Kamis, 07 Juni 2007

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah?



Peluncuran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 diluncurkan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7). LSN mempertandingkan olahraga sepak bola antarpesantren di seluruh Indonesia yang akan dimulai Agustus dan berakhir Oktober.?

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU

Hadir pada peluncuran LSN 2017 Menteri Pemuda dan Olahraga H. Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghofarozzin yang juga Ketua LSN, perwakilan dari PSSI Danurwindo.?

LSN merupakan perhelatan sepak bola akbar yang digelar sejak 2015 oleh Kemeterian Pemuda dan Olahraga. Namun, sejak 2016, LSN diadakan Kemenpora denganbekerja sama dengan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah, asosiasi pondok pesantren Nahdlatul Ulama yang menaungi sekitar 23 ribu pesantren.?

Menurut Menpora Imam Nahrawi, LSN adalah program yang berpotensi besar untuk mencetak bibit unggul pesepakbola profesional Indonesia. Di gelaran 2015-2016, misalnya LSN menghasilkan 3 pemain yang sempat dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti seleksi Timnas U-19,” katanya.?

Menurut dia, hal itu merupakan prestasi yang membanggakan dari kalangan pesantren yang telah menunjukkan nilai-nilai sportivitas dan kerja sama untuk mengangkat semangat persatuan.?

Ribath Nurul Hidayah

“Tagline dari pesantren untuk NKRI diharapkan dapat memperkuat rajutan dan keutuhan bangsa, melalui sepka bola,” lanjutnya.?

Peluncuran dilakukan dengan tendangan bola dari Imam Nahrawi kepada Ketua RMINU KH Abdul Ghofarozzin. Kemudian keduanya membubuhkan tanda tangan di bola tersebut. Turut menandatangani di bola tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, dan Danurwindo. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Tokoh, Khutbah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 06 April 2007

NU Probolinggo Minta Pemkot Tertibkan Hiburan di Siang Hari

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo untuk membuat surat edaran (SE). Hal ini dimaksudkan agar pihak pengelola hiburan membatasi layanan pengunjungnya hanya di malam hari.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua NU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri, Senin (6/6). Menurutnya, surat edaran itu berisi tentang pengaturan warung, restoran dan sejenisnya untuk tidak membuka pelayanan di siang hari. “Kalau terpaksa maka harus ditutup dengan tabir agar tidak terlalu mencolok,” katanya.

NU Probolinggo Minta Pemkot Tertibkan Hiburan di Siang Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Probolinggo Minta Pemkot Tertibkan Hiburan di Siang Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Probolinggo Minta Pemkot Tertibkan Hiburan di Siang Hari

Selain itu jelas Hudri, selama Ramadhan Pemkot harus menutup rumah hiburan malam, karaoke keluarga dan sejenisnya yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. “Bagi yang melanggar mohon untuk dicabut izinnya dan ditutup secara permanen,” jelasnya.

Penataan dan pengaturan para penjual takjil di pinggir jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan. Pelarangan tempat bermain anak, odong-odong dan yang sejenis dengan itu di sekitar Masjid Agung Raudlatul Jannah pada malam hari terutama di saat pelaksanaan shalat tarawih dan tadarus.

Ribath Nurul Hidayah

“Yang paling penting lagi harus ada penataan pedagang dan mengantisipasi seluruh taman dan ruang terbuka hijau yang dapat dijadikan tempat mesum (asusila) dan rentan adanya tindak kejahatan,” tegasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Hudri, surat edaran ini penting dikeluarkan oleh Pemkot Probolinggo untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga untuk menambah kekhusyu’an menunaikan ibadah puasa.

“Mudah-mudahan dengan adanya surat edaran ini nantinya masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah yang lain dengan tenang dan tidak ada gangguan apapun yang dapat mengurangi pahala puasanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Tegal, Berita, Santri Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 25 Maret 2007

Hilal Awal Bulan Terlihat di Gresik

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Hilal atau bulan sabit awal bulan Shafar 1434 H terlihat di balai rukyat bukit Condro Dipo Gresik dalam kegiatan rukyatul hilal, Jum’at (14/12) petang.

