Senin, 25 September 2006

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Ketua LBM PWNU Lampung KH Munawir menyambut baik langkah Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) yang menggelar kajian keagamaan terkait berita palsu (hoax) dan aksi menyudutkan orang lain di dunia maya (bully), Kamis (1/2) di Kantor PBNU Jakarta.

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Menurutnya langkah ini sudah sangat mendesak dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengingatkan dan memberi kesadaran kepada ummat Islam bahwa tindakan tersebut jelas melanggar aturan agama, merugikan orang lain dan dapat juga merugikan sang penyebar berita palsu tersebut.

"Saat ini sangat gampangnya orang membagikan berita yang terkadang belum jelas kebenarannya. Selama menguntungkan kelompoknya sendiri maka dengan gencarnya mereka membagikannya dan sering juga ditambah-tambah kalimat-kalimat provokatif," katanya Kamis (1/12).

Gus Nawir begitu Ia biasa dipanggil menambahkan bahwa kemudahan yang hadir dari keberadaan dunia maya khususnya media sosial, membuat orang gampang sekali menyerang orang lain.

"Apalagi sekarang ini gampang dan banyak sekali ditemukan akun-akun palsu yang memang dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan orang lain. Ini tentu sangat memprihatinkan," kata Kiai muda yang juga merupakan Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung.

Ribath Nurul Hidayah

Undang-undang IT yang mengatur hal ini seakan-akan mandul ketika berada di realita aktivitas dunia maya. Akun-akun palsu masih saja sering menebar kebencian dengan harapan orang lain juga akan berpikiran sama sehingga akan ikut golongannya.

Ribath Nurul Hidayah

Jika hal ini terus terjadi dan tidak ada langkah untuk mengingatkan masyarakat khususnya orang Islam, kedepan bisa saja terjadi orang tidak akan lagi memiliki sopan santun dan etika dalam pergaulan nyata ditengah masyarakat.

"Sifat kasar dalam membuat status atau komentar didunia maya bisa saja akan terjadi didunia nyata. Kalau bukan terjadi sekarang, bisa jadi para generasi selanjutnya yang akan melakukannya. Apa yang dilakukan didunia maya adalah cerminan dalam kehidupan nyata," katanya.

Sehingga sudah saatnya, kajian dari aspek agama memberikan peringatan kepada umat Islam untuk berhati-hati dalam bertindak didunia maya khususnya media sosial. "Kalau sudah tidak lagi mematuhi aturan dan norma agama, bisa jadi mata hatinya sudah tertutup untuk menerima kebaikan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ulama, Fragmen Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 27 Juli 2006

Mahasiswa STAINU Tampilkan Sholawat di Maroko

Rabat, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka memperingati Hari Naik Tahta dan Pelestarian Seni Adat Tradisional, para pelajar STAINU (Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama) Jakarta mendapatkan kehormatan untuk ikut berpartisipasi pada acara ini.

Acara ini berlangsung pada Selasa 23 Juli sampai 27 Juli 2013, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Maroko. Di akhir puncak acara mahasiswa STAINU Jakarta menampilkan sederet lagu sholawat dan qasidahan dengan diiringi musik tradisional dan rebana.?

Mahasiswa STAINU Tampilkan Sholawat di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Tampilkan Sholawat di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Tampilkan Sholawat di Maroko

Acara ini merupakan acara tahunan yang di adakan di Arena Pentas Bab Lamrisa Sale. Sejumlah kegiatan yang ditampilkan adalah pertunjukan musik khas Maroko, musik Andalus, pembacaan puisi, nyanyian lagu Amazir, dzikir dan pujian sufi serta kompetisi hafalan Al-Quran. Bukan hanya itu, panitia juga menyedikan hidangan buka puasa gratis bagi masyarakat setempat.

Ribath Nurul Hidayah

"Penampilan grup sholawat STAINU Jakarta merupakan bentuk partisipasi atas berlangsungnya acara ini sekaligus perwakilan dari Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Maroko yang sudah lama terjalin, khususnya dalam bidang seni dan budaya,” ujar Dedy Rinaldi, staff Pensosbud KBRI Rabat yang turut hadir pada penutupan acara ini.

