapa kalangan Islam. “Banyak orang yang hanya belajar ngaji di Google tapi merasa paling benar sendiri,” lanjut Gus Mus.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu Katib PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf dalam pembekalan kepada peserta Silatnas juga berpesan akan perlunya dakwah dengan membangun basis yang kokoh dan berjejaring dalam membangun peradaban baru sebagai strategi pilihannya sebagaimana berjejaringnya kesultanan Islam nusantara pada masa lalu.

Di penghujung acara Hari Usmayadi selaku ketua PPM Aswaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta terutama buat teman peserta dari Balikpapan dan NTB yang menunjukkan semangat kesepahaman dan kesamaan tujuan dalam berdakwah Islam di internet (Mukhlisin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nasional, Santri Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 28 Februari 2015

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari

Surabaya, Ribath Nurul Hidayah. Unit Kegiatan Mahasiswa Cinta Rebana (CR) ITS menyelenggarakan Festival Banjari (Fesban) ITS 2017 dalam rangka memperingati Dies Natalis ITS ke-57. Festival yang diselenggarakan di Departemen Matematika ITS ini digadang menjadi langkah awal untuk mewujudkan gagasan perlombaan banjari tingkat nasional, Sabtu (18/11).

Hal tersebut ditegaskan oleh Drs Wahyudin MEI, Pembina UKM CR ini menuturkan gelaran Fesban ini selain sebagai bentuk dalam memeriahkan Dies Natalies ITS, juga sebagai upaya mengawali gagasan Fesban di tingkat Nasional.

Ia bercerita, beberapa upaya  telah dilakukan oleh ITS untuk mewujudkan gagasan tersebut semenjak usainya Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional ke-15 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa ITS Peringati Dies Natalis dengan Festival Sholawat Al Banjari

Hal tersebut diawali oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Darmaji setelah berdiskusi dengan para Wakil Rektor dan beberapa dosen ITS untuk bertukar info mengusulkan ke Dikti.

"Diskusi tersebut agar diadakan fesban tingkat nasional sebagai salah satu agenda Direktorat Kemahasiwaan," ungkap Wahyudin.

Ribath Nurul Hidayah

Selain itu, Ahmad Fahmi Rofiqi, ketua UKM CR mengungkapkan bahwa FESBAN tahun ini memiliki sedikit sentuhan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Bersamaan dengan Festival ini, UKM Cinta Rebana juga mengadakan seminar kebudayaan yang menghadirkan UKM Rebana Modern Universitas Negeri Semarang. Salah satu tujuan kegiatan tersebut ntuk menggandeng kampus-kampus yang memiliki Unit Kegiatan Rebana untuk diajak berdiskusi mengenai rencana festival banjari nasional.

"Kita berharap kampus-kampus itu berhimpun dan bisa menjadi dorongan agar DIKTI menyelenggarakan festival banjari nasional seperti halnya MTQ Mahasiswa Nasional dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional," kata Rofiqi. (Zidni/Kendi Setiawan)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Ulama Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 19 Februari 2015

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia

Mataram, Ribath Nurul Hidayah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) ? HR Dwi Putranto memberikan arahan kepada Citivitas Akademik yang dipimpinnya. Dia menyampaikan harapan dan sejumlah target ke depan dalam memimpin perguruan tinggi milik Nahlatul Ulama ini.

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU NTB Siap Jawab Kebutuhan Bangsa dan Dunia

"UNU akan memfasilitasi umat dalam menjawab kebutuhan bangsa dan dunia," Katanya dihadapan puluhan Dosen di Aula Utama UNU NTB Jl Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Senin (11/1).

Sebagai Perguruan Tinggi (PT) ? yang baru berdiri, lanjutnya, tentu harus bisa menjawab keraguan masyarakat, mulai dari menunjukkan kualitas yang sesuai harapan dan harus amanah.

Ribath Nurul Hidayah

Dia juga menyemangati para Dosennya, "Keikhlasan kalian ? akan berbading lurus dengan apa yang di kerjakan" yakinnya.

Kampus UNU NTB, tegasnya, akan dibangun di dekat Bandara Internasinal Lombok (BIL). "Tidak lama lagi, dua atau tiga tahun ke depan, kita akan buka Prodi Airpot Manajemen," janjinya. Dan Pertanian yang akan menjadi fokus program unggulan bagi UNU NTB, karena di Lombok adalah lahan pertanian dan tempat pengembangan varietas padi, buah-buahan, dan lain-lain.

Ribath Nurul Hidayah

Selain rektor, hadir pula Wakil Rektor I, H Adi Fadli, dan Wakil Rektor II, Baiq Mulianah mendampingi bapak rektor serta puluhan dosen. (Samsul Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hadits, RMI NU Ribath Nurul Hidayah