Hilal Awal Bulan Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Awal Bulan Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Awal Bulan Terlihat di Gresik

Demikian diinformasikan oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri. “Dengan demikian tanggal 1 Shafar jatuh pada hasi Sabtu 15 Desember 2012, atau dimulai malam ini,” katanya kepada Ribath Nurul Hidayah, Jum’at malam.

Rukyatul hilal yang dilakukan pada 29 Dzulhijjah atau jelang tahun baru hijriyah kemarin di berbagai titik tidak berhasil melihat hilal, sehingga tanggal 29 Muharram atau pelaksanaan rukyat awal Shafar baru dilaksanakan hari ini, atau mundur satu hari dari tanggal yang tertera dalam almanak NU.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut KH Ghazalie, posisi ketinggian hilal pada saat dilakukan rukyat Jum’at petang sudah cukup tinggi sekitar 9 derajat di atas ufuk. Kondisi di Gresik cukup cerah sehingga hilal dapat terlihat dengan jelas oleh beberapa orang yang melakukan rukyat.

Ribath Nurul Hidayah

Penulis : A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Internasional Ribath Nurul Hidayah

Sabtu, 27 Januari 2007

Pergunu Kraksaan Segera Aktifkan Kepengurusan Kecamatan

Probolinggo, Ribath Nurul Hidayah. Dalam waktu dekat, Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur akan segera mengaktifkan dan me-refresh kembali Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada di masing-masing kecamatan. Pasalnya, ada beberapa PAC yang kegiatannya tidak berjalan maksimal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris PC Pergunu Kota Kraksaan Muhlisun, Senin (21/12). Menurutnya, kepengurusannya sudah terbentuk namun kegiatannya yang tidak berjalan sesuai program kerja yang sudah disusun oleh PC Pergunu Kota Kraksaan.

Pergunu Kraksaan Segera Aktifkan Kepengurusan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Segera Aktifkan Kepengurusan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Segera Aktifkan Kepengurusan Kecamatan

“Alhamdulillah, kalau kepengurusan PAC Pergunu sudah terbentuk di semua kecamatan. Hanya saja masih vakum dan belum ada kegiatan yang diadakan. Hal ini mungkin terjadi karena rasa perjuangannya terhadap NU masih kurang,” ujarnya.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk mengaktifkan kembali kepengurusan PAC ini, jelas Muhlisun, maka PC Pergunu Kota Kraksaan berencana akan mengadakan seminar dan bimbingan teknis dan lain sebagainya. “Jika upaya ini masih kurang maksimal, maka kami akan melakukan resufle kepengurusan dan akan memilih orang-orang yang memang benar-benar mau berkhidmat untuk NU,” jelasnya.

Menurut Muhlisun, pada intinya tugas utama Pergunu adalah untuk menguatkan ideologi dan menyatukan guru-guru NU. “Harapannya ke depan Pergunu bisa kuat dan kokoh di semua tingkatan, karena Pergunu adalah wadah guru NU yang akan mendidik kader-kader bangsa NU pada khususnya supaya berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Ribath Nurul Hidayah

Menyikapi hal tersebut terang Muhlisun, beberapa waktu lalu PC Pergunu Kota Kraksan sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan PCNU Kota Kraksan agar kepengurusan di tingkat kecamatan segera aktif. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaNu Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 22 November 2006

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, Ribath Nurul Hidayah. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Ribath Nurul Hidayah

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Budaya, Meme Islam Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 15 November 2006

Belajar dari Keberhasilan Gerakan KOIN NU MWC Ngantru

Oleh Nuruddin

Pelan tapi pasti, itulah kalimat yang dapat saya simpulkan dari gerak langkah kemandirian NU di MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Bersama PAC Ansor Ngantru dan Banser, Senin malam, 22 Januari 2018, Kotak Infaq NU atau disingkat KOIN NU dibethok untuk dihitung bersama. Hasil yang saya ketahui—sementara dari 800 kotak—terkumpul Rp8.000.000 padahal sisa kotak yang belum dihitung adalah 1200 kotak. Jika dihitung rata-rata per kotak Rp 10.000, maka hasil tiap bula dari KOIN NU MWCNU Ngantru adalah Rp20.000.000, jumlah yang fantastis.