Ribath Nurul Hidayah

Masyarakat Maroko begitu antusias ketika mendengar lantunan sholawat yang dibawakan oleh grup sholawat STAINU Jakarta. Mereka mendengarkan dan menikmatinya dengan iringan tepuk tangan. Saking antusiasnya, di akhir pentas, mereka rela mengantri satu per satu untuk bisa mengambil gambar bersama.

Turut hadir, Suparman Hasibuan selaku Pensosbud KBRI Rabat. Ia bangga sekali karena masyarakat Maroko begitu apresiatif dengan penampilan musik dari Indonesia yang dibawakan oleh grup sholawat STAINU Jakarta.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sholawat, Ubudiyah Ribath Nurul Hidayah

Kamis, 29 Juni 2006

Ribuan Relawan IPPNU Siap Laporkan Pelanggaran Pemilu

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pada pemilu April mendatang, ribuan pelajar putri NU akan turun langsung memantau proses pemilu di lokasi pemungutan suara. Mereka akan memastikan sterilnya penyelenggaraan pemilu dari kemungkinan pelanggaran dengan segala bentuknya di lokasi.

“Ribuan pasang mata kader-kader relawan IPPNU di seluruh tanah air Indonesia siap mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran dalam pemilu nanti,” terang Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Ribath Nurul Hidayah, Kamis (3/4) siang.

Ribuan Relawan IPPNU Siap Laporkan Pelanggaran Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Relawan IPPNU Siap Laporkan Pelanggaran Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Relawan IPPNU Siap Laporkan Pelanggaran Pemilu

Relawan kita, sambung Farida, tidak memandang siapa pihak yang melanggar kendati itu partai politik, ormas, atau penyelenggara pemilu itu sendiri.

Ribath Nurul Hidayah

Di samping itu, IPPNU mendesak pihak Bawaslu untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap aneka bentuk pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilu 2014. Sikap tegas seperti ini sangat ditunggu-tunggu segenap warga Indonesia demi kelangsungan pemilu yang bersih.

Ribath Nurul Hidayah

“Sekurangnya, penyelenggaraan pemilu telah melewati tahapan dan prosedur secara benar meski kualitas calon terpilih di luar jaminan,” tandas Farida. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Senin, 05 Desember 2005

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan

Khartoum, Ribath Nurul Hidayah. Sabtu (28/10) sore di aula Sekretariat PCINU Sudan ramai oleh Nahdliyin yang membaca manaqib seorang ulama dan sulthan awliya Syekh Abdul Qodir al Jaelani. Lengkap dengan ingkung ayam dan air manaqib yang diletakkan di tengah-tengah jamaah. 

Pembacaan manaqib tersebut adalah acara pamungkas dari rangkaian acara Hari Santri 2017 PCINU Sudan yang digelar 20-28 Oktober 2017. 

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Meriahnya Peringatan Hari Santri di Sudan

Semarak semua kegiatan Hari Santri diikuti oleh seluruh santri NU Sudan dan para tamu undangan dari berbagai kalangan, baik warga Negara Indonesia maupun warga dari berbagai negara.

Sebelumnya diselenggarakan Khotmil Qur’an bil ghoib yang dilakukan dua hari, istighosah dan pembacaan surat al Waqi’ah yang rutin dibaca tiap pekan, shalawatan yang rutin diadakan setiap malam Senin, pengajian umum Al Hijrah sepesial Hari Santri, Wisuda Akbar Dunia Menghafal yang diselenggarakan oleh PPTA Daarul Qur’an bersama PCINU Sudan.

Ribath Nurul Hidayah

Beberapa kegiatan lain juga dilakukan diantaranya kajian keaswajaan yang membahas NU kultural dan structural; Ngobrol Pintar (Ngopi) yang mengupas sejarah dan ibrah Resolusi Jihad; kajian radikalisme program kerja kajian Lakpesdam; HUT kelas bahasa arab Kaukabul Fushoha ke-3.

Rangkaian hari santri dilengkapi dengan pagelaran Art Preciation yang menampilkan puisi-puisi dan akustik band The Zaboon’s serta Gala Premiere film perdana karya Asbaq Film berjudul Aku Segera Kembali.

Ribath Nurul Hidayah

Keluarga besar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan tak llupa mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017. Salam santri NU Sudan, Santri Mandiri NKRI Hebat. (Muhammad Ridlo/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Cerita, Lomba Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 06 Juli 2005

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menilai beredarnya video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI, tak lepas dari kesalahan dalam proses rekrutmen legislator oleh partai politik. Di waktu mendatang aspek moral diminta disertakan dalam proses yang sama.

"Dulu rekrutmen legislator oleh partai hanya berdasarkan kemampuan menarik konstituen, entah pakai program atau pakai uang. Dulu aspek moral mungkin tidak dipertimbangkan, tapi yang akan datang ini harus menjadi pelajaran berarti. Partai politik harus bisa mencari legislator yang benar-benar berakhlak," kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Permintaan itu disampaikan Kiai Said untuk menjaga nama baik parlemen, yang belakangan banyak mendapatkan penilaian miring di mata masyarakat. "Ini untuk nama baik parlemen kita juga," tambahnya tegas.

Ribath Nurul Hidayah

Meski demikian Kiai Said meminta agar pembuktian atas video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI tersebut dilakukan secara berhati-hati. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan memberikan penilaian negatif terlebih dahulu. 

"Kalau betul itu anggota DPR kami jelas sangat menyayangkan, yang mana negara kita sedang mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Tapi itu harus dicek benar-benar dulu, harus tabayyun, harus diperiksa dengan teliti apakah itu benar anggota DPR yang kabarnya sangat terkenal," urai Kiai Said. 

Ribath Nurul Hidayah

Mengaca pada kasus video porno yang sebelumnya juga beredar dengan pemeran anggota DPR RI, dimana pada prosesnya dilakukan  pemecatan terhadap pelakunya, langkah yang sama diminta dilakukan terhadap kasus terbaru ini. 

"Sekali lagi kalau memang itu benar ya harus dipecat. Ini untuk menjaga nama baik parlemen dan memberikan contoh ke masyarakat, bahwa tindakan-tindakan semacam itu tidak baik dan tidak dibenarkan," pungkas Kiai Said. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 Desember 2004

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Hujan deras yang disertai terjangan angin puting beliung di Desa/Kecamatan Pakusari Jember Jawa Timur, Kamis sore (5/1) menyisakan duka yang memilukan. Duka tersebut tidak hanya diderita korban dan keluarganya, tapi juga dirasakan tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) Jember. Pada Jumat (6/1) tim penanggulangan bencana yang dibentuk? GP Ansor Jember tersebut menurunkan 10 anggotanya untuk membantu penanganan rumah dan fasilitas yang rusak akibat hantaman puting beliung.

Menurut salah seorang? pernonil Bagana, Rasyidi, puting beliung itu cukup dahsyat sehingga menghunjam kekagetan bagi warga. “Kata saksi mata, puting beliung? itu hanya berlangsung? beberapa saat, namun besar. Untungnya, warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Ribath Nurul Hidayah.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan masyarakat, tim Bagana Jember menyasar Desa Pakusari. Desa inilah yang paling parah dirusak puting beliung. Tercatat ada 25 rumah roboh dan? 240 rumah rusak sedang hingga ringan serta sejumlah pohon tumbang. Di desa ini pula korban atas nama Ny Musia (60) meninggal dunia dan beberapa lainnya cedera, mulai dari patah tulang hingga lecet dan memar. Tim Bagana bahu membahu dengan elemen lain membereskan reruntuhan rumah yang berserakan.

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

“Kalau korban cedera sudah ditangani Puskesmas. Kami kerja bakti membantu menangani rumah-rumah yang rusak,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa tim Bagana akan turun lagi untuk membantu berikutnya.

Selain menghantam Pakusari, angin? puting beliung? juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Sumbersari, Mayang dan Silo. Namun kerusakan yang ditimbulkan tidak sebetapa parah. Data BPBD Kabupaten Jember menyebutkan total ada 292 rumah rusak akibat amukan puting beliung. (Aryud A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah RMI NU, Santri, Pesantren Ribath Nurul Hidayah