Belajar dari Keberhasilan Gerakan KOIN NU MWC Ngantru (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Keberhasilan Gerakan KOIN NU MWC Ngantru (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Keberhasilan Gerakan KOIN NU MWC Ngantru

Dana yang terkumpul dari KOIN NU ini selanjutnya dicatat dan dilaporkan kepada organisasi dan masyarakat, serta ditasyarufkan untuk kepentingan melayani Jamaah dan Jamiyyah NU. Misalnya untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, ataupun yang lainnya sesuai aturan yang berlaku dan membutuhkan prioritas penanganan demi jamaah dan jamiyyah.

Secara tidak langsung, adanya KOIN NU di MWCNU Ngantru Tulungagung juga menjadi sarana konsolidasi organisasi, karena dengan adanya KOIN NU, minimal para pengurus lebih intensif bertemu dan membahas tindak lanjut setiap pertemuan. Sehingga energi yang dimiliki pengurus, jamaah dan jamiyyah, benar-benar tersedot untuk hal-hal positif dan bernilai guna bagi jamaah dan jamiyyah. Dengan kesibukan dan momentum bernilai saat berkumpul, para pengurus NU tidak sempat lagi menyisihkan energi untuk debat kusir atau orang Jawa menyebut dengan istilah "udhur pok" (debat tanpa hasil).

KOIN NU juga sebagai salah satu upaya membangkitkan rasa kepemilikan dan kebanggaan pada NU. Karena dengan kemauan mengeluarkan uang receh atau kertas yang dimasukkan di Kotak Infaq, minimal semangat berkidhmah kepada organisasi NU akan tergugah. Selain itu, sejak awal, NU sudah terbiasa mandiri tanpa mengharap pemberian dari luar NU. Sehingga NU memang gagah dan mampu berdiri sendiri sebagai organisasi yang sehat, kuat, dan rahmatan lil alamiin.

Ribath Nurul Hidayah

Lima Kunci Keberhasilan

Kunci keberhasilan MWCNU Ngantru adalah: segera memulai, memulai sosialisasi dengan tim khusus, dengan keluar masuk jamiyyah serta menjelaskan semua poin yang terkait KOIN NU. Selain itu, MWCNU Ngantru juga segera memulai membuat kotak dengan 5 personel tukang profesional yang siap menerima pengerjaan pembuatan Kotak Infaq NU, dan memulai mengisi kotak dari sekarang dan secepatnya oleh kita yang sudah ada, selanjutnya ditularkan kepada teman saudara dan warga. Prinsipnya adalah "kalau tidak kita siapa lagi?" lantas "kalau tidak sekarang kapan lagi?"

Kunci kedua, mereka segera bergerak sambil belajar menutup kekurangan yang ada. Ketiga, menjalankan seluruh kegiatan dengan tanggung jawab sebagai kader penggerak. Keempat, menularkan pengetahuan dari yang bisa membimbing kepada yang belum bisa karena setiap manusia punya modal untuk bisa melakukan apa pun. Kelima, ada waktu khusus yang diluangkan ditengah kesibukan sehari-hari.

Sumber daya yang dimiliki NU sebagai organisasi yang turut melahirkan NKRI sangat luar biasa. Segalanya NU punya. Kelebihan, kekurangan, masalah, dan solusi bahkan laboratoriumnya, NU punya. Tinggal mana yang digerakkan, dan bagaimana cara menggerakkannya. 

Kemampuan menggerakkan sumber daya NU juga sangat variatif, ada yang tradisional, ada yang menggunakan pendekatan fiqih, ada pula yang menggunakan pendekatan sejarah. Semua pendekatan boleh digunakan, dengan tujuan kemaslahatan umat. Kadang yang jadi masalah adalah, pendekatan yang digunakan hanya untuk menghadang tujuan berjalannya sebuah program. Misalnya program KOIN NU (Kotak Infaq NU). Muncul berbagai pertanyaan, apakah para muassis (pendiri) NU juga melakukan penggalangan KOIN NU? Bagaimanakah hukum syari KOIN NU? Bagaimana tasharufnya? Bagaimana KOIN NU menurut UU yang ada di Indonesia? Sampai pada pertanyaan bagaimana jika infaq tidak usah dinamai NU.

Ribath Nurul Hidayah

Masyarakat harus dipahamkan bahwa para muassis NU punya Nahdlatut Tujjar yang bergerak di bidang perekonomian perdagangan, dana sumbangan organisasi juga dihimpun. KOIN NU ini, mengambil spirit para muassis NU yakni semangat kemandirian tanpa menggantungkan kepada siapa pun, termasuk pemerintah.

Jika dipertanyakan bagaimana hukum dan tasharufnya sampai pada posisi KOIN NU, ini sudah selesai dibahas di aturan, karena KOIN NU ini adalah gerakan nasional yang diresmikan oleh PBNU dan Koai Said juga rawuh di Sragen, Jawa Tengah. Masalah distribusinya, di Sragen mengambil segmen: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pengembangan kampus NU. Bidang pendidikan misalnya bisa untuk membantu  beasiswa warga NU, membantu biaya pendidikan warga yang kurang mampu, dan lain-lain. Bidang kesehatan, kerja sama dengan Pemkab Sragen untuk mendirikan RSNU di empat titik sekaligus yang nantinya diperuntukkan layanan kesehatan warga NU. Bidang ekonomi, diperuntukkan memberi tambahan modal pedagang ethek atau membantu perbaikan gerobak dengan label NU. Kenapa itu dipilih di Sragen? Karena yang paling butuh ya empat prioritas tersebut. Lha PCNU, MWCNU di luar Sragen silakan disesuaikan dengan kesepakatan dan kondisi dimasing-masing.

Masalah di atas, juga harus didukung dengan keterbukaan wawasan bahwa menata sebuah gerakan harus dimulai dari diri sendiri, dan pengurus NU sendiri. Bagaimana mau menata orang lain kalau dirinya sendiri tidak bisa di tata? Bahasa saya, untuk berkhidmah kepada NU dalam hal apa pun hanya butuh orang dengan kriteria: pertama, "pinter" karena orang yang pinter akan punya perhitungan dan pertimbangan dalam segala langkahnya; kedua, "kober" (punya waktu) untuk ngurusi dan berkhidmah kepada NU. Banyak orang pinter, tapi mayoritas mereka tidak punya waktu (tidak kober); ketiga, "bener", benar dalam pelaksanaan, penataan, pengadministrasian, pelaporan, dan pelayanan. Maka jika kriteria "pinter, kober, dan bener" ini dapat dipenuhi, maka pekerjaan akan mudah dan selesai sesuai target dan harapan.

Keberhasilan MWCNU Ngantru dalam mengelola KOIN NU sehingga beberapa hari yang lalu dihitung dan dikumpulkan keseluruhannya dari KOIN NU, jika dirata-rata per Kotak berisi Rp 10.000, dan jumlah kotak MWCNU yang sudah beredar di MWCNU Ngantru Tulungagung adalah 2.000 kotak, maka gambaran kasar tiap bulanya adalah 20 juta uang receh terkumpul di MWCNU Ngantru. Bisa dibayangkan misalnya MWC NU Ngantru menyetop uang receh tersebut dalam dua bulan saja, saya yakin pasar dan toko di Ngantru akan kelabakan uang receh. 

Perlu kita belajar bagaiman MWCNU Ngantru Tulungagung memulai sosialisasi menyebarkan Kotak KOIN NU kepada warga. Pasca PKPNU, mereka dengan semangat bekhidmah kepada NU yang membara karena baru di-charge, kader NU sejumlah 72 kader ikut pawai Agustusan dengan pakaian kaos PKPNU satu peleton membawa bendera NU, dan bendera merah putih serta meneriakkan "Siapa kita?" "NU", "NKRI?" "Harga Mati", "Pancasila?" "Jaya". Padahal beliau-beliau adalah para kiai dengan usia di atas 60-an tahun. 

Selanjutnya semangat itu dikonversi menjadi aksi sosialisasi kepada warga NU dari rumah ke rumah, dari jamaah Yasin-Tahlil ke jamiyyah NU. Semua dilalui dengan tekun, telaten, sabar, dan ikhlas. Bahkan Tim pembuat kotak juga ditata. Lima orang tukang kayu profesional menggarap kotak yang nantinya diedarkan ke warga yang berminat dan tidak terpaksa setelah mendapat sosialisasi. 

Sejatinya, pada bagian mengonversi semangat menjadi aksi inilah yang kadang terlupakan, muncul ego sektoral bahwa hanya dia yang super dan mampu, sehingga tidak melibatkan yang lain. Kadang juga, menganggap, ini pekerjaan manajemen, hanya butuh orang-orang pilihan. Memang betul ini pekerjaan manajerial, tapi tetap membutuhkan bantuan dari semua pihak, butuh kebersamaan, dengan tetap ada penanggung jawab.

Tulisan di atas saya kumpulkan dari berbagai sumber di Ngantru, baik langsung maupun tak langsung. Ada peran duo kembar Kaji Aya Nawafi Maksum dan Kaji Ahmad Yuzki Maksum yang luar biasa mempola PAC GP Ansor Banser Ngantru menuju kemandirian NU. Sahabat-sahabat Ansor Banser, IPNU, IPPNU PAC, seluruh jajaran MWCNU Ngantru, Pak Tomy,  Kiai Mastur dan semua kader NU di Ngantru. "Bravo Ngantru Berdikari". Kalimat saya, "Pelan tapi Pasti!"

Penulis adalah pengurus Lakpesdam NU Tulungagung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Senin, 25 September 2006

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Ketua LBM PWNU Lampung KH Munawir menyambut baik langkah Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) yang menggelar kajian keagamaan terkait berita palsu (hoax) dan aksi menyudutkan orang lain di dunia maya (bully), Kamis (1/2) di Kantor PBNU Jakarta.

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Menurutnya langkah ini sudah sangat mendesak dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengingatkan dan memberi kesadaran kepada ummat Islam bahwa tindakan tersebut jelas melanggar aturan agama, merugikan orang lain dan dapat juga merugikan sang penyebar berita palsu tersebut.

"Saat ini sangat gampangnya orang membagikan berita yang terkadang belum jelas kebenarannya. Selama menguntungkan kelompoknya sendiri maka dengan gencarnya mereka membagikannya dan sering juga ditambah-tambah kalimat-kalimat provokatif," katanya Kamis (1/12).

Gus Nawir begitu Ia biasa dipanggil menambahkan bahwa kemudahan yang hadir dari keberadaan dunia maya khususnya media sosial, membuat orang gampang sekali menyerang orang lain.

"Apalagi sekarang ini gampang dan banyak sekali ditemukan akun-akun palsu yang memang dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan orang lain. Ini tentu sangat memprihatinkan," kata Kiai muda yang juga merupakan Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung.

Ribath Nurul Hidayah

Undang-undang IT yang mengatur hal ini seakan-akan mandul ketika berada di realita aktivitas dunia maya. Akun-akun palsu masih saja sering menebar kebencian dengan harapan orang lain juga akan berpikiran sama sehingga akan ikut golongannya.

Ribath Nurul Hidayah

Jika hal ini terus terjadi dan tidak ada langkah untuk mengingatkan masyarakat khususnya orang Islam, kedepan bisa saja terjadi orang tidak akan lagi memiliki sopan santun dan etika dalam pergaulan nyata ditengah masyarakat.

"Sifat kasar dalam membuat status atau komentar didunia maya bisa saja akan terjadi didunia nyata. Kalau bukan terjadi sekarang, bisa jadi para generasi selanjutnya yang akan melakukannya. Apa yang dilakukan didunia maya adalah cerminan dalam kehidupan nyata," katanya.

Sehingga sudah saatnya, kajian dari aspek agama memberikan peringatan kepada umat Islam untuk berhati-hati dalam bertindak didunia maya khususnya media sosial. "Kalau sudah tidak lagi mematuhi aturan dan norma agama, bisa jadi mata hatinya sudah tertutup untuk menerima kebaikan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Fragmen Ribath Nurul Hidayah